of 106 /106
PROFIL PELAYANAN INFORMASI OBAT YANG DITERIMA DAN KEPATUHAN PASIEN ASMA BERDASARKAN PERSEPSI PASIEN DI KABUPATEN SLEMAN SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.) Program Studi Farmasi Oleh: Andika Pradana Putra NIM: 108114143 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2015 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

PROFIL PELAYANAN INFORMASI OBAT YANG DITERIMA DAN

KEPATUHAN PASIEN ASMA BERDASARKAN PERSEPSI PASIEN DI

KABUPATEN SLEMAN

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.)

Program Studi Farmasi

Oleh:

Andika Pradana Putra

NIM: 108114143

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2015

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 2: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

Persetujuan Pembimbing

PROFIL PELAYANAI{ INFORMASI OBAT YANG DITERIMA DANKEPATUHAN PASIEN ASMA BERDASARKAN PERSEPSI PASIEN DI

KABUPATEN SLEMAN

Skripsi yang diajukan oleh :

Andika Pradana Putra

NIM: 108114143

Telah disetujui oleh :

Aris r angsat..?.:.. .12::.?:. ..ry.Y. . ..

bimbing

WWidayati, M.Si., Ph.D., Apt.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 3: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

Pengesahan Skripsi Berjudul

PROFIL PELAYANAN INFORMASI OBAT YANG DITERIMA DANKEPATUHAN PASIEN ASMA BERDASARKAN PERSEPSI PASIEN DI

KABUPATEN SLEMAN

Oleh:

Andika Pradana Putra

NIM : 108114143

Dipertahankan di hadapan Panitia Penguji Skripsi

Fakultas Farmasi

Universitas Sanata Dharma

Pada tangg ut, ..?.2...J.y!...?.9!L.......

(Aris Widayati, M.Si., Ph.D., Apt.)

Tandp Tangan

Mengetahui,

Fakultas Farmasi

Universitas Sanata Dharma

Panitia Penguji Skripsr

1. Aris Widayati, M.Si., Ph.D., Apt.

2.Dita Maria Virginia, M.Sc., Apt.

3. Dr. Rita Suhadi, M.Si., Apt.

fu.

ilt

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 4: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

iv

HALAMAN PERSEMBAHAN

Semua yang kutulis disini merupakan inspirasi yang diberikan oleh Tuhan Yesus,

Ayah, Ibu, Adik dan orang – orang disekitarku. Kalian lah motivasi terbesarku

dalam mengerjakan apa yang harus ku kerjakan disini.

Selain itu karya kecilku yang jauh dari sempurna ini mungkin akan menjadi

bagian dari pengabdian ku kepada “Almamaterku”

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 5: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

PERFIYATAAN KEASLIAN KARYA

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang berjudul "Profil

Pelayanan Informasi Obat yang Diterima dan Kepatuhan Pasien Asma Berdasarkan

Persepsi Pasien di Kabupaten Sleman", tidak memuat karya atau bagian karya orang

lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana

layaknya karya ilmiah.

Apabila di kemudian hari ditemukan indikasi plagiarisme dalam naskah ini,

maka saya bersedia menanggung segala sanksi sesuai peraturan perundang-undangan

yang berlaku.

Yogyakart4 21 Agustus 2015

Penulis

IW(Andika Pradana Putra)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 6: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

LEMBAR PERNYATAAN PtrRSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH

UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma,

Yogyakarta:

Nama : Andika Pradana Putra

NIM : 108114t43

Demi perkembangan ilmu pengetahuan, memberikan kepada perpustakaan Universitas

Sanata Dharma, Yo gyakarta, kary a ilmiah say a y ang berj udul :

"Profil Pelayanan Informasi Obat yang Diterima dan Kepatuhan Pasien Asma

Berdasarkan Persepsi Pasien di Kabupaten Sleman'o

Beserta perangkat yang diperlukan (bila ada), dengan demikian, saya memberikan hak

kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, untuk menyimpan,

mengalihkan dalam bentuk media lain, mengolahnya dalam bentuk pangkalan data,

mendistibusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di intemet atau media lain

untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan

royalty kepada saya selamatetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.

Dibuat di Yogyakarta

Pada tanggal :21Agustus 2015

Yang menyatakan,

rw

VI

Andika Pradana Putra

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 7: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

PRAKATA

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas

berkat, rahmat dan penyertaan-Nya penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi

yang berjudul "Profil Pelayanan Informasi Obat yang Diterima dan Kepatuhan

Pasien Asma Berdasarkan Persepsi Pasien di Kabupaten Sleman" dengan baik

sebagai salah salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Farmasi (S.Farm)

program studi Farmasi Universitas Sanata Dharma.

Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan skripsi ini tidak terlepas dari

bantuan dan dukungan dari berbagai pihak secara langsung maupun tidak langsung

baik berupa moral, materiil maupun spiritual. Oleh sebab itu, penulis mengucapkan

banyak terima kasih kepada :

1. Ibu Aris Widayati, M.Si., Ph.D., Apt. selaku Dekan Fakultas Farmasi

Universitas Sanata Dharma juga Dosen Pembimbing skripsi atas perhatian,

kesabaran, bimbingan, masukan dan motivasi kepada penulis dalam proses

penyusunan skripsi ini.

2. Ibu Dita Maria Virgini4 S.Farm., M.Sc., Apt. dan Ibu Dr. Rita Suhadi, Msi.,

Apt. selaku dosen penguji.

3. Ayah dan Ibu tersayang atas kasih sayang, doa, dukungan, semangat, dan

pengertian serta bantuan finansial hingga penulis dapat menyelesaikan skripsi

ini dengan baik.

4. Adikku tersayang Kristanti Dwi Putri atas doa, dukungan, semangat bagi

penulis dalam menyelesaikan skripsi.

vlt

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 8: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

5. Cici tersayang atas doa, dukungan, semangat bagi penulis dalam

menyelesaikan skripsi.

6. Temanteman seperjuangan dalam tim Tario Tere, Mirsha, untuk semangat,

kerjasama, bantuan, dan informasi yang selalu di bagikan dalam proses

penyusunan skripsi ini dari awal hingga akhir.

7. Sahabatku Aii, Anwar, Suryo, Tian, Lili, Ines, Reza, Dedo, Yoga, Anggi,

Raisa, Zhe, Rani, Reynold, Briyan, terimakasih untuk tawa dan semangatnya

selama pengerjaan skripsi ini.

8. Teman-teman FSM D 2010 dan FKK B 20L0, terima kasih atas

kebersamaannya dan pengalaman yang tak terlupakan selama menjalani kuliah

dan praktikum bersama penulis selama penyusunan skripsi.

9. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu sehingga penulis

dapat menyelesaikan tugas akhir ini dengan baik.

Penulis menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Demikian

juga dengan tugas akhir ini yang belum sempurna dan masih banyak kekurangan.

Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun

dari semua pihak agar skripsi ini dapat menjadi lebih baik. Akhir kata, penulis

berharap sernoga tugas akhir ini dapat bermanfaat bagi semua pihak terutama demi

kemajuan pengetahuan di bidang Farmasi.

Yogyakarta, 2 1 Agustus 201 5

Penulis

vill

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 9: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

ix

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ................................................................................... i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ......................................... ii

HALAMAN PENGESAHAN…………………………………………….. iii

HALAMAN PERSEMBAHAN…………………………………………... iv

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH

UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS………………………………… v

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA…………………………………... vi

PRAKATA………………………………………………………………… vii

DAFTAR ISI ............................................................................................... . ix

DAFTAR TABEL ....................................................................................... . xiii

DAFTAR GAMBAR…………………………………………………….... xiv

DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................... . xv

INTISARI………………………………………………………………….. xvi

ABSTRACT……………………………………………………………….. xvii

BAB I PENGANTAR

A. Latar Belakang ................................................................................ 1

1. Perumusan Masalah…………………………………………… 4

2. Keaslian Penelitian……………………………………………. 4

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 10: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

x

3. Manfaat Penelitian…………………………………………….. 6

B. Tujuan Penelitian ............................................................................ 6

BAB II PENELAAHAN PUSTAKA

A. Asma ............................................................................................... 7

1. Definisi………………………………………………………... 7

2. Etiologi………………………………………………………... 8

3. Patiofisiologi…………………………………………………... 8

4. Faktor Risiko………………………………………………….. 9

5. Tanda dan Gejala………………………………………………. 10

6. Klasifikasi……………………………………………………… 10

B. Pelayanan Informasi Obat (PIO) ..................................................... 11

1. Definisi………………………………………………………... 11

2. Tujuan………………………………………………………… 12

3. Kegiatan .................................................................................... 12

4. Faktor-faktor yang Perlu Diperhatikan……………………….. 13

C. Kepatuhan Pasien ............................................................................ 15

1. Definisi………………………………………………………... 15

2. Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan………………………. 15

D. Keterangan Empiris…...…………………………………………… 16

BAB III METODE PENELITIAN

A. Jenis dan Rancangan Penelitian ...................................................... 17

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 11: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

xi

B. Variabel Penelitian .......................................................................... 17

C. Definisi Operasional........................................................................ 17

D. Lokasi dan Waktu Penelitian ......................................................... 18

E. Subyek Penelitian ............................................................................ 18

F. Besar Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel ............................. 19

G. Instrumen Penelitian........................................................................ 20

H. Tata Cara Penelitian ........................................................................ 22

I. Pengolahan dan Analisis Data ......................................................... 22

J. Etika Penelitian………………………………………………. ...... 23

K. Keterbatasan Penelitian…………………………………………… 23

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Karakteristik Responden ................................................................. 25

1. Umur…………………………………………………………... 27

2. Jenis Kelamin………………………………………………….. 27

3. Tingkat Pendidikan…………………………………………….. 28

4. Pekerjaan……………………………………………………….. 28

5. Tingkat Pendapatan…………………………………………….. 29

B. Gambaran Pelayanan Informasi Obat ............................................. 30

1. Informasi Obat 1………………………………………………….. 31

2. Informasi Obat 2………………………………………………….. 35

3. Informasi Obat 3………………………………………………….. 37

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 12: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

xii

4. Informasi Obat 4………………………………………………….. 40

5. Informasi Obat 5………………………………………………….. 41

6. Informasi Obat 6………………………………………………….. 42

7. Informasi Obat 7…………………………………………………... 44

8. Informasi Obat 8…………………………………………………... 45

9. Informasi Obat 9…………………………………………………... 47

10. Informasi Obat 10…………………………………………………. 48

11. Informasi Obat 11…………………………………………………. 49

12. Informasi Obat 12…………………………………………………. 50

C. Gambaran Kepatuhan Pasien .......................................................... 53

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan…………………………………………………………. 60

B. Saran………………………………………………………………… 60

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………….. 62

LAMPIRAN…………………………………………………………………. 66

BIOGRAFI PENULIS……………………………………………………….. 89

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 13: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

xiii

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel I. Derajat Asma Menurut DepKes RI.......................................... 11

Tabel II. Karakteristik Responden ......................................................... 26

Tabel III. Hasil Penelitian Informasi Obat 1 ........................................... 31

Tabel IV. Hasil Penelitian Informasi Obat 2 ........................................... 35

Tabel V. Hasil Penelitian Informasi Obat 3 ........................................... 37

Tabel VI. Hasil Penelitian Informasi Obat 4 ........................................... 40

Tabel VII. Hasil Penelitian Informasi Obat 5 .......................................... 41

Tabel VIII. Hasil Penelitian Informasi Obat 6 .......................................... 42

Tabel IX. Hasil Penelitian Informasi Obat 7 .......................................... 44

Tabel X. Hasil Penrlitian Informasi Obat 8 .......................................... 46

Tabel XI. Hasil Penelitian Informasi Obat 9. ......................................... 47

Tabel XII. Hasil Penelitian Informasi Obat 10 ....................................... 49

Tabel XIII. Hasil Penelitian Informasi Obat 11 ....................................... 50

Tabel XIV. Hasil Penelitian Gambaran Kepatuhan Pasien ...................... 53

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 14: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

xiv

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 1. Bronkus normal dan bronkus pada penderita Asma.................. 7

Gambar 2. Persentase frekuensi pelayanan informasi obat mengenai faktor pencetus

asma……………………………………………………………… ............ 33

Gambar 3. Persentase frekuensi pelayanan informasi obat mengenai gejala

asma………………………………………………………………………… 34

Gambar 4. Persentase frekuensi pelayanan informasi obat mengenai

pemeriksaan penunjang……………………………………………………..

36

Gambar 5. Persentase frekuensi pelayanan informasi obat mengenai tingkat

keparahan penyakit asma…………………………………………………… 38

Gambar 6. Persentase frekuensi pelayanan informasi obat mengenai hal yang

dilakukan ketika terjadi serangan…………………………………………… 39

Gambar 7. Persentase pelayanan informasi obat yang diterima pasien asma... 52

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 15: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

xv

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1. Kuesioner Yang Digunakan.................................................... 67

Lampiran 2. Frekuensi Informasi Obat ....................................................... 78

Lampiran 3. Frekuensi Kepatuhan .............................................................. 85

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 16: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

xvi

INTISARI

Mutu pelayanan kesehatan di apotek diatur oleh aturan standar pelayanan

yang ditetapkan oleh menteri kesehatan RI. Karena itu, setiap tenaga kesehatan

khususnya apoteker, wajib memberikan pelayanan terbaik untuk menunjang kesehatan

warganegara Indonesia melalui praktek pelayanan kefarmasian.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pelayanan informasi obat

yang diterima dan kepatuhan pasien asma berdasarkan persepsi pasien di Kabupaten

Sleman. Merupakan penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan Cross

Sectional. Responden dalam penelitian ini adalah penderita asma yang pernah

menerima pelayanan informasi obat di Kabupaten Sleman dan bersedia mengisi

kuesioner sebagai instrument dalam penelitian ini. Analisis data dilakukan secara

deskriptif berupa frekuensi dan persentase.

Jumlah responden yang diperoleh dari penelitian adalah 31 responden. Hasil

penelitian menyatakan bahwa tidak semua komponen informasi mengenai penyakit dan

obat asma diterima oleh responden. Dari penelitian diperoleh kepatuhan pasien

berdasarkan persepsi pasien yaitu sebesar 59,86 %.

Kata Kunci : Asma, Pelayanan Informasi Obat, Kepatuhan pasien

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 17: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

xvii

ABSTRACT

Quality of health services in the pharmacy is regulated by service standard

rules set by the health minister of Indonesia. Therefore, all health workers, especially

pharmacists, are required to provide the best services to support the health of

Indonesian citizens through the practice of pharmacy services.

This study aimed to determine the profile of drug information services

received and the compliance of patients with asthma based on patient perception in

Sleman. This study is a descriptive observational study with Cross Sectional design.

Respondents in this study were patients with asthma who had received the drug

information service in Sleman and willing to fill out questionnaires as the instrument

in this study. The data were analyzed descriptively in the form of frequency and

percentage.

The number of respondents obtained from the research was 31 respondents.

The study showed that not all components of information about the disease and asthma

medications were received by the respondents. From this study, it was found that the

patient compliance based on patient’s perception is equal to 59.86%.

Keywords : Asthma, Drug Information Service, Patient Compliance

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 18: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

1

BAB I

PENGANTAR

A. Latar Belakang

Penyelenggaraan pelayanan kefarmasian di Indonesia seharusnya sesuai

dengan peraturan perundang – undangan yang berlaku antara lain KepMenkes RI

Nomor 1027/MENKES/SK/2004 tentang standar pelayanan kefarmasian di apotek.

