Click here to load reader

Referat glaukoma dan trabekulektomi

  • View
    721

  • Download
    36

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Glaukoma adalah suatu penyakit dimana tekanan di dalam bola mata meningkat, sehingga terjadi kerusakan papil saraf optikus dan menyebabkan penurunan fungsi penglihatan.

Text of Referat glaukoma dan trabekulektomi

REFERAT

GLAUKOMA DAN TRABEKULEKTOMI

Pembimbing : dr. Sri Harto, SpM

Penyusun : Wiryani Elvira Ambat 030.07.274

Kepaniteraan Klinik Ilmu Penyakit Mata RSAU dr.Esnawan Antariksa Periode 8 Oktober 9 November 2012 Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmatNya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas referat dengan judul GLAUKOMA DAN TRABEKULEKTOMI dengan baik. Tugas ini merupakan salah satu syarat dalam mengikuti Kepaniteraan Klinik Ilmu Penyakit Mata Periode 8 Oktober 9 November 2012. Dalam kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada dr. Sri Harto, SpM atas bimbingannya selama menyelesaikan tugas ini. Penulis juga ingin mengucapkan terima kasih kepada teman dalam siklus ini yang telah membantu dalam pembuatan referat ini serta semua pihak yang tidak bisa saya sebutkan satu-persatu. Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu masukan dalam bentuk saran maupun kritik akan saya terima guna memperbaiki makalah ini. Saya berharap isi dari makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Jakarta, Oktober 2012

Wiryani Elvira Ambat

BAB I PENDAHULUAN

Glaukoma adalah suatu penyakit dimana tekanan di dalam bola mata meningkat, sehingga terjadi kerusakan papil saraf optikus dan menyebabkan penurunan fungsi penglihatan. Tekanan bola mata normal rata-rata sekitar 15 mmHg, dengan batas antara 1220 mmHg. Tekanan bola mata yang tinggi akan mengakibatkan gangguan pembuluh darah retina yang disusul oleh kematian saraf mata. Glaucoma merupakan salah satu penyakit penyebab utama kebutaan yang dapat dicegah. Di amerika, hampir 80.000 penduduknya buta akibat glaucoma. Kebutaan sering dapat dicegah bila glaucoma dapat terdeteksi dan mendapatkan pengobatan dini. Kelainan mata pada glaucoma ditandai dengan meningkatnya tekanan bola mata, atrofi papil saraf optic dan menciut nya lapangan pandang. Mekanisme peningkatan tekanan intraocular pada glaucoma adalah gangguan pengeluaran humor akueus akibat kelainan system drainase sudut kamera anterior (glaucoma sudut terbuka) atau gangguan akses humor akueus ke dalam system drainase (glaucoma sudut tetutup). Pada glaucoma akan terdapat melemah nya fungsi mata dengan terjadinya cacat lapangan pandang dan kerusakan anatomi, berupa ekskavasasi serta degenerasi papil saraf optic, yang dapat berakhir dengan kebutaan. Penatalaksanan glaucoma sebaiknya dilakukan oleh ahli oftalmologi dan kerjasama dari berbagai ahli kesehatan. Pemeriksaan oftalmoskopi dan tonometri merupakan bagian dari pemeriksaan rutin pada pasien yang kooperatif dan berusia lebih dari 30 tahun. Hal ini penting pada pasien yang mempunyai riwayat glaucoma pada keluarganya.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA2.1 DEFINISI

Glaucoma berasal dari bahasa Yunani glaukos yang berarti hijau kebiruan, yang memberikan kesan warna tersebut pada pupil penderita glaucoma. Glaucoma merupakan salah satu gaup dari penyakit saraf optic yang melibatkan sel ganglion retina dengan karakterikstik berupa optic neuropathy. Terjadi peningkatan tekanan bola mata, sehingga terjadi kerusakan papil saraf optikus dan menyebabkan penurunan fungsi penglihatan.

