of 35 /35
LAPORAN KASUS Pembimbing dr. H. Uun Unaedi Sp.P Triyani Retno Pamungkas 08310311

Lapkas Efusi Pleura Ppt

Embed Size (px)

Text of Lapkas Efusi Pleura Ppt

Laporan Kasus

Laporan KasusPembimbing dr. H. Uun Unaedi Sp.P

Triyani Retno Pamungkas08310311Status PasienIDENTITASNama: Tn. CrUmur: 38 tahunJenis kelamin: Laki lakiAlamat: Dana Mulya, CirebonStatus: MenikahPekerjaan: Buruh BangunanAgama: IslamSuku : Jawa MRS: 26 November 2013Tanggal Periksa: 4 Desember 2013

ANAMNESAKeluhan utamaSesak napasRiwayat Penyakit SekarangLaki-laki usia 38 tahun mengeluh sesak napas yang memberat sejak 3 hari SMRS. Sesak terus menerus-menurus, tidak dipengaruhi oleh aktivitas dan berkurang saat pasien berbaring ke kanan. Sesak dirasakan sejak 2minggu SMRS

Pasien juga mengeluh nyeri dada. Nyeri dirasakan sejak 2 hari SMRS dirasakan pasien di dada sebelah kanan, tidak menjalar dan bertambah berat pada saat pasien menarik napas dan batuk.Pasien juga mengatakan adanya keringat malam yang berlebihan, nafsu makan dan berat badan menurun sejak 3 minggu SMRS. Pasien juga mengeluhkan panas badan yang naik turun tidak menentu sejak 4 minggu SMRS

Pasien juga mengeluhkan adanya batuk, dirasakan pasien sejak 3 bulan SMRS, dirasakan hilang timbul. Batuk sedikit berdahak. Batuk mereda saat pasien mengkonsumsi obat batuk.

Riwayat Penyakit DahuluPasien tidak mempunyai riwayat darah tinggi, penyakit jantung, penyakit paru, dan kencing manis.

Riwayat PengobatanPasien pernah berobat 3x ke mantri, diberi obat penurun panas dan obat batuk.

Riwayat Pekerjaan, Sosial Ekonomi, dan KebiasaanPasien bekerja sebagai buruh bangunan, tidak merokok dan minum-minuman alkohol

Riwayat Penyakit KeluargaOrang tua pasien pernah didiagnosa TB paru sejak 2 tahun yang lalu dan sudah mendapat pengobatan selama 6 bulan dan telah dinyatakan sembuh.

PEMERIKSAAN FISIK (4 Desember 2013)Keadaan UmumKeadaan umum: tampak sesakKesadaran: compos mentisTekanan darah: 120/80 mmHgNadi: 100 kali/menit, reguler, isi cukupPernafasan: 26 kali/menitSuhu: 370 C

Keadaan SpesifikKepala : Rambut: Warna hitam,Mata : Pupil isokor, R.cahaya +/+Hidung: Tidak ada secret, tidak ada deviasi.Bibir: Mukosa bibir basah, sianosis -Leher : Pembesaran kelenjar getah bening (-) JVP 5-2 cmH20ThoraksParu-paruInspeksi: Gerakan dada tertinggal pada paru kanan,Palpasi: Fremitus kiri > kananPerkusi: Sonor pada lapang paru kiri, redup pada lapang paru kanan mulai dari ICS IV kebawah Auskultasi : vesikuler pada lapang paru kiri, vesikuler melemah pada lapang paru kanan, wheezing (-/-), rongki (-/-)

Jantung Inspeksi: iktus kordis tidak terlihatPalpasi: iktus kordis tidak teraba Perkusi: batas jantung sulit dinilaiAuskultasi: Bunyi jantung I/II murni reguler, bunyi tambahan (-)AbdomenInspeksi: perut datarPalpasi: Supel, nyeri tekan epigastrium (-), hepatosplenomegali (-)Perkusi: timpani seluruh kuadranAuskultasi: bising usus (+) normalExtremitasAkral hangat, edema (-)

RESUMELaki-laki usia 38 tahun mengeluh sesak napas dirasakan memberat sejak 3 hari SMRS. Sesak dirasakan terus menerus-menurus. Keluhan sesak tidak dipengaruhi oleh aktivitas.Sesak berkurang saat pasien berbaring ke kanan. Sesak dirasakan sejak 2minggu SMRSPasien juga mengeluh nyeri dada, dirasakan sejak 2 hari SMRS, nyeri di dada sebelah kanan, tidak menjalar dan dirasakan bertambah berat pada saat menarik napas dan batuk.

