of 26/26
LAPORAN SGD 6 Erupsi gigi Anggota : 1. Febrianto Dwilaksono (112100) 2. Anggun Hibah J.T (112100) 3. Arsianti Fauzia Hapsari (112100) 4. Eki Dyan Larasakti (112100) 5. Faizal Reza (112100) 6. Febia Astiawati (112100) 7. Gery Krismawan (112100) 8. Nandya Carte Irene (112100) 9. Rhea Zarna Irsatani (112100160) 10. Rizka Amalia (112100) 11. Trisna Arriyanti (112100)

Hasil Sgd Blok 12 Lbm 1-Erupsi Gigi

  • View
    102

  • Download
    3

Embed Size (px)

Text of Hasil Sgd Blok 12 Lbm 1-Erupsi Gigi

LAPORAN SGD 6 Erupsi gigi

Anggota :

1. Febrianto Dwilaksono (112100) 2. Anggun Hibah J.T (112100) 3. Arsianti Fauzia Hapsari (112100) 4. Eki Dyan Larasakti (112100) 5. Faizal Reza (112100) 6. Febia Astiawati (112100) 7. Gery Krismawan (112100) 8. Nandya Carte Irene (112100) 9. Rhea Zarna Irsatani (112100160) 10. Rizka Amalia (112100) 11. Trisna Arriyanti (112100)

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG 2011

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Erupsi merupakan istilah yang berasal dari bahasa Latin erumpere, yang berarti menetaskan. Erupsi gigi adalah suatu proses pergeraka gigi secara aksial yang dimulai dari tempat perkembangan gigi di dalam tulang alveolar sampai akhirnya mencapai posisi fungsional di dalam rongga mulut. Erupsi gigi merupakan suatu proses yang berkesinambungan dimulai dari tahap pembentukkan gigi sampai gigi muncul ke rongga mulut.Pada manusia terdapat 20 gigi desidui dan 32 gigi permanen. Setiap gigi berbedabeda secara anatomi, tetapi dasar proses pertumbuhannya sama pada semua gigi. Erupsi gigi terjadi setelah formasi dan mineralisasi mahkota terbentuk sempurna tetapi sebelum akar terbentuk sempurna. Gigi tumbuh dari dua tipe sel, yaitu epitel oral dari organ enamel dan sel mesenkim dari papilla dental. Perkembangan enamel dari enamel organ dan perkembangan dentin dari papila dental.18 Mahkota dan bagian akar dibentuk sebelum gigi tersebut erupsi, mahkota dibentuk terlebih dahulu, kemudian baru pembentukkan akar.Pertumbuhan mandibula dan maksila menurut Sadler, dipersiapkan untuk tumbuhnya gigi geligi.10 Perkembangan gigi dibagi dalam 3 tahap, yaitu : - tahap pra-erupsi : saat mahkota gigi terbentuk dan posisinya dalam tulang rahang cukup stabil (intraosseus), ketika akar gigi mulai terbentuk dan gigi mulai bergerak di dalam tulang rahang ke arah rongga mulut, penetrasi mukosa, dan pada saat akar gigi terbentuk setengah sampai tiga perempat dari panjang akar ---- tahap pra-fungsional (tahap erupsi) -- - tahap fungsional : Tahap ini dimulai sejak gigi difungsikan dan berakhir ketika gigi telah tanggal dan berlangsung bertahun-tahun. Selama tahap ini gigi bergerak ke arah oklusal, mesial, dan proksimal. Pergerakan gigi pada tahap ini bertujuan untuk mengimbangi kehilangan substansi gigi yang terpakai selama berfungsi sehingga oklusi dan titik kontak proksimal dipertahankan. Apabila terjadi beberapa gangguan pada proses pertumbuhan dan perkembangan gigi dan jaringan rongga mulut pendukung gigi, akan mengalami sejumlah kelainan yang akan mengakibatkan proses pertumbuhan dan perkembangan gigi terganggu.Salah satunya bisa dissebabkan oleh trauma. Trauma adalah luka atau jejas baik fisik maupun psikis yang disebabkan oleh tindakan-tindakan fisik dengan terputusnya kontinuitas normal suatu struktur.Trauma gigi anterior sering terjadi pada anak-anak karena anak-anak lebih aktif daripada orang dewasa dan koordinasi serta penilaiannya tentang

keadaan belum cukup baik sehingga sering terjatuh saat belajar berjalan, berlari, bermain, dan berolahraga. Kerusakan yang terjadi pada gigi anak dapat mengganggu fungsi bicara, pengunyahan, estetika, dan erupsi gigi tetap sehingga mengganggu pertumbuhan dan perkembangan gigi serta rahang.

