MAKALAH KASUS 5

  • View
    67

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of MAKALAH KASUS 5

BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar BelakangPenyakit ginjal kronis adalah kerusakan ginjal setidaknya selama tiga bulan atau lebih, yang didefinisikan sebagai abnormalitas struktural atau fungsional ginjal, dengan atau tanpa penurunan Laju Filtrasi Glomerulus (LFG) yang bermanifestasi sebagai kelainan patologis atau kerusakan ginjal; termasuk ketidakseimbangan komposisi zat di dalam darah atau urine serta ada tidaknya gangguan hasil pemeriksaan pencitraan (Konsensus Dialisis, 2003).

Terdapat pergeseran penyabab penyakit ginjal kronis dari infeksi ke diabetes dan darah tinggi, penyebab yang erat kaitannya dengan gaya hidup dan diet. Diabetes dan darah tinggi grafiknya cenderung meningkat sedangkan infeksi menurun. Berikut ini data penyebab penyakit ginjal tahap akhir di mana terlihat tendensi peningkatan dan penurunan pada penyebab-penyebab tertentu. Glomerulonefritis sebagai 60% penyebab gagal ginjal kronis lebih banyak diderita pada kelompok usia 20-40 tahun dan pria (Sukandar, 2005).

Salah satu pengobatan yang digunakan adalah dialisis. Dialisis adalah suatu proses difusi zat terlarut dan air secara pasif melalui suatu membran berpori dari satu kompartemen cair menuju kompartemen cairan lainnya. Dialisis dapat digunakan untuk mempertahankan penderita gagal ginjal kronis dalam keadaan klinis yang optimal sampai tersedia donor ginjal.Pengobatan biasanya dimulai apabila penderita sudah tidak sanggup lagi bekerja sempurna waktu, menderita neuropati perifer atau memperlihatkan gejala klinis lainnya. Dialisis diperlukan apabila sudah sampai pada tahap akhir kerusakan ginjal atau gagal ginjal terminal (End Stage Renal Disease). Biasanya terjadi apabila kerusakan ginjal sudah mencapai 85 90 persen.

