of 94 /94
i PENGARUH PEMBERIAN JANGKA PENDEK EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH Persea americana Mill. TERHADAP KADAR ALBUMIN PADA TIKUS TERINDUKSI KARBON TETRAKLORIDA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.) Program Studi Farmasi Diajukan oleh : VIVO PUSPITASARI ANA MARIA NIM : 118114030 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

i

PENGARUH PEMBERIAN JANGKA PENDEK EKSTRAK ETANOL KULIT

BUAH Persea americana Mill. TERHADAP KADAR ALBUMIN PADA TIKUS

TERINDUKSI KARBON TETRAKLORIDA

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.)

Program Studi Farmasi

Diajukan oleh :

VIVO PUSPITASARI ANA MARIA

NIM : 118114030

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2014

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 2: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

ii

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 3: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

iii

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 4: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

iv

HALAMAN PERSEMBAHAN

“Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya,

sebab Ia yang memelihara kamu”

1 Petrus 5:7

Dengan rasa syukur dan kasih sayang,

Kupersembahkan karya kecil ini

Kepada Yesus Kristus dan Bunda Maria atas penyertaan-Nya,

Bapak, Ibu, Stanis, serta keluarga, atas perhatian serta doa yang selalu diberikan

Sahabat-sahabatku yang telah memberikan semangat dan perhatian

Almamaterku Universitas Sanata Dharma

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 5: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

v

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 6: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

vi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 7: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

vii

PRAKATA

Segala puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang

telah memberkati, sehingga dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh

Pemberian Jangka Pendek Ekstrak Etanol Kulit Persea americana Mill. Terhadap

Kadar Albumin Pada Tikus Terinduksi Karbon Tetraklorida dengan baik. Skripsi ini

disusun sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Farmasi Fakultas Farmasi

Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Kepada para pihak yang memberikan bantuan, bimbingan dalam

penyelesaian skripsi ini, perkenankanlah menyampaikan ucapan terima kasih yang

sedalam-dalamnya kepada :

1. Tuhan Yesus Kristus yang telah memberikan tuntunan, pertolongan serta

kekuatan kepada penulis sehingga skripsi ini dapat terselesaikan sesuai

dengan rencana-Nya.

2. Dekan Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma

3. Ibu Phebe Hendra, M.Si., Ph.D., Apt., selaku Dosen Pembimbing skripsi yang

telah banyak memberikan pengarahan, petunjuk dan dorongan selama

menjalani studi dan dalam menyelesaikan skripsi.

4. Bapak Ipang Djunarko, M. Sc., Apt dan Ibu Dr. Erna Tri Wulandari, M.Si.,

Apt selaku Dosen Penguji skripsi yang telah banyak memberikan koreksi serta

saran kepada penulis demi kemajuan skripsi ini.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 8: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

viii

5. Ibu Agustina Setiawati,M.Sc., Apt. selaku Kepala Penanggung Jawab

Laboratorium Fakultas Farmasi yang telah memberi izin dalam penggunaan

fasilitas laboratorium Farmakologi-Toksikologi, Biofarmasetika-

Farmakokinetika, Farmakognosi-Fitokimia, Farmasi Fisika, Imunologi, dan

Kimia Organik demi kepentingan penelitian ini.

6. Bapak Yohanes Dwiatmaka, M.Si., atas bantuannya dalam determinasi

tanaman Persea americana Mill.

7. Pak Parjiman selaku laboran Imunologi, Pak Heru selaku laboran

Laboratorium Farmakolog-Toksikologi dan Laboratorium Biofarmasetika-

Farmakokinetika, Pak Kayat selaku laboran Laboratorium Biokimia, Pak

Wagiran selaku laboran Laboratorium Farmakognosi-Fitokimia, Pak Agung

selaku laboran Laboratorium Farmasi Fisika, Pak Parlan selaku laboran

Laboratorium Kimia Organik, atas segala kerjasama serta bantuannya di

laboratorium.

8. Bapak, Ibu, adik serta keluarga yang telah memberi dukungan dari awal

sampai akhir penelitian ini, terima kasih atas doa dan perhatiannya selama

penyusunan skripsi ini.

9. Teman-teman penelitian tim kulit alpukat Angeline Syahputri, Gemah Restuti,

Maria Desita, Lusia Drikti, Brigita Wina, Jolina, M.M Risa, Bernadet Birgita,

Fransiska Andriani, Ester Rina, Theresia Eviani, Margareta Tri Nova,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 9: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

ix

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 10: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

x

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .................................................................................................... i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .......................................................... ii

HALAMAN PENGESAHAN ..................................................................................... iii

HALAMAN PERSEMBAHAN .................................................................................. iv

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ....................................................................... v

LEMBAR PENYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH

UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ………………………………………… vi

PRAKATA .................................................................................................................. vii

DAFTAR TABEL ....................................................................................................... xv

DAFTAR GAMBAR ................................................................................................. xvi

DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................................. xvii

INTISARI ................................................................................................................ xviii

ABSTRACT ............................................................................................................... xix

BAB I ............................................................................................................................ 1

PENGANTAR .............................................................................................................. 1

A. Latar Belakang ................................................................................................... 1

1. Perumusan masalah ........................................................................................ 4

2. Keaslian penelitian ......................................................................................... 5

3. Manfaat penelitian .......................................................................................... 5

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 11: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

xi

B. Tujuan Penelitian ............................................................................................... 6

BAB II ........................................................................................................................... 8

PENELAAHAN PUSTAKA ........................................................................................ 8

A. Kulit buah P. americana .................................................................................... 8

1. Taksonomi ...................................................................................................... 8

2. Sinonim .......................................................................................................... 9

3. Nama Lain ...................................................................................................... 9

4. Morfologi ....................................................................................................... 9

5. Kandungan kimia dan kegunaan .................................................................. 10

B. Albumin ........................................................................................................... 11

C. Hati ................................................................................................................... 12

1. Anatomi dan fisiologi hati ............................................................................ 12

2. Hepatotoksisitas ........................................................................................... 15

D. Karbon tetraklorida .......................................................................................... 17

E. Etanol ............................................................................................................... 20

F. Metode Ekstraksi ............................................................................................. 21

G. Landasan Teori ................................................................................................. 21

H. Hipotesis .......................................................................................................... 23

BAB III ....................................................................................................................... 24

METODE PENELITIAN ............................................................................................ 24

A. Jenis dan Rancangan Penelitian ....................................................................... 24

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 12: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

xii

B. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional .................................................. 24

1. Variabel utama ............................................................................................. 24

2. Variabel pengacau ........................................................................................ 24

3. Definisi Operasional ..................................................................................... 25

C. Bahan Penelitian .............................................................................................. 26

1. Bahan utama ................................................................................................. 26

2. Bahan kimia .................................................................................................. 26

D. Alat Penelitian .................................................................................................. 27

1. Alat ektraksi ................................................................................................. 27

2. Alat uji hepatoprotektif ................................................................................ 27

E. Tata Cara Penelitian ......................................................................................... 28

1. Determinasi tanaman P. americana ............................................................. 28

2. Pengumpulan bahan uji ................................................................................ 28

3. Pembuatan serbuk P. americana .................................................................. 28

4. Penetapan kadar air dalam serbuk kering kulit buah P. americana ............. 29

5. Pembuatan sediaan etanol kulit buah P. americana ..................................... 29

6. Pembuatan suspending agent CMC-Na 1% ................................................. 30

7. Penetapan konsentrasi ekstrak ...................................................................... 30

8. Penetapan dosis ekstrak etanol kulit buah P. amerciana ............................. 31

9. Pembuatan suspensi karbon tetraklorida 50% .............................................. 31

10. Uji pendahuluan ........................................................................................... 31

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 13: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

xiii

11. Pengelompokkan hewan uji ......................................................................... 33

12. Pengambilan darah ....................................................................................... 34

13. Pengukuran kadar albumin ........................................................................... 34

F. Tata Cara Analisis Hasil ..................................................................................... 34

BAB IV ....................................................................................................................... 35

HASIL DAN PEMBAHASAN ................................................................................... 35

A. Hasil Determinasi Tanaman ......................................................................... 35

B. Hasil Penimbangan Bobot Ekstrak Etanol Kulit Buah P. americana .......... 35

C. Penetapan Kadar Air Serbuk Kulit Buah P. americana .............................. 36

D. Uji Pendahuluan ............................................................................................... 37

1. Penentuan dosis hepatotoksin karbon tetraklorida ....................................... 37

2. Penentuan waktu pencuplikan darah hewan uji ........................................... 37

3. Penentuan dosis ekstrak etanol kulit buah P. americana ............................. 39

E. Pengaruh Pemberian Jangka Pendek Ekstrak Etanol Kulit Buah P. americana

Terhadap Kadar Albumin Pada Tikus Terinduksi Karbon Tetraklorida ................ 40

1. Kontrol olive oil ........................................................................................... 43

2. Kontrol hepatotoksin karbon tetraklorida dengan dosis 2mL/kg BB ........... 43

3. Kontrol ekstrak etanol kulit buah P. americana........................................... 44

4. Perlakuan jangka pendek ekstrak etanol kulit buah P. americana ............... 45

F. Rangkuman Pembahasan ................................................................................. 48

KESIMPULAN DAN SARAN ................................................................................... 51

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 14: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

xiv

A. Kesimpulan ................................................................................................... 51

B. Saran ............................................................................................................. 51

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................. 52

LAMPIRAN ................................................................................................................ 60

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 15: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

xv

DAFTAR TABEL

Tabel I. Aktivitas serum ALT setelah pemberian karbon tetraklorida

dosis 2 mL/kg BB pada selang waktu 0, 24, dan 48 jam ……….. 38

Tabel II. Hasil uji statistik aktivitas ALT setelah pemberian kabron

tetraklorida dosis 2mL/kg BB pada waktu pencuplikan darah

jam ke 0, 24, serta 48 jam ............................................................... 38

Tabel III. Pengaruh perlakuan jangka pendek ekstrak etanol kulit

P. americana berdasarkan kadar albumin pada tikus yang

terinduksi kabron tetraklorida dosis 2mL/kg BB ............................ 40

Tabel IV. Hasil uji Scheffe kadar albumin tikus setelah pemberian kabron

tetraklorida dosis 2mL/kg BB pada kelompok perlakuan ................ 41

Tabel V. Hasil rendemen ekstrak etanol kulit Persea americana Mill. .......... 73

Tabel VI. Bobot pengeringan ekstrak etanol kulit Persea americana Mill. ..... 74

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 16: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

xvi

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Struktur dasar hati ...................................................................... 14

Gambar 2. Anatomi hati dilihat dari atas .................................................... 14

Gambar 3. Struktur kimia karbon tetraklorida ............................................ 17

Gambar 4. Mekanisme oksidasi dan biotransformasi

karbon tetraklorida ..................................................................... 18

Gambar 5. Mekanisme peroksidasi lipid .................................................... 19

Gambar 6. Indeks polaritas etanol ............................................................... 20

Gambar 7. Diagram batang rata-rata aktivitas SGPT/ALT sel hati tikus

setelah pemberian kabron tetraklorida dosis 2mL/kg BB pada

selang waktu 0,24 dan 48 jam ................................................... 39

Gambar 8. Diagram batang rata-rata pengaruh perlakuan jangka pendek

pemberian ekstrak etanol kulit P. americana terhadap

hepatotoksisitas karbon tetraklorida dilihat dari

kadar albuminnya ...................................................................... 42

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 17: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

xvii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Foto kulit dan biji Persea americana Mill. .............................. 61

Lampiran 2. Foto serbuk kulit Persea americana Mill .................................. 61

Lampiran 3. Foto ekstrak kental kulit Persea americana Mill ...................... 62

Lampiran 4. Foto larutan ekstrak etanol kulit Persea americana Mill .......... 62

Lampiran 5. Surat pengesahan determinasi kulit Persea americana Mill ..... 63

Lampiran 6. Surat pengesahan Medical and Health Research Ethics

Committee .................................................................................. 64

Lampiran 7. Hasil pengujian kadar air serbuk simplisia kulit

Persea americana Mill. ............................................................. 65

Lampiran 8. Analisis statistik aktivitas serum ALT pada uji pendahuluan

Penentuan waktu pencuplikan darah ......................................... 66

Lampiran 9. Analisis statistik kadar serum albumin perlakuan ekstrak

etanol kulit P. americana Mill. setelah induksi karbon

tetraklorida dosis 2mL/kg BB .................................................. 69

Lampiran 10. Hasil rendemen ekstrak etanol kulit P. americana .................... 73

Lampiran 11. Bobot pengeringan ekstrak etanol kulit P. americana sampai

Terbentuk ekstrak kental ........................................................... 74

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 18: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

xviii

INTISARI

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jangka pendek ekstrak etanol kulit buah Persea americana Mill. terhadap kadar albumin pada tikus jantan galur Wistar yang terinduksi karbon tetraklorida dan untuk mengetahui dosis pemberian ekstrak etanol yang paling efektif serta mendapatkan informasi ada tidaknya kekerabatan antara dosis pemberian ekstrak etanol dengan peningkatan kadar albumin tikus.

