Lbm 6 Sgd 7

  • View
    57

  • Download
    7

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Lbm 6 Sgd 7,Lbm 6 Sgd 7Lbm 6 Sgd 7,

Text of Lbm 6 Sgd 7

---------------------------------------------------------------------------------

( Sistem Konduksi Jantung

a. Sinoatrial Node (SA Node)

Suatu tumpukan neuromuskular yang kecil, berada di dalam dinding atrium kanan di ujung kristo terminalis. Nodus ini merupakan pendahulu dari kontraksi jantung, dari sini impuls diteruskan ke antrioventrikuler node.

b. Antrioventrikular Node (AV Node)

Susunannya sama seperti sinoatrium node. Berada di dalam septum atrium dekat muara sinus koronarius. Selanjutnya impuls-impuls diteruskan ke antrioventrikuler bundel melalui berkas wenkebach.

c. Antrioventrikuler Bundel (AV Bundel)

Mulai dari AV bundel berjalan ke arah depan pada pinggir posterior dan pinggir bawah pars membranasea septum interventrikulare. Pada bagian cincin yang terdapat antara atrium dan ventrikel analus vibrosus, rangsangan terhenti1/10detik selanjutnya menuju ke arah apeks kordis dan bercabang dua :

a.Pars septalis dekstra melanjut ke arah AV bundel di dalam pars mucularis septum interventrikulare menuju ke dinding depan depan ventrikel kanan.

b.Pars septalis sinistra berjalan di antara pars membranacea dan pars mucularis sampai di sisi kiri septum interventrikularis menuju basis M. Papilaris inferior ventrikel kiri. Serabut-serabut pars septalis kemudian bercabang-cabang menjadi serabut terminal (serabut purkinje).

d. Seraburt penghubung Terminal

Serabut penghubung terminal (serabut purkiunje) berupa anyaman yang berada pada endokardium menyebar pada kedua ventrikel.(8)

Syaifuddin. 2006.Anatomi Fisiologi untuk Mahasiswa keperawatan. Jakarta : EGC

Mekanisme Penghataran Impuls

1. DEPOLARISASI ATRIUM: SA node (nodus sinus) akan terangsang scr spontan (tak terlihat dlm rekaman EKG) gelombang depolarisasi menyebar ke arah luar menuju ke miokardium atrium (kiri dan kanan) sel-sel miokardium atrium terdepolarisasi kedua atrium (kiri dan kanan) berkontraksi.

2. MASA JEDA MEMISAHKAN ATRIUM DARI VENTRIKEL: Gelombang depolarisasi telah menyelesaikan perjalanannya melalui atrium menemui suatu sawar/ barrier yang disana tdpt AV node AV node memperlambat konduksi sampai menjadi lambat sekali (istirahat, berlangsung selama + 1/10 detik). Gunanya supaya atrium menyelesaikan kontraksinya sebelum ventrikel mulai berkontraksi sehingga memungkinkan atrium mengosongkan seluruh volume darahnya ke dalam ventrikel sebelum ventrikel berkontraksi.

3. DEPOLARISASI VENTRIKEL: Setelah + 1/10 detik, gelombang pendepolarisasi lepas dari AV node dg cepat menjalar turun di ventrikel sepanjang berkas his sampai ke serabut purkinje miokardium ventrikel kiri dan kanan terdepolarisasi ventrikel berkontraksi.

4. REPOLARISASI: Setelah miokardium berdepolarisasi, sel-sel tersebut mengalami periode refrakter yang singkat dan selama periode ini sel-sel tersebut kebal terhadap rangsangan berikutnya sel-sel menjalani repolarisasi

Hampton, Jhon R. 2006.Dasar-dasarEKG. Jakarta. EGC

------------------------------------------------------------------------------------------------------

Gelombang P

Akibat kontraksi otot atrium (depolarisasi), gelombang relatif kecil karena otot atrium relatif tipis. Normal: melengkung & keatas.

