Click here to load reader

Final Ppt Lapkas

  • View
    48

  • Download
    15

Embed Size (px)

DESCRIPTION

neurologi

Text of Final Ppt Lapkas

BAB 1

PENDAHULUAN

Stroke adalah tanda klinis yang berkembang cepat akibat gangguan fungsi otak fokal (atau global), dengan gejala-gejala yang berlangsung selama 24 jam atau lebih atau menyebabkan kematian, tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain vaskuler (Sjahrir, 2003).

Stroke iskemik merupakan tanda klinis disfungsi atau kerusakan jaringan otak yang disebabkan berkurangnya aliran darah ke otak sehingga mengganggu kebutuhan darah dan oksigen di jaringan otak. 1,2

Stroke merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas di Amerika Serikat dan meskipun rata-rata kejadian stroke menurun, tetapi jumlah penderita stroke tetap meningkat yang diakibatkan oleh meningkatnya jumlah populasi tua/ meningkatnya harapan hidup. Terdapat beberapa variasi terhadap insidensi dan outcome stroke di berbagai negara (Ali dkk, 2009; Morris dkk, 2000). Sampai dengan tahun 2005 dijumpai prevalensi stroke pada laki-laki 2,7% dan 2,5% pada perempuan dengan usia 18 tahun. Diantara orang kulit hitam, prevalensi stroke adalah 3,7% dan 2,2% pada orang kulit putih serta 2,6 % pada orang Asia (Ali dkk, 2009; carnethon dkk, 2009). Diantara Warga Amerika Indian yang berusia 65-74 tahun, insiden rata-rata/1000 populasi dengan kejadian stroke yang baru dan berulang pertahunnya adalah 6,1%

pada laki-laki dan 6,6% pada perempuan. Rata-rata mortalitas stroke mengalami perubahan dari tahun 1980 hingga 2005. Penurunan mortalitas stroke pada laki-laki lebih besar daripada perempuan dengan rasio laki-laki dibandingkan dengan perempuan menurun dari 1,11 menjadi 1,03. Juga dijumpai penurunan mortalitas stroke pada usia 65 tahun pada laki-laki dibandingkan perempuan. 3

Arachnoid cyst atau kista arachnoid merupakan kantung berisi cairan yang terjadi pada membran arakhnoid yang menutupi otak (intrakranial) dan sumsum tulang belakang (spinal). Lokasi yang paling umum untuk kista arachnoid intrakranial adalah fosa tengah (dekat lobus temporal), wilayah suprasellar (dekat ventrikel ketiga) dan fossa posterior, yang berisi otak kecil, pons, dan medulla oblongata. Arachnoid cyst biasanya muncul di daerah yang kaya arachnoid, dan 50% berada di fisura Sylvian.BAB II

LAPORAN KASUS2.1. Anamnesis

IDENTITAS PRIBADI

Nama

: Nurlela

Jenis kelamin

: Perempuan

Usia

: 39 tahun

Agama

: Islam

Alamat

: Jln. Sunggal, No 55, Medan

Status

: Sudah kawin

Pekerjaan

: Ibu rumah tangga

Tanggal masuk

: 24 Desember 2012

2.2. Riwayat Perjalanan Penyakit

Keluhan utama

: Lemah tungkai dan lengan sebelah kiri.

Telaah: Dialami pasien kira-kira 7 bulan ini, berlaku secara perlahan-lahan. Awalnya pasien mengeluhkan nyeri kepala yang dengan intensitas sedang terutama pada pagi hari. Nyeri kepala tidak disertai muntah, kejang(+) dialami dalam 4 bulan ini. Bersifat separuh badan. Kejang diawali pada tubuh sebelah kanan, frekuensi 3 kali dalam sehari, lama 5 menit. Riwayat pingsan (-)

Riwayat Penyakit Terdahulu: Tidak jelas

Riwayat Penggunaan Obat: Tidak jelas

ANAMNESA TRAKTUS

Traktus Sirkulatorius

: Dalam batas normal

Traktus Respirotorius

: Dalam batas normal

Traktus Digestivus

: Dalam batas normal

Traktus Urogenitalis

: Dalam batas normal

Penyakit Terdahulu dan Kecelakaan : Tidak jelas

Intoksikasi dan obat-obatan : Tidak jelas

ANAMNESA KELUARGA

Faktor Herediter

: Tidak jelas

Faktor Familier

: Tidak jelas

Lain-lain

: -

ANAMNESA SOSIAL

Kelahiran dan pertumbuhan: Normal

Imunisasi

: Tidak jelas

Pendidikan

: Tamat SLTP

Pekerjaan

: Ibu rumah tangga

Perkawinan dan Anak

: Sudah kawin

2.3. Pemeriksaan Jasmani

PEMERIKSAAN UMUM

Tekanan Darah

: 130/70 mmHg

Nadi

: 82 x/i

Frekuensi Nafas

: 22 x/i

Temperatur

: 37,0 C

Kulit dan Selaput Lendir: Dalam batas normal

Kelenjar dan Getah Bening: Dalam batas normal

Persendian

: Dalam batas normal

KEPALA DAN LEHER

Bentuk dan posisi

: Bulat, medial

Pergerakan

: Pergerakan normal

Kelainan Panca Indera: Tidak dijumpai

Rongga Mulut dan Gigi: Normal

Kelenjar Parotis

: Normal

Desah

: Tidak dijumpai

RONGGA DADA DAN ABDOMENRongga dada

Rongga abdomen

Inspeksi :

