Makalah Laporan Kasus GNAPS

  • Published on
    11-Aug-2015

  • View
    251

  • Download
    4

Embed Size (px)

DESCRIPTION

sip

Transcript

<p>BAB I PENDAHULUAN</p> <p>Glomerulonefritis merupakan penyakit peradangan ginjal bilateral yang menjadi penyebab utama terjadinya gagal ginjal tahap akhir dan tingginya angka morbiditas pada anak, sehingga penanganannya memerlukan perhatian yang mendalam.Meskipun penyebab glomerulonefritis belum jelas, tetapi penyakit ini diduga melibatkan mekanisme imunologis. Mekanisme imunologis tersebut dapat mengakibatkan reaksi peradangan akut yang berat, serta meningkatkan terbentuknya jaringan fibrosis 1 Indonesia pada tahun 1995, melaporkan adanya 170 pasien yang dirawat di rumah sakit pendidikan dalam 12 bulan. Pasien terbanyak dirawat di Surabaya (26,5%), kemudian disusul berturut-turut di Jakarta (24,7%), Bandung (17,6%), dan Palembang (8,2%). Pasien laki-laki dan perempuan berbanding 2 : 1 dan terbanyak pada anak usia antara 6-8 tahun (40,6%). 2 Gejala glomerulonefritis bisa berlangsung secara mendadak (akut) atau secara menahun (kronis) seringkali tidak diketahui karena tidak menimbulkan gejala. Gejalanya dapat berupa mual-mual, kurang darah (anemia), atau hipertensi. Gejala umum berupa sembab kelopak mata, kencing sedikit, dan berwarna merah, biasanya disertai hipertensi. Penyakit ini umumnya (sekitar 80%) sembuh spontan, 10% menjadi kronis, dan 10% berakibat fatal.2</p> <p>1</p> <p>Glomerulonefritis dapat dibagi atas dua golongan besar, yaitu bentuk yang merata dan bentuk yang fokal. Pada bentuk yang merata perubahan tampak pada semua lobulus daripada semua glomerulus, sedangkan pada bentuk fokal hanya sebagian glomerulus yang terkena, dari pada glomerulus yang terkena itu hanya tampak kelainan setempat (hanya satu atau beberapa lobulus yang terkena).2 Glomerulonefritis Akut adalah kumpulan manifestasi klinis akibat perubahan struktur dan faal dari peradangan akut glomerulus pasca infeksi Streptococcus. Sindrom ini ditandai dengan timbulnya oedem yang timbul mendadak, hipertensi, hematuri, oliguri, GFR menurun, insuffisiensi ginjal.2 Pada laporan kasus ini, akan dibahas tentang Glomerulonefritis Akut Post Streptococcal yang ditemukan pada seorang anak perempuan berusia 9 tahun, yang dirawat di Ruang Anak RSUD Ulin Banjarmasin dari tanggal 0410Desember 2012.</p> <p>2</p> <p>BAB II TINJAUAN PUSTAKA</p> <p>1. Definisi Definisi Glomerulonefritis dapat dibagi menjadi tiga yaitu : Glomerulonefritis akut merupakan keadaan timbulnya hematuria, proteinuria secara mendadak, adanya sel darah merah pada urin, edema dan hipertensi dengan atau tanpa oligouri. Glomerulo nefritis timbul setelah infeksi grup beta hemolyticus Streptococcus. Gejala klnik muncul 1-2 minggu xetelah faringitis akibat Streptococcus atau 3 -6 minggu setelah infeksi pyoderma3,4 Glomerulonefritis merupakan suatu istilah yang dipakai untuk menjelaskan berbagai ragam penyakit ginjal yang mengalami proliferasi dan inflamasi glomerulus yang disebabkan oleh suatu mekanisme imunologis.5 Glomerulonefritis adalah suatu terminologi umum yang</p> <p>menggambarkan