Niki Glaukoma Akut 22

  • View
    16

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

mata

Text of Niki Glaukoma Akut 22

BAB I

Tinjauan KepustakaanGlaukoma AkutDiajukan Sebagai Salah Satu Tugas Dalam Menjalani Kepaniteraan Klinik Senior Pada Bagian/ SMF Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran

Universitas Syiah Kuala / BLU RSU Dr Zainoel Abidin Banda AcehDisusun Oleh

Nicky Lauda .J

0507101050021Pembimbing

Dr. Feriyani, Sp.M

BAGIAN / SMF ILMU KESEHATAN MATAFAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA

RSU Dr. ZAINOEL ABIDIN

BANDA ACEH

2012BAB I

PENDAHULUAN

Glaukoma berasal dari kata Yunani glaukos yang berarti hijau kebiruan, yang memberikan kesan warna tersebut pada pupil penderita glaucoma.1Hampir 3.000.000 penduduk Amerika Serikat dan 500.000 penduduk Indonesia buta akibat glaukoma, sehingga penyakit ini menjadi penyebab utama kebutaan yang dapat dicegah di Amerika Serikat. Di Amerika Serikat diperkirakan terdapat 2 juta pengidap glaukoma. Glaukoma akut (sudut tertutup) merupakan 15-15% kasus pada orang Kaukasus. Persentase ini lebih tinggi pada orang Asia, terutama diantara orang Burma dan Vietnam di Asia Tenggara. Pada glaukoma akut penderitanya lebih didominasi oleh wanita dikarenakan mereka memiliki bilik mata depan yang lebih sempit dan juga resiko yang lebih besar terjadi pada usia dekade keenam atau ketujuh.Glaukoma adalah suatu penyakit dimana gambaran klinik yang lengkap ditanda oleh peninggian tekanan intraokular, penggaungan dan degenerasi papil saraf optik serta dapat menimbulkan skotoma ( kehilangn lapangan pandang).2Glaukoma merupakan kelainan mata yang dicirikan dengan rusaknya saraf optic yang berfungsi untuk membawa pesan-pesan cahaya dari mata ke otak. Kerusakan saraf optik ini disebabkan oleh kelebihan cairan humor yang mengisi bagian dalam bola mata. Cairan mata yang diproduksi oleh jaringan-jaringan di depan bola mata ini sebenarnya berfungsi untuk membawa makanan untuk kornea dan lensa mata. Cairan mata juga akan mempertahankan tekanan di dalam bola mata agar bentuknya tetap terjaga dengan baik. Tekanan yang dihasilkan oleh cairan mata disebut tekanan intraokuler.3Tekanan intraokular ditentukan oleh kecepatan pembentukan humor akueus dan tahanan terhadap aliran keluarnya dari mata. Rentang tekanan intraokuler normal adalah 10-24 mmHg.2Mekanisme peningkatan tekanan intraokular pada glaukoma adalah gangguan aliran keluar humor akueus akibat kelainan sistem drainase sudut kamera anterior (glaukoma sudut terbuka) atau gangguan akses humor akueus ke sistem drainase (glaukoma sudut tertutup). Pengobatan ditujukan untuk menurunkan tekanan intraokuler dan, apabila mungkin, memperbaiki patogenesis yang mendasarinya.

Penurunan pembentukan humor akuos adalah suatu metode untuk menurunkan tekanan intraokular pada semua bentuk glaukoma. Beberapa obat dapat menurunkan pembentukan humor akueus. Juga terdapat tindakan-tindakan bedah yang menurunkan pembentukan humor akueus tetapi biasanya digunakan hanya setelah terapi medis gagal. Pada glaukoma sudut tertutup dilakukan perbaikan akses humor akueus menuju sudut kamera anterior apabila terdapat unsur penutupan sudut yang reversible.

Pada semua pasien glaukoma, perlu tidaknya terapi segera diberikan dan efektivitasnya dinilai dengan melakukan pengukuran tekanan intraokular (tonometri), inspeksi diskus optikus, dan pengukuran lapangan pandang secara teratur.