Simetris fusimormisSimetris

Perkusi :

Sonor

Timpani

Palpasi :

SF ka=ki, normalSoepel, H/L/R : ttb

Auskultasi :

Vesikuler

Peristaltik (+) N

GENITALIA

Toucher

: Tidak dilakukan pemeriksaan

2.4. Pemeriksaan Neurologis

SENSORIUM

: CM, GCS 15

KRANIUM

Bentuk

: Bulat

Fontanella

: Tertutup

Palpasi

: Dalam batas normal

Perkusi

: Dalam batas normal

Auskultasi

: Tidak diperiksa

Transiluminasi

: Tidak diperiksa

PERANGSANGAN MENINGEAL

Kaku kuduk

: -

Tanda kernig

: Tidak dijumpai

Tanda Laseque

: Tidak dijumpai

Tanda Brudzinski I

: Tidak dijumpai

Tanda Brudzinski II

: Tidak dijumpai

PENINGKATAN TEKANAN INTRAKRANIAL

Muntah

: Tidak dijumpai

Sakit kepala

: +

Kejang

: +SARAF OTAK / NERVUS KRANIALIS

NERVUS IMeatus Nasi Dextra

Meatus Nasi Sinistra

Normosmia

+

+

Anosmia

-

-

Parosmia

-

-

Hiposmia

-

-

NERVUS II

Oculi Dextra (OD)

Oculi Sinistra (OS)

Visus

2/300

2/300

Lapangan Pandang

Normal

+

+

Menyempit

-

-

Hemianopsia

- -

Scotoma

- -

Refleks Ancaman

+

+

Fundus okuli

Warna

Tidak dilakukan pemeriksaan

Batas

Tidak dilakukan pemeriksaan

Ekskavasio

Tidak dilakukan pemeriksaan

Arteri

Tidak dilakukan pemeriksaan

Vena

Tidak dilakukan pemeriksaan

NERVUS III, IV, VI

Oculi Dextra (OD)

Oculi sinistra (OS)

Gerakan Bola Mata

Dalam batas normal

Dalam batas normal

Nistagmus

Tidak dijumpai Tidak dijumpai

Pupil

Lebar

diameter 3mm

diameter 3mm

Bentuk

isokor

isokor

Refleks Cahaya Langsung

(+)

(+)

Refleks Cahaya Tidak Langsung(+)

(+)

Rima Palpebra

7mm

7mm

Deviasi Konjugate

Tidak dijumpai

Tidak dijumpai

Fenomena Dolls Eye

Tidak dilakukan pemeriksaan

Strabismus

Tidak dijumpai

Tidak dijumpai

NERVUS V

Kanan

Kiri

Motorik

Membuka dan menutup mulut Dalam Batas Normal Dalam Batas Normal

Palpasi Otot Masseter dan Temporalis Dalam Batas Normal Dalam Batas Normal

Kekuatan Gigitan Dalam Batas Normal Dalam Batas Normal

Sensorik

Kulit

Dalam Batas Normal Dalam Batas Normal Selaput Lendir

Dalam Batas Normal Dalam Batas Normal

Refleks Kornea

Langsung

(+)

(+)

Tidak Langsung

(+)

(+)

Refleks Masseter

Dalam Batas Normal Dalam Batas Normal

Refleks Bersin

Dalam Batas Normal Dalam Batas Normal

NERVUS VII

Kanan

Kiri

Motorik

Mimik

Dalam Batas Normal Dalam Batas Normal

Kerut kening

Dalam Batas Normal Dalam Batas Normal

Menutup mata

Dalam Batas Normal Dalam Batas Normal

Meniup Sekuatnya

Dalam Batas Normal Dalam Batas Normal Memperlihatkan Gigi

Dalam Batas Normal Dalam Batas Normal

Tertawa

Dalam Batas Normal Dalam Batas Normal

Sensorik

Pengecapan 2/3 depan lidah

Dalam Batas Normal Dalam Batas Normal

Produksi kelenjar ludah

Dalam Batas Normal Dalam Batas Normal Hiperakusis

Tidak dijumpai Tidak dijumpai

Refleks stapedial

Dalam Batas Normal Dalam Batas Normal

NERVUS VIII

Kanan

Kiri

Auditorius

Pendengaran

Dalam Batas Normal Gangguan Pendengaran Test Rinne

Tidak dilakukan pemeriksaan

Test Weber

Tidak dilakukan pemeriksaan

Test schwabach

Tidak dilakukan pemeriksaan

Vestibularis

Nistagmus

Tidak dijumpai Tidak dijumpai

Reaksi Kalori

Tidak dilakukan pemeriksaan

Vertigo

Tidak dijumpai Tidak dijumpai

Tinnitus

Tidak dijumpai Tidak dijumpai

NERVUS IX, X

Pallatum Mole

: Dalam batas normal

Uvula

: Medial

Disfagia

: Tidak dijumpaiDisatria

: Tidak dijumpai

Disfonia

: Tidak dijumpai

Refleks Muntah

: Tidak dilakukan pemeriksaan

Pengecapan 1/3 Belakang Lidah