Undang – undang kesehatan nomor 36 tahun 2009 pasal 4 menyatakan bahwa setiap

orang berhak atas kesehatan, pasal 5 ayat 2 juga dinyatakan setiap orang mempunyai

hak dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang aman bermutu dan terjangkau

(Presiden RI, 2009). Oleh karena itu, setiap tenaga kesehatan khususnya apoteker,

wajib memberikan pelayanan terbaik untuk menunjang kesehatan warga negara

Indonesia melalui praktek pelayanan kefarmasian.

Pelayanan kefarmasian pada saat ini telah bergeser orientasinya dari

“berorientasi kepada produk atau obat” ke “berorientasi kepada pasien” yang mengacu

kepada Pharmaceutical Care. Kegiatan pelayanan kefarmasian yang semula hanya

berfokus pada pengelolaan obat sebagai komoditi menjadi pelayanan yang

komprehensif yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dari pasien (DepKes

RI, 2007).

Asma didefinisikan sebagai penyakit kronis saluran pernapasan yang ditandai

dengan inflamasi, peningkatan reaktivitas terhadap berbagai stimulus, dan

penyempitan saluran napas yang bisa kembali secara spontan atau jika mengkonsumsi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 19: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

2

obat yang tepat (DepKes RI, 2007). Menurut data studi Survey Kesehatan Rumah

Tangga (SKRT) di berbagai propinsi di Indonesia, asma menduduki urutan kelima dari

sepuluh penyebab kesakitan (morbiditas) bersama-sama dengan bronkitis kronik dan

emfisema. Dilaporkan prevalensi asma di seluruh Indonesia sebesar 13 per 1.000

penduduk. Dari hasil penelitian Riskesdas, prevalensi penderita asma di Indonesia

adalah sekitar 4 % (Sastrawan dkk,2008). Prevalensi asma di provinsi DI Yogyakarta

adalah 6,9 % (Riskesdas, 2013).

Laporan oleh delapan negara Asia-Pasifik tahun 2003 menunjukkan bahwa

asma mengganggu kualitas hidup. Dari 3.207 kasus yang diteliti, dampak asma yang

mengganggu kualitas hidup ditunjukkan dari keterbatasan dalam berkreasi atau

berolahraga sebesar 52,7%, aktivitas fisik 44,1%, pemilihan karir 37,9%, aktivitas

sosial 38%, cara hidup 37,1% dan pekerjaan rumah tangga 32,6%, absen dari sekolah

maupun pekerjaan dialami oleh 36,5% anak dan 26,5% orang dewasa seperti gejala

batuk, termasuk gejala batuk dalam sebulan terakhir pada 44-51%, bahkan 28,3%

penderita mengaku terganggu tidurnya paling tidak sekali dalam seminggu (Sundaru,

2004). Hal ini membutuhkan pelayanan pengobatan asma yang rasional dan sesuai

standar pelayanan agar tingkat kekambuhan dapat diminimalisir sehingga dapat

meningkatkan kualitas hidup dari pasien (Sundaru, 2004).

DepKes RI (2007) menerbitkan standar yang secara khusus membahas

mengenai pharmaceutical care untuk penyakit asma. Pada standar ini terdapat

penjelasan tentang beberapa hal yang seharusnya diterima oleh pasien asma saat

memperoleh pelayanan informasi mengenai penyakit dan terapi yang diterima

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 20: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

3

berkaitan dengan informasi frekuensi pemakaian obat, jalur atau rute pemberian obat,

lama pengobatan, efek samping, kontraindikasi, cara penyimpanan, faktor pencetus

timbulnya kekambuhan, cara pencegahan, dan apa saja yang harus dihindari pada saat

menjalani pengobatan. Diharapkan dengan adanya pedoman ini pasien lebih banyak

menerima informasi mengenai penyakit yang dideritanya dan dapat meningkatkan

kesadaran untuk menjaga kualitas hidup.

Pelayanan informasi yang jelas, mudah dimengerti, akurat, tidak bias, etis,

bijaksana, dan terkini sangat diperlukan dalam upaya penggunaan obat yang rasional

oleh pasien. Penyerahan obat kepada pasien harus disertai dengan pemberian informasi

secara lisan dan tulisan. Informasi lisan sekurang-kurangnya terdiri dari: informasi

frekuensi, cara pemakaian obat, cara penyimpanan obat, jangka waktu pengobatan,

efek samping obat, aktifitas, dan makanan serta minuman yang harus dihindari selama

terapi. Informasi tulisan dalam bentuk label/etiket meliputi nama, aturan pakai, cara

pakai, dan tanggal penyerahan (Depkes, 2006).

Kepatuhan dalam menggunakan obat dapat diartikan sebagai suatu sikap

menjaga dan selalu mengikuti dosis serta saran atau anjuran dari tenaga kesehatan

dalam upaya menyembuhkan penyakit yang diderita pasien. Sikap patuh untuk

mengikuti suatu terapi yang diberikan akan akan muncul jika ada sebuah pemahaman

dan kejelasan tentang bagaimana obat itu digunakan (Genaro, 2000). Menurut

penelitian yang dilakukan di negara berkembang hanya 50 % pasien dengan penyakit

kronis yang membutuhkan terapi jangka panjang yang patuh dalam menggunakan obat

(WHO, 2003).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 21: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

4

Pelayanan informasi obat yang merupakan salah satu komponen penting dalam

pelayanan kefarmasian. Untuk para pasien penyakit asma yang biasanya adalah pasien-

pasien rawat jalan maka informasi tentang obat yang diberikan haruslah selengkap-

lengkapnya dan juga memenuhi harapan pasien terhadap pelayanan yang diberikan.

Hal ini penting untuk pasien asma yang membutuhkan perawatan dalam jangka waktu

yang panjang sehingga kepatuhan dalam pengobatan menjadi prioritas. Para pasien

asma rawat jalan tidak berada dalam lingkungan yang terkendali seperti halnya

penderita rawat inap dan pasien harus bertanggung jawab terhadap kesehatannya

sendiri. Melihat hal-hal di atas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian

mengenai profil pelayanan informasi obat yang diterima pasien dan kepatuhan pasien

asma berdasarkan persepsi pasien di Kabupaten Sleman.

1. Perumusan Masalah

a. Seperti apa aktivitas pelayanan informasi obat yang diterima pasien asma di

Kabupaten Sleman?

b. Seperti apa kepatuhan pasien asma berdasarkan persepsi pasien?

2. Keaslian Penelitian

Penelitian mengenai profil pelayanan informasi obat yang diterima dan

kepatuhan pasien asma dalam pengobatan di Kabupaten Sleman ini belum pernah

dilakukan sebelumnya. Penelitian mengenai penyakit asma dan pelayanan informasi

obat yang pernah dilakukan antara lain, oleh :

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 22: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

5

a. Nugraha (2002) mengenai “Pola Peresepan Obat Penyakit Asma Bronkial pada

Pasien Pediatri di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta

Tahun 2006”

b. Wibowo (2003) mengenai “Kajian Profil Peresepan Pasien Asma Bronkial di

Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Bangli – Bali Tahun 2005”

c. Handayani (2006) mengenai “ Evaluasi Drug Related Problems (DRPs) pada

Pasien Asma Bronkial di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Panti Rini Yogyakarta

Bulan Januari-Desember 2009”

d. Sihombing (2007) mengenai “ Gambaran Pelayanan Informasi Obat oleh Apoteker

kepada Pengunjung di 25 Apotek di Kota Yogyakarta Periode Juli – September

2004”

e. Perwitasari (2009) mengenai “ Pengaruh Pemberian Informasi Obat Terhadap

Peningkatan Perilaku Pengobatan Mandiri pada Penyakit Batuk di Desa

Argomulyo Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman Provinsi Daerah

Istimewa Yogyakarta

Beberapa penelitian yang pernah dilakukan dengan tema penyakit asma

adalah mengevaluasi resep yang diberikan kepada pasien dan permasalahan dalam

swamedikasi penyakit asma. Penelitian yang pernah dilakukan dengan tema pelayanan

informasi obat adalah tentang profil pelayanan informasi obat oleh apoteker dan

pengaruh pemberian informasi obat terhadap perilaku pengobatan mandiri pada

penyakit batuk. Karena itu bisa dikatakan penelitian tentang profil pelayanan informasi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 23: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

6

obat yang diterima dan kepatuhan pasien asma berdasarkan persepsi pasien di

Kabupaten Sleman ini belum pernah dilakukan sebelumnya.

3. Manfaat Penelitian

a. Manfaat teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi dan acuan

mengenai pemberian pelayanan informasi obat asma kepada pasien.

b. Manfaat praktis

Penelitian ini dapat memberikan masukan informasi kepada apoteker -

apoteker di Kabupaten Sleman mengenai pelayanan kefarmasian sebagai bahan

pertimbangan dalam peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat umum

khususnya bagi penderita asma.

B. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan profil pelayanan

informasi obat yang diterima dan kepatuhan pasien asma berdasarkan persepsi pasien

di Kabupaten Sleman.

2. Tujuan Khusus

a. Mengidentifikasi aktivitas pelayanan informasi obat yang diterima pasien asma di

Kabupaten Sleman.

b. Mengidentifikasi kepatuhan pasien asma berdasarkan persepsi pasien.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 24: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

7

BAB II

PENELAAHAN PUSTAKA

A. Asma

1. Definisi

Asma merupakan penyakit inflamasi kronik pada saluran pernapasan yang

dikarakteristikkan dengan peristiwa penyempitan saluran napas dan obstruksi yang

dipicu oleh berbagai sebab. Peristiwa ini meneyebebkan gejala seperti napa tertahan,

mengi, batuk dan dada terasa sesak, masing-masing dari ringan sampai yang

mengancam kehidupan. Banyak elemen sel dan seluler yang berperan dalam asma,

termasuk sel mast, eosinofil, limfosit T, makrofag, neutrofil dan sel epithelia (William

and Self, 2002).

Gambar 1. Bronkus normal dan bronkus pada penderita Asma (Adam,

2005).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 25: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

8

2. Etiologi

Asma merupakan penyakit kompleks dengan faktor genetik dan faktor

lingkungan yang ikut berperan di dalam menyebabkan terjadinya asma. Faktor pemicu

terjadinya asma, yaitu atopi (hipersensitivitas), zat alergen, misalnya asap, debu, bulu

binatang, serbuk sari, obat-obatan tertentu, misalnya NSAID (ibuprofen, aspirin),

olahraga, kelelahan dan stress, lingkungan cuaca dingin, infeksi bakteri dan virus pada

saluran pernapasan, pekerjaan (Kelly dan Sorkness, 2005).

3. Patofisiologi

Karakteristik utama adalah kerusakan saluran napas, peradangan, dan

hiperesponsive bronchial (BHR). Perubahan yang lama dengan hipertropi otot polos

dan peningkatan sel goblet menyumbang menetapnya kerusakan saluran napas yang

ditunjuk sebagai remodel. Keterbatasan saluran napas pada penderita asma

dihubungkan dengan pengurangan diameter saluran napas yang merupakan hasil dari

kontraksi otot polos menyebabkan konstriksi brokhiolus seperti peradangan

intraluminal, edema dan produksi mucus. Asma bronchial merupakan penyakit

inflamasi dimana ukuran diameter jalan napas menyempit secara kronis akibat edema

dan tidak stabil. Selama serangan pasien mengalami mengi dan kesulitan bernapas

akibat bronkuspasme, edema mukosa dan pembentukan mucus. Bronkial

hiperresponsive (BHR) disebabkan oleh Kontraksi otot polos (bronkokonstriksi),

Hipersekresi mucus, Edema mukosa (Williams and Self, 2002).

Munculnya inflamasi saluran napas pada penderita asma melibatkan sel-sel

inflamasi (sel mast, eosinofil, limfosit T, neutrofil), mediator kimia (histamine,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 26: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

9

leukotrien, platelet-activating factor, bradikinin), dan faktor kemotaktik (sitokinin dan

kemotaxin). Inflamasi terjadi apabila timbul respons berlebihan pada saluran napas

penderita asma, sehingga cenderung terjadi penyempitan saluran napas yang

diakibatkan oleh respon alergi, iritan, infeksi virus dan beban fisik. Hal tersebut juga

mengakibatkan edema, peningkatan produksi mucus, keluarnya sel inflamasi pada

saluran napas dan sel epitel mengalami kerusakan (Nelson, 2006).

4. Faktor risiko

Risiko berkembangnya asma merupakan interaksi antara faktor pejamu (host)

dan faktor lingkungan. Faktor pejamu tersebut yaitu predisposisi genetik asma, alergi,

hipereaktifitas bronkus, jenis kelamin, ras/etnik (DepKes RI, 2007).

Faktor lingkungan dibagi menjadi 2, yaitu yang mempengaruhi individu

dengan kecenderungan /predisposisi asma untuk berkembang menjadi asma dan yang

menyebabkan eksaserbasi (serangan) dan/atau menyebabkan gejala asma menetap

(DepKes RI, 2007).

Faktor lingkungan yang mempengaruhi individu dengan predisposisi asma

untuk berkembang menjadi asma yaitu alergen di dalam maupun di luar ruangan,

seperti mite domestik, alergen binatang, alergen kecoa, jamur, tepung sari bunga,

sensitisasi (bahan) lingkungan kerja, asap rokok, polusi udara di luar maupun di dalam

ruangan, infeksi pernapasan (virus), diet, status sosioekonomi ,besarnya keluarga,

obesitas (DepKes RI,2007).

Faktor lingkungan yang menyebabkan eksaserbasi dan/atau menyebabkan

gejala asma menetap yaitu alergen di dalam maupun di luar ruangan, polusi udara di

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 27: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

10

luar maupun di dalam ruangan, infeksi pernapasan, olahraga dan hiperventilasi,

perubahan cuaca, makanan, additif (pengawet, penyedap, pewarna makanan), obat-

obatan, seperti asetil salisilat, ekspresi emosi yang berlebihan, asap rokok, iritan antara

lain parfum, bau-bauan yang merangsang (DepKes RI, 2007).

5. Tanda dan Gejala

Tanda-tanda awal sebelum munculnya serangan asma sifatnya sangat unik

untuk setiap induvidu. Tanda tersebut dapat meliputi bersin-bersin, perubahan suasana

hati, pilek, gatal-gatal pada tenggorakan, merasa capai, dan susah tidur. Gejala asma

memberikan suatu indikasi bahwa serangan asma sedang terjadi, gejala yang paling

umum penderita mengalami mengi, batuk-batuk, napas pendek dan dada terasa sesak

(Hadibroto, 2005).

6. Klasifikasi

Asma dapat diklasifikasikan berdasarkan etiologi, berat penyakit dan pola

keterbatasan aliran udara. Klasifikasi asma berdasarkan berat penyakit penting bagi

pengobatan dan perencanaan penatalaksanaan jangka panjang, semakin berat asma

semakin tinggi tingkat pengobatan. Derajat asma ditunjukkan di tabel berikut :

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 28: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

11

Tabel I. Derajat Asma Menurut DepKes RI

APE = arus puncak ekspirasi

FEV1 = volume ekspirasi paksa dalam 1 detik (DepKes RI, 2007).

B. Pelayanan Informasi Obat (PIO)

1. Definisi

Menurut keputusan Menkes RI No. 1197/MENKES/SK/X/2004 PIO

merupakan kegiatan pelayanan yang dilakukan oleh apoteker untuk memberikan

informasi secara akurat, tidak bias dan terkini kepada dokter, apoteker, perawat, profesi

kesehatan lainnya dan pasien (DepKes RI, 2004).