Penatalaksanaan glaukoma sebaiknya dilakukan oleh ahli oftalmologi, tetapi besar masalah dan pentingnya deteksi kasus-kasus asimtomatik mengharuskan adanya kerjasama dengan bantuan dari semua petugas kesehatan. BAB II

GLAUKOMA AKUT2.1 DEFINISI

Glaukoma akut merupakan salah satu glaukoma sudut tertutup primer. Glaukoma sudut tertutup terjadi bila terdapat kenaikan mendadak dari tekanan intraokular, yang disebabkan penutupan sudut bilik mata depan yang mendadak oleh akar iris, sehingga menghalangi sama sekali keluarnya humor aqueus melalui trabekula, menyebabkan meningginya tekanan intraokular, maka gejala yang ditimbulkan sangat berat seperti: nyeri pada mata, sakit kepala, pandangan kabur, haloe, mual dan muntah serta disertai tanda kongesti, maka disebut pula glaukoma akut kongestif atau glaukoma akut. Glaukoma akut hanya timbul pada orang-orang yang mempunyai sudut bilik mata yang sempit. Jadi hanya pada orang-orang dengan predisposisi anatomis.4,5

Gambar 1. Bilik mata depan normal (atas), dan sudut tertutup (bawah)

Glaukoma akut merupakan suatu kedaruratan mata yang memerlukan penanganan segera untuk mencegah kerusakan nervus optikus yang dapat menyebabkan kebutaan. Pengobatan medika mentosa harus dimulai secepat mungkin untuk menurunkan tekanan intra okuler sebelum terapi definitive iridektomi laser atau bedah dilakukan.

Diagnosa pasti ditegakkan berdasarkan gejala klinik dan hasil pemeriksaan gonioskopi yang dapat memberikan bukti bahwa sudut bilik mata tertutup.52.2 KLASIFIKASI

Klasifikasi Vaughen untuk glaukoma adalah sebagai berikut :

1. Glaukoma primer, tidak diketahui penyebabnya, didapatkan bentuk :

- Glaukoma sudut sempit/ tertutup (close angle glaucoma, acut congestive glaucoma).

- Glaukoma sudut terbuka (glaucoma simpleks, open angle glaucoma, chronic simple glaucoma).

2. Glaukoma sekunder, timbul sebagai akibat penyakit lain dalam bola mata, disebabkan :

- Perubahan lensa.

- Kelainan uvea.

- Trauma.

- Bedah.

- Rubeosis.

- Steroid dan lainnya.

3. Glaukoma kongenital- Primer atau infantile.

- Menyertai kelainan kongenital lainnya.

4. Glaukoma absolute, keadaan terakhir suatu glaucoma, yaitu dengan kebutaan total dan bola mata nyeri.2Glaukoma sudut tertutup primer sendiri dapat dibagi dalam 5 tingkatan dengan perjalan penyakitnya yang overlapping dan tidak selalu dimulai dari progresifitas tingkat awal ke tingkat selanjutnya. Kombinasi ini dibagi sesuai dengan tingkatan klinis, yaitu:

1. Glaukoma sudut tertutup suspek2. Glaukoma sudut tertutup intermitten (subakut): episode serangan singkat dan rekuren3. Glaukoma sudut tertutup akut: kongesti dan post-kongesti

4. Glaukoma sudut tertutup kronik: tanpa atau dengan glaucomatous damage

5. Glaukoma sudut tertutup absolut: merupakan tingkat terakhir dari glaukoma akut, pada tingkatan ini mata sudah mengalami kebutaan total.2,52.3 ANATOMI DAN FISIOLOGI.

Sudut bilik mata depan dibentuk oleh tautan antara kornea dan iris perifer, yang diantaranya terdapat jalinan trabekular. Jalinan trabekular (trabecular meshwork) sendiri terdiri dari 3 bagian yaitu:

1. Jalinan uveal (uveal meshwork)

2. Jalinan korneosklera (corneoscleral meshwork)

3. Jalinan endothelial (juxtacanalicular atau endothelial meshwork)Ketiga bagian ini terlibat dalam proses outflow akuos humor.

