Click here to load reader

Lbm 1 Kgd Sgd 12marlinca

  • View
    124

  • Download
    11

Embed Size (px)

DESCRIPTION

KEGAWAT DARURATAN LBM 1

Text of Lbm 1 Kgd Sgd 12marlinca

Step 11. Pemeriksaan AVPU: px kesadara

2. triple airway manuver; 3 cara memastikan jalan nafas terbuka atau tdkkepala menengadah; head tilt, dagu diangkat chin liftmnarik rahang bawah; jaw trustmnarik dasar lidah yg menutupi jln nafas; memastikan tdk ada trauma berbahaya di leher3. definitive airway; cara untuk memasang pipa pd jalan napas ada balon untuk mengembangkan, dihubungkan dgn oksigen4. pulse oxymetri; alat untuk mengukur o2 dlm darah dan alat untuk mengukur heart rate dgn cara diselipkan pd jarisimple; jepitan di jarikompleks; monitoring dsb.5. oropharyngeal airway; alat yg dimasukkan ke posterior oropharyng untuk pasien tdk sadar bila dgn head tilt, chin lift tdk berhasil mempertahankan jalan napas atas terbuka.Menghalangi lidah jatuh ke belakang sehingga jln napas tdk tertutup

Step 21. bagaimana cara px avpu?2. Penyebab apa yg ditimbulkan fraktur impressi os frontal3. Mengapa pasien tampak sianosis4. Mengapa rongga mulut mengeluarkan banyak darah5. Mengapa pasien mengeluarkan suara mengorok dan berkumur, sebutkan suara pd sumbatan lainnya6. Bagaimana interpretasi pulse oxymetri7. Apa interpretasi RR, GCS8. Apa saja yg dilakukan pada primary survey9. Bagaimana triple airway manuver yg benar pd penderita10. Mengapa pasien perlu dipasang oropharyngeal airway, dan kenapa dilanjutkan definitive airway11. Mengapa pasien memasang oksigen rebreathing mask 10L/menit12. Mengapa setelah pemasangan oksigen... semakin buruk?13. Apa saja yg bs menyebabkan penyumbatan jalan napas14. Apa macam2 definitive airway15. Mengapa sumbatan jalan napas bs menyebabkan kerusakan organ dan kematian

STEP 31. bagaimana cara px avpu?Disability Menilai kesadaran dengan cepat, apakah pasien sadar, hanya respons terhadap nyeri atau sama sekali tidak sadar. Tidak dianjurkan mengukur Glasgow Coma Scale AWAKE = A RESPONS BICARA (verbal) = V RESPONS NYERI = P TAK ADA RESPONS = U Cara ini cukup jelas dan cepat. http://www.primarytraumacare.org/wp-content/uploads/2011/09/PTC_INDO.pdf

2. akibat apa saja yg ditimbulkan dari fraktur impressi os frontalTulang kepalaTerdiri dari calvaria (atap tengkorak) dan basis cranium (dasar tengkorak).Fraktur tengkorak adalah rusaknya kontinuibis tulang tengkorak disebabkanoleh trauma. Fraktur calvarea dapat berbentuk garis (liners) yang bisa nonimpresi (tidak masuk / menekan kedalam) atau impresi. Fraktur tengkorakdapat terbuka (dua rusak) dan tertutup (dua tidak rusak).Tulang kepala terdiri dari 2 dinding yang dipisahkan tulang berongga, dindingluar (tabula eksterna) dan dinding dalam (labula interna) yang mengandungalur-alur arteria meningia anterior, infra dan posterior. Perdarahan padaarteria-arteria ini dapat menyebabkan tertimbunya darah dalam ruang epidural.