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni dengan rancangan acak lengkap pola searah. Sebanyak 30 ekor tikus jantan galur Wistar, umur 2-3 bulan, dan berat ± 150-250 gram dibagi secara acak ke dalam enam kelompok perlakuan. Kelompok I (kontrol hepatotoksin) dengan dosis 2 mL/kg BB secara i.p, kelompok II (kontrol negatif) diberi olive oil dosis 2 mL/kg BB secara i.p, kelompok III (kontrol ekstrak) diberi ekstrak etanol kulit Persea americana Mill. dengan dosis 1,4 g/kg BB, kelompok IV-VI (perlakuan) masing-masing kelompok perlakuan diberi ekstrak etanol kulit Persea americana Mill. dengan tiga peringkat dosis, yaitu 0,35; 0,7; 1,4 g/kgBB secara oral enam jam sebelum pemberian hepatotoksin karbon tetraklorida dosis 2 mL/kg BB secara oral. Pada jam ke-24 sesudah pemberian karbon tetraklorida, darah tikus diambil dari sinus orbitalis mata untuk penetapan kadar albumin dan data dihitung menggunakan metode ANOVA satu arah dengan taraf kepercayaan 95% kemudian dilanjutkan uji Scheffe.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit buah P. americana Mill. dosis 0,35 dan 1,4 g/kg BB memberikan pengaruh terhadap peningkatan kadar albumin pada tikus jantan galur Wistar yang terinduksi hepatotoksin karbon tetraklorida. Dosis 0,35 g/kg BB merupakan dosis efektif yang mampu memberikan peningkatan kadar albumin pada tikus jantan galur Wistar terinduksi karbon tetraklorida. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan kadar albumin yang diperoleh tidak ada kekerabatan antara dosis ekstrak etanol dengan respon kadar albumin, karena semakin besar dosis ekstrak etanol yang diberikan tidak diikuti dengan respon kadar albumin yang besar pula.

Kata kunci : kulit buah Persea americana Mill. , albumin, esktrak etanol, karbon tetraklorida

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 19: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

xix

ABSTRACT

This research aims to determine the effect of short-term ethanol extract of the Persea americana Mill peels albumin levels in male Wistar rats induced by carbon tetrachloride and to determine the dose of ethanol extract of the most effective and get the information whether there is a kinship between the dose of ethanol extract with increased rat albumin levels.

This research was an experimental research with direct sampling design. 30 Wistar strain male rats, aged 2-3 months, and 150-250 gram weight were randomly divided into six treatment groups. group 1 (control hepatotoxins) in ip doses of 5, group 2 (negative control) was given olive oil by ip doses of 5, group 3 (control extract) was given Persea bark ethanol extract at a dose of 5, 4-6 group (treatment) each treatment group was given ethanol extract of Persea skin with three doses are ranked 1, 2, 3 orally six hours prior to administration of five doses of hepatotoxins carbon tetrachloride orally. Twenty-four hours letter after administration of carbon tetrachloride, mouse blood was taken from the orbital sinus for determination of albumin eyes and the data are calculated using one-way ANOVA with confidence level 95% and continue Scheffe test.

Results showed that the ethanol extract of Persea americana peels fruit dose of 0,35 and 1,4 g/kg BB to give effect to an increase in albumin levels in male Wistar rats induced by hepatotoxins carbon tetrachloride. 0,35 g/kg BB effective dose is the dose that is capable of providing increased levels of albumin in male Wistar rats induced by carbon tetrachloride. The results indicate that elevated levels of albumin obtained no kinship between the ethanol extract dose response albumin levels, because the larger dose of ethanol extract given is not followed by a response with the greater albumin Keywords : Persea americana Mill peels fruit, albumin, ethanolic extract, carbon tetrachloride

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 20: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

1

BAB I

PENGANTAR

A. Latar Belakang

Kerusakan pada hati akibat bahan kimia, obat, dan virus telah diketahui

dengan baik sebagai problem toksikologi (Day, 2007; Abajo, Montero, Madurga,

Rodriguez., 2004; Kanto, 2005). Beberapa penyakit hati seperti peradangan

(hepatitis) hingga cedera hati (sirosis) disebabkan karena berbagai faktor, yaitu virus,

obat-obatan, dan alkohol (Ganong dan McPhee, 2011). Bahkan penelitian yang

dilakukan oleh Cadman (2000) juga menyatakan bahwa 15-40% kasus penyakit hati

akut diperantarai oleh obat-obatan.

Hati merupakan organ vital yang berperan dalam fungsi memetabolisme

serta detoksifikasi dari perubahan eksogenus dan endogenus seperti xenobiotik, obat

serta infeksi virus (Soni, Mohanty, Jaliwala, 2011). Hati mempunyai empat fungsi

utama yaitu sebagai pembentukan dan ekskresi empedu, fungsi metabolik, fungsi

vaskular, serta pertahanan tubuh (Ganong, 2002). Selain itu hati merupakan sumber

utama protein serum albumin, fibrinogen, dan faktor-faktor koagulasi, plasminogen,

transferin dan globulin beta semua disintesis dalam sel-sel parenkim hati. Perubahan

fraksi protein yang paling banyak terjadi pada penyakit hati adalah penurunan kadar

albumin dan kenaikan kadar globulin. Kadar albumin serum secara teratur menurun

apabila penyakit hati berlangsung lebih dari 3 minggu (Noer, 1996; Sacher dan

McPherson 2004). Apabila terjadi kerusakan hati, maka sirukulasi dari bilirubin akan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 21: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

2

terganggu. Kerusakan pada sel-sel hati yang mengakibatkan ekskresi melalui saluran

empedu terhambat akan menyebabkan bilirubin direct dalam serum meningkat.

Namun, apabila terjadi kegagalan dalam tahap konjugasi bilirubin di hati, maka

bilirubin indirect yang akan meningkat (Pradana, 2007). Maka dikatakan bahwa salah

satu indikator kerusakan sel hati adalah kenaikan kadar bilirubin total dan penurunan

kadar albumin (Wijayanti, 2011).

Salah satu senyawa yang dapat digunakan sebagai senyawa model yang

dapat menyebabkan kerusakan hati adalah karbon tetraklorida (CCl4). Karbon

tetraklorida merupakan senyawa hepatotoksin kuat yang dapat menimbulkan

ketoksikan terhadap hati dan ginjal, karsinogen serta berpengaruh terhadap penipisan

lapisan ozon di atmosfer (Bruckner dan Warren, 2001). Karbon tetraklorida

digunakan sebagai sumber radikal bebas. Karbon tetraklorida di dalam tubuh akan

terurai menjadi senyawa yang memiliki elektron yang tak berpasangan, bersifat

reaktif dan merusak senyawa lain disekitarnya (Handoko , 2005).

Obat-obatan untuk mengatasi adanya kerusakan hati masih jarang

ditemukan di Indonesia. Selain itu, telah dinyatakan oleh WHO (2008) bahwa obat

tradisional berbahan alami, lebih aman dan tidak menimbulkan efek samping. Hal ini

mendorong penggunaan sumber daya alam seperti tanaman menjadi salah satu

alterrnatif yang bisa digunakan. Peran tanaman pada jaman ini mendominasi dalam

menjaga kesehatan manusia serta meningkatkan kualitas hidup.

Tanaman alpukat (Persea americana Mill.) merupakan salah satu tanaman

yang menarik untuk diteliti berkaitan dengan hepatoprotektor (Lu, Arteaga, Zhang,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 22: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

3

Huerta, Go, dan Heber, 2005). Penelitian terhadap P. americana menunjukkan

ekstrak kulit buah memiliki kandungan senyawa fenolik yang lebih tinggi dan

aktivitas antioksidan yang lebih baik bila dibandingkan dengan ekstrak bijinya

(Kosińka, Karamać, Estrella, Hernández, Bartolomé, Dykes, 2012).

Adanya aktivitas antioksidan diharapkan akan mengurangi radikal bebas

(Soong dan Barlow, 2004). Antioksidan merupakan senyawa yang mempunyai

struktur molekul yang dapat memberikan elektronnya dengan cuma-cuma kepada

molekul radikal bebas tanpa terganggu sama sekali dan dapat memutus reaksi

berantai dari radikal bebas (Kumalaningsih, 2006). Penelitian terhadap P. americana

pernah dilakukan sebelumnya (Djunarko dan Hendra, 2013) pada pemberian jangka

pendek ektrak etanol dengan menggunakan biji P. americana terhadap efek

hepatoprotektifnya, penelitian saat ini menggunakan bagian tanaman lainnya yaitu

kulit buah P. americana. Adanya kandungan antioksidan tersebut diharapkan akan

memberikan pengaruh terhadap kadar albumin pada tikus jantan yang terinduksi

karbon tetraklorida pada jangka pendek. Penelitian ini juga bertujuan untuk

mengetahui dosis efektif pemberian jangka pendek ekstrak etanol kulit buah P.

americana terhadap peningkatan kadar albumin serta melihat ada tidaknya

kekerabatan antara dosis dengan peningkatan kadar albumin.

Pada penelitian ini menggunakan bentuk sediaan ekstrak. Penelitian dari

Agnieszka, Magdalena, Isabel, Teresa, Begon, dan Gary (2012) memaparkan bahwa

potensi aktivitas antioksidan yang kuat diperoleh dari ekstrak metanol 80% biji P.

americana. Beberapa sifat pelarut yang dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 23: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

4

proses ekstraksi yang diinginkan berdasarkan pada polaritasnya. Polaritas etanol

(0,68) sedangkan polaritas dari metanol adalah (0,73), sehingga antara metanol dan

etanol memiliki selisih 0,05 memungkinkan adanya kesamaan kandungan antara

ekstrak metanol-air dengan ekstrak etanol-air (Moyler, 1991). Pelarut yang digunakan

dalam penelitian ini adalah etanol bukan metanol karena ekstrak metanol lebih

bersifat toksik bila dibandingkan dengan ekstrak etanol, walaupun dengan kepolaran

yang berbeda diharapkan kandungan senyawa antioksidan di dalamnya masih ada.

Oleh karena itu diperlukan penelitian lebih lanjut untuk melihat adanya pengaruh

pemberian jangka pendek dari ekstrak etanol kulit buah P. americana terhadap kadar

albumin dengan hepatotoksin CCl4.

1. Perumusan masalah

a. Apakah pemberian ekstrak etanol kulit buah P. americana dalam penggunaan

jangka pendek memiliki pengaruh terhadap peningkatan kadar albumin pada

tikus jantan galur Wistar yang terinduksi karbon tetraklorida?

b. Berapa dosis efektif ekstrak etanol kulit buah P. americana pada penggunaan

jangka pendek yang memberikan pengaruh terhadap peningkatan kadar

albumin pada tikus jantan galur Wistar terinduksi kabron tetraklorida?

c. Apakah ada kekerabatan antara dosis pemberian ekstrak etanol kulit buah P.

americana dengan peningkatan kadar albumin dalam penggunaan jangka

pendek pada tikus jantan galur Wistar terinduksi karbon tetraklorida?

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 24: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

5

2. Keaslian penelitian

Ada beberapa penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya yang

berhubungan dengan P. americana meliputi :

1. Kate dan Lucky (2009) melaporkan bahwa ekstrak biji P. americana Mill.

dapat digunakan sebagai antihipertensi, hipoglikemik, dan kolesterol.

2. Djunarko dan Hendra (2013) melaporkan bahwa pemberian akut ekstrak

etanol biji alpukat mempunyai pengaruh terhadap penurunan aktivitas ALT

dan AST pada tikus terinduksi karbon tetraklorida.

3. Kosińka et al., (2012) menyatakan bahwa ekstrak kulit buah P. americana

mempunyai kandungan senyawa fenolik yang lebih tinggi serta aktivitas

antioksidan yang lebih baik bila dibanding dengan ekstrak biji P. americana.

Penelitian mengenai kulit buah P. americana berbeda dengan penelitian-

penelitian yang sudah ada. Sejauh ini belum ada publikasi resmi mengenai

pengaruh pemberian jangka pendek ekstrak etanol kulit buah P. americana pada

tikus jantan galur Wistar yang terinduksi karbon tetraklorida yang dilihat dari

parameter kadar albuminnya.

3. Manfaat penelitian

a. Manfaat teoritis. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan

kontribusi dalam bidang ilmu kesehatan mengenai penggunaan

tanaman obat terhadap peningkatan kadar albumin dalam pemberian

jangka pendek dan dosis efektif ekstrak etanol kulit buah P. americana

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 25: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

6

yang dapat memberikan peningkatan kadar albumin serta kekerabatan

antara dosis pemberian dengan respon kadar albumin yang dihasilkan.

b. Manfaat praktis. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan

informasi kepada masyarakat terkait pengaruh pemberian jangka

pendek ekstrak etanol kulit buah P. americana terhadap peningkatan

kadar albumin terhadap terjadinya penyakit hati .