1.2 Rumusan masalah 1. 2. 3. 4.. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. Pengertian erupsi gigi permanen ? Waktu erupsi gigi permanen ? Apa hubungan mengonsumsi buah dan sayuran dalam pertumbuhan gigi anak ? Mengapa gigi dapat tumbuh ke depan atau ke belakang gigi decidui ? Apa hubungan antara riwayat jatuh dengan gigi permanen yg belum tumbuh ? Mengapa akar gigi 21 bengkok ke palatal ? apakah ada hubungannya dengan gigi 61 yg patah ? Apa saja factor yang mempengaruhi erupsi gigi permanen ? Bagaimana proses perkembangani gigi permanen ? apakah sama dengan gigi decidui ? Apa saja tanda tanda klinis gigi erupsi permanen ? Mengapa gigi 52 dan 62 goyang derajat 3 ? Mengapa gigi 21 belum erupsi ? Sedangkan diketahui gigi tsb seharusnya sudah tumbuh pd umur 7-8 thn,apa penyebabnya ?

1.3 Tujuan - Mengetahui pola erupsi gigi permanen - Mengetahui dan memahami proses pergantian dari gigi decidui ke gigi permanen - Mengetahui factor yg mempengaruhi erupsi gigi permanen - Mengetahui dan memahami kelainan dan penyebab dari gangguan erupsi sesuai dengan kasus di skenario

BAB II PEMBAHASAN

Pengertian erupsi gigi permanen Proses erupsi gigi adalah suatu proses fisiologis berupa proses pergerakan gigi yang dimulai dari tempat pembentukkan gigi di dalam tulang alveolar kemudian gigi menembus gingiva sampai akhirnya mencapai posisi fungsional di dataran oklusal.Erupsi gigi merupakan suatu proses yang berkesinambungan dimulai dari tahap pembentukkan gigi sampai gigi muncul ke rongga mulut dan beroklusi dg gigi antagonisnya

Tahap erupsi gigi permanen Gigi permanen berjumlah 32 yang terdiri dari 4 insisivus, 2 kaninus, 4 premolar, dan 6 molar pada masing-masing rahang.Waktu erupsi gigi permanen ditandai dengan erupsinya gigi molar pertama permanen rahang bawah pada usia 6 tahun. Pada masa ini gigi insisivus pertama rahang bawah juga sudah bererupsi di rongga mulut. Gigi insisivus pertama rahang atas dan gigi insisivus kedua rahang bawah mulai erupsi pada usia 7-8 tahun, serta gigi insisivus kedua rahang atas erupsi pada usia 8-9 tahun. Pada usia 10-12 tahun, periode gigi bercampur akan mendekati penyempurnaan ke periode gigi permanen.Gigi kaninus rahang bawah erupsi lebih dahulu daripada gigi premolar pertama dan gigi premolar kedua rahang bawah. Pada rahang atas, gigi premolar pertama bererupsi lebih dahulu dari gigi kaninus dan gigi premolar kedua bererupsi hampir bersamaan dengan gigi kaninus. Erupsi gigi molar kedua berdekatan dengan erupsi gigi premolar kedua, tetapi ada kemungkinan gigi molar kedua bererupsi lebih dahulu daripada gigi premolar kedua. Erupsi gigi yang paling akhir adalah molar ketiga rahang atas dan rahang bawah.