Fraktur tengkorak : Fraktur tengkorak ialah terjadinya diskontinyuitas jaringan tulang yang melindungi otak dan struktur lain yang meliputinya, terdiri dari :1. Fraktur linear : Merupakan trauma yang umumnya terjadi, sering terjadi pada anak. Fraktur linear merupakan kerukan yang simpel pada jaringan tengkorak yang mengikuti garis lurus. Hal ini dapat terjadi setelah terjadinya trauma kepala ringan ( terjatuh, terpukul, kecelakaan sepeda motor ringan ). Fraktur linear bukanlah trauma yang serius kecuali pada trauma yang agak berat dapat mengenai jaringan otak.1. Fraktur impresi : Hal ini umumnya terjadi setelah bertabrakan dengan kekuatan besar dengan benda tumpul seperti : palu, batu, atau benda berat lainnya. Trauma ini dapat menyebabkan lekukan pada tulang tengkorak dan menekan jaringan otak. apabila kedalaman dari fraktur impresi ini sama dengan ketebalan tulang tengkorak ( - inchi ), operasi selalu dilakukan untuk mengangkat potongan tulang dan untuk melihat kerusakan otak yang diakibatkan oleh trauma ini. Fraktur impresi yang minimal lebih tipis dari ketebalan tulang. Fraktur ini umumnya tidak perlu dioperasi kecuali dijumpai kerusakan lain. Fraktur ini dapat merobek dura mater dan merusak jaringan otak dibawahnya serta menimbulkan perdarahan.1. Fraktur basiler : merupakan fraktur yang terjadi dasar tengkorak yang diakibatkan dari trauma tumpul yang berat pada kepala dengan kekuatan yang signifikan. Fraktur basiler umumnya mengenai rongga sinus. Hubungan ini dapat menyebabkan udara atau cairan masuk kedalam tengkorak dan menyebabkan infeksi. Pembedahan umumnya tidak diperlukan kecuali ditemukan kerusakan lain.PATOFISIOLOGI Gangguan metabolisme jaringan otak akan mengakibatkan oedem yang dapat menyebabkan heniasi jaringan otak melalui foramen magnum, sehingga jaringan otak tersebut dapat mengalami iskhemi, nekrosis, atau perdarahan dan kemudian meninggal. Fungsi otak sangat bergantung pada tersedianya oksigen dan glukosa. Cedera kepala dapat menyebabkan gangguan suplai oksigen dan glukosa, yang terjadi karena berkurangnya oksigenisasi darah akibat kegagalan fungsi paru atau karena aliran darah ke otak yang menurun, misalnya akibat syok. Karena itu, pada cedera kepala harus dijamin bebasnya jalan nafas, gerakan nafas yang adekuat dan hemodinamik tidak terganggu sehingga oksigenisasi cukup.

3. Mengapa pasien tampak sianosis

4. Mengapa rongga mulut mengeluarkan banyak darahFraktur impresi dapat menyebabkan penurunan volume dalam tengkorak, hingga menimbulkan herniasi batang otak lewat foramen magnum. Juga secara langsung menyebabkan kerusakan pada meningen dan jaringan otak di bawahnya akibat penekanan. Pada jaringan otak akan terdapat kerusakan-kerusakan yang hemoragik pada daerah coup dan countre coup, dengan piamater yang masih utuh pada kontusio dan robek pada laserasio serebri. Kontusio yang berat di daerah frontal dan temporal sering kali disertai adanya perdarahan subdural dan intra serebral yang akut. Tekanan dan trauma pada kepala akan menjalar lewat batang otak kearah kanalis spinalis; karena adanya foramen magnum, gelombang tekanan ini akan disebarkan ke dalam kanalis spinalis. Akibatnya terjadi gerakan ke bawah dari batang otak secara mendadak, hingga mengakibatkan kerusakan-kerusakan di batang otak. Saraf otak dapat terganggu akibat trauma langsung pada saraf, kerusakan pada batang otak, ataupun sekunder akibat meningitis atau kenaikan tekanan intrakranial. Kerusakan pada saraf otak I kebanyakan disebabkan oleh fraktur lamina kribriform di dasar fosa anterior maupun countre coup dari trauma di daerah oksipital. Pada gangguan yang ringan dapat sembuh dalam waktu 3 bulan. Dinyatakan bahwa 5% penderita tauma kapitis menderita gangguan ini. Gangguan pada saraf otak II biasanya akibat trauma di daerah frontal. Mungkin traumanya hanya ringan saja (terutama pada anak-anak) , dan tidak banyak yangmengalami fraktur di orbita maupun foramen optikum. Dari saraf-saraf penggerak otot mata, yang sering terkena adalah saraf VI karena letaknya di dasar tengkorak. ni menyebabkan diplopia yang dapat segera timbul akibat trauma, atau sesudah beberapa hari akibat dari edema otak.Gangguan saraf III yang biasanya menyebabkan ptosis, midriasis dan refleks cahaya negatif sering kali diakibatkan hernia tentorii .Gangguan pada saraf V biasanya hanya pada cabang supra-orbitalnya, tapi sering kali gejalanya hanya berupa anestesi daerah dahi hingga terlewatkan pada pemeriksaan.Saraf VII dapat segera memperlihatkan gejala, atau sesudah beberapa hari kemudian. Yang timbulnya lambat biasanya cepat dapat pulih kembali, karena penyebabnya adalah edema Kerusakannya terjadi di kanalis fasialis, dan sering kali disertai perdarahan lewat lubang telinga. Banyak didapatkan gangguan saraf VIII pada. trauma kepala, misalnya gangguan pendengaran maupun keseimbangan. Edema juga merupakan salah satu penyebab gangguan. Gangguan pada saraf IX, X dan XI jarang didapatkan, mungkin karena kebanyakan penderitanya meninggal bila trauma sampai dapat menimbulkan gangguan pada saraf- saraf tersebut. Akibat dari trauma pada pembuluh darah, selain robekan terbuka yang dapat langsung terjadi karena benturan atau tarikan, dapat juga timbul kelemahan dinding arteri. Bagian ini kemudian berkembang menjadi aneurisma. Ini sering terjadipada arteri karotis interna pada tempat masuknya di dasar tengkorak. Aneurisma arteri karotis interim ini suatu saat dapat pecah dan timbul fistula karotiko kavernosa.Aneurisma pasca traumatik ini bisa terdapat di semua arteri, dan potensial untuk nantinya menimbulkan perdarahan subaraknoid. Robekan langsung pembuluh darah akibat gaya geseran antar jaringan di otak sewaktu trauma akan menyebabkan perdarahan subaraknoid, maupun intra serebral. Robekan pada vena-vena yang menyilang dari korteks ke sinus venosus (bridging veins) akan menyebabkan suatu subdural hematoma.Hipotesa Monro-Kellie Teori ini menyatakan bahwa tulang tengkorak tidak dapat meluas sehingga bila salah satu dari ketiga komponennya membesar, dua komponen lainnya harus mengkompensasi dengan mengurangi volumenya ( bila TIK masih konstan ). Mekanisme kompensasi intra kranial ini terbatas, tetapi terhentinya fungsi neural dapat menjadi parah bila mekanisme ini gagal. Kompensasi terdiri dari meningkatnya aliran cairan serebrospinal ke dalam kanalis spinalis dan adaptasi otak terhadap peningkatan tekanan tanpa meningkatkan TIK. Mekanisme kompensasi yang berpotensi mengakibatkan kematian adalah penurunan aliran darah ke otak dan pergeseran otak ke arah bawah ( herniasi ) bila TIK makin meningkat. Dua mekanisme terakhir dapat berakibat langsung pada fungsi saraf. Apabila peningkatan TIK berat dan menetap, mekanisme kompensasi tidak efektif dan peningkatan tekanan dapat menyebabkan kematian neuronal (Lombardo, 2003).a. trauma kapitis yg menimbulkan kelainan neurologik adanya contusio serebri, laserasio serebri, hemoragia subdural, hemoragia epidural, hemoragia intraserebral akibat gaya destruksi trauma muncul mekanisme2 yg ikut menentukan lesi akibat trauma kapitis : tekanan positif dan negatif tengkorak dianggap sbg kotak yg tertutup dg tekanan didalamnya tidak boleh berubah ubah. TIK = jumlah total tekanan yg mewakili volume jar o