Gejala Fungsi Paru

I. Intermiten Siang hari < 2 kali per minggu

Malam hari < 2 kali per bulan

Serangan singkat

Tidak ada gejala antar serangan

Intensitas serangan bervariasi

Variabilitas APE < 20%

VEP1 > 80% nilai prediksi

APE > 80% nilai terbaik

II. Persisten Ringan Siang hari > 2 kali per minggu, tetapi <

1 kali per hari

Malam hari > 2 kali per bulan

Serangan dapat mempengaruhi aktifitas

Variabilitas APE 20 - 30%

VEP1 > 80% nilai prediksi

APE > 80% nilai terbaik

III. Persisten Sedang Siang hari ada gejala

Malam hari > 1 kali per minggu

Serangan mempengaruhi aktifitas

Serangan > 2 kali per minggu

Serangan berlangsung berhari-hari

Sehari-hari menggunakan inhalasi β2-

agonis short acting

Variabilitas APE > 30%

VEP1 60-80% nilai prediksi

APE 60-80% nilai terbaik

IV. Persisten Berat Siang hari terus menerus ada gejala

Setiap malam hari sering timbul gejala

Aktifitas fisik terbatas

Sering timbul serangan

Variabilitas APE > 30%

VEP1 < 60% nilai prediksi

APE < 60% nilai terbaik

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 29: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

12

2. Tujuan

Tujuan dari Pelayanan Informasi Obat yaitu (DepKes RI, 2004) :

a. Menyediakan informasi mengenai obat kepada pasien dan tenaga kesehatan

dilingkungan rumah sakit

b. Menyediakan informasi untuk membuat kebijakan-kebijakan yang berhubungan

dengan obat, terutama bagi Panitia/Komite Farmasi dan Terapi

c. Meningkatkan profesionalisme apoteker

d. Menunjang terapi obat yang rasional

3. Kegiatan

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam Pelayanan Informasi Obat yaitu

(DepKes RI, 2004) :

a. Memberikan dan menyebarkan informasi kepada konsumen secara aktif dan pasif

b. Menjawab pertanyaan dari pasien maupun tenaga kesehatan melalui telepon, surat

atau tatap muka

c. Membuat buletin, leaflet, label obat

d. Menyediakan informasi bagi Komite/Panitia Farmasi dan Terapi sehubungan

dengan penyusunan Formularium Rumah Sakit

e. Bersama dengan PKMRS melakukan kegiatan penyuluhan bagi pasien rawat jalan

dan rawat inap

f. Melakukan pendidikan berkelanjutan bagi tenaga farmasi dan tenaga kesehatan

lainnya

g. Mengkoordinasi penelitian tentang obat dan kegiatan pelayanan kefarmasian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 30: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

13

4. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan

Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan Pelayanan

Informasi Obat yaitu (DepKes RI, 2004) :

a. Sumber informasi obat

b. Tempat

c. Tenaga

d. Perlengkapan

Untuk memberikan bekal pengetahuan bagi apoteker sebagai sumber

informasi terutama untuk masalah terkait dengan obat asma, Direktorat Bina Farmasi

Komunitas dan Klinik juga merasa perlu untuk membuat buku saku Pharmaceutical

Care untuk Penyakit Asma. Berikut adalah beberapa informasi yang dapat disampaikan

oleh apoteker untuk pasien penyakit asma yang berpedoman pada Pharmaceutical

Care asma dari Departemen Kesehatan RI (DepKes RI, 2007) :

1. Mengenali sejarah penyakit , gejala-gejala dan faktor-faktor pencetus asma

2. Pemeriksaan-pemeriksaan penunjang yang dilakukan pada pasien asma

3. Bagaimana mengenali serangan asma dan tingkat keparahannya; serta hal-hal yang

harus dilakukan apabila terjadi serangan termasuk mencari pertolongan apabila

diperlukan

4. Upaya pencegahan serangan pada pasien asma

5. Hubungan asma dengan merokok

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 31: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

14

6. Pengobatan asma sangat individualis dan tergantung pada tingkat keparahan asma.

Secara garis besar pengobatan asma dibagi menjadi 2 golongan besar yaitu :

a. Pengobatan simptomatik , obat-obat yang digunakan pada serangan asma dan

bekerja cepat/segera bekerja

b. Pengobatan pencegahan, obat-obat yang digunakan secara rutin untuk

mencegah terjadinya serangan asma

7. Ada bermacam-macam obat asma dengan indikasi dan cara pemberian yang

bervariatif. Pemberian obat asma dapat dilakukan secara oral, parenteral dan

inhalasi (inhaler, rotahaler dan nebuliser)

8. Kapan obat-obat asma dipergunakan, bagaimana cara menggunakannya

(sebaiknya dengan peragaan), seberapa banyak/sering/lama obat-obat tersebut

digunakan, efek samping apa yang mungkin dialami oleh pasien serta cara

mencegah atau meminimalkan efek samping tersebut, Apabila ada keluhan pasien

dalam menggunakan obat segera laporkan ke dokter atau apoteker

9. Mengingatkan pasien untuk kumur-kumur dengan air setelah menggunakan

inhaler yang mengandung kortikosteroid untuk meminimalisasi pertumbuhan

jamur di mulut dan tenggorokan serta absorpsi sistemik dari kortikosteroid

10. Apakah obat-obat asma aman untuk diberikan kepada wanita hamil dan apakah

wanita dengan pengobatan asma dapat terus menyusui bayinya

11. Bagaimana cara penyimpanan obat asma dan bagaimana cara mengetahui jumlah

obat yang tersisa dalam aerosol inhaler

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 32: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

15

12. Pengobatan asma adalah pengobatan jangka panjang dan kepatuhan dalam berobat

dan pengobatan sangat diharapkan

C. Kepatuhan Pasien

1. Definisi

Kepatuhan adalah tingkat perilaku pasien yang tertuju terhadap intruksi atau

petunjuk yang diberikan dalam bentuk terapi apapun yang ditentukan, baik diet,

latihan, pengobatan atau menepati janji pertemuan dengan dokter (Stanley,2007).

2. Faktor yang mempengaruhi kepatuhan

Dalam upaya peningkatan kepatuhan pasien, salah satu faktor utama yang

mendukung kepatuhan pasien adalah Komunikasi (DepKes RI, 2007). Sehingga hal

yang harus diperhatikan yaitu edukasi dan mendapatkan persetujuan pasien untuk

setiap tindakan/penanganan yang akan dilakukan, jelaskan sepenuhnya kegiatan

tersebut dan manfaat yang dapat dirasakan pasien, tindak lanjut (follow-up) (DepKes

RI, 2007). Pada setiap kunjungan pasien, mengecek kembali apakah pasien sudah

melakukan semua pengobatan yang diberikan, sebisa mungkin dilakukan pengecekan

gejala dan fungsi paru-paru untuk memastikan apakah kesehatan pasien, menetapkan

rencana pengobatan bersama-sama dengan pasien, memberikan pengarahan dan

informasi yang tepat dan mudah dimengerti oleh pasien dan keluarga tentang bagaiman

cara penggunaan obat asma, identifikasi dan atasi hambatan yang terjadi atau yang

dirasakan pasien, sehingga pasien merasakan manfaat penatalaksanaan asma secara

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 33: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

16

konkret, menanyakan kembali tentang rencana penanganan yang disetujui bersama dan

yang akan dilakukan, pada setiap kunjungan, keluarga pasien diajak untuk ikut bersama

dalam usaha mengangani penyakit pasien asma, pertimbangkan pengaruh agama,

kepercayaan, budaya dan status sosio ekonomi yang dapat berefek terhadap

penanganan asma pada pasien (DepKes RI, 2007).

Menurut Pharmaceutical Care asma dari Departemen Kesehatan RI

kepatuhan pasien dalam pengobatan asma jangka panjang akan lebih baik apabila

(DepKes RI, 2007) :

1. Jumlah obat yang dipergunakan lebih sedikit

2. Dosis perhari lebih sedikit

3. Kejadian efek samping obat lebih jarang terjadi

4. Ada pengertian dan kesepakatan antara dokter, pasien dan apoteker

D. Keterangan Empiris

Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai profil

pelayanan informasi obat dan kepatuhan pasien asma berdasarkan persepsi pasien di

Kabupaten Sleman.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 34: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

17

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis dan Rancangan Penelitian

Penelitian yang mengkaji tentang profil pelayanan informasi obat yang

diterima dan kepatuhan pasien asma dalam pengobatan di Kabupaten Sleman ini

merupakan penelitan observasional deskriptif menggunakan pendekatan cross

sectional. Menurut Notoatmodjo (2012), penelitian observasional deskriptif adalah

penelitian yang dilakukan untuk menganalisis dan menyajikan fakta secara sistematik

sehingga dapat lebih mudah untuk disimpulkan dan dipahami yang dilakukan untuk

untuk mendeskripsikan atau menggambarkan suatu fenomena yang terjadi di

masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional (studi potong

lintang) karena akan menggambarkan suatu kejadian pada suatu fenomena atau situasi

pada satu waktu (Widi, 2009).

B. Variabel Penelitian

Variabel dalam penelitian ini adalah

1. Profil pelayanan informasi obat yang diterima pasien asma

2. Kepatuhan pasien dalam pengobatan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 35: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

18

C. Definisi Operasional

1. Profil pelayanan informasi obat yang diterima pasien adalah persepsi pasien atau

keluarga yang merawat pasien mengenai informasi obat yang diperoleh berkaitan

dengan cara pemakaian obat, cara penyimpanan obat, jangka waktu pengobatan,

aktivitas serta makanan dan minuman yang harus dihindari selama terapi. Item -

item informasi obat tersebut mengacu ke Keputusan Menteri Kesehatan

(Kepmenkes) RI No. 1027/MENKES/SK/IX/2004 tentang standar pelayanan

kefarmasian di apotek dan Pharmaceutical Care untuk penyakit asma. Persepsi

responden tentang informasi yang diterima kemudian digali menggunakan

kuesioner.

2. Kepatuhan pasien adalah perilaku pasien asma dalam mengikuti dan menaati

semua peraturan dalam pengobatannya berdasarkan persepsi pasien. Dalam

penelitian ini diungkap melalui pertanyaan – pertanyaan dalam kuesioner, bukan

melalui observasi langsung.

3. Pasien asma yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah orang yang menderita

penyakit asma.

D. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan di Kabupaten Sleman. Pengambilan data dilakukan

terhadap responden yang ditemui di kampus III Universitas Sanata Dharma, apotek

Kimia Farma jalan Laksda Adi Sucipto, gereja Maria Asumpta Babarsari.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 36: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

19

E. Subyek Penelitian

1. Kriteria inklusi subyek penelitian ini adalah pasien asma yang sudah didiagnosis

dokter mengalami asma yang pernah berkunjung ke apotek untuk membeli obat

maupun berobat.

2. Kriteria eksklusi subyek penelitian ini adalah pasien yang pertama kali mengalami

gejala asma dan belum didiagnosis dokter, karena pasien yang pertama kali

mengalami gejala asma belum tentu mengidap asma.

F. Besar Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel

Sampel subyek penelitian ditetapkan secara non random berupa convience

sampling yaitu mengambil sampel yang sesuai dengan ketentuan atau persyaratan

sampel dari populasi tertentu yang paling mudah dijangkau atau didapatkan. Cara

perekrutan responden adalah peneliti menuggu atau menitipkan kuesioner kepada

petugas di apotek-apotek dan bila ada pasien asma datang berobat atau membeli obat

kemudian dimintai tolong untuk mengisi kuesioner.

Sampel juga diambil dari masyarakat yang ada di sekitar peneliti, hal ini

dilakukan karena sangat sedikitnya pasien-pasien asma yang datang berkunjung ke

apotek. Pada awalnya perekrutan responden hanya dilakukan oleh satu orang peneliti

dan berfokus pada responden yang pernah berobat di apotek, namun dikarenakan

peneliti lain yang satu proyek dengan peneliti tidak memperoleh pasien di rumah sakit,

maka responden kedua peneliti digabungkan. Cara peneliti merekrut responden di

masyarakat adalah dengan cara bertanya kepada orang di masyarakat yang dikenal

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 37: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

20

peneliti apakah mengetahui adanya pasien asma kemudian peneliti menemui calon

responden dan menanyakan apakah benar calon responden tersebut mengidap asma,

bila benar maka calon resonden akan menjadi responden penelitian dan dimintai tolong

untuk mengisi kuesioner. Diperoleh responden sebanyak 31 responden. Sebanyak 7

responden diperoleh di apotek dan 24 responden diperoleh di masyarakat.

G. Instrumen Penelitian

Alat penelitian yang digunakan berupa kuisoner penelitian yang akan

diberikan kepada responden. Kuesoner ini adalah daftar tertulis pertanyaan dan sudah

terdapat jawaban-jawaban yang akan membantu responden untuk memilih jawaban

yang sesuai menurut responden (Notoatmodjo, 2012). Pertanyaan – pertanyaan dalam

kuesioner memuat tentang :

1. Pelayanan informasi obat yang diterima pasien asma di Kabupaten Sleman.

2. Kepatuhan pasien meminum obat yang diberikan.

3. Harapan pasien terhadap pelayanan yang diberikan.

Untuk mengetahui gambaran aktivitas pelayanan informasi obat yang diterima

pasien asma dan gambaran kepatuhan pasien dalam pengobatan pengambilan datanya

menggunakan kuesioner closed-ended question yaitu pertanyaan yang tidak perlu

dipertimbangkan apakah harus dijawab dengan jawaban yang penjang lebar atau yang

singkat. Hanya perlu dijawab berdasarkan jawaban yang ada (Moleong, 2007).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 38: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

21

H. Tata Cara Penelitian

Dalam menyelesaikan penelitian ini dibagi menjadi 5 tahap, yaitu :

1. Studi Pendahuluan/orientasi

Studi pendahuluan dilakukan dengan mencari berapa banyak apotek yang

ada. Juga dilakukan penelusuran pustaka mengenai permasalahan seputar

pelayanan informasi obat di apotek..

2. Pengurusan Perizinan

Untuk memperoleh data responden dilakukan pengurusan permohonan

perizinan ke apotek – apotek di Kabupaten Sleman dan kepada respondennya

sendiri.

3. Pembuatan Kuesioner

Langkah – langkah pembuatan kuesioner adalah merumuskan pertanyaan –

pertanyaan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) RI No. 1027 dan

Pharmaceutical Care asma (Depkes RI, 2007). Total pertanyaan dalam kuesioner

adalah 22 pertanyaan untuk pelayanan informasi obat dan 9 pertanyaan untuk

kepatuhan.

4. Pengujian Kuesioner

a. Uji pemahaman Bahasa

Sebelum pengumpulan data dilakukan uji coba untuk menghindari adanya

kesulitan dalam mengartikan pertanyaan dalam kuesioner. Uji pemahaman bahasa ini

berfungsi untuk mengetahui apakah bahasa penyusun dalam menulis pertanyaan dan

pernyataan dalam kuesioner sudah bisa dipahami oleh responden (Azwar, 2007).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 39: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

22

Responden yang digunakan dalam uji ini sebanyak 6 orang. Keberhasilan dari uji

pemahaman bahasa ini dapat dilihat dari responden yang bisa menjawab atau mengisi

kuesioner dengan baik.

b. Uji validitas isi

Prosedur validitas isi kuesioner dalam penelitian ini dilakukan dengan analisis

rasional atau mengkonsultasikan item – item dalam kuesioner dengan professional

judgement. Professional judgement pada penelitian ini adalah seorang apoteker yang

dianggap memahami isi dari kuesioner. Pertanyaan dan pernyataan yang telah

divalidasi secara professional judgement diharapkan menjadi pertanyaan dan

pernyataan yang berkualitas untuk dijadikan alat pengumpulan data penelitian (Azwar,

2007).