1.2 Pembahasan Kasus Chair : Djoko PermadiScriber 1 : Hanna KhoirotunnisaScriber 2 : M. Zaenudin WasilahKasus 5Tn. K, berusia 45 tahun datang ke unit hemodialisis (HD) untuk melakukan HD rutinnya yang biasa dia lakukan 2 kali/minggu, tetapi 1 minggu yang lalu klien tidak mengikuti jadwal hemodialisa dikarenakan sakit flu. Saat datang muka klien tampak pucat, oedema anasarka dan mengeluh lemas. Saat dikaji oleh perawat : klien mengeluh cepat cape dan nafasnya terasa sesak saat aktivitas dan diikuti dengan tremor, gatal - gatal di seluruh tubuhnya, kadang kadang suka keluar darah dari hidungnya, kulit tampak kering dan banyak yang mengelupas , rambut tampak kusam dan kemerahan. Dari pemeriksaan didapatkan hasil: BB 56 Kg TB 152 cm, BP 170/100 mmHg, HR 96 x/mnt, RR 24 x/ menit, lab : Hb 8.00 gr%,ureum 312, kreatinin 3.1.Dari riwayat sebelumnya Tn.K bekerja di ruangan ber AC dan minum kurang 4 gelas/hari mempunyai riwayat penyakit hipertensi 15 tahun yang lalu dan tidak terkontrol dan dia telah melakukan HD sejak 2 tahun yang lalu.Saat akan dilakukan HD Tn.K mengatakan kepada dokter dan perawat bahwa ini HD terakhir yang akan ia lakukan karena merasa benci dengan proses HD dan tidak ingin hidup seperti itu terus menerus. Dia juga mengatakan bahwa dia mengerti bahwa hidupnya tergantung pada dialysis. Dia berencana ke Cina untuk mencari alternatif penanganan penyakitnyaTerapi : direncanakan tranfusi PRC 2 labu, diet rendah garam, rendah protein dan rendah kolesterol, Hemapo 50iu/kg IVStep 11) Evi: hemapo? Wiwi: Obat yang dimasukan kedalam darah(IV)Step 21) Endah: kenapa saat flu tidak dilakukan HD?2) Sonya: tindakan perawat ketika klien menolak HD?3) Aisyah: kenapa rambut klien kusam?4) Iswari: penyebab manfes keluar?5) Evi: tindakan selain HD?6) Fabian: jika tidak di HD akan sembuh tidak?7) Wiwi: dampak tidak HD rutin?8) Anisa: hubungan hipertensi dengan gagal ginjal kronis (mekanisme)?9) Sonya: apakah kerja di ruangan berAC berisiko gagal ginjal kronis?10) Ratih: kenapa klien datang dengan wajah pucat dan edema anasarka?11) Aisyah: efek samping HD?12) Fabian: prosedur HD?13) Iswari: kriteria tindakan HD?14) Wiwi: umur dan jenis keluarga yang resiko terkena penyakit ini?15) Ratih: jika tidak ditangani apa komplikasinya?16) Evi: penyebab gatal-gatal dan keluar darah dari hidung?17) Sonya: persiapan HD, kenpa jika hipertensi tidak boleh?18) Ratih: pencegahan?19) Iswari: kenapa harus dilakukan terapi lain selain HD?20) Anisa: prognosis?21) Ratih: diagnosa keperawatan dan prioritasnya?22) Iswari: waktu dilakukan HD berapa lama prosesnya, skalanya dan kenapa skalanya segitu?23) Fabian: kriteria yang termasuk gagal ginjal kronis?24) Djoko: kenapa pasien berencana berobat ke cina?25) Hana: TTV dan pemeriksaan lab normal pada klien?Step 31. wiwi: flu-imun turun (tidak fit)2. ratih: penkes jika tidak dilakkan HD (komplikasinya)wiwi: penkes keluarga/dukungan psikososial3. wiwi: klien kurang minum (asupan cairan)sonya: akibat HDhana: darah kotor akibat dari HD4. LO5. endah: transplantasi ginjal6. wiwi: tidak akan sembuh, akan terdeteksi jika sudah parah atau kronis (lama). HD hanya untuk memperpanjang hidupdjoko: yang di HD saja banyak yang gagal apalagi tidak7. ratih: kulit pucat, edema anasarka, lemas,cape8. fabian: naiknya pembuluh darah-kerja ginjal naik-asupan nutrisi ginjal turun-gagal ginjal9. aisyah: banyak duduk-kurang minum-batu ginjal-gagal ginjal kronis10. aisyah: pucat-gagal ginjal-hb berkurang-darah merah kurang-hipoksia-peredaran darah berkurang-pucatevi: edema anasarka-penumpukan cairan di seluruh tubuhfabian: gagal ginjal-gagal menyaring protein-takanan osmotik-shift cairan-edema anasarka (dilihat dari pemerksaan Ht)11. sonya: kulit hitam penumpukan zat besi12. LO13. LO14. ratih: umur, siapa saja bisa kena dan riwayat hipertensifabian: orang tua lebih berisiko karena degenerasi15. sonya: ginjal tidak berfungsi baik, darah mengandung racun16. iswari: darah tidak tersaring-uremia-masuk ke otak sebagai toksik hana: gatal-gatal-darah kotorkeluar darah dari hidung-hipertensi-pecahpembuluh darah17. wiwi: TTV harus normal,inform consent, persiapan mental18. wiwi: makan teratur, minum sesuai kebutuhan, olahraga, lingkungan, dllendah: kontrol hipertensi19. Sonya: jika sering HD maka akan terjadi penumpukan protein20. LO21. anisa: Gangguan perfusi jaringan, gangguan pola nafas, gangguan integritas kulit22. evi: 6 jam dalam satu kali tindakan, 2-3x tiap minggu23. LO24. wiwi: di indonesia transplantasi ginjal masih dilarang, sehinggga pergi ke cinaaisyah: di cina terkenal dengan pengobatan herbalnya25. anisa: BP: 120/80, RR: 16-20, HR: 60-100, HB: 13,5-18, kreatinin: 0,5-1,5

