Click here to load reader

SGD 20 LBM 2

  • View
    264

  • Download
    10

Embed Size (px)

DESCRIPTION

j

Text of SGD 20 LBM 2

STEP III1. Apa kaitannya gangguan toleransi glukosa yang di diagnosa oleh dokter dengan kondisi sekarang?Karena perkembangan dari penyakit yang dulu, GTG merupakan tahapan sementara menuju DM. Kalau hasil pemeriksaan glukosa darah meragukan, pemeriksaan TTGO perlu dilakukan untuk konfirmasi diagnosis DM. Untuk diagnosis DM dan gangguan toleransi glukosa lainnya diperiksa glukosa darah 2 jam setelah beban glukosa. Sekurang-kurangnya diperlukan kadar glukosa pernah 2 kali abnormal untuk konfirmasi diagnosis DM, baik pada 2 pemeriksaan yag berbeda ataupun adanya 2 hasil abnormal pada saat pemeriksaan yang sama. Untuk diagnosis DM dapat dilauka berbagai pemeriksaan glukosa darah, seperti glukosa dara sewaktu, glukosa darah puasa, dan tes toleransi glukosa oralKriteria diagnosis: Adanya keluhan diabetes melitus gluksa plasma sewaktu >200mg/dl, atau Glukosa plasma puasa > 126mg/dl (sediktnya duakali pemeriksaan dalam waktu berbeda), atau Tes toleansi glukosa oral (TTGO) 2 jam pasca beban >200mg/dlCorwin, Elizabeth J. 2001. Buku Saku Patofisiologi.EGC. Jakarta

2. Apa hubungannya dengan riwayat kematian ayahnya yang meninggal karena luka pada kaki yang tak kunjung sembuh?Karena genetic, karena ayahnya terkena gangren ( luka yang sukar sembuh ) yang merupakan komplikasi dari DM.Kondisi kadar gula darah tinggi -> susah sembuh -> jamur mudah tumbuh. Hiperglikemi -> gangguan fungsi darah (trombosit) -> menghambat luka sembuh.

Ada banyak kondisi yang meningkatkan resiko diabetes. Diantaranya adalaha. KeturunanOrang yang bertalian darah dengan orang yang mengidap diabetes lebih cenderung mengidap penyakit diabetes ketimbang mereka yang tidak memilikinya di dalam keluarga. Resikonya tergantung pada jumlah anggota keluarga yang memiliki diabetes. Semakin banyak jumlah sanak saudara yang mengidap diabetes, semakin tinggi resikonya. Ada resiko 5% bagi Anda untuk mengidap diabetes jika orangtua atau saudara kandung Anda mengidap diabetes. Resikonya bisa meningkat menjadi 50% jika Anda kelebihan berat badan.b. KegemukanHampir 80% orang yang terjangkit diabetes pada usia lanjut biasanya kelebihan berat badan. Kelebihan berat badan meningkatkan kebutuhan insulin pada tubuh. Orang dewasa yang kegemukan memiliki sel-sel lemak yang lebih besar pada tubuh mereka. Diyakini bahwa sel-sel lemak yang lebih besar tidak merespons insulin dengan baik. Gejala-gejala diabetes mungkin bisa menghilang seiring menurunnya berat badan.c. UsiaResiko diabetes meningkat sejalan dengan bertambahnya usia, terutama setelah usia 40 tahun, karena jumlah sel-sel beta di dalam pankreas yang memproduksi insulin menurun seiring bertambahnya umur.d. Jenis KelaminBaik pria maupun wanita memiliki resiko yang sama besar untuk mengidap diabetes sampai usia dewasa awal. Setelah usia 30 tahun, wanita memiliki resiko yang lebih tinggi dibandingkan pria. Wanita yang terkena diabets selama kehamilan memiliki resiko lebih tinggi untuk terjangkit diabetes Tipe II pada usia lanjut.e. Infeksi virusBeberapa infeksi virus bisa merusak sel-sel beta di dalam pankreas dan karenanya menyebabkan diabetesf. Cedera pada pankreasKecelakaan atau cedera yang merusak pankreas juga bisa merusak sel-sel beta, dan karenanya menyebabkan diabetesg. StresBeberapa hormon yang dilepaskan selama stres bisa menghambat efek insulin atau sel-sel, dan karenanya menyebabkan diabetesh. Gaya hidup yang tidak aktifBeberapa penelitian dewasa ini telah menunjukkan bahwa orang yang memiliki gaya hidup kurang aktif lebih mungkin terkena diabetes dibandingkan mereka yang hidupnya aktif. Diyakini bahwa olahraga dan aktivitas fisik meningkatkan pengaruh insulin atas sel-sel.BS Dasar Patologis penyakit ed 7By Mitchell, Kumar, Abbas & Fausto.2003

