Lbm 5 Kamarul Kgd

  • View
    308

  • Download
    20

Embed Size (px)

Text of Lbm 5 Kamarul Kgd

  • 7/30/2019 Lbm 5 Kamarul Kgd

    1/25

    1

    LBM 5 - KGD

    1. Apa yang menyebabkan penderita tidak sadar dan tampak sesak?a. Tidak sadar

    Derajat Kesadaran ditentukaan oleh integritas dari diffuse ascending reticular system .Batang

    otak yang pada ujung rostal bersambung dengan otak dan ujung caudalnya bersambung

    dengan medulla spinalis , mudah terbentang dan teregang pada waktu kepala bergerak secara

    cepat dan sekaligus secara mendadak . Secara cepat danmendadak itu dinamakan akselerasi.

    Peregangan menurut poros batang otak ini bisa menimbulkan blokade itu berlangsung , otak

    tidak mendapatkan input aferen , yang berarti bahwa kesadaran menurun sampai derajat

    yang rendahh ( pingsan ) . Hilangnya blokade terhadap lintasan ascendens itu akan disusul

    dengan pulihnya kesadaran.

    ( Neurologi klinis Dasar )

    b. Tampak sesak :Perkiraan karena ada sumbatan jalan nafas

    Trauma thoraks :

    A. Berdasarkan penyebab Pneumothoraks spontan / non-trauma

    Terjadi karena lemahnya dinding alveolus dan pleura visceral, sementara pada suatu saat

    terjadi peninggian tekanandi jalan nafas oleh suatu sebab sehingga alveolus dan pleura

    pecah. Missal pada penderita infeksi paru dengan batuk-batuk keras, penggunaan

    kortikosteroid, pada perokok dan PPOK

    Pneumothoraks traumaB. Berdasarkan Patofisiologi

    Simple Pneumothorax Open Pneumothorax Tension Pneumothorax

    Patofisiologi Tekanan Udara dlm rongga

    pleura sedikit lebih tinggi

    dibandingkan cavum

    pleura hemithoraks sisi

    kontralateralnya, tetapi

    tekanannya masih lebih

    rendah daripada tekananatmosfir

    *Tidak ada mekanisme

    ventil

    *Tidak ada desakan

    mediastinum

    *Gangguan respirasi dan

    ventilasi minimal

    Yang bolong pleura

    visceral, kecil. Saatinspirasi udara terserap

    Terjadi karena luka terbuka pada

    dinding dada sehingga pada saat

    inspirasiudara dapat keluar

    melalui luka tersebut.

    Pada saat inspirasimediastinum

    normal ; pada saat ekspirasi-

    mediastinum bergeser

    Terjadi karena mekanisme

    check valve yaitu pada saat

    inspirasi udara masuk ke

    cavum pleura, tapi pada saat

    ekspirasi, udara dalam cavum

    pleura tidak dapat keluar.

    Semakin lama udara di dalamcavum pleura semakin banyak

    dan tekanan menjadi lebih

    tinggid drpd tknn atmosfer

    menekan paru atelektasis

  • 7/30/2019 Lbm 5 Kamarul Kgd

    2/25

    2

    Tanda *Keluhan : nyeri, batuk,

    sesak

    *PF : tertinggal waktu

    respirasi, vesikuler

    melemah, hipersonor

    *Tidak terlihat pelebaran

    vena

    *Trakhea ditengah

    *Tidak ada tanda-tanda

    syok

    Sama seperti pneumothoraks

    simpel

    + terlihat adanya luka

    menghisap pada dinding thoraks

    (sucking chest wound)

    sesak hebat, takhipnoe,

    sianosis, hemithoraks

    tertinggal pd pernapasan

    tanda-2 syok

    pelebaran vena jugularis

    trakhea terdorong ke sisi

    sehat

    > auskultasi : suara napas tak

    terdengar

    > perkusi : hipersonor

    Penanganan Needle Thoracosintesis

    Water Sealed Drainage

    Kelainan Thorax Etiologi Clinical Presentation Treatment

    Flail Chest Beberapa costa

    patah di dua

    tempat secara

    berurutan

    # Hipoksia

    # Sianosis

    # The injured chest wall

    moves paradoxically

    Patient need ventilation to

    maintain oxygenation until the

    ribs stabilization

    Hemothorax

    (masif > 1500cc)

