Laporan Sgd Blok 8 Lbm 3 Sgd 2

  • View
    77

  • Download
    2

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Laporan Sgd Blok 8 Lbm 3 Laporan Sgd Blok 8 Lbm 3 Laporan Sgd Blok 8 Lbm 3 Laporan Sgd Blok 8 Lbm 3 Laporan Sgd Blok 8 Lbm 3 Laporan Sgd Blok 8 Lbm 3

Text of Laporan Sgd Blok 8 Lbm 3 Sgd 2

LAPORAN SGD 2BLOK 8 LBM 3MEDICAL EDUCATION

Nama Anggota Kelompok :1. Amanda Satya Adila(31101400401)2. Amanda Zerlinda(31101400402)3. Aminah Sania (31101400403)4. Intan Maryani(31101200432)5. Kariza Auliya (31101400435)6. Mayangdevi Suryaning P. (31101400443)7. Nova Dwi Lestari (31101400453)8. Whinahyu Aji S. (31101400467)9. Wirda Yunita Darwis (31101400468)10. Yuvika Intan Ristian P.(31101400469)FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNGSEMARANG2015Lembar Pengesahan

Laporan TutorialSGD 2 LBM 3

Medical Education

Telah disetujui oleh:

Tutor

drg. Diyah Fatmasari MDScTanggal

Semarang, 29 Juni 2015

DAFTAR ISI

JUDUL.......................................................................................................................1LEMBAR PENGESAHAN.......................................................................................2DAFTAR ISI..............................................................................................................3BAB I PENDAHULUAN.........................................................................................41.1 Latar Belakang...............................................................................................41.2 Skenario.....................................................................................................41.3 Identifikasi Masalah..................................................................................5BAB II TINJAUAN PUSTAKA..........................................................................52.1 Landasan Teori.......................................................................................52.2 Hasil dan Pembahasan..............................................................................52.3 Kerangka Konsep.....................................................................................17BAB III KESIMPULAN......................................................................................18BAB IV DAFTAR PUSTAKA..................................................................................18

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangDental radiology memiliki peranan yang penting dalam menentukan perawatan dan diagnosa gigi. Penggunaan sinar rontgen telah lama di kenal sebagai suatu alat dalam bidang kedokteran umum dan kedokteran gigi yang sangat membantu dalam mendiagnosa penyakit dan untuk menentukan rencana perawatan. Gambaran yang dihasilkan foto rontgen seorang pasien bagi seorang dokter gigi sangat penting terutama untuk melihat adanya kelainan-kelainan yang tidak tampak dapat diketahui secara jelas, sehingga akan sangat membantu seorang dokter gigi dalam hal menentukan diagnosa serta rencana perawatan.

Karies gigi adalah penyakit jaringan gigi yang ditandai dengan kerusakan jaringan, dimulai dari permukaan gigi (pits, fissure dan daerah interproximal) meluas ke arah pulpa.Karies akan mengakibatkan kerusakan struktur gigi sehingga terbentuk lubang.

Dasar diagnostik rontgen adalah perbedaan densitas dari berbagai jaringan tubuh yang memberikan berbagai derajat kehitaman pada film. Pembacaan foto rontgen secara konvensial memiliki tingkat subyektivitas yang tinggi karena keterbatasan indra penglihatan.Pendeteksian secara terkomputasi diharapkan dapat membantu menegakkan diagnosis karies gigi.

1.2 SkenarioSeorang wanita berusia 27 tahun datang diantarkan suaminya ke RSIGM Sultan Agung untuk perawatan gigi. Sebelum dilakukan perawatan pasien diminta untuk foto rontgen periapikal gigi 11 ke instalasi radiologi. Kondisi pasien saat ini sedang hamil 8 minggu dan dokter memberitahukan bahwa dalam pengambilan foto rontgen ada proteksi radiasi

1.3 Identifikasi MasalahDari skenario di atas, masalah-masalah yang muncul adalah:1. Apa tujuan penggunaan rontgen dalam kedokteran gigi ?2. Apa saja jenis-jenis foto rontgen dalam kedokteran gigi ?3. Bagaimana interpretasi dari gambaran hasil foto rontgen ? 4. Bagaimana cara proteksi dari efek radiasi ?5. Bagaimana sesi pemotretan anatomi dan fisiologi dari foto rontgen ?6. Apa efek menggunakan rontgen beserta radiasinya ?7. Apa efek rontgen terhadap ibu hamil ?8. Apa saja macam-macam sinar yang digunakan untuk foto rontgen ?9. Apa fungsi dari sinar X ?10. Bagaimana tehnik atau cara rontgen periapikal dan prosesnya ?11. Apa saja macam-macam dosis penggunaan dari foto rontgen ?12. Bagaimana mekanisme radiasi hingga terionisasi dan membentuk suatu gambar ?

BAB IITINJAUAN PUSTAKA2.1 Landasan Teori2.1.1 RadiologiPengertianRadiologi adalah suatu cabang ilmu kesehatan mengenai zat radio aktif yang berfungsi untuk melihat tubuh manusia dengan radiasi elektromagnetik dan mekanik.

