Click here to load reader

Portofolio Ulkus Dm

  • View
    82

  • Download
    8

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Penjelesan lengkap dan terupdate tentang managemen ulkus dm

Text of Portofolio Ulkus Dm

PORTOFOLIO

Topik : Ulkus DM

Tanggal (kasus) : 14 Desember 2013Persenter : dr. Adhitya Yudha Maulana

Tanggal presentasi : 19 Februari 2014Pendamping : dr. Hj. Nur Hidayani

Tempat presentasi : RS. PKU Muhammadiyah Gombong

Obyektif presentasi :

Keilmuan Keterampilan Penyegaran Tinjauan pustaka

Diagnostik Manajemen Masalah Istimewa

Neonatus Bayi Anak Remaja Dewasa Lansia Bumil

Deskripsi : Wanita berusia 56 tahun mengeluh luka di tumit kanan yang tidak kunjung sembuh sejak 1 bulan SMRS. Keluhan tersebut dirasakan semakin memberat dan lukanya tambah luas. Pasien memiliki riwayat diabetes mellitus sejak 5 tahun yang lalu, namun tidak rutin berobat dan kontrol ke dokter.

Tujuan : Penatalaksanaan Medikamentosa dan Non medikamentosa

Bahan bahasan : Tinjauan pustaka Riset Kasus Audit

Cara membahas : Diskusi Presentasi dan diskusi E-mail Pos

Data pasien :Nama : Ny. SNo kode : 248553

Nama RS : RS. PKU Muhammadiyah GombongTelp : -Terdaftar sejak : -

Data utama untuk bahan diskusi:

1. Diagnosis/Gambaran Klinis : Pasien wanita berusia 56 tahun, ulkus DM regio pedis dextra dan Diabetes Mellitus tipe 2, keadaan umum tampak kesakitan, aktivitas sehari-hari terhambat karena kesakitan.

2. Riwayat Pengobatan : Pasien memiliki riwayat meminum obat diabetes sejak 5 tahun yang lalu namun tidak teratur kontrol ke dokter.

3. Riwayat kesehatan / penyakit : Pasien belum pernah mengalami gejala seperti ini sebelumnya.

4. Riwayat keluarga :Riwayat keluhan serupa dan diabetes disangkal.

5. Riwayat pekerjaan :Pasien merupakan seorang pembantu rumah tangga. Sejak 2 minggu ini tidak bekerja.

6. Lain-lain : Pasien tinggal bersama suami dan dua orang anak. Suami bekerja sebagai petani. Dua orang anak pasien sudah bekerja. Pasien menyatakan tidak pernah berolahraga. Sehari-hari pasien makan makanan berupa nasi, sayur, tempe, tahu, dan terkadang daging. Pasien mengatakan dulu sering mengonsumsi teh manis dan mulai berkurang sejak didiagnosa diabetes 5 tahun yang lalu.

Daftar Pustaka :1. Martini, H.F. 2009. The Cardiovascular System. Dalam : Fundamentals Of Anatomy and Physiology 6th Edition. Chapter 23. Benjamin Cummings Pearson Education.2. Nurdjanah S. Buku ajar ilmu penyakit dalam FK UI. 2006; ed IV.3. PERKENI. 2011. Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia.4. ADA. 2007. Clinical Practice Recommendations : Report of the Expert Commite on the Diagnosis and Classifications of Diabetes Mellitus Diabetes Care, USA. Hal : 4-24.5. Hadisaputro S, Setyawan H. 2007. Epidemiologi dan Faktor-Faktor Risiko Terjadinya Diabetes Mellitus tipe 2. Dalam : Darmono, dkk, editors. Naskah Lengkap Diabetes mellitus Ditinjau dari Berbagai Aspek Penyakit dalam dalam rangka Purna Tugas Prof Dr.dr.RJ Djokomoeljanto. Badan Penerbit Universitas Diponegoro Semarang. 133-154.6. Cahyono, JB. 2007. Manajemen Ulkus Diabetik. Dexa Media No 3 Volume 20. Hal 103-108.7. Cavanagh, PR., Lipsky, BA., Bradbury, AW., Botek, g. 2005. Treatment for diabetic foot ulcer. Thelancet jour. Volume 366. Hal 1725-35. 8. Gustaviani, R. 2006. Diagnosis dan Klasifikasi Diabetes Melitus. Dalam: Aru W, dkk, editors, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III Edisi IV. Jakarta: Penerbit FK UI. 1879-1881. 9. Riyanto B. 2007. Infeksi pada Kaki Diabetik. Dalam : Darmono, dkk, editors. Naskah Lengkap Diabetes Mellitus Ditinjau dari Berbagai Aspek Penyakit Badan Penerbit Universitas Diponegoro Semarang. p.15-30.10. Snell, Richard S. 2006. Anatomi Klinik untuk Mahasiswa Kedokteran. Jakarta: EGC.11. Tjokroprawiro A. Diabetes Mellitus Aspek Klinik dan Epidemiologi, Airlangga University Presss, Surabaya, 1998. 38. Manaf A. Insulin : Mekanisme Sekresi dan Aspek Metabolisme. Dalam : Aru W, dkk, editors, Ilmu Penyakit Dalam, Jilid III, Edisi keempat, Penerbit FK UI, Jakarta, 2006.12. Waspadji, S. 2006. Kaki Diabetik. Dalam: Aru W, dkk, editors, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III Edisi IV. Jakarta: Penerbit FK UI. 1933-36.13. WHO. 2000. Prevention of Diabetes Mellitus. Technical Report Series 844, Geneva.14. Wikonako, 2008. Teknik dressing pada ulkus diabetikum. Jakarta : EGC.