Tabel Erupsi & Kalsifikasi Gigi Permanen Urutan Erupsi Gigi Kalsifikasi Dimulai Mahkota Lengkap (Tahun) 1 Molar 1 Maxilla 2 Molar 1 Mandibula 3 Insisivus 1 Mandibula 4 Insisivus 2 Mandibula 5 Insisivus 1 Maxilla 6 Insisivus 2 Maxilla 7 Caninus Mandibula 8 Premolar 1 Mandibula 9 Premolar 1 Maxilla 10 Premolar 2 2,5 5-6 10-12 12-14 1,5 tahun 5-6 10-11 12-13 1,75 2 tahun 5-6 10-12 12-13 4-5 bulan 6-7 9-10 12-14 12 bulan 4-5 8-9 11 3-4 bulan 4-5 7-8 10 3-4 bulan 4-5 7-8 10 3-4 bulan 4-5 6-7 9 9 bulan 2,5-3 6-7 9 9 bulan 2,5-3 6-7 Erupsi (Tahun) (Tahun) 9 Akar Lengkap

2 Maxilla 11 Premolar 2 Mandibula Caninus Maxilla 13 Molar 2 Mandibula 14 Molar 2 Maxilla 15 Molar 3 Mandibula 16 Molar 3 Maxilla

tahun

2,25 2.5 tahun 4-5 bulan

6-7

11-12

13-14

12

6-7

11-12

13-15

2,25 3 tahun 2,25 3 tahun 8-10 tahun 8-10 tahun

7-8

11-13

14-15

7-8

12-13

14-16

12-16

17-21

18-25

12-16

17-21

18-25

Tabel tersebut menjelaskan bahwa gigi baru erupsi bila proses pembentukan mahkotanya telah lengkap, sedangkan akarnya masih tetap melanjutkan proses pembentukannya. Jadi, gigi yang baru erupsi belum memiliki bentuk akar yang lengkap. Tabel tersebut juga merupakan perkiraan secara umum, namun variasi di luar itu dapat saja terjadi.

Hubungan mengonsumsi buah buahan dan sayur sayuran dlm pertumbuhan gigi anak Dalam erupsi gigi,dibutuhkan nutrisi,pada pertumbuhan gigi decidui membutuhkan nutrisi 100 mg,pada gigi permanen membutuhkan nutrisi 400mg,jika kekurangan dapat terjadi gangguan dalam pertumbuhan gigi tersebut.Nutrisi ini bisa didapatkan dengan mengonsumsi buah dan sayuran,karena dari situlah terkandung zat dan vitamin yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan gigi,contohnya adalah : Vitamin A Kekurangan vitamin A cukup besar pengaruhnya terhadap perkembangan gigi anak. Vitamin ini berperan dalam penyusunan struktur email, sehingga kekurangan vitamin A dapat

menyebabkan pertumbuhan email yang tidaksempurna (Mustafa, 1993). Vitamin D Vitamin D fungsinya untuk pertumbuhan tulang dan gigi.sedikitnya sinar matahari mengakibatkan sintesa vitamin D di kulit berkurang, pengikisan menyebabkan kerusakan pada gigi anak-anak.Dalam hal ini vitamin D akan berfungsi pada waktu absorbsi dan metabolism kalsium dalam pembentukan tulang gigi (Mustafa, 1993).

Kalsium Kalsium merupakan bahan utama untuk pembentukan dentin (bagian tengah gigi) dan email (bagian luar gigi). Asupan kalsium yang kurang pada masa pertumbuhan (bayi dan anak) dapat mengganggu pertumbuhan gigi. Bisa juga, gigi yang terbentuk menjadi tidak kokoh atau rapuh. Adapun bahan makanan sumber kalsium adalah susu, keju,dan kacang kedelai. Fosfor Asupan fosfor yang kurang akan mengganggu proses pembentukan gigi. Akibat asupan fosfor yang kurang pula, gigi akan mudah keropos dan gampang terkena karies. Angka kecukupan asupan fosfor adalah 200-250 mg/hari untuk bayi, 250-400 mg/hari untuk anakanak, sedangkan remaja dan orang dewasa dianjurkan mengonsumsi 400-500 mg/hari, dan untuk ibu hamil/menyusui ditambah 200-300 mg/hr. Bahan-bahan makanan sumber fosfor antara lain: sarden, dan kacang-kacangan . Magnesium Magnesium termasuk di dalam kelompok makromineral yang merupakan komponen dari gigi, berfungsi mencegah kerusakan gigi dengan cara menahan kalsium di dalam email gigi. Angka kecukupan yang dianjurkan adalah 4,5 mg/kg BB atau untuk orang dewasa pria sebanyak 280 mg/hari dan wanita 250 mg/hari. Bahan makanan sumber magnesium adalah sayuran hijau, serealia, biji-bijian, kacang-kacangan,dan susu. Fluor Fluor termasuk golongan mikromineral yang berperan dalam proses mineralisasi dan pengerasan email gigi. Pada saat gigi dibentuk, yang pertama kali terbentuk adalah hidroksiapatit yang terdiri dari kalsium dan fosfor. Tahap berikutnya adalah fluor akan menggantikan gugus hidroksi (OH) pada kristal tersebut dan membentuk fluoroapatit yang menjadikan gigi tahan terhadap kerusakan. Paparan fluor dalam dosis rendah yang terjadi terus-menerus akan mencegah terjadinya kerusakan atau karies gigi. Sumber utama dari fluor adalah air minum. Sementara angka kecukupan yang dianjurkan dan aman adalah 1,54 mg/hari.