adanya inflamasi pada glomerulus, ditandai oleh proliferasi sel-sel glomerulus akibat proses imunologik (Travis dan Glauser).5</p> <p>2. Epidemiologi Insidensi GNA pada keadaan epidemi adalah 10% sebelumnya menderita faringitis, 25% sebelumnya menderita impetigo. Pada suatu studi di Amerika Serikat didapatkan penyebab GNA PS yang lebih dominan adalah faringitis.4</p> <p>3</p> <p>GNA PS banyak terjadi pada negara-negara berkembang seperti Afrika, India Barat, dan Timur Tengah, dipengaruhi oleh status nutrisi, penggunaan antibiotik profilaksis, dan potensi dari Streptokokus.4 Mortalitas pada penderita GNA pada anak sangat jarang (90% anak dengan GNA PS. Pada pemeriksaan kadar komplemen, C3 akan kembali normal dalam 3 hari atau paling lama 30 hari setelah onset 8,11 Peningkatan BUN dan kreatinin. Peningkatannya biasanya transien. Bila peningkatan ini menetap beberapa minggu atau bulan menunjukkan pasien bukan GNA PS sebenarnya. Pasien yang mengalami bentuk kresentik</p> <p>15</p> <p>GN mengalami perubahan cepat, dan penyembuhan tidak sempurna. Adanya hiperkalemia dan asidosis metabolik menunjujjan adanya gangguan fungsi ginjal. Selain itu didapatkan juga hierfosfatemi dan Ca serum yang menurun.1,11 Pada urinalisis menggambarkan abnormalitas, hematuria dan</p> <p>proteinuria muncul pada semua kasus. Pada sedimen urin terdapat eritrosit, leukosit, granular. Terdapat gangguan fungsi ginjal sehingga urin menjadi lebih terkonsentrasi dan asam. Ditemukan juga glukosuria. Eritrosit paling baik didapatkan pada urin pagi hari, terdapat 60-85% pada anak yang dirawat di RS. Hematuria biasanya menghilang dalam waktu 3-6 bulan dan mungkin dapat bertahan 18 bulan. Hematuria mikroskopik dapat muncul meskipun klinis sudah membaik. Proteinuria mencapai nilai +1 sampai +4, biasanya menghilang dalam 6 bulan. Pasien dengan proteinuria dalam nephrotic-range dan proteinuria berat memiliki prognosis buruk.1,2 Pada pemeriksaan darah tepi gambaran anemia didapatkan,anemia normositik normokrom.5 b) Pemeriksaan Pencitraan5 a. Foto toraks dapat menunjukkan Congestif Heart Failure. b. USG ginjal biasanya menunjukkan ukuran ginjal yang normal. c) Biopsi Ginjal Biopsi ginjal diindikasikan bila terjadi perubahan fungsi ginjal yang menetap, abnormal urin dalam 18 bulan, hipokomplemenemia yang menetap, dan terjadi sindrom nefrotik.Biopsi ginjal dilakukan dengan sonografi USG</p> <p>16</p> <p>pada hari keempat perawatan di rumah sakit. Di bawah mikroskop cahaya evaluasi, spesimen biopsi ginjal menunjukkan banyak glomeruli, yang semuanya difus dan hypercellular dengan berbagai tingkat infiltrasi polimorfonuklear neutrofil dan agregat fibrin / platelet,</p> <p>Dalam penilaian mikroskop elektron, ada berbentuk kubah atau api berbentuk elektron-padat subendothelial granular deposito (punuk) 5,12 Indikasi Relatif1 : a. Tidak ada periode laten dianara infeksi streptokokus dan GNA b. Anuria c. Perubahan fungsi ginjal yang cepat d. Kadar komplemen serum yang normal e. Tidak ada peningkatan antibodi antistreptokokus f. Terdapat manifestasi penyakit sistemik di ekstrarenal g. GFR yang tidak