Pasien mengatakan adanya keringat malam yang berlebihan, nafsu makan dan berat badan menurun sejak 3 minggu SMRS. Pasien mengeluhkan panas badan yang naik turun tidak menentu sejak 4 minggu SMRSPasien juga mengeluhkan adanya batuk. Batuk dirasakan pasien sejak 3 bulan SMRS. Batuk dirasakan hilang timbul. Batuk sedikit berdahak. Batuk mereda saat pasien mengkonsumsi obat batuk.

Pada pemriksaan fisik didapatkanKeadaan umum: tampak sesakKesadaran: compos mentisTekanan darah: 120/80 mmHgNadi: 100 kali/menit, reguler, isi cukupPernafasan: 26 kali/menitSuhu: 370 C

Thoraks:Paru-paruInspeksi: Gerakan dada tertinggal pada paru kanan,Palpasi : Fremitus kiri > kananPerkusi : Sonor pada lapang paru kiri, redup pada lapang paru kanan mulai dari ICS IV kebawah Auskultasi : vesikuler pada lapang paru kiri, vesikuler melemah pada lapang paru kanan, wheezing (-/-), rongki (-/-)

ASSESMENTEfusi pleura dextra e.c susp TBEfusi pleura dextra e.c susp pleuritis TB

PLANNINGPlanning DiagnosaPemeriksaan BTA (S-P-S)Rontgen Thorax PA

HASIL PEMERIKSAANPemeriksaan Dahak

Tanggal PemeriksaanSpesimen DahakHasil 30 November 2013Sewaktu Negatif30 November 2013Pagi Negatif1 Desember 2013Sewaktu Negatif Pemeriksaan Rontgen Thorax PA (25 November 2013)Intepretasi Kondisi poto baikPoto PATrachea di tengahCor : sulit dinilaiTulang baikPulmo : Perselubungan opaqhomogen pada hemithoraxDextra ICS IV kebawahSudut costophrenicus kanan tumpul, kiri tajamKesan : Efusi pleura dextra

ASSESMENTEfusi pleura dextra e.c TB paru BTA-Efusi pleura dextra e.c pleuritis TB

PLANNINGPlanning DiagnosaThorakosintesis

Hasil Pemeriksaan Thorakosintesis

Tanggal 29 November 2013Telah dilakukan thorakosintesi dan tidak didapatkan cairan pleura

ASSESMENTEfusi pleura dextra e.c pleuritis TB

PLANNINGPlanning DiagnosaUSG Thorax Marker

Hasil Pemeriksaan

Pemeriksaan USG Thorax Marker (29 November 2013)IntepretasiTampak bayangan bebasgema dengan garishiperekhoik dan bayangankonsolidasiKesan : efusi pleura kanandengan pembentukansepta dan proses konsolidasi

ASSESMENTEfusi pleura dextra konsolidasi e.c pleuritis TB

PLANNINGThorakosintesis

Hasil PemeriksaanTanggal 4 Desember 2013Telah dilakukan Thorakosintesi pada daerah yang sudah diberi marker. Didapat cairan berwarna kuninng jernih sebanyak 100cc

ASSESMENTEfusi pleura dextra konsolidasi e.c pleuritis TB

PLANNINGPlanning DiagnosaAnalisa ciran pleura

Planning TerapiTirah baringOksigen 2-3 l/menit, nasal kanulDiet TKTPIVFD RL 20gtt/menitOAT KDT kategori 1 (2HRZE/4H3R3)4 tablet KDT selama 56 hari/ 4 tablet KDT 3x seminggu selama 16 minggu

