MAKALAH KASUS 3.doc

  • Published on
    13-Aug-2015

  • View
    539

  • Download
    15

Embed Size (px)

DESCRIPTION

promosi kesehatan

Transcript

<p>ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah sistem Comunity Nursing Program II</p> <p>Disusun oleh TUTOR 7 M. Zaenudin Wasilah Iswari Nastiti Aisah Syayidah Fabianus Tegar Endah Rahayu Hanna khoirotun nisa Wiwi Karlina Evi Noviyanti Djoko Permadi S. Ratih Herdina Annisa Labertha Sonya Putri Perdana 220110100032 220110100043 220110100083 220110100102 220110100105 220110100034 220110100056 220110100051 220110100096 220110100121 220110100002 220110100009</p> <p>FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS PADJADJARAN JATINANGOR 2013</p> <p>1</p> <p>KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah swt yang telah memberikan rahmat dan hidayatnya sehingga penyusunan makalah kasus 3 Nusing Community II telah selesai disusun. Dalam makalah ini dijelaskan mengenai definisi asuhan keperawatan, Tujuan, Tahapan-tahapan sampai intervensi dalam asuhan keperawatan keluarga. Makalah yang telah kami susun ini merupakan hasil dari diskusi kelompok kami yang mana telah kami sesuaikan dengan sumber-sumber yang ada. Diharapkan disamping dapat menambah wawasan keilmuan, juga dapat membentuk mahasiswa yang aktif, kreatif, dan mampu bekerja sama dalam menggali, mengkaji, dan mempelajari suatu bahan materi. Penyusun berharap makalah ini dapat dijadikan salah satu sumber bagi para mahasiswa dalam proses belajar di Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Padjadjaran. Di samping itu, semoga makalah ini dapat memperkaya khazanah keilmuan khususnya bagi para mahasiswa yang menyusun makalah ini. Akhir kata, semoga upaya untuk meningkatkan keilmuan dalam pengetahuan keperawatan ini mendapat ridlo Allah subhanahu wa taala.</p> <p>Jatinangor, 9 Maret 2013</p> <p>2</p> <p>DAFTAR ISI</p> <p>BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang 2. Tujuan BAB II ISI 1. Kasus Pemicu 2. Definisi asuhan keperawatan 3. Misi 4. Tujuan 5. Tahapan-Tahapan 6. Klasifikasi Intervensi 7. Hambatan Intervensi 8. Peka Budaya 9. Evidance Based 10. Penentuan Prioritas Masalah 11. Pengkajian 12. Diagnosa keperawatan BAB III Simpulan Daftar Pustaka</p> <p>3</p> <p>BAB IPENDAHULUAN 1. Latar Belakang Asuhan Keperawatan keluarga merupakan salah satu kegiatan keperawatan yang biasnya bertempatkan dirumah klien, agent memberikan asuhan keperawatan sesuai dengan masalah yang dihadapi. Pemberian asuhan keperawatan juga melibatkan beberapa disiplin ilmu dari berbagai profesi kesehatan yang ada. Pemberian asuhan keperawatan bertujuan Memandirikan klien sebagai bagian dari anggota keluarga, menyejahterakan klien sebagai gambaran kesejahteraan klien, meningkatkan kemampuan hidup sehat bagi setiap anggota keluarga, meningkatkan produktivitas klien dan keluarga, meningkatkan kualitas keluarga. Untuk memberikan asuhan keperawatan juga harus melewati beberapa tahapan seperti pengkajian, diagnosa prioritas, hingga implementasi setelah diberikan intervensi agent juga mengevaluasi klien. 2. Tujuan Setelah melakukan pembelajaran ini diharapkan mahasiswa dapat memahami materi sehingga dapat mengaplikasikan materi yang ada kedalam kehidupan di dunia keperawatan. Perawat harus bisa berbaur dengan klien dengan nyaman agar tercipta rasa trust sehingga memudahkan pekerjaan kami.