Click here to load reader

LI LBM 5 KGD 74CK

  • View
    331

  • Download
    38

Embed Size (px)

DESCRIPTION

lbm 5 modul kegawat ddaruratan medis

Text of LI LBM 5 KGD 74CK

LBM 5 KEGAWATDARURATAN MEDIKJOKO WIBOWO S (012116424)

Sesak Nafas Setelah Dipukul1. Anatomi dan fisiologi thoraks beserta otak dan abdomen?Otak

Thorax

Abdomen

2. Biomekanika trauma?Biomekanik trauma adalah proses / mekanisme kejadian kecelakaan pada saat sebelum, saat dan sesudah kejadian.Informasi yang rinci mengenai biomekanik dari suatu kecelakaan dapat membantu identifikasi sampai dengan 90 % dari trauma yang diderita penderita. Informasi yang rinci dari biomekanik trauma ini dimulai dengan keterangan dari keadaan / kejadian pada fase sebelum terjadinya kecelakaan seperti minum alkohol, pemakaian obat, kejang, sakit dada, kehilangan kesadaran sebelum tabrakan dan sebagainya. Anamnesis yang berhubungan dengan fase ini meliputi :a. Tipe kejadian trauma, misalnya: tabrakan kendaraan bermotor, jatuh atau trauma / luka tembus.b. Perkiraan intensitas energi yang terjadi misalnya: kecepatan kendaraan, ketinggian dari tempat jatuh, kaliber atau ukuran senjata.c. Jenis tabrakan atau benturan yang terjadi pada penderita: mobil, pohon, pisau dan lain-lain.Mekanisme trauma dapat diklasifikasikan sebagai berikut : tumpul, tembus, termal dan ledakanm (Blast Injury). Pada semua kasus diatas terjadi pemindahan energi (Transfer energy) kejaringan, atau dalam kasus trauma thermal terjadi perpindahan energi (panas /dingin) kejaringan.Pemindahan energi (transfer energy) digambarkan sebagai suatu gelombang kejut yang bergerak dengan kecepatan yang bervariasi melalui media yang berbeda-beda. Teori ini berlaku untuk semua jenis gelombang seperti gelombang suara, gelombang tekanan arterial, seperti contoh shock wave yang dihasilkan pada hati atau korteks tulang pada saat terjadi benturan dengan suatu objek yang menghasilkan pemindahan energi. Apabila energi yang dihasilkan melebihi batas toleransi jaringan, maka akan terjadi disrupsi jaringan dan terjadi suatu trauma.

Trauma Tembus (Penetrating Injury):A. Senjata dengan energi rendah (Low Energy)Contoh senjata dengan energi rendah adalah pisau dan alat pemecah es. Alat inimenyebabkan kerusakan hanya karena ujung tajamnya. Karena energi rendah, biasanya hanya sedikit menyebabkan cidera sekunder. Cedera pada penderita dapat diperkirakan dengan mengikuti alur senjata pada tubuh. Pada luka tusuk, wanita mempunyai kebiasaan menusuk kebawah, sedangkan pria menusuk keatas karena kebiasaan mengepal.Saat menilai penderita dengan luka tusuk, jangan diabaikan kemungkinan luka tusuk multipel. Inspeksi dapat dilakukan dilokasi, dalam perjalanan ke rumah sakit atai saat tiba di rumah sakit, tergantung pada keadaan disekitar lokasi dan kondisi pasien.B. Senjata dengan energi menengah dan tinggi (medium and high energy)Senjata dengan energi menengah contohnya adalah pistol, sedangkan senjata dengan energi tinggi seperti senjata militer dan senjata untuk berburu. Semakin banyak jumlah mesiu, maka akan semakin meningkat kecepatan peluru dan energi kinetiknya. Kerusakan jaringan tidak hanya daerah yang dilalui peluru tetapi juga pada daerah disekitar alurnya akibat tekanan dan regangan jaringan yang dilalui peluru. Peluru akibat senjata energi tinggi dan menengah juga menyebabkan kavitasi / rongga yang lebih besar dari lubang masuknya. Untuk senjata dengan energi menengah biasanya menyebabkan kavitasi 3-6 kali dari ukuran frontal peluru, sedangkan untuk energi tinggi akan lebih besar lagi, demikian juga kerusakan jaringan yang ditimbulkannya akan lebih besar lagi.Hal-hal lain yang mempengaruhi keparahan cidera adalah hambatan udara dan jarak. Tahanan udara akan memperlambat kecepatan peluru. Semakin jauh jarak tembak, akan semakin mengurangi kecepatan peluru, sehingga kerusakan yang ditimbulkannya akan berkurang. Sebagian kasus penembakan dilakukan dari jarak dekat dengan pistol, sehingga memungkinkan cedera serius cukup besar.bppsdmk.depkes.go.id

