Referat Wieke (Glaukoma Fakolitik)

  • View
    62

  • Download
    22

Embed Size (px)

DESCRIPTION

yes

Text of Referat Wieke (Glaukoma Fakolitik)

KEPANITERAAN KLINIK SENIOR

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Glaukoma merupakan penyebab kebutaan kedua di Indonesia dan di dunia setelah katarak. Diperkirakan pada tahun 2020 sebanyak 79,6 juta orang akan menderita glaukoma. Glaukoma disebabkan oleh gangguan pada lensa, disebut dengan glaukoma akibat kelainan lensa atau lens-induced glaucoma. Glaukoma akibat kelainan lensa merupakan penyebab terbesar dari glaukoma sekunder dengan persentase 25% dari total kasus yang ada.1,2 Glaukoma fakolitik adalah keadaan akut dari glaukoma sekunder sudut terbuka akibat kelainan lensa yaitu kebocoran dari katarak matur atau hipermatur (jarang imatur). Glaukoma fakolitik pertama kali dikenali oleh Flocks et al pada tahun 1955. Frekuensi terjadinya glaukoma fakolitik jarang ditemukan di negara-negara maju, hal ini karena banyaknya pusat pelayanan kesehatan mata dan adanya kesadaran dari penderita terhadap penyakit ini. Glaukoma fakolitik lebih sering terjadi di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, di mana penanganan katarak sering terlambat sampai pada stadium hipermatur yang belum ditangani.1,3-5 Pada sebuah studi di India dilaporkan 115 kasus glaukoma fakolitik dari 27,073 penderita dengan katarak.1,3-5 Oleh karena begitu buruknya dampak yang diakibatkan glaukoma makanya dibutuhkan suatu diagnosis dan pengobatan secara cepat dan tepat sehingga progresivitas lanjut penyebab kebutaan dapat dicegah secara dini.21.2. Tujuan

Tujuan dari penulisan referat ini, yaitu untuk mengetahui diagnosis serta penatalaksanaan kasus galukoma fakolitik pada praktik klinis secara tepat.BAB 2TINJAUAN PUSTAKA2.1. Anatomi dan fisiologi2.1.1. Lensa Lensa adalah suatu struktur bikonveks, avaskular, tak berwarna, dan hampir transparan sempurna. Tebalnya sekitar 4 mm dan diameternya 9 mm. Lensa tergantung pada zonula di belakang iris; zonula menghubungkannya dengan korpus siliaris. Di sebelah anterior lensa terdapat aqueous humor; di sebelah posteriornya, vitreus. Kapsul lensa adalah suatu membran semipermeabel (sedikit lebih permeabel daripada dinding kapiler) yang memperbolehkan air dan elektrolit masuk.6

Gambar 1. Anatomi lensa7 Di sebelah depan terdapat selapis epitel subkapsular. Nukleus lensa lebih keras daripada korteksnya. Seiring dengan bertambahnya usia, serat-serat lamelar subepitel terus diproduksi sehingga lensa perlahan-lahan menjadi lebih besar dan kurang elastik. Nukleus dan korteks terbentuk dari lamellae konsentris yang panjang. Garis-garis persambungan (suture line) yang terbentuk dari persambungan tepi-tepi serat lamelar tampak seperti huruf Y dengan slit lamp. Huruf Y ini tampak tegak di anterior dan terbalik di posterior.6Masing-masing serat lamellar mengandung sebuah inti gepeng. Pada pemeriksaan mikroskop, inti ini jelas di bagian perifer lensa di dekat ekuator dan berbatasan dengan lapisan epitel subkapsular.6Lensa ditahan di tempatnya oleh ligamentum suspensorium yang dikenal sebagai zonula (zonula Zinnii), yang tersusun atas banyak fibril; fibril-fibril ini berasal dari permukaan korpus siliaris dan menyisip ke dalam ekuator lensa.6Enam puluh lima persen lensa terdiri atas air, sekitar 35% nya protein (kandungan proteinnya tertinggi di antara jaringan-jaringan tubuh). Selain itu, terdapat sedikit sekali mineral seperti yang biasa ada di jaringan tubuh lainnya. Kandungan kalium lebih tinggi di lensa daripada di kebanyakan jaringan lain. Asam askorbat dan glutation terdapat dalam bentuk teroksidasi maupun tereduksi.6

