yuna LBM 5 SGD 15

  • View
    264

  • Download
    2

Embed Size (px)

DESCRIPTION

edukasi

Text of yuna LBM 5 SGD 15

LBM 5Gangguan perilaku pada Anak

Step 71. Apa yang mempengaruhi perkembangan anak secara fisiologis ?

Perkembangan Emosi berdasarkan periode perkembangan

1. Infant (masa bayi 0-2 tahun)

Pada waktu lahir, emosi tampak dalam bentuk sederhana, dan reaksi emosional dapat ditimbulkan oleh berbagai macam rangsangan. Pola emosional yang lazim pada masa bayi yaitu kemarahan, rasa ingin tahu, kegembiraan, dan kesenangan akan sesuatu.

Mendukung perkembangan emosi anak

Tetapkan waktu bermain dengan anak. Beri kesempatan pada anak untuk menentukan apa yang diinginkan.

Luangkan waktu untuk memecahkan masalah bersama anak. Membantu anak dalam menyelesaikan masalahnya, mencari penyebabnya dan memberi masukan untuk jalan keluar dari maslahnya.

Melihat masalah dari sudut pandang anak. Misalnya pada anak yang sedang mengamuk atau marah, orang tua harus mendengarkan apa yang anak inginkan.

Meminimalkan masalah. Sebagai orang tua atau pendidik menunjukan penyebab masalah yang dialami anak.

Berikan batasan. Berikan batasan dan bimbingan kepada anak.

2. Early childhood (masa kanak-kanak awal)

Pada masa kanak-kanak awal emosi sangat kuat. Saat ini merupakan saat ketidakseimbangan karena anak-anak keluar dari focus, dalam arti bahwa ia mudah terbawa ledakan-ledakan emosional sehingga sulit dibimbing dan diarahkan.

3. Late childhood (masa kanak-kanak akhir)Pada kanak-kanak akhir merupakan ungkapan menyenangkan. Adanya ledakan amarah dan menderita kekhawatiran serta perasaan kecewa.

4. Early Adolescence

Masa remaja awal secara tradisional dianggap sebagai periode badai dan tekanan, dimana masa itu emosi meninggi sebagai akibat dari perubahan fisik dan kelenjar. Pada masa remaja awal anak berusaha menyesuaikan diri terhadap pola perilaku baru dan harapan social yang baru.

5. Late adolescence (masa remaja akhir)

Cirri-ciri emosional akhir yaitu pemberontakan karena perubahan dari masa kanak-kanak awal menuju masa kanak-kanak akhir yang mengalami konfilk dengan orang tua mereka, sering kali melamun, dan memikirkan masa depan mereka ingin menjadi apa.

6. Masa dewasa awal

Perkembangan emosinya mulai stabil dan mampu mengendalikan emosi.

7. Masa dewasa madya (40-60 tahun)

Emosi laki-laki, lebih banyak berkonsentrasi ke karir, waktunya habis dipekerjaan, kondisi emosionalnya melatarbelakangi pekerjaannya.

Emosi perempuan, (mengalami menopause) emosi menjadi tidak stabil dan mudah tersinggung dan menjadi sangat sensitive.

8. Masa dewasa akhir (usia lanjut)

Emosi sedikit menurun, seperti anak kecil yang mudah tersinggung dan mudah marah serta biasanya segala keinginannya ingin terpoenuhi.

E. Perubahan Perkembangan dalam Emosi

Bayi memulai dengan sedikit dasar emosi dan dengan perlahan menambah perasaan baru.

Bayi merespon emosi dari orang disekitarnya.

Anak-anak belajar menunjukan perbuatannya berdasarkan ekspresi emosional orang lain.

Anak-anak mengembangkan kemampuan mengendalikan emosi.

Bertambahnya reflex emosi pada anak.

Secara perlahan anak-anak dan remaja belajar untuk mengatur emosinya.

Memperhatikan perasaan orang lain.

