of 30/30
Another mortality? What a shame LBM 1 SGD 5 STEP 1 Demografi : Ilmu yang mempelajari tentang jumlah,struktur, perkembangan dan distribusi penduduk di suatu wilayah, tetapi ada yang mempengaruhi mortalitas,natalitas, migrasi Mortality : kematian individu yang awalnya hidup kemudian mati MMR : Maternal Mortality Rate, angka kematian Ibu akibat persalinan dan komplikasi masa nifas kurang dari 2 mgu pasca persalinan MDG : Millenium Development Goal, suatu komitmen dari beberapa Negara untuk mencapai pembangunan nasional yang signifikan yang isinya ada 8 poin. STEP 2 1. Apa saja yang mempengaruhi dari MMR ? 2. Apa saja yang mempengaruhi IMR? 3. Apa saja komponen demografi? 4. Tujuan demografi? 5. Bagaimana cara menghitung dari MMR? 6. Bagaimana cara menurunkan angka mortalitas pada MMR? 7. Apa saja factor yang memepengaruhi 3 komponen demografi? 8. Apa saja yang mempengaruhi mortalitas secara umum? 9. Sebutkan dan jelaskan komponen MDG? 10. Pengukuran dari mortalitas? 11. STEP 3 1. Tujuan demografi? -Mempelajari kuantitas, ditribusi penduduk di daerah tertentu -Menjelaskan pertumbuhan di masa lampau, penurunan dan persebarannya dengan sebaik-baiknya dengan data di masa lampau -Mengembangkan hubungan sebab akibat antara perkembangan penduduk dengan bermacam2 aspek organisasi social

lbm 1 SGD 5

  • View
    41

  • Download
    3

Embed Size (px)

DESCRIPTION

sgd

Text of lbm 1 SGD 5

Another mortality? What a shameLBM 1 SGD 5

STEP 1 Demografi : Ilmu yang mempelajari tentang jumlah,struktur, perkembangan dan distribusi penduduk di suatu wilayah, tetapi ada yang mempengaruhi mortalitas,natalitas, migrasi Mortality : kematian individu yang awalnya hidup kemudian mati MMR : Maternal Mortality Rate, angka kematian Ibu akibat persalinan dan komplikasi masa nifas kurang dari 2 mgu pasca persalinan MDG : Millenium Development Goal, suatu komitmen dari beberapa Negara untuk mencapai pembangunan nasional yang signifikan yang isinya ada 8 poin.STEP 21. Apa saja yang mempengaruhi dari MMR ?2. Apa saja yang mempengaruhi IMR?3. Apa saja komponen demografi?4. Tujuan demografi?5. Bagaimana cara menghitung dari MMR?6. Bagaimana cara menurunkan angka mortalitas pada MMR?7. Apa saja factor yang memepengaruhi 3 komponen demografi?8. Apa saja yang mempengaruhi mortalitas secara umum?9. Sebutkan dan jelaskan komponen MDG?10. Pengukuran dari mortalitas?11. STEP 31. Tujuan demografi?-Mempelajari kuantitas, ditribusi penduduk di daerah tertentu-Menjelaskan pertumbuhan di masa lampau, penurunan dan persebarannya dengan sebaik-baiknya dengan data di masa lampau-Mengembangkan hubungan sebab akibat antara perkembangan penduduk dengan bermacam2 aspek organisasi social-Meramalkan perkembangan penduduk di masa dating dan kemungkinan2 konsekuensinya2.Apa dan bagaimana tujuan dari demografi mortalitas ?3. Apa saja komponen demografi?-natalitas-mortalitas-migrasi

4. Apa saja factor yang mempengaruhi 3 komponen demografi?-natalitas :3 faktor = hubungan kelamin : umur pertama kawinnya, perceraian(semakin lama perceraian menurunkan natalitas), frek.hub.seks Konsepsi : mandul, pemakaian kontrasepsi Kelahiran/keguguran-mortalitas :Saat bayi =Negara berkembang enteritis,diare,influenza, pneumoni, bronchitis, kekurangan proteinNegara maju trauma, lahir cacat, influenza, pneumoni, enteritis dan diare

>4 tahun= Negara maju kecelakaan, neoplasmaNegara berkembang enteritis , diare, flu Migrasi :Pendidikan, pekerjaan, ekonomi

5. Apa saja yang mempengaruhi mortalitas secara umum?-Lamanya kehidupan: umur yang paling lama yang dicapai seseorang dipengaruhi peny.degeneratif, kondisi lingk sos dan ekonomi-Daya tahan untuk hidup : kemampuan hidup dari ultah satu ke ultah berikutnya dan di ukur sebagai angka harapan hidup

