Click here to load reader

referat glaukoma

  • View
    77

  • Download
    25

Embed Size (px)

DESCRIPTION

read it

Text of referat glaukoma

REFERAT ILMU PENYAKIT MATA

GLAUKOMA AKUT

Disusun oleh:

Budiyanto (112009148)

Rizky Aprilia (112009177)

Henny Tannady Tan (112009049)

Rizal Rinaldy (112009059)

Dokter Pembimbing:

Dr. Harie B. Soedjono, Sp.M

Dr. Arief Priyadi, Sp.M

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA

KEPANITERAAN ILMU PENYAKIT MATA

RSUD. R. SYAMSUDIN, SH

KOTA SUKABUMI

8 NOVEMBER 2010 11 DESEMBER 2010KATA PENGANTAR

Puji syukur atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat-Nyalah maka referat ini dapat diselesaikan. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada dokter pembimbing dr. Harie B. Soedjono, Sp.M dan dr. Arief Priyadi, Sp.M, serta teman-teman sejawat kepaniteraan Ilmu Penyakit Mata dan teman-teman sejawat lain di Rumah Sakit Umum Daerah R. Syamsudin, S.H. yang telah membantu dalam penyelesaian referat ini.

Referat ini mengangkat tema tentang glaukoma akut. Penulis mengharapkan agar referat ini dapat membantu penatalaksanaan glaukoma secara holistik dengan menilai seluruh unsur di dalamnya.

Semoga referat ini dapat berguna bagi pembaca untuk menambah pengetahuan mengenai glaukoma. Penulis menyadari bahwa referat ini jauh dari kesempurnaan, sehingga penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk menyempurnakan referat ini.

Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih atas kesediaannya untuk membaca referat ini.

Sukabumi, November 2010

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR01DAFTAR ISI

02BAB 1. PENDAHULUAN03BAB 2. PEMBAHASAN04

2.1 Definisi Glaukoma04

2.2 Anatomi Mata04

2.3 Fisiologi Aqueous Humor12

2.4 Klasifikasi Glaukoma15

2.5 Patofisiologi Glaukoma Sudut Tertutup24

2.6 Gejala Klinis Glaukoma Sudut Tertutup25

2.7 Hubungan Glaukoma Sudut Tertutup dengan Glaukoma Akut27

2.8 Pemeriksaan Penunjang30

2.9 Diagnosis43

2.10 Diagnosis Banding44

2.11 Penatalaksanaan45

2.12 Prognosis57BAB 3. KESIMPULAN58DAFTAR PUSTAKA60BAB 1

PENDAHULUAN

Glaukoma berasal dari kata Yunani glaukos yang berarti hijau kebiruan, yang memberikan kesan warna tersebut pada pupil penderita glaukoma.1 Glaukoma adalah penyakit mata yang ditandai oleh meningkatnya tekanan intraokuler yang disertai oleh pencekungan diskus optikus dan pengecilan lapang pandang.1,2,3Di Amerika Serikat, kira-kira 2.2 juta orang pada usia 40 tahun dan yang lebih tua mengidap glaukoma, sebanyak 120,000 adalah buta disebabkan penyakit ini. Banyaknya Orang Amerika yang terserang glaukoma diperkirakan akan meningkatkan sekitar 3.3 juta pada tahun 2020. Tiap tahun, ada lebih dari 300,000 kasus glaukoma yang baru dan kira-kira 5400 orang-orang menderita kebutaan. Glaukoma akut (sudut tertutup) merupakan 10-15% kasus pada orang Kaukasia. Persentase ini lebih tinggi pada orang Asia, terutama pada orang Burma dan Vietnam di Asia Tenggara. Glaukoma pada orang kulit hitam, lima belas kali lebih menyebabkan kebutaan dibandingkan orang kulit putih.2,4

