Click here to load reader

SGD LBM 6 KGD

  • View
    328

  • Download
    11

Embed Size (px)

DESCRIPTION

lalala

Text of SGD LBM 6 KGD

SGD LBM 6 KGD

SGD LBM 6 KGD

STEP 1

1. Kumbah lambung : Membersihkan lambung dengan memasukkan cairan lalu dikeluarkan lagi dengan NGT dengan tujuan mengeluarkan agen toksik, dengan NaCl 0,9%, dosisnya dewasa 100-300cc, anak2 10cc/kgBB.

2. Arang karbon : Pemberian setelah kumbah lambung. Diberikan dosis 30-50 mg dan dicampur dengan 340 cc air, biasanya digunakan untuk keracunan obat dan toksin.

3. Muskarinik : Reseptor ACh kerjanya berikatan dengan protein G yang punya 5 reseptor, M1-M5.

4. Nikotinik : Reseptor ACh yang banyak terletak di SSP, medula adrenal, ganglia otonom, dan NMJ.

STEP 2

1. Mengapa pasien mengalami penurunan kesadaran, muntah-muntah, dan kejang akumulasi AChe :

A. SSP : kejang, nyeri, perubahan emosi

Karena ACh akan berikatan dengan reseptor muskarinik dan nikotinik SSP dan SST

B. Muskarinik

- Terutama pada pencernaan : muntah, diare, kram perut karena rangsangan SSP secara langsung mengiritasi GIT

- Gl. Saliva : - hipersalivasi : ACh stimulasi sekresi kelenjar dan menyebabkan kontraksi otot polos melalui reseptor M3

- hiperhidrosis : kelenjar saraf disarafi oleh saraf kolinergik, jika dirangasang kuat oleh saraf simpatis

- Pupil : -Miosis : kerja reseptor muskarinik karena adanya 1/lebih second messanger.

- Anisokor

C. Nikotinik :

- Otot skelet : fasikulasi otot, tremor, pelemahan, paralisis otot nafas

- Bola mata

- Kelopak mata

Mekanisme penurunan kesadaran?

2. Mengapa pasien tampak hiperhidrosis, hipersalivasi, tremor?

Organofosfat karbamat --> menghambat AChE --> akumulasi AChe :

A. SSP : kejang, nyeri, perubahan emosi

Karena ACh akan berikatan dengan reseptor muskarinik dan nikotinik SSP dan SST

B. Muskarinik

- Terutama pada pencernaan : muntah, diare, kram perut karena rangsangan SSP secara langsung mengiritasi GIT

- Gl. Saliva : - hipersalivasi : ACh stimulasi sekresi kelenjar dan menyebabkan kontraksi otot polos melalui reseptor M3

- hiperhidrosis : kelenjar saraf disarafi oleh saraf kolinergik, jika dirangasang kuat oleh saraf simpatis

- Pupil : -Miosis : kerja reseptor muskarinik karena adanya 1/lebih second messanger.

- Anisokor

C. Nikotinik :

- Otot skelet : fasikulasi otot, tremor, pelemahan, paralisis otot nafas

- Bola mata

- Kelopak mata

Jenis-jenis kejang?Tanda-tanda keracunan insektisida golongan organofosfat seperti konstriksi pupil (pupil pin point) & hipersalivasi. Insektisida ini bekerja dengan menghambat dan menginaktivasi enzim asetilkolinesterase yg dilepaskan oleh susunan saraf pusat, ganglion otonom, ujung ujung saraf parasimpatis, dan ujung ujung saraf motoric. Hambatan asetilkolineseterase menyebabkan tertumpuknya sejumlah besar asetilkolin pada tempat tempat tersebut. Rangsangan awal yang diikuti dg hambatan pada ganglion autonom menyebabkan gangguan yg bervariasi dan multiple, pada alat-alat tubuh yang dipersarafi oleh system saraf otonom.