Tingkat ekonomi : ekonomi rendah mortalitas meningkat Pendidikan Fasilitas Status perkawinan Pekerjaan pekerjaan non professional mortalitas menigkat Genetic Life style : merokok Ras: berkulit putih cenderung menurun drpd kulit htm Gizi psikisAda factor yang meningkatkan dan menurukan angka mortalitasAnti mortalitas : angka pemenuhan gizi baik, Negara dalam kondisi yang safe, ada kemajuan d bidang iptek,pemahaman yang kuat tentang kesehatan, kemudahan akses dan peningkatan pelayanan kesehatan6. Pengukuran dari mortalitas? Crude death Rate Jumlah kematian dalam 1 tahun dbagi dengan penduduk pada taun itu dikali 1000,tidak mempertimbangkan umur dan jenis kelamin ASDR (Age Spesific Death Rate )Jumlah kematian umur tertentu dibagi dengan kematian umur tertentu pada taun tsb di kali 1000 IMR (Infant Mortality Rate ) 0-1tahun, tahun yang sama dalam 1 periodeIndicator status kesehatan pada suatu bangsa dan mengukur kesejahteraan pendudukJmlh kematian bayi dlm 1 taun dibagi jumlah lahir dikali 1000 MMR (Maternal Mortality Rate)Dipengaruhi oleh perdarahn saat melahirkan apalagi pada orang yang memiliki anemia, eklampsia diperparah dengan hipertensi sebelumnya, infeksi NMR (Neonatal Mortality Rate)Bayi < 28 hari UFMR (Under Five Mortality Rate)Dibawah lima tahun PMR (Perinatal Mortality Rate )>28 hari PNMR (Post Neonatal Mortality Rate) dihitung 12 bulan1 bln- 6x lebih beresiko ANC : bila ibunya kurang meriksain kehamilannya jadi kurang mengetahui bila ada komplikasi Faktor penolong : dibantu oleh dukun bisa terjadi perdarahan Sarana dan fasilitas: bila lebih dekat dengan rumah sakit bisa menurunkan angka mortalitas Sosial ekonomi Budaya masyarakat Pendidikan Rujukan dari bidan setempat

Penyakit ibu hamil :Hipertensi, anemia, infeksi, malaria, AIDS selama kehamilan, jantung

9. Bagaimana cara menurunkan angka mortalitas pada MMR? Hamil 20-34 tahun Dikontrol paritasnya10. Sebutkan dan jelaskan komponen MDG?Meningkatkan berbagai tujuan pembangunan 8 poin:Kesepakatan beberapa Negara isinya menyetujui 8 poin, bila tidak memenuhi 8 poin dikatakan gagal:- menurunkan angka kemiskinan dan kelaparan- Pemerataan pendidikan dasar (9 tahun)- mendorong kesetaraan gender,-menurunkan angka kematian anak !-meningkatkan kesehatan ibu !-memerangi HIV AIDS, Malaria dan penyakit menular lainnya !-melestarikan lingkungan hidup- mencapai kemitraan pembangunan global lebioh ke kerjasama internationalDi Negara berkembang masih banyak yang belum tercapai

Solusi memerangi mortalitas, angka kemiskinan, kelaparan untuk kesejahteraan rakyat

11. Apa saja yang mempengaruhi IMR? Gizi buruk : lebih berisiko kematian dan komplikasi Rentan terinfeksi kuman : ISPA, diare

Endogen : bawaan lahir Eksogen : gizi, sanitasi, ekonomi,social, lingkunganPertanyaan tambahanApa yang menyebabkan perbedaan angka mortalitas di setiap Negara berbeda ? Pelayanan kesehatan Perubahan iklim Ekonomi Pendidikan Perang Transportasi

Cari mortality pattern?Meningkat kurang dari satu tahunUsia anak2-produktif menurun dan naik lagi pada waktu lansia

STEP 4

DEMOGRAPHY

Dihitung MMR,IMR, dllMDGEkonomiPendidikanGeneticParitasUmur perkawinanPenggunaan kontrasepsiperkawinanMigrasiMortalitasNatalitas

STEP 71. Tujuan demografi?Menurutparaahlidemografi,tujuandemografidibagimenjadi4tujuanpokokyaitu:

1. Mempelajarikuantitasdandistribusipendudukdalamsuatudaerahtertentu.

2.Menjelaskanpertumbuhandimasalampau,penurunannyadanpersebarannyadengansebaik-baiknyadandenngandatayangtersedia.3.Menngembangkanhubungansebabakibatantaraperkembanganpendudukdenganberbagaimacam-macamaspekorganisasisosial.4.Mencobameramalkanpertumbuhanpendudukdimasayangakandatangdankemungkinan-kemungkinankonsekuensinyahttp://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/19098/4/Chapter%20II.pdf

