Hasil Sgd Blok 12 Lbm 1-Erupsi Gigi

  • View
    90

  • Download
    3

Embed Size (px)

Text of Hasil Sgd Blok 12 Lbm 1-Erupsi Gigi

LAPORAN SGD 6 Erupsi gigi

Anggota :

1. Febrianto Dwilaksono (112100) 2. Anggun Hibah J.T (112100) 3. Arsianti Fauzia Hapsari (112100) 4. Eki Dyan Larasakti (112100) 5. Faizal Reza (112100) 6. Febia Astiawati (112100) 7. Gery Krismawan (112100) 8. Nandya Carte Irene (112100) 9. Rhea Zarna Irsatani (112100160) 10. Rizka Amalia (112100) 11. Trisna Arriyanti (112100)

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG 2011

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Erupsi merupakan istilah yang berasal dari bahasa Latin erumpere, yang berarti menetaskan. Erupsi gigi adalah suatu proses pergeraka gigi secara aksial yang dimulai dari tempat perkembangan gigi di dalam tulang alveolar sampai akhirnya mencapai posisi fungsional di dalam rongga mulut. Erupsi gigi merupakan suatu proses yang berkesinambungan dimulai dari tahap pembentukkan gigi sampai gigi muncul ke rongga mulut.Pada manusia terdapat 20 gigi desidui dan 32 gigi permanen. Setiap gigi berbedabeda secara anatomi, tetapi dasar proses pertumbuhannya sama pada semua gigi. Erupsi gigi terjadi setelah formasi dan mineralisasi mahkota terbentuk sempurna tetapi sebelum akar terbentuk sempurna. Gigi tumbuh dari dua tipe sel, yaitu epitel oral dari organ enamel dan sel mesenkim dari papilla dental. Perkembangan enamel dari enamel organ dan perkembangan dentin dari papila dental.18 Mahkota dan bagian akar dibentuk sebelum gigi tersebut erupsi, mahkota dibentuk terlebih dahulu, kemudian baru pembentukkan akar.Pertumbuhan mandibula dan maksila menurut Sadler, dipersiapkan untuk tumbuhnya gigi geligi.10 Perkembangan gigi dibagi dalam 3 tahap, yaitu : - tahap pra-erupsi : saat mahkota gigi terbentuk dan posisinya dalam tulang rahang cukup stabil (intraosseus), ketika akar gigi mulai terbentuk dan gigi mulai bergerak di dalam tulang rahang ke arah rongga mulut, penetrasi mukosa, dan pada saat akar gigi terbentuk setengah sampai tiga perempat dari panjang akar ---- tahap pra-fungsional (tahap erupsi) -- - tahap fungsional : Tahap ini dimulai sejak gigi difungsikan dan berakhir ketika gigi telah tanggal dan berlangsung bertahun-tahun. Selama tahap ini gigi bergerak ke arah oklusal, mesial, dan proksimal. Pergerakan gigi pada tahap ini bertujuan untuk mengimbangi kehilangan substansi gigi yang terpakai selama berfungsi sehingga oklusi dan titik kontak proksimal dipertahankan. Apabila terjadi beberapa gangguan pada proses pertumbuhan dan perkembangan gigi dan jaringan rongga mulut pendukung gigi, akan mengalami sejumlah kelainan yang akan mengakibatkan proses pertumbuhan dan perkembangan gigi terganggu.Salah satunya bisa dissebabkan oleh trauma. Trauma adalah luka atau jejas baik fisik maupun psikis yang disebabkan oleh tindakan-tindakan fisik dengan terputusnya kontinuitas normal suatu struktur.Trauma gigi anterior sering terjadi pada anak-anak karena anak-anak lebih aktif daripada orang dewasa dan koordinasi serta penilaiannya tentang

keadaan belum cukup baik sehingga sering terjatuh saat belajar berjalan, berlari, bermain, dan berolahraga. Kerusakan yang terjadi pada gigi anak dapat mengganggu fungsi bicara, pengunyahan, estetika, dan erupsi gigi tetap sehingga mengganggu pertumbuhan dan perkembangan gigi serta rahang.

