Click here to load reader

LI RATDA LBM 2 KGD

  • View
    71

  • Download
    23

Embed Size (px)

DESCRIPTION

kedokteran

Text of LI RATDA LBM 2 KGD

LBM 2 KGD Sesak Nafas dan Pusingstep 1 1. ketorolac, obat anti inflamasi nonsteroid yang digunakan dalam jangka waktu panjang(5hari), yang brfungsi sebagai analgetik post operasi ringan-berat. efektifitasnya sebanding dengan morfin, efsam lebih ringan.2. wheezing, mengi aau suara yang keluar saat ekspirasi terjadi jika saluran pernafasanny sempit, terdengar baik saat insiprasi maupun ekspirasi. suara yng dihasilkan dari vibrasi dinding pernafasan dan jaringan sekitarnya.3. inotropik, obat yang berperan dalam kontraksi(positif dan negatif) otot jantung4. angiodema,reaksi vascular pada derimis bagyan dalam aau jaringan subkutan yang disebabkan oleh dilatasi dan peningkatan permeabilitas kapiler.5. retraksi subcosta,tarikan pada dinding dada, terliha lekukan2 dada saa kontraksi yang menandakan susahnya saat bernafas.6. ECG,gambaran poensial lisrik yng dihasllkan aktvtas listrik otot jantung.step 21. mengapa pasien sesak nafas hebat dan pusing setelah mendapat injeksi ketorolac?

2. interpretasi dari PF?

3. Mengapa perawat menyarnkan tungkai dielevasikan?

4. mengapa pada kelopak mata terdapat angiodema dan urtikaria?

5. mengapa perlu ijnjeksi adrenalin im. dan oksigenasi dal loading cairan infuse?

6. jelaskan derajat sesak nafas !7. mengapa dokter memasang ECG dan pulse oxymetri, dan gambaran apa yng mungkin didapat?

8. indikasi dan kontraindikasi pemberian kortikosteroid dan antihistamin?

9. kenapa pasien diberikat obaT inotropik dan vasopressor?indikasi kontra indikasi,jenisnya?

10. definisi, macam, patofisiologi,tanda2,penatalaksanaan SYOK?

11. DD dan penatalaksanaan?

12. tanda2 keadaan memburuk pada scenario?step 3

1. mengapa pasien sesak nafas hebat dan pusing setelah mendapat injeksi ketorolac?

Ketorolac tromethamineIndikasiKetorolac adalah obat anti inflamasi nonsteroid (NSAID). Indikasi penggunaan ketorolac adalah untuk inflamasi akut dalam jangka waktu penggunaan maksimal selama 5 hari. Ketorolac selain digunakan sebagai anti inflamasi juga memiliki efek anelgesik yang bisa digunakan sebagai pengganti morfin pada keadaan pasca operasi ringan dan sedang.

FarmakodinamikEfeknya menghambat biosintesis prostaglandin. Kerjanya menghambat enzim siklooksogenase (prostaglandin sintetase). Selain menghambat sintese prostaglandin, juga menghambat tromboksan A2. ketorolac tromethamine memberikan efek anti inflamasi dengan menghambat pelekatan granulosit pada pembuluh darah yang rusak, menstabilkan membrane lisosom dan menghambat migrasi leukosit polimorfonuklear dan makrofag ke tempat peradangan.

FarmakokinetikKetorolac tromethamine 99% diikat oleh protein. Sebagian besar ketorolac tromethamine dimetabolisme di hati. Metabolismenya adalah hidroksilate, dan yang tidak dimetabolisme (unchanged drug) diekresikan melalui urin.

DosisKetorolac tromethamine tersedia dalam bentuk tablet dan injeksi. Pemberian injeksi lebih dianjurkan. Pemberian Ketorolac tromethamine hanya diberikan apabila ada indikasi sebagai kelanjutan dari terapi Ketorolac tromethamine dengan injeksi. Terapi Ketorolac tromethamine baik secara injeksi ketorolac ataupun tablet hanya diberikan selama 5 hari untuk mencegah ulcerasi peptic dan nyeri abdomen. Efek analgesic Ketorolac tromethamine selama 4-6 jam setelah injeksi.

Untuk injeksi intramuscular :

- pasien dengan umur 65 tahun dan mempunyai riwayat gagal ginjal atau berat badannya kurang dari 50 kg, diberikan dosis 30 mg/dosis.

Untuk injeksi intravena :

pasien dengan umur 65 tahun dan mempunyai riwayat gagal ginjal atau berat badannya kurang dari 50 kg, diberikan dosis 15 mg/dosis.

Pemberian ketorolac tromethamine baik secara injeksi maupun oral maksimal :

pasien dengan umur 65 tahun maksimal 60 mg/hari.

Efek SampingSelain mempunyai efek yang menguntungkan, Ketorolac tromethamine juga mempunyai efek samping, diantaranya :

a. Efek pada gastrointestinal

Ketorolac tromethamine dapat menyebabkan ulcerasi peptic, perdarahan dan perlubangan lambung. Sehingga Ketorolac tromethamine dilarang untuk pasien yang sedang atau mempunyai riwayat perdarahan lambung dan ulcerasi peptic.

b. Efek pada ginjal

Ketorolac tromethamine menyebabkan gangguan atau kegagalan depresi volume pada ginjal, sehingga dilarang diberikan pada pasien dengan riwayat gagal ginjal.

c. Resiko perdarahan

Ketorolac tromethamine menghambat fungsi trombosit, sehingga terjadi gangguan hemostasis yang mengakibatkan risiko perdarahan dan gangguan hemostasis.

d. Reaksi hipersensitivitas

Dalam pemberian Ketorolac tromethamine bias terjadi reaksi hypersensitivitas dari hanya sekedar spasme bronkus hingga shock anafilaktik, sehigga dalam pemberian Ketorolac tromethamine harus diberikan dosis awal yang rendah.

