LAPORAN SGD 1 LBM 2 BLOK 19 Retensi Dan Stabilisasi

  • View
    215

  • Download
    18

Embed Size (px)

DESCRIPTION

retensi dan stabilisasi

Text of LAPORAN SGD 1 LBM 2 BLOK 19 Retensi Dan Stabilisasi

LAPORAN SGD 1 BLOK 19 LBM 2REHABILITATIVERETENSI DAN STABILISASI GIGI TIRUAN LENGKAP

Disusun Oleh,1. Alifatul Rahmafitri(112100176)2. Annastacia Mea K(112100179)3. Annisa Ghina Imaniar(112110180)4. Claudia Nur Rizky Jayanti(112100186)5. Dadiet Frisca Avilianti(112100187)6. Gerald Dzulfiqar Adhitama(112110196)7. Hafid Nur Arzanudin(112110198)8. Handi Lukman (112110199)9. Irfan Cahya Permana(112110201)10. Istianah(112110202)11. Rizki Widya Paramartha(112110224)

Tutor :drg. Marsono

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGIUNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNGSEMARANG2014KATA PENGANTAR

BismillahirrahmanirrahimAlhamdulillahirabbilalamin, kami panjatkan puji syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan laporan SGD 1 BLOK 19 LBM 2 mengenai Retensi dan Stabilisasi Gigi Tiruan Lengkap. Laporan ini disusun untuk memenuhi tugas SGD yang telah dilaksanakan. Meskipun banyak rintangan dan hambatan yang kami alami dalam proses pengerjaan laporan, Alhamdulillah kami berhasil menyelesaikannya dengan baik.Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada tutor, drg. Marsono yang telah membantu kami dalam mengerjakan laporan ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang sudah bersusah payah membantu membuat laporan ini baik secara langsung maupun secara tidak langsung.Kami menyadari bahwa masih terdapat banyak kekurangan dalam penyusunan laporan ini. Oleh karena itu, kami akan menerima kritik dan saran dengan terbuka dari para pembaca. Tentunya ada hal-hal yang ingin kami berikan kepada para pembaca dari hasil laporan ini. Karena itu, kami berharap semoga laporan ini dapat menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi kita semua. Semoga laporan ini dapat membuat kita mencapai kehidupan yang lebih baik lagi. Amin. Jazakumullahi khoiro jaza

Semarang, 19 April 2014

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR2DAFTAR ISI3DAFTAR GAMBAR4SKENARIO5BAB I6PENDAHULUAN6Latar Belakang6Rumusan Masalah6Tujuan6BAB II8PEMBAHASAN8A.Retensi Gigi Tiruan Lengkap81.Definisi82.Macam retensi pada gigi tiruan83.Faktor-faktor yang mempengaruhi retensi GTL84.Faktor Penyulit Retensi Gigi Tiruan Lengkap10B.Stabilisasi Gigi Tiruan Lengkap111.Definisi112.Faktor yang Mempengaruhi Stabilisasi GTL113.Faktor penyulit retensi & stabilisasi11C.Bahan Pencetakan Gigi Tiruan121.Pemilihan bahan cetak122. Pemilihan sendok cetak13D.Tehnik Pencetakan Gigi Tiruan Lengkap13E. Penyusunan Gigi Tiruan Lengkap16F.Kesalahan yang sering terjadi24G.Hubungan Penyakit Diabetes Melitus dan Gigi Tiruan25H.Dampak Gigi Tiruan Longgar25I.Perbaikan Gigi Tiruan Lengkap25KONSEP MAPPING28BAB III29PENUTUP29Kesimpulan29DAFTAR PUSTAKA30

DAFTAR GAMBARGambar 1. Inklinasi Mesio Distal17Gambar 2. Overbite dan overjet gigi anterior20Gambar 3. Garis alanasi melalui poros kaninus21Gambar 4. Hubungan sudut mulut dengan tepi distal kaninus21Gambar 5. Wajah bentuk persegi/square22Gambar 6. Wajah bentuk lancip/tapering22Gambar 7. Wajah bentuk lonjong/ovoid22Gambar 8. Wajah bentuk cembung/convex dilihat dari samping23Gambar 9. Wajah bentuk lurus/straight dilihat dari samping23Gambar 10. Wajah bentuk cekung/concave dilihat dari samping23Gambar 11. Perbedaan bentuk gigi pria (A) dan wanita (B)24Gambar 12. Kontur labial gigi anterior dengan permukaan cembung (A) dan datar (B)24Gambar 13. Keausan gigi sesuai umur, makin tua makin nyata keausannya24

