Click here to load reader

Laporan Lbm 1 Blok 5 Sgd 1

  • View
    51

  • Download
    6

Embed Size (px)

DESCRIPTION

semoga bermanfaat

Text of Laporan Lbm 1 Blok 5 Sgd 1

LAPORANSGD 1 BLOK 5 LBM 1KELENJAR PADA MANUSIA

Anggota Kelompok :1. Nur Habibah1121102172. Herdo Dimas Pratirto311012002953. Abdul Qadir Al-Nasidy311014003984. Dewi Sartika311014004185. Efty Aulia Andarini311014004216. Erwanta Putra Pratama311014004227. Fina Akmalia311014004248. Frida Elisa Azri311014004259. Muhammad Nur Kholis3110140044610. Nadhifa Nisa Satra3110140044811. Nisa Safitri 3110140044912. Noni Tuhlifi Miadani 31101400450

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGIUNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG (UNISSULA)SEMARANG201517

LEMBAR PERSETUJUAN

LAPORAN TUTORIALSGD 1 BLOK 5 LBM 1

KELENJAR PADA MANUSIA

Telah Disetujui oleh :

Semarang, Februari 2015Tutor

drg. Gustina Pasca, M.Kes.

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL iLEMBAR PERSETUJUAN iiDAFTAR ISI iiiBAB I : PENDAHULUANA. Latar Belakang 1B. Skenario 1C. Identifikasi Masalah 1BAB II : TINJAUAN PUSTAKAA. Landasan Teori 2B. Pembahasan 7C. Peta Konsep 15BAB III : PenutupA. Kesimpulan 16DAFTAR PUSTAKA 17

BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangSebuah organ yang tumbuh berarti organ itu akan menjadi besar, karena sel-sel dan jaringan diantara sel bertambah banyak. Selama pembiakan, sel berkembang menjadi sebuah alat (organ) dengan fungsi tertentu. Pada permulaannya, organ ini masih sederhana dan fungsinya belum sempurna. Lambat laun organ tersebut dengan fungsinya akan tumbuh dan berkembang menjadi organ yang matang, seperti yang diperlukan orang dewasa. Dengan demikian pertumbuhan, perkembangan dan kematangan tidak dapat dipisahkan satu dari yang lain. Untuk perkembangan yang normal diperlukan pertumbuhan yang selalu bersamaan dengan kematangan fungsi. Dalam hal ini sistem endokrin dan eksokrin berperan penting dalam pengaturan pertumbuhan dan perkembangan.B. Tubuh manusia memiliki sistem kelenjar yang mengatur dan mengendalikan aktivitas struktur tubuh, baik sel, jaringan, maupun organ. Ada 2 macam kelenjar dalam tubuh manusia, yaitu kelenjar endokrin dan kelenjar eksokrin. Kelenjar manusia mensekresikan zat hormon.Skenario

C. Identifikasi Masalah1. Mengetahui, memahami, menjelaskan kelenjar pada tubuh manusia2. Menjelaskan kelenjar endokrin dan eksokrin 3. Perbedaan kelenjar endokrin dan eksokrin4. Hormon dan penggolongannya5. Umpan balik negatif dan positif sistem endokrin