5. Penyebaran dan pengumpulan kuesioner

Kuesioner disebarkan ke beberapa apotek atau diberikan langsung kepada

responden yang memenuhi kriteria inklusi. Responden diminta untuk mengisi

kuesioner saat itu juga, tetapi ada juga responden yang menginginkan kuesioner dibawa

dan diisi sendiri.

I. Pengolahan dan Analisis Data

Data tentang kecukupan informasi obat yang diterima pasien asma dan

kepatuhan pasien dalam pengobatan dianalisis secara deskriptif berupa frekuensi dan

persentase kemudian data di coding berdasarkan ordinal. Data tentang kecukupan

informasi obat yang diterima pasien di coding berdasarkan jawaban selalu = 1, kadang-

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 40: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

23

kadang = 2, tidak pernah = 3. Data tentang kepatuhan di coding berdasarkan jawaban

selalu = 1, kadang-kadang = 2, tidak pernah = 3. Kemudian hasil persentase yang

menunjukkan kepatuhan pasien masing – masing item dirata - rata, sehingga diperoleh

nilai persentase kepatuhan pasien adalah 59,9%.

J. Etika Penelitian

Menurut Nursalam dan Pariani (2003) etika penelitian meliputi informed

consent, anonymity (tanpa nama), dan confidentiality (kerahasiaan). Apabila subyek

menolak untuk dijadikan subyek uji maka peneliti tidak boleh memaksa dan tetap

menghormati hak – hak subyek. Pada penelitian ini, lembar persetujuan diberikan

sebelum pasien dijadikan sebagai responden. Jika pasien setuju maka pasien diminta

untuk mengisi kuesioner untuk diisi. Peneliti tidak mencantumkan nama responden

pada naskah tetapi pada lembar kuesioner dicantumkan.

K. Keterbatasan Penelitian

1. Kesulitan penelitian ini adalah sedikitnya jumlah responden yang diperoleh

peneliti, dimana responden yang paling dicari yaitu pasien yang datang ke apotek

untuk berobat jumlahnya sangat sedikit bahkan hampir tidak ada. Karena itu

peneliti mencari responden dengan cara bertanya kepada responden sebelumnya

atau orang yang ada di masyarakat untuk mendapatkan responden lainnya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 41: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

24

2. Responden yang ada juga kebanyakan menginginkan kuesioner ditinggal dan

mereka mengisi sendiri karena itu tidak bisa dilakukan cross check untuk

mengetahui apakan responden benar-benar pasien asma.

3. Informasi yang diberikan oleh responden dapat bias karena bersifat memorial.

4. Penarikan kesimpulan patuh dan tidak patuh dipengaruhi bias dari peneliti.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 42: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

25

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran profil pelayanan

informasi obat dan kepatuhan pasien dalam pengobatan di kabupaten Sleman dengan

menggunakan standar yang ada dalam KepMenkes RI Nomor

1027/MENKES/SK/IX/2004 dan Bina Farmasi DepKes RI (2006) tentang

“Pharmaceutical Care untuk penyakit asma”. Kedua standar yang digunakan

merupakan acuan standar pelayanan kefarmasian dalam melayani pasien berupa

pelayanan resep, pelayanan informasi obat, bentuk promosi dan edukasi, konseling,

kegiatan monitoring dan evaluasi, serta pelayanan residensial (home care). Penelitian

ini meneliti secara khusus membahas mengenai pelayanan informasi obat karena

kegiatan ini merupakan salah satu kunci keberhasilan pengobatan pada pasien.

A. Karakteristik Responden

Karakteristik responden dalam penelitian ini meliputi umur, jenis kelamin,

tingkat pendidikan, pekerjaan dan tingkat pendapatan. Berikut adalah gambaran

karakteristik responden yang diperoleh.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 43: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

26

Tabel II. Karakteristik Responden

Karakteristik Jumlah Responden, n =

31

Persentase (%)

1. Umur

< 20 tahun

20 – 30 tahun

31 – 40 tahun

> 40 tahun

7

17

2

5

23

55

6

16

2. Jenis Kelamin

Laki – laki

Perempuan

22

9

29

71

3. Tingkat Pendidikan

SMA

Diploma

Strata 1

22

1

8

71

3

26

4. Pekerjaan

Mahasiswa

PNS

Swasta

Honorer

Ibu Rumah Tangga

Pensiunan

19

2

7

1

1

1

61

7

23

3

3

3

5. Tingkat Pendapatan

Tidak mengisi

< Rp. 1.125.000/bulan

Antara Rp. 1.125.000-

2.000.000/bulan

> Rp. 2.000.000-

3.000.000/bulan

>Rp. 3.000.000/bulan

5

18

5

2

1

16

58

16

7

3

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 44: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

27

1. Umur

Umur berpengaruh terhadap kemampuan seseorang untuk menghadapi dan

menyikapi permasalahan yang ada di sekitarnya. Penelitian yang dilakukan Harvard

Growth Study menunjukkan bahwa proses perkembangan dan pertumbuhan intelegensi

diawali pada umur remaja dan mencapai puncak pada umur 30 tahun (Azwar, 2007).

Pada umur tersebut seseorang mampu berpikir hipotetik dan dapat menguji secara

sistematik berbagai penjelasan mengenai kejadian - kejadian tertentu dan dapat

memahami prinsip-prinsip abstrak yang berlaku (Azwar, 2007). Karakteristik

responden berumur < 20 tahun yaitu sebanyak 23%, responden berumur 20-30 tahun

sebanyak 55%, responden berumur 31-40 tahun sebanyak 6% dan responden berumur

> 40 % sebanyak 16%.

Umur sebagian besar responden yaitu 20-30 tahun sebanyak 55%, dimana pada

umur tersebut responden mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan

intelegensi sehingga mampu berpikir kritis dalam menerima informasi yang diberikan

sebagai penerima informasi. Sehingga diharapkan responden mampu menerima

informasi dengan baik dari drug informer.

2. Jenis Kelamin

Persentase responden berjenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 29% dan

responden berjenis kelamin Perempuan sebanyak 71%. Dari data yang diperoleh

prevalensi responden berjenis kelamin perempuan lebih banyak daripada responden

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 45: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

28

berjenis kelamin perempuan. Hal ini tidak bisa menjadi acuan bahwa penyakit asma

lebih banyak diderita oleh perempuan.

3. Tingkat Pendidikan

Tingkat pendidikan responden merupakan faktor yang berpengaruh terhadap

tingkat daya tangkap responden terhadap informasi, pengetahuan, sikap dan minat

responden terhadap suatu tindakan (Rachmanti, 2000), walaupun sebenarnya sifatnya

tidak mutlak. Persentase responden lulusan SMA sebanyak 71%, responden lulusan

diploma sebanyak 3% dan responden lulusan strata 1sebanyak 26%. Responden dalam

peneltian ini memiliki tingkat pendidikan yang bervariasi sehingga diasumsikan

responden memiliki kemampuan untuk menerima dan mengolah informasi yang

diberikan bervariasi juga.

4. Pekerjaan

Jenis pekerjaan seseorang berpengaruh terhadaap perilaku seseorang, dalam

hal ini adalah perilaku dalam kepatuhan pengobatan. Orang yang mempunyai

pekerjaan yang baik misalnya instansi pemerintah atau di bidang kesehatan akan

menpunyai perhatian yang lebih baik terhadap kondisi kesehatannya bila dibandingkan

dengan orang yang bekerja sebagai buruh maupun pekerajaan kasar lainnya. Hal ini

dikarenakan pekerjaan mempengaruhi keadaan ekonomi, sehingga orang yang

memiliki pekerjaan yang baik akan lebih mudah memilih pengobatan yang lebih baik,

serta mempunyai kesempatah untuk memilih pelayanan kesehatan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 46: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

29

Persentase responden dengan pekerjaan mahasiswa/mahasiswi sebanyak

61%, responden dengan pekerjaan PNS sebanyak 7%, responden dengan pekerjaan

swasta sebanyak 23%, responden dengan pekerjaan honorer 3%, responden dengan

pekerjaan ibu rumah tangga sebanyak 3%, responden dengan pekerjaan pensiunan 3%.

Responden dalam penelitian ini sebagian besar mempunyai pekerjaan sebagai

mahasiswa/mahasiswi. Hal ini dapat menjadi acuan bahwa sebagian besar responden

seharusnya bisa lebih perhatian terhadap kondisi kesehatannya.

5. Tingkat Pendapatan

Tingkat pendapatan berhubungan erat dengan masalah penanganan kesehatan,

masyarakat dengan pendapatan tinggi akan sangat mudah untuk mengakses semua

sarana kesehatan, tetapi masyarakat dengan tingkat pendapatan rendah akan

mempertimbangkan biaya dalam mencari pengobatan jika tidak mendapatkan kartu

masyarakat miskin. Pengobatan sendiri dirasakan dapat mengurangi biaya pengobatan,

bahkan dengan menggunakan obat buatan sendiri ketimbang pergi ke apotek ataupun

rumah sakit. Hal ini malahan dapat membahayakan kesehatan karena tidak mendapat

informasi yang pasti dari ahli kesehatan (Bastable, 1999).

Persentase responden dengan pendapatan < Rp 1.125.000/bulan sebanyak

58%, responden dengan pendapatan Rp 1.125.000 – Rp 2.000.000/bulan sebanyak

16%, responden dengan pendapatan > Rp 2.000.000/bulan sebanyak 7%, responden

dengan pendapatan > Rp 3.000.000/bulan sebanyak 3% dan responden yang tidak

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 47: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

30

mengisi sebanyak 16%. Adanya responden yang tidak mengisi pendapatannya

kemungkinan karena belum mempunyai pendapatan, karena yang tidak mengisi

semuanya adalah mahasiswa/mahasiswi, kemungkinan responden tersebut bukan

merupakan mahasiswa/mahasiswi dari luar kota, sehingga tidak diberikan uang

bulanan.

B. Gambaran Pelayanan Informasi Obat yang Diterima Pasien

Pelayanan informasi obat merupakan salah satu tugas kefarmasian sesuai yang

tercantum pada Undang-undang RI No.36 tahun 2009 tentang kesehatan menyebutkan

bahwa pekerjaan kefarmasian adalah pembuatan termasuk pengendalian mutu sediaan

farmasi, pengamanan pengadaan, penyimpanan dan distribusi obat, pengelolaan obat,

pelayanan obat atas resep dokter, pelayanan informasi obat, serta pengembangan obat,

bahan obat dan obat tradisional (Presiden RI, 2009). Pasien penyakit asma persisten

yang membutuhkan pengobatan secara Long-Term Controller dimana pasien harus

menggunakan obat setiap hari seumur hidupnya untuk mencegah timbulnya

kekambuhan tehadap penyakitnya, sangat penting agar pasien mendapat informasi

tentang obat yang dia gunakan. Berikut adalah gambaran Pelayanan Informasi Obat

yang diterima pasien dari hasil penelitian yang dilakukan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 48: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

31

1. Informasi tentang mengenali sejarah penyakit , gejala-gejala dan faktor-

faktor pencetus asma

Fungsi dari pemberian informasi ini yaitu agar pasien mengetahui darimana

asalnya pasien bisa mendapatkan penyakit asma, apa saja gejala-gejala yang dialami

jika terjadi serangan asma, dan faktor-faktor pencetus serangan asma. Ada tiga

pertanyaan yang diberikan kepada pasien untuk mengetahui bagaimana gambaran

pemberian informasi ini.

Tabel III. Hasil penelitian informasi tentang mengenali sejarah penyakit , gejala-

gejala dan faktor-faktor pencetus asma

Pertanyaan di

Kuesioner

Hasil (%)

Selalu Kadang-kadang Tidak Pernah

Pertanyaan No 1 54,8 38,7 6,5

Pertanyaan No 2 67,7 22,6 9,7

Pertanyaan No 9 41,9 51,6 6,5

Pertanyaan pertama yaitu tentang cara mengenali sejarah penyakit asma,

misalnya saja faktor keturunan. Dari hasil penelitian diperoleh pasien yang selalu

menerima informasi ini sebanyak 54,8 %, yang kadang-kadang menerima informasi

sebanyak 38,7%, yang tidak pernah menerima informasi sebanyak 6,5 %. Para ahli

asma mempercayai bahwa asma berhubungan erat dengan keturunan, yaitu bila salah

satu atau kedua orang tua memiliki asma, sang anak pun kemungkinan akan menderita

asma. Factor keturunan ini pun bukan dari orang tua sang anak secara langsung, tetapi

melalui kakek atau nenek yang menderita asma. Sang cucu pun kemungkinan akan

memiliki resiko penyakit asma (Graha, 2008). Ini menunjukkan pentingnya informasi

tentang sejarah asma diberikan agar nantinya pasien yang memiliki resiko asma tidak

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 49: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

32

kaget bila nantinya mengalami asma dan dapat bersiap diri terlebih dahulu serta dapat

berhati – hati agar tidak terkena asma.

Pertanyaan kedua yaitu tentang faktor pencetus terjadinya asma. Faktor

pencetus ini misalnya saja debu, serbuk sari bunga, asap rokok, udara dingin, olahraga

saat suhu dingin, obat (aspirin), virus influenza. . Dari hasil penelitian didapatkan hasil

pasien yang selalu menerima informasi ini sebanyak 67,7 %, yang kadang-kadang

sebanyak 22,6 % dan yang tidak pernah mendapatkan informasi sebanyak 9,7 %. Di

masyarakat banyak juga terjadi asma pada anak yang orang tuanya tidak mengidap

asma. Menurut penelitian 70 – 80% asma kambuh karena reaksi atas reaksi alergi yang

dimilikinya (Graha, 2008). Menurut penelitian Herdi (2011) sebanyak 62,5% pasien

asma yang memiliki faktor pencetus serangan asma berupa debu, berdasarkan

penelitian Purnomo (2008) didapatkan pasien asma yang memiliki faktor pencetus

berupa debu sebanyak 96,2%. Chiang, Wu, Wu, Yan, Perng (2005) melaporkan

sebanyak 75,2% pasien asma memiliki faktor pencetus berupa latihan fisik. Menurut

penelitian Purnomo (2008) didapatkan pasien asma yang memiliki faktor pencetus

berupa perubahan cuaca (pada saat musim hujan) sebanyak 61,5%. Berdasarkan data –

data yang ada dapat diketahui pentingnya informasi tentang faktor pencetus asma

diberikan agar pasien dapat menghindari faktor pencetus asma yang dapat

menyebabkan asmanya kambuh.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 50: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

33

Gambar 2. Persentase frekuensi pelayanan informasi obat mengenai faktor

pencetus asma

Informasi tentang faktor pencetus asma yang paling banyak diterima oleh

responden adalah debu sebesar 56,61 %. Hal ini sesuai dengan penelitian Herdi (2011)

sebanyak 62,5% pasien asma yang memiliki faktor pencetus serangan asma berupa

debu, berdasarkan penelitian Purnomo (2008) didapatkan pasien asma yang memiliki

faktor pencetus berupa debu sebanyak 96,2%.