Hasil pembelajaran :1. Definisi ulkus diabetik.2. Klasifikasi ulkus diabetik.3. Dasar diagnosis ulkus diabetik.4. Patogenesis ulkus diabetik. 5. Tatalaksana terbaru ulkus diabetik.

Rangkuman Hasil Pembelajaran Portofolio :

1. Subyektif :Wanita berusia 56 tahun mengeluh luka di tumit kanan yang tidak kunjung sembuh sejak 1 bulan SMRS. Luka tersebut awalnya kecil dan pasien tidak merasa tertusuk atau terkena benda yang dapat menimbulkan luka di tumitnya. Luka tersebut dirasakan semakin memberat dan lukanya tambah luas. Selain itu, pasien merasa kakinya kering dan sering merasa kesemutan. Keluhan tersebut dirasakan sejak 3 bulan yang lalu.Pasien memiliki riwayat diabetes mellitus sejak 5 tahun yang lalu, namun tidak rutin berobat dan kontrol ke dokter. Pasien mengatakan tidak pernah menderita keluhan serupa berupa luka yang tidak kunjung sembuh sebelumnya. Pasien menyangkal adanya riwayat diabetes di keluarganya. Pasien juga menyangkal riwayat kecelakaan atau operasi di daerah tungkai bawah.

2. Obyektif :1. Keadaan umum: Tampak kesakitan2. Kesadaran: Composmentis

3. Tanda vital: Tekanan darah: 130/80 mmHgNadi: 104x/ menit (regular, isi dan tegangan cukup)Respirasi: 24x/ menitSuhu: 37,1C4. BB: 53 kg5. TB: 150 cm6. Status generalisa. Pemeriksaan kepalaBentuk: mesocephal, simetris, venektasi temporalis (+)Rambut: tidak mudah dicabut, distribusi merataMata: conjungtiva anemis (-/-), sclera ikterik (-/-), edema palpebra (-/-), reflex cahaya (+/+) normal, pupil bulat isokor,diameter 3 mmTHT: Tonsil T1 T1, lidah tampak kotor (-), tremor (-), discharge (-), napas cuping hidung (-/-)Mulut: Bibir sianosis (-), lidah sianosis (-)Leher: deviasi trakea (-), tidak teraba pembesaran tiroid, JVP 5+2 cmH2Ob. Pemeriksaan dadaParuInspeksi: Dinding dada tampak simetris, retraksi interkostalis (+)Palpasi : Vokal fremitus lobus superior kanan = kiriVokal fremitus lobus inferior kanan = kiriPerkusi: Perkusi orientasi seluruh lapang paru = sonor Batas paru-hepar SIC V LMCDAuskultasi: Suara dasar vesikuler +/+ Ronki basah halus -/- Ronki basah kasar -/- Wheezing -/-JantungInspeksi: Ictus cordis di SIC V LMCSPalpasi: Ictus cordis di SIC V LMCS, tidak kuat angkat.Perkusi : batas jantungkanan atas: SIC II LPSDkiri atas : SIC II LPSSkanan bawah: SIC V LPSDkiribawah: SIC V LMCSAuskultasi : Apeks: M1 > M2. Tidak ada gallop dan murmur.AbdomenInspeksi: datarAuskultasi: bising usus (+) NPalpasi: nyeri tekan (-) pada seluruh lapang paru, test undulasi (-), hepatojugular Refleks (-)Perkusi: timpani, pekak sisi (-), pekak alih (-)Hepar dan lien : tidak teraba besarRenal: nyeri ketok kostovertebrae -/-Ekstremitas :Ekstremitas superiorEkstremitas inferior

