Sgd 3 Lbm 7 Blok 17

  • View
    127

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of Sgd 3 Lbm 7 Blok 17

1. Knpa gusi mmbengkak dan sering berdarah? Terjadi pembesaran (banyaknya pasokan pembuluh drah pada daerah yang terinfeksi ) sehingga sedikit saja terdapat rangsangan dan stimulus menyebabkan mudahnya terjadi inflamasi Pembesaran gingiva adalah suatu keadaan di mana terjadi penambahan ukuran dari gingiva. Dalam keadaan ini, jaringan gingiva menggelembung secara berlebihan di antara gigi dan atau pada daerah leher gigi. Penambahan ukuran ini dapat terjadi secara hipertrofi, hiperplasia, ataupun kombinasi antara keduanya. Dalam penegakan diagnosis pembesaran gingiva, harus dilakukan anamnesis yang teliti dan melakukan pemeiksaan oral diagnosis. Pada beberapa kasus, diperlukan pemeriksaan penunjang berupa biopsi. Pembesaran gingiva (gingival enlargement/overgrowth) adalah peningkatan ukuran gingiva sehingga menutupi sebagian dari mahkota gigi Pembesaran gusi adalah suatu keadaan di mana terjadi penambahan ukuran dari gusi. Dalam keadaan ini, jaringan gusi menggelembung secara berlebihan di antara gigi dan atau pada daerah leher gigi. Penambahan ukuran ini dapat terjadi secara hipertrofi, hiperplasia ataupun kombinasi antara keduanya. Hipertrofi dapat dibedakan dengan hiperplasia sebagai berikut, Hipertrofi (Inflammatory Gingival Enlargement) adalah penambahan ukuran pada sel-sel yang mengakibatkan penambahan ukuran pada suatu organ, sedangkan hiperplasia (Fibrotic Gingival Enlargement) adalah penambahan jumlah selnya. Hipertrofi dan hiperplasia gingiva dapat ditemukan lebih sering pada anak-anak, remaja dan dewasa muda. Pada anak-anak keduanya dapat timbul pada saat tumbuhnya gigi susu atau gigi tetap. 2. Apakah ada hubungan mengkonsumsi obat selama 5 tahun dg penyakit pada gusi? - Ada, Fenitoin dg dosis lebih 300 mg dan dlm jangka waktu lebih 6 bulan stimulasi proliferasi sel2 dlm rongga mulut dan fibroblas (heni) Hiperplasia Gingiva Akibat Obat 1. Anti konvulsan, misal: phenytoin Tidak berkaitan dengan durasi, dosis, atau iritasi lokal Jarang terjadi di bagian gingiva yang tidak terdapat gigi Menghilang secara spontan setelah penghentian obat - Gambaran klinis : Gambaran klinis dan mikroskopis dari pembesaran gingiva yang disebabkan oleh obat-obat yang berbeda mirip. Diawali oleh pembesaran menyerupai manik-manik yang tidak nyeri (di bagian margin gingiva bagian lingual dan papila interdental, yang kemudian menyatu dan membentuk jaringan masif yang menutupi sebagian mahkota gigi. Hiperplasia gingiva akibat obat yang tidak mengalami komplikasi oleh faktor lokal akan berbentuk seperti buah mulberry, batas tegas, berwarna pink

pucat. Permukaannya berbenjol-benjol dan tidak mudah berdarah. Jika mengalami komplikasi akibat faktor lokal akan terjadi pembesaran ukuran dengan warna yang kemerahan atau merah kebiruan dan cenderung mudah berdarah.

2.

