of 38/38
GENERAL ANESTESI PADA PERITONITIS d/t PERFORASI GASTER HANNY FADHILA (060100011) AFRIDA ARYANI NST (060100012) UMMI KALTSUM PULUNGAN(060100061) RIZKI IRWANSYAH S (060100064) Supervisor: Dr. AKHYAR H. NASUTION, Sp.An, KAKV

ppt lapkas anes

  • View
    196

  • Download
    7

Embed Size (px)

Text of ppt lapkas anes

HANNY FADHILA AFRIDA ARYANI NST UMMI KALTSUM PULUNGAN RIZKI IRWANSYAH S

(060100011) (060100012) (060100061) (060100064)

Supervisor: Dr. AKHYAR H. NASUTION, Sp.An, KAKV

inflamasi

dari membran serosal yang membungkus kavum abdomen dan organ-organ di dalamnya.

Peritonitis

primer Peritnotitis sekunder Peritonitis tersier Peritonitis

kimiawi Peritonitis bakterial

Anamnese gejala klinis

: demam tinggi, hipotermi, takikardi, dehidrasi, nyer abdomen, dinding perut tegang, Pemeriksaan fisik : inspeksi : pernafasan torakal pada perut yang tegang auskultasi : peristaltik melemahmenghilang. perkusi : pekak hati menghilang palpasi : defans muskular, rebound tenderness.

Pemeriksaan

penunjang : lab, foto toraks, foto polos abdomen 3 posisi.

a. Komplikasi dini : Septikemia dan syok septik Syok hipovolemik Sepsis intra abdomen rekuren Abses residual intraperitoneal Portal Pyemia (misal abses hepar) b. Komplikasi lanjut : Adhesi Obstruksi intestinal rekuren5

mengontrol

sumber infeksi mengeliminasi bakteri dan toksin mempertahankan fungsi organ mengontrol proses inflamasi.

KU : nyeri di seluruh lapangan perut Telaah : Hal ini dialami OS sejak 4 hari SMRS. Awalnya OS muntah-muntah kemudian merasakan nyeri di perut. Riwayat muntah (+) isi cairan berwarna kekuningan dengan volume 20 cc. BAB (-), buang angin (-) sejak 4 hari yang lalu. Riwayat muntah berdarah (-), BAB berdarah (-). BAK (+) normal. Riwayat maag (+), riwayat mengkonsumsi obat-obatan penghilang rasa sakit (+). Sebelumnya OS dibawa ke RS Vita Insani Pematang Siantar, dan didiagnosa dengan sangkaan ileus obstruktif, direncanakan untuk operasi kemudian dirujuk ke RS HAM Adam Malik. RPT :RPO : RL, Ranitidin

17/02/2011

Os masuk RSHAM Pkl: 17.45 wib Konsul anestesia pkl 20.45 wib

17/02/2011

17/02/2011

Operasi Explorasi laparotomy pukul 22.45 wib

B1 : airway : clear, SP : vesikuler, ST : -, RR: 28 x/ menit, snoring (-), gurgling (-), crowing (-). Malampati I, Gerak leher : bebas, riwayat sesak/asma/batuk/alergi ( - / - / - / - ) B2 : akral : H/M/K, TD: 140/80 mmHg, HR: 110 x/menit, reguler, T/V: sedang, T: 38,3oC , mata cekung (-) , turgor kembali lambat, rasa haus (+). B3 : sens: compos mentis, pupil sulit dinilai, kanan katarak, kiri 3 mm, RC -/+. B4 : UOP : (+) 50 cc urin residu warna kuning pekat, kateter terpasang B5 : abdomen: distensi, defans muskular (+), nyeri tekan (+) seluruh lapangan perut, nyeri tekan lepas (+), peristaltik (-), metallic sound (-), NGT terpasang warna hijau kehitaman. MMT: 14/02/2011 pukul 17.00 WIB, BAB (-) sejak 14/02/2011, flatus (-) sejak 14/02/2011 B6 : oedem (-), fraktur (-)