B. Tujuan Penelitian

1. Tujuan umum

Tujuan dari penelitian ini untuk melihat adanya pengaruh pemberian jangka

pendek ekstrak etanol kulit buah P. americana terhadap kadar albumin pada tikus

jantan galur Wistar terinduksi karbon tetraklorida.

2. Tujuan khusus

a. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui adanya peningkatan kadar albumin

akibat pemberian ekstrak etanol jangka pendek kulit buah P. americana pada

tikus jantan galur Wistar yang terinduksi karbon tetraklorida.

b. Mengetahui besar dosis efektif ekstrak etanol kulit buah P. americana yang

dapat memberikan pengaruh terhadap peningkatan kadar albumin pada tikus

jantan galur Wistar yang terinduksi karbon tetraklorida.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 26: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

7

c. Mengetahui kekerabatan antara dosis pemberian ekstrak etanol kulit buah P.

americana dengan peningkatan kadar albumin dalam penggunaan jangka

pendek pada tikus jantan galur Wistar yang terinduksi karbon tetraklorida.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 27: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

8

BAB II

PENELAAHAN PUSTAKA

A. Kulit buah P. americana

P. americana berasal dari Amerika Tengah dan tumbuh menyebar di daerah

subtropis serta tropis (Kate and Lucky, 2009). Bagian dari tanaman P. americana

yang banyak dimanfaatkan adalah daging buahnya (untuk obat tradisional, bahan

pangan, bahan dasar kosmetik) (BAPPENAS,2000).

1. Taksonomi

Kerajaan : Plantae (Tumbuhan)

Subkerajaan : Tracheobionta

Superdivisi : Spermatophyta

Divisi : Magnoliopsida

Kelas : Dicotyledoneae

Sub Kelas : Magnoliidae

Ordo : Laurales

Famili : Lauraceae

Genus : Persea

Spesies : Persea americana Mill.

(USDA,2014)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 28: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

9

2. Sinonim

Laurus persea L, Persea drymifolia Schlecht. and cham, Persea

gratissima C.F. Gaertn. Persea edulis Raf., Persea nubignenan (L.O.Williams)

L.E. Kopp., Persea gigantean L.O. Williams., Persea gratissima var. macrophylla

Meisn., Persea gratissima var. oblonga Meisn., Persea gratissima var. praecox Nees,

Persea gratissima var. vulgaris Meisn., Persea pleiogyna Blake, Persea nubigena L.

O. Williams, Persea paucitriplinervia Lundell, Persea persea (L.) Cockerell (Lim,

2012).

3. Nama Lain

Malaysia : apukado, avokado, buah mentega

Jerman : Alligatorbirne, Avocadobirne

Amerika : avocado

Inggris : alligator pear, avocado, avocado-pear, butter fruit

Indonesia : adpukat, avokad

(World Agroforestry Centre,2002).

4. Morfologi

Tanaman alpukat merupakan tanaman dengan ukuran medium hingga besar,

yang mempunyai ketinggian antara 9-20 m, Alpukat memiliki daun yang hijau

sepanjang tahun, meskipun beberapa varietas kehilangan daunnya dalam waktu

singkat sebelum berbunga. Daunnya mempunyai panjang 7-41 cm serta mempunyai

berbagai macam bentuk (oval, lonjong) (Orwa, Kindt, Jamnadass, Simons, 2009).

Daun tumbuh tunggal dengan bentuk bulat panjang dengan tepi rata atau berombak,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 29: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

10

letak daun agak tegak, dan permukaannya licin sampai agak kasar. Batang berlekuk-

lekuk dan bercabang banyak, daun berimbun. Bunga tersusun dalam tandan yang

tumbuh dari ujung-ujung ranting. Struktur bunga berkelamin dua (hermaphrodite)

dan pesariannya dibantu oleh lebah madu karena bunganya mempunyai nektar dan

staminod yang berfungsi sebagai alat pemikat serangga. Buah alpukat berbentuk bulat

(pir) sampai lonjong (oblong), kulitnya licin berbintik kuning dengan ketebalan 1mm-

1,5mm, dan pangkal buah tumpul atau meruncing, tergantung jenis atau varietas.

Setiap buah alpukat mengandung satu kulit yang berbentuk jorong dengan ukuran

kecil sampai besar. Kulit dapat digunakan sebagai bahan perbanyak generatif

(Rukmana, 1997)

5. Kandungan kimia dan kegunaan

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Arukwe, Amadi, Duru, Agomuo,

Adindu, Odika,et al., (2012) menyatakan kandungan kimia dari buah serta kulit buah

serta daun P. americana antara lain fenol, saponin, flavonoids. Penelitian Vinha,

Moreira, Sergio dan Barreira (2013) menyatakan bahwa kandungan senyawa pada

kulit buah P. americana meliputi alkaloid, triterpenoid, tannin, flavonoid, fenolik,

dan karotenoid. Penelitian Hutapea (2001), menyatakan buah dan daun P. americana

mengandung saponin, alkaloid dan flavonoid. Buah mengandung tanin dan daun

mengandung polifenol, kuersetin. Flavonoid dapat mencegah kerusakan oksidatif sel,

mempunyai aktifitas perlindungan dan anti kanker yang kuat melawan tahap dalam

karsinogenesis (Salah, Miller, Pangauga, Bolwell, Rice, Evans, 1995). Daging buah

tanaman P. americana biasanya digunakan untuk mengobati sariawan (Hutapea,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 30: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

11

2001). Alhassan, Sule, Atiku, Wudil, Abubakar, Mohammed (2012) melaporkan

bahwa ekstrak air dari biji P. americana mempunyai peran sebagai efek antidiabetik.

B. Albumin

Albumin merupakan faktor penting dalam menentukan tekanan onkotik

darah ; juga terlibat dalam transportasi berbagai zat endogen seperti bilirubin tak

terkonjugasi, hormon dan zat eksegon termasuk obat; efek antioksidan dan

antiinflamasi (Evans, 2002; Quinlan,Martin,Evans 2005; Lee, 2012). Albumin

didistribusikan ke intravaskular sebanyak 40% sedangkan 60% nya didistribusikan ke

bagian ekstravaskular (Belfort, Soade Foley, Phelan and Dildy, 2010). Albumin

diproduksi oleh hati kira-kira 12 g albumin per hari yang merupakan kira-kira 25%

dari total sintesa protein hati (Supriyanta, 2012).

Apabila disfungsi hepatoselular berlangsung lama maka akan menyebabkan

kadar protein plasma akan menurun. Dalam hal ini maka penurunan kadar albumin

dan kenaikan kadar globulin merupakan perubahan fraksi protein yang paling banyak

terjadi pada penyakit hati. Secara teratur kadar albumin serum menurun bila penyakit

hati berlangsung lebih dari 3 minggu (Lopa, Rusli, Arif, Hardjoeno, 2007). Sirosis

merupakan penyakit hati yang menimbulkan berbagai gangguan fungsi hati, salah

satunya yaitu gangguan sintesis albumin yang akan menyebabkan penurunan albumin

(Hasan dan Indra, 2008).

Sintesa albumin dimulai di dalam nukleus, gen ditranskripsikan ke dalam

messenger ribonukleic acid (mRNA). mRNA disekresikan ke dalam sitoplasma,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 31: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

12

dimana albumin berikatan dengan ribosom, membentuk polysome yang mensintesa

preproalbumin. Preproalbumin merupakan molekul albumin dengan asam amino

yang disambung pada terminal N yang mana sambungan asam amino ini akan

memberi isyarat penempatan preproalbumin ke dalam membran retikulum

endoplasma (RE). Ketika berada di dalam lumen retikulum endoplasma, asam amino

akan memecah, menyisakan albumin (albumin dengan asam amino yang tersisa).

Proalbumin merupakan bentuk intraseluler yang utama dari albumin. Proalbumin

kemudian dikirim ke aparatus golgi, dimana 6 sambungan asam amino dipindahkan

sebelum albumin disekresi oleh hepatosit (Bangun, 2008).

C. Hati

1. Anatomi dan fisiologi hati

Hati adalah kelenjar yang paling besar dalam tubuh manusia dengan berat

1500 gram atau 1,5 kg. Bagian superior dari hati cembung dan terletak di bawah

kubah kanan diafragma (Baradero, Siswadi, dan Ester, 2008).

Hati merupakan organ yang memainkan peranan penting selama proses

metabolis (Stine dan Brown, 1996). Hati memiliki peran, diantaranya yaitu sebagai

fungsi sintesis/ pembentukan lemak, protein, faktor pembekuan, glukosa, dan garam

empedu; fungsi ekskresi/ pengeluaran garam empedu dan bilirubin; fungsi

penyimpanan protein, lemak, dan glukosa, vitamin serta mineral; fungsi detoksifikasi

(Cahyono, 2009). Dalam hal sekresi, hati memproduksi empedu yang berperan dalam

emulsifikasi dan absorpsi lemak. Hati mempertahankan homeostatik gula darah, akan

menyimpan glukosa dalam bentuk glikogen dan mengubahnya kembali menjadi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 32: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

13

glukosa jika diperlukan tubuh. Organ ini juga akan menyintesis protein plasma dan

faktor-faktor pembekuan darah serta bilirubin dari produk penguraian hemoglobin

dan mensekresinya ke dalam empedu. Pada proses detoksifikasi, hati melakukan

inaktivasi hormone dan detoksifikasi toksin dan obat (Slonane, 2003).

Hati seluruhnya diliputi oleh capsula fibrosa namun ada juga yang tidak

diliputi oleh peritoneum visceral, yakni suatu daerah pada facies posterior yang

melekat langsung pada diafragma; disebut area kanan omentum minus membungkus

bersama vena porta hepatis, arteria hepatica dan ductus choledochus (Gambar 1)

(Widjaja, 2009).

Hati menerima darah teroksigenasi dari arteri hepatika dan darah yang tidak

teroksigenasi tetapi kaya akan nutrient dari vena portal hepatika (Sloane,2003) .

Arteri hepatika yang keluar dari aorta dan memberikan seperlima darahnya pada hati,

yang mana darah tersebut memiliki kejenuhan oksigen 95-100 persen. Vena porta

yang terbentuk dari vena lienalis dan vena mesenterika superior memberikan empat

perlima darahnya ke hati, yang mempunyai kejenuhan oksigen 70 persen. Vena

hepatika mengembalikan darah dari hati ke vena kava inferior (Pearce, 2009). Hati

dibagi menjadi dua bagian yaitu lobus kanan dan lobus kiri (Sloanane, 2003). Ukuran

lobus kanan hati biasanya lebih besar dari lobus kirinya (Gambar 2), dan memiliki

tiga bagian yakni lobus kanan atas, lobus kaudatus, lobus kuadratus. Ligamen

falsiform (Gambar 2) memisahkan lobus kanan dan lobus kiri (Sloanane, 2003).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 33: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

14

Gambar 1. Struktur dasar hati (Tortora dan Derrickson, 2008)

Gambar 2. Anatomi hati dilihat dari atas (Pearce,2009)

Hati tersusun dari sel-sel yang mempunyai bentuk atau pola heksagonal yang

khas atau yang disebut dengan lobulus. Sel epitel yang dikenal dengan nama

hepatosit akan berhubungan dengan vena central (Stine dan Brown, 1996). Dari

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 34: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

15

beberapa deretan sel-sel hati yang berbentuk seperti sinar, ada sinusoid yang

membawa darah dari cabang-cabang vena porta dan arteria hepatika ke vena hepatika.

Di dinding sinusoid terdapat sel fagosit (sel Kupffer) yang akan menelan eritrosit dan

leukosit yang mati, mikroorganisme, dan benda asing. Sel hati kemudian

menghasilkan empedu yang kemudian dialirkan melalui kanalikuli (Baradero dkk.,

2008).

2. Hepatotoksisitas

Jenis-jenis kerusakan hati meliputi; antara lain :

a. Nekrosis.

Nekrosis atau yang dikenal dengan istilah kematian sel hati merupakan

akibat dari adanya kerusakan sel akut secara tidak terkontrol yang biasanya ditandai

dengan hancurnya inti, adanya kebocoran serta pembengkakan sel yang kemudian

ditambah dengan masuknya sel-sel radang (Sudiana, 2008).

b. Steatosis

Steatosis merupakan respon umum akibat paparan akut hepatotoksin

kecuali parasetamol. Pada umumnya steatosis yang diinduksi oleh zat beracun

bersifat reversibel dan tidak menyebabkan kematian (Treinen dan Moslem, 2001).

Selain itu, perlemakan hati dapat berasal dari peningkatan sintesis atau esterifikasi

lemak, penurunan asam oksdiasi lemak, sekresi lipoprotein, kelebihan pasokan asam

lemak bebas ke hati, gangguan pada siklus trigliserida (Gregus dan Klaaseen, 2001).