</p> <p>BAB II4</p> <p>ISI 1. Kasus Pemicu Chair Scriber 1 Scriber 2 : Sonya putri perdana : Iswari Nastiti : Aisah Syayidah</p> <p>Dalam kunjungan berikutnya, perawat Y juga menemukan informasi baru bahwa Tn. A (Sunda) dan Ny. B (Aceh) memiliki masalah kesehatan yaitu hipertensi dan DM. Tn A bahkan tidak bisa bekerja jika DM dan hipertensinya kambuh. Perawat Y memulai tahapan berikutnya setelah pengkajian selesai dilaksanakan. Perawat Y mempertimbangkan beban keluarga dalam penentuan diagnosa keperawatan, prioritas, dan rencana asuhan keerawatan keluarga dengan mempertimbangkan budaya yang dimiliki keluarga. Pertisipasi keluarga dalam membantu anggota keluarga yang sakit dan masalah keluarga lainnya yang telah teridentifikasi perlu dioptimalkan. STEP 1 (tidak ada) STEP 2a. Diagnosa yang mungkin diangkat dalam kasus ini? (iswari)</p> <p>b. Peran dan fungsi keluarga? Apa yang harus dilakukan perawat untuk hal tersebut? (endah) c. Partisipasi keluarga yang bisa diharapkan untuk membantu mengatasi masalah keluarga? (fabian) d. Intervensi keperawatan? (icha) e. Dampak perbedaan kebudayaan? (evi) f. Faktor penyebab DM dan hipertensi kambuh? (djoko)5</p> <p>g. Tahap apa saja yang dilakukan perawat dalam pengkajian hingga intervensi? (ais) h. Apa saja yang perlu dipertimbangkan perawat selain budaya dalam beban keperawata? (hana) i. Apa saja beban keluarga? (ratih) j. Adakah lembaga yang melindungi perawat? (evi) k. Adakah cara lain ketika keluarga menolak untuk diintervensi? (endah) l. Apa budaya yang bertentangan antara suku sunda dengan suku aceh? (fabian) m. Munculnya masalah Tn A itu dari mana? Sosial? Ekonomi? (wasilah) n. Manajemen sumber daya keluarga yang bisa membantu untuk menentukan dalam intervensi keperawatan keluarga? (djoko) o. Apakah evidence based practice tentang peran keluarga Tn A dengan penyakit tn A yang kronik? (ais) STEP 3 a. Mekanisme koping tidak efektif berhubungan dengan sosial dan ekonomi rendah (endah) b. LO c. Bisa dengan bantuan orang terdekat atau orang yang dipercaya. Contoh: orang tua, teman (wasilah) d. Harus memahami bahasa agar tidak salah paham dan persamaan persepsi (hana) e. Perseteruan karena individu yang kurang mengerti mengenai budaya masing-masing (endah) Komunikasi tidak sejalan (fabian) Buruknya tujuan, peran, dan fungsi keluarga (icha)6</p> <p>f. Karena emosi menyebabkan TD meningkat. Tekanan darah meningkat memicu hipertensi sehingga DM kambuh (hana) g. LO h. LO i. Bebannya antara lain: Istri anak tidak mau berkomunikasi, penyakit anak, penyakit yang diderita sendiri, dan ekonomi (wiwi) j. Perawat dibawah wewenang DEPKES. Perlindungan untuk perawat belum ada (hana) k. Intervensi lagi keluarga ketika sudah masuk ke tahap bargaining (iswari) l. Karakter aceh: sifat keras, dan berpendirian teguh Karakter sunda: rendah hati (icha dan djoko) m. Sosial ekonomi merupakan salah satu faktornya. Mekanisme koping tidak efektif (wiwi) n. LO o. Manajemen sumber daya keluarga yang bisa membantu untuk menentuka dalam intervensi keperawatan keluarga (djoko) p. LO</p> <p>STEP 4</p> <p>7</p> <p>Asuhan keperawa tan keluarga</p> <p>STEP 5 Daftar Learning objects a. Pengkajian keluarga b. Diagnosa keperawatan keluarga c. Prioritas masalah keperawatan keluarga d. Rencana asuhan keperawatan keluarga e. Evidence based practice tentang partisipasi keluarga dalam perawatan keluarga dengan penyakit kronis di rumah f. Peka budaya dalam pemberian asuhan keperawatan keluarga 2. Definisi asuhan keperawatan keluarga8</p> <p>Asuhan keperawatan keluarga adalah suatu rangkaian kegiatan dalam praktik keperawatan yang diberikan kepada klien sebagai anggota keluarga, pada tatanan komunitas dengan menggunakan proses keperawatan, berpedoman pada standar keperawatan, berlandaskan pada etika dn etiket keperawatan, dalam lingkup wewenang serta tanggung jawab keperawatan (Kelompok Kerja Keperawatan CHS, 1994;Mc Closkey &amp; Grace, 2001) Dapat disimpulkan bahwa asuhan kperawatan keluarga adalah kegiatan praktik keperawatan kepada klien yaitu anggota dalam suatu keluarga dengan menggunakan proses keperawatan yang telah berpedoman pada standar keperawatan yang berlaku, dan etika keperawatan , serta dalam lingkup wewenga dan tanggung jawab keperawatan. 