    Luka tembus yang

    merusak pembuluh

    sistemik atau vasa

    pada hilus pulmo

    Hypovolemia

    Respiratory impairment

    Pekak pada perkusi

    Suara nafas berkurang

    JVP tidak meninggi

    Penggantian volume darah

    Water Sealed Drainage

    torakotomi

    Tamponade Jantung Penetratring injury

    Major bulnt injury

    Depressed Cardiac Output

    Increase venous pressure(JVP)

    Decreased blood pressure

    Decreased heart sound

    Pericardiacosintesis

  • 7/30/2019 Lbm 5 Kamarul Kgd

    3/25

    3

  • 7/30/2019 Lbm 5 Kamarul Kgd

    4/25

    4

    Tension pneumothorak : akumulasi udara di rongga pleura yang menyebabkan tekanan dirongga thorax meninggi.

    Hemothorak massif : berkumpulnya darah di rongga pleura. Dapat menyebabkan gangguanhemodinamik dan respirasi.

    - Rongga pleura dewasa dapat menampung cairan sebanyak 4000 cc. sehingga dapatmenyebabkan gangguan hemodynamic shock hipovolemik

    - Gangguan respirasi ditunjukkan dengan pernafasan dyspneu- Dapat menyebabkan emfisema dan atelectasis pada paru- Pada pemeriksaan auskultasi dan perkusi didapatkan suara ekuivokal- Indikasi operasi : terdapatnya darah 1000 ml, perdarahan yang tidak berhenti

    dengan jumlah 150 200 ml/jam dalam 2-4 jam, tranfusi darah yang terus menerus.

    - Penanganan : tube thoracostomy, pemberian antifibrinolitik 250,000 IU ofstreptokinase or 100,000 IU of urokinase in 100 mL of sterile saline, pemberian

    antibiotic.

    Flail chest : terjadinya fraktur di rongga dada dan fraktur costa yang lebih dari 2 danteratur

    - Ditemukan tidak berfungsinya tarikan dada saat bernafas Open pneumothorak :

  • 7/30/2019 Lbm 5 Kamarul Kgd

    5/25

    5

    Tamponade jantung : akumulasi darah di dalam pericardium, sehingga jantung tidak dapatberfungsi maksimal.

    - Occurs as a result of penetrating injuries to the chest wall (i.e., stab wounds) whichresults in the accumulation of fluid in the pericardial space restricting proper

    function of the atria and ventricles.

    - As little as 150 cm3 of fluid is capable of causing tamponade.- Approximately 33% of patients with this type of injury display the classic Becks

    triad

    - of hypotension, distended neck veins and muffled heart sounds.- Tachycardia and pulsus paradoxus (>10 mm Hg drop in systolic blood pressure with

    inspiration) may also be seen.

    - If this type of injury is suspected, immediate thoracotomy or pericardiocentesisshould be performed.

    2. Apa saja kemungkinan yang terkena saat jatuh(trauma dimana)?a. Kepalab. Thoraksc. Ekstermitas atas-bawahd. Cervikale. Vertebraf. Abdomeng. Pelvis

    3. Syok apa?Syok hemorrage atau Syok hipovolemik

    4. Derajat perdarahan?Derajat 4 :

    RR>35, HR>120 ,perdarahannya>2000cc, tensi turun, kesadaran : menurun hingga tidak sadar.

  • 7/30/2019 Lbm 5 Kamarul Kgd

    6/25

    6

    5. Lebih bahaya mana fraktur terbuka dengan fraktur tertutup?Lebih bahaya fraktur terbuka, karena ada kontaminasi dengan dunia luar sebagai risiko utama.