Proses pergantian dari gigi decidui yang tanggal dan digantikan gigi permanen Menurut Lew (1997, cit Primasari A, 1992), gigi dinyatakan erupsi jika mahkota telah menembus gingiva dan tidak melebihi 3 mm di atas gingiva level dihitung dari tonjol gigi atau dari tepi insisal.14 Gerakan dalam proses erupsi gigi adalah ke arah vertikal selama proses gigi berlangsung, gigi juga mengalami pergerakan miring, rotasi, dan pergerakan ke arah mesial. Proses erupsi gigi permanen selain gigi molar permanen, melibatkan gigi desidui, yaitu gigi desidui tanggal yang digantikan oleh gigi permanen. Resorpsi tulang dan akar gigi desidui mengawali pergantian gigi desidui oleh gigi permanennya. Resoprsi akar gigi desidui dimulai di bagian akar gigi desidui yang paling dekat dengan benih gigi permanen. Tahap awal erupsi gigi permanen akan menghasilkan tekanan erupsi yang akan menyebabkan resorpsi akar gigi desidui. Namun, folikel gigi dan retikulum stelata yang merupakan bagian dari komponen gigi juga berperan dalam resorpsi akar gigi desidui.

Gambar : skema proses molekuler dan seluler saat inisiasi proses resorbsi akar gigi sulung.

Erupsi gigi permanen tidak terlepas dari proses seluler dan molekuler. Sel-sel retikulum stelata dari gigi permanen yang sedang terbentuk mensekresi parathyroid hormone (PTH)related protein (PTHrP), yaitu suatu molekul pengatur pembentukan yang dibutuhkan untuk erupsi gigi. PTHrP yang disereksi kemudian terikat dalam suatu fungsi parakrin pada reseptor PTHrP yang diekspresikan oleh sel-sel dalam folikel gigi. Interleukin 1a juga disereksi oleh epitel stelata dan dengan cara yang sama terikat pada reseptor IL-1a yang ditemukan pada folikel gigi. Akibatnya, sel-sel folikel gigi yang terstimulasi ini akan mensereksi faktor-faktor perekrut monosit, seperti colony-stimulating factor-1, monocyte chemotactic protein-1 atau vascular endothelial growth factor. Kemudian, di bawah pengaruh faktor-faktor tersebut, monosit dibawa dari daerah di dekat folikel gigi yang kaya pembuluh darah dan diletakkan di daerah koronal.

Gambar : skema dari interaksi system RANK/RANKL untuk diferensiasi dan aktivasi osteoklas/odontoklas. Bila lingkungan folikel gigi mendukung maka monosit-monosit tersebut akan berfusi, lalu berdiferensiasi menjadi sel-sel osteoklas atau odontoklas yang jika sel-sel tersebut berkontak dengan sel-sel yang mengekspresikan RANKL (Receptor Activator of Nuclear Factor Kappa B Ligand) maka akan meresorpsi jaringan keras. RANKL adalah suatu protein yang terikat pada membran yang TNF ligand yang diekspresikan oleh osteoblast, odontoblast, pulpa, ligamen periodontal, fibroblast, dan sementoblas yang berfungsi dalam menginduksi dan mengaktifasi osteoklas dari sel-sel precursor. Reseptor RANKL adalah RANK (Receptor Activator of Nuclear Factor Kappa B) yang diekspresikan oleh osteoklas dan odontoklas. OPG (Osteoprotegerin) merupakan glikoprotein yang termasuk golongan TNF. OPG dihasilkan oleh berbagai macam sel dan menghambat diferensiasi osteoklas dari sel prekursornya. OPG juga bertindak sebagi reseptor RANKL dan bila RANKL dan OPG bertemu maka tidak terjadi pembentukkan osteoklas. Sel-sel yang mengekspresikan OPG antara lain odontoblast, ameloblast, dan sel-sel pulpa. Teori mekanisme erupsi gigi dapat dibagi dalam 2 kelompok, yaitu :6 1. Gigi didorong atau didesak keluar sebagai hasil dari kekuatan yang dihasilkan dari bawah dan disekitarnya, seperti pertumbuhan tulang alveolar, akar, tekanan darah atau tekanan cairan dalam jaringan (proliferasi).