Berdasarkan etiologi, glaukoma dibagi menjadi 4 bagian; glaukoma primer, glaukoma kongenital, glaukoma sekunder dan glaukoma absolut sedangkan berdasarkan mekanisme peningkatan tekanan intraokuler glaukoma dibagi menjadi dua, yaitu glaukoma sudut terbuka dan glaukoma sudut tertutup.2,

Penatalaksanaan glaukoma berupa pengobatan medis, terapi bedah dan laser. ECP (Endoscopic Cyclo Photocoagulation) menggunakan laser untuk mengurangi produksi aqueous humor dan tekanan intraokuler merupakan salah satu penatalaksanaan glaukoma.2,5

Tujuan dari penulisan ini agar dapat bermanfaat untuk teman-teman dalam mengenali glaukoma sehingga lebih baik hasil yang dicapai dalam pengobatan.

BAB 2PEMBAHASAN

2.1 DEFINISI GLAUKOMAGlaukoma adalah kelainan di mana terjadinya peningkatan tekanan intraokuler dan menyebabkan kerusakan pada nervus optikus. Hal ini menyebabkan kebutaan dalam pengaruhnya pada mata.6 Glaukoma primer menyatakan glaukoma yang penyebabnya bukan dari kelainan okuler lain.

Glaukoma sekunder menyatakan glaukoma yang merupakan hasil kelainan okuler lain atau merupakan efek samping dari penggunaan obat-obatan atau terapi lain.2.2 ANATOMI MATA

2.2.1 Kelopak Mata

Kelopak mempunyai lapis kulit yang tipis pada bagian depan sedang di bagian belakang ditutupi selaput lendir tarsus yang disebut konjungtiva tarsal.1 Pada kelopak terdapat bagian-bagian :1

Kelenjar seperti: kelenjar sebasea, kelenjar Moll atau kelenjar keringat, kelenjar Zeis pada pangkal rambut, dan kelenjar Meibom pada tarsus.

Otot seperti: M. orbikularis okuli yang berjalan melingkar di dalam kelopak atas dan bawah, dan terletak di bawah kulit kelopak. Pada dekat tepi margo palpebra terdapat otot orbikularis okuli yang disebut sebagai M. Rioland. M. orbikularis berfungsi menutup bola mata yang dipersarafi N. facial M. levator palpebra, yang berorigo pada anulus foramen orbita dan berinsersi pada tarsus atas dengan sebagian menembus M. orbikularis okuli menuju kulit kelopak bagian tengah. Bagian kulit tempat insersi M. levator palpebra terlihat sebagai sulkus (lipatan) palpebra. Otot ini dipersarafi oleh n. III, yang berfungsi untuk mengangkat kelopak mata atau membuka mata.

Di dalam kelopak terdapat tarsus yang merupakan jaringan ikat dengan kelenjar di dalamnya atau kelenjar Meibom yang bermuara pada margo palpebra.

Septum orbita yang merupakan jaringan fibrosis berasal dari rima orbita merupakan pembatas isi orbita dengan kelopak depan.

Tarsus ditahan oleh septum orbita yang melekat pada rima orbita pada seluruh lingkaran pembukaan rongga orbita. Tarsus (terdiri atas jaringan ikat yang merupakan jaringan penyokong kelopak dengan kelenjar Meibom (40 bush di kelopak atas dan 20 pada kelopak bawah).

Pembuluh darah yang memperdarahinya adalah a. palpebra. Persarafan sensorik kelopak mata atas didapatkan dari ramus frontal N.V, sedang kelopak bawah oleh cabang ke II saraf ke V.

Konjungtiva tarsal yang terletak di belakang kelopak hanya dapat dilihat dengan melakukan eversi kelopak. Konjungtiva tarsal melalui forniks menutup bulbus okuli. Konjungtiva merupakan membran mukosa yang mempunyai sel Goblet yang menghasilkan musin.1

Gambar 1. Anatomi kelopak mata dan struktur orbital potongan sagital

2.2.2 Sistem Lakrimal

Sistem sekresi air mata atau lakrimal terletak di daerah temporal bola mata. Sistem ekskresi mulai pada pungtum lakrimal, kanalikuli lakrimal, sakus lakrimal, duktus nasolakrimal, meatus inferior.1,2Sistem lakrimal terdiri atas 2 bagian, yaitu :1,21. Sistem produksi atau glandula lakrimal. Glandula lakrimal terletak di temporo antero superior rongga orbita.