2.1.2 RontgenPengertianRontgen adalah suatu alat yang digunakan untuk melihat bagian dalam tubuh yang tidak bisa dilihat dengan kasat mata dengan menggunakan alat atau sinar.2.2 Hasil dan Pembahasan1. Rontgena. Apa tujuan penggunaan rontgen dalam kedokteran gigi ? Untuk mendeteksi anomali gigi Untuk mengetahui tumbuh kembang gigi Untuk mengetahui dimana letaknya karies Melihat fraktur yang terjadi Pada bidang forensik untuk mengidentifikasi korban Pada bidang prostodinsia untuk melihat kepadatan tulang Untuk melihat TMJ, rahang, impaksi dan untuk melihat bagian tengkorak

b. Apa saja jenis-jenis foto rontgen dalam kedokteran gigi ?a) Intra oralPemeriksaan gigi dan jaringan sekitar secara radiograf dan filmnya ditempatkan didalam mulut pasien ada 3 jenis pemeriksaan :

Foto rontgen periapikalUntuk melihat keseluruhan mahkota serta akar gigi dan tulang pendukungnya, teknik pemotretannya menggunakan teknik parallel dan bisectris. Foto rontgen bite wingDigunakan untuk melihat mahkota gigi rahang atas dan digunakan untuk melihat mahkota gigi rahang atas dan rahang bawah daerah anterior dan posterior. Teknik pemotretannya pasien menggigit sayap dari film untuk stabilitasi didalam mulut. Foto rontgen oklusalDigunakan untuk melihat area yang luas baik rahang atas atau rahang bawah dalam film, dengan cara menggigit bagian dari film.

b) Ekstraoral Panoramik Memperlihatkan struktur facial termasuk mandibula dan maksila beserta struktur pendukungnya, digunakan untuk analisis impaksi, pola erupsi, mendeteksi penyakit dan evaluasi trauma. Teknik lateralDigunakan untuk melihat bagian lateral dari tulang facial Postero anteriorUntuk melihat keadaan penyakit, trauma atau kelainan perkembangan tengkorak. Pada sinus frontalis, etmoidalis, fossanasalis dan tulang orbitalis Antero posterior Untuk melihat kelainan pada bagian depan maksila dan mandibula. Teknik cepalometriUntuk melihat tengkorak tulang wajah ada atau tidaknya trauma penyakit dan kelainan pertumbuhan perkembangannya. Proyeksi waters Untuk melihat sinus-sinus pada wajah, orbita, sutura, zygomatika, frontalis dan rongga nasal Proyeksi reverse towneUntuk mendeteksi kelainan pada condylus yang mengalami perpindahan tempat dan untuk melihat dinding posterior lateral pada maksila Proyeksi sumbmentovertexMelihat dasar tengkorak, posisi condylus, sinus spenoidalis, lengkung mandibula, arcus zygomaticus, dan lateral sinus maksila.

c. Bagaimana interpretasi dari gambaran hasil foto rontgen ? Ada 3 macam kontras , yaitu : Radiolucent ( warna hitam )Ini terjadi jika sinar rogent tersebut hanya sedikit saja diabsorpsi atau hanya menembus saja.Misalnya : rongga mulut, sinus paranasalis Radiointermediate ( warna hitam dan putih atau abu- abu )Terjadi bila sinar rogent menembus jaringan ikat, otot, saraf, pembuluh darah, tulang rawan Radiopaque ( warna putih )terjadi bila sinar rogent diabsorpsi sebagian besar misalnya bila sinar melalui sinar melalui tulang- tulang, gigi- gigi atau benda logam.Dalam pembacaan hasil dari foto ronrgn sering dikenal dengan yang namanya radiolucent dan radioopaque. Penghitaman dan pemaparan daerah tertentu yang dihasilakn dari film merupakan perubahan dari fisikokimiawi akibat dari pemaparan sinar rontgen. Tetapi pada jaringan atau daerah yang memiliki ketebalan yang tinggi sinar yang diseappun akan sedikit sehingga pada film akan terbentuk jaringan yang memiliki ketebalan yang tinggi memiliki fluoresensi yang lebih baik sehingga akan berwarna putih pada film hal ini disebut dengan radiopaque. Sedangkan pada daerah atau jaringan yang memiliki ketebalang yang rendah akan cendrung menyerap sinar yang dipaparkan dan kemampuan fluoresensinya rendah sehingga jaringan yang lebih tipis ini akan cendrung berwarna gelap atau sering dikenal dengan istilah radioluscent.Namun sebelum menentukan ada atau tidaknya kelainan dari hasil foto rontgen, kita harus bisa menentukan depan atau belakang dari film, kemudian gambar tersebut merupakan elemen gigi apa saja, rahang atas atau bawah, terdapat pada regio berapa kemudian baru kita analisis dimana tempat terdapat kelainan dalam film hasil foto rontgen tersebut.

d. Bagaimana cara proteksi dari efek radiasi ? Proteksi Radiasi Bagi Penderita Pemeriksaan dengan sinarx hanya diberikan setelah memperhatikan kondisi pada pasien untuk menghindari paparan radiasi yang tidak perlu. Oleh karena itu diperlukan kriteria seleksi pemeriksaan radiografi yang dapat digunakan sebagai pedoman untuk menentukan perlu tidaknya dilakukan pemeriksaan radiografi, dengan terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan klinis yang lengkap yang meliputi data penderita, keluhan utama, riwayat medis, sosial dan riwayat kasus. Pemakaian peralatan sinar-x harus memperhatikan faktor-faktor penyinaran yaitu kilovotage (kVp), miliamper (mA), dan waktu . Faktor faktor penyinaran yang tepat dapat menghasilkan densitas dan kontras yang baik pada hasil radiografi. Pengaruh kilovoltase yang tinggi (90 kVp) atau rendah (70 kVp) dapat dibuat sesuai pemilihan kontras yang diinginkan. Miliamper maupun waktu mempengaruhi gambaran densitas dari radiografi. Apabila pengaturan kilovotage (kVp), miliamper (mA) yang terlalu tinggi dan waktu penyinaran yang lama maka film akan overe