SKENARIO

Unit Belajar: 2Judul: Gigi tiruan nenek goyang dan tidak stabil

Seorang wanita usia 56 tahun datang ke RSIGM dengan keluhan gigi tiruan lengkapnya terasa longgar apabila dipakai untuk berbicara dan sulit menelan saat makan. Seringkali gigi tiruan tersebut lepas saat makan. Gigi tiruan tersebut sudah dipakai selama 2 tahun.Pemeriksaan intraoral menunjukkan ketinggian ridge rahang atas dan rahang bawah rendah, vestibulum dangkal, frenulum bukalis tertekan sayap gigi tiruan. Tidak ada torus palatine dan mandibula. Mukosa gingival regio kanan atas flabby.Pada pemeriksaan gigi tiruannya terlihat masih bagus, tidak ada bagian yang tajam, gigi artifisial lengkap dan masih utuh. Penyusunan gigi tiruan terlihat baik. Fitting surface gigi tiruan sudah tidak baik. Pasien mengaku memiliki riwayat penyakit DM tak terkontrol. Dokter gigi menyarankan untuk dilakukan perbaikan gigi tiruan agar stabil dan nyaman dipakai.

BAB IPENDAHULUANLatar BelakangKehilangan gigi merupakan salah satu masalah yang banyak di jumpai masyarakat, baik karena penyakit periodontal, maupun masalah-masalah yang lainnya. Kehilangan gigi menimbulkan banyak masalah, baik masalah estetik, fonetik, maupun mastikasi seseorang. Hal ini yang menyebabkan penggunaan gigitiruan merupakan hal yang sangat penting. Gigi tiruan yang longgar dapat disebabkan beberapa faktor. Hal ini perlu diketahui oleh dokter gigi karena berhubungan dengan penanganan yang dilakukan pada keluhan gigi tiruan longgar yang sering ditemukan. Dalam makalah ini, akan dibahas mengenai retensi dan stabilisasi Gigi Tiruan Penuh serta penanganannya. Dikarenakan pentingnya pengetahuan mahasiswa mengenai Gigi Tiruan Lengkap, untuk itu dibuatlah laporan berikut mengenai retensi dan stabilisasi Gigi Tiruan Lengkap. Yang bertujuan agar mahasiswa lebih mengerti serta memahami ilmu prostodonsia yang merupakan salah satu standar kompetensi dokter gigi. Diharapkan dengan laporan ini, bisa memberikan manfaat untuk kita bersama.Rumusan Masalah1. Apa penyebab gigi tiruan terasa longgar?2. Apa hubungan penyakit Diabetes Melitus dengan Gigi Tiruan Lengkap tidak stabil?3. Apa yang mempengaruhi retensi dan stabilisasi pada Gigi Tiruan Lengkap?4. Apa yang menyebabkan fitting surface yang sudah tidak baik?5. Apa permasalahan yang ditimbulkan dari mukosa flabby?6. Apa pengaruh dari ketinggian ridge rendah, vestibulum dangkal, frenulum menekan sayap gigi tiruan?7. Apa perawatan untuk kasus pada skenario?8. Apa pengaruh penyusunan gigi, relasi sentrik terhadap Gigi Tiruan Lengkap?9. Bagaimana tehnik mencetak gigi tiruan untuk GTL?Tujuan1. Mengetahui penyebab gigi tiruan terasa longgar.2. Mengetahui hubungan penyakit Diabetes Melitus dengan Gigi Tiruan Lengkap tidak stabil.3. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi retensi dan stabilisasi pada Gigi Tiruan Lengkap.4. Mengetahui penyebab fitting surface yang sudah tidak baik.5. Mengetahui permasalahan yang ditimbulkan dari mukosa flabby.6. Mengetahui pengaruh dari ketinggian ridge rendah, vestibulum dangkal, frenulum menekan sayap gigi tiruan.7. Mengetahui perawatan untuk kasus pada skenario.8. Mengetahui pengaruh penyusunan gigi dan relasi sentrik terhadap Gigi Tiruan Lengkap.9. Mengetahui tehnik dan bahan mencetak gigi tiruan untuk Gigi Tiruan Lengkap.

