Click here to load reader

Lapkas Anestesi Pada Pediatrik

  • View
    82

  • Download
    24

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Lapkas Anestesi Pada Pediatrik

Text of Lapkas Anestesi Pada Pediatrik

  • Laporan kasus Anestesi pediatrik dengan kasus labioskizisDisusun oleh : Sigit Nur Aziz

    Pembimbing : dr. Andika Chandra Putri, Sp. Andr. H. Nano Sukarno, Sp. Andr. Teguh Santoso Efendi, Sp. An-KIC,. M.KesPROGRAM PENDIDIKAN PROFESI DOKTERFAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATIRUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR.SOEKARDJO TASIKMALAYA2015

  • BAB IPENDAHULUAN*

  • Latar BelakangPenatalaksanaan anastesi pada pediatrik sedikit berbeda bila dibandingkan dengan dewasa. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan mendasar antara anak dan dewasa, meliputi perbedaan anatomi, fisiologi, respon farmakologi dan psikologi disamping prosedur pembedahan yang berbeda pada pediatrik. Next

  • Latar BelakangWalaupun terdapat perbedaan yang mendasar, tetapi prinsip utama anestesi yaitu : kewaspadaan, keamanan, kenyamanan, dan perhatian yang seksama baik pada pediatrik maupun dewasa adalah sama.

  • BAB IISTATUS PASIEN*

  • IDENTITAS PASIENNama: By. SUsia : 6 BulanJenis Kelamin: PerempuanAlamat : Sukahening Kp. Calingging kidul Pekerjaan : -Tanggal masuk: 23 Juni 2015No CM: 15251664Dr. Anestesi: Dr. Andika Chandra Putri, Sp.AnDr. Bedah: Dr. Hj Efriati, Sp.BM

  • Anamnesis (alloanamnesa)A (Alergy)Tidak ada alergi obatM (Medication)Tidak sedang menjalani pengobatan penyakit tertentu;P (Past Medical History)Riwayat Batuk pilek (-), sakit yang sama dan riwayat operasi (-);Next

  • Anamnesis (alloanamnesa)L (Last Meal)Pasien terakhir makan 4 jam pre-operasi;E (Elicit History)Pasien datang ke RSUD Kota Tasikmalaya pada tanggal 23 Juni 2015 dibawa keluarganya dengan keluhan bibir membelah/sumbing.

  • Pemeriksaan FisikTanggal Pemeriksaan: 23 Juni 2015Tempat Pemeriksaan: Ruang 3A

    Status Generalis Keadaan Umum: BaikKesadaran: Compos MentisNext

  • Pemeriksaan FisikStatus Generalis Vital Sign:Tekanan darah: -HR: 82x/menitRR: 20x/menitSuhu: 36,8oCAntrpometri:Berat Badan: 8 kgTinggi Badan: 67 cmNext

  • Pemeriksaan FisikStatus Head to ToeKepala Mata: Dalam batas normalHidung: Dalam batas normalTelinga: Auricula tidak tampak kelainanMulut: Bibir : Labioskizis superior( + )Next

  • Pemeriksaan FisikStatus Head to ToeLeher:Pembesaran KGB ( - ) / ( - )Thoraks:Inspeksi : Bentuk gerak simetris dextra = sinistra, rektraksi supraclavicula (-) / (-), retraksi intercostalis (-)/(-), Palpasi : iktus kordis teraba,Perkusi : -Auskultasi: Vesiculer breathing sound ( + ) / ( + ), Weezhing ( - ) / ( - ), Ronki ( - ) / ( - ), Bunyi Jantung I, II regular, Gallop (-), Mur-Mur (-)Next

  • Pemeriksaan FisikStatus Head to ToeAbdomenInspeksi : Bentuk datarAuskulasi: Bising usus (+) Palpasi : Nyeri tekan (-), Hepar membesar ( - ) Perkusi : -EkstremitasEdema : Ekstremitas atas (-) dan bawah ( - )Capilari Refill Time: Kurang dari 2 detikAkral hangat pada semua ektremitasNext

  • Pemeriksaan Penunjang Hasil pemeriksaan Laboratorium tanggal 18 mei 2015

    Next

    Jenis pemeriksaanHasilNilai NormalSatuanMetodeHematologi G26Waktu perdarahan (BT)2.001 3MenitDukeG27Waktu pembekuan (CT)4.001 7Menit Slide test G28Golongan darahASlide testG29RhesusPOSITIFSlide testH01Hemoglobin11,6P: 12-16; L: 14-18g/dlAuto AnalyzerH14Hematokrit34P: 35-45; L: 40-50%Auto Analyzer