Pertanyaan ketiga yaitu tentang gejala timbulnya penyakit asma. Gejala-gejala

yang mungkin terjadi misalnya, mengi pada saat menghirup nafas, dada terasa sesak

yang berulang, nafas tersengal-sengal, nafas tidak beraturan di siang hari. Dari hasil

penelitian diperoleh hasil pasien yang selalu menerima informasi ini sebanyak 41,9 %,

kadang-kadang menrima informasi sebanyak 51,6 %, tidak pernah menerima informasi

sebanyak 6,5 %. Begitu bahayanya gejala asma, gejala asma dapat mengantarkan

penderitanya kepada kematian seketika, sehingga sangat penting sekali penyakit ini

0.00%

10.00%

20.00%

30.00%

40.00%

50.00%

60.00%

Debu AsapRokok

UdaraDingin

VirusInfluenza

SerbukSari

Obat Olahraga

56.61%

48.39%45.16%

22.50%

16.13%

9.68%6.45%

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 51: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

34

dikontrol dan di kendalikan untuk kepentingan keselamatan jiwa penderitanya

(Sundaru, 2004), karena itu informasi ini penting diberikan kepada pasien agar pasien

dapat penatalaksanaan asma apabila terjadi gejala asma.

Gambar 3. Persentase frekuensi pelayanan informasi obat mengenai gejala asma

Menurut DepKes RI (2007) tentang pharmaceutical care untuk penyakit

asma, gejala asma bersifat episodik, seringkali reversible dengan/ atau tanpa

pengobatan. Gejala awal berupa batuk pada malam/dini hari, sesak napas, napas

berbunyi yang terdengar pada saat pasien menghembuskan napasnya, rasa sesak didada

dan dahak sulit keluar (DepKes RI, 2007). Informasi mengenai gejala awal seperti dada

terasa sesak memperoleh frekuensi yang paling tinggi diterima (54,8 %) karena gejala

ini dapat menandakan penderita mengalami serangan asma.

0.00%

10.00%

20.00%

30.00%

40.00%

50.00%

60.00%

Dada terasasesak

Mengi saatmenarik nafas

Nafas tersengal -sengal

Nafas tidakberaturan

54.84%

48.38%

41.94%

6.45%

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 52: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

35

2. Informasi tentang pemeriksaan-pemeriksaan penunjang yang dilakukan

pada pasien asma

Informasi ini berguna agar pasien tahu pemeriksaan yang dapat dilakukan

untuk mengontrol asma pasien. Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan misalnya

pemeriksaan dengan spirometer untuk mengukur kapasitas bernafas, memeriksa

terjadinya gangguan pada sumbatan jalan nafas.

Tabel IV. Hasil penelitian informasi tentang pemeriksaan-pemeriksaan

penunjang yang dilakukan pada pasien asma

Pertanyaan di

Kuesioner

Hasil (%)

Selalu Kadang-kadang Tidak Pernah

Pertanyaan No 3 22,6 45,2 12,9

Dari hasil penelitian ditemukan pasien yang selalu menerima informasi

tentang pemeriksaan-pemeriksaan penunjang yang dilakukan pada pasien asma

sebanyak 22,6 %, pasien yang kadang-kadang menerima informasi sebanyak 45,2 %,

pasien yang tidak pernah menerima informasi sebanyak 12,9 %. Terdapat bukti

penelitian bahwa pasien asma yang melakukan pemeriksaan secara teratur akan

mengalami serangan asma yang lebih jarang dan dapat menikmati hidup dengan

kualitas yang lebih baik (Murphy, 2007), karena itu informasi tentang pemeriksaan

penunjang ini penting untuk diberikan kepada pasien agar pasien dapat mengontrol

asmanya sehingga dapat melakukan kegiatan sehari – hari dengan baik.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 53: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

36

Gambar 4. Persentase frekuensi pelayanan informasi obat mengenai pemeriksaan

penunjang

Spirometri adalah mesin yang dapat mengukur kapasitas vital paksa (KVP)

dan volume ekspirasi paksa detik pertama (VEP1). Pemeriksaan ini sangat tergantung

kepada kemampuan pasien sehingga diperlukan instruksi operator yang jelas dan

kooperasi pasien. Untuk mendapatkan nilai yang akurat, diambil nilai tertinggi dari 2-

3 nilai yang diperiksa. Sumbatan jalan napas diketahui dari nilai VEP1 < 80% nilai

prediksi atau rasio VEP1/KVP < 75% (DepKes RI, 2007).

Peak Expiratory Flow Meter (PEF meter) adalah alat yang paling sederhana

untuk memeriksa gangguan sumbatan jalan napas, yang relatif sangat murah, mudah

dibawa. Dengan PEF meter fungsi paru yang dapat diukur adalah arus puncak ekspirasi

(APE) (DepKes RI, 2007). Cara pemeriksaan APE dengan PEF meter adalah penuntun

meteran dikembalikan ke posisi angka 0. Pasien diminta untuk menghirup napas dalam,

kemudian diinstruksikan untuk menghembuskan napas dengan sangat keras dan cepat

0.00%

5.00%

10.00%

15.00%

20.00%

25.00%

30.00%

35.00%

Pemeriksaan dengan

Spirometer

Pemeriksaan

gangguan jalan nafas

32.26%

19.35%

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 54: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

37

ke bagian mulut alat tersebut, sehingga penuntun meteran akan bergeser ke angka

tertentu. Angka tersebut adalah nilai APE yang dinyatakan dalam liter/menit.

Sumbatan jalan napas diketahui dari nilai APE < 80% nilai prediksi. (DepKes RI,

2007).

Menurut DepKes RI (2007), pemeriksaan fisik untuk mengetahui keadaan

fisik pasien seperti apakah tejadi keadaan napas menjadi lebih cepat dan dangkal dan

terdengar bunyi mengi pada pemeriksaan dada (pada serangan sangat berat biasanya

tidak lagi terdengar bunyi mengi, karena pasien sudah lelah untuk bernapas) sehingga

pemeriksaan fungsi paru dengan menggunakan spirometri atau peak expiratory flow

meter untuk mengukur kapasitas bernafas penderita dapat dilakukan.

3. Informasi tentang bagaimana mengenali serangan asma dan tingkat

keparahannya, serta hal-hal yang harus dilakukan apabila terjadi serangan

termasuk mencari pertolongan apabila diperlukan

Informasi ini berguna agar pasien mengetahui apakah yang dialaminya

merupakan serangan asma dan bagaimana tingkat keparahannya serta mengetahui hal-

hal yang dapat dilakukan jika terjadi serangan. Ada tiga pertanyaan yang diberikan

kepada pasien.

Tabel V. Hasil penelitian informasi tentang bagaimana mengenali serangan asma

dan tingkat keparahannya, serta hal-hal yang harus dilakukan apabila terjadi

serangan

Pertanyaan di

Kuesioner

Hasil (%)

Selalu Kadang-kadang Tidak Pernah

Pertanyaan No 7 29 58,1 12,9

Pertanyaan No 6 54,8 38,7 12,9

Pertanyaan No 4 45,2 41,9 12,9

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 55: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

38

Pertanyaan pertama tentang bagaimana cara mengenali serangan asma. Dari

hasil penelitian diperoleh bahwa pasien yang selalu menerima informasi sebanyak 29

%, kadang-kadang menerima informasi sebanyak 58,1 %, tidak pernah menerima

informasi sebanyak 12,9 %.

Pertanyaan kedua tentang bagaimana mengetahui seberapa berat penyakit

asma yang dialami. Contohnya, adanya gejala sesak nafas, batuk, mengeluarkan bunyi

saat menghembuskan nafas (mengi), dada terasa sesak saat bernafas yang muncul

setiap hari, aktivitas fisik terbatas sebagai pertanda asma yang dialami sudah cukup

berat. Dari hasil penelitian diperoleh, pasien yang selalu menerima informasi sebanyak

54,8 %, kadang-kadang menerima informasi sebanyak 38,7 %, tidak pernah menerima

informasi sebanyak 12,9 %.

Gambar 5. Persentase frekuensi pelayanan informasi obat mengenai tingkat

keparahan penyakit asma

0.00%

10.00%

20.00%

30.00%

40.00%

50.00%

60.00%

Sesak

nafas

Batuk Mengi Dada

terasa

sesak

Aktifitas

fisik

terbatas

54.84%51.61%

45.16%

29.03%

19.35%

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 56: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

39

Serangan asma dapat menyebabkan sesak nafas dan nafas tidak beraturan

sehingga informasi seperti mencoba menarik napas dengan pelan, mencari obat yang

sering dipakai untuk mengurangi serangan merupakan penanganan awal ketika

terjadinya serangan asma (Mangunegoro, 2004). Informasi mengenai tingkat

keparahan penyakit harus diberikan untuk mengetahui seberapa berat asma yang

dialami oleh penderita untuk menentukan penatalaksanaan terapi yang akan diberikan

oleh apoteker.

Pertanyaan ketiga tentang hal-hal yang harus dilakukan jika terjadi serangan

asma, contohnya, jangan panik, mencoba bernafas dengan pelan, mencari obat untuk

digunakan, mencari pertolongan untuk segera dibawa ke dokter. Dari hasil penelitian

diperoleh, pasien yang selalu menerima informasi sebanyak 45,2 %, pasien yang

kadang-kadang menerima informasi sebanyak 41,9 %, pasien yang tidak pernah

merima informasi sebanyak 12,9 %.

Gambar 6. Persentase frekuensi pelayanan informasi obat mengenai hal yang

dilakukan ketika terjadi serangan

0.00%

10.00%

20.00%

30.00%

40.00%

50.00%

Bernafas

dengan

pelan

Mencari

obat untuk

digunakan

Jangan

panik

Segera ke

dokter

48.39% 48.39%

35.48%

19.35%

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 57: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

40

Serangan asma dapat menyebabkan sesak nafas dan nafas tidak beraturan

sehingga informasi seperti mencoba menarik napas dengan pelan, mencari obat yang

sering dipakai untuk mengurangi serangan merupakan penanganan awal ketika

terjadinya serangan asma (Mangunegoro, 2004). Karena itu informasi terkait cara

penanganan awal ketika terjadi serangan asma mandiri (self care) merupakan hal yang

penting untuk disampaikan oleh apoteker kepada penderita asma sehingga pada saat

terjadi serangan penderita dapat menentukan cara pengambilan keputusan untuk

mengatasi serangan asma.

Menurut Sundaru (2004) Begitu bahayanya gejala asma, gejala asma dapat

mengantarkan penderitanya kepada kematian seketika, sehingga sangat penting sekali

penyakit ini dikontrol dan di kendalikan untuk kepentingan keselamatan jiwa

penderitanya dan menurut Murphy (2007) Terdapat bukti penelitian bahwa pasien

asma yang melakukan pemeriksaan secara teratur akan mengalami serangan asma yang

lebih jarang dan dapat menikmati hidup dengan kualitas yang lebih baik, menunjukkan

bahwa ketiga informasi ini penting diberikan kepada pasien dapat melakukan

penetalaksanaan asma apabila terjadi serangan asma.

4. Informasi tentang upaya pencegahan serangan pada pasien asma

Tabel VI. Hasil penelitian informasi tentang upaya pencegahan serangan pada

pasien asma

Pertanyaan di

Kuesioner

Hasil (%)

Selalu Kadang-kadang Tidak Pernah

Pertanyaan No 5 32,3 41,9 12,9

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 58: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

41

Informasi ini berguna agar pasien dapat mencegah terjadinya serangan

penyakit asma yang dideritanya. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pasien yang

selalu menerima informasi tentang upaya pencegahan serangan pada pasien asma

sebanyak 32,3 %, kadang-kadang menerima informasi sebanyak 41,9 %, tidak pernah

menerima informasi sebanyak 12,9 %. Berdasarkan penelitian, dampak asma dapat

menggangu kualitas hidup ditunjukkan dari keterbatasan dalam berkreasi atau

berolahraga sebesar 52,7%, aktivitas fisik 44,1%, pemilihan karir 37,9%, aktivitas

sosial 38%, cara hidup 37,1% dan pekerjaan rumah tangga 32,6% (Sundaru, 2004).

Absen dari sekolah maupun pekerjaan dialami oleh 36,5% anak dan 26,5% orang

dewasa seperti gejala batuk, termasuk gejala batuk dalam sebulan terakhir pada 44-

51%, bahkan 28,3% penderita mengaku terganggu tidurnya paling tidak sekali dalam

seminggu (Sundaru, 2004), karena itu informasi ini penting untuk diberikan agar pasien

dapat mencegah terjadinya serangan asma misalnya saja dengan menghindari factor

pencetus asma untuk meningkatkan kualitas hidup pasien asma.

5. Informasi tentang hubungan asma dengan merokok

Tabel VII. Hasil penelitian informasi tentang hubungan asma dengan merokok

Pertanyaan di

Kuesioner

Hasil (%)

Selalu Kadang-kadang Tidak pernah

Pertanyaan No 8 41,9 48,4 9,7

Informasi ini berguna agar pasien mengetahui bahwa zat-zat yang terkandung

pada rokok dapat menyebabkan terjadinya serangan asma. Dari hasil penelitian

diperoleh bahwa pasien yang selalu menerima informasi tentang hubungan asma

dengan merokok sebanyak 41,9 %, kadang-kadang menerima informasi sebanyak 48,4

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 59: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

42

%, tidak pernah menerima informasi sebanyak 9,7 %. Menurut Penelitian Chiang, Wu,

Wu, Yan, Perng (2005) di kota Taipei didapatkan sebanyak 52,7% pasien asma

memiliki faktor pencetus berupa asap rokok (polusi udara). Berdasarkan penelitian

Purnomo (2008) di Rumah Sakit Daerah Kabupaten Kudus ditemukan sebanyak 88,5%

pasien asma memiliki faktor pencetus berupa asap rokok. Penelitian Hendri (2011)

52,0% pasien asma yang memiliki faktor pencetus serangan asma berupa asap rokok.

Rokok merupakan salah satu faktor pencetus terjadinya asma, karena itu informasi ini

penting untuk diberikan agar pasien dapat menghindari faktor pencetus asmanya agar

tidak terjadi serangan asma.

6. Informasi tentang pengobatan asma sangat individualis dan tergantung pada

tingkat keparahan asma

Informasi ini berguna agar pasien mengatahui bahwa pengobatan asma antara

satu pasien dan pasien lainnya tidaklah sama. Ada dua pertanyaan yang diberikan.

Tabel VIII. Hasil penelitian informasi tentang pengobatan asma

Pertanyaan di

Kuesioner

Hasil (%)

Selalu Kadang-kadang Tidak pernah

Pertanyaan No 12 35,5 48,4 25,8

Pertanyaan No 13 32,3 38,7 29

Pertanyaan pertama tentang informasi yang diterima mengenai obat untuk

mengobati serangan asma apabila terjadi serangan secara mendadak (pengobatan

simptomatik). Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pasien yang selalu menerima

informasi sebanyak 35,5 %, kadang-kadang sebanyak 48,4 %, tidak pernah sebanyak

25,8 %. Tujuan utama penatalaksanaan asma adalah meningkatkan dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 60: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

43

mempertahankan kualitas hidup agar pasien asma dapat hidup normal tanpa hambatan

dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Selain itu, juga menghilangkan dan

mengendalikan gejala asma, mencegah eksaserbasi akut, meningkatkan dan

mempertahankan faal paru seoptimal mungkin, mengupayakan aktivitas normal

termasuk exercise, menghindari efek samping obat, mencegah terjadinya keterbatasan

aliran udara (airflow limitation) ireversibel, mencegah kematian karena asma (DepKes

RI, 2007). Dilihat dari tujuan penatalaksanaan asma, maka informasi ini penting untuk

diberikan agar pasien mengatahui bahwa pengobatan asma bila terjadi serangan

mendadak dapat langsung meminum obat yang diberikan agar gejala yang timbul tidak

mengganggu kualitas hidup pasien.