Penumpukan asetilkolin pada ujung saraf simpatis menyebabkan konstriksi pupil, penglihatan kabur,

stimulasi otot-otot intestinal ( kejang perut, muntah, diare,

Perangsangan kelenjar sekretoris( rinorhea, salivasi, banyak berkeringat, dan bronkore

Konstriksi otot-otot bronkial dg gejala gangguan pernapasan,

Penekanan aktivitas cardiac sinus pacemaker, dan gangguan konduksi AVKapita Selekta FK UI, jilid I, edisi 3, hal. 633

Karbamat bekerja menghambat enzim asetilkolinesterase (AChE) yang mengakibatkan akumulasi asetilkolin (ACh). Asetilkolin yang ditimbun dalam Sistem Syaraf Pusat (SSP) akan menginduksi tremor, inkoordinasi, kejang-kejang dan lain-lain. daya afinitas insektisida ini mampu mengikat enzim AChE sehingga asetilkolin sebagai penghantar impuls rangsangan dari pre ke post sinaps (neurotransmitter) kerjanya lebih berat karena tidak dapat dipecah oleh enzimAchE.

Toksisitas Insektisida Organofosfat Dan Karbamat, Endang Puji Astuti

Mekanisme kerja peracunanya adalah dengancaramenginaktivasi enzim acetylcholinesterase (AKHE). Enzim AKHE diperlukan dalam mekanisme transpor elektron (inaktivasi acetylcholine), sehingga molekul ini berhenti dalam membuat getaran listrik. Maka jika AKHE inaktif, molekul acetylcholine aktif mentransporelectronpada sistem syaraf involuntary. Gejala yang dirasakan pada tubuh adalah muncul tremor (gemetar), konfulsi dan berakhir pada kematian.3. Mengapa pasien TD 80/50 mmHg, Nadi 50x/menit, pupil miosis isokor?

- Reseptor untuk jantung M2 --> terkativasi --> parasimpatis --> penurunan kontraksi

jantung --> bradikardi.

- TD turun karena muntah --> syok hipovolemik.

Aktivasi saraf parasimpatis : racun mengaktivasi saraf parasimpatis.

TD : CO x tahanan perifer --> rangsangan parasimpatis --> vasodilatasi --> TD

turun.

Insektisida

Organofosfat : malatoin, paratoin, paraoksan, diazinon, tep

Karbamat : karboril, baygon

Hodrokarbon yang diklor kan : DDT edrin, klordan, dieldrin, lindan

Yang membedakan adalah struktur kimia?

Terdapat pada apa saja zat2 di atas?Organofosfat irreversibel --> lebih berbahaya

Karbamat --> reversibel

4. Mengapa dokter IGD segera melakukan kumbah lambung, memberi arang karbon, dan injeksi sulfas atropin?

- Kumbah lambung : untuk membuang substansi atau racun yang ada di dalam lambung sehingga menurunkan absorbsi ke sistemik. NGT hanya untuk racun yang masuk BAB hitam.

Cara pemberiannya : per oral atau dengan atau tanpa NGT. Anak2 : 1 g/kgBB, 1-12 tahun 25-50 g, dewasa : 25-100 g. Caranya larutkan endapan arang karbon 5 g arang dalam 50 air, bisa sekaligus atau bertahap. Lambung kosong lebih efektif.

- SA : Tatalaksana dari antidotum, 2 di atas sebagai dekontaminasi --> untuk menurunkan paparan dari racun, mengurangi absorbsi, dan kerusakan. Untuk menghambat efek akumulasi ACh dari penumpukan dari hidrolisis oleh ACh esterase. Merupakan salah satu jenis anti muskarinik, cocok untuk keracunan karbamat. Bila keracunan organo fosfat --> enzim pralidoksin dan SA. Pralidoksin tidak boleh diberikan pada karbamat karena reversibel.

Efek farmakodinamik : menghambat efek penumpukan ACh berlebih.