Gambar 2. Tampilan lensa yang diperbesar menampakkan terminasi epitel subkapsular (vertikal).6Tidak ada serat nyeri, pembuluh darah, atau saraf di lensa. Karena lensa bersifat avaskular dan tidak mempunyai persarafan, nutrisi lensa didapatkan dari aqueous humor. Metabolisme lensa bersifat anaerob akibat rendahnya kadar oksigen terlarut di dalam aqueous humor.2,32.1.2. Aqueous Humor2.1.2.1. Fisiologi & Komposisi Aqueous Humor Aqueous humor adalah cairan jernih yang dihasilkan oleh korpus siliaris yang mengisi kamera okuli anterior dan kamera okuli posterior. Volumenya sekitar 250 mikroliter, dan kecepatan pembentukannya bervariasi diurnal, sekitar 2-3 mikroliter/min. Komposisi aqueous humor mirip dengan plasma kecuali bahwa cairan ini memiliki konsentrasi askorbat, piruvat, dan laktat yang lebih tinggi serta protein, urea, dan glukosa yang lebih rendah sehingga tekanan osmotiknya sedikit lebih tinggi dari plasma.2 Aqueous humor memegang peranan penting dalam fisiologi mata yaitu antara lain sebagai pengganti sistem vaskular untuk bagian mata yang avaskular seperti kornea dan lensa. Aqueous humor berputar dan mempertahankan tekanan intraokular yang penting bagi pertahanan struktur dan penglihatan mata.2 Tekanan intraokular ditentukan oleh kecepatan produksi aqueous humor dan resistensi aliran keluar aqueous humor dari mata.2 2.1.2.2. Pembentukan & Aliran Aqueous Humor Aqueous humor diproduksi oleh korpus siliaris. Ultrafiltrasi dari plasma diproduksi di stroma dari prosesus siliaris yang dimodifikasi oleh fungsi sawar dan prosesus sekretorius epitel siliaris. Setelah memasuki ruang posterior, aqueous humor melewati pupil ke ruang anterior dan kemudian ke trabecular meshwork di sudut ruang anterior. Selama periode ini, terjadi pertukaran diferensial komponen aqueous dengan darah di iris.2 Trabecular meshwork terdiri dari jaringan kolagen dan jaringan elastis yang ditutupi oleh sel-sel trabekular yang membentuk filter dengan ukuran pori yang semakin mengecil apabila mendekati kanal Schlemm. Kontraksi otot siliaris melalui penyisipan ke dalam trabecular meshwork memperbesar ukuran pori-pori pada meshwork sehingga mempercepat laju drainase aqueous humor. Aliran aqueous humor ke kanal Schlemm bergantung pada pembentukan saluran transelular siklik pada lapisan endotel. Saluran eferen dari kanal Schlemm ini (sekitar 30 saluran kolektor dan 12 vena aqueous) meneruskan cairan langsung ke sistem vena. Sisa aqueous humor keluar dari mata antara berkas otot siliaris ke ruang suprakoroidal dan kemudian ke dalam sistem vena korpus siliaris, koroid, dan sklera (aliran uveoskleral).2