1.2 Rumusan masalah 1. 2. 3. 4.. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. Pengertian erupsi gigi permanen ? Waktu erupsi gigi permanen ? Apa hubungan mengonsumsi buah dan sayuran dalam pertumbuhan gigi anak ? Mengapa gigi dapat tumbuh ke depan atau ke belakang gigi decidui ? Apa hubungan antara riwayat jatuh dengan gigi permanen yg belum tumbuh ? Mengapa akar gigi 21 bengkok ke palatal ? apakah ada hubungannya dengan gigi 61 yg patah ? Apa saja factor yang mempengaruhi erupsi gigi permanen ? Bagaimana proses perkembangani gigi permanen ? apakah sama dengan gigi decidui ? Apa saja tanda tanda klinis gigi erupsi permanen ? Mengapa gigi 52 dan 62 goyang derajat 3 ? Mengapa gigi 21 belum erupsi ? Sedangkan diketahui gigi tsb seharusnya sudah tumbuh pd umur 7-8 thn,apa penyebabnya ?

1.3 Tujuan - Mengetahui pola erupsi gigi permanen - Mengetahui dan memahami proses pergantian dari gigi decidui ke gigi permanen - Mengetahui factor yg mempengaruhi erupsi gigi permanen - Mengetahui dan memahami kelainan dan penyebab dari gangguan erupsi sesuai dengan kasus di skenario

BAB II PEMBAHASAN

Pengertian erupsi gigi permanen Proses erupsi gigi adalah suatu proses fisiologis berupa proses pergerakan gigi yang dimulai dari tempat pembentukkan gigi di dalam tulang alveolar kemudian gigi menembus gingiva sampai akhirnya mencapai posisi fungsional di dataran oklusal.Erupsi gigi merupakan suatu proses yang berkesinambungan dimulai dari tahap pembentukkan gigi sampai gigi muncul ke rongga mulut dan beroklusi dg gigi antagonisnya

Tahap erupsi gigi permanen Gigi permanen berjumlah 32 yang terdiri dari 4 insisivus, 2 kaninus, 4 premolar, dan 6 molar pada masing-masing rahang.Waktu erupsi gigi permanen ditandai dengan erupsinya gigi molar pertama permanen rahang bawah pada usia 6 tahun. Pada masa ini gigi insisivus pertama rahang bawah juga sudah bererupsi di rongga mulut. Gigi insisivus pertama rahang atas dan gigi insisivus kedua rahang bawah mulai erupsi pada usia 7-8 tahun, serta gigi insisivus kedua rahang atas erupsi pada usia 8-9 tahun. Pada usia 10-12 tahun, periode gigi bercampur akan mendekati penyempurnaan ke periode gigi permanen.Gigi kaninus rahang bawah erupsi lebih dahulu daripada gigi premolar pertama dan gigi premolar kedua rahang bawah. Pada rahang atas, gigi premolar pertama bererupsi lebih dahulu dari gigi kaninus dan gigi premolar kedua bererupsi hampir bersamaan dengan gigi kaninus. Erupsi gigi molar kedua berdekatan dengan erupsi gigi premolar kedua, tetapi ada kemungkinan gigi molar kedua bererupsi lebih dahulu daripada gigi premolar kedua. Erupsi gigi yang paling akhir adalah molar ketiga rahang atas dan rahang bawah.

Tabel Erupsi & Kalsifikasi Gigi Permanen Urutan Erupsi Gigi Kalsifikasi Dimulai Mahkota Lengkap (Tahun) 1 Molar 1 Maxilla 2 Molar 1 Mandibula 3 Insisivus 1 Mandibula 4 Insisivus 2 Mandibula 5 Insisivus 1 Maxilla 6 Insisivus 2 Maxilla 7 Caninus Mandibula 8 Premolar 1 Mandibula 9 Premolar 1 Maxilla 10 Premolar 2 2,5 5-6 10-12 12-14 1,5 tahun 5-6 10-11 12-13 1,75 2 tahun 5-6 10-12 12-13 4-5 bulan 6-7 9-10 12-14 12 bulan 4-5 8-9 11 3-4 bulan 4-5 7-8 10 3-4 bulan 4-5 7-8 10 3-4 bulan 4-5 6-7 9 9 bulan 2,5-3 6-7 9 9 bulan 2,5-3 6-7 Erupsi (Tahun) (Tahun) 9 Akar Lengkap