PROGNOSISQuo ad vitam: ad bonamQuo ad functionam: ad bonam

PEMBAHASANEFUSI PLEURAEfusi pleura adalah suatu keadaan dimana terjadi penumpukan cairan melebihi normal di dalam cavum pleura diantara pleura parietalis dan visceralis dapat berupa transudat atau cairan eksudatEfusi cairan dapat berbentuk transudat dan eksudatGejala Klinis

Manifestasi klinik yang muncul antara lain :Sesak napas Nyeri dadaKesulitan bernapasPeningkatan suhu tubuh jika ada infeksiKeletihanBatuk

Diagnosis Diagnosis efusi pleura TB ditegakkan berdasarkan gejala klinis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan radiologi torak, pemeriksaan bakteri tahan asam sputum, cairan pleura dan jaringan pleura, uji tuberkulin, biopsi pleura dan analisis cairan pleuraUntuk diagnosis yang pasti perlu dilakukan tindakan torakosentesis dan pada beberapa kasus dilakukan juga biopsy pleuraPenatalaksanaanPengobatan kausalPengobatan pada penyakit tuberkulosis dengan menggunakan OAT dapat menyebabkan cairan efusi diserap kembali, tapi untukmenghilangkan eksudat ini dengan cepat dapat dilakukan torakosintesis

ThorakosintasisCairan efusii sebanyak 1-1.5 liter perlu dikeluarkan dengan segera untuk mencegah adanya edema paru. Jika jumlah cairan lebih banyak maka pengeluaran cairan berikutnya baru dilakukann 1 jama kemudianTirah BaringTirah baring ini bertujuan untuk menurunkan kebutuhan oksigen karena peningkatan oksigen meningkatkan kebutuhan oksigen sehingga dyspnea akan semakin meningkat pulaKOMLPIKASIKollapsEmpyema Pneumothoraks, dapat merupakan komplikasi dari torakosentesis.PLEURITIS TBDefinisiPleuritis adalah peradangan pleura.Pleuritis sering kali mendahului terjadinya efusi pleurapatofisiologiHipotesis terbaru mengenai Pleuritis TB primer menyatakan bahwa pada 6-12 minggu setelah infeksi primer terjadi pecahnya fokus kaseosa subpleura ke kavitas pleura. Antigen mikobakterium TB memasuki kavitas pleura dan berinteraksi dengan Sel T yang sebelumnya telah tersensitisasi mikobakteria, hal ini berakibat terjadinya reaksi hipersensitivitas tipe lambat yang menyebabkan terjadinya eksudasi oleh karena meningkatnya permeabilitas dan menurunnya klirens sehingga terjadi akumulasi cairan di kavitas pleuraGejala klinisGambaran klinis dari Pleuritis TB yang paling sering dilaporkan adalah batuk (71-94%), demam (71-100%), nyeri dada pleuritik (78-82%) dan dispneuDIAGNOSISDiagnosis dari Pleuritis TB secara umum ditegakkan dengan analisis cairan pleura dan biopsi pleuraHasil thorakosintesis efusi pleura dari Pleuritis TB primer mempunyai karakteristik cairan eksudat dengan total kandungan protein pada cairan pleura >30g/dL, rasio LDH cairan pleura dibanding serum > 0,5 dan LDH total cairan pleura >200UTERAPIBerdasarkan pedoman tatalaksana DOTS, pasien dengan sakit berat yang luas atau adanya efusi diberikan terapi kategori I (Fase Intensif dengan 4 macam obat : INH, Rifampisin, Pyrazinamide, Etambutol selama 2 bulan dan diikuti dengan fase lanjutan selama 4 bulan dengan 2 macam obat : INH dan Rifampisin)Penggunaan kortikosteroid menurut review metaanalisis Cochrane menunjukkan kurangnya data yang mendukung bahwa kortikosteroid efektif pada Pleuritis TB.