dian ayu LBM 1 KGD

  • View
    46

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

semanagts

Text of dian ayu LBM 1 KGD

SUMBATAN JALAN NAPAS

SUMBATAN JALAN NAPASSTEP 11. Triple airway manuver : suatu cara untuk membuka jalan nafas sederhana yang didalam nya terdapat 3 perlakuan. 1. head tilt. 2. Chin lift 3. Jaw thrust.

2. Oropharyngeal airway : alat untuk membuka jalan nafas yang diakibatkan lidah menutupi jalan nafas. Untuk pasien yang tidak sadarkan diri.3. Definitive airway : 4. AVPU: alert and awake untuk menilai gangguan orientasi waktu dan tempat, verbal : diberi rangsangan verbal , pain : diberi rangsangan nyeri , unconsiousness : tidak dapat merespon stimulus/ rangsangan.STEP 21. Mengapa terjadi sianosis ? 2. Mengapa penderita mengeluarkan suara seperti mengorok dan berkumur?3. Bagaimana cara menilai jalan nafas untuk mengetahui gangguan jalur pernafasan ? 4. Jenis-jenis suara tambahan karena obstruksi jalan nafas5. Mengapa kondisi pasien bertambah buruk , saturasi menjadi 89%?6. Apa hubungan cidera kepala (fraktur impresi os. frontal) dengan kondisi pasien di skenario ?7. Mengapa ditemukan GCS 8?8. Bagaimana cara melakukan pembukaan dan pemeliharaan jalan nafas atas?9. Mengapa dokter melakukan pemasangan definitive airway?10. Etiologi dan macam2 obstruksi jalan nafas11. Bagaimana cara melakukan primary survey

STEP 71. Mengapa terjadi sianosis ?

Jawab: Sianosis warna kulit dan membran mukosa kebiruan atau pucat karena kandungan oksigen yang rendah dalam darah.

Menandakan konsentrasi oksigen darah rendah, misalnya pada penyakit paru-paru, kelainan jantung dan di daerah geografis yang tinggi, perdarahan (volume darah??? Waktu?), sumbatan jalan napas.Penyebab: Penyebab sumbatan yg sering kita jumpai adalah a. dasar lidahDasar lidah sering menyumbat jalan nafas pada penderita koma, karena pada penderita koma otot lidah dan leher lemas sehingga tidak mampu mengangkat dasar lidah dari dinding belakang faring. hal ini sering terjadi bila kepala penderita dalam posisi fleksi.b. palatum mole, c. darah Benda asing seperti tumpahan atau darah di jalan nafas atas yang tidak dapat ditelan atau dibatukkan oleh penderita yg tidak sadar dapat menyumbat jalan nafasd. benda asing yg lain.

Sumbatan nafas juga dapat trjdi pada jalan nafas baigian bawah, dan ini terjadi sebagai akibat bronkospasme, sembab mukosa, sekresi mukosa, masuknya isi lambung atau benda asing ke dalam paru.

Sebab Terjadinya obstruksi :1. Trauma Trauma dapat disebabkan oleh karena kecelakaan, gantung diri, atau kasus percobaan pembunuhan. Lokasi obstruksi biasanya terjadi di tulang rawan sekitar, misalnya aritenoid, pita suara dll.2. Benda Asing Benda Asing tersebut dapat tersangkut pada :a. LaringTerjadinya obstruksi pada laring dapat diketahui melalui tanda-tanda sebagai berikut, yakni secara progresif terjadi stridor, dispneu, apneu, digagia, hemopsitis, pernafasan dgn otot-otot nafas tambahan, atau dapat pula terjadi sianosis. Gangguan oleh benda-benda asing ini biasanya terjadi pada anak-anak yg disebabkan oleh berbagai biji-bijian dan tulang ikan tg tdk teratur bentuknya.b. Saluran nafasBerdasarkan lokasi benda-benda yg tersangkut dalam saluran nafas maka dibagi atas : Pada TrakheaBenda asing pada trakhea jauh lebih berbahaya dari pada di dalam bronkhus, karena dapat menimbulkan asfiksia. Benda asing didalam trakea tidak dapat dikeluarkan, karena tersangkut di dalam rima glotis dan akhirnya tersangkut dilaring dan menimbulkan gejala obstruksi laring Pada BronkhusBiasanya akan tersangkut pada bronkhus kanan, oleh karena diameternya lebih besar dan formasinya dilapisi oleh sekresi bronkhus sehingga menjadi besar