2. Apa saja komponen demografi?Mortalitas adalah suatu ilmu yang mempelajari tingkat kematian suatu daerah. Dalam hal ini, mortalitas terbagi atas tiga tingkatan antara lain : tingkat kematian kasar, tingkat kematian khas umur, tingkat kematian bayi. Mortalitas ( kematian ) ini tidak bisa kita hindari seiring dengan waktu, semua makhluk hidup akan mati.Menurut konsepnya, terdapat tiga keadaan vital, yang masing-masing saling bersifat mutually exclusive, artinya keadaan yang satu tidal mungkin terjadi bersamaan dengan salah satu keadaan lainnya. Tiga keadaan vital tersebut adalah:1.Lahir hidup (live birth)2.Mati (death)3.Lahir mati (fetal death)Mati adalah keadaan menghilangnya semua tanda-tanda kehidupan secara permanent, yang bisa terjadi setiap saat setelah kelahiran hidup. Sedangkan lahir hidup yaitu peristiwa keluarnya hasil konsepsi dari rahim seorang ibu secara lengkap tanpa memandang lamanya kehamilan dan setelah perpisahan tersebut terjadi, hasil konsepsi bernafas dan mempunyai tanda-tanda hidup lainnya, seperti denyut jantung, denyut tali pusat, atau gerakan-gerakan otot tanpa memandang apakah tali pusat sudah dipotong atau belum.

Lembaga Demografi FE UI. 2007. Dasar-dasar Demografi. Jakarta : Lembaga Penerbit FE UI.

a. Kematian (Mortalitas)2. Kelahiran (Natalitas)3. Migrasi (Mobilitas)Kelahiran dan kematian dinamakan faktor alami, sedangkan perpindahan penduduk dinamakan faktor non alami. Di dalam pengukuran demografi ketiga faktor tersebut diukur dengan tingkat/rate. Tingkat/rate adalah ukuran frekuensi suatu penyakit atau peristiwa/kejadian tertentu yang terjadi pada suatu populasi selama periode waktu tertentu, dibandingkan dengan jumlah penduduk yang menanggung resiko tersebut.

1. KematianKematian adalah hilangnya tanda-tanda kehidupan manusia secara permanen. Kematian bersifat mengurangi jumlah penduduk dan untuk menghitung besarnya angka kematian caranya hampir sama dengan perhitungan angka kelahiran. Banyaknya kematian sangat dipengaruhi oleh faktor pendukung kematian (pro mortalitas) dan faktor penghambat kematian (anti mortalitas).a.) Faktor pendukung kematian (pro mortalitas)Faktor ini mengakibatkan jumlah kematian semakin besar. Yang termasuk faktor ini adalah:- Sarana kesehatan yang kurang memadai.- Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan- Terjadinya berbagai bencana alam- Terjadinya peperangan- Terjadinya kecelakaan lalu lintas dan industri- Tindakan bunuh diri dan pembunuhan.b.) Faktor penghambat kematian (anti mortalitas)Faktor ini dapat mengakibatkan tingkat kematian rendah. Yang termasuk faktor ini adalah:- Lingkungan hidup sehat.- Fasilitas kesehatan tersedia dengan lengkap.- Ajaran agama melarang bunuh diri dan membunuh orang lain.- Tingkat kesehatan masyarakat tinggi.- Semakin tinggi tingkat pendidikan penduduk.Ada beberapa jenis perhitungan angka kelahiran yaitu: Angka Kematian Kasar ( Crude Death Rate/CDR )Angka kematian kasar adalah yaitu angka yang menunjukkan jumlah kematian tiap 1000 penduduk tiap tahun tanpa membedakan usia dan jenis kelamin tertentu. Ini dapat dituliskan dalam rumus : Angka Kematian Khusus Menurut Umur Tertentu (Age Specific Death Rate = ASDR)Angka kematian khusus menurut umur tertentu dapat digunakan untuk mengetahui kelompok-kelompok usia manakah yang paling banyak terdapat kematian. Umumnya pada kelompok usia tua atau usia lanjut angka ini tinggi, sedangkan pada kelompok usia muda jauh lebih rendah.Rumusnya: Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate = IMR)Angka kematian bayi adalah angka yang menunjukkan jumlah kematian bayi tiap seribu bayi yang lahir.Bayi adalah kelompok orang yang berusia 0-1 tahun.Rumusnya:Besarnya angka kematian bayi dapat dijadikan petunjuk atau indikator tingkat kesehatan dan kesejahteraan penduduk.Pada umumnya bila masyarakat memiliki tingkat kesehatan yang rendah maka tingkat kematian bayi tinggi.Selain perhitungan di atas sering dihitung pula angka kematian ibu waktu melahirkan dan angka kematian bayi baru lahir.Untuk angka kematian bayi ukurannya sebagai berikut:- Rendah, jika IMR antara 15-35.- Sedang, jika IMR antara 36-75.- Tinggi, jika IMR antara 76-125.

