Bismillah Ppt Lapkas

  • View
    226

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Pityriasis Rosea

Text of Bismillah Ppt Lapkas

Pitiriasis Rosea

LAPORAN KASUS : PITYRIASIS ROSEA

Pembimbing :Dr. Endang Tri Wahyuni, Sp.KK, M.KesRABU, 10 FEBRUARI 2016SHELLA AYU FRISCILLIA2011730099

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTASTASE KULIT DAN KELAMIN BLUD RS SEKARWANGI2016

Status Pasien Nama : An. ITNo. RM: 458316Usia: 12 tahunJenis Kelamin: Laki-lakiAgama : IslamPekerjaan : PelajarAlamat : Ciangsana, Rt.2/Rw.6, Sukamulya, Cikembar, Sukabumi, Jawa BaratTanggal ke poli : 28 Januari 2016ANAMNESISPEMERIKSAAN FISIKTampak sakit ringanKEADAAN UMUMTANDA VITALNadi: 80 x/menitPernapasan: 20 x/menitComposmentisKESADARANBB : 57,5 kgSTATUS ANTROPOMETRIStatus GeneralisParu JantungSTATUS GENERALISABDOMENInspeksi: Perut cembung (-)Palpasi : Nyeri tekan (-)Perkusi: Timpani pada seluruh kuadran abdomen Auskultasi: Bising usus (+).

STATUS DERMATOLOGIRegio Thorakalis anterior tampak macula eritema dengan skuamosa halus dan hipopigmentasi pada bagian tengahnya. Ukuran bervariasi.

Regio thorakalis posterior tampak eritema dan urtika

Distribusi : GeneralisataAd Regio: Thorakalis anterior dan posteriorLesi : Multiple, berbatas tegas, ukuran milier sampai numular, bentuk oval dan anularEfloresensi : Eritema, skuama halus, hipopigmentasi

RESUMEPasien An.IT laki-laki usia 12 tahun datang ke Poli Kulit dan Kelamin BLUD RS Sekarwangi dengan keluhan gatal di seluruh tubuh sejak 1 minggu yang lalu. Rasa gatal dimulai dari leher hingga perut. Gatal dirasakan semakin bertambah saat berkeringat dan saat cuaca dingin. Pasien juga mengeluhkan terdapat bercak kemerahan pada tubuh, bercak berbentuk bulat dan oval dengan ukuran bervariasi. Riwayat demam disangkal. Pasien mengaku jika jarang mandi setelah berolahraga dan jarang mengganti pakaiannya.

Pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tampak sakit ringan, kesadaran compos mentis, tanda-tanda vital BB : 57,5 kg, Nadi : 80 kali/menit, Pernapasan : 20 kali/menit.Status dermatologis : Distribusi : GeneralisataAd Regio: Thorakalis anterior dan posteriorLesi : Multiple, berbatas tegas, ukuran milier sampai numular, bentuk oval dan anularEfloresensi : Macula eritema, skuama halus, hipopigmentasi DIAGNOSIS RENCANAEDUKASIPROGNOSISTINJAUAN PUSTAKA

DEFINISIPitiriasis Rosea berasaldari katapityriasis yang berari skuama halus dan rosea yang berarti berwarna merah muda. Pitiriasis Rosea adalah erupsi kulityang dapat sembuh sendiri, berupa plak berbentuk oval, soliter dan berskuama pada trunkus (herald patch) dan umumnya asimptomatik.

EPIDEMIOLOGIKurang lebih 75% kasus pitiriasis rosea didapatkan pada usia antara 10-35 tahun. Puncak insidensnya terdapat pada usia antara 20-29 tahun.21

22ETIOLOGIPenyebab dari penyakit ini belum diketahui, demikian pula cara penyebaran infeksinya. Ada yang mengemukanan hipotesis bahwa penyebabnya adalah virus karena merupakan penyakit swasima(self limiting disease)yang umumnya sembuh sendiri dalam waktu 3-8 minggu.GEJALA SINGKAT PENYAKITLesi pertamaumumnya berada di badan , solitar berbentuk oval dan anular diameter kira kira 3 cm. ruam terdiri atas eritema dan skuama halus dipinggir. Lamanya beberapa hari hingga beberapa minggu

Lesi berikutnyamuncul 4-10 hari setelah lesi pertama, memberi gambaran yang khas, lesi lebih kecil dari lesi yang pertama. Lesi menyerupai cemara terbalik. Tempat predileksinya badan, lengan atas bagian proksimal, dan paha atas .

24DIAGNOSISLokalisasi: Dapat tersebar di seluruh tubuh, terutama pada tempat yang tertutup pakaian.

26PENATALAKSANAANSistemikAntihistamin oral untuk mengurangi rasa gatalkortikosteroid sistemik ataupemberian triamsinolon diasetat atau asetonid 20-40 mg yang diberikan secara intramuskuler

Topikal Bedak kocok yang mengandung asam salisilat 2%, atau mentol 1%Pada kasus yang lebih berat dengan lesi yang luas dan gatal yang hebat dapat diberikan glukokortikoid topikal kerja menengah ( bethametasone dipropionate 0,025% ointment 2 kali sehari )

27PROGNOSISBaik, dapat sembuh spontan (sembuh sendiri) dalam waktu 3-8 minggu.28DAFTAR PUSTAKASterling, J.C. Viral Infections.Dalam:Rooks textbook of dermatology; edisi ke-7. 2004:79-82James William D, Berger Timothy G, Elston Dirk M. Andrews Disease of The Skin Clinical Dermatology; edisi ke-10. Philadelphia, USA: Elsevier. 2006: 208-9.Djuanda Adhi. 2007. Dermatosis Eritriskuamosa. Dalam: Djuanda Adhi, Hamzah Mochtar, Aisah Siti, editor. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin; edisi ke-5. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. Hal 189-200.Vijayabhaskar C. Pityriasis Rosea. Journal of the Indian Society of Teledermatology. 2008. Vol 2(3): 1-5.Sularsito, Sri Adi. Djuanda, Suria. 2010. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Edisi Keenam. Hal.150-151. Jakarta : Badan Penerbit FKUI Blauvelt, Andrew. Pityriasis Rosea.Dalam: Dermatology in General Medicine Fitzpatricks. The McGraw-Hill Companies, Inc.8 ed.2012: 362-65.29