Pada tahun akhir sekolah membawa kecemasan baru dan tekanan.

Perkembangan Kognitif

Piaget mengidentifikasi 4 (empat) tahapan utama perkembangan kognitif yaitu sensorimotor, pra-operasional, operasional konkrit dan operasional formal.

Tahap Sensorimotor (lahir 2 tahun)Perkembangan kognitif bayi sampai kira-kira berusia 2 tahun pada umumnya mengandalkan observasi dari panca indera dan gerakan tubuh mereka. Satu tanda dari perkembangan ini adalah memahami objek tetap / permanen. Bayi berkembang dengan cara merespon kejadian dengan gerak refleks atau pola kesiapan. Mereka belajar melihat diri mereka sebagai bagian dari objek yang ada di lingkungan.

Tahap Pra-operasional (2 7 tahun)Pra-operasional ditandai oleh adanya pemakaian kata-kata lebih awal dan memanipulasi simbol-simbol yang menggambarkan objek atau benda dan keterikatan atau hubungan di antara mereka. Pemikiran atau sifat anak yang aneh /ganjil menunjukkan fakta bahwa mereka pada umumnya tidak mampu menunjukkan operations (eksploitasi) atau jika mereka bisa menunjukkan operation maka keadaannya akan terbatas. Mental operations pada tahap ini sifatnya fleksibel dan dapat berubah. Tahap pra-operasional ini juga ditandai oleh beberapa hal, antara lain : egosentrisme, ketidakmatangan pikiran / ide / gagasan tentang sebab-sebab dunia di fisik, kebingungan antara simbol dan objek yang mereka wakili, kemampuan untuk fokus pada satu dimensi pada satu waktu dan kebingungan tentang identitas orang dan objek.

Tahap Concrete Operational (6 atau 7 th 12 tahun)Pada tahap konkrit operasional, penambahan dan pengurangan dalam hitung-hitungan bukan merupakan aktivitas yang mudah. Konkrit operasional anak mengenal bahwa ada hubungan antara angka-angka dan bahwa operasi dapat dilaksanakan menurut aturan tertentu. Pada tahap ini anak menunjukkan permulaan dari kapasitas logika orang-orang dewasa. Mereka mengerti aturan dasar dari logika. Bagaimanapun juga, proses berfikir, atau operasi, pada umumnya melibatkan objek yang kelihatan (konkrit) daripada ide yang abstrak. Egosentrisme pada tahap ini sudah mulai berkurang. Kemampuan mereka untuk menggunakan peran dari orang lain dan melihat dunia, dan mereka sendiri, dari perspektif orang-orang lain sudah berkembang dengan pesat. Mereka mengenal bahwa orang melihat sesuatu dengan cara yang berbeda, karena perbedaan situasi dan perbedaan nilai. Mereka dapat fokus pada lebih dari satu dimensi pada beberapa waktu. Pada tahap ini juga sudah menunjukkan pemahaman akan hukum kekekalan (konservasi).

Tahap Formal Operational ( 12 tahun ke atas)Tingkat operasi formal merupakan tahapan terakhir dari skema Piaget, yang merupakan tingkatan dari kedewasaan kognitif. Formal operational biasanya dimulai pada masa pubertas, sekitar umur 11 atau 12 tahun. Akan tetapi tidak semua anak memasuki tingkatan ini pada saat pubertas, dan beberapa orang tidak pernah mencapainya. Tugas utama pada tahap ini meliputi kemampuan klasifikasi, berpikir logis, dan kemampuan hipotetis. Ada beberapa feature yang memberi remaja kapasitas lebih besar untuk memanipulasi dan menghargai lingkungan luar dan dunia imajinasi yang mencakup pemikiran hipotetis, penyelesaian masalah yang sistematis, kemampuan untuk menggunakan simbol dan pemikiran deduksi. Remaja dapat memproyeksikan dirinya pada situasi yang melebihi pengalaman mereka saat itu, dan untuk alasan itu, mereka terbungkus dalam fantasi yang panjang.