2. Gigi mungkin keluar sebagai hasil dari tarikan jaringan penghubung di sekitar ligamen periodontal. Pergerakan gigi ke arah oklusal berhubungan dengan pertumbuhan jaringan ikat di sekitar soket gigi. Proliferasi aktif dari ligamen periodontal akan menghasilkan tekanan di sekitar kantung gigi yang mendorong gigi ke arah oklusal. Tekanan erupsi pada tahap ini semakin bertambah seiring meningkatnya permeabilitas vaskular di sekitar ligamen periodontal yang memicu keluarnya cairan secara difus dari dinding vaskular sehingga terjadi penumpukkan cairan di sekitar ligamen periodontal yang kemudian menghasilkan tekanan erupsi. Faktor lain yang juga berperan dalam menggerakkan gigi ke arah oklusal pada tahap ini adalah perpanjangan dari pulpa, di mana pulpa yang sedang berkembang pesat ke arah apikal dapat menghasilkan kekuatan untuk mendorong mahkota ke arah oklusal.

Mengapa gigi dapat tumbuh ke depan atau ke belakang gigi decidui ? Arah proses erupsi gigi bergerak ke arah vertikal, mesial, bergerak miring dan rotasi. Gerakan-gerakan ini merupakan t e k a n a n ( k e k u a t a n ) u n t u k m e n c a p a i p o s i s i g i g i d a n mempertahankan titik kontak dengan gigi tetangga. Hubungan antara riwayat jatuh dengan gigi yg tidak tumbuh Riwayat jatuh ada hubungannya dengan gigi 21 yang belum tumbuh karena trauma ini terjadi selama masa pembentukan gigi. trauma terjadi pada gigi 61 yang menyebabkan gigi tersebut terdorong dan terdesak masuk ke dalam tulang. Gigi yang terdorong tadi dapat mengenai benih gigi permanen 21 yang berada di bawahnya.Gigi 21 yg seharusnya erupsi jadi terganggu prosesnya karena terdesak. Mengapa akar gigi 21 bengkok ke palatal ? apakah ada hubungannya dengan gigi 61 yg patah ? Keadaan akar gigi 21 bengkok ini dinamakn dilaserasi. Dilaserasi adalah kelainan bentuk pada gigi karena terjadinya gangguan pada saat pembentukan gigi, sehingga gigi melengkung membentuk kurva atau sudut pada bagian mahkota atau akar. Pada scenario,kelainan ini disebabkan karena adanya trauma selama masa pembentukan gigi. Trauma pada gigi 61 yang menyebabkan gigi tersebut terdorong dan terdesak masuk ke dalam tulang,ke prosessus alveolaris.Gigi decidui yang terdorong tadi dapat mengenai benih

gigi permanen yang berada di bawahnya. Trauma ini menyebabkan arah peletakan mineral (kalsifikasi) gigi permanen berubah sehingga terbentuk gigi yang melengkung.

Pada pemeriksaan radiografi,akan mendapatkan hasil 1.Bahwa mahkota malposisi 2.Bahwa akar dilaserasi Kerusakan pada gigi 61 pada peristiwa ini barangkali terjadi pada waktu dan arah yang tepat bagi gigi ini untuk bergerak ke mahkota gigi 21 yang sedang berkembnag,menyebabkan gigi tetap bergeser sehingga mahkotanya terletak di dekat bidang horizontal.Akar gigi ini akan terus berkembang vertical,dengan akibat terjadinya dilaserasi.Gigi gigi ini normalnya tidak bererupsi ke dalam lengkung rahang,terutama karena bentuk dari akar. Kadang gigi yang mengalami dilaserasi dapat mengalami kesulitan untuk tumbuh ke posisi yang normal dalam rongga mulut sehingga harus dilakukan pencabutan.