Steatosis sebagai akibat dari terakumulasinya butir lemak trigliserida di dalam

hepatosit (Robbins & Cotran, 2005).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 35: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

16

c. Sirosis

Sirosis adalah penyakit kronis difus yang disertai nekrosis hepatosit,

fibrosis hati, dan regenerasi nodul hati disertai kekacauan arsitektur hati. Penyebab

dari penyakit ini antara lain pajanan obat, hepatitis virus, kongessti, alkohol (Sacher

dan Mc Pherson, 2004). Penyakit ini menimbulkan berbagai gangguan fungsi hati,

salah satunya yaitu gangguan sintesis albumin (Hasan dan Indra, 2008). Pada sirosis,

area hati yang rusak dapat menjadi permanen dan menjadi sikatriks. Darah tidak

dapat mengalir dengan baik pada jaringan hati yang rusak dan hati mulai menciut,

serta menjadi keras. Sirosis tidak dapat disembuhkan, sehingga pengobatan dilakukan

untuk mengatasi kompliasi yang terjadi seperti mata kuning, keluar darah pada feses

serta muntah dan koma hepatikum. Untuk mendeteksi adanya sirosis hati ini dapat

dilakukan pemeriksaan enzim SGOT-ALT, waktu protombin dan protein (Albumin-

Globulin) elektroforesis (rasio Albumin-Globulin terbalik) (Direktorat Bina Farmasi

Komunitas dan Klinik, 2007).

d. Kolestasis dan Jaundice.

Kolestasis adalah kegagalan hati untuk mengekskresikan bilirubin, yang

menyebabkan ikterus bila kadar bilirubin serum melebihi 2 mg/100mL (Sabiston,

1995). Kolestasis yang merupakan keadaan akibat kegagalan produksi dan/atau

pengeluaran empedu. Kolestasis yang telah lama diderita dapat menyebabkan

gagalnya penyerapan lemak dan vitamin A,D,E,K oleh usus, juga adanya

penumpukan asam empedu bilirubin dan kolesterol di hati. Jaundice yaitu keadaan

adanya kelebihan bilirubin dalam sirkulasi darah dan penumpukan pigmen empedu

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 36: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

17

pada kulit, membrane mukosa dan bola mata. Gejala ini timbul ketika kadar bilirubin

total dalam darah melebihi 3 mg/dL (Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik,

2007).

Berdasarkan penjelasan mengenai ketiga macam kerusakan hati di atas, maka

yang kerusakan hati (sirosis) adalah yang berpengaruh terhadap terjadinya penurunan

kadar albumin.

D. Karbon tetraklorida

Gambar 3. Struktur kimia karbon tetraklorida (Pubchem, 2014)

Karbon tetraklorida (Gambar 3) yang merupakan golongan halogen,alifatik

mempunyai bau khas, berbentuk cair serta tidak berwarna (Badan Pengawas Obat dan

Makanan,2014). Dahulunya karbon tetraklorida digunakan sebagai cairan pembersih

baik itu dalam skala rumah tangga ataupun dalam skala industry, karena sifatnya yang

tidak mudah terbakar juga maka karbon tetraklorida digunakan untuk pemadam

kebakaran (U.S Departement of Health and Human Services, 2005). Karbon

tetraklorida (CCl4) lazim dipakai sebagai penginduksi kerusakan hati sehingga sering

digunakan ketika pengujian aktivitas hepatoprotektor suatu zat (Panjaitan,

Handharyani, Chairul, Masriani, Zakiah, Manalu, 2007).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 37: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

18

Alasan hati menjadi target utama pada ketoksikan karbon tetraklorida karena

ketoksikannya tergantung pada aktivasi metabolism oleh sitokrom P-450 (CYP2EI)

(Timbrell, 2008). Pada bagian sentrilobular dan daerah tengah hati terjadi

penghancuran sitokrom P-450. Senyawa ini selektif untuk isoenzim tertentu,

sedangkan pada tikus selektif untuk CYP2E1, sedangkan untuk isoenzim lain seperti

CYP1A1 tidak berpengaruh. Ketersediaan jumlah oksigen akan mempengaruhi

penghacuran CYP2E1, ketika jumlah oksigen yang tersedia lebih banyak maka

penghancuran akan menjadi lebih besar (Timbrell, 2008).

Gambar 4. Mekanisme oksidasi dan biotransformasi karbon tetraklorida

(Timbrell,2000).

Hepatotoksik yang ditimbulkan oleh CCl4 disebabkan oleh senyawa hasil

metabolism yang bersifat radikal bebas. Senyawa radikal bebas tersebut adalah

(CCl3●) dan kemudian akan diubah menjadi triklorometilperoksi (CCl3O2●) yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 38: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

19

bersifat lebih reaktif (Gambar 4) (Hodgson, 2010). Triklorometil (CCl3●) dengan

oksigen akan membentuk radikal triklorometilperoksi nantinya akan menyerang lipid

membran retikulum endoplasma dengan kecepatan yang melebihi radikal bebas

triklorometil menyebabkan peroksidasi lipid yang akan mengganggu homeostatis

Ca2+ sampai akhirnya menyebabkan kematian sel (Shanmugasundaram dan

Venkataraman, 2006). Peroksidasi lipid rekasi berantai (Gambar 5) yaitu dengan

penambahan oksigen radikal yang menyebabkan kerusakan oksidatif dari asam lemak

tak jenuh (PUFA) serta menghasilkan reaksi berantai yang akan dihentikan dengan

adanya produk pemecah lipid seperti lipid alkohol, aldehid serta malondialdehid

(Repetto, Semprine, dan Boveris, 2012 ; Timbrell,2008).

Gambar 5. Mekanisme peroksidasi lipid (Ayala et al., 2014)

Tahap pertama allilik hidrogen peroksidan akan membentuk karbon radikal

yang berpusat pada lipid, karbon radikal ini cenderung stabil oleh adanya penataan

ulang molekul pada diena terkonjugasi. Tahap propagasi, lipid radikal cepat beraksi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 39: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

20

dengan oksigen untuk membentuk lipid peroksi radikal (langkah kedua), hidrogen

dari molekul lipid lain akan menghasilkan lipid hidroperoksida dan radikal lipid

(Ayala, Muńoz, Argüelles, 2014)

E. Etanol

Etanol yang juga dikenal sebagai etil alcohol, mempunyai struktur molekul

CH3CH2OH. Etanol berupa cairan jernih yang tidak berwarna (United States

Departement of Energy, 2014). Etanol memiliki polaritas sebesar 5,2 (Gambar 6).

Dalam bidang farmasi, etanol sering digunakan sebagai pengawet serta pelarut

sediaan farmasi serta desinfektan topikal dikarenakan memiliki aktivitas bakterisida

(Pubchem, 2014).

Sama seperti metanol, ketika etanol yang berada di dalam tubuh mengalami

oksidasi oleh enzim alcohol dehydrogenase di hati. Asetaldehid merupakan produk

pertama dari hasil oksidasi selain asam asetat. Produk oksidasi yang dihasilkan

kurang toksik bila dibandingkan dengan produk oksidasi dari metanol (Stoker,2012).

Gambar 6. Indeks polaritas etanol (Watson, 2005)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 40: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

21

F. Metode Ekstraksi

Ekstrak adalah sediaan kering, cair ataupun kental dibuat dengan penyari

simplisia menurut cara yang cocok, diluar dari pengaruh cahaya matahari langsung

(Badan Pengawas Obat dan Makanan, 2010). Maserasi adalah proses ekstraksi

simplisia menggunakan pelarut dengan beberapa kali pengocokan atau pengadukan

pada temperatur ruangan (Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan RI,

2000). Menurut Darwis (cit., Basuki 2009) maserasi merupakan proses yang sangat

menguntungkan dalam isolasi senyawa bahan alam karena dengan perendaman

sampel tumbuhan akan terjadi pemecahan dinding dan membran sel akibat perbedaan

tekanan antara di luar dan di dalam sel menyebabkan metabolit sekunder yang ada

dalam sitoplasma akan terlarut dalam pelarut organik.

G. Landasan Teori

Hati adalah kelenjar yang paling besar dalam tubuh manusia dengan berat

1500 gram atau 1,5 kg (Baradero dkk., 2008). Hati mempunyai empat fungsi utama

yaitu sebagai pembentukan dan ekskresi empedu, fungsi metabolik, fungsi vaskular,

serta pertahanan tubuh (Ganong, 2002). Selain itu hati merupakan sumber utama

protein serum albumin, fibrinogen, dan faktor-faktor koagulasi, plasminogen,

transferin dan globulin beta semua disintesis dalam sel-sel parenkim hati (Noer, 1996;

Sacher dan McPherson 2004). Albumin merupakan faktor penting dalam menentukan

tekanan onkotik darah (Evans, 2002).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 41: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

22

Karbon tetraklorida (CCl4) lazim dipakai sebagai penginduksi kerusakan hati

sehingga sering digunakan ketika pengujian aktivitas hepatoprotektor suatu zat

(Panjaitan dkk., 2007). Hepatotoksik yang ditimbulkan oleh CCl4 disebabkan oleh

senyawa hasil metabolism yang bersifat radikal bebas. Senyawa radikal bebas

tersebut adalah (CCl3●) dan kemudian akan diubah menjadi triklorometilperoksi

(CCl3O2●) yang bersifat lebih reaktif (Hodgson,2010). Radikal triklorometilperoksi

menyebabkan peroksidasi lipid yang akan mengganggu homeostatis Ca2+ sampai

akhirnya menyebabkan kematian sel (Shanmugasundaram dan Venkataraman, 2006).

Untuk mengurangi adanya peroksidasi lipid tersebut maka diperlukan senyawa

antioksidan (berasal dari kulit buah P. americana) yang akan memberikan proteksi

tubuh terhadap hepatotoksisitas.

Pelarut organik yang digunakan yaitu pelarut semipolar, digunakan pelarut

etanol supaya mampu mengisolasi kandungan senyawa dari kulit buah P.americana.

Penelitian terhadap P. americana menunjukkan ekstrak kulit buah memiliki

kandungan senyawa fenolik yang lebih tinggi dan aktivitas antioksidan bila

dibandingkan dengan ekstrak bijinya (Kosińka et.al., 2012). Adanya kandungan

antioksidan diharapkan dapat memberikan pengaruh terhadap kadar albumin pada

tikus jantan galur Wistar yang terinduksi karbon tetraklorida pada jangka pendek.

Penelitian Djunarko dan Hendra (2013) melaporkan adanya efek hepatoprotekif dari

pemberian jangka pendek ekstrak etanol biji P. americana.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 42: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

23

H. Hipotesis

Pemberian jangka pendek ekstrak etanol kulit buah P. americana memiliki

pengaruh terhadap peningkatan kadar albumin pada tikus jantan galur Wistar

terinduksi karbon tetraklorida. Adanya kekerabatan antara peningkatan dosis ekstrak

etanol kulit buah P. americana terhadap respon kadar albumin yang dihasilkan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 43: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

24

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis dan Rancangan Penelitian

Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimental murni dengan

rancangan penelitian acak lengkap pola searah.

B. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional

1. Variabel utama

a. Variabel bebas, yaitu variasi dosis jangka pendek pemberian ekstrak

etanol kulit buah P. americana pada tikus jantan terinduksi karbon tetraklorida.

b. Variabel tergantung, yaitu kadar albumin pada tikus jantan galur Wistar

yang terinduksi karbon tetraklorida setelah pemberian jangka pendek ekstrak etanol

kulit buah P. americana.

2. Variabel pengacau

a. Variabel pengacau terkendali, antaralain kondisi hewan uji, yaitu tikus

galur Wistar berjenis kelamin jantan, umur 2-3 bulan dan mempunyai berat badan

150-250g, frekuensi pemberian ekstrak etanol kulit buah P. americana selama 6 jam,

cara pemberian hepatotoksin secara intraperitoneal (i.p), bahan uji yang digunakan

berupa kulit buah P. americana.

b. Variabel pengacau tak terkendali, yaitu kondisi patologis dari hewan uji.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 44: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

25

3. Definisi Operasional

a. Kulit buah P. americana. Kulit buah P. americana berwarna hijau, segar

dan tidak bercacat yang diambil dari buah P. americana.

b. Ekstrak etanol kulit buah P. americana. Ektrak etanol kulit buah P.

americana merupakan ekstrak kental dari serbuk kering kulit P. americana seberat

40,0 g yang dilarutkan dalam 200 mL pelarut etanol secara maserasi selama 5x24 jam

dengan sesekali penggojogan, hasil maserasi kemudian disaring menggunakan corong

Buchner yang dilapisi kertas saring, sehingga diperoleh filtrat. Serbuk sisa

perendaman diremaserasi kembali dengan pelarut etanol 70% kemudian dimaserasi

selama 2 hari dengan sesekali penggojogan, selanjutnya disaring, dievaporasi,

diuapkan di atas waterbath selama 12 jam pada suhu 800C hingga bobot tetap.

c. Bobot tetap. Penimbangan telah mencapai bobot tetap apabila perbedaan

dua kali penimbangan berturut-turut setelah diuapkan di atas waterbath selama 1 jam

konstan atau tidak melebihi 0,0005 g pada timbangan.

d. Dosis efektif. Dosis minimum dari ekstrak etanol kulit buah P. americana

yang dapat meningkatkan kadar albumin dan memberikan hasil berbeda bermakna

dengan kelompok kontrol hepatotoksin karbon tetraklorida 2mL/kg BB.

e. Peningkatan albumin. Kemampuan ekstrak etanol kulit buah P. amercina

dalam meningkatkan kadar albumin dibandingkan dengan kontrol hepatotoksin

karbon tetraklorida.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 45: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

26

f. Pemberian jangka pendek. Pemberian ekstrak etanol kulit buah P.

americana kepada hewan uji dengan waktu 6 jam sebelum pemberian karbon

tetraklorida.