DextraSinistraDextraSinistra

Edema--++

Sianosis----

Ulkus diabetik--+-

Reflek fisiologis++++

Reflek patologis----

Status lokalis region plantar pedis dextra : Look : terdapat ulkus diabetik di region plantar pedis dextra, ukuran panjang 4cm lebar 3cm dalam 4mm, bersifat kering dan berbentuk punched out.Feel : luka teraba hangat dan kering, sensibilitas cenderung menurun, daerah sekitar luka teraba kasar dan berkalus.Move : luka teraba hangat dan kering, tidak terdapat pus, cenderung tidak nyeri.

3. Assesment (penalaran klinis) :Dasar Diagnosis Ulkus Diabetic Menurut Referensi Melakukan penilaian ulkus kaki merupakan hal yang sangat penting karena berkaitan dengan keputusan dalam terapi. Penilaian ulkus dimulai dengan anamnesis dan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Anamnesis aktivitas harian, sepatu yang digunakan, pembentukan kalus, deformitas kaki, keluhan neuropati, nyeri tungkai saat beraktivitas, durasi menderita DM, penyakit komorbid, kebiasaan (merokok, alkohol), obat-obat yang sedang dikonsumsi, riwayat menderita ulkus/amputasi sebelumnya (Waspadji, 2006). Pemeriksaan fisik diarahkan untuk mendapatkan deskripsi karakter ulkus, menentukan ada tidaknya infeksi, menentukan hal yang melatarbelakangi terjadinya ulkus (neuropati, obstruksi vaskuler perifer, trauma atau deformitas), klasifikasi ulkus dan melakukan pemeriksaan neuromuskular untuk menentukan ada/ tidaknya deformitas (Waspadji, 2006).Deskripsi UlkusDeskripsi ulkus DM paling tidak harus meliputi; ukuran, kedalaman, bau, bentuk dan lokasi. Penilaian ini digunakan untuk menilai kemajuan terapi. Pada ulkus yang dilator belakangi neuropati ulkus biasanya bersifat kering, fisura, kulit hangat, kalus, warna kulit normal dan lokasi biasanya di plantar, lesi sering berupa punch out. Sedangkan lesi akibat iskemia bersifat sianotik, gangren, kulit dingin dan lokasi tersering adalah di jari (Misnadiarly, 2006; Waspadji, 2006). Bentuk ulkus perlu digambarkan seperti; tepi, dasar, ada/tidak pus, eksudat, edema, kalus, kedalaman ulkus perlu dinilai dengan bantuan probe steril. Probe dapat membantu untuk menentukan adanya sinus, mengetahui ulkus melibatkan tendon, tulang atau sendi. Berdasarkan penelitian Reiber, lokasi ulkus tersering adalah dipermukaan jari dorsal dan plantar (52%), daerah plantar (metatarsal dan tumit: 37%) dan daerah dorsum (11%) (Misnadiarly, 2006; Waspadji, 2006).Ulkus Akibat NeuropatiApabila ulkus telah terjadi beberapa bulan dan bersifat asimptomatik maka perlu dicurigai bahwa ulkus dilator belakangi oleh faktor neuropati. Pada ulkus neuropati karakter ulkus berupa lesi punched out di area hiperkeratotik, lokasi kebanyakkan di plantar pedis, kulit kering, hangat dan warna kulit normal, adanya kalus (kapal). Sedangkan untuk menentukan faktor neuropati sebagai penyebab terjadinya ulkus dapat digunakan pemeriksaan refleks sendi kaki, pemeriksaan sensoris, pemeriksaan dengan garpu tala, atau dengan uji m