  • Pemeriksaan Penunjang

    Next

    Jenis pemeriksaanHasilNilai NormalSatuanMetodeHematologi H14Hematokrit34P: 35-45; L: 40-50%Auto AnalyzerH15Jml Leukosit12.1007.000-17.000/mm3Auto AnalyzerH22Jml Trombosit291.000150.000-350.000/mm3Auto AnalyzerELEKTROLITK27Natrium149135-145mmol/LISEK28Kalium4,93.5-5.0mmol/LISEK29Kalsium1,500.80-1.10mmol/LISEFAAL GINJALK04Ureum2415-45mg/dlUrease Klinetik UVK05Kreatinin0,22P: 0.5-0.9; L: 0.7-1.12mg/dlKinetic Jaffe

  • Pemeriksaan Penunjang Hasil pemeriksaan Laboratorium tanggal 18 mei 2015

    Foto rontgen Thorak dalam batas normal

    Next

    KARBOHIDRATK01Glukosa13276-110mg/dlGOD PODFAAL HATI/JANTUNGK11SGOT (ASAT)55P:10-31, L:10-33U/L/37^Kinetik UV-IFCCK12SGPT (ALAT)37P:9-32, L:9-40U/L/37^Kinetik UV-IFCC

  • Diagnosa Kerja Pre-OperatifLabioskizis

  • Kesimpulan Status Fisik ASAASA 2

  • PenatalaksanaanTanggal Operasi : 24 Juni 2015Diagnosis pra-bedah: Labioskizis Keadaan umum pre-bedah: ASA IIJenis Pembedahan: LabioplastyJenis Anestesi: General anestesiAhli Beah: Dr. Efri, Sp. BMAhli Anestesi: Dr. Andika, Sp.AnAwal anestesi: 10:45Awal pembedahan: 10:55Lama Pembedahan: 1-2 jam*Next

  • PenatalaksanaanRencana Anestesi1. Persiapan Operasia. Persetujuan operasi tertulis ( + )b. Puasa > 6 jamc. Pasang IV line (belum)d. Premedikasi di OK2. Jenis Anestesi : General anestesi3. Teknik Anestesi : General anestesi menggunakan facemask4. Posisi : supine5. Pernafasan : spontan-assisted respiration-control respiration6. Premedikasi:-. Sulfas Atropi 0,1mg (dosis 0,01-0,02mg/kgbb)7. Induksi : Sevofluran 8vol %

    *Next

  • Penatalaksanaan8. Medikasi :-. Fentanyl 10g (dosis 1-5g/kgbb)-. Recuronium 2mg (dosis 0,25mg/kgbb)-. Dexamethason 2,5mg (dosis 0,1-0,5mg/kgbb)-. Atropin 0,25 mg (dosis 0,01-0,02mg/kgbb)-. Neostigmine 0,5mg (dosis 0,04-0,07mg/kgbb)9. Maintenance: N2O/O2 = 3L/3L, Sevofluran 3,2 vol %.10. Cairan : Ringer Asetat/asering 500 cc menyeimbangkan cairan dalam tubuh pasien agar pasien tidak hipotensi akibat dari efek anestesi umum11. Monitoring :Tanda vital selama operasi tiap 5 menit, kedalaman Anestesi, cairan, perdarahan, dan produksi urin.12. Perawatan pasca anestesi di ruang pulih sadar/ruang pindah*Next

  • PenatalaksanaanTindakan Anestesi1. Di ruang persiapana. Cek persetujuan operasi dan identitas penderitab. Pakaian pasien diganti pakaian operasi c. Pemeriksaan tanda-tanda vitald. Lama puasa > 6 jame. Cek obat dan alat anestesif. Posisi terlentang

    2. Di ruang operasia. Jam 10:30Pasien masuk kamar operasi dan pemasangan Infus Asering *Next

  • PenatalaksanaanTindakan Anestesi b. Jam 10:45Manset dan monitor dipasang, premedikasi injeksi Sulfas Atropi 0,1mg (dosis 0,01-0,02mg/kgbb).c. Jam 10:45 Dilakukan induksi dengan sevofluran 3,2 vol%, segera kepala diekstensikan, face mask didekatkan pada hidung dengan O2 3L/menit kurang lebih 5 menit. Setelah reflek bulu mata menghilang. Mengalirkan N2O:O2 = 3 L: 3L permenit. d. Jam 10:50 Dialirkan agent anestesi rumatan berupa Sevofluran 3,2vol %, Fentanyl 10g (dosis 1-5g/kgbb), Recuronium 2mg (dosis 0,25mg/kgbb), Dexamethason 2,5mg (dosis 0,1-0,5mg/kgbb)*Next