factor factor yg mempengaruhi erupsi gigi permanen Dibawah ini akan diterangkan beberapa hal yang dapat mempengaruhi terjadinya karies gigi pada manusia (Tarigan, 1993). 1. Ras Pengaruh ras terhadap terjadinya karies gigi amat sulit ditentukan. Tetapi keadaan tulang rahang sesuatu ras bangsa mungkin berhubungan dengan persentase karies yang makin meningkat. Misalnya pada ras tertentu dengan rahang yang sempit, sehingga gigi-gigi pada rahang sering tumbuh tidak teratur, tentu dengan keadaan gigi yang yang tidak teratur ini akan sukar pembersihan gigi, dan ini akan mempertinggi karies gigi, dan akan mempertinggi persentase karies pada ras tersebut (Tarigan, 1993).

2. Umur Sepanjang hidup dikenal 3 fase umur dilihat dari sudut gigi geligi : a. Periode gigi campuran, disini gigi geraham paling sering terkena karies b. Periode pubertas (remaja) umur antara 14 s/d 20 tahun Pada masa pubertas terjadi perubahan hormonal yang dapat menimbulkan pembengkakan gusi, akibatnya adalah penderita malas menyikat gigi, sehingga kebersihan mulut kurang terjaga. c. Umur antara 40 s/d 50 tahun Pada usia ini sudah terjadi resesi atau penurunan gusi sehingga sisa makanan lebih sukar dibersihkan (Tarigan, 1993) 3. Makanan Makanan sangat berpengaruh terhadap gigi dan mulut, pengaruh ini dapat dibagi 2 yaitu : a. Isi Makanan yang Menghasilkan Energi Misalnya karbohidrat, protein, lemak, vitamin, serta mineral-mineral. Unsurunsur tersebut diatas berpengaruh pada masa pra erupsi serta pasca erupsi dari gigi geligi b. Fungsi Mekanis Makanan yang Dimakan Makanan-makanan yang bersifat membersihkan gigi, jadi merupakan gosok gigi alami, tentu saja akan mengurangi kerusakan gigi. Makanan yang bersifat membersihkan gigi adalah apel, jambu air, bengkuang dan lain sebagainya. Sebaiknya makanan-makanan yang lunak dan melekat pada gigi amat merusak gigi seperti permen, coklat, biskuit dan lain sebagainya (Tarigan, 1993). 4. Unsur Kimia Unsur-unsur kimia juga mempunyai pengaruh terhadap terjadinya karies gigi. Unsur kimia yang paling mempengaruhi persentase terjadinya karies gigi adalah flour (Tarigan, 1993). 5. Air Ludah Pengaruh air ludah terhadap gigi sudah lama diketahui terutama dalam mempengaruhi kekerasan email. Secara mekanis air ludah ini berfungsi untuk membasahi rongga mulut dan makanan yang dikunyah. Sifat enzimatis air ludah ini ikut didalam sistem pengunyahan untuk memecahkan unsur-unsur makanan. Di dalam air ludah ini dijumpai enzim-enzim yang bersifat bakteriologis yang dapat membuat beberapa bakteri mulut menjadi tidak berbahaya. Sejak tahun 1901 oleh Rigolet telah diketahui bahwa pasien dengan sekresi air ludah yang sedikit atau tidak sama sekali memiliki persentase karies gigi yang semakin meninggi