Step 4Pengelompokan data

1. Data ObjektifBB : 56 kgureum : 312TB : 152 cm kreatinin : 3,1BP : 170/100pucatHR : 96edema anasarkaRR : 24kulit tampak keringHb : 8rambut kusam dan kemerahan

2. Data Subjektifcepat capekmengeluh lemasnafas sesak saat aktivitaskerja di ruang ACtremorjarang minumgatal-gatal seluruh tubuhriwayat hipertensi 15 tahun yang lalukadang keluar darah dari hidungmerasa benci proses HD

Hipertensi

Kerja ginjal naikAsupan nutrisi ginjal turun

Gagal ginjal akutedema anasarka

Gagal ginjal kronis terapi hemapo 50 iu/kg iv, transfusi PRC 2 labu, Hb 8 gr % diet rendah protein & kolesterol asuhan keperawatan sesak

Ureumiaprosedur indikasi

Toksin di darahhemodialisa ketergantungan benci HD

Ureum 312, kreatinin 3,1efek samping

gatal-gatal, rambut kusam, kemerahanStep 51. Prosedur HD2. Kriteria HD3. Kriteria gagal ginjal kronis4. Peran perawatStep 6 Self StudyStep 7 Reporting

BAB IITINJAUAN PUSTAKA2.1 Definisi

Gagal ginjal kronis merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversibel dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit sehingga terjadi uremia. (Smeltzer & Bare, 2001) Gagal ginjal kronis atau penyakit renal tahap akhir (ESRD) merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversible dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit,menyebabkan uremia (retensi urea dan sampah nitrogen lain dalam darah). (Brunner & Suddarth, 2001; 1448) Gagal ginjal adalah suatu keadaan klinis yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal yang ireversibel, pada suatu derajat yang memerlukan terapi pengganti ginjal yang tetap, berupa dialisis atau tranpalantasi ginjal. (Sudoyo, 2006: 570) Gagal ginjal (chronic renal failure, CRF) adalah terjadinya kedua ginjal yang sudah tidak mampu mempertahankan lingkungan dalam yang cocok untuk kelangsungan hidup. (Baradero, dkk, 2009: 124) Adapun pengertian dari gagal ginjal kronis adalah ketidakmampuan ginjal untuk mempertahankan keseimbangan dan integritas tubuh yang muncul secara bertahap sebelum terjun ke fase penurunan faal ginjal tahap akhir. Definisi lain menyebutkan bahwa gagal ginjal kronis adalah penurunan semua faal ginjal secara bertahap diikuti penimbunan sisa metabolisme protein dan gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit. (Nefrologi Klinik, 2006).

2.2 Etiologi Glomerulonefritis, nefropati analgesik, nefrotipati refluks, ginjal polikistik, nefropati diabetik, penyebab lainya hipertensi, obtruksi, gout, dan tidak diketahui.( Mansjoer 2001, 532)Penyebab dari gagal ginjal kronis antara lain :1. Infeksi saluran kemih (pielonefritis kronis)2. Penyakit peradangan (glomerulonefritis)3. Penyakit vaskuler hipertensif (nefrosklerosis, stenosis arteri renalis)4. Gangguan jaringan penyambung (SLE, poliarteritis nodusa, sklerosis sitemik)5. Penyakit kongenital dan herediter (penyakit ginjal polikistik, asidosis tubulus ginjal)6. Penyakit metabolik (DM, gout, hiperparatiroidisme)7. Nefropati toksikNefropati obstruktif (batu saluran kemih)Penyebab Penyakit Ginjal Tahap AkhirPenyakit Ginjal198919962000

Glomerulonefritis40,12%46,39%39,64%

Nefropati Obstruktif36,07%12,85%13,44%

Nefropati Diabetik6,13%18,65%17,54%

Nefropati Lupus4,17%0,16%0,23%

Ginjal Polikistik2,21%1,41%2,51%

Hipertensi2,09