Obat imunosupresor, misal: cyclosporine Mekanisme kerja yang pasti tidak diketahui. Pembesaran akibat obat-obatan imunosupresor terjadi pada 30% pasien, baik pemeberian obat secara peroral pembesaran gingiva akibat pemberian fenitoin, tetapi vaskularisasinya maupun intravena. Menurut penelitian, pemberian > 500 mg/hari dapat menginduksi terjadinya pemebesaran gingiva. Secara klinis, gambarannya mirip dengan lebih banyak dibanding akibat fenitoin. Pada beberapa kasus, dapat tampak gambaran inflamasi. Calcium channel blocker, misal: nifedipine Mekanisme kerja obat ini adalah menghambat masuknya ion kalsium melalui membran sel jantung dan otot polos sehingga menghambat mobilisasi kalsium intraseluler. Keadaan ini akan menyebabkan dilatasi arteri koronaria dan arteriol, sehinggan meningkatkan suplai oksigen ke otot jantung dan juga menurunkan hipertensi dengan mendilatasi vaskuler perifer. Nifedipine biasanya juga digunakan bersama cyclosporine pada pasien transplantasi ginjal dan kombinasi kedua obat ini dapat menginduksi pertumbuhan gingiva yang lebih besar.

3.

3. Bagaimana patofisiologi pembesaran gingiva pada pasien epilepsy? PATOGENESIS HIPERPLASIA GINGIVA Terjadinya pertambahan besar gingival yang diinduksi oleh obatobatan ini tidak terlepas dari pengaruh faktor genetik sehingga hanya pada individu tertentu saja bisa terinduksi hiperplasia. Para pakar menghipotesakan bahwa terjadinya pertambahan besar gingival tersebut adalah karena obat atau metabolisme obat yang menyebabkan : 1. Peningkatan sintesa/produksi kolagen oleh fibroblast gingival. 2. Pengurangan degradasi kolagen akibat diproduksinya enzim kolagenase yang inaktif. 3. Pertambahan matriks non-kolagen, sebagai contoh glikosaminoglikans dan proteoglikans dalam jumlah yang lebih banyak dari matriks kolagen. 4

PERANAN OBAT-OBATAN YANG BERPERAN SEBAGAI FAKTOR ETIOLOGI SISTEMIK MENGENAI a. Jenis obat Beberapa jenis obat dengan efek kerja yang berbeda dapat menginduksi hyperplasia gingival non-inflamasi dengan gambaran klinis yang tidak dapat dibedakan. Obat-obatan yang dimaksud adalah : Fenitoin atau dilantin, suatu antikonvulsan yang digunakan dalam perawatan epilepsi Siklosporin, suatu imunosupresif yang biasa digunakan untuk mencegah reaksi tubuh dalam pencangkokan anggota tubuh. Nifedipin, diltiazem, dan verapamil, yaitu penghambat kalsium (calcium blocker) yang digunakan dalam perawatan hipertensi. b. Mekanisme berperannya Mekanisme penginduksian hyperplasia gingival oleh obat-obatan tersebut diatas atau oleh metabolitnya belumlah jelas betul, namun terlepas darimana yang paling berperan ada beberapa hipotesa yang dikemukakan : Pengaruh obat atau metabolit secara tidak langsung Obat atau metabolit menstimulasi diproduksinya IL-2 oleh sel-T, atau diproduksinya metabolit testosterone oleh fibroblast gingiva, yang pada akhirnya akan menstimulasi proliferasi dan atau sintesa kolagen oleh fibroblast gingiva Pengaruh obat atau metabolit secara langsung Obat/metabolit secara langsung menstimulasi proliferasi fibroblast gingival, sintesa protein, dan produksi kolagen Penghambatan aktivitas kolagenase Obat/metabolit dapat menghambat aktivitas kolagenase hingga penghancuran matriks akan terhambat Penghambatan degradasi kolagenase Obat/metabolit menstimulasi terbentuknya kolagenase fibroblastic inaktif, dengan akibat degradasi kolagen akan terhambat Faktor estetis Akhir-akhir ini dihipotesakan adanya faktor genetis yang menentukan kecenderungan bisa terjadi hyperplasia yang diinduksikan obat-obatan pada seseorang. 4. Gambaran klinis apa yg ada pada oral penderita epilepsy Gambaran klinis dan mikroskopis dari pembesaran gingiva yang disebabkan oleh obat-obat yang berbeda mirip. Diawali oleh pembesaran menyerupai manik-manik yang tidak nyeri (di bagian margin gingiva bagian lingual dan papila interdental, yang kemudian menyatu dan membentuk jaringan masif yang menutupi sebagian mahkota gigi. Hiperplasia gingiva akibat obat yang tidak mengalami komplikasi oleh faktor lokal akan berbentuk seperti buah mulberry, batas tegas, berwarna pink pucat. Permukaannya berbenjol-benjol dan tidak mudah berdarah. Jika