6. Plak Plak adalah lendir yang melekat pada permukaan gigi. Dalam plak ini terdapat kuman-kuman dari ludah dan mulut, dimana plak ini merupakan tempat bertumbuhnya bakteri. Tidak dapat disangkal bahwa setelah makan kita harus meniadakan plak, karena plak merupakan awal terjadinya karies gigi (Tarigan, 1993). Adapun tingkat penentuan karies berdasarkan stadium karies (dalamnya karies gigi) dibagi atas tiga yaitu : a. Karies Superficialis Dimana karies baru mengenai enamel saja, sedang dentin belum terkena biasanya penderita belum terasa ngilu b. Karies Media Dimana karies sudah mengenai dentin tetapi belum setengah dentin. Biasanya perasaan ngilu baru ada pada waktu makan makanan asam-asam, manis-manis dan minum es. c. Karies Propunda Dimana karies sudah mengenai lebih dari setengah dentin dan kadang-kadang sudah mengenai pulpa (Tarigan, 1993) 7. factor genetik Faktor genetik dapat mempengaruhi kecepatan waktu erupsi gigi. Faktor genetik mempunyai pengaruh terbesar dalam menentukan waktu dan urutan erupsi gigi, termasuk proses kalsifikasi. Menurut Stewart, pengaruh faktor genetik terhadap erupsi gigi adalah sekitar 78%. . 8. Jenis Kelamin Waktu erupsi gigi permanen mandibula dan maksila terjadi bervariasi pada setiap individu. Pada umumnya waktu erupsi gigi anak perempuan lebih cepat dibandingkan dengan anak laki-laki. 9. Faktor Lingkungan Pertumbuhan dan perkembangan gigi dipengaruhi oleh faktor lingkungan tetapi tidak banyak mengubah sesuatu yang telah ditentukan oleh faktor keturunan, pengaruh faktor lingkungan terhadap waktu erupsi gigi adalah sekitar 20%. Faktor-faktor yang termasuk ke dalam faktor lingkungan, antara lain : a. Sosial ekonomi Tingkat sosial ekonomi dapat mempengaruhi keadaan nutrisi, kesehatan seseorang dan faktor lainnya yang berhubungan. Anak dengan tingkat ekonomi rendah cenderung menunjukkan waktu erupsi gigi yang lebih lambat dibandingkan dengan anak yang tingkat ekonomi menengah.

b. Nutrisi Faktor pemenuhan gizi dapat mempengaruhi waktu erupsi gigi dan perkembangan rahang. Nutrisi sebagai faktor pertumbuhan dapat mempengaruhi erupsi dan proses kalsifikasi. Keterlambatan waktu erupsi gigi dapat dipengaruhi oleh faktor kekurangan nutrisi, seperti vitamin D dan gangguan kelenjar endokrin. Pengaruh nutrisi terhadap perkembangan gigi adalah sekitar 1%. 10. Faktor Penyakit Gangguan pada erupsi gigi permanen dapat disebabkan oleh penyakit sistemik dan beberapa sindroma, seperti Down syndrome, Cleidocranial dysostosis, Hypothyroidism, Hypopituitarism, beberapa tipe dari Craniofacial synostosis dan Hemifacial atrophy,Diabetes Mellitus. Klasifikasi menurut American DIabetea Association (ADA tahun 2002) - Type 1 : destruksi sel beta,proses imunologi/idiopatik ,sehingga ada kesalahan reaksi autoimun yang menghancurkan sel beta pancreas. Pada anak anak biasanya type 1 - Type 2 : penurunan jumlah reseptor insulin pada sel target,sl sel tubuh tidak mampu menyerap sehinggs gula tersimpan di darah - Type Lain lain : penyakit eksokrin pancreas (neoplasma),hipertiroidisme,syndrome(down,turner) - DM Gestasional ; kehamilan normal yang disertai dengan peningkatan insulin,iasanya terjadi pada trimester ke 2 dan ke 3

11. Faktor Lokal Faktor-faktor lokal yang dapat mempengaruhi erupsi gigi adalah jarak gigi ke tempat erupsi, malformasi gigi, adanya gigi yang berlebih, trauma dari benih gigi, mukosa gusi yang menebal, dan gigi sulung yang tanggal sebelum waktunya.

Bagaimana proses perkembangan gigi permanen ? apakah sama dg gigi decidui yg ada histodiferensiasi,dll ? sama prosesnya,hanya berbeda anatominya a. Inisiasi (Bud Stage) Tahap inisiasi merupakan penebalan jaringan ektodermal dan pembentukkan kuntum gigi yang dikenal sebagai organ enamel pada minggu ke-10 IU. Perubahan yang paling nyata dan paling dominan adalah proliferasi jaringan ektodermal dan jaringan mesenkimal yang terus berlanjut.