C. Bahan Penelitian

1. Bahan utama

a. Hewan uji yang digunakan adalah tikus jantan galur Wistar berumur 2-3 bulan

dengan berat badan 150-250g yang diperoleh dari Laboratorium Imunologi

Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

b. Bahan uji yang digunakan adalah serbuk kering kulit buah P. americana yang

diperoleh dari daerah depot es Teller 77 di Yogyakarta pada bulan Juni 2014.

2. Bahan kimia

a. Karbon tetraklorida yang digunakan sebagai hepatotoksin diperoleh dari

Laboratorium Kimia Analisis Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta.

b. Etanol teknis (pelarut ekstrak) diperoleh dari toko bahan kimia Genera Labora

Yogyakarta.

c. Olive oil (Bertolli®)

d. Bahan pelarut aquadest diperoleh dari Laboratorium Kimia Organik Fakultas

Farmasi Universitas Sanata Dharma.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 46: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

27

e. Natrium-Carboxymethyl Cellulosa (CMC-Na) sebagai pelarut ekstrak kental

kulit buah P. americana yang diperoleh dari Laboratorium Biofarmasetika

Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

f. Blanko pada pengukuran aktivitas ALT-AST serum menggunakan

aquabidestilata yang diperoleh dari Laboratorium Kimia Analisis dan

Instrumental Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

g. Reagen DyaSyss untuk mengukur aktivitas serum ALT dan AST.

h. Reagen serum albumin

D. Alat Penelitian

1. Alat ektraksi

Alat-alat gelas yang meliputi gelas ukur, labu ukur, cawan porselen,

Erlenmeyer, Bekker glass, corong Buchner, batang pengaduk, pipet tetes, ayakan No.

40 Electric Sieve Shaker, timbangan analitik Mettler Toledo ® , rotary vacuum

evaporator IKAVAC ®,

2. Alat uji hepatoprotektif

Alat-alat gelas yang meliputi Bekker glass, tabung reaksi, batang pengaduk,

gelas ukur, pipet tetes. Timbangan elektrik, spuit per oral, syringe 3 cc Terumo® dan,

pipa kapiler, tabung Eppendorf.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 47: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

28

E. Tata Cara Penelitian

1. Determinasi tanaman P. americana

Determinasi dilakukan dengan mencocokkan tanaman P. americana yang

diperoleh dari depot es Teller 77 di Yogyakarta dengan tanaman P. americana

yangterdapat dalam buku acuan Agrilink. Tujuan dilakukannya determinasi yaitu

untuk memastikan bahwa serbuk yang digunakan dalam penelitian ini merupakan

tanaman P. americana. Determinasi ini dilakukan di Fakultas Farmasi, Universitas

Sanata Dharma, Yogyakarta.

2. Pengumpulan bahan uji

Bahan uji yang digunakan adalah kulit buah P. americana yang masih segar

dan tidak busuk yang diperoleh dari depot es Teller 77 di Yogyakarta pada Juni 2014.

3. Pembuatan serbuk P. americana

Serbuk kulit buah P. americana diambil dari depot es Teller 77 pada bulan

Juni 2014, kemudian dibersihkan kulitnya dan dipisahkan dari bijinya sambil dicuci

di bawah air mengalir, tujuannya untuk membersihkan kulit dari kotoran. Kulit yang

masih bagus dan segar yang akan digunakan, dipotong menjadi ukuran yang lebih

kecil serta diangin-anginkan. Jika sudah tidak terlalu basah maka kemudian

dikeringkan ke dalam oven selama 24 jam dengan suhu 500C. Kulit yang sudah

kering lalu dihaluskan dengan mesin penyerbuk sehingga diperoleh serbuk kulit P.

americana. Untuk memperoleh ukuran yang homogen maka serbuk yang sudah

diperoleh diayak dengan ayakan no.40 supaya mendapatkan luas permukaan yang

lebih besar sehingga lebih mudah larut.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 48: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

29

4. Penetapan kadar air dalam serbuk kering kulit buah P. americana

Penetapan kadar air serbuk kulit buah P. americana bertujuan untuk

mengetahui kadar air dalam serbuk dan untuk memenuhi persyaratan serbuk yang

baik, yaitu kurang dari 10% (Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan,

1995).

Penetapan kadar air serbuk kulit buah P. americana dilakukan di

Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu, Universitas Gajah Mada dengan

metode gravimetri.

5. Pembuatan sediaan etanol kulit buah P. americana

Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi. Sebanyak 40 g serbuk kulit buah

P. americana direndam dalam 200 mL pelarut etanol 70% dimaserasi pada suhu

kamar selama 5 x 24 jam sesekali dilakukan penggojogan. Setelah dilakukan

perendaman, hasil maserasi kemudian disaring menggunakan corong Buchner yang

dilapisi kertas saring sehingga diperoleh filtrat. Serbuk sisa perendaman dimaserasi

kembali dengan 200 mL etanol 70 % selama 2 x 24 jam sesekali dilakukan

penggojogan. Filtrat hasil saringan dipindahan ke labu alas bulat untuk dievaporasi

untuk menguapkan cairan penyari pada proses maserasi. Hasil evaporasi dituangkan

dalam cawan porselen yang telah ditimbang sebelumnya agar mempermudah

perhitungan rendemen ekstrak yang akan diperoleh. Cawan porselen yang berisi

larutan hasil evaporasi digunakan di atas waterbath dengan suhu 800C untuk

mendapatkan ekstrak etanol kulit buah P. amerciana dengan bobot pengeringan

ekstrak yang tetap, yang bertujuan untuk menghitung sisa zat setelah dilakukan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 49: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

30

pengeringan. Ekstrak yang diperoleh ditimbang setiap satu jam sampai memperoleh

bobot yang konstan. Berat tetap digunakan sebagai batasan akan seberapa banyak

senyawa yang hilang selama proses pengeringan yang nantinya akan berpengaruh

pada konsentrasi serta dosis ekstrak. Ekstrak kemudian disimpan di dalam desikator,

dan dilakukan perhitungan rata-rata rendemen enam replikasi ekstrak etanol kulit

buah P. americana kental yang telah dibuat.

Rata-rata rendemen = 𝑟𝑒𝑝 1+𝑟𝑒𝑝 2+𝑟𝑒𝑝 3+⋯+𝑟𝑒𝑝 8+𝑟𝑒𝑝 9+𝑟𝑒𝑝 1010

Rendemen ektrak = 𝑟𝑎𝑡𝑎−𝑟𝑎𝑡𝑎 𝑟𝑒𝑛𝑑𝑒𝑚𝑒𝑛𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑠𝑖𝑚𝑝𝑙𝑖𝑠𝑖𝑎

x 100%

6. Pembuatan suspending agent CMC-Na 1%

Pembuatan CMC-Na 1% dilakukan dengan ditimbang saksama sebanyak 1

gram CMC-Na ke dalam air sampai volume 100,0 mL kemudian didiamkan selama

24 jam.

7. Penetapan konsentrasi ekstrak

Konsentrasi ekstrak yang digunakan yaitu konsentrasi pekat, yang mana pada

konsentrasi tersebut tersebut ekstrak dapat dimasukkan serta dikeluarkan dari spuit

oral yang digunakan. Mengacu pada penelitian Nopitasari (2013), konsentrasi

ekstrak di dapat dengan melarutkan sebanyak 3,5 g dalam labu ukur 50 mL dengan

pelarut yang sesuai yaitu CMC-Na 1% sehingga konsentrasi ekstrak dapat ditetapkan

sebesar 7% b/v atau 0,07 gram/mL atau 70 mg/mL.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 50: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

31

8. Penetapan dosis ekstrak etanol kulit buah P. amerciana

Tikus dengan bobot tertinggi (250 mg) digunakan untuk perhitungan

penetapan peringkat dosis, konsentrasi dan pemberian setengah volume cairan peroral

yaitu 5 mL serta konsentrasi ektrak kulit buah P. americana yang dapat dimasukkan

dan dikeluarkan melalui spuit oral yaitu 7% atau 70 mg/mL, berdasarkan penelitian

Nopitasari (2013) maka penetapan dosis tertinggi ekstrak diperoleh sebagai berikut :

BB x D = C x V

0,250 kg x D = 70 mg/mL x 5 mL D= 1400 mg/kg BB

Dosis tengah dan dosis rendah ditentukan dengan menurunkan dua dan

empat kalinya dari dosis tertinggi, sehingga diperoleh dosis 700 dan 350 mg/Kg BB.

Dosis yang digunakan 350, 700, dan 1400 mg/kg BB.

9. Pembuatan suspensi karbon tetraklorida 50%

Suspensi karbon tetraklorida dibuat dalam konsentrasi 50% dengan

perbandingan 1:1 yaitu melarutkan 50mL karbon tetraklorida ke dalam olive oil

sebanyak 50 mL (Janakat dan Merrie, 2002).

10. Uji pendahuluan

a. Penetapan dosis hepatotoksin karbon tetraklorida. Penetapan dosis

hepatoksin ini dilakukan dengan melakukan studi literatur terlebih dahulu. Dosis

hepatoksin yang digunakan dalam penelitian ini mengacu berdasar penelitian Janakat

dan Merie (2002), yang membuktikan bahwa dosis karbon tetraklorida yang

menyebabkan hepatotoksik yaitu dosis 2 mL/kg BB secara intraperitoneal (i.p).

Dosis hepatotoksin di atas ditentukan berdasarkan parameter ALT. Penelitian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 51: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

32

Mahmud, Bachar serta Qais (2012)melaporkan bahwa pada tikus yang telah

terinduksi karbon tetraklorida secara intraperitoneal (i.p), menunjukkan adanya

peningkatan ALT yang diikuti dengan penurunan kadar albumin. Pada tikus

terinduksi karbon tetraklorida maka aktivitas ALT dan AST akan meningkat, dan

juga kadar albumin pada tikus tersebut akan menurun (Ahmed, Alam, Varshney,

Khan, 2002). Penelitian Sivakrishnan, Kottaimuthu (2014) juga menunjukkan bahwa

aktivitas ALT dan AST meningkat dan juga kadar albumin akan menurun namun

dalam hal ini tikus terinduksi hepatotoksin parasetamol. Tujuan dilakukannya

penetapan dosis dari karbon tetraklorida ini yakni mengetahui pada dosis berapa

hepatotoksin karbon tetraklorida dapat menimbulkan kerusakan hati ditunjukkan

dengan adanya penurunan kadar albumin tetapi tidak menimbulkan kematian pada

hewan uji..

b. Penetapan waktu cuplikan darah. Untuk menetapkan waktu pencuplikan

darah dilakukan orientasi dengan satu kelompok. Dalam satu kelompok terdiri dari 8

ekor tikus. Pengambilan darah dilakukan melalui sinus orbitalis mata. Pada jam ke 0,

24, dan 48 jam setelah pemejanan karbon tetraklorida, setelah itu diukur aktivitas

ALT nya, dari pengukuran aktivitas ALT ini bisa menjadi acuan untuk pengukuran

albumin. Penelitian Janakat dan Merie (2002) menunjukkan bahwa pada jam ke-24

setelah pemberian hepatoksin karbon tetraklorida mencapai aktivitas ALT serum

maksimal kemudian pada jam ke-48 akan mulai menurun aktivitasnya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 52: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

33

11. Pengelompokkan hewan uji

Tiga puluh ekor tikus dibagi ke dalam enam kelompok perlakuan secara acak

dengan masing-masing sebanyak 5 ekor tikus.

a. Kelompok I (kontrol hepatotoksin) yang diberi larutan karbon

tetraklorida : olive oil (1:1) dengan dosis 2 mL/kgBB secara i.p.

b. Kelompok II (kontrol negatif) diberi diberi olive oil dengan dosis 2

mL/kg BB secara i.p.

c. Kelompok III (kontrol ekstrak) diberi ekstrak etanol kulit buah P.

americana dosis 1,4 g/kg BB secara peroral enam jam sebelum

pengambilan darah

d. Kelompok IV (dosis rendah) diberi ekstrak etanol kulit buah

P.americana dengan dosis 0,35 g/kg BB secara peroral enam jam

sebelum diberi hepatotoksin karbon tetraklorida

e. Kelompok V (dosis tengah) diberi ekstrak etanol kulit buah P.

americana dengan dosis 0,70 g/kg BB secara peroral enam jam

sebelum diberi hepatotoksin karbon tetraklorida

f. Kelompok VI (dosis tinggi) diberi ekstrak etanol kulit buah P.

americana dengan dosis 1,4 g/kg BB secara peroral enam jam sebelum

diberi hepatotoksin karbon tetraklorida

Setelah 6 jam pemberian ekstrak etanol kulit buah P.americana , maka

kelompok IV-VI dipejani dengan karbon tetraklorida dosis 2 mL/kg BB secara i.p,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 53: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

34

lalu setelah 24 jam diambil darahnya melalui sinus orbitalis mata, kemudian

dilakukan pengukuran kadar serum albumin.