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

A. LANDASAN TEORIKegiatan tubuh kita diatur oleh sistem saraf dan sistem endokrin (hormon). Perbedaan pokok antara sistem saraf dengan sistem endokrin adalah bahwa sistem saraf dapat dengan cepat mempengaruhi alat tubuh untuk mengambil sikap terhadap adanya perubahan-perubahan keadaan lingkungan yang merangsang dan pengaturan oleh saraf dihubungkan oleh benang-benang saraf. Pada sistem endokrin (hormon) pengaturan sikap terhadap perubahan keadaan lingkungan jauh lebih lambat, tetapi teratur dan berurutan dalam jangka watu yang lama dan pengaturannya melalui pembuluh darah.Sistem endokrin adalah sistem kontrol kelenjar tanpa saluran (ductless) yang menghasilkan hormon yang tersirkulasi di tubuh melalui aliran darah untuk mempengaruhi organ-organ lain. Hormon bertindak sebagai "pembawa pesan" dan dibawa oleh aliran darah ke berbagai sel dalam tubuh, yang selanjutnya akan menerjemahkan "pesan" tersebut menjadi suatu tindakan. Sistem endokrin tidak memasukkan kelenjar eksokrin seperti kelenjar ludah, kelenjar keringat, dan kelenjar-kelenjar lain dalam saluran gastroinstestin.Fungsi sistem endokrin antara lain:1. Membedakan sistem saraf dan sistem reproduktif pada janin yang sedang berkembang2. Menstimulasi urutan perkembangan3. Mengkoordinasi sistem reproduktif4. Memelihara lingkungan internal optimalHormon berbeda dengan enzim dalam beberapa hal:1.Hormon dihasilkan dalam organ yang lain daripada organ dimana hormon akhirnya melakukan fungsinya.2. Hormon disekresi ke dalam darah sebelum dipergunakan. Jadi, kadarnya dalam sirkulasi dapat memberikan beberapa indikasi mengenai aktivitas kelenjar endokrin dan kontak dengan organ target. Karena kadar jumlah hormon yang diperlukan sangat kecil.3. Secara struktural, hormon tidak selalu merupakan protein.Terdapat tiga golongan umum hormon, yaitu:1. Protein dan polipeptidaMencakup hormon-hormon yang disekresikan oleh kelenjar hipofisis anterior dan posterior, pankreas, kelenjar paratiroid, dan banyak hormon lainnya.2. SteroidDisekresikan korteks adrenal, ovarium, testis, dan plasenta.3. Turunan asam amino tirosinDisekresikan oleh kelenjar tiroid dan medula adrenal.Hormon yang dihasilkan sistem endokrin bermacam-macam. Setiap hormon dihasilkan oleh kelenjar yang berbeda:1. Kelenjar hipofisis (Kelenjar Pituitari)Kelenjar hipofisis merupakan kelenjar kecil yang terletak di sela tursika, rongga tulang pada basis otak, dan dihubungkan dengan hipotalamus oleh tangkai pituitari. Secara fisiologis, kelenjar hipofisis dibagi menjadi dua bagian:Hipofisis anterior (adenohipofisis)Berasal dari kantong Rathke yang merupakan invaginasi epitel faring sewaktu pembentukan embrio. Hormon yang disekresi oleh hipofisis anterior adalah: Hormon pertumbuhan, selain dari efek umum dalam menyebabkan pertumbuhan, juga mempunyai berbagai efek metabolik yang spesifik, meliputi:a. Meningkatkan kecepatan sintesis protein di sebagian besar sel tubuhb.Meningkatkan mobilisasi asam lemak dari jaringan lemak, meningkatkan asam lemak bebas dalam darah, dan meningkatkan penggunaan asam lemak untuk energic. Menurunkan kecepatan pemakaian glukosa di seluruh tubuh.Adrenokortikotropik, mengatur sekresi beberapa hormon adrenokortikal, mempengaruhi metabolisme glukosa, protein, dan lemak Tirotropin (TSH/thyroid-stimulating hormone), mengatur kecepatan sekresi tiroksin dan triiodotironin oleh kelenjar tiroid serta mengatur kecepatan sebagian besar reaksi kimia dalam tubuh. Prolaktin, meningkatkan pertumbuhan kelenjar payudara dan produksi air susu Dua hormon gonadotropin, follicle-stimulating hormone dan luteinizing hormone, mengatur pertumbuhan ovarium dan testis serta aktivitas hormonal dan reproduksinyaHipofisis posterior (neurohipofisis)Terdiri dari sel-sel seperti glia yang disebut pituisit. Bagian ujung ini terletak pada