  • PenatalaksanaanTindakan Anestesi e. Jam 10:55Dilakukan intubasi pemasanga ETT (Endotrakeal Tube) No.3,0f. Jam 10:55Operasi dimulai dan tanda vital dimonitor tiap 5 menit.g. Jam 11:10 Injeksi paracetamol 1gr/100ml (infus).h. Jam 12:00Injeksi Atropin 0,25mg (dosis 0,01-0,02mg/kgbb), neostigmine hamel 0,5mg (dosis 0,04-0,07 mg/kgbb)i. Jam 12:15 Operasi selesai pasien dipindah ke ruang recovery atau ruang pulih sadar/ruang pindah*Next

  • Instruksi PascaoperasiPasien dirawat di ruang pindah dalam posisi supine, oksigen 2 liter/menit, awasi respirasi, nadi. Setelah sadar pasien di rawat di bangsal sesuai dengan bagian operator. Bila steward skor 5 tanpa nilai 0, dipindah ke ruangan IIIA.Setelah pasien sadar, pasien dipindahkan ke ruangan IIIA.1. Awasi keadaan umum, perdarahan setiap 15 menit selama 2 jam post operasi.2. Infuse: Asering 20gtt/menit3. Analgetik paracetamol 1000mg diberikan perinfus dalam 100cc,.4. Bila tidak ada mual, tidak ada muntah, bising usus (+), boleh diberi ASI/ makan dan minum secara bertahap5. Anjuran untuk bed rest 24 jam6. Bila nyeri bertambah, konsultasi ke bagian anestesi.*

  • Steward ScoreSedangkan pada pasien diatas, didapatkan skornya 5. Skor 5 didapatkan dari1. Pasien bangun (skor 2)2. Menangis (skor 2)3. Gerak tanpa tujuan (skor 1)*

    TANDAKRITERIASCOREKesadaranBangunRespon terhadap rangsangTidak ada respon210PernafasanBatuk/ menangisPertahankan jalan nafasPerlu bantuan nafas210MotorikGerak bertujuanGerak tanpa tujuanTidak bergerak210Keterangan: Score 5 boleh keluar dari RR

  • Follow Up Pasca OperasiHari Pertama Beberapa Jam Post-Operasi (25 Juni 2015)Pasien dirawat di ruang 3APasien tidak puasaKeadaan umum: Baik Kesadaran : Compos mentisVital sign: N= 142 x/menitS= 37o CR= 30 x/menitLuka Operasi : Kering*

  • BAB IIITINJAUAN PUSTAKA*

  • Anatomi Telinga Tengah*

  • Labioskizis1. Definisi Labio/plato skisis adalah merupakan kongenital anomali yang berupa adanya kelainan bentuk pada struktur wajah. Palatoskisis adalah adanya celah pada garis tengah palato yang disebabkan oleh kegagalan penyatuan susunan palato pada masa kehamilan 7-12 minggu.2,3*

  • 2. EtiologiFaktor HerediterSebagai faktor yang sudah dipastikan.Gilarsi : 75% dari faktor keturunan resesif dan 25% bersifat dominan.Mutasi genKelainan kromosom

    Faktor EksternalFaktor usia ibu*

  • 3.Klasifikasi*

  • 4.Manifestasi KlinisGejala klinis terjadi bila cacat terbentuk lengkap sampai kelangit-langit maka bayi tidak dapat menghisap, dan dapat terjadi otitis media karena lemahnya spinter pada muara tuba eustachius, gangguan fonasi.*

  • 6.Diagnosis Banding-. Inflamasi kelenjar retroaurikula-. Celulitis retroaurikula-. Otitis Eksterna Kronis-. Neoplasia jinak, dysplasia fibrosa-. Tumor rhabdomyosarcom

    *

  • 7.Pemeriksaan PenunjangPemeriksaan LaboratoriumPemeriksaan prabedan rutin (misalnya hitung darah lengkap)Pemeriksaan DiagnosisFoto RontgenPemeriksaan fisikMRI untuk evaluasi abnormal

    *

  • 8.PenatalaksanaanTindakan operasi pertama dikerjakan untuk menutup celah bibir berdasarkan kriteria rule of ten, yaitu umur lebih dari 10 minggu atau 3 bulan, berat lebih dari 10 found atau 5 kilo gram, Hb lebih dari 10gr/dl, leokosit lebih dari 10000/ul.3Cara operasi yang paling umum dipakai adalah cara Millard

    *