a) Penalaran/kognitif

b) Perilaku

c) Emosi

d) Komunikasi

2. Apa hubungan anak lahir dengan vakum ekstraksi dengan keluhan ?Komplikasi yang sering terjadi pada tindakan partus buatan dengan ektraksi vakum, biasanya timbul akibat terlalu lama dan terlalu kuatnya tarikan. Kadang sering juga operator menghadapi kendala dari pihak keluarga akibat sikap keluarga yang tidak siap untuk operasi dan meminta dokter untuk mencoba tetap lahir pervaginam, walau dokter telah merasa tarikan vakum sangat berat. Dampak dari anak yang dilahirkan dengan bantuan alat ektraksi vakum bila dilakukan oleh tenaga profesional biasanya tetap aman, seperti laporan penelitian yang dilakukan oleh Towner dkk dari California (1999) dari 583.400 wanita, selama 2 tahun, baik melalui operasi, tarikan forseps, vakum dan lahir spontan. Dari hasil penelitian tersebut terlihat risiko terjadi perdarahan intrakranial pada bayi sangat bervariatif baik ibu melahirkan secara normal, memakai alat maupun dengan lahir dengan operasi Caesar. Sebagai contoh, risiko terjadi perdarahan intrakranial akibat tindakan vakum 1 0rang setiap 860 tindakan, sedangkan akibat lahir spontan 1 kasus setiap 1900. Sedangkan bila bayi lahir dengan tarikan forseps risiko perdarahan otak hanya 1 kasus setiap 600 bila dibandingkan dengan operasi Caesar 1 kasus setiap 900. Hasil penelitian tadi memberi gambaran pada kita tentang kecilnya risiko terjadi perdarahan otak pada bayi yang dilahirkan dengan ekstraksi vakum

Risiko komplikasi lanjutan bisa terjadi berupa perdararahan dibawah kulit kepala (cephalohematom) atau perdarahan didalam rongga (intrakranial hemorhagi) akan tetapi sangat jarang.. Kedua komplikasi ini mudah dibedakan dengan caput suksedadeum yang lahir normal atau dengan tindakan vakum, pembengkakan dikepala(caput) akibat tindakan vakum akan hilang dalam beberapa jam sampai beberapa hari. Sedang perdarahan dibawah kulit (cephalo hematom) yang terbentuk beberapa jam setelah lahir dan akan hilang seminggu kemudian, bahkan ada kasus yang hilang sampai berbulan-bulan. Bila terjadi perdarahan otak akan dikelola bersama bersama tim dokter bedah saraf atau bedah anak, dan dokter anak(perinatologis).1. Traksi hanya dapat dilakukan ketika ada kontraksi rahim.

2. pemakaian terbatas pada janin yang aterm.

3. persalinan lebih lama dibandingkan ekstraksi cunam.Karena waktu yang diperlukan untuk pemasangan cup sampai dapat ditarik relatif lebih lama dibandingkan forceps ( 10 menit ). Cara ini tidak dapat dipakai apabila ada indikasi untuk melahirkan anak dengan cepat misalnya pada fetal distress ( gawat janin ).

4. membutuhkan perhatian untuk memelihara kevakuman.

5. alatnya relative mahal dibandingkan forceps biasa.

6. Morbiditas dan mortalitas rendah, tetapi sering terjadi pembentukan kaput yang bertahan beberapa jam.

Gambar 5 : Caput Succedaneum

2.1. INDIKASI EKSTRAKSI VAKUM

Pemakaian ekstraktor vakum memiliki indikasi yang sama dengan pemakaian cunam, ditambah dengan: gawat bayi dengan syarat-syarat bagi cunam belum dan bagi ekstraksi vakum sudah dipenuhi, dalam hal ini sectio sesarea kurang cepat un