3. MISI ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Berikut ini adalah misi yang digunakan untuk memberikan asuhan keperawatan keluarga yang berkualitas : a. Memberdayakan keluarga untuk membangun setiap anggota keluarganya agar dapat memelihara kesehatan yang optimal. b. Membina kemitraan penting dilakukan karena dapat menjadikan keluarga yang mandiri dan meningkatkan ketahanan keluarga c. Meningkatkan peran keluarga dalam prevensi primer, sekunder, dan tersier di bidang kesehatan. d. Mewujudkan kesehatan merupakan hak setiap individu dalam anggota keluarga. e. Memiliki karakter yang kuat dan cerdas dengan mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dengan peran serta aktif keluarga.</p> <p>4. Tujuan asuhan keperawatan keluarga Menurut Kozier &amp; Erb, 1995; Friedman, 1998; Mc Closkey &amp; Grace, 2001 tujuan asuhan keperawatan keluarga adalah sebagai berikut :9</p> <p>a. Memandirikan klien sebagai bagian dari anggota keluarga b. Menyejahterakan klien sebagai gambaran kesejahteraan klien c. Meningkatkan kemampuan hidup sehat bagi setiap anggota keluarga d. Meningkatkan produktivitas klien dan keluarga e. Meningkatkan kualitas keluarga5. Tahapan-tahapan dalam melakukan asuhan keperawatan keluarga :</p> <p>a. Pengkajian</p> <p>Pengkajian keluarga </p> <p>Identifikasi data demografi dan sosio kultural ktermasuk lokasi Agama yang dianut dan hubungannya dengan kondisi kesehatan saat ini Lingkungan rumah Struktur keluarga Fungsi dasar keluarga Perkembangan keluarga dan tugas perkembangan yang dilaksanakan strategi yang dilakukan keluarga bila stress dan mekaisme koping pengkajian pelaksanaan tugas kesehatan keluarga bahasa pengantar yang digunakan keluarga hubungan keluarga dengan tetangga dan antar keluarga yang berhubungan darah</p> <p>pendidikan system dan sumber pendukung yang tersedia untuk keluarga10</p> <p>Pengkajian anggota keluarga </p> <p>Pengkajian fisik setiap anggota keluarga Pengkajian mental setiap anggota keluarga Pengkajian emosional setiap anggota keluarga Pengkajian social setiap anggota keluarga Pengkajian spiritual setiap anggota keluarga Pengkajian terlaksananya tugas individu</p> <p>b. DiagnosaKeperawatan Pada asuhan keperawatan keluarga bidang garapan keperawatan adalah kesenjangan tidak terpenuhinya kebutuhan dasar pada manusia pada tingkat keluarga disebut juga sebagai masalah keperawatan. Etiologi dari masalah keperawatan keluarga biasanya tidak optimalnya kesehatan keluarga dalam bidang kesehatan. Menentukan prioritas masalah :</p> <p>Pertimbangan dalam menentukan prioritas masalah : </p> <p>Masalah keperawatan keluarga yang dijumpai lebih dari satu Sumber daya yang dimiliki keluarga dan komunitas terbatas Keterbatasan IPTEK keperawatan yang dikuasai perawatan keluarga Berat dan menonjolnya masalah yang dirasakan oleh keluarga berbedabeda</p> <p>Waktu yang dimiliki terbatas Mengatasi masalah prioritas dapat mengatasi masalah inti tersebut11</p> <p>c. Perencanaan Merupakan acuan tertulis yang terdiri dari berbagai intervensi keperawatan yang dirancanakan dapat mengatasi diagnosis keperawatan sehingga klien dapat terpenuhi kebutuhan dasarnya. Intervensi yang dilakukan perawat bersifat bantuan, higienis, rehabilitasi, suportif, preventif, observasi, dan memberikan invormasi yang akurat dan memuaskan tentang pengobatan.</p> <p>Indikasi untuk intervensi keperawatan keluarga :</p> <p>Menurut White and leahey dalam friedman ,1998 :</p> <p>Adanya keluarga dengan suatu masalah yang berhubungan diantara anggota keluarga yang dipengaruhi</p> <p>Adanya anggota keluarga dengan penyakit yang memiliki dampak yang merugikan secara nyata terhadap anggota keluarga lain</p> <p>Seorang angota keluargadi diagnosa penyakitnya untuk pertama kali Perkembangan anak atau remaja secara emosional, tingklah laku, atau fisik dalam konteks keluarga yang sakit</p> <p>Salah satu anggota keluarga yang mempunyai penyakit kronis pulang atau pindah dari suatu institusi keperawatan komunitas</p> <p>Anggota keluarga mempunyai penyakit