Makalah Kasus Epilepsi.dar

  • View
    495

  • Download
    9

Embed Size (px)

Text of Makalah Kasus Epilepsi.dar

. MAKALAH SARAF TENTANG FUNGSI ADVOKASI PADA PENDERITA EPILEPSI DENGAN GANGGUAN NEUROBEHAVIOUR

Disusun Oleh: Kelompok 5

PROGAM STUDI S-1 KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI KESEHATAN DIAN HUSADA MOJOKERTO TAHUN AKADEMIK 2012/2013

HALAMAN PENGESAHAN

Judul

: Fungsi Advokasi Pada Penderita Epilepsi Dengan Gangguan Neurobehaviour

Disusun Oleh: KELOMPOK 5 Anggota : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Anik Yuliani Arif rahman hakim Dwi Abdul Rohman Guruh wijiantoro Khoiro Fatim Amarozah Nadia Masita Ratih Novia Sari Shela Aprilia Silvi amaliah Zainal Abidin

Disahkan di Mojokerto pada: Hari Tanggal :. :.

Mojokerto, 3 Desember 2012 Dosen Pembimbing

Nuris Kushayati S.Kep,Ners 2

KATA PENGANTARSegala puji bagi Tuhan yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik. Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang Fungsi Advokasi Pada Penderita Epilepsi Dengan Gangguan Neurobehaviour yang kami sajikan berdasarkan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan. Makalah ini memuat tentang Fungsi Advokasi Pada Penderita Epilepsi Dengan Gangguan Neurobehaviour. Walaupun makalah ini mungkin kurang sempurna tapi juga memiliki detail yang cukup jelas bagi pembaca. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.

Mojokerto, 03 Desember 2012

Penulis

3

DAFTAR ISIJudul ...................................................................................................... Halaman Pengesahan ............................................................................... Kata Pengantar i ii

...................................................................................... iii

Daftar Isi ............................................................................................... iv BAB I 1.1 1.2 1.3 : PENDAHULUAN .............................................................................. 5 5 5

Latar Belakang

Rumusan masalah ............................................................................ Tujuan dan manfaat ........................................................................

BAB II : TINJAUAN TEORI A. 2.1 Definisi Epilepsi ........................................................................ 6 7 8 9 9 9 .............................................................................. .............................................................................. ................................................................... ........................................... 6 2.2 Etiologi ....................................................................... 2.3 Patofisiologi 2.4 2.5 2.6 B. 2.1 2.2 2.3 Klasifikasi

Fase serang kejang Status epileptikus

Konsep etika dalam praktek keperawatan ...................................... Konsep moral dalam praktek keperawatan

................................. 10

Prinsip-prinsip moral dalam praktek keperawatan .......................... 11

BAB III : PEMBAHASAN KASUS 3.1. 3.2. 3.3. Kasus ....................................................................................... 17 Kaitan dengan prinsip etika keperawatan .......................................... 17 Nursing advicasy ............................................................................. 19 20 21

BAB 111 : PENUTUP DAFTAR PUSTAKA

4

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Epilepsi atau penyakit ayan dikenal sebagai satu penyakit tertua di dunia (2000 tahun SM). Penyakit ini cukup sering dijumpai dan bersifat menahun. Penderita akan menderita selama bertahun-tahun. Sekitar 0,5 1 % dari penduduk adalah penderita epilepsy (Lumbantobing, 1998). Epilepsi adalah suatu gejala atau manifestasi lepasnya muatan listrik yang berlebihan di sel neuron saraf pusat yang dapat menimbulkan hilangnya kesadaran, gerakan involunter, fenomena sensorik abnormal, kenaikan aktivitas otonom dan berbagai gangguan fisik. Bangkitan epilepsy adalah manifestasi gangguan otak dengan berbagai gejala klinis, disebabkan oleh lepasnya muatan listrik dari neuron-neuron otak secara berlebihan dan berkala tetapi reversible dengan berbagai etiologi (Tjahjadi, dkk, 1996). Pengkajian kondisi/kesan umum Epilepsy adalah kompleks gejala dari beberapa kelainan fungsi otak yang ditandai dengan terjadinya kejang secara berulang. Dapat berkaitan dengan kehilangan kesadaran, gerakan yang berlebihan, atau kehilangan tonus atau gerakan otot, dan gangguan prilaku suasana hati, sensasi dan persepsi (Brunner dan suddarth, 2000). 1.2 RUMUSAN MASALAH 1.2.1 1.2.2 1.2.3 1.2.4 Apa definisi epilepsi? Apa konsep etika dalam praktek keperawatan?? Apa prinsip-prinsip etika keperawatan? Apa kaitan kasus dengan prinsip etika keperawatan?

1.3 MANFAAT1.3.1 Penulis dapat menjelaskan tentang konsep etika dalam praktek keperawatan.

1.3.2 Menambah wawasan atau pengetahuan yang luas khususnya bagi penulis sendiri dan umum bagi para pembaca yang budiman. 1.3.3 Penulis dapat belajar dan mengasah otak dari apa yang kita lihat, kita dengar, dan kita baca untuk menimbulkan suatu gagasan atau ide dalam menciptakan atau mengembangkan suatu bakat pada kemampuan seseorang. Demikian, tujuan dan manfaat yang dapat disebutkan oleh penulis.