Klasifikasi glaukoma adalah sebagai berikut : 1. Glaukoma Primer Pada glaukoma primer, penyebab timbulnya glaukoma tidak diketahui.

Glaukoma primer dibagi atas 2 bentuk yaitu glaukoma sudut tertutup atau glaukoma sudut sempit dan glaukoma sudut terbuka, yang disebut juga sebagai glaukoma simpleks atau glaukoma kronik. 1.1. Glaukoma Sudut Tertutup 1.1.1. Sudut Tertutup Akut Terjadi pada pasien dengan sudut bilik mata sempit. Pada glaukoma sudut tertutup terjadi penutupan pengaliran keluar cairan mata secara mendadak. Tekanan yang mendadak ini akan memberikan rasa sakit yang sangat di mata dan di kepala serta perasaan mual dan muntah. Keadaan mata menunjukkan tanda-tanda peradangan seperti kelopak mata bengkak, mata merah, tekanan bola mata sangat tinggi yang mengakibatkan pupil lebar, kornea suram dan edem, iris sembab meradang, penglihatan kabur disertai dengan adanya halo (pelangi disekitar lampu).Serangan glaukoma mudah terjadi pada keadaan ruang yang gelap seperti bioskop yang memungkinkan pupil melebar, dan akibat mengkonsumsi beberapa obat tertentu seperti antidepresan, influenza, antihistamin, antimuntah serta obat yang melebarkan pupil. Keluhan ini hilang bila

pasien masuk ruang terang atau tidur karena terjadi miosis yang mengakibatkan sudut bilik mata terbuka. Hanya pembedahan yang dapat mengobati glaukoma sudut tertutup akut.Tindakan pembedahan harus dilakukan pada mata dengan glaukoma sudut tertutup akut karena serangan dapat berulang kembali pada suatu saat. 1.1.2. Sudut Tertutup Kronik Pada glaukoma tertutup kronis, iris berangsur-angsur menutupi jalan keluar cairan mata tanpa gejala yang nyata. Pada keadaan ini perlahan-lahan terbentuk jaringan parut antara iris dan jalur keluar cairan mata. Tekanan bola mata akan naik bila terjadi gangguan jumlah cairan keluar akibat bertambahnya jaringan parut. 1.1.3. Sudut Tertutup dengan Hambatan Pupil Sudut tetutup dengan hambatan pupil adalah glaukoma dimana ditemukan keadaan sudut bilik mata depan yang tertutup disertai dengan hambatan pupil. Bila usia bertambah tua maka lensa akan bertambah cembung sehingga bilik mata depan akan bertambah dangkal. Posisi lensa yang kedepan akan mendorong iris ke depan, oleh karena itu diperlukan tekanan yang lebih tinggi untuk mendorong cairan mata (akuos humor) keluar melalui celah iris. 1.1.4. Sudut Tertutup tanpa Hambatan Pupil Glaukoma sudut tertutup tanpa hambatan pupil adalah glaukoma primer yang ditandai dengan sudut bilik mata depan yang tertutup, tanpa disertai dengan hambatan pupil. Pada umumnya sudut bilik mata depan sudah sempit sejak semula (bersifat herediter), sehingga menyebabkan gangguan penglihatan cairan bilik mata depan ke jaring trabekulum. Hambatan aliran cairan mata (akuos humor) dapat terjadi karena penutupan sudut bilik mata yang dapat terjadi sedikit demi sedikit sampai tertutup sama sekali atau mendadak tertutup sama sekali. Masing-masing keadaan memberikan gambaran klinik yang berbeda-beda antara lain :

a. Penutupan Sudut Mendadak (Acute Angle Closer) Penutupan sudut terjadi secara mendadak atau tiba-tiba sehingga aliran cairan mata (akuos humor) dari bilik mata depan menjadi terhalang sama sekali. Faktor pencetus dapat berupa keadaan emosi yang terlalu gembira, sesudah menonton film di bioskop,berada dalam ruangan yang gelap atau minum terlalu banyak.