Pertanyaan kedua tentang informasi mengenai obat yang harus diminum

secara rutin untuk mencegah terjadinya serangan asma. Diperoleh, pasien yang selalu

menerima informasi sebanyak 32,3 %, kadang-kadang menerima informasi 38,7%,

tidak pernah menerima informasi sebanyak 29 %. Menurut tujuan penatalaksanaan

asma yang diberikan oleh DepKes RI , maka agar kualitas hidup pasien membaik, dapat

melakukan kegiatan dengan normal selain itu bahwa pengobatan asma merupakan

pengobatan jangka panjang, maka informasi ini penting untuk diberikan agar pasien

patuh dan rutin dalam meminum obatnya (DepKes RI, 2007).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 61: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

44

7. Informasi bermacam-macam obat asma dengan indikasi dan cara pemberian

yang bervariatif

Informasi ini berguna agar pasien mengetahui macam-macam nama obat yang

dapat digunakan untuk mengobati asmanya, serta mengetahui indikasi (fungsi

penggunaan obat) dan cara pemberian obat yang berbeda-beda untuk setiap jenisnya.

Ada tiga pertanyaan yang diberikan kepada pasien untuk mengetahui gambaran

informasi obat yang diterimanya.

Tabel IX. Hasil penelitian informasi tentang bermacam-macam obat asma

Pertanyaan di

Kuesioner

Hasil (%)

Selalu Kadang-kadang Tidak Pernah Tidak Mengisi

Pertanyaan

No 14

22,6 38,7 38,7 -

Pertanyaan

No 15

61,3 32,3 6,5 -

Pertanyaan

No 17

25,8 38,7 16,1 19,4

Pertanyaan pertama tentang informasi mengenai obat asma seperti namanya

dan kegunaannya, misalnya obat teofilin untuk mengobati gejala atau pencegahan asma

yang diderita pasien. Dari penelitian diperoleh hasil bahwa pasien yang sealu menerima

informasi sebanyak 22,6 %, kadang-kadang menerima informasi sebanyak 38,7 %,

tidak pernah menerima informasi sebanyak 38,7 %.

Pertanyaan kedua tentang informasi cara atau rute pemberian obat asma,

contohnya melalui atau diminum dan melalui inhaler atau dihirup. Dari penelitian

diperoleh hasil bahwa pasien yang selalu menerima informasi sebanyak 61,3 %,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 62: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

45

kadang-kadang menerima informasi sebanyak 32,3 %, tidak pernah menerima

informasi sebanyak 6,5 %.

Pertanyaan ketiga informasi tentang pengarahan dan peragaan cara

penggunaan obat dalam bentuk inhaler. Dari penelitian diperoleh bahwa pasien yang

selalu merima informasi sebanyak 25,8 %, kadang-kadang sebanyak 38,7 %, tidak

pernah sebanyak 16,1 %, tidak mengisi sebanyak 19,4 %. Pasien yang tidak mengisi

dikarenakan tidak pernah menerima obat dalam bentuk inhaler.

Pasien asma yang kemungkinan adalah orang – orang awam yang tidak

mengerti dalam hal obat – obatan, maka tugas apoteker lah untuk memberikan

informasi kepada pasien bagaimana kegunaan dari obat yang mereka terima, cara

menggunakan obat tersebut serta peragaan penggunaannya, seperti tercantum dalam

pharmaceutical care dari DepKes RI salah satu peran apoteker dalam penetalaksanaan

asma adalah memberikan informasi serta edukasi dalam pengobatannya (DepKes RI,

2007). Maka dari itu informasi ini penting untuk diberikan kepada pasien asma.

8. Informasi mengenai kapan obat-obat asma dipergunakan, bagaimana cara

menggunakannya (sebaiknya dengan peragaan), seberapa

banyak/sering/lama obat-obat tersebut digunakan, efek samping apa yang

mungkin dialami oleh pasien serta cara mencegah atau meminimalkan efek

samping tersebut

Informasi ini berguna agar pasien tahu kapan obat asma yang diberikan

digunakan, efek samping yang mungkin timbul saat penggunaan obat agar pasien tidak

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 63: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

46

kaget bila terjadi efek samping dan bagaimana cara mencegah ataupun meminimalkan

efek samping tersebut dan apabila ada keluhan dalam penggunaan obat, pasien segera

melaporkan kepada apoteker atau dokter untukdiberikan pengarahan untuk menangani

keluhannya. Ada tiga pertanyaan yang diberikan untuk memeperoleh gambaran

informasi obat yang diterimanya.

Tabel X. Hasil penelitian informasi mengenai kapan obat-obat asma

dipergunakan, cara menggunakannya, seberapa banyak obat digunakan, efek

samping, cara mencegah

Pertanyaan di

Kuesioner

Hasil (%)

Selalu Kadang-kadang Tidak Pernah Tidak Mengisi

Pertanyaan

No 16

71 % 22,6 6,5 -

Pertanyaan

No 10

29 45,2 25,8 -

Pertanyaan

No 19

32,3 32,3 32,3 3,2

Pertanyaan pertama tentang kapan harus menggunakan obat asma, misalnya

diminum pada pagi hari atau malam hari dan berapa kali harus meminum obat dalam

sehari. Dari penelitian diperoleh bahwa pasien yang selalu menerima informasi

sebanyak 71 %, kadang-kadang sebanyak 22,6 %, tidak pernah sebanyak 6,5 %.

Pertanyaan kedua tentang apa yang harus dilakukan jika terjadi keluhan

setelah menggunakan obat asma. Dari penelitian diperoleh bahwa pasien yang selalu

menerima informasi sebanyak 29 %, kadang-kadang sebanyak 45,2 %, tidak pernah

sebanyak 25,8 %.

Pertanyaan ketiga tentang efek samping yang mungkin timbul dan bagaimana

cara untuk mencegah serta menguragi efek samping tersebut. Dari penelitian diperoleh

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 64: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

47

hasil bahwa pasien yang selalu menerima informasi sebanyak 32,3 %, kadang-kadang

32,3 %, tidak pernah sebanyak 32,3 % dan tidak mengisi sebanyak 3,2 %. Kemungkina

pasien yang tidak mengisi ini dikarenakan pasien tidak pernah mengalami efek

samping obat asma, sehingga merasa tidak perlu mengisinya.

Sama seperti pemberian informasi sebelumnya, seperti yang tercantum dalam

pharmaceutical care asma bahwa merupakan peran apoteker dalam pemberian

informasi dan edukasi dalam penggunaan obat asma serta membantu pasien dalam

menyelesaikan masalah yang timbul dalam pengobatan asma, dalam hal ini adalah efek

samping obat yang mungkin terjadi (DepKes RI, 2007). Karena itu, informasi ini

penting untuk diberikan kepada pasien.

9. Informasi agar mengingatkan pasien untuk kumur-kumur dengan air setelah

menggunakan inhaler yang mengandung kortikosteroid

Tabel XI. Hasil penelitian informasi tentang mengingatkan pasien untuk kumur-

kumur dengan air

Pertanyaan di

Kuesioner

Hasil (%)

Selalu Kadang-kadang Tidak pernah Tidak mengisi

Pertanyaan No

18

22,6 22,6 38,7 16,1

Penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa pasien yang selalu

menerima informasi agar mengingatkan pasien untuk kumur-kumur dengan air setelah

menggunakan inhaler yang mengandung kortikosteroid sebanyak 22,6 %, kadang-

kadang 22,6 %, tidak pernah 38,7 %, dan tidak mengisi sebanyak 16,1 %. Pasien yang

tidak mengisi ini dikarenakan pasien tidak pernah menerima obat inhaler. Menurut

pharmaceutical care asma informasi ini berguna agar pasien kumur-kumur dengan air

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 65: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

48

setelah menggunakan obat inhaler yang mengandung kortikosteroid karena

kortikosteroid untuk meminimalisasi pertumbuhan jamur di mulut dan tenggorokan

serta absorpsi sistemik dari kortikosteroid (DepKes RI, 2007), hal ini dilakukan agar

pasien tidak mengalami masalah baru terkait dengan pengobatannya dan juga seusuai

dengan tujuan penatalaksanaan asma yaitu meningkatkan kualitas hidup pasien. Maka

dari itu informasi ini penting untuk diberikan kepada pasien.

10. Informasi tentang obat-obat asma yang aman untuk diberikan kepada wanita

hamil dan apakah wanita dengan pengobatan asma dapat terus menyusui

bayinya

Informasi ini berguna untuk pasien yang sedang hamil agar mengetahui obat

yang diterimanya memang aman untuk digunakan dan tidak membahayakan

kehamilannya. Dari penelitian diperoleh bahwa pasien yang sedang hamil sebanyak 1

orang dan tidak pernah menerima informasi tersebut.

Asma pada kehamilan pada umumnya tidak mempengaruhi janin, namun

serangan asma berat dan asma yang tak terkontrol dapat menyebabkan hipoksemia ibu

sehingga berefek pada janin (Nelson and Piercy, 2001). Asma pada kehamilan

berdampak penting bagi ibu dan janin selama kehamilan dan persalinan. Dampak yang

terjadi dapat berupa kelahiran prematur, usia kehamilan muda, hipertensi pada

kehamilan (Liu et al, 2000, cit Subijanto, 2008). Maka dari itu, merupakan tugas

seorang apoteker untuk memberikan informasi kepada ibu hamil bahwa obat yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 66: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

49

digunakannya tidak membahayakan kehamilannya, agar asma yang dideritanya tetap

terkontrol dan karena itu informasi ini penting untuk diberikan kepada pasien.

11. Informasi tentang bagaimana cara penyimpanan obat asma dan bagaimana

cara mengetahui jumlah obat yang tersisa dalam aerosol inhaler

Informasi ini berguna agar pasien dapat menyimpan obat dengan benar

sehingga tidak terjadi kerusakan pada obat yang dapat menurunkan efektivitas obat dan

juga mengetahui cara untuk melihat jumlah obat yang tersisa dalam aeroso inhaler

sehingga pasien dapat melakukan pengisian ulang sebelum obat benar-benar habis

sehingga saat dibutuhkan saat terjadi serangan asma obat sealu tersedia pada inhaler.

Ada dua pertanyaan yang diberikan untuk mengetahui hal-hal tengtang informasi

tersebut.

Tabel XII. Hasil penelitian informasi tentang bagaimana cara penyimpanan dan

cara mengetahui jumlah obat yang tersisa

Pertanyaan di

Kuesioner

Hasil (%)

Selalu Kadang-kadang Tidak pernah Tidak Mengisi

Pertanyaan No

21

32,3 45,2 19,4 -

Pertanyaan No

22

12,9 38,7 35,5 12,9

Pertanyaan pertama tentang cara penyimpanan obat, dari penelitian diperoleh

bahwa pasien yang selalu menerima informasi sebanyak 32,3 %, kadang-kadang

sebanyak 45,2 %, tidak pernah 19,4 % dan juga ada pasien yang tidak mengisi sebanyak

3,2 %, kemungkinan pasien tidak ingat untuk mengisi atau tidak pernah menerima

informasi tersebut. Seperti tercantum pada Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek

salah satu tugas pelayanan apoteker adalah memberikan informasi tentang cara

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 67: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

50

penyimpanan obat agar obat yang diberikan stabilitasnya tetap terjaga sehingga efek

farmakologis yang didapat benar – benar maksimal (DepKes RI, 2004), karena itu

informasi ini penting untuk diberikan.

Pertanyaan kedua tentang cara mengetahui sisa obat yang ada pada inhaler.

Dari penelitian diperoleh hasil bahwa pasien yang selalu menerima informasi sebanyak

12,9 %, kadang-kadang 38,7 %, tidak pernah 35,5 %, dan tidak mengisi 12,9 %, hal ini

dikarenakan pasien tidak pernah menerima obat inhaler.

Pada pharmaceutical care asma, salah satu informasi yang dapat diberikan

kepada pasien adalah bagaimana cara mengetahui sisa obat yang ada pada inhaler untuk

pasien yang menggunakan obat dengan inhaler (DepKes RI, 2007). Hal ini

dimaksudkan agar pasien dapat mengetahui sisa obat yang ada pada inhaler sehingga

obat selalu tersedia pada inhaler dan apabila terjadi serangan asma pasien dapat

langsung menggunakan obatnya sehingga asmanya selalu terkontrol, karena itu

informasi ini penting untuk diberikan.

12. Informasi bahwa pengobatan asma adalah pengobatan jangka panjang dan

kepatuhan dalam berobat dan pengobatan sangat diharapkan

Tabel XIII. Hasil penelitian informasi tentang pengobatan asma adalah

pengobatan jangka panjang

Pertanyaan di

Kuesioner

Hasil (%)

Selalu Kadang-kadang Tidak Pernah

Pertanyaan No 11 29 48,4 22,6

Informasi ini berguna agar pasien memiliki kesadaran untuk patuh dalam

penggunaan obatnya karena pengobatan asma yang merupakan pengobatan jangka

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 68: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

51

panjang. Dari penelitian diperoleh bahwa pasien yang selalu menerima infromasi

tentang bahwa pengobatan asma adalah pengobatan jangka panjang dan kepatuhan

dalam berobat dan pengobatan sangat diharapkan sebanyak 29 %, kadang-kadang 48,4

%, tidak pernah 22,6 %. Menurut pharmaceutical care asma tujuan utama dari

penatalaksanaan asma adalah untuk meningkatkan dan mempertahankan kualitas hidup

agar pasien asma dapat hidup normal tanpa hambatan dalam melakukan aktivitas

sehari-hari dan untuk itu asma pasien harus terkontrol maka dari itu kepatuhan pasien

dalam pengobatan sangat diharapkan (DepKes RI, 2007), inilah yang menyebabkan

pengobatan asma adalah pengobatan jangka panjang. Karena itu informasi ini penting

untuk diberikan kepada pasien.

Dari keseluruhan data informasi obat yang diterima oleh pasien diperoleh

jumlah jawaban selalu sebanyak 32,1 %, kadang-kadang sebanyak 38,2 %, tidak pernah

sebanyak 18,6% dan tidak diisi 6,8 %. Masih ada pasien yang tidak menerima informasi

yang mereka perlukan dari apoteker yaitu sebanyak 18,6 %, menurut Sihombing (2007)

ada beberapa alasan apoteker tidak memberikan informasi kepada pasien yaitu, tidak

sempat karena banyaknya pembeli, kurangnya pengetahuan yang dimiliki, pasien

dianggap sudah tahu dari kemasan/brosur, pasien tidak aktif bertanya dan pasien

tergesa-gesa dan tidak mau dijelaskan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 69: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

52

Gambar 7. Persentase pelayanan informasi obat yang diterima pasien asma

Berdasarkan keterangan pada gambar di atas, informasi yang paling banyak

diterima oleh pasien adalah aturan pemakaian obat sebanyak 71 % dan yang paling

rendah adalah informasi mengenai obat yang tersisa dalam inhaler sebanyak 12,9 %.

Bedasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa pelayanan informasi obat yang

diterima pasien belum terlaksana dengan baik sesuai dengan standar yang berlaku,

karena masih banyak persentase pelayanan informasi obat yang diterima pasien masih

di bawah 50 %. Menurut Sihombing (2007) ada beberapa alasan apoteker tidak

memberikan informasi kepada pasien yaitu, tidak sempat karena banyaknya pembeli,

0.00%

10.00%

20.00%

30.00%

40.00%

50.00%

60.00%

70.00%

80.00%

54.80%

67.70%

22.60%

45.20%

32.30%

54.80%

29%

41.90%41.90%

29%29%

35.50%32.30%

22.60%

61.30%

71%

25.80%22.60%

32.30%32.30%

12.90%

Sejarah penyakit asma Faktor pencetus

Pemeriksaan penunjang Hal yang harus dilakukan ketika serangan

Upaya pencegahan Tingkat keparahan

Cara mengenali serangan Hubungan asma dengan merokok

Gejala timbulnya penyakit Hal yang harus dilakukan ketika ada keluhan pemakaian obat

Saran kepatuhan pasien Pengobatan asma simptomatik

Obat yang harus diminum secara rutin Nama dan indikasi obat

Cara atau rute pemakaian obat Aturan pemakaian obat

Penggunaan obat inhaler Cara menjaga kesehatan mulut

Efek samping obat Penyimpanan obat

Obat yang tersisa dalam inhaler

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 70: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

53

kurangnya pengetahuan yang dimiliki, pasien dianggap sudah tahu dari

kemasan/brosur, pasien tidak aktif bertanya dan pasien tergesa-gesa dan tidak mau

dijelaskan. Pasien belum mengetahui hak – hak yang seharusnya mereka peroleh dari

pelayanan kefarmasian untuk mendapatkan informasi selengkap – lengkapnya,

sehingga pasien belum peduli terhadap pelyanan yang diberikan apoteker.

C. Gambaran Kepatuhan Pasien dalam Pengobatan Penyakit Asma

Kepatuhan pasien dalam pengobatan asma merupakan hal yang sangat

penting, karena pengobatan asma merupakan pengobatan jangka panjang. Untuk

mengetahui gambaran kepatuhan pasien berdasarkan persepsi pasien ada 9 pertanyaan

yang diberikan.

Tabel XIV. Hasil penelitian gambaran kepatuhan pasien dalam pengobatan

penyakit asma

Pertanyaan di

Kuesioner

Hasil (%)

Selalu Kadang-kadang Tidak Pernah Tidak Mengisi

Pertanyaan 1 64,5 35,5 - -

Pertanyaan 2 16,1 45,2 38,7 -

Pertanyaan 3 12,9 48,4 38,7 -

Pertanyaan 4 19,4 25,8 54,8 -

Pertanyaan 5 22,6 38,7 38,7 -

Pertanyaan 6 3,2 32,3 64,5 -

Pertanyaan 7 16,1 29 54,8 -

Pertanyaan 8 5,6 9,7 80,6 3,2

Pertanyaan 9 6,5 19,4 71 3,2

Pertanyaan pertama mengenai bagaimana pasien menggunakan obat yang

diberikan. Kepatuhan adalah tingkat perilaku pasien yang tertuju terhadap intruksi atau

petunjuk yang diberikan dalam bentuk terapi apapun yang ditentukan, baik diet,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 71: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

54

latihan, pengobatan atau menepati janji pertemuan dengan dokter (Stanley,2007). Obat

yang diberikan harus digunakan sesuai aturan pakai karena bila tidak, maka dapat

menyebabkan gejala asma yang dialami akan semakin parah dan tidak membaik. Dari

penelitian diperoleh bahwa pasien yang selalu menggunakan obat sesuai aturan pakai

sebanyak 64,5 %, kadang-kadang sebanyak 35,5 %, yang berarti sebanyak 64,5 %

responden patuh terhadap pengobatannya.

Pertanyaan kedua mengenai seberapa seringnya pasien terbangun akibat

serangan asma. Gangguan tidur penyakit asma paling banyak dialami saat malam hari,

hal ini dapat mengindikasikan bahwa pasien tidak patuh dalam pengobatannya atau

juga merupakan efek samping dari pengobatan (Harrison, 2000). Dari hasil penelitian

diperoleh bahwa pasien yang selalu mengalami gangguan tidur sebanyak 16,1 %,

kadang-kadang sebanyak 45,2 %, tidak pernah sebanyak 38,7 %, yang berarti sebanyak

38,7 % responden yang patuh terhadap pengobatannya.

Pertanyaan ketiga mengenai adanya gejala asma yang dirasakan saat bangun

di pagi maupun siang hari. Gangguan tidur penyakit asma juga dapat terjadi pada pagi

maupun siang hari jika penyakit asmanya tidak terkontrol, hal ini dapat

mengindikasikan bahwa pasien tidak patuh dalam pengobatannya atau juga merupakan

efek samping dari pengobatan (Harrison, 2000). Dari hasil penelitian diperoleh pasien

yang selalu mengalaminya sebanyak 12,9 %, kadang-kadang sebanyak 48,4 %, tidak

pernah sebanyak 38,7 %, yang berarti sebanyak 38,7 % responden yang patuh terhadap

pengobatannya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 72: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

55

Pertanyaan keempat mengenai keterbatasan keterbatasan aktivitas yang

dialami karena serangan asma. Menurut pharmaceutical care asma tujuan utama dari

penatalaksanaan asma adalah untuk meningkatkan dan mempertahankan kualitas hidup

agar pasien asma dapat hidup normal tanpa hambatan dalam melakukan aktivitas

sehari-hari dan untuk itu asma pasien harus terkontrol maka dari itu kepatuhan pasien

dalam pengobatan sangat diharapkan (DepKes RI, 2007). Dari penelitian diperoleh

bahwa pasien yang menjawab selalu sebanyak 19,4 %, kadang-kadang sebanyak 25,8

%, tidak pernah sebanyak 54,8 %, yang berarti sebanyak 54,8 % responden yang patuh

terhadap pengobatannya.

Pertanyaan kelima tentang keluhan sesak nafas dan batuk yang dialami karena

asma. Menurut Chabra (2008) menyatakan bahwa pasien dengan derajat asma yang

semakin berat maka semakin rendah tingkat kontrol asma pada pasien tersebut. Apabila

penderita mengalami sesak nafas, dada terasa sesak, batuk dan aktivitasnya menurun

maka tingkat keparahan penyakitnya semakin berat. Dari hal ini dapat disimpulkan

bahwa derajat asma yang berat merupakan faktor yang berhubungan dengan buruknya

kontrol pasien terhadap penyakit asma yang dideritanya. Disebutkan bahwa pasien

dengan tingkat kontrol yang buruk, derajat asma yang berat, biasanya mempunyai

kepatuhan pengobatan yang rendah, akibatnya akan lebih memperparah gejala

asmanya. Dari penelitian diperoleh bahwa pasien yang selalu mengalami keluhan

sebanyak 22,6 %, kadang-kadang 38,7 %, tidak pernah 38,7 %, yang berarti sebanyak

38,7 % responden yang patuh terhadap pengobatannya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 73: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

56

Pertanyaan keenam mengenai keluhan yang dialami pasien semakin berat

seperti tidak bisa tidur sama sekali dan sesak nafas secara mendadak. Sama seperti

pertanyaan kelima, pasien dengan tingkat kontrol yang buruk, derajat asma yang berat,

biasanya mempunyai kepatuhan pengobatan yang rendah, akibatnya akan lebih

memperparah gejala asmanya. Dari penelitian diperoleh bahwa pasien yang selau

mengalaminya sebanyak 3,2 %, kadang-kadang sebanyak 32,3 %, tidak pernah 64,5 %,

yang berarti sebanyak 64,5 % responden yang patuh terhadap pengobatannya.

Pertanyaan ketujuh mengenai seberapa sering pasien melakukan kontrol

pengobatan asma ke apotek. Kepatuhan dalam pengobatan merupakan kunci sukses

dari pengobatan penyakit asma, sehingga penyakit asma yang diderita bisa terkontrol

(DepKes RI, 2007). Biasanya pasien baru melakukan kontrol apabila asma yang

dideritanya tidak kunjung terkontrol, yang disebabkan karena ketidakpatuhan dalam

pengobatan, hal ini dapat mengindikasikan pasien tidak patuh dalam pengobatannya.

Dari penelitian diperoleh bahwa pasien yang selalu melakukannya 16,1 %, kadang-

kadang 29 %, tidak pernah 54,8 %, yang berarti sebanyak 54,8 % responden yang patuh

terhadap pengobatannya.

Pertanyaan kedelapan mengenai seberapa sering pasien berkunjung ke rumah

sakit atau apotek akibat kesalahan dalam menggunakan obat. Kesalahan penggunaan

obat dapat menjadi indikasi ketidakpatuhan pasien dalam pengobatan. Dari penelitian

diperoleh bahwa pasien yang menjawab selalu sebanyak 6,5 %, kadang-kadang 9,7 %,

tidak pernah 80,6 %, tidak diisi 3,2 %, yang berarti sebanyak 80,6 % responden yang

patuh terhadap pengobatannya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 74: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

57

Pertanyaan kesembilan mengenai penambahan obat atau penggantian obat

saat pengobatan. Penambahan atau penggantian obat dapat disebabkan karena tidak

terkontrolnya asma yang diderita pasien, hal ini dapat menjadi indikasi tidak patuhnya

pasien dalam pengobatan. Dari penelitian diperoleh bahwa pasien yang menjawab

selalu sebanyak 6,5 %, kadang-kadang 19,4 %, tidak pernah 71 %, tidak diisi 3,2 %,

yang berarti sebanyak 71 % responden yang patuh terhadap pengobatannya.

Jenis-jenis ketidak patuhan meliputi ketidakpatuhan yang disengaja

(intentional non compliance) dan ketidakpatuhan yang tidak disengaja (unintentional

non compliance). Ketidakpatuhan yang disengaja disebabkan karena keterbatasan

biaya pengobatan, sikap apatis pasien, dan ketidakpercayaan pasien akan efektivitas

obat. Ketidakpatuhan yang tidak disengaja disebabkan karena pasien lupa minum obat,

ketidaktahuan akan petunjuk pengobatan, kesalahan dalam hal pembacaan etiket. Pada

penelitian Schaffer et al (2004), tingkat kepatuhan pasien harus minimal 80 %.

Untuk melihat bagaimana kepatuhan pasien dapat dilihat dari berapa persen

pasien yang tidak pernah mengalami gejala asma dan berapa persen yang selalu minum

obat sesuai aturan pakai. Dari hasil penelitian diperoleh hasil kepatuhan pasien yaitu

59,86 %, bila dilihat dari penelitian Scaffer et al (2004) Promoting adherence: effects

of theory-based asthma education mengatakan minimal kepatuhan pasien minum obat

asma adalah 80 %, bisa dikatakan jika pasien belum memenuhi minimal kepatuhan

dalam minum obat asma.

Dikarenakan peneliti tidak mengetahui bagaimana cara pasien dalam

menjalani pengobatannya, maka tidak dapat memastikan hal-hal apa saja yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 75: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

58

mempengaruhi kepatuhan pasien. Tetapi bila dilihat dari beberapa alasan apoteker

tidak memberikan informasi obat seperti menurut Sihombing (2007) beberapa alasan

apoteker tidak memberikan informasi kepada pasien yaitu, tidak sempat karena

banyaknya pembeli, kurangnya pengetahuan yang dimiliki, pasien dianggap sudah tahu

dari kemasan/brosur, pasien tidak aktif bertanya dan pasien tergesa-gesa dan tidak mau

dijelaskan, hal ini dapat menyebabkan salah paham dengan informasi yang diberikan.

Tak seorang pun mematuhi instruksi jika ia salah paham tentang instruksi yang

diberikan padanya. Ley dan Spelman (1967) menemukan bahwa lebih dari 60% yang

diwawancarai setelah bertemu dengan dokter salah mengerti tentang instruksi yang

diberikan pada mereka (Ester, 2000). Kadang-kadang hal ini disebabkan oleh

kegagalan profesional kesehatan dalam memberikan informasi yang lengkap,

penggunaan istilah-istilah medis, dan banyak memberikan intruksi yang harus diingat

oleh penderita (Ester, 2000). Keyakinan, sikap, kepribadian juga mempengaruhi

kepatuhan pasien dalam pengobatan. Ahli psikologi telah menyelidiki tentang

hubungan antara pengukuran-pengukuran kepribadian dan kepatuhan. Mereka

menemukan bahwa data kepribadian secara benar dibedakan antara orang yang patuh

dengan orang yang gagal (Ester, 2000). Orang-orang yang tidak patuh adalah orang-

orang yang lebih mengalami depresi, ansietas, sangat memerhatikan kesehatannya,

memiliki kekuatan ego yang lebih lemah dan yang kehidupan sosialnya lebih

memusatkan perhatian pada dirinya sendiri (Ester, 2000). Ciri - ciri kepribadian yang

disebutkan di atas itu yang menyebabkan seseorang cenderung tidak patuh (drop out)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 76: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

59

dari program pengobatan (Ester, 2000). Hal ini dapat menyebabkan tingkat kepatuhan

pasien belum memenuhi minimal kepatuhan pasien.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 77: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

60

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

1. Dari penelitian ini, pelayanan informasi obat yang diterima pasien asma

berdasarkan KepMenkes RI No.1027/MenKes/SK/IX/2004 dan Bina Farmasi

DepKes RI (2007) tentang “Pharmaceutical Care untuk Penyakit Asma” belum

dilaksanakan secara menyeluruh oleh apoteker di Kabupaten Sleman.

2. Dari penelitian diperoleh kepatuhan pasien berdasarkan persepsi pasien yaitu

sebesar 59,86 % dimana seharusnya kepatuhan pasien asma disarankan minimal

80 %.

B. Saran

1. Apoteker perlu lebih aktif lagi menyampaikan informasi tentang obat asma kepada

pasien asma untuk meningkatkan kepatuhan pasien dalam menggunakan obat

asma mengingat pengobatan penyakit asma adalah pengobatan jangka panjang.

2. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan subjek penelitian apoteker untuk

mengetahui bagaimana persepsi dari apoteker tentang pelayanan informasi obat

asma yang diberikan.

3. Untuk penelitian selanjutnya perlu membatasi kapan terakhir subyek uji berobat

untuk menghindari terjadinya bias pada data dan menggunakan responden yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 78: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

61

memiliki data lengkap seperti medical record mengetahui apakah responden

benar-benar merupakan penderita asma.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 79: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

62

DAFTAR PUSTAKA

Adam, 2005, http://www.ehow.com/about_4570523_what-is-asthma.html, diakses

tanggal 2 Oktober 2013

Azwar, S., 2007, Sikap Manusia : Teori dan Pengukurannya, Pustaka Pelajar,

Yogyakarta

Bastable, S.B., 1999, Perawat Sebagai Pendidik : Prinsip-prinsip Pengajaran dan

Pembelajaran, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta

Chabra SK., 2008, Assessment of Control in Asthma: The New Focus in Management,

The Indian Journal of Chest Diseases & Allied Sciences, pp. 50: 109-15.