permukaan kapiler, tempat granula sekretorik menyekresikan dua hormon hipofisis posterior, yaitu: Hormon antidiuretik (ADH) atau vasopresin. Pembebasan vasopresin ke dalam aliran darah mengakibatkan otot polos pada dinding arteri kecil dan arteriol berkontraksi. Kontraksi ini mengakibatkan lumen menyampit dan menaikkan tekanan darah. Namun,fungsi utama vasopresin adalah meningkatkan permeabilitas air pada tubuli kontortus distal dan duktus koligens ginjal. Oksitosin. Selama kelahiran, oksitosin dibebaskan dari neurohipofisis; hormon ini menginduksi kontraksi kuat otot polos uterus yang mengakibatkan kelahiran bayi. Saat menyusui, tindakan mengisap puting susu oleh bayi memicu refleks ejeksi susu pada kelenjar mammae laktans. Tindakan ini membebaskan oksitosin yang merangsang sel mioepitel yang mengelilingi alveoli dan duktus kelenjar mammae agar berkontraksi. Hal ini mengakibatkan pengeluaran susu ke dalam duktus ekskretorius kelenjar mammae dan puting susu.2. Kelenjar tiroidTerdiri atas dua lobus kanan dan kiri yang dihubungkan oleh isthmus yang sempit. Kelenjar ini merupakan urgan vascular yang dibungkus oleh selubung yang berasal dari lamina pretrachealis fasciae profundae. Selubung ini melekatkan glandula pada larynx dan trachea. Setiap lobus berbentuk seperti buah alpukat, dengan apexnya menghadap ke atas sampai linea oblique cartilago thyroideae; basisnya terletak di bawah setinggi cincin trachea keempat/kelima. Efek yang umum dari hormon tiroid adalah untuk mengaktifkan transkripsi inti sejumlah besar gen. Selain itu hormon tiroid meningkatkan aktivitas metabolisme hampir seluruh jaringan tubuh.Fungsi tiroid antara lain:1.) Maturasi sel2.) Mengganggu proses pertumbuhan myelin dan akson3.) Perkembangan otak4.) Mengatur kecepatan metabolik5.) Menambah sintesis RNA6.) Keseimbangan nitrogen negatif dan sintesis protein menurun7.) Menambah produksi panas dan menyimpan energi8.) Absorbsi intestinal terhadap glukosaHormon tiroid terdapat dalam 2 bentuk: Tiroksin (T4), merupakan bentuk yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid, hanya memiliki efek yang ringan terhadap kecepatan metabolisme tubuh. Tiroksin dirubah di dalam hati dan organ lainnya ke dalam bentuk aktif, yaitu tri-iodo-tironin (T3). Perubahan ini menghasilkan sekitar 80% bentuk hormon aktif, sedangkan 20% sisanya dihasilkan oleh kelenjar tiroid sendiri.Proses pembentukan T3 dan T4 yaitu sel folikel membentuk molekul glikoprotein yang mengalami penguraian menjadi monoiodotironin (MIT) dan diiodotironin (DIT). Kemudian bergabung menjadi triiodotironin, DIT membentuk tetra-iodotironin/tiroksin (T4).3. Kelenjar thymusKelenjar thymus terletak di dalam torax, kira-kira pada ketinggian bifurkais trakhea. Warnanya kemerah-merahan dan terdiri atas dua lobus. Pada bayi baru lahir sangat kecil dan beratnya kira-kira 10 gr atau lebih. Ukurannya bertambah dan pada masa remaja beratnya dari 30-40 gr dan kemudian mengerut lagi. Merupakan penimbun hormon somatotrop atau hormon pertumbuhan. Hormon ini berfungsi hanya pada waktu pertumbuhan, setelah dewasa tidak berfungsi lagi.4. Kelenjar anak gondok (paratiroid)Mengeluarkan hormon paratiroid (parathiroid hormone, PTH) yang bersama-sama dengan Vit D3 (1.25-dthydroxycholccalciferal), dan kalsitonin mengatur kadar kalsium dalam darah. Sintesis PTH dikendalikan oleh kadar kalsium plasma, yaitu dihambat sintesisnyabila kadar kalsium tinggi dan dirangsang bila kadar kalsium rendah. PTH akan merangsang reabsorbsi kalsium pada tubulus ginjal, meningkatkan absorbsi kalsium pada usus halus, sebaliknya menghambat reabsorbsi fosfat dan melepaskan kalsium dari tulang. Jadi PTH akan aktif bekerja pada tiga titik sasaran utama dalam mengendalikan homeostasis kalsium yaitu di ginjal, tulang dan usus. 5. Kelenjar anak ginjal (adrenal)Bagian kortek menghasilkan hormon kortison (kortison dan