Pemeriksaan

Rectal Toucher :

Tonus m.spincter ani normal Mukosa licin Ampula recti tidak kolaps Prostat tidak teraba Feses (+), darah (-) Nyeri (+) di seluruh jam

Oksigenasi dengan O2 2 lpm melalui nasal kanul. Pasang 2 iv line (iv cath no 16 G) Pasien dalam keadaan dehidrasi sedang : defisit cairan 8% (8x 60 kg) = 4800 cc Rehidrasi dengan RL 8 jam I : 50 % defisit cairan + maintenance 2400 + 960 cc

3360

cc/8 jam ( 140gtt makro/) pukul 18.00-02.00 WIB 16 jam II : 50 % defisit cairan + maintenance 2400 + 1920 cc 4320 cc/16 jam 270 cc/jam (90 gtt makro/) pukul 02.0018.00 WIB besok harinya.

Pemberian antibiotik broadspectrum ; injeksi cefotaxim 1 gr/iv Pemberian analgetik kuat ; injeksi ketorolac 30 mg/iv

Darah rutin: RFT : Ur/Cr 53/0,81 LFT : SGOT/SGPT 26/12 KGD ad random: 84 mg/dl Elektrolit : Na/K/Cl 143/4,2/101, AGDA : Hb 11 gr/dl, leuko 11.600/ul, Ht 30.8%, tromb 335.000/ul

pH 7,445 pCO2 36,3 pO2 96.0 HCO3 24.4 BE 0,5 Sat O2 97,5

Foto

thoraks tanggal 17-02-2011 Kesan : tidak tampak kelainan pada pulmonal dan cor Foto polos abdomen tanggal 17-02-2011 Kesan : free air pada subdiafragma

Kesan

: sinus takikardi

Diagnosis Rencana PS-ASA Teknik

anestesi

: Diffuse Peritonitis d/t Gaster Perforation : eksplorasi laparotomi : 2E : GA ETT

Masalah Pre operasi Pasien emergensi penuh

Pemecan

anggap lambung

Pasang NGT untuk dekompresi lambung dan pengosongan isi lambung Suction aktif sebelum induksi, sellick manouver, posisi head up saat induksi, jangan lakukan ventalasi positif Pastikan pasien dalam normovolume sebelum induksi Cegah penurunan MAP >30% Pastikan Normovolume Tilt test

Pasien dengan dehidrasi

-Pasien geriatri

Masalah

Pemecahan

Durante operasi Pasien dengan Explorasi Laparatomy Siapkan blanket penghangat, kemungkinan operasi lama, penguapan hangatkan cairan besar Perdarahan Post operatif Pasien dengan tindakan laparatomi insisi tinggi nyeri post operasi Sedia cairan kristalloid dan Koloid

Beri analgetik kuat Fisioterapi nafas mencegah retensi sputum Antibiotik adekuat

Infeksi

Tilt tes -> Negatif Suction aktif Head up 30 Oksigenasi dengan oksigen 8 lpm Premedikasi dengan midazolam 3mg/iv + fentanyl 100 ug/iv Induksi dengan propofol 70mg/iv (titrasi) eye lid refleks (-) Roculax 60 mg sleep apnoe Intubasi dengan ETT no.7.5, cuff (+) SP kanan=kiri fixasi Maintenance dengan isofluran 0.5-1% dan O2:N2O 2L:2L Maintenance rocuronium 10 mg/20 menit,

TD

: 110-160/ 80-95 mmHg HR : 77-118 x/i SpO2: 95-97 % Pre op RL 600 cc Durante op RL 2000 cc Perdarahan 100 cc Maintenance+ Penguapan: (2+6) x 60 = 480 cc/jam UOP 50 cc/ jam