Sianosis dapat dilihat dari: bibir, pipi, kuku. Sianosis pada bagian dalam bibir (yang tidak terkena dingin), pipi, lidah dan konjungtivamata, dapat menjadi bukti saturasi oksigen darah rendah sekunder karena penyakit paru atau jantung. Sianosis yang muncul di bagian luar, seperti ujung jari, ujung hidung atau bagian luar dari bibir dapat disebabkan oleh penurunan aliran darah ke kulit karena paparan suhu rendah.

Tanda Obstruksi jalan napas.a. Sebagian (parsial)i. Korban mungkin masih mampu melakukan pernapasan, namun kualitas pernapasan dapat baik atau buruk. ii. Pada korban dengan pernapasan yang masih baik, korban biasanya masih dapat melakuakan tindakan batuk dengan kuat, usahakan agar korban tetap bisa melakukan batuk dengan kuat sampai benda asing tersebut dapat keluar. iii. Bila sumbatan jalan napas partial menetap, maka aktifkan sistem pelayanan medik darurat.iv. Obstruksi jalan napas partial dengan pernapasan yang buruk harus diperlakukan sebagai obstruksi jalan napas komplit. b. Komplit (total)i. Korban biasanya tidak dapat berbicara, bernapas, atau batuk. ii. Biasanya korban memegang lehernya diantara ibu jari dan jari lainnya. Saturasi oksigen akan dengan cepat menurun dan otak akan mengalami kekurangan oksigen sehinga menyebabkan kehilangan kesadaran, dan kematian akan cepat terjadi jika tidak diambil tindakan segera.

Dapat dibagi atas 4 stadium (jackson):I. Sesak nafas, stridor inspirator, retraksi suprasternal : keadaan umum masih baikII. Gejala stadium 1 + retraksi epigastrium : penderita mulai gelisahIII. Gejala stadium 2 + retraksi supra/infraklavikular, penderita sangat gelisah dan sianotikIV. Gejala stadium 3 + retraksi interkostal, penderita berusaha sekuat tenaga untuk menghirup udara : lama kelamaan terjadi paralisis pusat pernafasan, penderita menjadi apatik dan akhirnya meningggal

Tanda-tanda jalan nafas bebas, saat diberikan ventilasi buatan yang adekuat adalah: Bila dada terlihat naik turun dengan amplitudo cukup Ada udara yang keluar melalui hidung dan mulut selama ekspirasi Serta tidak terasa tahanan dan compliance paru selama pemberian ventilasi sumber : Buku Penanganan Penderita Gawat Darurat, Prof. DR.dr. I. Riwanto, Sp.BD, FK UNDIPBuku Agenda Gawat Darurat, Jilid 2, Prof. Dr.. H. Tabrani Rab

2. Mengapa penderita mengeluarkan suara seperti mengorok dan berkumur?

Jawab: Suara mengorok (snoring): Snoring : suara seperti ngorok, kondisi ini menandakan adanya kebuntuan jalan napas bagian atas oleh benda padat, jika terdengar suara ini maka lakukanlah pengecekan langsung dengan cara cross-finger untuk membuka mulut (menggunakan 2 jari, yaitu ibu jari dan jari telunjuk tangan yang digunakan untuk chin lift tadi, ibu jari mendorong rahang atas ke atas, telunjuk menekan rahang bawah ke bawah). Lihatlah apakah ada benda yang menyangkut di tenggorokan korban (eg: gigi palsu dll). Pindahkan benda tersebut

Suara berkumur (gurgling): Gargling : suara seperti berkumur, kondisi ini terjadi karena ada kebuntuan yang disebabkan oleh cairan (eg: darah), maka lakukanlah cross-finger, lalu lakukanlah finger-sweep (sesuai namanya, menggunakan 2 jari yang sudah dibalut dengan kain untuk menyapu rongga mulut dari cairan-cairan).