Chi-Huei Chiang, Kuen-Ming Wu, Chin-Pyng Wu, Horng-Chin Yan, Warn-Cherng

Perng, 2005, Evaluation of Risk Factors for Asthma in Taipei City, J Chin

Med Association, Taipei, pp. 204-209

DepKes RI, 2006, Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor :

1027/MENKES/SK/IX/2004 tanggal 15 September 2004 tentang Standar

Pelayanan Kefarmasian Di Apotek, Departeman Kesehatan Republik

Indonesia, Jakarta

DepKes RI, 2007, Pharmaceutical Care Untuk Penyakit Asma, Departeman Kesehatan

Republik Indonesia, Jakarta

Ester, Monica, 2000, Psikologi Kesehatan, EGC Penerbit Buku Kedokteran, Jakarta

Gay, L.R. dan Diehl, P.L., 1992 , Research Methods for Business and Management,

MacMillan Publishing Company, New York

Genaro, A.R., 2000. Remington (ed) The Science and Practice of Pharmacy 20th

edition. USA: Lippincott Williams & Wilkins Co Walter Kluwers Company

Graha, 2008, Terapi untuk Anak Asma, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta

Hadibroto, 2005, Asma, PT Gramedia Pustaka Umum, Jakarta, pp. 29-31

Handayani, 2006, Evaluasi Drug Related Problems (DRPs) pada Pasien Asma Bronkial

di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Panti Rini Yogyakarta Bulan Januari-

Desember 2009, Skripsi, Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 80: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

63

Harrison, 2000, Prinsip-Prinsip Ilmu Penyakit Dalam, Volume 1, EGC Penerbit Buku

Kedokteran, Jakarta

Herdi, 2011, Gambaran Faktor Pencetus Serangan Asma Pada Pasien Asma Di

Poliklinik Paru Dan Bangsal Paru Rsu Dr. Soedarso Pontianak, Skripsi,

Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas

Tanjungpura Pontianak

Kelly, H.W.,Sorkness,A.C., 2005, Asthma : in Dipiro, Joseph, T.D., Robert L., Gary

R.M., Barbara, G.W.,L., Michael, P.,(Ed), Pharmacotherapy a

pathophysiologic Approach, Book One, Appleton and Lange, Stamford

Connecticut, pp. 503

Mangunnegoro, H., Widjaja, A., Sutoyo, D.K., Yunus, F., Pradjnaparamita, Suryanto,

E., et al, 2004, Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan Asma di Indonesia,

edisi I, Balai Pustaka FKUI, Jakarta, hal. 97-102.

Moleong, L.J., 2007, Metodologi Penelitian Kualitatif, Rosdakarya, Bandung

Murphy, K., 2007, Simple Guides Asma, Penerbit Erlangga, Jakarta

Nelson and Piercy, 2001, Asthma in Pregnancy,

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1746013/, diakses tanggal 4

Februari 2015

Nelson, 2006, Essential of Pediatricts, fifth edition, pp. 396-405

Notoatmodjo, S., 2012, Metodologi Penelitian Kesehatan, Rineka Cipta, Jakarta

Nugraha, 2002, Pola Peresepan Obat Penyakit Asma Bronkial pada Pasien Pediatri di

Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta Tahun 2006,

Skripsi, Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), 2006, Asma: Pedoman Diagnosis

& Penatalaksanaan di Indonesia, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia

Perwitasari, 2009, Pengaruh Pemberian Informasi Obat Terhadap Peningkatan Perilaku

Pengobatan Mandiri pada Penyakit Batuk di Desa Argomulyo Kecamatan

Cangkringan Kabupaten Sleman Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta,

Skripsi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 81: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

64

Purnomo, 2008, Faktor-Faktor Risiko yang Berpengaruh Terhadap Kejadian Asma

Bronkial Pada Anak Studi Kasus di RS Kabupaten Kudus, Tesis, Pascasarjana

Universitas Diponegoro Semarang

Presiden Republik Indonesia, 2009, Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 36

tahun 2009 Tentang Kesehatan

Rachmanti, I.D., 2000, Pola Pemilihan dan Penggunaan Produk Obat Batuk pada

Kalangan Pegawai Negeri di Sejumlah Kantor Kecamatan Kabupaten Klaten,

Skripsi, Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta

Sastrawan, I.G.P., Suryana, K., dan Ngurah Rai I.B., 2008, Prevalensi Asma

Bronkial Atopi pada Pelajar di Desa Tenganan, Jurnal Penyakit Dalam

Volume 9, Nomor 1, Januari 2008

Scaffer, S.D., et al, 2004, Promotion Adherence : Effect of The Theory Based Atshma

Corelation, Clinical Nursing Research, pp. 69

Sihombing, R., 2007, Gambaran Pelayanan Obat oleh Apoteker kepada Pengunjung di

25 Apotek di Kota Yogyakarta periode Juli – September 2004, Skripsi,

Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta

Siregar, Charles J.P., 2003, Farmasi Rumah Sakit Teori dan Penerapan, Penerbit Buku

Kedokteran EGC, Jakarta, pp. 165-168

Stanley, 2007,Kepatuhan Diet, Buk u A j a r Keperawatan Gerontik, Penerbit Buku

Kedokteran EGC, Jakarta

Subijanto, A.,A, 2008, Keanekaragaman genetik HLA-DR dan variasi kerentanan terhadap

penyakit asma; tinjauan khusus pada asma dalam Kehamilan, Fakultas Kedokteran

Universitas Sebelas Maret, Surakarta

Sundaru, Heru, 2004, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM

http://www.depkes.go.id/index.php?option=articles&task=viewarticle&artid

=204&Itemid=3, diakses tanggal 28 Agustus 2013

WHO., 2003, Adherences To Long-Term Therapies, Evidences for Action, World

Health Organization

Wibowo, 2003, Kajian Profil Peresepan Pasien Asma Bronkial di Instalasi Rawat Inap

Rumah Sakit Umum Daerah Bangli – Bali Tahun 2005, Skripsi, Universitas

Sanata Dharma Yogyakarta

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 82: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

65

Widi, R.K., 2009, Asas Metodelogi Penelitian, Surabaya, Graha Ilmu, pp. 205–215

Williams M.D., and Self H.Timothy., 2002, Asthma, Handbook of Nonprescription

Drugs, 14th Edition, APhA, New York, pp. 287-291

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 83: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

66

LAMPIRAN

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 84: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

67

Lampiran 1. Kuesioner yang digunakan Untuk Penelitian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 85: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

68

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 86: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

69

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 87: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

70

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 88: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

71

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 89: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

72

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 90: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

73

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 91: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

74

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 92: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

75

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 93: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

76

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 94: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

77

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 95: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

78

Lampiran 2. Frekuensi Informasi Obat Berdasarkan

Informasi Obat 1

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Percent

Valid Selalu 17 54.8 54.8 54.8

Kadang-kadang 12 38.7 38.7 93.5

Tidak pernah 2 6.5 6.5 100.0

Total 31 100.0 100.0

Informasi Obat 2

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Percent

Valid Selalu 21 67.7 67.7 67.7

Kadang-kadang 7 22.6 22.6 90.3

Tidak pernah 3 9.7 9.7 100.0

Total 31 100.0 100.0

INformasi Obat 3

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Percent

Valid Selalu 7 22.6 22.6 22.6

Kadang-kadang 14 45.2 45.2 67.7

Tidak pernah 10 32.3 32.3 100.0

Total 31 100.0 100.0

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 96: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

79

INformasi Obat 4

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Percent

Valid Selalu 14 45.2 45.2 45.2

Kadang-kadang 13 41.9 41.9 87.1

Tidak pernah 4 12.9 12.9 100.0

Total 31 100.0 100.0

Informasi Obat 5

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Percent

Valid Selalu 10 32.3 32.3 32.3

Kadang-kadang 17 54.8 54.8 87.1

Tidak pernah 4 12.9 12.9 100.0

Total 31 100.0 100.0

Informasi Obat 6

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Percent

Valid Selalu 17 54.8 54.8 54.8

Kadang-kadang 12 38.7 38.7 93.5

Tidak pernah 2 6.5 6.5 100.0

Total 31 100.0 100.0

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 97: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

80

Informasi Obat 7

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Percent

Valid Selalu 9 29.0 29.0 29.0

Kadang-kadang 18 58.1 58.1 87.1

Tidak pernah 4 12.9 12.9 100.0

Total 31 100.0 100.0

Informasi Obat 8

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Percent

Valid Selalu 13 41.9 41.9 41.9

Kadang-kadang 15 48.4 48.4 90.3

Tidak pernah 3 9.7 9.7 100.0

Total 31 100.0 100.0

Informasi Obat 9

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Percent

Valid Selalu 13 41.9 41.9 41.9

Kadang-kadang 16 51.6 51.6 93.5

Tidak pernah 2 6.5 6.5 100.0

Total 31 100.0 100.0

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 98: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

81

Informasi Obat 10

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Percent

Valid Selalu 9 29.0 29.0 29.0

Kadang-kadang 14 45.2 45.2 74.2

Tidak pernah 8 25.8 25.8 100.0

Total 31 100.0 100.0

Informasi Obat 11

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Percent

Valid Selalu 9 29.0 29.0 29.0

Kadang-kadang 15 48.4 48.4 77.4

Tidak pernah 7 22.6 22.6 100.0

Total 31 100.0 100.0

Informasi Obat 12

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Percent

Valid Selalu 11 35.5 35.5 35.5

Kadang-kadang 12 38.7 38.7 74.2

Tidak pernah 8 25.8 25.8 100.0

Total 31 100.0 100.0

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 99: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

82

Informasi Obat 13

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Percent

Valid Selalu 10 32.3 32.3 32.3

Kadang-kadang 12 38.7 38.7 71.0

Tidak pernah 9 29.0 29.0 100.0

Total 31 100.0 100.0

Informasi Obat 14

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Percent

Valid Selalu 7 22.6 22.6 22.6

Kadang-kadang 12 38.7 38.7 61.3

Tidak pernah 12 38.7 38.7 100.0

Total 31 100.0 100.0

Informasi Obat 15

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Percent

Valid Selalu 19 61.3 61.3 61.3

Kadang-kadang 10 32.3 32.3 93.5

Tidak pernah 2 6.5 6.5 100.0

Total 31 100.0 100.0

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 100: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

83

Informasi Obat 16

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Percent

Valid Selalu 22 71.0 71.0 71.0

Kadang-kadang 7 22.6 22.6 93.5

Tidak pernah 2 6.5 6.5 100.0

Total 31 100.0 100.0

Informasi Obat 17

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Percent

Valid Tidak diisi 6 19.4 19.4 19.4

Selalu 8 25.8 25.8 45.2

Kadang-kadang 12 38.7 38.7 83.9

Tidak pernah 5 16.1 16.1 100.0

Total 31 100.0 100.0

Informasi Obat 18

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Percent

Valid Tidak diisi 5 16.1 16.1 16.1

Selalu 7 22.6 22.6 38.7

Kadang-kadang 7 22.6 22.6 61.3

Tidak pernah 12 38.7 38.7 100.0

Total 31 100.0 100.0

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 101: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

84

Informasi Obat 19

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Percent

Valid Tidak diisi 1 3.2 3.2 3.2

Selalu 10 32.3 32.3 35.5

Kadang-kadang 10 32.3 32.3 67.7

Tidak pernah 10 32.3 32.3 100.0

Total 31 100.0 100.0

Informasi Obat 20

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Percent

Valid Tidak diisi 30 96.8 96.8 96.8

Tidak pernah 1 3.2 3.2 100.0

Total 31 100.0 100.0

Informasi Obat 21

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Percent

Valid Tidak diisi 1 3.2 3.2 3.2

Selalu 10 32.3 32.3 35.5

Kadang-kadang 14 45.2 45.2 80.6

Tidak pernah 6 19.4 19.4 100.0

Total 31 100.0 100.0

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 102: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

85

Informasi Obat 22

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Percent

Valid Tidak diisi 4 12.9 12.9 12.9

Selalu 4 12.9 12.9 25.8

Kadang-kadang 12 38.7 38.7 64.5

Tidak pernah 11 35.5 35.5 100.0

Total 31 100.0 100.0

Lampiran 3. Frekuensi Kepatuhan Minum Obat

Kepatuhan Minum Obat 1

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Percent

Valid Selalu 20 64.5 64.5 64.5

Kadang-kadang 11 35.5 35.5 100.0

Total 31 100.0 100.0

Kepatuhan Minum Obat 2

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Percent

Valid Selalu 5 16.1 16.1 16.1

Kadang-kadang 14 45.2 45.2 61.3

Tidak pernah 12 38.7 38.7 100.0

Total 31 100.0 100.0

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 103: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

86

Kepatuhan Minum Obat 3

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Percent

Valid Selalu 4 12.9 12.9 12.9

Kadang-kadang 15 48.4 48.4 61.3

Tidak pernah 12 38.7 38.7 100.0

Total 31 100.0 100.0

Kepatuhan Minum Obat 4

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Percent

Valid Selalu 6 19.4 19.4 19.4

Kadang-kadang 8 25.8 25.8 45.2

Tidak pernah 17 54.8 54.8 100.0

Total 31 100.0 100.0

Kepatuhan Minum Obat 5

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Percent

Valid Selalu 7 22.6 22.6 22.6

Kadang-kadang 12 38.7 38.7 61.3

Tidak pernah 12 38.7 38.7 100.0

Total 31 100.0 100.0

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 104: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

87

Kepatuhan Minum Obat 6

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Percent

Valid Selalu 1 3.2 3.2 3.2

Kadang-kadang 10 32.3 32.3 35.5

Tidak pernah 20 64.5 64.5 100.0

Total 31 100.0 100.0

Kepatuhan Minum Obat 7

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Percent

Valid Selalu 5 16.1 16.1 16.1

Kadang-kadang 9 29.0 29.0 45.2

Tidak pernah 17 54.8 54.8 100.0

Total 31 100.0 100.0

Kepatuhan Minum Obat 8

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Percent

Valid Tidak diisi 1 3.2 3.2 3.2

Selalu 2 6.5 6.5 9.7

Kadang-kadang 3 9.7 9.7 19.4

Tidak pernah 25 80.6 80.6 100.0

Total 31 100.0 100.0

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 105: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

88

Kepatuhan Minum Obat 9

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Percent

Valid Tidak diisi 1 3.2 3.2 3.2

Selalu 2 6.5 6.5 9.7

Kadang-kadang 6 19.4 19.4 29.0

Tidak pernah 22 71.0 71.0 100.0

Total 31 100.0 100.0

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 106: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · Andika Pradana Putra PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PRAKATA Puji dan syukur

89

BIOGRAFI PENULIS

Penulis skripsi dengan judul “Profil Pelayanan

Informasi Obat yang Diterima dan Kepatuhan Pasien

Asma Berdasarkan Persepsi Pasien di Kabupaten

Sleman” memiliki nama lengkap Andika Pradana

Putra. Penulis lahir di Palangkaraya pada tanggal 8 Mei

1992 dari pasangan Sukarya dan Mimie sebagai anak

pertama dari dua bersaudara. Pendidikan formal yang

ditempuh penulis dimulai di TK Duhung Palangkaraya

(1997-1998), SD Negeri Bukit Tunggal 6 Palangkaraya

(1998-2004), SMP Negeri 3 Palangkaraya (2004-

2007), dan melanjutkan pendidikan menengah atas di

SMA Negeri 5 Palangkaraya (2007-2010). Pada tahun

2010 penulis melanjutkan pendidikan ke jenjang Perguruan Tinggi di Universitas

Sanata Dharma Yogyakarta, Fakultas Farmasi. Selama menempuh kuliah, penulis aktif

dalam berbagai kepanitiaan. Penulis pernah menjadi anggota divisi perlengkapan Hari

AIDS Sedunia (2011), anggota tim Biofair Universitas Atma Jaya Yogyakarta (2011).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI