Referat Glaukoma Neovaskular

  • View
    305

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

referat glaukoma neovaskular kepaniteraan klinik Ilmu Penyakit Mata RSUD Kota Semarang Fk Trisakti

Text of Referat Glaukoma Neovaskular

Glaukoma Neovaskuler I.G.N Probo S.P 030.08.194

BAB I

PENDAHULUAN

Glaukoma berasal dari kata Yunani glaukos yang berarti hijau kebiruan, yang memberikan kesan warna tersebut pada pupil penderita glaukoma. Glaukoma adalah penyakit mata yang ditandai dengan kerusakan saraf optik, biasanya dikarenakan tekanan intraocular (intraocular pressure, IOP) yang terlalu tinggi (1).Di Amerika Serikat, kira-kira 2.2 juta orang pada usia 40 tahun dan yang lebih tua mengidap glaukoma, sebanyak 120,000 adalah buta disebabkan penyakit ini. Banyaknya Orang Amerika yang terserang glaukoma diperkirakan akan meningkatkan sekitar 3.3 juta pada tahun 2020. Tiap tahun, ada lebih dari 300,000 kasus glaukoma yang baru dan kira-kira 5400 orang-orang menderita kebutaan. Glaukoma akut (sudut tertutup) merupakan 10-15% kasus pada orang Kaukasia. Persentase ini lebih tinggi pada orang Asia, terutama pada orang Burma dan Vietnam di Asia Tenggara.. Glaukoma pada orang kulit hitam, lima belas kali lebih menyebabkan kebutaan dibandingkan orang kulit putih.Berdasarkan etiologi, glaukoma dibagi menjadi 4 bagian ; glaukoma primer, glaukoma kongenital, glaukoma sekunder dan glaukoma absolut sedangkan berdasarkan mekanisme peningkatan tekanan intraokular glaukoma dibagi menjadi dua, yaitu glaukoma sudut terbuka dan glaukoma sudut tertutup.Pasien sering kali tidak merasakan gejala yang nyata. Gejala hanya akan terasa pada saat sudah terjadi gangguan lapang pandang. Oleh karena itu, glaukoma sering kali didapati pada saat pasien sudah menderita kerusakan saraf optik yang tidak dapat diterapi, namun hanya dapat dikendalikan progresivitasnya.

Pemahaman yang memadai diperlukan untuk dapat memberikan terapi yang sesuai pada pasien dengan glaukoma, terutama penatalaksanaan medikamentosa yang harus dilakukan dalam jangka waktu lama. Dan terlebih dari menangani, pemahaman akan penyakit glaukoma ini diharapkan agar kita dapat mengidentifikasi mereka dengan risiko tinggi glaukoma, sehingga dapat dilakukan deteksi dini terjadinya kecenderungan yang mengarah kepada neuropati saraf optik glaukomatus.Penatalaksanaan glaukoma berupa pengobatan medis, terapi bedah dan laser. ECP (endoscopic cyclophotocoagulation) menggunakan laser untuk mengurangi produksi aquoeus humor dan tekanan intraocular merupakan salah satu penatalaksanaan glaukoma.

Tujuan dari penulisan ini agar dapat bermanfaat untuk teman-teman dalam mengenali glaukoma sehingga lebih baik hasil yang dicapai dalam pengobatan.

BAB II

ANATOMI DAN FISIOLOGI2.1 SUDUT BILIK MATA DEPAN

Sudut bilik mata dibentuk oleh tautan antara kornea dan iris perifer, yang diantaranya terdapat jalinan anyaman trabecular. Jalinan trabecular terdiri dari 3 bagian, yaitu:a. Jalinan uveal

b. Jalinan korneaskleral

c. Jalinan endothelialSudut bilik mata yang dibentuk oleh jaringan korneo-sklera dengan pangkal iris, terjadi pengaliran keluar cairan bilik mata. Bila terdapat hambatan pengaliran keluar cairan mata akan terjadi penimbunan cairan bilik mata di dalam bola mata sehingga tekanan bola mata meninggi. Berdekatan dengan sudut ini didapatkan jaringan trabekulum, kanal Schelmm, baji sklera, garis Schwalbe dan jonjot iris.

Sudut filtrasi berbatas dengan akar berhubungan dengan sklera kornea dan disini ditemukan sklera spur yang membuat cincin melingkar 360 derajat dan merupakan batasbelakang sudut filtrasi Berta tempat insersi otot siliar longitudinal. Anyaman trabekulamengisi kelengkungan sudut filtrasi yang mempunyai dua komponen yaitu badan siliar danuvea.

Pada sudut fitrasi terdapat garis Schwalbe yang merupakan akhir perifer endotel danmembran descement, dan kanal Schlemm yang menampung cairan mata keluar kesalurannya.Sudut bilik mata depan yang sempit terdapat pada mata berbakat glaukoma sudut tertutup,hipermetropia, blokade pupil, katarak intumesen, dan sinekia posterior perifer.2.2 FISIOLOGI Aquoeus humor adalah suatu cairan jernih yang mengisi kamera anterior dan posterior mata. Volumenya adalah sekitar 250 ul dengan komposisi serupa dengan plasma kecuali bahwa cairan ini memiliki konsentrasi askorbat, piruvat dan laktat yang tinggi, juga protein dan urea yang lebih rendah. Kecepatan pembentukannya yang bervariasi diurnal adalah 1,5-2 uL/men. Aquoeus humor diproduksi oleh korpus siliare. Setelah memasuki kamera posterior, aquoeus humor mengalir melalui pupil ke kamera anterior lalu ke jalinan trabekular di sudut kamera anterior.Aqueous humor memiliki beberapa fungsi, diantaranya :

1. Membawa zat makanan dan oksigen2. Mengangkut zat buangan hasil metabolism pada organ di dalam mata yang tidak berpembuluh darah3. Mempertahankan bentuk bola mata4. Menimbulkan tekanan intraokulerKontraksi otot siliaris melalui insersinya ke dalam jalinan trabekula memperbesar ukuran pori-pori di jalinan tersebut sehingga kecepatan drainase aquoeus humor juga meningkat.

Aliran aquoeus humor ke dalam kanalis Schlemm bergantung pada pembentukan saluran-saluran transelular siklik di lapisan endotel. Saluran eferen dari kanalis Schlemm menyalurkan cairan ke dalam sistem vena. Sejumlah kecil aquoeus humor keluar dari mata antara berkas otot siliaris dan lewat sela-sela sklera (aliran uveoskleral).

BAB IIIGLAUKOMA

3.1 DEFINISIKamus Kedokteran Gale mendefinisikan glaukoma sebagai sekelompok penyakit mata yang ditandai dengan kerusakan saraf optik, biasanya dikarenakan tekanan intraocular (intraocular pressure, IOP) yang terlalu tinggi. Peningkatan tekanan dalam mata ini jika tidak diterapi dapat menyebabkan kerusakan saraf optik yang menyebabkan kehilangan penglihatan yang progresif dan permanen, dimulai dengan titik buta yang tidak disadari pada ujung-ujung lapang pandang, berkembang menjadi tunnel vision, dan kemudian menjadi kebutaan. (1)

Mosby memberikan definisi glaukoma sebagai suatu kondisi abnormal peningkatan tekanan pada satu mata yang terjadi ketika produksi aqueous humor (AH) melebihi aliran keluarnya, menyebabkan kerusakan terhadap saraf optik. (2)Vaughan dan Asbury mendefinisikan glaukoma sebagai suatu neuropati optik kronik yang didapat yang ditandai dengan cupping pada optik disk dan kehilangan lapang pandang, biasanya berhubungan dengan peingkatan IOP / TIO. (3)3.2 Di seluruh dunia, glaukoma dianggap sebagai penyebab kebutaan yang tinggi. Sekitar 2% dari penduduk berusia lebih dari 40 tahun menderita glaukoma. Pria lebih banyak diserang daripada wanita. Menurut data World Health Organization (WHO) tahun 2004, glaukoma adalah penyebab kebutaan secara global nomor dua setelah katarak. Tanpa menyebutkan jumlah penderita glukoma, publikasi tersebut menerangkan temuannya bahwa orang keturunan Asia lebih cenderung menderita glaukoma sudut tertutup, sementara orang keturunan Afrika atau Eropa lebih cenderung mengalami glaukoma primer sudut tertutup (primary open-angle glaucoma, POAG) (4)Cook dan Foster (2012) menyatakan bahwa diperkirakan saat ini enam puluh juta orang di seluruh dunia memiliki neuropati optik glaukomatus, dan 8,4 juta yang menjadi buta akibat glaukoma. Sumber yang sama juga memperkirakan bahwa angka ini akan meningkat menjadi delapan puluh juta dan 11,2 juta pada tahun 2020, dan tetap menjadi penyebab kedua yang terutama yang menyebabkan kebutaan secara global. (5)3.3 ETIOLOGI