12. Pengambilan darah

Pengambilan darah dilakukan pada bagian sinus orbitalis mata tikus lalu

ditampung dalam tabung khusus dan kemudian diserahkan ke Laboratorium Parahita,

Yogyakarta.

13. Pengukuran kadar albumin

Pengukuran kadar albumin serum dilakukan di Laboratorium Parahita,

Yogyakarta. Kadar albumin dinyatakan dengan satuan mg/dL. Kadar albumin normal

pada tikus yaitu 3,0 – 3,5 mg/dL (Trisnarizki, 2007).

F. Tata Cara Analisis Hasil

Data kadar serum albumin dianalisis dengan Kolmogorov-Smirnov untuk

mengetahui normalitas data pada masing-masing kelompok perlakuan. Nilai normal

suatu data ditunjukkan dengan nilai p>0,05. Apabila hasil analisis statistik

Kolmogorov-Smirnov kadar serum albumin menunjukkan distribusi data normal

(p>0,05), dilanjutkan dengan analisis One Way Anova dengan taraf kepercayaan 95%

untuk mengetahui perbedaan masing-masing kelompok. Apabila hasil tersebut

menunjukkan nilai signifikansi (p>0,05), berarti data tersebut homogen. Kemudian

dilanjutkan dengan uji Scheffe untuk mengetahui kebermaknaan perbedaan antar

kelompok.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 54: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

35

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian jangka

pendek ekstrak etanol kulit buah P. americana pada tikus jantan galur Wistar yang

terinduksi karbon tetraklorida dilihat dari kadar albumin yang diperoleh. Tujuan

tersebut dapat tercapai dengan dilakukan serangkaian pengujian.

A. Hasil Determinasi Tanaman

Determinasi terhadap tanaman P. americana bertujuan untuk membuktikan

bahwa tanaman yang digunakan pada penelitian adalah benar P. americana supaya

nantinya tidak terjadi kesalahan dalam penyiapan bahan. Bagian tanaman yang

digunakan dalam determinasi antara lain biji dan buahnya. Cara melakukan

determinasi ini yaitu dengan mencocokkan kesamaan ciri kulit buah P. americana

yang digunakan dalam penelitian dengan kulit buah P. americana dalam buku acuan

Agrilink. Hasil yang diperoleh membuktikan bahwa serbuk yang digunakan dalam

penelitian adalah benar kulit buah P. americana.

B. Hasil Penimbangan Bobot Ekstrak Etanol Kulit Buah P. americana

Pemilihan pelarut yang akan digunakan didasarkan pada jenis kandungan zat

aktif sehingga ada kecocokan antara zat aktif dengan larutan penyari. Pelarut yang

digunakan yaitu etanol yang mempunyai kemampuan menyari dengan polaritas yang

lebar mulai dari senyawa non polar sampai pelarut polar, sehingga dikenal bahwa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 55: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

36

etanol mempunyai daya ekstraktif yang tinggi. Pelarut organik selain etanol memiliki

potensi toksisitas yang lebih tinggi (Saifudin, Rahayu dan Teruna, 2011; Agoes,

2009). Metode yang digunakan dalam pembuatan ekstrak etanol kulit buah P.

americana adalah metode maserasi. Maserasi adalah salah satu metode penyarian

yang dilakukan dengan cara memasukkan serbuk simplisia ke dalam labu Erlenmeyer

500mL kemudian ditambahkan etanol 70% ditutup dengan aluminium foil dan

didiamkan selama 5 hari sambil sesekali digojog setelah itu dilakukan remaserasi

selama 2 hari. Metode maserasi bila dibanding dengan metode infudasi dan dekokta

yaitu tidak menggunakan pemanasan sehingga kandungan senyawa dalam kulit buah

P. americana lebih stabil dan mencegah kerusakan kandungan senyawa akibat

pemanasan. Selain itu, zat aktif yang terkandung dalam simplisia tersebut mudah larut

dalam cairan penyari.

Proses ekstraksi etanol dari serbuk kulit buah P. americana menghasilkan

esktrak kental. Hasil yang diperoleh menunjukkan sebanyak 400 g serbuk kering kulit

buah P. americana memperoleh persen rendemen sebesar 11,20 %

C. Penetapan Kadar Air Serbuk Kulit Buah P. americana

Penetapan kadar air dari kulit buah P. americana memiliki tujuan

mengetahui apakah serbuk yang dihasilkan memenuhi salah satu persyaratan serbuk

yang baik yaitu kandungan air dalam serbuk kurang dari 10% (Direktorat Jendral

Pengawasan Obat dan Makanan RI,1995).

Pengujian penetapan kadar air memperoleh hasil kadar air rata-rata dari

serbuk kulit P. americana 7,1%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa serbuk

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 56: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

37

kulit buah P.americana telah memenuhi syarat serbuk yang baik yang telah

ditetapkan.

D. Uji Pendahuluan

1. Penentuan dosis hepatotoksin karbon tetraklorida

Senyawa yang digunakan sebagai toksin yang akan merusak hati pada

penelitian ini yaitu karbon tetraklorida. Alasan dilakukannya penentuan dosis karbon

tetraklorida untuk mengetahui pada dosis berapa hepatotoksin karbon tetraklorida

dapat menyebabkan kerusakan hati pada tikus, yang ditandai dengan adanya

penurunan kadar albumin. Korelasi antara aktivitas ALT dengan kadar albumin yaitu

ketika tikus terinduksi hepatotoksin maka aktivitas ALT akan meningkat kemudian

diikuti dengan adanya penurunan dari kadar albumin sebanyak 28,57% dari keadaan

vehicle control (Ahmed et al., 2002 ; Sivakrishnan et al., 2014 ; Mahmud et al.,

2012). Penelitian Janakat dan Merie (2002) juga menunjukkan bahwa dosis yang

mampu memberikan efek toksik terhadap hati sebesar 2 mL/kg BB.

2. Penentuan waktu pencuplikan darah hewan uji

Penentuan waktu pencuplikan darah pada hewan uji dilakukan untuk

mengetahui kehepatotoksikan dari karbon tetraklorida dengan dosis 2 mL/kg BB

mencapai titik maksimal yaitu dengan adanya peningkatan tertinggi aktivitas ALT

serum pada rentang waktu 24 jam dan 48 jam. Diambil serum darah tikus pada jam

ke-0 lalu diukur aktivitas ALT yang nantinya akan dipakai sebagai pembanding

setelah pemberian hepatotoksin. Pencuplikan darah tersebut dilakukan melalui bagian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 57: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

38

sinus orbitalis mata pada tikus. Hasil aktivitas ALT serum setelah pemberian karbon

tetraklorida dosis 2 mL/kg BB dapat dilihat pada tabel I serta gambar 7.

Tabel I. Aktivitas serum ALT setelah pemberian karbon tetraklorida dosis 2mL/kg BB pada selang waktu 0,24 dan 48 jam

Selang waktu (jam) Purata aktivitas ALT ± SE(U/L) 0 72,3 ± 5,8 24 217,3 ± 2,7 48 90,3 ± 3,7 Keterangan: SE (Standard Eror)

Setelah dianalisis menggunakan Kolmogorov-Smirnov diperoleh distribusi

data normal. Selanjutnya dianalisis dengan One Way Anova menunjukkan nilai

signifikasi 0,000 (<0,05). Dengan diperolehnya hasil tersebut maka dinyatakan bahwa

ada perbedaan antara ketiga kelompok (waktu). Dilakukan uji Scheffe dengan tujuan

mengetahui kebermaknaan perbedaan antar kelompok yang tersaji pada tabel II.

Tabel II. Hasil uji statistik aktivitas ALT setelah pemberian karbon tetraklorida dosis 2 mL/kg BB pada waktu pencuplikan darah jam ke 0, 24 serta 48

Selang waktu (jam ke)

0 24 48

0 BB TB 24 BB BB 48 TB BB

BB = berbeda bermakana (p<0,05) dan TB= berbeda tidak bermakna (p>0,05)

Berdasarkan data tabel I, pada pencuplikan darah jam ke-24 didapatkan hasil,

ada peningkatan aktivitas ALT 2-3 kali dari nilai normal (jam ke-0) yaitu 217,3 ± 2,7

U/L. Pada tabel II juga memperlihatkan aktivitas ALT pada jam ke-24 memberikan

peningkatan yang signifikan serta berbeda bermakna bila dibandingkan dengan jam

ke-0 dan 48. Terlihat bahwa pada jam ke-48 aktivitas ALT akan mengalami

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 58: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

39

penurunan sebesar 90,3 ± 3,7 U/L, yang berarti pada jam ke-48 aktivitas ALT telah

kembali normal, dimana peningkatan aktivitas ALT terjadi pada jam ke-24.

Gambar 7. Diagram batang rata-rata aktivitas SGPT/ALT sel hati tikus setelah

pemberian karbon tetraklorida dosis 2 mL/kg BB pada selang waktu 0, 24 dan 48 jam

3. Penentuan dosis ekstrak etanol kulit buah P. americana

Penelitian ini menggunakan ekstrak etanol kulit buah P. americana

menggunakan tiga peringkat dosis. Penentuan tiga tingkatan dosis ekstrak etanol kulit

buah P. americana mengacu pada penelitian Nopitasari (2013) bahwa konsentrasi

tertinggi dari ekstrak etanol biji P. americana yang akan menjadi dosis maksimal dari

ekstrak etanol kulit buah P. americana. Konsentrasi tertinggi diperoleh sebesar 70

mg/mL yang merupakan konsentrasi yang dibuat yang mana pada konsentrasi

tersebut ekstrak dapat dengan mudah dikeluarkan serta dimasukkan dari dan ke spuit

oral. Dari konsentrasi tertinggi ini maka didapat dosis maksimal dari ekstrak etanol

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 59: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

40

kulit P. americana sebesar 1,40 g/kg BB, dan tingkatan dosisnya ditentukan dari

setengah serta seperempat dari dosis maksimal yaitu 0,70 dan 0,35 g/kg BB.

E. Pengaruh Pemberian Jangka Pendek Ekstrak Etanol Kulit Buah P.

americana Terhadap Kadar Albumin Pada Tikus Terinduksi Karbon

Tetraklorida

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya pengaruh pemberian

jangka pendek ekstrak etanol kulit buah P.americana terhadap kadar albumin pada

tikus jantan galur Wistar yang terinduksi karbon tetraklorida. Pemberian jangka

pendek dalam hal ini yaitu pemberian ekstrak etanol kulit buah P. americana yang

dilakukan 6 jam sebelum pemberian karbon tetraklorida dosis 2 mL/kg BB.

Tabel III. Pengaruh perlakuan jangka pendek ekstrak etanol kulit buah P. americana berdasarkan kadar albumin pada tikus yang terinduksi karbon tetraklorida dosis 2 mL/kg BB

Kelompok perlakuan Purata kadar albumin ± SE (mg/dL)

Kontrol hepatotoksin karbon tetraklorida 2 mL/kg BB 2,91 ± 0,07

Kontrol olive oil 2 mL/kg BB 3,62 ± 0,06 Kontrol ekstrak etanol kulit P.

americana 3,57 ± 0,03

Ekstrak etanol kulit buah P. americana 0,35g/kg BB + karbon tetraklorida 2

mL/kg BB 3,28 ± 0,05

Ekstrak etanol kulit buah P. americana 0,7 g/kg BB + karbon tetraklorida 2

mL/kg BB 3,04 ± 0,06

Ekstrak etanol kulit buah P. americana 1,4 g/kg BB + karbon tetraklorida 2

mL/kg BB 3,30 ± 0,07

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 60: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

41

Kadar albumin yang didapat lalu dianalisis dengan analisis One Way Anova

menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (<0,05) yang menandakan bahwa terdapat

perbedaan antar kelompok sehingga dilakukan uji Scheffe dengan tujuan mengetahui

kebermaknaan perbedaan antar kelompok. Data tersaji pada tabel III serta gambar 8.