Kontra Indikasiketorolac tromethamine dikontra indikasikan untuk pasien dengan riwayat gagal ginjal, riwayat atau sedang menderita ulcerasi peptic, angka trombosit yang rendah. Untuk menghindari terjadinya perdarahan lambung, maka pemberian ketorolac tromethamine hanya selama 5 hari saja.

http://kuliah-fk.blogspot.com/2012/02/ketorolac.htmla) Proses imunologik

Hipersensitifitas tipe I

Fase sensitisasi :

melekat Fase alergi :

Menimbulkan reaksi

melekat

mediator kimiawi

1. Spasme bronkus

2. Peningkatan permeabilitas PD penyempitan saluran nafas ( SESAK NAFAS

3. Sekresi mukus berlebih

Hipersensitifitas tipe II

Timbul reaksi setelah 4-6 jam sesudah terpapar alergen

Alergen masuk aktifkan

Reaksi anfilatoksin ( sel mas ( degranulasi ( mediator tipe I

1. fase sensitisasi( pembentukan IgE (sesudah alergen/Ag masuk tubuh pertama kali)( IgE melekat pada permukaan sel mast/basofil pada lumen bronkus, submukosa (terjadi pd individu dengan genetik atopik)

2. fase alergi( pd pemaparan ulang berikutnya dengan alergen/Ag yang sama sesudah melewati fase laten( terjadi pengikatan alergen oleh IgE yang melekat pada permukaan sel mast/basofil tadi( timbul reaksi hipersensitifitas tipe I

ikatan alergen denan igE pada permukaan sel mast/basofil( proses pembentukan granul2 dalam sitoplasma( proses degranulasi( dikeluarkan mediator kimiawi: histamin, serotinin, bradikinin.efeknya( spasme bronkus, peningkatan permeabilitas PD, sekresi mukus berlebihan ( penyempitan saluran napas ( gx asma bronkial

Tipe II

- timbulnya 4-6 jam sesudah terpapar alergen

- sesudah alergen masuk tubuh dan diikat oleh IgG atau IgM( aktikan sistem komplemen( C3a dan C5a( sifat anafilatoksin( sel mast/sel basofil mengalami degranulasi dan mengeluarkan vasoaktif amin (mediator kimia)2. Mengapa perawat menyarnkan tungkai dielevasikan?

3. interpretasi dari PF?

kesdaran, Kurangnya O2 ( perfusi ke otak berkurang ( kesadaran menurun Takikardi : nadi > 100 x/menit.Penyebab umum :1) Sistem saraf otonom & endokrin

- Stress (Fight or flight)

- Stimulant (caffeine)

- Penyakit endokrin (pneucromocytoma)2) Haemodinamik

- Dehidrasi

- Perdarahan

- Hipotensi ortostatik

- Postural ortostatic tachycardia syndrome (POTS)3) Cardiac Aritmia

- Supraventrikular takikardi

- Ventrikular takikardiaihttp://ismirayanti.blogspot.com/2010/10/sesak-napas.html RR,meningkat sebagai kompensasi sesaknya

td, menurun karena vasodilatasi sebagai respon tubuh terhadap alergen

N,meningkat sebagai kompensasi tubuh, kontraksi otot jantung yang meningkat Ekspirasi memanjang,karena spasme sehingga ekspirasinya susah. muka kebiruan, sianosis sebagai tanda adanya ganggungan perfusi oksigen pada perifer4. mengapa pada kelopak mata terdapat angiodema dan urtikaria?

DefinisiHives, yang disebut jugaurticaria, merupakan suatu gangguan pada kulit yang ditandai dengan adanya pembengkakan yang agak meninggi (wheals), pucat, dikelilingi oleh area kemerahan dengan batas yang tegas. Angioedema merupakan pembengkakan yang terjadi pada jaringan yang lebih luas di bawah kulit, kadangkala mengenai wajah dan tenggorokan.PenyebabHives dan angioedema bisa terjadi bersamaan dan bisa menjadi berat. Pemicu yang paling sering adalah obat-obatan, sengatan atau gigitan serangga, suntikan alergi (imunoterapi alergen), dan makanan tertentu-terutama telur, kerang, kacang-kacangan, dan buah-buahan. Ada makanan tertentu yang dalam jumlah sedikit saja jika dimakan bisa tiba-tiba menimbulkan hives atau angioedema. Tetapi ada juga makanan lain (seperti stroberi) yang dapat menimbulkan reaksi ini hanya setelah dimakan dalam jumlah besar. Hives kadangkala diikuti oleh adanya infeksi virus seperti hepatitis, mononucleosis, dan campak jerman.

Hives atau angioedema bisa menjadi kronis, berulang lebih dari seminggu atau sebulan. Pada kebanyakan kasus tidak ada penyebab khusus yang teridentifikasi, kemungkinan karena adanya asupan bahan-bahan tertentu yang tidak disadari, misalnya pewarna makanan atau bahan pengawet. Penggunaan obat-obat tertentu, seperti aspirin atau obat-obat anti-peradangan non-steroid lain (NSAID), bisa juga menyebabkan hives atau angioedema kronis. Angioedema kronis yang terjadi tanpa hives kemungkinan suatu angioedema menurun.

GejalaHives biasanya diawali dengan timbulnya rasa gatal pada kulit, kemudian terbentuk pembengkakan yang biasanya kecil (kurang dari inci). Pembengkakan yang lebih besar (sampai 4 inci melintang) bisa tampak seperti cincin kemerahan dengan warna pucat di tengah. Biasanya, hives hilang dan timbul. Suatu bercak bisa menetap untuk beberapa jam, kemudian hilang