Click here to load reader

LBM 3 sgd 1 MP

  • View
    80

  • Download
    7

Embed Size (px)

DESCRIPTION

d

Text of LBM 3 sgd 1 MP

LBM 3MODUL METODE PENELITIAN

STEP 1 Populasiadalah keseluruhan objek penelitian atau objek yang diteliti . Samplebagian dari populasi tapi yang dipilih dengan cara tertentu. Kriteria inklusicriteria sample yang sesuai ketentuan untuk diteliti. Kriteria eksklusicriteria sampel yang tidak sesuai ketentuan untuk diteliti instrumenalat untuk mengukur sampel dan mengukur variabilitas variable.contoh : quosioner, timbangan dll.

STEP 2bagaimana cara mendapatkan data dengan instrumen dari penentuan sampel yang diteliti ?

STEP 3Metodologi penelitian definisi langkah-langkah yang menuntun peneliti untuk mendapatkan data dan hasil penelitian. isijenis??????????? 1. jenis penelitian kesehatan/ kedokterana) menurut teknik pengambilan sample1. penelitian terhadap populasi suatu penelitian yang melibatkan populasi yang jumlahnya tidak terlalu banyak , biasanya seluruh populasi diteliti2. penelitian terhadap sample melibatkan hanya sebagian dari populasi yang dipilih dengan cara tertentuAlasan melakukan penelitian terhadap sampel : keterbatasan dana keterbatasan petugas peneliti luasnya wilayah penelitian bila hendak mencakup seluruh populasi mahalnya instrumen penelitian yang harus digunakan3. studi kasusPenelitian ini hanya meneliti satu kasus saja dari satu objek sampai sekelompok objek yang terkena masalah

b) menurut timbulnya variabeli. penelitian non-eksperimental penelitiann deskriptif penelitian historis penelitian filsafatii. penelitian eksperimentaliii. penelitian klinikiv. Riset operasi

c) menurut model pengembangannya1. penelitian cross sectional2. penelitian longitudinalsumber : panduan penelitian oleh Sandjaja, MSPH

Dalam bidang kedokteran dikenal beberapa macam penelitian :1. Penelitian epidemiologikAdalah jenis penelitian kedokteran yang mengikuti problema kesehatan dengan menggunakan pendekatan komunitasCiri utama : Kejadian , distribusi dan determinan suatu penyakit atau status kesehetan tertentu dalam masyarakat Faktor2 risiko apa yang berperan pada suatu status kesehatan atau penyakit tertentuKegunaan penelitian epidemiologik : Untuk kepentingan penelusuran patogenesis penyakit , yaitu mempelajari aspek etiologi dan perkembangan penyakit Untuk kepentingan evaluasi program , yaitu sbg sarana untuk menilai suatu tindakan pelayanan kesehatan masyarakat tertentu untuk kepentingan diagnosis , yaitu untuk menyusun diagnosis komunitas atau diagnosis kelompokdikenal 2 macam penelitian epidemiologik , yaitu :a. penelitian epidemiologik intervensiadalah penelitian eksperimental yang dilakukan terhadap masyarakat.Peneliti memberikan perlakuan atau manipulasi pada masyarakat , kemudian efek perlakuan tsb diobservasi, baik secara individual maupun kelompok.Penelitian intervensi mempunyai potensi mengungkap mekanisme sebab akibat antara faktor risiko dengan efek b. survei epidemiologik , dibagi menjadi dua , yaitu :1. survei deskriptifialah suatu penelitian yang tujuan utamanya melakukan eksplorasi- deskriptif terhadap fenomena kesehatan masyarakat , baik yang berupa faktor risiko maupun efek.contoh : survei angka kematian dan angka kelahiran pada suatu daerah tertentu atau srvei tentang insidensi dan prevalensi penyakit tertentu di suatu daerah

2. survei analitik peneliti mencoba menggali bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan masyarakat yang terjadi , yaitu dengan melakukan analisis dinamika korelasi antar fenomena baik antara faktor risiko dengan efek , antar faktor risiko , maupun antar efekDikenal 3 macam survei epidemiologik : Penelitian cross sectionalMerupakan penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor2 risiko dengan efek , dengan model pendekatan atau observasi sekaligus pada suatu saat atau point time approach.Tiap subjek hanya diobservasi sekali saja dan pengukuran dilakukan terhadap status karakter atau variabel subjek pada saat pemeriksaan

Penelitian case controlDilakukan dengan mengidentifikasi subjek2 yang merupakan kasus case adalah subjek dengan karakter efek positif kemudian diikuti secara retrospektif ada tidaknya faktor risiko yang diduga berperan.Penetapan ada tidaknya kontribusi pengaruh faktor risiko terhadap terjadinya efek dilakukan dengan membandingkan adanya faktor2 risiko tsb pada subjek2 kontrol yang juga dilihat secara retrospektif

Penelitian cohort bukan efek yang dipegang dulu , tetapi kausa (faktor risiko) diidentifikasi , kemudian diikuti secara prospektif sampai periode tertentu untuk kemudian ditentukan ada tidaknya efek (penyakit atau status kesehatan ttt yang diteliti).berbeda dengan case control pada penelitian cohort yang diidentifikasi dulu justru individu yang tidak berpenyakit kemudian dai mereka dipilih subjek2 dengan faktor risiko tetapi kondisi lainnya diusahakan sama dengan kelompok kasus.Kedua kelompok diikuti perkembangannya sampai periode tertentu selanjutnya dibandingkan banyknya subjek yang kemudian menjadi berpenyakit antar kedua kelompok tsb.Perbedaan ketiga macam survei analitik :Cross sectionalCase controlCohort