Penderita diabetes mellitus terjadi gangguan berupa kerusakan sistem saraf, kerusakan sistem saraf (neurophati) dapat dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu kerusakan sistem saraf perifer, kerusakan sistem saraf otonom dan kerusakan sistem saraf motorik. Kerusakan sistem saraf perifer pada umumnya dapat menyebabkan kesemutan, nyeri pada tangan dan kaki, serta berkurangnya sensitivitas atau mati rasa. Kaki yang mati rasa (insensitivity) akan berbahaya karena penderita tidak dapat merasakan apa-apa sekalipun kakinya terluka, sehingga pada umumnya penderita diabetes mellitus terlambat untuk menyadari bahwa telah terjadi luka pada kakinya, hal ini semakin diperparah karena kaki yang terluka tersebut tidak dirawat dan mendapat perhatian serius, serta ditambah dengan adanya gangguan aliran darah ke perifer kaki yang disebabkan karena komplikasi makrovaskular, mengakibatkan luka tersebut sukar untuk sembuh dan akan menjadi borok / ulkus (Soebardi, 2006). Ulkus tersebut dapat berkembang menjadi kematian jaringan, yang apabila tidak ditangani dengan baik secara intensive dapat menyebabkan gangren, yang pada penderita diabetes mellitus disebut dengan gangren diabetik. Gangren diabetik merupakan suatu komplikasi yang ditimbulkan akibat infeksi atau suatu proses peradangan luka pada tahap lanjut yang disebabkan karena perubahan degeneratif atau perawatan yang kurang intensive, yang dikaitkan dengan penyakit diabetes mellitus. Infeksi pada kaki diabetes dapat terjadi pada kulit, otot dan tulang yang umumnya dapat disebabkan oleh kerusakan dari pembuluh darah, syaraf dan menurunnya aliran darah kedaerah luka (Erman, 1998). Manifestasi gangren terjadi karena adanya trombosis pada pembuluh darah arteri yang memberikan suplai darah ke daerah luka. Trombosis yang terjadi akan menghambat aliran darah yang mengangkut zat makanan, oksigen dan nutrisi yang diperlukan dalam proses regenerasi ke daerah luka tersebut sehingga menimbulkan kematian jaringan dan mempermudah berkembangnya infeksi kuman saprofit pada jaringan yang rusak tersebut. Pada persoalan diabetes mellitus sering timbul penyakit vaskuler diperifer dan pada akhirnya akan menyebabkan suatu tindakan amputasi (Erman, 1998). http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/31529/5/Chapter%20I.pdf 3. Megapa pasien sering kencing (poly uri ) malam hari?Banyak minum -> distribusi ginjal bertambah banyak -> sering kencing (pada malam hari ) -> factor lingkungan (dingin)Pada pencernaan pada malam hari ada fase dimana pencernaan tidak bekerja secara maksimal -> filtrate ginjal (berlebihan).Pada malam hari -> kadar glukosa naik -> darah kental -> filtrate ginjal -> di pengaruhi juga hormone ADHPoly fagi Poly dipsi Poly uri ( berkaitan dengan insulin ) Ginjal ( darah di saring ) -> darah terlalu banyak -> osmositas tinggi -> poly uri.

Polyuria as a symptom of diabetesAs well as being one of the symptoms of undiagnosed diabetes, polyuria can also occur in people with diagnosed diabetes if blood glucose levels have risen too high.If blood glucose levels become too high, the body will try to remedy the situation by removing glucose from the blood through the kidneys. When this happens, the kidneys will also filter out more water and you will need to urinate more than usual as a result.If you are frequently experiencing an increased need to urinate, it could be a sign that your sugar levels are too high. If you have access to blood glucose testing strips, you may wish to test your sugar levels if you are urinating more often than normal.http://www.diabetes.co.uk/symptoms/polyuria.html

4. Merasa mudah haus (poly dipsi ) dan lapar (poly fagi ) pada siang hari?Glut ( ada 6 ) -> yang paling besar Glut 4-> berikatan insulin -> masuk dalam sel -> jika tidak masuk dalam sel -> osmositas naik ( poly fagi ).Dehidrasi sel ( poly dipsi ).Pergeseran metabolisme karbohidrat -> metabolisme lipid ( berat badan naik )Glukosa di eksresi di urin dalam bentuk diuresis osmotic yang selanjutnya dapat menyebabkan kehilangan cairan dan garam tubuh . Pasien menjadi dehidrasi dan selalu merasa haus dan minum air dalam jumlah yang besarAt A Glance , system EndokrinGlukosa dalam tubuh diubah menjadi glikogen dengan bantuan insulin dan di simpan dalam hati sebagai cadangan energi . tetapi pada panderita diabetes militus , glukosa tidak bisa masuk ke dalam sel target dan berubah menjadi glikogen untuk disimpan di dalam hati sebagai cadangan energi karena itu tidak ada intake atau pemasukan glukosa yang masuk sehingga penderita diabetes militus merasa cepat lapar dan lemas , dan untuk menanggulasi rasa lemas penderita DM banyak makan

FISIOLOGI GUYTON AND HALL

5. Apa hubungan penyakit penderita dengan penyakit yang diderita ibunya ( jantung ) ? Viskositas tinggi -> kerja jantung berat -> gangguan. Insulin inhibitor LPL -> trigliserin -> LDL Plak pada Arteri koronarium -> Penyakit Jantung Koroner. Riwayat obesitas ( pola hidup, keturunan )

Experts once believed that atherosclerosis, or hardening of the arteries, developed when too much cholesterol clogged arteries with fatty deposits called plaques. When blood vessels became completely blocked, heart attacks and strokes occurred. Today most agree that the reaction of the body's immune system to fatty build-up, more than the build-up itself, creates heart attack risk. Immune cells traveling with the blood mistake fatty deposits for intruders, akin to bacteria, home in on them, and attack. This causes inflammation that makes plaques more likely to swell, rupture and cut off blood flow.Making matters worse, nearly 21 million Americans have diabetes, a disease where patients' cells cannot efficiently take in dietary sugar, causing it to build up in the blood. In part because diabetes increases atherosclerosis-related inflammation, diabetic patients are twice as likely to have a heart attack or stroke.Past work has shown that high blood sugar has two effects on cells lining blood vessels as part of atheroslerosis. First, it increases the production of free radicals, highly reactive molecules that tear about sensitive cell components like DNA, causing premature cell death (apopto