b. Proliferasi (Cap Stage) Dimulai pada minggu ke-11 IU, sel-sel organ enamel masih terus berproliferasi sehingga organ enamel lebih besar sehingga berbentukan cekung seperti topi. Bagian yang cekung diisi oleh kondensasi jaringan mesenkim dan berproliferasi membentuk papila dentis yang akan membentuk dentin. Papila dental yang dikelilingi oleh organ enamel akan berdiferensiasi menjadi pulpa. Jaringan mesenkim di bawah papila dental membentuk lapisan yang bertambah padat dan berkembang menjadi lapisan fibrosa yaitu kantong gigi (dental sakus) primitif. c. Histodiferensiasi (Bell Stage) Tahap bel merupakan perubahan bentuk organ enamel dari bentuk topi menjadi bentuk bel. Perubahan histodiferensiasi mencakup perubahan sel-sel perifer papila dental menjadi odontoblas (sel-sel pembentuk dentin). d. Morfodiferensiasi Morfodiferensiasi adalah susunan sel-sel dalam perkembangan bentuk jaringan atau organ. Perubahan morfodiferensiasi mencakup pembentukkan pola morfologi atau bentuk dasar dan ukuran relatif dari mahkota gigi. Morfologi gigi ditentukan bila epitel email bagian dalam tersusun sedemikian rupa sehingga batas antara epitel email dan odontoblas merupakan gambaran dentinoenamel junction yang akan terbentuk. Dentinoenamel junction mempunyai sifat khas pada setiap gigi, sebagai suatu pola tertentu pada pembiakan sel. e. Aposisi Aposisi adalah pengendapan matriks dari struktur jaringan keras gigi (email, dentin, dan sementum). Pertumbuhan aposisi ditandai oleh pengendapan yang teratur dan berirama dari bahan ekstraseluler yang mempunyai kemampuan sendiri untuk pertumbuhan yang akan datang. f. Kalsifikasi Kalsifikasi terjadi dengan pengendapan garam-garam kalsium anorganik selama pengendapan matriks. Kalsifikasi akan dimulai di dalam matriks yang sebelumnya telah

mengalami deposisi dengan jalan presipitasi dari bagian ke bagian lainnya dengan penambahan lapis demi lapis. Gangguan pada tahap ini dapat menyebabkan kelainan pada kekerasan gigi seperti hipokalsifikasi. Kalsifikasi enamel dan dentin sangat sensitive pada perubahan-perubahan metabolic yang kecil pada anak-anak. Kalsifikasi jaringan ini tidak seragam tapi sifatnya bervariasi selama perkembangan yang berbeda dari pertumbuhan individu. pada gigi permanen hanya sampai tahap aposisi Tanda tanda klinis dari erupsi gigi permanen - Kegoyangan pada gigi decidui hingga tanggal Goyang Derajat 3 : >1mm , goyang semua arah dan bisa d angkat sedikit dapat di goyangkan dengan lidah ke arah horizontal Keadaan ini disebut eksfoliasi : goyangnya kedudukan gigi decidui pad tulang alveolar disebabkan adanya resorbsi pad akar gigi tersebut oleh benih gigi permanen yg akan erupsi

Pengertian Absrbsi dan resorbsi,apa bedanya ? Resorbsi adalah Dalam ilmu kedokteran gigi, resorpsi akar adalah pengrusakan atau penghancuran yang menyebabkan kehilangan struktur gigi. Hal ini disebabkan oleh kerja sel tubuh yang menyerang bagian dari gigi Absorbsi : Bedanya,absorbsi lebih bersifat membangun untuk perkembangan dirinya sendiri Sedangkan resorbsi bersifat merusak sesuatu

Erupsi adalah proses berkesinambungan meliputi perubahan posisi gigi melalui beberapa tahap mulai pembentukan sampai muncul ke arah oklusi dan kontak dengan gigiantagonisnya.erupsi ini di pengaruhi oleh beberapa factor yaitu local , sistemik , dan konginetal , dan apabila factor factor tersebut terganggua dapat menyebabkan gangguan erupsi gigi tersebut

Factor yg mempengaruhi

Erupsi gigi

Proses erupsi

Kelainan

Tanda dan gejala erupsi gigi

DAFTAR PUSTAKA

Itjiningsih.1991.Anatomi Gigi.Jakarta:EGC Kamus Kedokteran Dorland Edisi 26. Jakarta: EGC TD.Foster,.1997.Buku ajar ORTODONSI.Jakarta:EGC www.usu.ac.id www.unpad.ac.id www.scribd.ac.id http://www.infogigi.com/pdf/proses-dilaserasi.html http://www.ilmukesehatan.com/tag/dilaserasi