B1 : airway : clear, SP : vesikuler, ST : -, RR: 20 x/ menit, snoring (-), gurgling (-), crowing (-). B2 : akral : H/M/K, TD: 120/70 mmHg, HR: 85 x/menit, reguler, T/V: kuat, cukup, T: 37,2oC , mata cekung (-) , turgor kembali cepat, rasa haus (-), CRT< 2 B3 : sens: compos mentis, pupil kanan katarak, kiri 3 mm, RC -/+. B4 : UOP : (+) 50 cc/jam warna kuning. B5 : abdomen: distensi (-), peristaltik (+) lemah, drain terpasang, NGT terpasang 2 buah warna kehijauan (satu di gaster untuk dikompresi, satu dilewatkan ke duodenum), drain terpasang, bekas luka operasi tertutup verban. B6 : oedem (-), fraktur (-)

Bed rest, Head Up 30 O2 2 l/menit nasal canul Puasa 3 hari TPN -> Rencana pasang CVC IVFD RL16 jam II : 90 gtt makro/menit pukul 02.0018.00 WIB Inj. Fentanyl 300 mcg dalam 50 cc NaCl 0,9% bolus 3 cc; maintanance: 3cc/jam via syringe pump Inj. Cefotaxim 1 gr/ 12 jam Inj. Metronidazole 500 mg/ 8 jam Inj. Ranitidine 50 mg /8 jam Rencana : Cek darah rutin, AGDA, elektrolit, albumin , KGD adr post operasi Rawat pasca Bedah

TANGGAL 18-02-2011

S

O B1: Airway: clear terintubasi, RR: 24x/i, SP: Vesikuler, ST: wheezing (+), SpO2 95-96%. B2: Akral: H/M/K,TD : 150/70 mmHg, HR: 111 x/mnt, reg, t/v: cukup. B3: Sens CM, pupil kanan katarak, kiri 3 mm, RC -/+. B4: Urine (+), Volume 50cc/ jam, Warna kuning jernih. B5: Abdomen: soepel, peristaltik (+) lemah, mual (-) muntah (-), drain terpasang, NGT terpasang 2 buah warna kehijauan (satu di gaster untuk dikompresi, satu dilewatkan ke duodenum), drain terpasang, bekas luka operasi tertutup verban B6: Oedem (-)

A Post exp. laparotomy d/t gaster perforasi

P bed rest, head up 30 O2 mechanical ventilator Diet TPN IVFD RL 30gtt/menit. Inj. Fentanyl 300mg dalam NaCl 0,9% 50cc 3cc/jam via SP Inj. Ketorolac 30mg/8jam iv. Inj. Ranitidine 50mg/12jam iv. Inj. Cefotaxim 1gr/12jam iv. Inj. Mertonidazole 500mg/8jam iv. Cek darah rutin, AGDA, LFT, RFT, albumin, KGD ad random.

Hasil laboratorium pemeriksaan darah rutin tanggal 18 Februari 2011

Pemeriksaan Hemoglobin (HGB) Leukosit (WBC) Hematokrit Trombosit (PLT)

Hasil 10,50 g% 6,40x103/mm3 31,20% 296x103/mm3

Nilai normal 13,2-17,3 4,5-11,0 43-49 150-450

TANGGAL 19-02-2011

S

O B1: Airway: clear terintubasi, RR: 28x/i, SP: Vesikuler, ST: wheezing (+), SpO2 91%. B2: Akral: H/M/K,TD : 134/91 mmHg, HR: 95 x/mnt, reg, t/v: cukup. B3: Sens CM, pupil kanan katarak, kiri 3 mm, RC -/+. B4: Urine (+), Volume 50cc/ jam, Warna kuning jernih. B5: Abdomen: soepel, peristaltik (+) lemah, mual (-) muntah (-), drain terpasang, NGT terpasang 2 buah warna kehijauan (satu di gaster untuk dikompresi, satu dilewatkan ke duodenum), drain terpasang, bekas luka operasi tertutup verban B6: Oedem (-)

A Post exp. laparotomy d/t gaster perforasi

P bed rest, head up 30O2 mechanical ventilator Diet TPN IVFD RL 10gtt/menit. IVFD D 10% Inj. Fentanyl 300mg dalam NaCl 0,9% 50cc 3cc/jam via SP Inj. Ketorolac 30mg/12jam iv. Inj. Ranitidine 50mg/12jam iv. Inj. Cefotaxim 1gr/12jam iv. Inj. Mertonidazole 500mg/8jam iv. Cek darah rutin, AGDA, LFT, RFT, albumin, KGD ad random.