Tabel IV. Hasil uji Scheffe kadar albumin tikus setelah pemberian karbon tetraklorida dosis 2 mL/kg BB pada kelompok perlakuan

Kelompok perlakuan

Kontrol hepatotoksin 2 mL/kg BB

Kontrol olive oil 2

mL/kg BB

Kontrol ekstrak etanol

kulit P. americana

EEPA I (0,35 g/kg

BB + karbon

tetraklorida 2 mL/kg

BB)

EEPAII (0,7 g/kg

BB + karbon

tetraklorida 2 mL/kg

BB)

EEPA III (1,4 g/kg

BB + karbon

tetraklorida 2 mL/kg

BB) Kontrol

hepatotoksin 2 mL/kg BB

BB BB BB TB BB

Kontrol olive oil 2 mL/kg

BB BB TB BB BB BB

Kontrol ekstrak

etanol kulit P.

americana

BB TB TB BB TB

EEPA I (0,35 g/kg

BB + karbon tetraklorida 2 mL/kg BB)

BB BB TB TB TB

EEPA II (0,7 g/kg BB +

karbon tetraklorida 2 mL/kg BB)

TB BB BB TB TB

EEPA III (1,4 g/kg BB

+ karbon tetraklorida 2 mL/kg BB)

BB BB TB TB TB

Keterangan : BB : berbeda bermakna (p<0,05) ; TB = Berbeda tidak bermakna (p>0,05) EEPA (Ekstrak etanol kulit buah P. americana)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 61: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

42

Dari analisis statistik yang dilakukan pada kadar albumin memperlihatkan

bahwa data yang diperoleh terdistribusi normal. Data yang diperoleh terdistribusi

normal maka dilanjutkan dengan analisis One Way Anova menghasilkan nilai

signifikansi 0,000 (<0,05) yang berarti antar kelompok terdapat perbedaan.

Diperlukan uji Scheffe untuk melihat kebermaknaan perbedaan antar kelompok,

disajikan pada tabel IV.

Gambar 8. Diagram batang rata-rata pengaruh perlakuan jangka pendek pemberian ekstrak etanol kulit buah P. americana terhadap hepatotoksisitas karbon tetraklorida dilihat dari kadar albumin nya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 62: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

43

1. Kontrol olive oil

Kontrol olive oil merupakan kontrol dalam keadaan normal ALT serum

hewan uji. Berdasarkan penelitian Kumar, Sivaraj, Elumalai, Kumar (2009)

dilaporkan bahwa pemberian olive oil tidak menyebabkan peningkatan aktivitas

ALT , yang berarti tidak menyebabkan kerusakan pada hati . Hal ini menandakan

bahwa tidak terjadi penurunan kadar albumin pada tikus, sehingga pemberian olive

oil dapat digunakan sebagai patokan keadaan normal tikus. Purata kontrol olive oil

diperoleh 3,62 ± 0,06 mg/dL.

2. Kontrol hepatotoksin karbon tetraklorida dengan dosis 2mL/kg BB

Tujuan dilakukannya pengujian kontrol hepatotoksin dengan dosis 2mL/kg

BB yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian karbon tetraklorida terhadap hati

tikus yang ditandai dengan adanya penurunan kadar albumin serta untuk menganalisis

efek hepatoprotektif pada ekstrak etanol kulit buah P. americana.

Pada kontrol hepatotoksin karbon tetraklorida dosis 2 mL/kg BB didapat

bahwa kadar albumin sebesar 2,91 ± 0,07 mg/dL. Kadar albumin pada kontrol olive

oil 2 mL/kg BB diperoleh sebesar 3,62 ± 0,06 mg/dL. Hasil uji Scheffe menunjukkan

penurunan kadar albumin pada kontrol hepatotoksin karbon tetraklorida terhadap

kontrol olive oil menghasilkan perbedaan yang bermakna antar kelompok dengan

nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05). Data uji Scheffe adanya perbedaan antara

kelompok hepatotoksin dengan kelompok olive oil tersaji pada tabel IV. Adanya

perbedaan bermakna antar kelompok ini memperlihatkan bahwa sudah terjadi

kerusakan pada hati tikus.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 63: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

44

Kerusakan pada sel hati dapat ditandai dengan beberapa faktor, diantaranya

yaitu albumin. Albumin dalam peredaran darah adalah faktor penentu tekanan

onkotik plasma darah yang mengakibatkan penurunan konsentrasi albumin dalam

sirkulasi akan menyebabkan pergeseran cairan dari ruang intravascular ke ruang

ekstravaskular (Sacher dan McPherson, 2004). Dalam hal ini maka penurunan kadar

albumin dan kenaikan kadar globulin merupakan perubahan fraksi protein yang

paling banyak terjadi pada penyakit hati. (Lopa et al, 2007).

3. Kontrol ekstrak etanol kulit buah P. americana

Kontrol ekstrak etanol kulit buah P. americana bertujuan untuk melihat

apakah ada pengaruh pemberian dosis tinggi ektrak etanol kulit buah P. americana

terhadap penurunan kadar albumin tanpa pemberian karbon tetraklorida. Dosis yang

digunakan pada ekstrak etanol kulit buah P. americana yaitu 1,4 g/kg BB yang

diberikan secara peroral pada tikus enam jam sebelum pengambilan serum darah,

kemudian diukur kadar albuminnya.

Kadar albumin kontrol ekstrak etanol kulit P. americana dosis 1,4 g/kg BB

sebesar 3,57 ± 0,03 mg/dL (tabel III). Pada tabel IV,data statistik menunjukkan

bahwa antara kontrol ekstrak etanol kulit buah P. americana dengan kontrol olive oil

adalah berbeda tak bermakna. Hal ini berbeda ketika kontrol ekstrak etanol kulit buah

P. americana dosis 1,4 g/kg BB dibandingkan dengan kontrol hepatotoksin karbon

tetraklorida dosis 2 mL/kg BB terdapat perbedaan yang bermakna antar kelompok

tersebut. Berdasarkan data di atas maka dapat diambil suatu pernyataan bahwa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 64: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

45

pemberian jangka pendek ekstrak etanol kulit buah P. americana dosis tertinggi tidak

menimbulkan pengaruh berupa penurunan kadar albumin.

4. Perlakuan jangka pendek ekstrak etanol kulit buah P. americana

Pada penelitian ini yang dimaksud dengan jangka pendek yaitu pemberian

ekstrak etanol kulit buah P. americana enam jam sebelum penginduksian

hepatotoksin karbon tetraklorida. Hasil yang diperoleh memperlihatkan bahwa pada

grafik (gambar 7), pada dosis ekstrak etanol kulit buah P. americana 0,35 g/kg BB

dihasilkan kadar albumin sebesar 3,28 ± 0,05 mg/dL, dosis ekstrak etanol kulit buah

P. americana 0,7 g/kg BB menghasilkan kadar albumin sebesar 3,04 ± 0,06 mg/dL,

dosis ekstrak kulit buah P.americana 1,4 g/kg BB didapat kadar albumin sebesar 3,3

± 0,07 mg/dL.

Berdasarkan hasil uji Scheffe (tabel IV) jika dosis ekstrak etanol kulit buah

P. americana 0,35 g/kg BB dibandingkan dengan kontrol hepatotoksin karbon

tetraklorida dosis 2 mL/kg BB (2,91 ± 0,07) mg/dL) terdapat perbedaan bermakna

(p<0,05). Adanya perbedaan bermakna juga ditunjukkan ketika dosis ekstrak etanol

kulit buah P. americana 0,35 g/kg BB dibandingkan dengan kelompok olive oil (3,62

± 0,06 mg/dL) . Hal ini berarti pada kelompok perlakuan dosis ekstrak etanol kulit

buah P. americana 0,35 g/kg BB terjadi peningkatan kadar albumin, namun

peningkatan albumin yang terjadi belum setara dengan keadaan normal.

Hasil pengujian Scheffe (tabel IV) jika dosis ekstrak etanol kulit buah P.

americana 0,7 g/kg BB dibandingkan dengan kontrol hepatotoksin karbon

tetraklorida dosis 2 mL/kg BB (2,91 ± 0,07) mg/dL) terdapat perbedaan tidak

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 65: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

46

bermakna (p>0,05). Perbedaan bermakna ditunjukkan bila dosis ekstrak etanol kulit

buah P. americana 0,7 g/kg BB dibandingkan dengan kelompok olive oil (3,62 ± 0,06

mg/dL) . Hal ini menunjukkan pada kelompok perlakuan dosis ekstrak etanol kulit

buah P. americana 0,7 g/kg BB terjadi penurunan kadar albumin seperti pada

perlakuan karbon tetraklorida.

Berdasarkan hasil uji Scheffe (tabel IV) jika dosis ekstrak etanol kulit buah

P. americana 1,4 g/kg BB dibandingkan dengan kontrol hepatotoksin karbon

tetraklorida dosis 2 mL/kg BB (2,91 ± 0,07) mg/dL) terdapat perbedaan bermakna

(p<0,05). Adanya perbedaan bermakna juga ditunjukkan ketika dosis ekstrak etanol

kulit buah P. americana 1,4 g/kg BB dibandingkan dengan kelompok olive oil (3,62

± 0,06 mg/dL) . Hal ini berarti pada kelompok perlakuan dosis ekstrak etanol kulit

buah P. americana 1,4 g/kg BB terjadi peningkatan kadar albumin, namun

peningkatan albumin yang terjadi belum setara dengan keadaan normal.

Berdasarkan hasil tersebut maka ekstrak etanol kulit buah P. americana

dosis 1 (0,35 g/kg BB) dan dosis 3 (1,4 g/kg BB) dapat digunakan untuk

meningkatkan kadar albumin dari senyawa penginduksi karbon tetraklorida. Dosis

0,35 g/kg BB merupakan dosis efektif karena dengan dosis yang kecil bila

dibandingkan dengan dosis ekstrak etanol kulit buah P. americana 1,4 g/kg BB sudah

mampu memberikan peningkatan kadar albumin pada tikus jantan galur Wistar yang

telah terinduksi karbon tetraklorida. Penelitian ini telah memberikan bukti bahwa

ekstrak etanol kulit buah P. americana dapat memberikan peningkatan kadar albumin

pada tikus yang terinduksi karbon tetraklorida. Penelitian dengan menggunakan dosis

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 66: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

47

dibawah 0,35 g/kg BB baik dilakukan untuk mengetahui dosis terkecil dari ekstrak

etanol kulit buah P. americana yang dapat memberikan peningkatan kadar albumin

setelah terinduksi karbon tetraklorida.

Dosis ekstrak etanol kulit buah P. americana 0,35 g/kg BB (3,28 ± 0,05

mg/dL) dibandingkan dengan dosis ekstrak etanol kulit buah P. americana 0,7 g/kg

BB (3,04 ± 0,06 mg/dL) maka terdapat perbedaan tidak bermakna yang ditunjukkan

pada tabel IV dan gambar 7. Dosis ekstrak etanol kulit buah P. americana 0,35 g/kg

BB (3,28 ± 0,05 mg/dL) dibandingkan dengan dosis ekstrak etanol kulit buah P.

americana 1,4 g/kg BB (3,3 ± 0,07 mg/dL) maka juga terdapat perbedaan tidak

bermakna. Dosis ekstrak etanol kulit buah P. americana 1,4 g/kg BB (3,3 ± 0,07

mg/dL) dibandingkan dengan dosis ekstrak etanol kulit buah P. americana 0,7 g/kg

BB (3,04 ± 0,06 mg/dL) maka terdapat perbedaan tidak bermakna. Berdasarkan hasil

perhitungan statistik di atas ketika semakin besar dosis ekstrak etanol kulit buah P.

americana yang diberikan tidak diikuti dengan respon kadar albumin yang semakin

besar pula, sehingga disimpulkan tidak ada kekerabatan antara dosis yang digunakan

terhadap respon peningkatan albumin.

Senyawa hepatotoksin lainnya yang dapat digunakan adalah senyawa model

parasetamol. Parasetamol merupakan obat analgesik yang dikenal di masyarakat

sebagai obat paling aman diantara semua analgesik yang ada (Madan, 1997).

Sebagian kecil (5-10%) parasetamol dioksidasi oleh mixed-function enzymes menjadi

metabolit yang sangat reaktif yakni N-acetyl-p-benzoquinoneomine (NAPQI) (Gujral,

Tamara, Anwar, Mary, Hartmut, 2002). Jumlah NAPQI yang berlebihan dapat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 67: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

48

berikatan kovalen dengan sel hati yang dapat menyebabkan terjadinya nekrosis

(Forrest, 2006). Penelitian dengan hepatotoksin parasetamol terhadap kulit buah P.

americana baik untuk dilakukan karena adanya manifestasi berupa nekrosis yang

disebabkan oleh toksisitas dari parasetamol.

Pelarut etanol yang digunakan, akan menyari senyawa-senyawa antioksidan

seperti flavonoid dan fenolik yang terdapat dalam kulit buah P. americana. Senyawa

flavonoid merupakan komponen aktif tumbuhan yang dapat digunakan untuk

mengobati gangguan fungsi hati melalui mekanisme antioksidannya. Adanya

flavonoid ini akan bertindak sebagai penangkal yang baik radikal hidroksi dan

superperoksida sehingga akan melindungi membran lipid terhadap reaksi yang

merusak (Sutomo, 1995). Berdasarkan penelitian Kosińka et.al (2012) pada tanaman

P. americana, di bagian kulit buah memiliki aktivitas antioksidan serta senyawa

fenolik yang lebih tinggi daripada biji, diharapkan aktivitas antioksidan tersebut dapat

menghambat radikal bebas sehingga akan meningkatkan kadar albumin kembali.