Suaranya timbul akibat turbulensi aliran udara pada saluran nafasatas akibat sumbatan. Tempat terjadinya sumbatan biasanya di basis lidahatau palatum. Sumbatan terjadi akibat kegagalan otot-otot dilator saluran nafas atas menstabilkan jalan nafas di mana otot-otot faring berelaksasi, lidah dan palatum jatuh ke belakang sehingga terjadi obstruksi.Journal of The Royal Society of Medicine 2003; 96: 343 4. Can Med Assoc J 2007; 176(9): 1299-303.

Suara tambahan lain: di no.14a. Crowing : suara dengan nada tinggi, biasanya disebakan karena pembengkakan (edema) pada trakea, untuk pertolongan pertama tetap lakukan maneuver head tilt and chin lift atau jaw thrust sajab. stridor : akibat sumbatan partial benda asing di laring (stridor inspirasi) atau trakhea (stridor ekspirasi). c. Hoarseness: edema mukosa laringd. Afoni: pada pasien sadar merupakan petanda buruk, dapat terjadi akibat sumbatan total benda asing di laring dan trakhea.

3. Bagaimana cara menilai jalan nafas untuk mengetahui gangguan jalur pernafasan ?

Jawab:

Look : Lihat apakah ada gerakan dada (gerakan bernapas), apakah gerakan tersebut simetris ? Agitasi: sadar, tapi gelisah, aktivitas motorik berlebihan, tidak bertujuan. Sianosis Napas cuping hidung Retraksi Accesory respiratory muscle

Listen : Dengarkan apakah ada suara nafas normal, dan apakah ada suara nafas tambahan yang abnormal (bisa timbul karena ada hambatan sebagian)Jenis-jenis suara nafas tambahan karena hambatan sebagian jalan nafas :a. Snoring : suara seperti ngorok, kondisi ini menandakan adanya kebuntuan jalan napas bagian atas oleh benda padat; sumbatan di faring (lidah jatuh ke belakang pada pasien dg penurunan kesadaran), jika terdengar suara ini maka lakukanlah pengecekan langsung dengan cara cross-finger untuk membuka mulut (menggunakan 2 jari, yaitu ibu jari dan jari telunjuk tangan yang digunakan untuk chin lift tadi, ibu jari mendorong rahang atas ke atas, telunjuk menekan rahang bawah ke bawah). Lihatlah apakah ada benda yang menyangkut di tenggorokan korban (eg: gigi palsu dll). Pindahkan benda tersebut

b. Gargling : suara seperti berkumur, kondisi ini terjadi karena ada kebuntuan yang disebabkan oleh cairan (eg: darah; hipersekresi lendir) di orofaring, maka lakukanlah cross-finger(seperti di atas), lalu lakukanlah finger-sweep (sesuai namanya, menggunakan 2 jari yang sudah dibalut dengan kain untuk menyapu rongga mulut dari cairan-cairan).

c. Crowing : suara dengan nada tinggi, biasanya disebakan karena pembengkakan (edema) pada trakea, untuk pertolongan pertama tetap lakukan maneuver head tilt and chin lift atau jaw thrust sajae. stridor : akibat sumbatan partial benda asing di laring (stridor inspirasi) atau trakhea (stridor ekspirasi). f. Hoarseness: edema mukosa laringg. Afoni: pada pasien sadar merupakan petanda buruk, dapat terjadi akibat sumbatan total benda asing di laring dan trakhea.

Jika suara napas tidak terdengar karena ada hambatan total pada jalan napas, maka dapat dilakukan :a. Back Blow sebanyak 5 kali, yaitu dengan memukul menggunakan telapak tangan daerah diantar