Click here to load reader

Pemerolehan bahasa (presentasi)

  • View
    105

  • Download
    5

Embed Size (px)

Text of Pemerolehan bahasa (presentasi)

Second Language Acquisition

PRIVATE SPEECH: CARA EFEKTIF PEMEROLEHAN BAHASA ASINGAHMAD HAMZAH

PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRAPROGRAM PASCASARJANAUNIVERSITAS NEGERI SURABAYA1Second Language AcquisitionIstilah pemerolehan bahasa (language acquisition) biasanya diikuti oleh kata pertama atau kedua sehingga dikenal istilah pemerolehan bahasa pertama (PB1) atau first language acqisition dan pemerolehan bahasa kedua (PB2) atau second language acquisition. Pemerolehan bahasa pertama berkaitan dengan segala aktivitas seseorang dalam menguasai bahasa ibunya. Jalur kegiatannya dapat melalui pendidikan informal dan pendidikan formal.2Second Language AcquisitionWhat is Second Language Acquisition?Pemerolehan bahasa (language acquisition) diperoleh melalui pendidikan informal yaitu pedidikan yang diperoleh di rumah atau dipelajari secara alamiah dengan tidak direncanakan, tidak disengaja, dengan sendirinya dan tidak disadari. Sementara pembelajaran bahasa diperoleh melalui pendidikan formal tentunya dengan cara direncanakan, disengaja dan disadari.3Second Language AcquisitionPrivate speech merupakan konstruksi penting ketika mempertimbangkan peran interaksi dalam pemerolehan bahasa kedua. Teori sosiokultural Vygotskyian mengklaim bahwa peserta didik awalnya menggunakan bahasa untuk terlibat dalam interaksi komunikatif dengan lawan bicara mereka, dan akhirnya tuturan interpersonal/antarpribadi ini mengambil fungsi intrapersonal di mana tuturan tersebut diarahkan kepada diri mereka. Tuturan interpersonal (sosial) ini dapat memiliki fungsi intrapersonal (Lantolf, 2006). 4Ohta (2001) menempatkan pentingnya tuturan intrapersonal di dalam pemerolehan L2. Ohta (2001) mengumpulkan 34 jam rekaman yang direkam melalui mikrofon individu dari 10 pelajar dari Jepang sebagai bahasa asing di kelas universitas di AS. Di studi/penelitiannya, tuturan pribadi diidentifikasi dengan (a) mengurangi volume, (b) karena itu tidak dalam menanggapi pertanyaan/ komentar yang diarahkan khusus untuk individu oleh guru atau siswa lain, dan (c) karena hal itu tidak menerima respon/tanggapan dengan guru atau teman sekelas. Penelitian Ohta memberi bukti bahwa tuturan pribadi/private speech selama interaksi komunikatif merupakan sumber pemerolehan bahasa (Lantolf, 2006).5Second Language AcquisitionLave dan Wenger (1991) mengatakan bahwa seorang peserta didik akan pandai berbahasa baik pertama maupun kedua dengan sejauh mana peserta didik tersebut terlibat di lingkungan sosial dan bukan hasil dari pemerolehan ilmu pengetahuan secara otodidak maupun di pendidikan formal.6Second Language AcquisitionSelanjutnya penelitian Lave and Wenger (1991) menekankan pentingnya lingkungan, baik fisik dan sosial dalam proses pembelajaran bahasa (Jamaris, 2005: 50-71).7Vygotsky dan Piaget (dalam Baharuddin dan Wahyuni, 2010) sama-sama berpendapat bahwa bahasa berperan penting terhadap perilaku.Misalnya, menurut Piaget, dua macam perkembangan dapat terjadi sebagai hasil dari perkembangan atau aktivitas bahasa, yaitu asimilasi dan akomodasi. Suatu perkembangan disebut asimilasi jika aktivitas terjadi tanpa menghasilkan perubahan pada anak, sedangkan akomodasi terjadi jika anak menyesuaikan diri terhadap hal-hal yang ada di lingkungannya. Kesamaan lainnya adalah, menganggap bahwa private speech sebagai salah satu kegiatan alami yang umumnya dilakukan oleh setiap anak.Private Speech pada Anak-Anak Menurut Lev Vygostky Vs Jean Piaget8Misalnya, anak-anak sering berbicara untuk diri mereka sendiri ketika bermain permainan imajinatif seperti bermain boneka.