Cara pemberian SA : bolus IV 1-2,5 mg --> 0,5 mg setiap 5, 10, 15 menit sampai timbul gejala atropinisasi (muka merah, mulut kering, takikardi) --> interval diperpanjang setiap 15, 30, sampai 60 menit --> setiap 4, 6, sampai 8 dan 12 jam --> pemberia SA dihentikan minimal setelah 2x24 jam. Penghentian yang mendadak bisa menimbulkan rebound effect (edem paru dan gagal nafas).

http://www.adaweb.net/Portals/0/Paramedics/documents/atropinesulfate.pdfDosis maksimal pada kasus di skenario?

Onsetnya SA? Durasi obat berapa lama?

Tatalaksana segera bila di luar RS?

Bila sudah sistemik, apakah arang karbon masih dapat mengatasi?

5. Komplikasi, indikasi dan kontra indikasi NGT?

A. Pengertian

Bilas lambung adalah membersihkan lambung dengan cara memasukan dan mengeluarkan

air ke/dari lambung dengan menggunakan NGT ( Naso Gastric Tube )

B. Tujuan

1. Membuang racun yang tidak terabsorbsi setelah racun masuk saluran pencernaan

2. Mendiagnosa perdarahan lambung

3. Membersihkan lambung sebelum prosedur endoscopy

4. Membuang cairan atau partikel dari lambungIndikasi

1. Keracunan obat oral kurang dari 1 jam

2. Overdosis obat/narkotik

3. Terjadi perdarahan lama (hematemesis Melena) pada saluran pencernaan atas.

4. Mengambil contoh asam lambung untuk dianalisis lebih lanjut.

5. Dekompresi lambungSebelum operasi perut atau biasanya sebelum dilakukan Endoskopi

Kontra Indikasi

Kontraindikasi bilas lambung adalah pasien dengan kondisi:

1. Resiko cedera jalan nafas.

2. Pendarahan gastrointestital.

3. Keracunan bahan korosif.

4. Adanya gangguan elektrolit.

Cairan yang digunakan: Pada anak-anak, jika menggunakan air biasa untuk membilas lambung akan berpotensi hiponatremi karena merangsang muntah. Pada umumnya digunakan air hangat (tap water) atau cairan isotonis seperti Nacl 0,9 %. Pada orang dewasa menggunakan 100-300 cc sekali memasukkan, sedangkan pada anak-anak 10 cc/kg dalam sekali memasukkan ke lambung pasien.

Bagaimana tindakan dilakukanSebuah pipa dimasukkan kedalam lambung melalui mulut atau hidung lalu ke esophagus. Dan berakhir di lambung. Kadang-kadang obat anti nyeri/anastesi harus diberikan untuk mengurangi rasa sakit dan iritasi pada pasien. Dan mencegah pasien untuk memuntahkan kembali tube/pipa yang sedang di masukkan. Peralatan suction di siapkan apabila terjadi aspirasi isi perut. Bilas lambung terus diulangi pada pasien yang keracunan sampai perutnya bersih. Pada pasien yang tidak sadar dan tidak dapat menjaga jalan nafas mereka, sebelum dilakukan bilas lambung/ menginseresikan tube untuk bilas lambung, terlebih dahulu pada pasien dipasang intubasi.

Persiapan pelaksanaan ProsedurPada keadaan darurat, misalnya pada pasien yang keracunan, tidak ada persiapan khusus yang dilakukan oleh perawat dalam melaksanakan bilas lambung, akan tetapi pada waktu tindakan dilakukan untuk mengambil specimen lambung sebagai persiapan operasi, biasanya dokter akan menyarankan akan pasien puasa terlebih dahulu atau berhenti dalam meminum obat sementara.

6. Apa saja sumber atau penyebab dari intoksikasi serta anti dotumnya?

Menurut gambaran klinis:

Pupil pin point, RR turun --> opioid, inhibitor kolin esterase, karbamat insektisida, klonidin, fenotiazin.

Dilatasi pupil, RR turun --> benzodiazepin.