mengalami komplikasi akibat faktor lokal akan terjadi pembesaran ukuran dengan warna yang kemerahan atau merah kebiruan dan cenderung mudah berdarah. 5. Obat apa saja yg menyebabkan gingiva enlargement Pembesaran Gingiva yang Diinduksi oleh Obat-obatan a. Antikonvulsan Dilantin adalah hydantoin untuk pengobatan semua jenis epilepsi, kecuali petit mal (kejangringan). Terdapat hubungan antara dilantin dengan pembesaran gingival. Hydantoin lain yang dikenal dapat menginduksi pembesaran gingival adalah ethotoin dan mephenytoin. Antikonvulsan lain yang efek sampingnya sama adalah succimides (ethosuximide, methusuxinimide, dan asam valproic). Phenytoin dapat menstimulasi proliferasi sel seperti fibroblas dan epithelium. Fibroblas yang berasal dari pembesaran gingival yang diinduksi oleh phenytoin menunjukkan peningkatan sintesis sulfat glikosaminoglikan in vitro. Phenytoin bisa menginduksi penurunan penghancuran kolagen sebagai hasil dari produksi kolagenase fibroblas yang tidak aktif. b. Imunosupresan Siklosforin merupakan imunosupresif poten yang digunakan untuk mencegah penolakan organ transplant dan untuk mengobati beberapa penyakit autoimun. Pada pemeriksaan mikroskopis banyak ditemukan sel plasma dan substansi ekstraselular yang amorf yang menandakan bahwa hypersensitivitas dan pembesaran gingival merupakan respon terhadap siklosforin. Siklosforin juga memiliki efek samping lain, sperti nefrotoksisitas, hipertensi, dan hipertrikosis. c. Calcium Channel Blocker Calcium channel blocker merupakan obat yang dikembangkan untuk pengobatan kardiovaskular, seperti hipertensi, angina pektoris, penyempitan arteri koroner, dan aritmia jantung. Obat ini menghambat ion kalsium masuk ke membrane sel jantung dan sel otot polos, memblok pergerakan kalsium ke intraselular. Obat ini dapat langsung menginduksi dilatasi ateri koronari dan arteriol, meningkatkan suplai oksigen ke dalam otot jantung; dan juga mengurangi hipertensi dengan cara mendilatasi vascular perifer. Obat ini merupakan turunan dihydropyridine (amlodipin, felodipin, nicardipin, nifedipin); turunan benzotiazin (diltiazem); dan turunan penilalkilamin (verapamil). Beberapa obat ini dapat menyebabkan pembesaran gingival. Nifedipine merupakan salah satu obat yang sering digunakan, dapat menginduksi pembesaran gingival 20 % pada pasien. Isradipidine merupakan turunan dyhidropidine yang pada beberapa kasus tidak mengakibatkan permbesaran gingiva dapat menggantikan nifedipine. 6. Jenis obat yang diminum apa (epilepsy)? - Fenitoin

-

Obat2 yg meningkatkan transmisi inhibitor GABA : benzodiazepin Penggolongan obat antiepilepsi (1) Hidantoin Fenitoin Fenitoin merupakan obat pilihan pertama untuk kejang umum, kejang tonikklonik, dan pencegahan kejang pada pasien trauma kepala/bedah saraf (11). Fenitoin memiliki range terapetik sempit sehingga pada beberapa pasien dibutuhkan pengukuran kadar obat dalam darah (12). Mekanisme aksi fenitoin adalah dengan menghambat kanal sodium (Na +) (13) yang mengakibatkan