Hasil laboratorium pemeriksaan darah rutin tanggal 19 Februari 2011

Pemeriksaan Hemoglobin (HGB) Leukosit (WBC) Hematokrit Trombosit (PLT)9,5g%

Hasil

Nilai normal 13,2-17,3 4,5-11,0 43-49 150-450

9,49x103/mm3 28,8% 266x103/mm3

Hasil laboratorium pemeriksaan analisa gas darah tanggal 19 Februari 2011 Pukul 12.04

Pemeriksaan pH pCO2 pO2 HCO3 Total CO2 BE Saturasi O2 7,328

Hasil

Nilai normal 7,35-7,45 38-42 85-100 22-26 19-25 (-2)-(+2) 95-100%

54,0mmHg 64,5mmHg 27,7mmol/L 29,3mmol/L 1,2mmol/L 88,1%

Hasil laboratorium pemeriksaan analisa gas darah tanggal 19 Februari 2011 Pukul 16.45

Pemeriksaan pH pCO2 pO2 HCO3 Total CO2 BE Saturasi O2 7,356

Hasil

Nilai normal 7,35-7,45 38-42 85-100 22-26 19-25 (-2)-(+2) 95-100%

53,0mmHg 70,6mmHg 29,0mmol/L 30,7mmol/L 2,9mmol/L 92,1%

Hasil laboratorium pemeriksaan analisa gas darah tanggal 19 Februari 2011 Pukul 19.30

Pemeriksaan pH pCO2 pO2 HCO3 Total CO2 BE Saturasi O2 7,391

Hasil

Nilai normal 7,35-7,45 38-42 85-100 22-26 19-25 (-2)-(+2) 95-100%

47,6mmHg 65,8mmHg 28,2mmol/L 29,7mmol/L 2,8mmol/L 91,4%

Hasil pemeriksaan laboratorium pada tanggal 19 Februari 2011

PemeriksaanAlbumin 2,5g/dl

Hasil

Nilai normal3,5-5,0

TANGGAL 20-02-2011

S

O B1: Airway: clear terintubasi, RR: 28x/i, SP: Vesikuler, ST: wheezing (+), SpO2 98%. B2: Akral: H/M/K,TD : 120/80 mmHg, HR: 95 x/mnt, reg, t/v: cukup. B3: Sens CM, pupil kanan katarak, kiri 3 mm, RC -/+. B4: Urine (+), Volume 50cc/ jam, Warna kuning jernih. B5: Abdomen: soepel, peristaltik (+) N, Muntah (-), NGT terpasang, darah (+) warna hitam, produksi 250 cc. B6: Oedem (-)

A Post exp. laparotomy d/t gaster perforasi

P bed rest, head up 30 O2 mechanical ventilator Diet TPN IVFD RL 7gtt/menit. IVFD KaEN Mg-3B 7gtt/I IVFD Aminofusin L600 14 gtt/i IVFD Ivelip 20% 7gtt/i IVFD Dex 10% 7gtt/I Inj Fentanyl 200 mg+miloz 15 mg dalam 50 cc NaCL 0.9% 3cc/jam/SP Inj. Ranitidine 50mg/12jam iv. Inj. Cefotaxim 1gr/12jam iv. Inj. Metronidazole 500mg/8jam iv. Inj. Ciprofloxacine 400mg/12jam iv Inj Aminophylin 240 mg dalam NaCl 0.9% 240cc 30 gtt/i Inj Dexamethasone 4 mg/ 8 jam/ iv Nebulizer Ventolin+Flexotide /6 jam Flumosyl syr 3x1 Fisioterapi Napas