2. Sistem ekskresi, yang terdiri atas pungtum lakrimal, kanalikuli lakrimal, sakus lakrimal dan duktus nasolakrimal. Sakus lakrimal terletak dibagian depan rongga orbita. Air mata dari duktus lakrimal akan mengalir ke dalam rongga hidung di dalam meatus inferior.

2.2.3 Konjungtiva

Konjungtiva merupakan membran yang menutupi sklera dan kelopak bagian belakang.3

Konjungtiva terdiri atas tiga bagian, yaitu :11. Konjungtiva tarsal yang menutupi tarsus, konjungtiva tarsal sukar digerakkan dari tarsus.

2. Konjungtiva bulbi menutupi sklera dan mudah digerakkan dari sklera di bawahnya.

3. Konjungtiva fornises atau forniks konjungtiva yang merupakan tempat peralihan konjungtiva tarsal dengan konjungtiva bulbi.

Konjungtiva bulbi dan forniks berhubungan dengan sangat longgar dengan jaringan di bawahnya sehingga bola mata mudah bergerak.1

Gambar 2. Anatomi dari konjungtiva

2.2.4 Bola Mata

Bola mata terdiri atas :2 dinding bola mata

isi bola mata.

Dinding bola mata terdiri atas :2 sklera

kornea.

Isi bola mata terdiri atas uvea, retina, badan kaca dan lensa.2

Bola mata berbentuk bulat dengan panjang maksimal 24 mm. Bola mata di bagian depan (kornea) mempunyai kelengkungan yang lebih tajam sehingga terdapat bentuk dengan 2 kelengkungan yang berbeda. Bola mata dibungkus oleh 3 lapis jaringan, yaitu :1

1. Sklera merupakan jaringan ikat yang kenyal dan memberikan bentuk pada mata, merupakan bagian terluar yang melindungi bola mata. Bagian terdepan sklera disebut kornea yang bersifat transparan dan memudahkan sinar masuk ke dalam bola mata. Kelengkungan kornea lebih besar dibanding sklera.

2. Jaringan uvea merupakan jaringan vaskular. Jaringan sklera dan uvea dibatasi oleh ruang yang potensial mudah dimasuki darah bila terjadi perdarahan pada ruda paksa yang disebut perdarahan suprakoroid. Jaringan uvea ini terdiri atas iris, korpus siliaris, dan koroid. Pada iris didapatkan pupil yang oleh 3 susunan otot dapat mengatur jumlah sinar masuk ke dalam bola mata. Otot dilatator dipersarafi oleh parasimpatis, sedang sfingter iris dan otot siliaris di persarafi oleh parasimpatis. Otot siliaris yang terletak di korpus siliaris mengatur bentuk lensa untuk kebutuhan akomodasi. Korpus siliaris yang terletak di belakang iris menghasilkan cairan bilik mata (aqueous humor), yang dikeluarkan melalui trabekulum yang terletak pada pangkal iris di batas kornea dan sklera.

3. Lapis ketiga bola mata adalah retina yang terletak paling dalam dan mempunyai susunan lapis sebanyak 10 lapis yang merupakan lapis membran neurosensoris yang akan merubah sinar menjadi rangsangan pada saraf optik dan diteruskan ke otak. Terdapat rongga yang potensial antara retina dan koroid sehingga retina dapat terlepas dari koroid yang disebut ablasi retina.

2.2.5 Sklera

Merupakan bagian putih bola mata yang bersama-sama dengan kornea, merupakan pembungkus dan pelindung isi bola mata. Sklera berjalan dari papil saraf optik sampai kornea.1 Sklera sebagai dinding bola