of 34/34
Laporan Kasus “G2P1A0 Hamil 23-24 minggu, Janin Presentasi Bokong tunggal hidup intrauterine, belum inpartu, Janin dengan anensefali, BSC 1X (IDT 8 tahun)” Oleh: Debora Meyna Munua Penguji/Pembimbing : dr. Alberthzon R. Sp.OG Pembimbing : dr. Thomas Cahyadi

ppt lapkas mhey

  • View
    227

  • Download
    5

Embed Size (px)

DESCRIPTION

UNCEN

Text of ppt lapkas mhey

Laporan Kasus G2P1A0 Hamil 23-24 minggu, Janin tunggal hidup intrauterine belum inpartu, Janin dengan anensefali, BSC 1X (IDT 8 tahun)

Laporan KasusG2P1A0 Hamil 23-24 minggu, Janin Presentasi Bokong tunggal hidup intrauterine, belum inpartu, Janin dengan anensefali, BSC 1X (IDT 8 tahun)

Oleh: Debora Meyna MunuaPenguji/Pembimbing : dr. Alberthzon R. Sp.OGPembimbing : dr. Thomas CahyadiPendahuluanAnensefali 1/1000 kelahiran hidup Irandia dan Wales. Resiko berulang adalah sekitar 4% dan meningkat pada 10% (riw.sebelumnya) 50% anensefali polihidramnion.

Pasangan yang telah pernah memiliki bayi anensefalik, dipantau

Tinjauan PustakaEmbriologi Susunan saraf :Periode embrionik (mulai konsepsi 8,5 minggu)Periode fetal (mulai 8,5 minggu 40 minggu)Periode paska natal.

Tinjauan PustakaAnensefali : cacat perkembangan serius dari ssp dimana cerebrum dan kalfarium tidak berkembang dg sempurnaAnensefali NTD), tuba neuralis gagal menutup selama minggu 3-4 perkembangannya IUFD / kematian neonatus. 6

BAB IILaporan KasusIdentitas PasienNama: Ny. S.MUmur: 30 Thn (Toraja, 8 Maret 1984)Alamat: Perumnas I-WaenaAgama: Kristen ProtestanSuku/Bangsa: Toraja/IndonesiaPendidikan: SMKPekerjaan: SwastaTanggal MRS: 05 Oktober 2014

Riwayat ObstetriNo.JenisPersalinanPenolongBB(Gram)JKUmurSekarangHidup/Meninggal1.SC ai Bayi besar & KPDDokter35008 tahunHidup2.Hamil iniRiwayat PernikahanUsia pernikahan : 30Thn, Pendidikan SMK Pekerjaan:SwastaUsia pernikahan : 32Thn, Pendidikan SMA, Pekerjaan: SwastaSuami : ke-1Pernikahan dengan suami sekarang: 8 tahun

Riwayat MenstruasiMenarche: 14 TahunSiklus haid: Teratur Dysmenorrhoea: TidakHPHT : 21 Maret 2014TP: 28 Desember 2014

Pemeriksaan Antenatal (PAN/ANC)Berapa kali : 4 kaliPAN pertama kali pada umur kehamilan: 8 mingguImunisasi TT : -

Riwayat Penggunaan KontrasepsiJenis kontrasepsi : Mini PilBerapa lama: 2 tahunSebab berhenti: Ingin memiliki anakRencana KB setelah melahirkan: Implan

Riwayat sosial dan KebiasaanIbu pegawai koperasi, Ibu rumah pribadi kucing dan banyak tikus. Ibu sering mengkonsumsi sate ayam dan lalapan ayam. Status GeneralisKeadaan Umum: Baik Kesadaran: CMTinggi Badan: 149 cm Berat Badan: 49 kgIMT: 16,4 kg/m2TTV: TD: 100/60 mmHg, N: 72 x/m, R : 18 x/m, SB: 36.50CStatus Generalis dbn

Status ObstetriPemeriksaan Luar:

Inspeksi: terdapat luka bekas operasi dengan jenis insisi pfannenstielTFU: setinggi pusat, ballottement (+)LA:LintangBJJ: 130 x/mHis: 1x/10/20TBBJ: 465 gramInspekulo:v/v: tenangPortio: licin,livid, ostium dilatasi (-), flour (-), fluxus (-), valsava (-)