BAB IIPEMBAHASANA. Retensi Gigi Tiruan Lengkap1. DefinisiRetensi adalah daya tahan gigi tiruan terhadap gaya yang menyebabkan pergerakan kearah berlawanan dengan arah pemasangannya. Retensi merupakan kemampuan gigi tiruan untuk tahan terhadap gaya gravitasi, sifat adhesi makanan, dan gaya-gaya yang berhubungan dengan pembukaan rahang, sehingga akan menghasilkan gigi tiruan tetap pada posisinya di dalam rongga mulut.2. Macam retensi pada gigi tiruan :1. Gigi tiruan dukungan gigi (tooth borne partial denture atau tooth supported partial denture): gigi tiruan yang memperoleh retensi dari gigi-gigi didekatnya. Biasanya dijumpai pada gigi tiruan sebagian lepasan.2. Gigi tiruan dukungan jaringan (tissue borne partial denture atau tissue supported partial denture) : semua dukungan berasal dari jaringan di bawahnya . Biasanya terjadi pada gigi tiruan lengkap.3. Gigi tiruan dukungan kombinasi (tooth tissue borne partial denture) : retensi diperoleh dari kombinasi antara jaringan dibawahnya dan gigi didekatnya.3. Faktor-faktor yang mempengaruhi retensi GTL1. Faktor fisis:a. Peripherial seal, efektifitasperipherial sealsangat mempengaruhi efekretensi dari tekanan atmosfer. Posisi terbaikperipherial sealadalahdisekeliling tepi gigi tiruan yaitu pada permukaan bukal gigi tiruan atas,pada permukaan bukal dan lingual gigi tiruan bawah.b. Postdam, diletakkan tepat disebelah anterior garis getar dari palatum molle dekat fovea palatine.2. Adaptasi yang baik antara gigi tiruan dengan mukosa mulut. Ketepatan kontakantara basis gigi tiruan dengan mukosa mulut, tergantung dari efektivitas gaya-gaya fisik dari adhesi dan kohesi, yang bersama-sama dikenal sebagai adhesi selektif.3. Perluasan basis gigi tiruan yang menempel pada mukosa (fitting surface). Retensi gigi tiruan berbanding langsung dengan luas daerah yang ditutupi oleh basis gigi tiruan.4. Residual Ridge, karena disini tidak ada lagi gigi yang dapat dipakai sebagai pegangan terutama pada rahang atas.5. Faktor retentif Adhesif : daya tarik menarik satu sam lain antara molekul yang berbeda. Pada GTL terjadi pada saliva terhadap permukaan basis gigi tiruan dan mukosa. Kohesif : daya tarik fisik satu sama lain antara molekul yang sama. Hal ini terjadi pada selapis tipis Saliva diantara basis gigi tiruan dan mukosa. Tegangan permukaan interfasial : tahanan terhadap pemisahan yang dihasilkan oleh lapisan cairan diantara 2 permukaan yang beradaptasi dengan baik. Tekanan atmosfer : tekanan yang dihasilkan pada sisi gigi tiruan, dengan memanfaatkan tekanan atmosfer seara selektif. Perbedaan tekanan udara di bawah landasan dengan di luar landasan, di bawah landasan harus 0 (nol). Mechanical lock : adanya Ceruk atau underut pada jaringan pendukung merupakan salah satu pendukung retensi, misal : Myloioid ridge/ retromyloioid Otot- otot fasial mulut : Gigi tiruan dalam mulut mendapatkan retensi dari otot- otot bibri, lidah, dan pipi yang beradaptasi dengan baik dengan gigi tiruan. Kapilaritas (daya tarik kapiler) : gaya yang dihasilkan dari tekanan permukaan yang dapat menyebabkan naik turunnya permukaan airan saat berkontak dengan beda padat. Gesekan atau Friksi : Gesekan antara dua permukaan, misalnya antara landasan dengan mukosa, gigi sandaran dengan gigi buata