Struktur lain yang terlibat adalah kanalis sklem. Kanalis berbentuk sirkumfensial dan dihubungkan oleh septa-septa. Bagian dalam kanalis dilapisi oleh sel-sel endotel berbentuk kumparan yang mengandung vakuol-vakuol besar, dan di bagian luar dilapisi oleh sel-sel datar halus yang mengandung ujung dari kanalis-kanalis kolektor. Bagian selanjutnya yang berperan adalah kanalis kolektor. Kanalis ini meninggalkan kanalis sklem dan berhubungan dengan vena episklera.

Humor akuos adalah suatu cairan jernih yang mengisi kamera anterior dan posterior mata. Diproduksi oleh korpus siliare dan bervariasi diurnal. Setelah memasuki bilik mata belakang, humor akuos melalui pupil dan masuk ke bilik mata depan dan kemudian ke perifer menuju ke sudut bilik mata depan dan nantinya akan dikeluarkan melalui dua jalur outflow berbeda yaitu:1. Outflow melalui jalur trabekulum (jalur konvensional). Yang merupakan jalur utama, dimana sekitar 90% outflow akuos humor melalui jalinan trabekular menuju kanalis sklem dan berlanjut ke system vena kolektor.

2. Outflow melalui jalur uveoscleral(jalur unkonvensional). Dimana sekitar 10% outflow akuos humor melalui jalur ini. (gambar 2).

2.4 FAKTOR PREDISPOSISI

Faktor anatomis yang menyebabkan sudut sempit adalah : 41.Bulbus okuli yang pendek, biasanya pada mata yang hipermetrop. Makin berat hipermetropnya makin dangkal bilik mata depannya.

2.Tumbuhnya lensa, menyebabkan bilik mata depan menjadi lebih dangkal. Pada umur 25 tahun, dalamnya bilik mata depan rata-rata 3,6 mm, sedangkan pada umur 70 tahun 3,15 mm.

3.Kornea yang kecil, dengan sendirinya bilik mata depannya dangkal.

4.Tebalnya iris. Makin tebal iris, makin dangkal bilik mata depan.

Pada sudut bilik mata yang sempit, letak lensa jadi lebih dekat ke iris, sehingga aliran cairan bilik mata dari bilik mata belakang ke bilik mata depan tehambat, inilah yang disebut dengan hambatan pupil. Hal ini dapat menyebabkan meningkatnya tekanan di dalam bilik mata belakang dan medorong iris ke depan. Pada sudut bilik mata depan yang memang sudah sempit, adanya dorongan ini menyebabkan iris menutupi jaringan trabekula, sehingga cairan bilik mata tidak dapat atau sukar untuk keluar dan terjadilah glaukoma sudut tertutup.

2.5 INSIDENSI

Glaukoma akut (sudut tertutup) merupakan 15-15% kasus pada orang kasus. Persentase ini lebih tinggi pada orang Asia, terutama diantara orang Burma dan Vietnam di Asia Tenggara.2Glaukoma akut yang penderitanya berkulit putih 3 kali lebih banyak ditemukan pada wanita dibanding pria, namun pada penderita yang berkulit hitam wanita sama banyak dengan pria.7Beberapa penelitian menyebutkan bahwa sampai usia 50 tahun, glaukoma terjadi pada 1 dari 50 orang, sedangkan pada usia 80 tahun atau lebih, glaukoma terjadi pada 1 dari 10 orang. 2.6 FAKTOR RESIKO

Pada prinsipnya siapa saja dapat terkena glaukoma, mulai dari bayi sampai pada orang tua, tetapi penting bila kita mengetahui faktor-faktor resiko dari glaukoma. Beberapa faktor resiko timbulnya glaukoma, antara lain: UmurRisiko glaukoma bertambah tinggi den