2. Kelahiran ( Natalitas )Fertilitas peranan kelahiran pada perubahan penduduk Natalitas peranan kelahiran pada perubahan penduduk dan reproduksi manusiaKelahiran bersifat menambah jumlah penduduk. Ada beberapa faktor yang menghambat kelahiran (anti natalitas) dan yang mendukung kelahiran (pro natalitas)Faktor-faktor penunjang kelahiran (pro natalitas) antara lain: Kawin pada usia muda, karena ada anggapan bila terlambat kawin keluarga akan malu. Anak dianggap sebagai sumber tenaga keluarga untuk membantu orang tua. Anggapan bahwa banyak anak banyak rejeki. Anak menjadi kebanggaan bagi orang tua. Anggapan bahwa penerus keturunan adalah anak laki-laki, sehingga bila belum ada anak laki-laki, orang akan ingin mempunyai anak lagi.Faktor pro natalitas mengakibatkan pertambahan jumlah penduduk menjadi besar.Faktor-faktor penghambat kelahiran (anti natalitas), antara lain: Adanya program keluarga berencana yang mengupayakan pembatasan jumlah anak. Adanya ketentuan batas usia menikah, untuk wanita minimal berusia 16 tahun dan bagi laki-laki minimal berusia 19 tahun. Anggapan anak menjadi beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Adanya pembatasan tunjangan anak untuk pegawai negeri yaitu tunjangan anak diberikan hanya sampai anak ke 2. Penundaaan kawin sampai selesai pendidikan akan memperoleh pekerjaan.Faktor faktor penunjang tingginya angka natalitas dalam suatu negara antara lain :1.Kepercayaan dan agamaFaktor kepercayaan mempengaruhi orang dalam penerimaan KB. Ada agama atau kepercayaan tertentu yang tidak membolehkan penganutnya mengikuti KB. Dengan sedikitnya peserta KB berarti kelahiran lebih banyak dibanding bila peserta KB banyak2.Tingkat pendidikanSemakin tinggi orang sekolah berarti terjadi penundaan pernikahan yang berarti pula penundaan kelahiran. Selain itu pendidikan mengakibatkan orang merencanakan jumlah anak secara rasional.3.Kondisi perekonomianPenduduk yang perekonomiannya baik tidak memikirkan perencanaan jumlah anak karena merasa mampu mencukupi kebutuhannya. Jika suatu negara berlaku seperti itu maka penduduknya menjadi banyak.4.Kebijakan pemerintahKebijakan pemerintah mempengaruhi apakah ada pembatasan kelahiran atau penambahan jumlah kelahiran. Selain itu kondisi pemerintah yang tidak stabil misalnya kondisi perang akan mengurangi angka kelahiran5.Adat istiadat di masyarakatKebiasaan dan cara pandang masyarakat mempengaruhi jumlah penduduk. Misalnya nilai anak, ada yang menginginkan anak sebanyak-banyaknya, ada yang menilai anak laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan atau sebaliknya, sehingga mengejar untuk mendapatkan anak laki-laki atau sebaliknya.6.Kematian dan kesehatanKematian dan kesehatan berkaitan dengan jumlah kelahiran bayi. Kesehatan yang baik memungkinkan bayi lebih banyak yang hidup dan kematian bayi yang rendah akan menambah pula jumlah kelahiran.7.Struktur PendudukPenduduk yang sebagian besar terdiri dari usia subur, jumlah kelahiran lebih tinggi dibandingkan yang mayoritas usia non produktif (misalnya lebih banyak anak-anak dan orang-orang tua usia).Untuk menentukan jumlah kelahiran dalam satu wilayah digunakan angka kelahiran (Fertilitas). Angka kelahiran yaitu angka yang menunjukkan rata-rata jumlah bayi yang lahir setiap 1000 penduduk dalam waktu satu tahun.Pengukuran Fertilitas tidak sesederhana dalam pengukuran mortalitas, hal ini disebabkan adanya alasan sebagai berikut :1. Sulit memperoleh angka statistik lahir hidup karena banyak bayi bayi yang meninggal beberapa saat setelah kelahiran, tidak dicatatkan dalam peristiwa kelahiran atau kematian dan sering dicatatkan sebagai lahir mati.2. Wanita mempunyai kemungkinan melahiran dari seorang anak ( tetapi meninggal hanya sekali )3. Makin tua umur wanita tidaklah berarti, bahwa kemungkinan mempunyai anak makin menurun.4. Di dalam pengukuran fertilitas akan melibatkan satu orang saja. Tidak semua wanita mempunyai kemungkinan untuk melakukan.Ada dua istilah asing yang kedua duanya diterjemahkan sebagai kesuburan, yaitu :a. Facundity ( kesuburan )Facudity adalah lebih diartikan sebagai kemampuan biologis wanita untuk mempunyai anak.b. Fertility ( fertilitas )Fertility adalah jumlah kelahiran hidup dari seorang wanita atau sekelompok wanita.1. Angka Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate)Rumus yang digunakan untuk menghitung yaitu:Angka kelahiran ini disebut kasar karena perhitungannya tidak memperhatikan jenis kelamin dan umur penduduk, padahal yang dapat melahirkan hanya penduduk wanita.2. Angka Kelahiran Menurut Kelompok Umur (Age Specific Fertiliy Rate = ASFR )Rumus yang digunakan untuk menghitung yaitu:Dengan rumus tersebut kita dapat mengetahui kelompok umur mana yang paling banyak terjadi kelahiran.

3. MigrasiMigrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari tempat yang satu ke tempat lain. Dalam mobilitas penduduk terdapat migrasi internasional yang merupakan perpindahan penduduk yang melewati batas suatu negara ke negara lain dan juga migrasi internal yang merupakan perpindahan penduduk yang berkutat pada sekitar wilayah satu negara saja.Faktor-faktor terjadinya migrasi, yaitu :1. Persediaan sumber daya alam2. Lingkungan social budaya3. Potensi ekonomi4. Alat masa depanPerlu diketahui bahwa usia 15 49 tahun adalah usia subur bagi wanita. Pada usia itulah wanita mempunyai kemungkinan untuk dapat melahirkan anak.http://sp1r1tgr4zy /2013/03/21/makalah-definisi-tujuan-dan-ukuran-dasar-demografi/Donald J Bogue di dalam bukunya yang berjudul Principle of Demography memberikan definisi demografi sebagai berikut : Demografi adalah ilmu yang mempelajari secara statistik dan matematika tentang besar, komposisi dan distribusi penduduk dan perubahan-perubahannya sepanjang masa melalui bekerjanya 5 komponen demografi yaitu kelahiran ( fertilitas ), kematian ( mortalitas ), perkawinan, migrasi, dan mobilitas sosial.

3. Apa saja factor yang mempengaruhi 3 komponen demografi?

4. Apa saja yang mempengaruhi mortalitas secara umum?Faktor-faktor yang mempengaruhi kematian dibagi menjadi dua yaitu: a) Faktor langsung (faktor dari dalam)i. Umur,ii. Jenis kelamin,iii. Penyakit,iv. Kecelakaan, kekerasan, bunuh diri.

b) Faktor tidak langsung (faktor dari luar)i. Tekanan, baik psikis maupun fisik,ii. Kedudukan dalam perkawinan,iii. Kedudukan sosial-ekonomi,iv. Tingkat pendidikan,v. Pekerjaan,vi. Beban anak yang dilahirkan,vii. Tempat tinggal dan lingkungan,viii. Tingkat pencemaran lingkungan,ix. Fasilitas kesehatan dan kemampuan mencegah penyakit,x. Politik dan bencana alam.

5. Pengukuran dari mortalitas?

CDRKegunaan Angka Kematian Kasar adalah indikator sederhana yang tidak memperhitungkan pengaruh umur penduduk. Tetapi jika tidak ada indikator kematian yang lain angka ini berguna untuk memberikan gambaran mengenai keadaan kesejahteraan penduduk pada suatu tahun yang bersangkutan. Apabila dikurangkan dari Angka kelahiran Kasar akan menjadi dasar perhitungan pertumbuhan penduduk alamiah.IMRAngka Kematian Bayi menggambarkan keadaan sosial ekonomi masyarakat dimana angka kematian itu dihitung. Kegunaan Angka Kematian Bayi untuk pengembangan perencanaan berbeda antara kematian neo-natal dan kematian bayi yang lain. Karena kematian neo-natal disebabkan oleh faktor endogen yang berhubungan dengan kehamilan maka program-program untuk mengurangi angka kematian neo-natal adalah yang bersangkutan dengan program pelayanan kesehatan Ibu hamil, misalnya program pemberian pil besi dan suntikan anti tetanus. Sedangkan Angka Kematian Post-NeoNatal dan Angka Kematian Anak serta Kematian Balita dapat berguna untuk mengembangkan program imunisasi, serta program-program pencegahan penyakit menular terutama pada anak-anak, program penerangan tentang gisi dan pemberian makanan sehat untuk anak dibawah usia 5 tahun. Banyaknya kemtian ibu pada waktu hamil atau selama 40 hari sejak terminasi kehamilan tanpa memandang lama atau tempat kelahiran yang disebabkan karena kehamilannya atau pengelolaannya, bukan oleh sebab-sebab lain pada suatu periode per 1000 kelahiran hidup periode atau tahun yang sama.Mantra, Ida Bagoes.2003. Demografi Umum. Pustaka Pelajar Offset, Yogyakarta.1.Case Fatality Rate (CFR) Angka kefatalan kasusCFR adalah perbandingan antara jumlah kematian terhadap penyakit tertentu yang terjadidalam 1 tahun dengan jumlah penduduk yang menderita penyakit tersebut pada tahun yangsama. Rumus:Perhitungan ini dapat digunakan untuk mengetahui tingkat penyakit dengan tingkat kematianyang tinggi. Rasio ini dapat dispesifikkan menjadi menurut golongan umur, jenis kelamin,tingkat pendidikan dan lain-lain

6. Study mortalitas?Study mortalitasStudi mortalitas adalah bagian dari Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) yang mengumpulkan data penyakit sebab kematian yang terjadi di masyarakat.Studi mortalitas bertujuan mengetahui pola penyakit penyebab kematian dan besaran permasalahan kematian di masyarakat Indonesia. Gambaran pola penyakit dan besaran permasalahan akan merupakan baseline indikator bagi program kesehatan menuju Indonesia Sehat 2010, outcome indikator dari program-program kesehatan yang telah dilakukan, serta indikator proses dari program yang sedang berjalan.http://digilib.itb.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jkpkbppk-gdl-res-2002-tim-843-mortality&q=Rumah yang direkam pada 20 Apr 2007 00:20:54 GMT

7. Apa saja yang mempengaruhi dari MMR ?8. Faktor umumMasih banyak terjadi perkawinan, kehamilan dan persalinan di luar kurun waktu reproduksi ynag sehat, terutam pada usia muda. Risiko kematian pada kelompok umur di bawah 2 tahun dan di atas 35 tahun adalah 3xlebih tinggi dari kelompok umur reproduksi sehat (20-34 tahun)9. Factor paritasGrandmultipara, yaitu ibu dnegna jumlah kehamilan dan persalinan lebih ari 6 kali masih banyak terdapat. Risiko kematian maternal dari golongan ini 8 kali lebih tinggi dari lainnya10. Factor perawatan antenatalMasih rendahnya kesadaran ibu-ibu hamil untuk memeriksa kandungannya pada sarana kesehatan, sehingga factor-faktor yang sesungguhnya dapat dicegah atau komplikasi kehamilan yang dapat diperbaiki serta diobati tidak segera dapat ditangani. Seringkali mereka dating setelah keadaannya buruk11. Factor penolongSekitar 70-80% persalinan masih ditolong oleh dukun beranak, baru setelah persalinan terlantar dan tidak dapat maju serta disertai gejala komplikasi yang berat (infeksi, rupture uteri) kemudian dikirim ke fasilitas kebidanan yang memadai. Bila sudah demikian, apapun yang kita usahakan kadang kala tidak dapat menolong ibu maupun anaknya12. Factor sarana dan fasilitasMisalnya sarana fasilitas rumah sakit, penyediaan darah dan obat2an yang murah dan terjangkau oleh masyarakt, desediakannya fasilitas anastesi, transportasi dan sebagainya13. Factor lainnyaYaitu factor sosia ekonomi, kepercayaan dan budaya masyarakat, pendidikan dan ketidaktahuan, dan sebagainya14. Factor system rujukanAgar supaya pelayanan kebidanan mudah dicapai, pemerintah telah menetapkan seorang ahli kebidanan disetiap ibukota kabupaten, namun belum seluruh ibukota kabupaten dapat diisi, oleh karena itu rujukan kasus kebidanan belum sempurnaSinopsis Obstetri jilid 2, EGCDepkes RI membagi faktor faktor yang mempengaruhi kematian maternalsebagai berikut :1. Faktor medika. Faktor empat terlalu, yaitu :- Usia ibu pada waktu hamil terlalu muda (kurang dari 20 tahun)- Usia ibu pada waktu hamil terlalu tua (lebih dari 35 tahun)- Jumlah anak terlalu banyak (lebih dari 4 orang)- Jarak antar kehamilan terlalu dekat (kurang dari 2 tahun)b. Komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas yang merupakan penyebab langsungkematian maternal, yaitu :- Perdarahan pervaginam, khususnya pada kehamilan trimester ketiga, persalinandan pasca persalinan.- Infeksi.- Keracunan kehamilan.- Komplikasi akibat partus lama.- Trauma persalinan.c. Beberapa keadaan dan gangguan yang memperburuk derajat kesehatan ibu selamahamil, antara lain :- Kekurangan gizi dan anemia.- Bekerja (fisik) berat selama kehamilan.2. Faktor non medikFaktor non medik yang berkaitan dengan ibu, dan menghambat upaya penurunankesakitan dan kematian maternal adalah :- Kurangnya kesadaran ibu untuk mendapatkan pelayanan antenatal.- Terbatasnya pengetahuan ibu tentang bahaya kehamilan risiko tinggi.- Ketidak berdayaan sebagian besar ibu hamil di pedesaan dalam pengambilankeputusan untuk dirujuk.- Ketidakmampuan sebagian ibu hamil untuk membayar biaya transport danperawatan di rumah sakit.3. Faktor pelayanan kesehatanFaktor pelayanan kesehatan yang belum mendukung upaya penurunan kesakitandan kematian maternal antara lain berkaitan dengan cakupan pelayanan KIA, yaitu :- Belum mantapnya jangkauan pelayanan KIA dan penanganan kelompok berisiko.- Masih rendahnya (kurang lebih 30%) cakupan pertolongan persalinan oleh tenagakesehatan.- Masih seringnya (70 80%) pertolongan persalinan yang dilakukan di rumah,oleh dukun bayi yang tidak mengetahui tanda tanda bahaya.Berbagai aspek manajemen yang belum menunjang antara lain adalah :- Belum semua kabupaten memberikan prioritas yang memadai untuk program KIA- Kurangnya komunikasi dan koordinasi antara Dinkes Kabupaten, Rumah SakitKabupaten dan Puskesmas dalam upaya kesehatan ibu.- Belum mantapnya mekanisme rujukan dari Puskesmas ke Rumah SakitKabupaten atau sebaliknya.Berbagai keadaan yang berkaitan dengan ketrampilan pemberi pelayanan KIAjuga masih merupakan faktor penghambat, antara lain :- Belum diterapkannya prosedur tetap penanganan kasus gawat darurat kebidanansecara konsisten.- Kurangnya pengalaman bidan di desa yang baru ditempatkan di Puskesmas danbidan praktik swasta untuk ikut aktif dalam jaringan sistem rujukan saat ini.- Terbatasnya ketrampilan dokter puskesmas dalam menangani kegawatdaruratankebidanan.- Kurangnya upaya alih teknologi tepat (yang sesuai dengan permasalahansetempat) dari dokter spesialis RS Kabupaten kepada dokter / bidan Puskesmas.41)Semakin banyak ditemukan faktor risiko pada seorang ibu hamil, maka semakintinggi risiko kehamilannya. Tingginya angka kematian maternal di Indonesia sebagianbesar disebabkan oleh timbulnya penyulit persalinan yang tidak dapat segera dirujuk kefasilitas pelayanan yang lebih mampu. Faktor waktu dan transportasi merupakan hal yangsangat menentukan dalam merujuk kasus risiko tinggi.McCarthy dan Maine (1992) mengemukakan adanya 3 faktor yang berpengaruhterhadap proses terjadinya kematian maternal. Proses yang paling dekat terhadap kejadiankematian maternal (determinan dekat) yaitu kehamilan itu sendiri dan komplikasi dalamkehamilan, persalinan dan masa nifas (komplikasi obstetri). Determinan dekat secaralangsung dipengaruhi oleh determinan antara yaitu status kesehatan ibu, statusreproduksi, akses ke pelayanan kesehatan, perilaku perawatan kesehatan / penggunaanpelayanan kesehatan dan faktor faktor lain yang tidak diketahui atau tidak terduga. Dilain pihak, terdapat juga determinan jauh yang akan mempengaruhi kejadian kematianmaternal melalui pengaruhnya terhadap determinan antara, yang meliputi faktor sosio kultural dan faktor ekonomi, seperti status wanita dalam keluarga dan masyarakat, status

15. Bagaimana cara menurunkan angka mortalitas pada MMR? Perbaikan kondisi lingkungan: sanitasi, kehygienitasannya Perbaikan status ekonomi Perbaikan status kesehatan ibu dan anak Perbaikan status kesehatan penduduk secara keseluruhan Tantangan :penanggulangan kemiskinan di Indonesia dapat dilihat dari berbagai dimensi, yaitu: Pertama, menjaga kegiatan ekonomi nasional yang pro rakyat agar dapat mendorong turunnya angka kemiskinan. Termasuk di dalamnya ialah menjaga kondisi ekonomi makro agar dapat mendorong kegiatan ekonomi riil yang berpihak pada penanggulangan kemiskinan. Upaya menjaga inflasi agar tidak menurunkan daya beli masyarakat miskin, termasuk menjaga harga kebutuhan pokok utama seperti beras, menjadi tantangan serius yang harus dihadapi. Kedua, meningkatkan akses masyarakat miskin terhadap pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan gizi; termasuk keluarga berencana, serta akses terhadap infrastruktur dasar seperti sanitasi dan air bersih. Ini merupakan tantangan yang tidak ringan, mengingat secara geografis Indonesia merupakan negara yang sangat luas. Ketiga, melibatkan masyarakat miskin untuk dapat meningkatkan kapasitasnya sendiri dalam menanggulangi kemiskinan. Pengalaman menunjukkan bahwa melibatkan serta meningkatkan kapasitas mereka sebagai penggerak dalam penanggulangan kemiskinan terbukti sangat efektif. Keempat, belum berkembangnya sistem perlindungan sosial, baik yang berbentuk bantuan social bagi mereka yang rentan maupun sistem jaminan sosial berbasis asuransi terutama bagi masyarakat miskin. Kelima, adanya kesenjangan yang mencolok antar berbagai daerah. Kesenjangan tersebut dapat dilihat dari tingkat kedalaman kemiskinan yang sangat berbeda antardaerah satu dengan lainnya. Ditinjau dari proporsinya, tingkat kemiskinan di provinsi-provinsi di luar Jawa lebih tinggi dibandingkan dengan proporsi tingkat kemiskinan di Jawa. Selain itu kesenjangan dapat dilihat pula dari perbedaan angka indeks pembangunan manusia yang mencolok antardaerah, termasuk antar perkotaan danperdesaan. Ada empat strategi utama bagiupayapenurunankesakitandankematianibu. pertama,meningkatkanaksesdancakupanpelayanankesehatanibudanbayibarulahir yang berkualitasdancosteffective. Kedua, membangunkemitraanyang efektifmelaluikerjasamalintasprogram, lintassektor, danmitralainnya. Ketiga, mendorongpemberdayaanwanitadankeluargamelaluipeningkatanpengetahuandanperilakusehat. Keempat, mendorongketerlibatanmasyarakatdalammenjaminpenyediaandanpemanfaatanpelayananibudanbayibarulahir.Ada tigapesankunci, yaitusetiappersalinanditolongolehtenagakesehatanterlatih;setiapkomplikasiobstetrikdan neonatal mendapatkanpelayanan yang memadai; dansetiapwanitausiasuburmempunyaiaksesterhadappencegahankehamilanyang tidakdiinginkandanpenanganankomplikasikeguguran. http://dinkes-sulsel.go.id/new/images/mnur/policy%20brief%20kes%20ibu%20ok.pdf WHO mengembangkan konsep empat pilar dalam upaya safe motherhood yaitu 1. Keluarga Berencana, 2. Asuhan antenatal, 3. Persalinan bersih dan Aman dan 4. Pelayanan Obstetri Esensial http://eprints.undip.ac.id/16634/1/ARULITA_IKA_FIBRIANA.pdf