5

BAB II TINJAUAN TEORI A. 2.1 DEFINISI EPILEPSI Epilepsi adalah suatu gejala atau manifestasi lepasnya muatan listrik yang berlebihan di sel neuron saraf pusat yang dapat menimbulkan hilangnya kesadaran, gerakan involunter, fenomena sensorik abnormal, kenaikan aktivitas otonom dan berbagai gangguan fisik. Bangkitan epilepsy adalah manifestasi gangguan otak dengan berbagai gejala klinis, disebabkan oleh lepasnya muatan listrik dari neuron-neuron otak secara berlebihan dan berkala tetapi reversible dengan berbagai etiologi (Tjahjadi, dkk, 1996). Pengkajian kondisi/kesan umum Epilepsy adalah kompleks gejala dari beberapa kelainan fungsi otak yang ditandai dengan terjadinya kejang secara berulang. Dapat berkaitan dengan kehilangan kesadaran, gerakan yang berlebihan, atau kehilangan tonus atau gerakan otot, dan gangguan prilaku suasana hati, sensasi dan persepsi (Brunner dan suddarth, 2000). Kejang adalah terbebasnya sekelompok neuron secara tiba-tiba yang mengakibatkan suatu kerusakan kesadaran, gerak, sensasi atau memori yang besifat sementara. Istilah epilepsy biasanya merupakan suatu kelaianan yang bersifat kronik yang timbul sebagai suatu bentuk kejang berulang (Hudak dan Gallo, 1996). 2.2 ETIOLOGI 1. Idiopatik. 2. Acquerit : kerusakan otak, keracunan obat, metabolik, bakteri. - Trauma Lahir - Trauma Kepala (5-50%) - Tumor Otak - Stroke - Cerebral Edema (bekuan darah pada otak) - Hypoxia - Keracunan - Gangguan Metabolik - Infeksi. (Meningitis)

6

2.3 PATOFISIOLOGI Mekanisme terjadinya serangan epilepsi ialah : Adanya focus yang bersifat hipersensitif (focus epilesi) dan timbulnya keadaan depolarisasi parsial di jaringan otak Meningkatnya permeabilitas membran. Meningkatnya senstitif terhadap asetilkolin, L-glutamate dan GABA (gama-amino-butiricacid) bersifat inhibitif terhadap penyaluran aktivitas listrik saraf dalam sinaps Fokus epilepsy dapat menjalar ke tempat lain dengan lepasnya muatan listrik sehingga terjadi ekstasi, perubahan medan listrik dan penurunan ambang rangasang yang kemudian menimbulkan letupan listrik masal. Bila focus tidak menjalar kesekitarnya atau hanya menjalar sampai jarak tertentu atau tidak melibatkan seluruh otak, maka akan terjadi bangkitan epilepsy lokal (parsial). Menurut para penyelidik bahwa sebagian besar bangkitan epilepsi berasal dari sekumpulan sel neuron yang abnormal di otak, yang melepas muatan secara berlebihan dan hypersinkron. Kelompok sel neuron yang abnormal ini, yang disebut juga sebagai fokus epileptik mendasari semua jenis epilepsi, baik yang umum maupun yang lokal (parsial). Lepas muatan listrik ini kemudian dapat menyebar melalui jalur-jalur fisiologis-anatomis dan melibatkan daerah disekitarnya atau daerah yang lebih jauh letaknya di otak. Tidak semua sel neuron di susunan saraf pusat dapat mencetuskan bangkitan epilepsi klinik, walaupun ia melepas muatan listrik berlebihan. Sel neuron diserebellum di bagian bawah batang otak dan di medulla spinalis, walaupun mereka dapat melepaskan muatan listrik berlebihan, namun posisi mereka menyebabkan tidak mampu mencetuskan bangkitan epilepsi. Sampai saat ini belum terungkap dengan pasti mekanisme apa yang mencetuskan sel-sel neuron untuk melepas muatan secara sinkron dan berlebihan (mekanisme terjadinya epilepsi). Mekanisme yang pasti dari aktivitas kejang pada otak tidak semuanya dapat dipahami. Beberapa pemicu menyebabkan letupan abnormal mendadak stimulasi listrik, menganggu konduksi syaraf normal otak. Pada otak yang tidak rentan terhadap kejang, terdapat keseimbangan antar sinaptik eksitatori dan inhibitori yang mempengaruhi neuron postsinaptik. Pada otak yang rentan terhadap kejang, keseimbangan ini mengalami gangguan, menyebabkan pola ketidakseimbangan konduksi listrik yang disebut perpindahan depolarisasi paroksismal. Perpindahan ini dapat terlihat baik ketika terdapat pengaruh eksitatori yang berlebihan atau pengaruh inhibitori yang tidak mencukupi (Hudak dan Gallo, 1996).

7

Ketidakseimbangan asetilkolin dan GABA. Asetilkolin dalam jumlah yang berlebihan menimbulkan bangkitan kejang, sedangkan GABA menurunkan eksitabilitas dan menekan timbulnya kejang. 2.4 KLASIFIKASI INTERNASIONAL TENTANG KEJANG EPILEPSI (dikutip dari Hudak