mematikan</p> <p>d. Implementasi Merupakan suatu bagian aktif dalam asuhan keperawatan . Tindakan ini bersifat intelektual, teknis, dan interpersonal berupa upaya pemenuhan kebutuhan dasar klien. Tindakan keperawatan meliputi : </p> <p>Tindakan keperawatan Observasi keperawatan12</p> <p>Pendidikan kesehatan atau keperawatan Tindakan medis yang dilakukan perawat(tindakan limpah)</p> <p>e. Evaluasi Merupakan tahap akhir dari rangkaian proses keperawatan yang berguna apakah tujuan dari tindakan keperawatan yang telah dilakukan tercapai atau perlu pendekatan lain6. Klasifikasi intervensi keperawatan:</p> <p>a. Menurut freedman 1998 :</p> <p>Supplemental : perawat secara langsung memberikan pelayanan keperawatan yang tidak dapat dilakukan keluarga</p> <p>Facilitative :perawat membantu mengatasi hambatan dari keluargadan memperoleh pelayanan medis,kesejahteraan social, transportasi, atau pelayanan kesehatan dirumah.</p> <p>Developmental : Perawat membantu keluarga untuk menolong diri sendiri sesuai kemampuannya. internal dan eksternal Perawat juga menolong keluarga memanfaatkan fasilitas kesehatan yang bersumber dari diri sendiri seperti dukungan social</p> <p>Intervensi keluarga dan definisi aktifitas : Label Dukungan keluarga Mempertahankan proses keluarga Promise integritas keluarga Keterlibatan keluarga Mobilisasi keluarga Defenisi aktifitas Meningkatnya minat keluargadan tujuan Meminimalkan efek gangguan proses keluarga Meningkatnya daya ikat dan kesatuan keluarga Partisipasi keluarga dalam perawatan fisik dan emisi pasien Penggunaan mempengaruhi Terapi keluarga kekuatan kesehatan keluarga pasien yang melalui</p> <p>petunjuk positif Interaksi dengan keluarga sebagai agen13</p> <p>pengubah yang bergerak menuju cara hidup Dukungan saudara kandung yang lebih produktif Meningkatkan keterlibatan saudara kandung pada saat saudara lainnya mengalami sakit</p> <p>7. Hambatan dalam intervensi keperawatan keluarga : a. Menurut bailon &amp; maglaya 1978 </p> <p>Infirmasi yang diperoleh keluarga mungkin kurang atau keliru Informasi yang diperoleh keluarga tidak menyeluruh sehingga keluarga hanya melihat sebagian dari masalah</p> <p>Keluarga memperoleh informasi yang diperlukan ,tetapi tidak dapat mengaitkan dengan situasi yang sedang dihadapi</p> <p>Keluarga tidak mau menghadapi situasi Keluarga ingin mempertahankan suatu pola tingkah laku Kegagalan mengaitkan antara tindakan dan sasaran keluarga Keluarga kurang percaya terhadap tindakan yang di usulkan</p> <p>Hambatan dalam intervensi keperawatan keluarga menurut buku yang berjudul Dasar-Dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat oleh Drs. Nasrul Effendy halaman 43, dibagi menjadi dua sumber yaitu : a. Hambatan dari keluarga-</p> <p>Pendidikan keluarga yang rendah akan mempersulit tingkat pemahaman keluarga dengan apa yang disampaikan oleh perawat.</p> <p>-</p> <p>Keterbatasan sumber-sumber daya keluarga (keuangan, sarana, dan prasarana)14</p> <p>Sumber daya keluarga merupakan factor pendukung dalam pola hidup sehat yang seharusnya keluarga lakukan. Kebiasaan-kebiasaan yang melekat Kebiasaan yang sudah melekat akan sangat sulit untuk dirubah, yang tentunya memerlukan proses yang lama. Sosial budaya yang tidak menunjang Sosial budaya seseorang yang bertentangan dengan dunia kesehatan akan sangat menghambat dalam proses intervensi keperawatan keluarga ini. Karena kita akan sulit untuk mengubah paradigma yang sudah membudaya secara turun temurun. b. Hambatan dari perawat Sarana dan prasarana yang tidak menunjang dan mencukupi, seperti ; PHN Kit, transportasi Kondisi alam (geografi yang sulit) Letak geografis suatu keluarga yang dikaji sulit tempuh seperti melewati sungai besar tanpa jembatan yang memadai, atau letak rumah dipelosok dengan jalan tanpa aspal, dll, akan sangat menghambat perawat dalam melakukan intervensi. Kesulitan dalam berkomunikasi (bahasa) In...</p>