Pemeriksaan Dalamv/v: tidak ada kelainanP: lunak, arah posterior: 0 cmKet: utuhPr: bokong,

Pemeriksaan Panggul: Kesan NormalPemeriksaan PenunjangDarah Lengkap9 Juli 2013Hemoglobin10,3 g/dlHematokrit29,6 %Leukosit9,93 /mm3Trombosit124.000/mm3DDRNegatifBT400CT930Pemeriksaan CTGReasuringJanin HC31,6 cmAC187 mmFL44 mmFHR130 bpm

Kesan Janin tunggal hidup presentasi bokong , gerak janin normal >3x/10, tanpa tempurung kepala (anensefali)

Frog EyesResumePasien G2P1A0 hamil 23-24 minggu (HPHT) dan riwayat BSC 1X a.i bayi besar dengan IDT 8 tahun. Os Rujukan ( dr. SpOG) terminasi kehamilan anensefali. Pergerakan janin aktif. Dari pemeriksaan fisik dbnStatus obstetric insisi pfannenstiel, TFU: setinggi pusat , TBJ 465 gram presentasi bokong, BJJ-I: 130x/mnt, His 2x/10/20. Dari inspekulo didapatkan v/v: tenang, postio: livid, ostium terutup, dari pemeriksaan dalam didapatkan portio: lunak, posterior, : 0 cm, presentasi bokong Pemeriksaan panggul imbang fetopelvik baik.Lab Hb: 10,3 g/dlPemeriksaan USG Janin tunggal hidup presentasi bokong , gerak janin normal >3x/10, tanpa tempurung kepala (anensefali)

Diagosa KerjaG2P1A0 Hamil 23-24 minggu, Janin presentasi bokong tunggal hidup intrauterine belum inpartu, Janin dengan anensefali, BSC 1X (IDT 8 tahun)

TatalaksanaHemodinamik ibu stabil dan kesejahteraan janin baikObservasi KU, TTV/jamObservasi His, DJJ (continuous monitoring)Obsevasi rupture uteriTatalaksana PersalinanRencana DiagnosisCek golongan darah, CT, BT, GDSTerminasi kehamilanInformed consentTerminasi kehamilan dengan foley kateter 80-100 cc