16. Sebutkan dan jelaskan komponen MDG?Dalam hal kematian, Indonesia mempunyai komitmen untuk mencapai sasaran Millenium Development Goals (MDG) untuk menurunkan Angka Kematian Anak sebesar dua per tiga dari angka di tahun 1990 atau menjadi 20 per 1000 kelahiran bayi pada tahun 2015 dan menurunkan kematian ibu sebesar tiga perempatnya menjadi 124 per 100.000 kelahiran.Untuk mencapai tujuan ini diperlukan usaha yang sungguh-sungguh dari berbagai instansi terkait, mulai dari pemerintah baik pusat maupun daerah, LSM dan masyarakat pada umumnya. Program-program apa yang perlu dikembangkan untuk tujuan ini, serta indikator-indikator apa yang perlu diperhatikan untuk menurunkan Angka Kematian Balita dan Angka Kematian Ibu?

1. Penghapusan kemiskinan;Target 1 : Menurunkan proporsi penduduk yang tingkat pendapatannya di bawah $1 perhari menjadi setengahnya antara tahun 1990-2015 Target 2 : Menurunkan proporsi penduduk yang menderita kelaparan menjadi setengahnya antara tahun 199020152. Pencapaian pendidikan dasar untuk semua;Target 3 : Memastikan pada tahun 2015 semua anak dimanapun, laki-laki maupun perempuan, dapat menyelesaikan pendidikan dasar3. Kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan;Target 4 : Menghilangkan ketimpangan gender di tingkat pendidikan dasar dan lanjutan pada tahun 2005 dan di semua jenjang pendidikan tidak lebih dari tahun 20154. Penurunan angka kematian anak:Target 5 : Menurunkan angka kematian balita sebesar dua pertiganya antara th 199020155. Meningkatkan kesehatan ibu;Target 6 : Menurunkan angka kematian ibu sebesar tiga perempatnya antara tahun 199020156. Memerangi HIV/AIDS, malaria dan penyakit menular lainnya;Target 7 : Mengendalikan penyebaran HIV/AIDs dan mulai menurunnya jumlah kasus baru pada tahun 2015Target 8 : Mengendalikan penyakit malaria dan mulai menurunnya jumlah malaria dan penyakit lainnya

7. Menjamin kelestarian lingkungan berkelanjutan;Target 9 : Memadukan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dengan kebijakan dan program nasionalTarget 10: Penurunan sebesar separuh, proporsi penduduk tanpa akses terhadap sumber air minum yang aman dan berkelanjutan serta fasilitas dasar pada 2015Target 11: Mencapai perbaikan yang berarti dalam kehidupan penduduk miskin di pemukiman kumuh pada tahun 20208. Membangun kemitraan global untuk pembangunan

Sumber : www.datastatistik-indonesia.com

17. Apa saja yang mempengaruhi IMR?

1. Faktor endogen : kematian bayi yang disebabkan oleh faktor2 anak yang dibawa sejak lahir, diwarisi oleh orang tuanya pada saat konsepsi atau didapat ibunya selama kehamilan.2. Faktor eksogen : Kematian bayi yang disebabkan oleh faktor2 yang bertalian dengan pengaruh lingkungan luar. (kondisi hygiene, sanitasi dan sosial ekonomi contohnya : pencemaran lingkungan, kekurangan gizi, luka)Sumber : Mantra, Ida Bagoes.2003. Demografi Umum. Pustaka Pelajar Offset, Yogyakarta.

18. Apa yang menyebabkan perbedaan angka mortalitas di setiap Negara berbeda ? Sosial ekonomi Pendidikan Penyakit Politik-peperangan

19. Cari mortality pattern?

Kematian dewasa umumnya disebabkan karena penyakit menular, penyakit degeneratif, kecelakaan atau gaya hidup yang beresiko terhadap kematian. Kematian bayi dan balita umumnya disebabkan oleh penyakit sistim pernapasan bagian atas (ISPA) diare, penyakit karena infeksi kuman. Faktor gizi buruk juga menyebabkan anak-anak rentan terhadap penyakit menular, sehingga mudah terinfeksi dan menyebabkan tingginya kematian bayi dan balita di sesuatu daerah. Sumber : www.data-statistik.com