Kasus dan efek diidentifikasi pada saat yang samaEfek diidentifikasi lebih dulu , kemudian ditelusuri secara retrospektif adanya kausaKausa diidentifikasi dulu , kemudian diikuti secara prospektif timbulnya efek

2. Penelitian evaluitifAdalah penelitian yang dimaksudkan untuk menilai tingkat kesehatan, usaha penyehatan , atau tindakan medik tertentu yang ada pada masyarakat maupun klinik.Dikenal ada 2 macam penelitian evaluatif : Reviu program tujuan : untuk menilai kelengkapan sarana atau upaya peningkatan kesehatan dalam masyarakat. tidak mengobservasi bagaimana tingkat kesehatan anggota masyarakat , melainkan mengobservasi program atau pelayanan penyehatan tertentu bukan suatu penelitian , tetapi merupakan suatu observasi atau survei superfisial

Trial tujuan : menilai atau menguji suatu tindakan medik tertentu , baik yang dilakukan terhadap individu maupun terhadap masyarakat dikenal 2 macam trial : 1) yang ditujukan pada individu disebut trial klinik. 2)yang ditujukan pada masyarakat disebut trial program. trial adalah suatu penelitian eksperimental yang bertujuan untuk menilai kemanjuran dan meamanan suatu obat

3. Penelitian laboratoriumAdalah penelitian yang pelaksanaannya (observasi dan pengukurannya) dilakukan dilaboratorium.Penelitian laboratorium dapat merupakan suatu eksperimen , survei , atau trial , asal observasi utamanya dilakukan dengan mengunakan peralatan dan metode dalam laboratorium.Masalah obyektivitas , validitas , dan reliabilitas merupakan hal yang mendapat prioritas utama

berdasarkan atas proses bagaimana variable penelitian diamati : penelitian eksperimental penelitian yang observasinya dilakukan terhadap efek dari manipulasi peneliti terhadap satu atau sejumlah cirri (variable) subjek penelitan penelitian non ekperimental penelitian yang observasinya dilakukan terhadap sejumlah ciri (variabel) subjek menurut keadaan apa adanya (in nature), tanpa manipulasi atau intervensi peneliti.penelitian epidemiologic : jenis penelitian kedokteran mengkaji problema kesehatan dengan menggunaan pendekatan komunitas. penelitian epidemiologic intervensi : penelitian eksperimental yang dilakukan terhadap masyarakat survei epidemiologik : baik deskriptif maupun naratif kedalaman analisis mekanisme sebab-akibat tidak dapat diperoleh. survei epidemiologik observasi dilakukan pada fenomena kesehatan dalam keadaan apa adanya, tanpa manipulasi. survei deskriptif : suatu penelitian yang tujuan utamanya melakuakn eksplorasi-deskriptif terhadap fenomena kesehatan masyarakat, baik yang berupa faktor resiko maupun efek. survei analitik : peneliti mencoba menggali bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan masyarakat itu terjadi, yaitu dengan melakukan analisis dinamika korelasi antar fenomena, baik antara faktor resiko dengan efek, antar faktor resiko, maupun antar efek.Metode Penelitian Kedokteran, Watik P

desain penelitian :?????????1. Rancangan1. Rancangan pra-eksperimen : berbentuk post test only desaindalam rancangan ini perlakuan telah dilakukan kemudian dilakukan pengukuran/observasi atau postes. Berbentuk one group pretest-postestRancangan ini tidak ada kelompok pembanding, tetapi paling tidak sudah dilakukan pretest (observasi pertama) yang memungkinkan penelitian dapat menguji perubahan2 yang terjadi setelah adanya eksperimen (program). Perbandingan kelompok statisRancangan ini sama seperti rancangan pertama, tetapi hanya bedanya menambahkan kelompok kontrol atau kelompok pembanding.2. Rancangan eksperimen sungguhan Rancangan pretest-postest dengan kelompok controlPengelompokan anggota2 kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen dilakukan berdasarkan acak (randomisasi), kemudian dilakukan pretest (observasi pertama) pada kedua kelompok tersebut, dan kelompok eksperimen menerima perlakuan, setelah beberapa waktu dilakukan postest (pengukuran) pada kedua kelompok tersebut. Rancangan randomized salomon four groupMenambahkan kelompok 3 dengan perlakuan, tanpa pretest dan ke 4 tanpa perlakuan, tanpa pretest. Rancangan postest dengan kelompok kontrolMerupakan rancangan eksperimen sungguhan dan tidak diadakan pretset3. Rancangan eksperimen semu Rancangan rangkaian waktuSeperti rancangan pretest-postest, dengan menggunakan serangkaian observasi dapat memungkinkan validitasnya lebih tinggi. Rancangan rangkaian waktu dengan kelompok pembandingLebih menjamin adanya validitas internal yang tinggi. Rancangan non-equivalent control groupSangat baik digunakan untuk evaluasi program pendidikan kesehatan dengan membandingkan hasil intervensi program kesehatan di suatu kecamatan atau desa, dengan kecamatan atau desa lainnya. Penggelompokan anggota sample pada kelompok eksperimen dan kelompok control tidak dilalukan secara random atau acak. Rancangan separate sample pretest postestPengukuran pertama (pretest) dilakukan terhadap sampel yang dipilih secara acak dari populasi tertentu, kemudian dilakukan interve