mengalami perbaikan atau menetap dalam 2 minggu h. Hipertensi yang menetap selama 2 minggu Indikasi Absolut1 : a. GFR yang tidak kembali normal dalam 4 minggu b. Hipokomplemenemia menetap dalam 6 minggu c. Hematuria mikroskopik menetap dalam 18 bulan d. Proteinuria menetap dalam 6 bulan</p> <p>17</p> <p>7. Diagnosis Diagnosis Glomerular nefritis akut ditegakkan berdasarkan adanya riwayat infeksi Streptokokus hemolitikus grup A sebelumnya (7-14 hari). Bila tidak didapatkan kultur positif, dapat dikonfirmasi dengan peningkatan titer antistreptolisin O (ASTO) atau peningkatan antibodi antistreptokokus lainnya.13 8. Diagnosa Banding1 Sindrom Nefrotik Nefropati IgA Nefritis lupus Nefritis Henoch Schonlein 9. Penatalaksanaan GNA-PS tipikal tidak memerlukan penatalaksanaan spesifik. Terapi antibiotik yang sesuai merupakan indikasi bila infeksi tetap ada. Gangguan pada fungsi ginjal yang mengakibatkan hipertensi memerlukan penanganan yang lebih spesifik, pengurangan konsumsi natrium, pengobatan dengan diuretik atau obat antihipertensi. Pada kasus berat yang telah terjadi kegagalan ginjal, dapat dilakukan hemodialisa atau peritoneal dialisa. Kortikosteroid juga dapat diberikan untuk mengurangi perjalanan infeksi.13 Terapi Medis : Terapi simtomatis untuk mengontrol edema dan tekanan darah5 1. Pada fase akut batasi garam dan air, jika hipertensi dapat diberikan diuretik. Loop diuretik meningkatkan output urin. 18</p> <p>2. Untuk hipertensi</p> <p>yang tidak dapat dikontrol dengan diuretik. Biasanya</p> <p>calsium channel blocker. Pada hipertensi maligna pemberian nitroprusid atau parenteral agen. 3. Antibiotik golongan penisilin jika infeksi primer masih berlangsung. 4. Indikasi untuk dialisis pada hiperkalemia dan manifestasi klinis uremia. 5. Pembatasan aktivitas fisik diperlukan pada beberapa hari pertama sakit 6. Steroid, obat-obat imunosupresan dan plasmaferesis masih dalam perdebatan.</p> <p>10. Prognosis Hanya sedikit pasien dengan GNA yang memerlukan perawatan di rumah sakit. Dan sebagian besar akan pulang dalam waktu 2-4 hari. Semakin cepat tekanan darah berada dalam nilai normal dan diuresis telah kembali, sebagian besar anak dapat dirawat jalan.5 Sebagian besar pasien akan sembuh, tetapi 5% di antaranya mengalami perjalanan penyakit yang memburuk dengan cepat dengan pembentukan kresen pada epitel glomerulus. Diuresis akan menjadi normal kembali pada hari ke 7-10 setelah awal penyakit, dengan menghilangnya senbab dan secara bertahap tekanan darah menjadi normal kembali. Fungsi ginjal membaik dalam 1 minggu dan menjadi normal dalam waktu 3-4 minggu. Komplemen serum menjadi normal dalam waktu 6-8 minggu. Tetapi kelainan sedimen urin akan tetap terlihat selam berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun pada sebagian besar pasien.2</p> <p>19</p> <p>Prognosis untuk Glomerulonefritis akut pasca Streptococcus adalah baik untuk anak-anak. Sebaliknyapasien yang sudah tua ketika menderita GNAPS akan menununjukkan kondisi yang lebih jelek daripada anak-anak (malnutrisi, alkoholisme, diabetes,atau kronis penyakit) dan memiliki tinggi kejadian