3. Mengapa pada keadaan darurat kesadaran menurun?Benda tajam seperti pisau atau peluru menembus paru-parudapat menyayat jaringan paru-paru atau arterimenyebabkan darah berkumpul di ruang pleuramengakibatkan pecahnya membran serosa yang melapisi atau menutupi thorax dan paru-parupecahnya membran ini memungkinkan masuknya darah ke dalam rongga pleurasetiap sisi toraks dapat menahan 30-40% dari volume darah seseoranghipovolemia (kehilangan darah)tidak adekuatnya pengangkutan oksigen ke jaringan hipokasia jaringantermasuk otak (gangguan perfusi serebral)penurunan kesadaran.Buku Ajar Ilmu Bedah. Edisi Revisi. 1996. Jakarta:EGC.

Hipoksia, hiperkarbia, dan asidosis sering disebabkan oleh trauma thorax. merupakan akibat dari oleh karena pulmonary ventilation/perfusion mismatch (contoh kontusio, hematoma, kolaps alveolus) dan perubahan dalam tekanan intratthorax (contoh : tension pneumothorax, pneumothorax terbuka). Hiperkarbia lebih sering disebabkan oleh tidak adekuatnya ventilasi akibat perubahan tekanan intrathorax atau penurunan tingkat kesadaran. Asidosis metabolik disebabkan oleh hipoperfusi dari jaringan (syok).Syamsu Hidayat,R Dan Wim De Jong, Buku Ajar Bedah, Penerbit Buku Kedokteran, EGC, Jakarta,tahun 1995.

4. Mengapa pada penderita didapat dada asimetris, suara hemithoraks kanan menghilang?Benda tajam seperti pisau atau peluru menembus paru-parudapat menyayat jaringan paru-paru atau arterimenyebabkan darah berkumpul di ruang pleuramengakibatkan pecahnya membran serosa yang melapisi atau menutupi thorax dan paru-parupecahnya membran ini memungkinkan masuknya darah ke dalam rongga pleurasetiap sisi toraks dapat menahan 30-40% dari volume darah seseorangpengembangan dada asimetris & pada auskultasi: suara paru menghilang.Buku Ajar Ilmu Bedah. Edisi Revisi. 1996. Jakarta:EGC.

5. Bagaimana hubungan hematom di temporal kanan dengan kondisi pasien?Trauma pada daerah temporalrobeknya salah satu cabang arteria meningea media terjadi perdarahan di daerah temporalarteri meningea media yang masuk di dalam tengkorak melalui foramen spinosum dan jalan antara durameter dan tulang di permukaan dan os temporaleterjadi perdarahan di antara tulang tengkorak dan dura meterhematom epiduraldesakan oleh hematoma akan melepaskan durameter lebih lanjut dari tulang kepala sehingga hematom bertambah besarmenyebabkan tekanan pada lobus temporalis otak kearah bawah dan dalambagian medial lobus mengalami herniasi di bawah pinggiran tentorium timbulnya tanda-tanda neurologik: Tekanan dari herniasi unkus pda sirkulasi arteria yang mengurus formation retikularis di medulla oblongatahilangnya kesadaran. Di tempat ini terdapat nuclei saraf cranial ketiga (okulomotorius)tekanan pada saraf ini mengakibatkan dilatasi pupil dan ptosis kelopak mata. Tekanan pada lintasan kortikospinalis yang berjalan naik pada daerah ini, menyebabkan kelemahan respons motorik kontralateral, refleks hiperaktif atau sangat cepat, dan tanda babinski positif. Dengan makin membesarnya hematoma, maka seluruh isi otak akan terdorong kearah yang berlawanan, menyebabkan tekanan intracranial yang besar. Timbul tanda-tanda lanjut peningkatan tekanan intracranial antara lain kekakuan deserebrasi dan gangguan tanda-tanda vital dan fungsi pernafasan.Anderson S. McCarty L., Cedera Susunan Saraf Pusat, Patofisiologi, edisi 4, Anugrah P. EGC, Jakarta,1995, 1014-1016.Hafid A, Epidural Hematoma, Buku Ajar Ilmu Bedah, edisi kedua, Jong W.D. EGC, Jakarta, 2004, 818-819.