Private speech berkaitan lebih kepada kreativitas dalam bermain, di mana semakin sering anak-anak terlibat dalam private speech, maka semakin kreatif dan pemikirannya fleksibel.Private Speech pada Anak-Anak Menurut Lev Vygostky Vs Jean Piaget9Private Speech pada Anak-Anak Menurut Lev Vygostky Vs Jean PiagetMenurut Piaget, private speech sebagai suatu tanda kematangan kognitif. Hal ini dianggap sebagai jalan mengekspresikan fantasi dan emosi. Piaget berpendapat bahwa anak-anak sangat egosentrik, mereka belum mampu mengartikan pembicaraan orang lain dan belum dapat berkomunikasi dengan jelas dan mereka berbicara ketika sedang melakukan sesuatu karena pada dasarnya mereka belum dapat membedakan antara kata dan simbol.10Private speech dianggap sebagai suatu bentuk khusus dari komunikasi, di mana seorang anak berbicara kepada dirinya sendiri. fungsi yang penting masa transisi antara early social speech (terbentuk ketika pengalaman semakin dewasa) dan inner speech (thinking in words). 11Lima prinsip kunci yang diturunkan dari teori vygotsky (Nur, 1999; Nur dan Wikandari, 2000; dan Ibrahim, 2005):Penekanan pada hakikat sosio-kultural dalam belajar bahasa (the sociocultural of language learning). Interaksi individu dengan orang lain merupakan faktor penting yang mendorong atau memicu perkembangan kognitif seseorang.112Lima prinsip kunci yang diturunkan dari teori vygotsky (Nur, 1999; Nur dan Wikandari, 2000; dan Ibrahim, 2005):Zona perkembangan terdekat (zone of Proximal development/ZPD) yaitu suatu wilayah tempat bertemu antara pengertian spontan dengan pengertian sistematis logis orang dewasa (pengertian ilmiah). Zona perkembangan terdekat ini disebut juga dengan istilah Zo-ped. ZPD merupakan suatu ide bahwa siswa belajar bahasa yang paling baik apabila berada dalam wilayah perkembangan terdekat mereka,213Lima prinsip kunci yang diturunkan dari teori vygotsky (Nur, 1999; Nur dan Wikandari, 2000; dan Ibrahim, 2005):Pemagangan kognitif (Cognitive Apprenticesship), menekankan hakikat sosial dan ZPD yang mengacu pada proses di mana seseorang belajar bahasa secara setahap demi setahap untuk memperoleh keahlian dalam interaksinya dengan seorang pakar. Pakar itu bisa orang dewasa atau orang lain yang lebih tua atau kawan sebaya yang lebih tinggi pengetahuannya.3144 prinsip kunci yang diturunkan dari teori vygotsky (Nur, 1999; Nur dan Wikandari, 2000; dan Ibrahim, 2005):Scaffolding, merupakan proses bimbingan dalam menyelesaikan tugas kompleks secara bertahap. Makin lama makin berkurang sampai muncul kemandirian siswa untuk menyelesaikan masalah.415Contoh penerapan kognitif dalam teori vygotsky: misalnya peserta didik ingin supaya cepat memahami angka 5, agar pengertian 5 tertanam makam dapat dilakukan dengan cara mengambil kelereng atau benda lain secukupnya, peserta didik disuruh menghitung satu kelereng, dua kelereng dan seterusnya hingga peserta didik mengerti bahwa satu, satu kelereng, dua, dua kelereng, tiga, tiga kelereng dan seterusnya. Setelah peserta mengerti dilanjutkan dengan semi kongkrit yaitu berupa gambar dan lambang bilangan.16Mirfat: private speech = berimajinasi Mega: private speech ke bahasa asing? Kosa katanya .Private speech: semakin berimajinasi semakin menemukan kosakata banyak.Faizal: belajar bahasa> pendekatan kognitif,

Private speech untuk anak2> second language sering muncul imajinasi.Ide kreativitas dalam learning > usaha memperoleh bahasa dalam private speech