H/TSOAPKamis 05/10/14Jam: 15.00 witRujukan dari dr.Sp.OG dengan G2P1A0 hamil 28-29 minggu.KU: baikKesadaran: compos mentisTTV: TD: 120/80 mmHG, N: 78x/mnt, R: 20x/mnt, Sb 36,5oCStatus generalis: DBNStatus Obstetrik:TFU: setinggi pusatInspeksi: tenang, postio: livid, ostium terutup, dari pemeriksaan dalam didapatkan portio: lunak, posterior, : 0 cm Serviks belum matang pada G2P1A0 Hamil 23-24 minggu, Janin tunggal hidup intrauterine belum inpartu, Janin dengan anensefali, BSC 1X (IDT 8 tahun)Memastikan hemodinamik ibu stabil dan kesejahteraan janin baikObservasi keadaan umum, tekanan darah, nadi, respirasi, dan suhu badan ibu tiap jamObservasi His dan denyut jantung janin dengan continuous monitoringObsevasi tanda-tanda rupture uteriTatalaksana PersalinanRencana DiagnosisCek golongan darah, CT, BT, GDSTerminasi kehamilanInform Choice pada ibu dan keluarga pasien mengenai pilihan terminasi kehamilan yang adaTerminasi kehamilan dengan foley kateter 80-100 ccSOAPKamis 05/10/2014Jam 16.00 witMules-mules belum ada, gerak janin aktifKU: baikKesadaran: compos mentisTTV: TD: 100/70 mmHG, N: 80x/mnt, R: 18x/mnt, Sb 36,7oCStatus generalis: DBNStatus Obstetrik:His(-) DJJ : 150 x/menitIo + VT : tidak dilakukanServiks belum matang pada G2P1A0 Hamil 23-24 minggu, Janin tunggal hidup intrauterine belum inpartu, Janin dengan anensefali, BSC 1X (IDT 8 tahun)Obs. TTV, kontraksi/jamTerminasi kehamilan dengan foley cateter 100 ccObservasi tanda-tanda rupture uteriSOAP6/10/14Jam 11.15 witMules-mules belum ada, gerak janin aktifKU: baikKesadaran: compos mentisTTV: TD: 100/70 mmHG, N: 80x/mnt, R: 18x/mnt, Sb 36,7oCStatus generalis: DBNStatus Obstetrik:His(-) DJJ : 150 x/menitIo + VT : tidak dilakukanServiks belum matang pada G2P1A0 Hamil 23-24 minggu, Janin tunggal hidup intrauterine belum inpartu, Janin dengan anensefali, BSC 1X (IDT 8 tahun)Obs. TTV, kontraksi/jamTerminasi kehamilan dengan foley cateter 100 ccObservasi tanda-tanda rupture uteri6/10/14Jam 16.00 witMules-mules tidak teratur, gerak janin aktifKU: baikKesadaran: compos mentisTTV: TD: 100/70 mmHG, N: 80x/mnt, R: 18x/mnt, Sb 36,7oCStatus generalis: DBNStatus Obstetrik:His(ireguler) DJJ : 148 x/menit, I:v/v:Tenang, tampak kateter foleyIo + VT : Porsio kenyal, arah posterior, tebal :2 cm, : 1 cm, Bokong atas PAPServiks belum matang pada G2P1A0 Hamil 23-24 minggu, Janin tunggal hidup intrauterine belum inpartu, Janin dengan anensefali, BSC 1X (IDT 8 tahun)SOAP7/10/2014Jam : 12.30 witKeluar air-air dari jalan lahirKU: baikKesadaran: compos mentisTTV: TD: 120/70 mmHG, N: 80x/mnt, R: 18x/mnt, Sb 36,5oCStatus generalis: DBNStatus Obstetrik:His(ireguler) DJJ : 148 x/menit, I:v/v:Tenang, tampak kateter foleyIo + VT : Porsio lunakl, arah axial, tebal :2 cm, : 1 cm, Bokong atas PAP, ketuban mengalir, bagian janin masih melayangServiks belum matang pada G2P1A0 Hamil 23-24 minggu, Janin tunggal hidup intrauterine belum inpartu, Janin dengan anensefali, BSC 1X (IDT 8 tahun)Konsul dr.Sp.OG, pasien dengan janin anensefali presbo, BSC 1X. Observasi Ku, TTV, His, tanda-tanda inpartu/jam. Jika besok tidak ada kemajuan, direncanakan SCMetronidazol 3 x 500 mgAff Foley kateterLaporan OperasiPasien dalam posisi terlentang dan dilakukan aseptic dan antiseptic pada daerah lapang operasi dan sekitarnyaDilakukan drappingDilakukan insisi pfanenstiel pada daerah parut luka lama dan di insisi,diperluas dan diperdalam hingga menembus peritoneumSetelah peritoneum dibuka, tampak uterus gravidarum plikavesikouterina disayat semilunaris, dan kandung kemih disishkan ke bawahSBU disayat, ditembus, dilebarkan secar tajamDengan menarik kaki, lahir bayi laki-laki dengan berat 500 gram, 27cm A/S 0/0 , anensefaliAir ketuban jernih, jumlah sedikitPlasenta lahir lengkapKedua ujung SBU di jahit hemostasis, luka SBU dijahit jelulur dengan vicryl no.1Setelah di jamin tidak ada perdarahan, dilakukan reperitonisis dengan plika vesikouterina dengan chromic 2.0Setelah diyakini tidak ada perdarahan, dinding abdomen dijahit lapis demi lapisPerdarahan selama operasi 200 cc dan jumlah urin 300 cc

22

Bab IIIPembahasanPada kasus ini ditemukan bayi yang lahir dengan kondisi tanpa tempurung kepala.

Terminasi kehamilan (5 oktober 2014) balon kateter (80-100 cc Nacl intraserviks Setelah 3 hari dan di harapkan terjadi dilatasi dari serviks (pembukaan)

1 cm & ketuban sudah pecah serta kontraksi ibu irreguler. Kemudian drip oksitosin 5ui dalam cairan RL 500 cc dengan kecepatan 12 tetes per menit.

Kelainan ini disebabkan karena adanya gangguan pada proses pembentukan otak serta tempurung kepala pada trimester awal kehamilan khususnya pada sekitar mingu ke-4 kehamilan, dimana pada masa tersebut nomalnya terjadi penutupan kranium dan tuba nuralis di kaudal6.