6. Mengapa pasien mengalami akral dingin dan pucat?Akral dingin:Perfusi jaringan turunO2 turun perfusi diutamakan pada organ sentral daripada jaringan perifer akral dingin.Buku Ajar Ilmu Bedah. Edisi Revisi. 1996. Jakarta:EGC.Pucat: sianosis.

7. Mengapa pasien tampak sesak dan sianosis?Sesak nafas:Trauma thorax pulmonary ventilation/perfusion mismatch perubahan dalam tekanan intratthoraxtidak adekuatnya ventilasi akibat perubahan tekanan intrathoraxsesak nafas.Syamsu Hidayat,R Dan Wim De Jong, Buku Ajar Bedah, Penerbit Buku Kedokteran, EGC, Jakarta,tahun 1995.

Sianosis:Sianosis adalah suatu keadaan di mana kulit dan membran mukosa berwarna kebiruan akibat penumpukan deoksihemoglobin pada pembuluh darah kecil pada area tersebut. Sianosis biasanya paling terlihat pada bibir, kuku, dan telinga. Derajat sianosis ditentukan dari warna dan ketebalan kulit yang terlibat. Sebenarnya, penilaian akurat dari derajat sianosis ini sulit ditentukan, karena tingkat penurunan saturasi oksigen yang dapat berakibat sianosis berbeda pada tiap ras. Selain itu, pemeriksaan sianosis pada membran mukosa, seperti mulut dan konjungtiva, lebih bermakna daripada pemeriksaan pada kulit.Penyebab dari penumpukan hemoglobin tereduksi bisa karena peningkatan darah vena akibat dilatasi venula atau penurunan saturasi oksigen di dalam darah.1 Sianosis biasanya muncul ketika kadar hemoglobin tereduksi minimal 5 g/dL pada darah arteri. Namun, tidak semua sianosis berhubungan dengan peningkatan kadar hemoglobin tereduksi. Penyebab lain yang mungkin yaitu adanya pigmen abnormal, seperti methemoglobin atau sulfhemoglobin, pada eritrosit.Pada umumnya sianosis menjadi jelas bila konsentrasi rata-rata dari Hb yang tereduksi pada pembuluh darah kapiler melebihi 4 gr/dl. Untuk menimbulkan sianosis, yang lebih berperan adalah jumlah absolut Hb yang tereduksi daripada jumlah relatifnya. Dengan demikian, pada penderita dengan anemia berat, jumlah relatif dari Hb yang tereduksi pada darah vena dapat sangat banyak bila dibandingkan dengan jumlah total Hb dalam darah. Namun karena konsentrasi Hb turun, jumlah Hb yang tereduksi tetap kecil dan karenanya, pasien denagn anemia berat dan bahkan dengan desaturasi arteri yang jelas, tidak tampak sianosis. Makin tinggi kandungan total Hb, makin besar tendensi terjadinya sianosis. Dengan demikian, pasien dengan polisitemia yang jelas cenderung untuk menjadi sianosis pada tingkat SaO2 yang lebih tinggi dibandingkan pasien dengan nilai hematokrit normal.Snell RS. Clinical Anatomy for Medical Student. 6th ed. Sugiharto L, Hartanto H, Listiawati E, Susi