Makalah Kasus Mayor

  • View
    30

  • Download
    15

Embed Size (px)

DESCRIPTION

makalahkasus mayor

Text of Makalah Kasus Mayor

MAKALAH LAPORAN KASUS MINOR ILMU PENYAKIT MULUT

MAKALAH LAPORAN KASUS MAYOR

ILMU PENYAKIT MULUT :

LUPUS ERITOMATOSUS SISTEMIK DAN PENYAKIT PENYERTADisusun oleh:

LULU FAZA

160112140050Dosen pembimbing:

Riani Setiadhi, drg., Sp. PM

BAGIAN ILMU PENYAKIT MULUTFAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS PADJADJARANBANDUNG

2015JUDUL : LUPUS ERITOMATOSUS SISTEMIK DAN PENYAKIT

PENYERTAPENYUSUN : LULU FAZANPM : 160112140050Bandung, 2015Menyetujui,

Pembimbing Utama

Riani Setiadhi, drg., Sp. PM

NIP 195410241980032002BAB I

PENDAHULUANLupus Eritematosus Sistemik/ Systemic Lupus Erythematosus (SLE) merupakan kondisi inflamasi yang berhubungan dengan sistem imun yang dapat menyebabkan kerusakan multi organ. SLE tergolong penyakit kolagen vaskular yaitu suatu kelompok penyakit yang melibatkan sistem muskuloskeletal, kulit, dan pembuluh darah yang mempunyai banyak manifestasi klinik sehingga diperlukan pengobatan yang kompleks. Tingkat SLE sangat bervariasi antar negara, etnis, usia dan gender. Penyakit ini terjadi sembilan kali lebih sering pada wanita dibandingkan pria ( Anna et al, 2013; Bertsias et al, 2013).Penyebab SLE masih belum diketahui. Terdapat sedikit keraguan bahwa penyakit ini diperantarai oleh respons imun abnormal yang berkaitan dengan adanya berbagai antibodi dan kompleks imun di dalam plasma yang menyebabkan efek-efek patologik yang terlihat pada lupus eritematosus. Etiologi lain yang diduga dapat menyebabkan SLE antara lain induksi obat, genetik, dan virus (Bertsias et al, 2013; Hom et al, 2008).Pada makalah ini akan dijelaskan mengenai Lupus Eritematosus Sistemik/ Systemic Lupus Erythematosus (SLE) serta manifestasi oral yang timbul akibat penyakit tersebut dan merupakan diagnosis dari pasien yang datang ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dengan keluhan utama keropeng di wajah.BAB II

LAPORAN KASUS

2.1Data Umum PasienNama

: Tn. SUmur: 19 tahun

Alamat : Loa, MajalayaJenis Kelamin : Laki-lakiStatus

: Belum Menikah

No. Rekam Medis: xxxxxAgama

: Islam

Tanggal Masuk RS: 13 Juni 20152.2Keluhan Utama

Keropeng di wajah.2.3AnamnesaSejak 1 tahun yang lalu, SMRS (sebelum masuk rumah sakit) penderita mengeluh adanya keropeng di wajah yang awalnya berupa bintik-bintik hitam pada kedua pipi yang kemudian semakin melebar hingga hidung, tampak pula di kulit kepala dan telinga, tampak juga pada kaki dan kedua telapak kaki. Tidak gatal, tidak nyeri dan tidak ada perdarahan. Kulit pada betis, paha dan wajah tampak beberapa bagian kehitaman dan sedikit mengelupas. Pernah diberi salep yang dibeli di apotik, tetapi tidak ada perbaikan. Keluhan batuk-batuk jarang bahkan tidak ada, tidak berdahak, tidak berdarah, tidak sesak nafas dan tidak ada keluhan benjol-benjol di tubuh. Penderita terkadang mengeluh nyeri pada kaki dan tangan. Sebelumnya, pasien berobat ke Puskesmas. Pasien dikatakan sakit kulit dan paru-paru kemudian dirujuk ke RSHS.2.4Riwayat Penyakit TerdahuluRiwayat dirawat (+), 1 th yang lalu pasien masuk RS Majalaya. Panas badan 1 minggu, dirawat 2 hari dan tidak diketahui sakit apa. Tidak pernah berobat lagi.2.5Keadaan UmumKesadaran

: CM

Tekanan Darah: 120 / 80 mmHg

Denyut Nadi

: 110x / menit

Pernafasan

: 20x / menit Suhu

: 38 (C Gizi

: KurangTinggi

: 160 cm Berat badan

: 33 kg 2.6Pemeriksaan Ekstra OralKepala : Mata

: Konjungtiva anemis

Sklera

: non ikterik

Hidung

: Sekret -/-

Mukosa mulut dan bibir: Hipertrofi (- ) Papila lidah atrofi (-)

Butterfly Rash (+)

Gambar 2.1 Gambaran ekstra oral pasienLeher

: Jugulare Vena Pressure (JVP) : 5 + 0 cm

KGB

: (-)

Thoraks : Bentuk dan gerak kesan simetris

BpH ICS V kanan peranjakan (panjang) 2 cm

Cor

: Ictus Cordis teraba di ICS V, LMCS, tidak kuat angkat,

Batas kanan LSD, Batas kiri LMCS, Batas atas ICS III kiri Bunyi Jantung s1 - s2, Normal, s3 (-), s4 (-), murmur (-)Pulmo

: VF kiri = kanan, Sonor, VBS kiri = kanan,

VR kiri = kanan Ronkhi -/-, Wheezing -/-Abdomen: Datar,lembut, hepar 2 cm bac tumpul, kenyal,rata, nyeri(-) Kiri tidak teraba, Ruang Traube, Bising Usus (+)Ekstremitas: Edema (-), Melena (-)KGB (+), Inguinal Bilateral Multiple 0,5-1 cm, kenyal, berbatas tegas, nyeri (-)

2.7Pemeriksaan Intra OralOral Hygiene (OH): Buruk

Plak

: (+), semua regio

Kalkulus

: (+), semua regio

Dasar mulut

: t.a.k

Tonsil

: T1-T1

Bibir

: Kering, simetris

Gambar 2.2 Bibir pasien yang kering.

Mukosa labial

: t.a.k

Mukosa bukal

: Cheek bitting regio ka-ki

Ulkus Traumatikus pada region gigi 36-37

Palatum

: t.a.k

Lidah

: Crenated tongue pada lateral kanan-kiri Gambar 2.3 Gambaran crenated tongue pada pasien.

Gingiva

: Oedem seluruh regio, perdarahan spontan (+)

Gambar 2.4 Gambaran gingiva yang oedem pada pasien.

Gigi-geligi

: Karies (+)2.8Pemeriksaan PelengkapPemeriksaan lab (sputum, BTA, Kultur, Gram, PPD 5TV, LED, SGOT / SGPT) dan radiologi (foto thoraks lateral kanan, CT-scan thoraks).Tabel 2.1 Hasil pemeriksaan laboratorium.

No.PemeriksaanHasilNilai RujukanSatuan

1

2

3HEMATOLOGI

Hemoglobin

Leukosit

Hematokrit

Thrombosit

KIMIA KLINIK

Ureum

Kreatinin (LK)

Glukosa sesudah

Na

Kalium

URINE

Berat Jenis

pH

Protein

Reduksi

Bilirubin

Urobilinogen

Nitrit

Keton

Eritrosit

Leukosit

Epitel 9,4

5000

28

381.000

22

0,67

92

137

4,0

1.020

6,5

25/neg

-

-

1

-

-

-

1-2

0-1 13,8

3,8-10,6 rb

40-52

150.000-440.000

15-50

0,7-1,2