Glaukoma terjadi apabila terdapat ketidakseimbangan antara pembentukan dan pengaliran humor akueus. Bisa disebabkan oleh bertambahnya produksi dari badan siliar maupun berkurangnya pengeluaran cairan. Kesemuanya ini dibedakan ada atau tidaknya penyakit mata yang mendasari dan onsetnya.3.4 KLASIFIKASI

1.Glaukoma Primer

a. Glaukoma sudut terbuka

Glaukoma primer sudut terbuka adalah bentuk glaukoma yang tersering dijumpai. Sekitar 0,4-0,7 % orang berusia lebih dari 40 tahun dan 2-3% orang berusia lebih dari 70 tahun diperkirakan mengidap glaukoma primer sudut terbuka. Diduga glaukoma primer sudut terbuka diturunkan secara dominan atau resesif pada 50% penderita, secara genetik penderitanya adalah homozigot. Terdapat faktor resiko pada seseorang untuk mendapatkan glaukoma seperti diabetes melitus, hipertensi, kulit berwarna dan miopia.6,7,8,9Gambaran patologik utama pada glaukoma primer sudut terbuka adalah proses degeneratif di jalinan trabekular, termasuk pengendapan bahan ekstrasel di dalam jalinan dan di bawah lapisan endotel kanalis Schlemm. Akibatnya adalah penurunan aquoeus humor yang menyebabkan peningkatan tekanan intraokuler.7Mulai timbulnya gejala glaukoma primer sudut terbuka agak lambat yang kadang-kadang tidak disadari oleh penderita sampai akhirnya berlanjut dengan kebutaan. 6,8

Pada glaukoma primer sudut terbuka tekanan bola mata sehari-hari tinggi atau lebih dari 20 mmHg. Mata tidak merah atau tidak terdapat keluhan, yang mengakibatkan terdapat gangguan susunan anatomis dan fungsi tanpa disadari oleh penderita. Gangguan saraf optik akan terlihat gangguan fungsinya berupa penciutan lapang pandang.6Pada waktu pengukuran bila didapatkan tekanan bola mata normal sedang terlihat gejala gangguan fungsi saraf optik seperti glaukoma mungkin akibat adanya variasi diurnal. Dalam keadaan ini maka dilakukan uji provokasi minum air, pilokarpin, uji variasi diurnal, dan provokasi steroid.6,7.

b.Glaukoma sudut tertutup

Glaukoma sudut tertutup dibagi menjadi 4, yaitu ; glaukoma sudut tertutup akut primer, glaukoma sudut tertutup subakut, glaukoma sudut tertutup kronik dan iris plateau. Hanya glaukoma sudut tertutup akut primer yang akan dibahas karena merupakan suatu kedaruratan oftalmologik.2,3.

Glaukoma sudut tertutup akut primer terjadi apabila terbentuk iris bomb yang menyebabkan sumbatan sudut kamera anterior oleh iris perifer. Hal ini menyumbat aliran aquoeus humor dan tekanan intraokular meningkat dengan cepat, menimbulkan nyeri hebat, kemerahan dan kekaburan penglihatan.

Pada glaukoma sudut tertutup , pupil berdilatasi sedang,