2 Maxilla 11 Premolar 2 Mandibula Caninus Maxilla 13 Molar 2 Mandibula 14 Molar 2 Maxilla 15 Molar 3 Mandibula 16 Molar 3 Maxilla

tahun

2,25 2.5 tahun 4-5 bulan

6-7

11-12

13-14

12

6-7

11-12

13-15

2,25 3 tahun 2,25 3 tahun 8-10 tahun 8-10 tahun

7-8

11-13

14-15

7-8

12-13

14-16

12-16

17-21

18-25

12-16

17-21

18-25

Tabel tersebut menjelaskan bahwa gigi baru erupsi bila proses pembentukan mahkotanya telah lengkap, sedangkan akarnya masih tetap melanjutkan proses pembentukannya. Jadi, gigi yang baru erupsi belum memiliki bentuk akar yang lengkap. Tabel tersebut juga merupakan perkiraan secara umum, namun variasi di luar itu dapat saja terjadi.

Hubungan mengonsumsi buah buahan dan sayur sayuran dlm pertumbuhan gigi anak Dalam erupsi gigi,dibutuhkan nutrisi,pada pertumbuhan gigi decidui membutuhkan nutrisi 100 mg,pada gigi permanen membutuhkan nutrisi 400mg,jika kekurangan dapat terjadi gangguan dalam pertumbuhan gigi tersebut.Nutrisi ini bisa didapatkan dengan mengonsumsi buah dan sayuran,karena dari situlah terkandung zat dan vitamin yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan gigi,contohnya adalah : Vitamin A Kekurangan vitamin A cukup besar pengaruhnya terhadap perkembangan gigi anak. Vitamin ini berperan dalam penyusunan struktur email, sehingga kekurangan vitamin A dapat

menyebabkan pertumbuhan email yang tidaksempurna (Mustafa, 1993). Vitamin D Vitamin D fungsinya untuk pertumbuhan tulang dan gigi.sedikitnya sinar matahari mengakibatkan sintesa vitamin D di kulit berkurang, pengikisan menyebabkan kerusakan pada gigi anak-anak.Dalam hal ini vitamin D akan berfungsi pada waktu absorbsi dan metabolism kalsium dalam pembentukan tulang gigi (Mustafa, 1993).

Kalsium Kalsium merupakan bahan utama untuk pembentukan dentin (bagian tengah gigi) dan email (bagian luar gigi). Asupan kalsium yang kurang pada masa pertumbuhan (bayi dan anak) dapat mengganggu pertumbuhan gigi. Bisa juga, gigi yang terbentuk menjadi tidak kokoh atau rapuh. Adapun bahan makanan sumber kalsium adalah susu, keju,dan kacang kedelai. Fosfor Asupan fosfor yang kurang akan mengganggu proses pembentukan gigi. Akibat asupan fosfor yang kurang pula, gigi akan mudah keropos dan gampang terkena karies. Angka kecukupan asupan fosfor adalah 200-250 mg/hari untuk bayi, 250-400 mg/hari untuk anakanak, sedangkan remaja dan orang dewasa dianjurkan mengonsumsi 400-500 mg/hari, dan untuk ibu hamil/menyusui ditambah 200-300 mg/hr. Bahan-bahan makanan sumber fosfor antara lain: sarden, dan kacang-kacangan . Magnesium Magnesium termasuk di dalam kelompok makromineral yang merupakan komponen dari gigi, berfungsi mencegah kerusakan gigi dengan cara menahan kalsium di dalam email gigi. Angka kecukupan yang dianjurkan adalah 4,5 mg/kg BB atau untuk orang dewasa pria sebanyak 280 mg/hari dan wanita 250 mg/hari. Bahan makanan sumber magnesium adalah sayuran hijau, serealia, biji-bijian, kacang-kacangan,dan susu. Fluor Fluor termasuk golongan mikromineral yang berperan dalam proses mineralisasi dan pengerasan email gigi. Pada saat gigi dibentuk, yang pertama kali terbentuk adalah hidroksiapatit yang terdiri dari kalsium dan fosfor. Tahap berikutnya adalah fluor akan menggantikan gugus hidroksi (OH) pada kristal tersebut dan membentuk fluoroa