    Kontaminasi pada saat fraktur disebut luka terkontaminasi pada 6-12 jam pertama.kotoran,mikroorganisme berada di dalam luka

    Setelah 12 jam kontaminan masuk ke dalam jaringan yang lebih dalam sehingga disebut luka

    terinfeksi

    Kalau tertutup karena

    Pasien tidak tahu

    Sindrom kompartement

    6. Mana dulu airway atau stop bleeding?AIRWAY!

    Gangguan airway dapat menyebabkan mati batang batang otak dalam waktu 3-5 menit

    Sedangkan gangguan sirkulasi membunuh dalam waktu 1-2 jam, selama waktu itu tubuh

    mengadakan mekanisme kompensasi seperti peningkatan HR, vasokonstriksi untuk

    mempertahankan perfusi darah dan oksigen ke organ-organ vital.

    7. Bagaimana penatalaksanaannya di IGD?I. Proteksi Diri

    II.

    (Triase)III. PRIMARY SURVEY dan Resusitasi

  • 7/30/2019 Lbm 5 Kamarul Kgd

    7/25

    7

    a. Airway dengan control C spinei. Penilaian

    1. Mengenal patensi airway2. Penilaian cepat Obstruksi jalan nafas (benda asing,fraktur laring dll)

    ii. Pengelolaan1. Chin lift/ jaw thrust2. Bersihkan airway dari benda asing3. Pasang NPA/OPA4. Pasang airway definitive

    iii. Jaga posisi leher. Fiksasi leher denga berbagai carab. Breathing dan Ventilasi

    i. Penilaian1. Buka leher dan dada sambil imobilisasi leher kepala2. Tentukan laju nafas3. Inspeksi dan palpasi leher dan thoraks untuk adanya deviasi trakea blabla4. Perkusi toraks untuk tentukan redup/hipersonor5. Auskultasi thoraks bilateral

    ii. Pengelolaan1. Oksigen konsentrasi tinggi2. Ventilasi dengan Bag Valve Mask3. Hilangkan tension pneumothorax4. Tutup open pneumothorax5. Pasang sensor CO26. Pasang pulse oxymetri

    c. Circulation dengan Kontrol Perdarahani. Penilaian

    1. Ketahui sumber perdarahan eksternal fatal2. Ketahui sumber perdarahan internal3. Ukur nadi (kcptn,kualitas, keteraturan,pulsus paradoksus)4. Warna kulit5. Tekanan darah (bila ada waktu)

    ii. Pengelolaan1. Bebat tekan pada tempat perdarahan eksternal2. Mengenal perdarahan internal, kebutuhan intervensi bedah serta konsul bedah3. Pasang 2 kateter IV besar dua jalur4. Ambil sample darah5. Beri cairan RL dihangatkan dan pemberian darah6. Bidai pneumatic7. Cegah hipotermi

    d. Disabilityi. Tentukan tkt kesadaran dengan

    1. A(alert) V(respon with VOICE) P (with Pain) U(unrespon)2. GCS

  • 7/30/2019 Lbm 5 Kamarul Kgd

    8/25

    8

    ii. Nilai pupil

  • 7/30/2019 Lbm 5 Kamarul Kgd

    9/25

  • 7/30/2019 Lbm 5 Kamarul Kgd

    10/25

    10

    MonitoringPasang NGT dan kateter

    Pemeriksaan Fraktur Pelvis

  • 7/30/2019 Lbm 5 Kamarul Kgd

    11/25

    11

    8. Ciri-ciri perdarahan kepala, gambaran ct-scan, pemeriksaanCiri EDH SDH Intraserebral

    Lokasi Ruang epidural (antaraduramater dan facies interna

    cranium)

    Umumnya di temporoparietal

    Ruang subdural (antaraduramater dan

    arachnoidmater)

    Vasa yang

    rusak

    a.meningea media Ruptur bridging vein

    Patofisio

    Clinical

    Present

    Menunjukkan interval lucid

    Kesadaran makin menuru