Gelombang QRS

Akibat kontraksi otot ventrikel (depolarisasi) yang tebal sehingga gelombang QRS cukup tinggi. Lamanya 0,04-0,12 detik

Gelombang T

Akibat kembalinya otot ventrikel ke keadaan listrik istirahat (repolarisasi). Normal: melengkung, asimetris, ke atas

Interval PR

Daripermulaan gel. P-awal kompleks QRS. Interval normal 0,12-0,20 detik. Perpanjangan interval PR: gangguan hantaran impuls (bloks jantung tingkat pertama).

Interval ST

Antara gel.depolarisasi danrepolarisasi ventrikel. Tahap awal repolarisasi ventrikel terjadi diperiode ini.Penurunan abnormal : iskemia miokardium, penggunaan digitalis. Peningkatan: infark.

Interval QT

Dari awal kompleks QRS-akhir gel. T, Interval QT 0,36-0, 44 detik. Interval QT memanjang: pemberian obat antidisritmia seperti kuinidin, prokainamid, sotalol (betapace) dan amiodaron (cordarone).

HUBUNGAN PERISTIWA LISTRIK DENGAN PERISTIWA MEKANIS DALAM JANTUNG

PERISTIWA LISTRIK SISTEM HANTARAN

BENTUK GELOMBANG EKG

FASE SIKLUS JANTUNG

Impuls berasal dari nodus SA dan menyebar ke atrium (Depolarisasi Atrium)

Gelombang P

Kontraksi atrium pengisian ventrikel

Impuls menyebar dari atrium melalui AV ke berkas His (hambatan AV)

Interval PR

Impuls menyebar melalui cabang berkas His dan serabut purkinje (depolarisasi ventrikel)

Kompleks QRS

Kontraksi isovolumik

Pemompaan ventrikel cepat dan lambat

Ventrikel pulih (repolarisasi ventrikel)

Gelombang T

Relaksasi isovolumik

Pengisian ventrikel (cepat dan diastasis)

http://xa.yimg.com/kq/groups/23282371/186312288/name/EKG.pptx

1. Mengapa pada elktrokardi didapatkan gelombang P yang tidak nyata dengan jarak R ke R tidak sama?

Jarak R R impuls dari nodus SA , hantaran waktunya tidak sama ketika ke ventrikel. ( disebut irreguler.

Gel. P pace maker dari nodus SA ( impuls dari nodus AV . bisa saja terjadi irama junction

Atrial Fibrillation with Moderate Ventricular Response

Atrial Fibrillation with Rapid Ventricular Response

Atrial Fibrillation with slow ventricular response

http://www.emedu.org/ecg/af.htm

Mekanisme AF terdiri dari 2 proses, yaitu proses aktivasi lokal dan multiple wavelet reentry. Proses aktivasi lokal bisa melibatkan proses depolarisasi tunggal atau depolarisasi berulang. Pada proses aktivasi lokal, fokus ektopik yang dominan adalah berasal dari vena pulmonalis superior. Selain itu, fokus ektopik bisa juga berasal dari atrium kanan, vena cava superior dan sinus coronarius. Fokus ektopik ini menimbulkan sinyal elektrik yang mempengaruhi potensial aksi pada atrium dan menggangu potensial aksi yang dicetuskan oleh nodus SA7,9,14.

Sedangkan multiple wavelet reentry, merupakan proses potensial aksi yang berulang dan melibatkan sirkuit/jalur depolarisasi. Mekanisme multiple wavelet reentry tidak tergantung pada adanya fokus ektopik seperti pada proses aktivasi lokal, tetapi lebih tergantung pada sedikit banyaknya sinyal elektrik yang mempengaruhi depolarisasi. Pada multiple wavelet reentry, sedikit banyaknya sinyal elektrik dipengaruhi oleh 3 faktor, yaitu periode refractory, besarnya ruang atrium dan kecepatan konduksi. Hal ini bisa dianalogikan, bahwa pada pembesaran atrium biasanya akan disertai dengan pemendekan periode refractory dan penurunan kecepatan konduksi. Ketiga faktor tersebutlah yang akan meningkatkan sinyal elektrik dan menimbulkan peningkatan depolarisasi serta mencetuskan terjadinya AF7,9,14.

http://www.scribd.com/doc/116681785/57994737-Atrial-Fibrilasi

2. Mengapa pada pemeriksaan denyut jantung ditemukan 120x menit dan nadi 90 x permenit?

3. Mengapa jantungnya berdebar debar dan denyut nya tidak beraturan?

4. Apa yang di maksut dengan disritmia kordis dan jelaskan mekanismenya lengkap?

5. Apa hubungan stenosis mitral dengan disritmia kordis?

Disritmia bisa cepat bisa lemah . takcyaritmia dalam rangka untuk perfungsi darah, karena stenosis sehingga suplai darah berkurang( kompensasi diri ( untuk memenuhi kebutuhan O2.

Sumber :Major Diagnosis Fisik Oleh Mohlan H. Delp,Robert T. Manning,Moelia Radja Siregar

6. Macam-macam disritmia?

Bradiaritmia Kegalaan pembentukan (kerusakan pada nodus sa) dan penghantaran impuls (nodus av). Intrinsik ( karena ada disfungsi nodus SA

Ektrinsik ( mengonsumsi digoksin / beta blocker

Dan Tacyaritmia ( Iskemik , Konsumsi caffein Tchyritmia( sinus, atrium , nodus av (120-250x/menit, Gel P nya hilang), Fluter atrium, fibrilasi atrium (>300 x/menit) semuanya bisa dilihat dari frekuensi.

Dri sinus SA ( terlalu banyak mencetus impuls atau sedikit ( penyakit bradikardi dkk

Dari irama atrialnya ( atrial fibrilasi , atrial flutter , atria tacycardia

Sinus av ( iraama junction)

Irama ventrikuler

Di atrium dan ventrikel banyak terdapat nodus-nodus kecil dan dapat mencetuskan i,puls tapi yang utama Nodus sa, nodus av

-------------------------------------------------

Macam disritmia ini dibedakan dari asalnya dan ini terbagi dari beberapa macam sumber aritmia.

Sumber aritmiadibedakan menjadi :

Aritmia yang bersumber dari Nodus SA (SA Node)

Aritmia yang bersumber dari Atrium.

Aritmia yang bersumber dari Nodus AV. (AV Node)

Aritmia yang bersumber dari Ventrikel.

Aritmia yang bersumber dari Supraventrikel.

Dari berbagai macam sumber dan asal disritmia tadi di atas bisa dibekana kembali menjadijenis aritmia jantungdan bisa dibedakan menjadi :

A. Jenis aritmia yang berasal dari nodus SA, yaitu :Bradikardia Sinus

Takikardia Sinus

Sinus Arrest

Blok Sinoatrial

Aritmia Sinus

SSS (sick sinus syndrome)

B. Jenis aritmia yang berasal dari Atrium.Extrasystole Atrial/Kompleks Atrial Premature

WAP (wandering atrial pacemaker)

Takikardia Atrial

AF (atrial fibrilasi)

AFL (atrial flatter)

SVT (supraventrikel takikardia

SVES (supraventrikel takikardia)

C.Jenis disritmiayang berasal dari Nodus AV.Juctional bradikardia

Juctional takikardia

Juctional Extrasystole

Juctional acceleration

D. Jenis aritmia yang berasal dari Ventrikel.

Hampir sebagian besar aritmia, yang berasal dari ventrikel memiliki resiko/potensi mengancam jiwa pada pasien yang memiliki kelainan jantung. Dan ada beberapa jenis aritmia ini yang