azotemia (60%), kongestif gagal jantung (40%), dan proteinuria pada kisaran nefrotik (20%). kematian mungkin terjadi sebanyak 20 sampai 25% dari1 Monitoring pasien rawat jalan5: a. 0-6 minggu setelah onset : hipertensi telah terkontrol, edema sudah perbaikan, gros meaturia semakin membaik, azotemia telah membaik. b. 8-10 minggu setelah onset : azotemia telah hilang, anemia telah terkoreksi, Hipertensi telah membaik, C3 dan C4 telah kembali ke nilai normal. c. 3,6,9 bulan setelah onset : Hematuria dan proteinuria telah menghilang sedikit demi sedikit, tekanan darah telah kembali normal. d. 12 bulan setelah onset : proteinuria telah menghilang, hematuria mikroskopik telah menghilang. e. 2,5 dan 10 tahun setelah onset : urin telah normal, tekanan darah dan kada keratinin serum telah normal.</p> <p>20</p> <p>BAB III LAPORAN KASUS</p> <p>I.</p> <p>IDENTITAS 1. Identitas penderita Nama penderita Jenis kelamin Umur 2. Identitas orang tua/wali AYAH : Nama : Tn. H : An. RM : Perempuan : 9 Tahun</p> <p>Pendidikan : SMP Pekerjaan Alamat IBU : Nama : Buruh : Jl. Kertak Hanyar Manarap Lama : Ny. NS</p> <p>Pendidikan : MAN Pekerjaan Alamat : Ibu Rumah Tangga : Jl. Kertak Hanyar Manarap Lama</p> <p>II.</p> <p>ANAMNESIS Kiriman dari Dengan diagnosa : Poli Anak : susp Glomerulonefritis Akut Post Streptococcal (GNAPS) Aloanamnesis dengan : Ibu pasien</p> <p>21</p> <p>Tanggal 1. Keluhan Utama</p> <p>: 04 Desember 2012 : Bengkak :</p> <p>2. Riwayat penyakit sekarang</p> <p>Bengkak dikeluhkan pasien sejak 1 minggu yang lalu SMRS. Bengkak pertama kali di kelopak mata,lalu keesokan harinya bengkak pada wajah. Bengkak paling parah terutama dirasakan pasien ketika bangun tidur pagi hari. Bengkak dimata menyebabkan sulit membuka mata. Selain diwajah tidak ada bengkak ditempat lain. Pasien juga merasakan nyeri tenggorokan tapi nyerinya hilang timbul. Nyeri tenggorokan dirasakan pasien sejak 2 minggu yang lalu. Pasien juga mengeluh demam selama tiga hari berturut-turut.demam terus menerus tidak menggigil. Kemudian pasien berobat ke manteri diberi 3 macam obat sirup (parasetamol,antacid, satu lagi tidak tahu) tapi tidak sembuh. Kemudian pasien dibawa ibunya k puskesmas dan dirujuk k Rs Ulin.Selain itu pasien juga mengeluh kadang-kadang sakit kepala. Nafsu makan berkurang. BAK cokelat seperti warna coca cola (+) dan volumenya sehari sekitar sekitar 30 cc, BAB tidak lancar.</p> <p>3. Riwayat Penyakit Dahulu : Riwayat penyakt serupa (-), nyeri tenggorokan (+)</p> <p>4. Riwayat Penyakit Keluarga : Riwayat penyakit yang sama dengan pasien (-), HT(-),asma (-),DM(-) 5. Riwayat kehamilan dan persalinan :</p> <p>22</p> <p>Riwayat Antenatal : Ibu rutin memeriksakan kehamilannya ke bidan, ibu mendapatkan suntikan TT, vitamin dan tambahan zat besi dari bidan. Selama hamil ibu tidak pernah sakit. Kesimpulan : Riwayat Antenatal Ibu pasien baik.</p> <p>Riwayat Natal : Spontan/tidak spontan : Nilai APGAR Berat badan lahir Panjang badan lahir Lingkar kepala Penolong Tempat : : : : : : Spontan 8-9-10. Bayi langsung menangis.. 2600 gram Ibu lupa Ibu lupa Bidan Rumah Sendiri</p> <p>Kesimpulan : Riwayat Natal pasien baik.