Gambar 3. Aqueous humor mengalir dari sel non-pigmentasi dari ciliary epithelia (A) di bawah konjungtiva (D). Aqueous humor mengatasi resistensi fisiologis dari dua sumber: resistensi dari pupil (B) dan resistensi dari trabecular meshwork (C)7Hambatan utama aliran keluar aqueous humor dari ruang anterior adalah jaringan jukstakanalikular yang berdekatan dengan lapisan endotel kanal Schlemm, dan bukan sistem vena. Tekanan di jaringan vena episkleral menentukan tingkat minimum tekanan intraokular yang dapat dicapai dengan terapi medis.2 2.2. Definisi Glaukoma Fakolitik Glaukoma fakolitik merupakan glaukoma inflamatorik yang disebabkan oleh kebocoran protein lensa melalui kapsul lensa katarak matur atau hipermatur.12.3.Epidemiologi1,8a. Glaukoma fakolitik adalah jarang di negara maju, seperti Amerika Serikat, karena akses yang lebih besar untuk perawatan kesehatan dan sebelumnya operasi katarak.b. Glaukoma fakolitik lebih sering terjadi di negara-negara terbelakang.c. Kebanyakan kasus katarak setelah ekstraksi menunjukkan peningkatan yang sangat baik dalam visus.d. Glaukoma fakolitik biasanya terjadi pada orang dewasa yang lebih tua.Pasien termuda yang dilaporkan adalah usia 35 tahun.2.4.Etiologi 9a. Katarak matur (seluruhnya opak)

b. Katarak hipermatur (korteks cair dan nukleus yang mengambang bebas)

c. Likuefeksi fokal katarak imatur (jarang)

d. Dislokasi lensa yang katarak di vitreus 2.5.Manifestasi Klinis

Gambaran klinis glaukoma fakolitik biasanya terjadi pada orang tua dengan riwayat penglihatan kabur secara perlahan selama beberapa bulan atau tahun sebelum timbulnya onset akut nyeri yang tiba-tiba, hiperemia konjungtiva, dan penurunan visus lebih lanjut. Persepsi cahaya menjadi tidak akurat karena kepadatan katarak. Rasa sakit mengenai sekitar mata dan bisa pada daerah belakang kepala. Akibat rasa sakit yang berat terdapat gejala gastrointestinal berupa mual dan muntah, kadang-kadang dapat mengaburkan gejala glaukoma akut.3,10-112.6.Patogenesis Berbeda dengan beberapa bentuk glaukoma yang diinduksi lensa (misalnya: glaukoma partikel lensa, glaukoma fakoanafilaktik), glaukoma fakolitik terjadi pada lensa katarak dengan kapsul lensa utuh. Bukti yang tersedia mengimplikasikan obstruksi trabekular langsung oleh protein lensa, terbebas dari cacat mikroskopis dalam kapsul lensa yang utuh secara klinis.1-2,13 Apabila usia semakin meningkat, komposisi protein dalam lensa berubah, terjadi peningkatan konsentrasi protein high molecular weight. Katarak hipermatur merupakan stadium lanjut dari katarak senilis. Pada katarak matur atau hipermatur, terjadi pencairan korteks lensa dan pengerutan kapsul lensa, dan bilik mata depan menjadi dalam. Pada keadaan ini dapat terjadi kebocoran material korteks ke luar kapsul melalui lubang mikroskopik pada kapsul lensa. Kebocoran ini sering disertai pada awalnya dengan rasa nyeri dan inflamasi segmen anterior. Jaringan trabekulum akan tersumbat oleh sel-sel makrofag dan protein lensa. Protein berat molekul tinggi tidak dijumpai pada bayi dan anak-anak, yang kemungkinan dapat menjelaskan tidak adanya glaukoma fakolitik pada pasien muda dengan katarak. 1-3,8 Protein mencetuskan glaukoma sekunder karena protein lensa ini, makrofag fagosit, dan debris inflamatorik lainnya yang menyumbat anyaman trabekular. Obat untuk mengkontrol tekanan intraokular (TIO) harus digunakan dan ekstraksi katarak harus dilakukan.1,2 2.7. Diagnosis Pemeriksaan klinis pada glaukoma adalah sebagai berikut :2.7.1.Gonioskopi Suatu metode pemeriksaan untuk mengetahui sudut drainase mata. Tes ini penting untuk menentukan apakah sudut terbuka, tertutup, atau sempit dan menyingkirkan pen