Namun induksi secara kimiawi maupun mekanik gagal, maka dilakukan operasi seksio.

Pertimbangan terminasi kehamilan :Teori Anensefali letal dan tindakan untuk menyelamatkan bayi kontraindikasi.7 Usia preterm 23-24 mgg merupakan pertimbangan dilakukan terminasi kehamilan agar janin tidak bertambah besar dan dapat merugikan sang ibu.AxDalam keluarga tdk ada yg memiliki riw.melahirkan bayi dg Anensefalitrismester awal kehamilan, pasien tidak teratur mengkonsumsi asam folat 1 minggu hanya mengkonsumsi 3 (tiga) tablet asam folat.

faktor resiko Anensefali: Adanya kelainan kromosom (genetik),Defisiensi asam folat adanya mutasi genetik As.folat berfungsi sbg co-enzim dan metabolisme asam nukleat dan asam aminopeng.pertumbuhan dan replikasi sel.intake asam folat yang kurang pada ibu. Menurut teori pada wanita hamil dibutuhkan 800 g asam folat per hari dan asupan asam folat oral yang adekuat adalah 1 mg per hari.9

Axa sering mengkonsumsi sate ayam dan lalapan ayam bakar. Pasien mengaku bahwa di rumahnya terdapat banyak tikus dan kucing.TORCH khusunya pada trimester awal kehamilan, (organogenesis), infeksi kantung amnion (rupture membrane amnion). Dan juga faktor resiko terkait lingkungan seperti paparan radiasi serta radikal bebas, mutasi genetik gangguan proses organogenesis & abortus.Proses pematangan makanan yang kurang sempurna juga dapat memudahkan masuknya infeksi ke dalam tubuh transmisi ke dalam tubuh ibu tersebut. Sate dan lalapan ayam bakar radikal bebas dikarenakan proses pengolahan yang kurang baik karena makanan tersebut terpapar dengan zat karbon (arang dan asap). kerusakan sel, kematian sel, dan mengurangi kemampuan adaptasi sel sehingga timbul gangguan atau penyakit.

Pada saat lahir, bayi memiliki apgar skor 0/0 dan setelah diresusiatasi, bayi tetap meninggal.

Sehingga pada kasus ini, diberikan terapi suportif kepada ibu dan keluarga pasien agar dapat menerima keadaan bayi mereka. Selain itu juga dukungan dari orang-orang terdekat dapat membantu banyak kasus anensefali 8

Prognosis Buruk hanya terapi suportif yang di lakukan, yaitu dengan meminimalisir terjadinya infeksi dan memberi asupan nutrisi yang cukup. Farmakologis antibiotik dosis tingginon-farmakologis bayi di ruang NICU (Neonatus Intensive Care Unit),

Pada kasus ini, tidak dapat menegakkan secara pasti penyebab terjadinya kelainan kongenital pada pasien ini, dikarenakan tidak dilakukan pemeriksaan penunjang yang dapat mendukung, pemeriksaan kromosom untuk mengetahui ada tidaknya kelainan genetik,Pemeriksaan serologis.

BAB IV PenutupKesimpulanAnensefali Kegagalan perkembangan SSP dimana otak ataupun tempurung kepala sebagian besar tidak terbentuk. Anensefali NTD, cacat ini terjadi jika tuba neuralis gagal menutup selama minggu ketiga sampai keempat perkembangannya IUFD/ kematian neonatus. Adapun faktor resiko : kelainan (mutasi) genetik, kadar asam folat yang rendah, maternal hipertermi, dan kerusakan membran amnion.Prognosis buruk dan bersifat letal, maka tim medis hanya dapat melakukan tindakan suportif untuk meminimalisir komplikasi-komplikasi yang dapat timbul.SaranMenurunkan angka kejadian Anensefali dengan cara memberikan penyuluhan kepada masyarakat untuk menjaga asupan gizi terutama yang mengandung asam folat dan kebersihan makanan, terutama pada ibu hamil.Dilakukan pemeriksaan untuk infeksi TORCH dan Antenatal Care yang rutin dan usahakan unuk melakukan USG minimal tiap trimester kehamilan.