</p> <p>Riwayat Neonatal : Anak lahir langsung menangis, kulit kemerahan, tidak ada kebiruan pada bibir, kuku dan badan anak. Tidak ada kuning pada badan anak. Anak tidak ada sakit pada 1 bulan pertama kehidupannya. Kesimpulan : Riwayat Neonatal pasien baik.</p> <p>6. Riwayat perkembangan Tiarap</p> <p>: : 4 bulan</p> <p>23</p> <p>Merangkak Duduk Berdiri Berjalan Saat ini</p> <p>: : : : :</p> <p>6 bulan 7 bulan 9 bulan 11 bulan Pasien Sekarang duduk dikelas 4 SD, tidak</p> <p>ada masalah dengan pelajaran dan menerima pelajaran dengan baik. Kesimpulan : Riwayat tumbuh kembang pasien baik. 7. Riwayat imunisasi</p> <p>Nama</p> <p>Dasar (umur dalam hari/bulan)</p> <p>Ulangan (Umur dalam bulan) + + + + -</p> <p>BCG Polio Hepatitis B DPT Campak + + + + + +</p> <p>+ +</p> <p>Kesimpulan : Riwayat imunisasi dasar anak lengkap, tetapi ibu lupa waktunya.</p> <p>8. Makanan : Umur 0 3 bulan : anak mendapat ASI sesuai kemauan anak Umur 7-12 bulan : anak mendapat makanan pendamping ASI banyak sesuai keinginan anak tiga kali sehari. 24</p> <p>Umur 1-2 tahun : anak mendapat nasi lembek sesuai keinginan anak. Umur 3-sekarang : anak mendapatkan makanan seperti nasi dan lauk-pauk tiga kali sehari.jarang makan sayur. Kesimpulan : kualitas dan kuantitas makanan cukup</p> <p>9. Riwayat Keluarga</p> <p>:</p> <p>Ikhtisar keturunan</p> <p>Ket :</p> <p>Laki-laki Perempuan Sakit</p> <p>25</p> <p>Susunan keluarga :No 1 2 Nama Tn. Hardiansyah Ny. Nor saliah An.Wahia 3 Melisa An.Rizki 4 Maulida An.Lisa 5 Nimatul M 3 tahun P Sehat 9 tahun P Sakit (GNAPS) Umur 37 tahun 36 tahun 14 tahun L L/P L P Keterangan Sehat Sehat Sehat</p> <p>Kesimpulan : Riwayat serupa pada keluarga tidak ada.</p> <p>10. Riwayat Sosial Lingkungan</p> <p>:</p> <p>Anak tinggal bersama orang tua di sebuah rumah kayu berukuran 410 m2 dengan 2 kamar, 1 dapur, 2 wc, dan 1 ruang tamu. Ventilasi udara dan cahaya cukup. Jarak rumah dengan tetangga + 1 meter. Keperluan mandi, mencuci, BAK, BAB, memasak dan minum menggunakan air PDAM. Pembuangan sampah di tempat sampah. Kesimpulan : kualitas lingkungan cukup baik</p> <p>III. PEMERIKSAAN FISIK 1. Keadaan umum Kesadaran GCS : Tampak sakit sedang : Komposmentis : 456</p> <p>26</p> <p>2. Pengukuran Tanda vital : TD : 120/90 mmHg. (persentil sistolik: diantara</p> <p>persentil 95 dan 99) sednagkan diastolik diatas persentil 99), hipertensi derajat 2 Nadi Suhu : 68 kali/menit, reguler, kuat angkat : 36,8 C</p> <p>Respirasi : 28 kali/menit Berat badan Panjang badan 3. Kulit : Warna Sianosis Hemangiom Turgor Kelembaban Pucat Lain-lain 4. Kepala : Bentuk UUB UUK Lain-lain Rambut : Warna Tebal/tipis : 24 kg : 133 cm : Sawo matang : tidak ada : tidak ada : cepat kembali : cukup : tidak ada : tidak ada : mesosefali : menutup : menutup : : hitam : tebal</p> <p>Jarang/tidak (distribusi) : merata Alopesia : tidak ada</p> <p>27</p> <p>Lain-lain Mata : Palpebra</p> <p>: tidak ada : edem (+/+)</p> <p>Alis &amp; bulu mata : mudah dicabut Konjungtiva Sklera : anemis (+/+) : ikterik (-/-)</p> <p>Produksi air mata : cukup Pupil : Diameter :...</p>

Recommended

View more >