b. Penutupan Sudut Intermedit (Intermettent Angle Closer) Pada umumnya sudut bilik depan sudah sempit sejak semula dan dapat menyebabkan gangguan aliran cairan mata (akuos humor) menuju ke jaring trabekulum. Perjalanan penyakit biasanya berupa serangan-serangan yang singkat dan hilang timbul. Sesudah setiap kali serangan sudut bilik mata depan terbuka kembali, akan tetapi keadaan sudut bilik mata depan tidak terbuka

kembali seperti semula (menjadi lebih sempit). c. Penutupan Sudut Menahun (Chronic Angle Closure) Dapat terjadi karena penutupan sudut yang perlahan-lahan atau merupakan

kelanjutan serangan intermitet yang sudah menimbulkan dengan kornea pada sudut bilik mata) yang luas. Dapat juga terjadi karena serangan mendadak yang tidak diatasi dengan baik.

1.2. Glaukoma Sudut Terbuka 1.2.1. Glaukoma Sudut Terbuka Kronik (Simpleks) Glaukoma sudut terbuka kronik (simpleks) adalah glaukoma yang penyebabnya tidak ditemukan dan disertai dengan sudut bilik mata depan yang terbuka. Pada umumnya glakoma sudut terbuka kronik (simpleks) ditemukan pada usia lebih dari 40 tahun, walaupun penyakit ini kadang kadang ditemukan pada usia yang lebih muda. Diduga glaukoma diturunkan secara dominan atau resesif pada kira-kira 50% penderita. Secara genetik penderitanya adalah homozigot. Pada penderita glaukoma sudut terbuka kronik (simpleks) 99% hambatan terdapat pada jaring trabekulum dan kanal Schlemm. Mata tidak merah dan sering penderita tidak memberikan keluhan sehingga terdapat gangguan susunan anatomik tanpa disadari penderita. Gangguan akibat tingginya tekanan bola mata terjadi pada kedua mata, sehingga ditemukan gejala klinik akibat tekanan yang tinggi. Pada glaukoma simpleks terdapat perjalanan penyakit yang lama, akan tetapi berjalan progresif sampai berakhir dengan kebutaan. 1.2.2. Glaukoma Steroid Pemakaian kortikosteroid topikal ataupun sistemik dapat mencetuskan

glaukoma sudut terbuka kronik (simpleks). Pada pasien glaukoma steroid akan terjadi

peninggian tekanan bola mata dengan keadaan mata yang terlihat dari luar putih atau normal. Pasien akan memperlihatkan kelainan funduskopi berupa ekskavasi papil glaukomatosa dan kelainan pada lapang pandangan. Bila steroid diberhentikan maka pengobatan glaukoma steroid masih diperlukan sama seperti pengobatan

padaglaukoma lainnya. 1.2.3. Glaukoma Tekanan Rendah (Normal) Glaukoma bertekanan rendah (normal) adalah suatu keadaan dimana ditemukan penggaungan papil saraf optik dan kelainan lapang pandangan yang khas glaukoma tetapi disertai dengan tekanan bola mata yang tidak tinggi (normal). Penyebab dari tipe glaukoma bertekanan rendah (normal), berhubungan dengan kekurangan sirkulasi darah di daerah saraf optik mata, yang dapat mengakibatkan kematian dari sel-sel saraf optik yang bertugas membawa impuls/rangsang dari retina menuju ke otak. 1.2.4. Glaukoma Miopi (Pigmen) Glaukoma miopi dan pigmen adalah glaukoma primer sudut terbuka dimana pada pemeriksaan gonioskopi ditemukan pigmentasi yang nyata dan padat pada jaring trabekulum. Pada stadium permulaan ditemukan tekanan intraokuler (TIO) atau

tekanan di dalam bola mata, yang tinggi dan adanya halo (pelangi disekitar lampu) karena adanya edema pada kornea. Sesudah stadium permulaan dapat diatasi biasanya tekanan intraokuler (TIO) atau tekanan d