F. Rangkuman Pembahasan

Kadar albumin pada penelitian ini menjadi parameter kerusakan hati.

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian jangka pendek ekstrak

etanol kulit buah P. americana terhadap kadar albumin pada tikus jantan galur Wistar

yang telah terinduksi karbon tetraklorida. Dosis ekstrak etanol yang digunakan pada

penelitian ini yaitu 0,35 ; 0,7 ; 1,4 g/kg BB.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 68: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

49

Hasil yang didapatkan, purata ± SE kadar albumin pada dosis 0,35 g/kg BB

yaitu sebesar 3,28 ± 0,05 mg/dL; dosis 0,7 g/kg BB sebesar 3,04 ± 0,06 mg/dL; dosis

1,4 g/kg BB sebesar 3,3 ± 0,07 mg/dL. Berdasarkan perhitungan statistik didapat

bahwa dosis 0,35 g/kg BB dan 1,4 g/kg BB dapat digunakan sebagai peningkat kadar

albumin, dan dosis 0,35 g/kg BB ditetapkan sebagai dosis efektif dari esktrak etanol

kulit buah P. americana. Sehingga permasalahan pertama terjawab yakni dosis

ekstrak etanol kulit buah P. americana dalam penggunaan jangka pendek

memberikan pengaruh terhadap kadar albumin pada tikus jantan galur Wistar yang

terinduksi karbon tetraklorida.

Pada hasil statistik menunjukkan bahwa antara kontrol ekstrak etanol kulit

buah P. americana 1,4 g/kg BB dengan kontrol olive oil 2mL/kg BB adalah berbeda

tak bermakna. Hal tersebut menandakan bahwa pemberian jangka pendek ekstrak

etanol kulit buah P. americana dosis tertinggi tidak menimbulkan pengaruh berupa

penurunan kadar albumin.

Tiap dosis ekstrak etanol kulit buah P. americana dibandingkan satu sama

lain maka diperoleh data statistik berikut. Dosis ekstrak etanol kulit buah P.

americana 0,35 g/kg BB (3,28 ± 0,05 mg/dL) dibandingkan dengan dosis ekstrak

etanol kulit buah P. americana 0,7 g/kg BB (3,04 ± 0,06 mg/dL) maka terdapat

perbedaan tidak bermakna. Dosis ekstrak etanol kulit buah P. americana 0,35 g/kg

BB (3,28 ± 0,05 mg/dL) dibandingkan dengan dosis ekstrak etanol kulit buah P.

americana 1,4 g/kg BB (3,3 ± 0,07 mg/dL) maka juga terdapat perbedaan tidak

bermakna. Dosis ekstrak etanol kulit buah P. americana 1,4 g/kg BB (3,3 ± 0,07

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 69: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

50

mg/dL) dibandingkan dengan dosis ekstrak etanol kulit buah P. american 0,7 g/kg

BB (3,04 ± 0,06 mg/dL) maka terdapat perbedaan tidak bermakna. Berdasarkan hasil

perhitungan statistik di atas ketika semakin besar dosis ekstrak etanol kulit buah P.

americana yang diberikan tidak diikuti dengan respon kadar albumin yang semakin

besar pula, sehingga disimpulkan tidak ada kekerabatan antara dosis yang digunakan

terhadap respon peningkatan albumin.

Senyawa flavonoid yang terdapat dalam kulit buah P. americana tersari oleh

pelarut etanol. Flavonoid digunakan untuk mengobati gangguan fungsi hati melalui

mekanisme antioksidannya. Aktivitas antioksidan tersebut dapat menghambat radikal

bebas sehingga akan meningkatkan kadar albumin kembali.

Penggunaan dosis ekstrak etanol kulit buah P. americana dibawah 0,35 g/kg

BB disarankan untuk melihat dosis efektif terkecil dari ekstrak kulit buah P.

americana yang bisa menyebabkan peningkatan kadar albumin pada tikus terinduksi

karbon tetraklorida. Penelitian menggunakan senyawa hepatotoksin lainnya

(parasetamol) baik dilakukan karena parasetamol menyebabkan terjadinya nekrosis

hati.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 70: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

51

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang didapakan melalui uji statistik, maka

dapat diambil kesimpulan:

1. Pemberian jangka pendek ekstrak etanol kulit buah P. americana (terutama dosis

0,35 g/kg BB dan 1,4 g/kg BB) memberikan pengaruh terhadap kadar albumin

pada tikus yang telah diinduksi dengan hepatotoksin karbon tetraklorida dosis 2

mL/kg BB.

2. Dosis efektif ekstrak etanol kulit buah P. americana yang dapat memberikan

pengaruh terhadap peningkatan kadar albumin yaitu dosis 0,35 g/kg BB.

3. Tidak ada kekerabatan antara dosis pemberian ekstrak etanol kulit buah P.

americana dengan respon peningkatan kadar albumin dalam penggunaan jangka

pendek pada tikus jantan galur Wistar yang terinduksi karbon tetraklorida.

B. Saran

1. Penggunaan senyawa model lain seperti parasetamol yang dapat menimbulkan

kerusakan hati.

2. Penelitian terhadap dosis ekstrak etanol kulit buah P. americana dibawah 0,35

g/kg BB yang digunakan sebagai dosis efektif terkecil.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 71: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

52

DAFTAR PUSTAKA

Abajo, F.J.D., Montero, D., Madurga, M., Rodriguez, L.A.G., 2004, Acute and clinically relevant drug-induced liver injury: a population based case-control study, Br.J. Clin.Pharmacol,58(1),71-80.

Agnieszka, K., Magdalena, K., Isabel, E., Teresa . H., Begon, B., Gary, A.D., 2012,

Phenolic Compound Profiles and Antioxidant Capacity of Persea americana Mill. Peel and Seeds of Two Varieties, J.Agric.Food Chem., 60, 4613-4619.

Agoes, G., 2009, Teknologi Bahan Alam, ITB, Bandung, p. 39. Ahmed,B., Alam,T., Varshney,M., Khan,S.A., 2002, Hepatoprotective Activity of

Two Plants Belonging to the APicaceae and the Euphorbiaceae family, Journal of Ethno Pharmacology, 79,313-316.

Alhassan, A.J., Sule, M.S., Atiku, M.K., Wudil, M.A., Abubakar, H., Mohammed,

S.A., 2012, Effect of aqueous avocado pear seed extract on alloxan induced diabetes rats, Medical Science, 2(1), 005-011.

Arukwe, U., Amadi, B.A., Duru, M.KC., Agomuo, E.N., Adindu, E.A., Odika, P.C.,

Lele, KC., Egejuru, L., and Anundike, J., 2012, Chemical Composition of Persea americana leaf , fruit and seed, 11(2), IJBRAS, Nigeria. www.arpapress.com/Volumes/Vol11Issue2/IJRRAS_11_2_20.pdf

Ayala, A., Muńoz, M.F., Argüelles, S., 2014, Lipid Peroxidation: Production

Metabolism and Signaling Mechanism of Malondiadldehyde and 4-Hydroxy-2-Nonenal, Hindawi Publishing Corporation.

Badan Pengawas Obat dan Makanan, 2010, Acuan Sediaan Herbal, Badan Pengawas

Obat dan Makanan Republik Indonesia, Jakarta, pp.7 Badan Pengawas Obat dan Makanan, 2014, Carbon Tetracloride, http://ik.pom.go.id/

V2013/katalog/KARBON%20TETRAKLORIDA.pdf, diakses tanggal 27 Agustus 2014.

Bangun, R., 2008, Hubungan Kadar Albumin Serum dan Outcome Fungsional

Penderita Stroke Iskemik dengan Diabetes, Jurnal Penelitian, Bagian Ilmu Penyakit Syaraf FK USU/RSUP H.Adam Malik, Medan, pp. 8-12

BAPPENAS, 2000, Alpukat/ Avokad (Persea americana Mill / Persea gratissima

Gaerth), Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Jakarta, hal. 1-2..

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 72: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

53

Baradero. M., Siswadi. Y., Ester. M., 2008, Klien Gangguan Hati : seri asuhan

keperawatan, EGC, Jakarta.p. 1 Basuki, F.P., 2009, Aktivitas Antibakteri Ekstrak Gelidium sp J.Agardh dengan

Variasi Lama Maserasi dan Jumlah Daur Sokletasi Terhadap Escherichia coli IFO 3301 dan Salmonella tyhimurium IFO 12529, Skripsi, Universitas Atmajaya Yogyakarta.

Belfort, M., Saade, G., Foley, M., Phelan, J., and Dildy, G., 2010, Critical Care

Obstetrics, 5th Edition, Wiley-Blackwell, USA, pp. 72. Benson GD., Koff R,S., Tolman, KG.,2005, The therapeutic use of acetaminophen in

patiens with liver disease, American Journal of Therapeutics, 12, 133-41. Bruckner, J.V., dan Warren, O.A., 2001, Toxic Effect of Solvent and Vapors, Mc

Graw Hill, New York, pp. 887. Cadman, B.E., 2000, Adverse Effects of Drug on The Liver, in Halber R, and

Edwards, C., (Eds), Clinical Pharmacy and Therapeutics, 2nd ed, 183, Churchill Livingstone, Edinburgh.

Cahyono, J.B.S., 2009, Hepatitis A, Kanisius, Yogyakarta, p. 25. Day, C.P., 2007, Alcohol and the liver, Medicine 35,22-25. Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik, 2007, Pharmaceutical Care Untuk

Penyakit Hati, Ditjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Departemen Kesehatan RI.

Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan RI, 1995, Farmakope Indonesia,

jilid IV, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta. Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan RI, 2000, Parameter Standar

Umum Ekstrak Tumbuhan Obat, Departemen Kesehatan RI, Jakarta. Djunarko,I., Hendra,P., 2013, Efek Hepatoprotektif Ekstrak Etanol Biji Alpukat Pada

Tikus Terinduksi Karbon Tetraklorida, Laporan Penelitian, Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta

Evans T.W., 2002, Review article: Albumin as a drug: Biological effects Of Albumin

Unrelated to Oncotic Pressure, Aliment Pharmacol Ther, 16, 6-11.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 73: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

54

Forrest, E., 2006, Hepatic Disorders, in Lee,A., (Ed.), Adverse Drug Reaction, 2nd ed, Pharmaceutical Press, London, pp. 193, 201-202.

Ganong, W. F., 2002, Hati dan Saluran Cerna dalam Ganong WF ed. Buku ajar

fisiologi kedokteran, 20 th ed, Penerbit EGC, Jakarta, p. 90-482. Ganong, W., dan McPhee, S.J., 2011, Patofisiologi Penyakit : Pengantar Menuju

Kedokteran Klinis, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta, pp.419-462. Gregus dan Klaaseen, C.D., 2001, Mechanism of Toxicity, in Klaaseen,C.D.,

Cassarett and Doull’s Toxicology : The Basic Science Poisons, 6th edition, McGraw-Hill, New York,pp. 57-64.

Gujral,J.S., Tamara, S.K., Anwar, F., Mary,L.B., Hartmut, J., 2002, Mode of Cell

Death after Acetaminophen Overdose in Mice : Apoptosis or Oncotic Necrosis?, Toxological Sciences, 67, 322-328.

Hamid, AA, Fitriani Delvi, Sanjata PHD., 2013, Perbandingan Efektivitas Antifungal

ekstrak maserasi dan soxhletasi bunga kembang sepatu terhadap pertumbuhan Candida albicans secara in vitro.

Handoko, L., 2005, Pengaruh Ekstrak Daun Apium graviolens Terhadap Perubahan

SGPT/SGOT Tikus Wistar Jantan yang Dipapar Karbon Tetraklorida, Artikel Karya Tulis Ilmiah, Fakultas Kedokteran Universitas Diponogoro, Semarang.

Hasan,I., Indra,T.A., 2008, Peran Albumin dalam Penatalaksanaan Sirosis Hati,

Medicinus Scientific Journal of Pharmaceutical Development and Medical Application, Vol.21, Dexa Medica, Jakarta.

Hodgson, E., 2010, A Textbook of Modern Toxicology, Edisi Keempat, John Wiley &

Sons Inc, New Jersey, pp.281-282. Hutapea, 2001, Inventaris Tanaman Obat Indonesia (1), Jilid 2, Departemen

Kesehatan RI Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Jakarta, hal. 265-266.

Janakat, S., dan Merie, A.H., 2002, Optimization of the Dose and Route of Injection,

and characterization of the Time Course of Carbon Tetrachloride-Induced Hepatotoxicity in the Rat, JPT, 48,41-44.

Kanto, T., 2005, Viral responses hepatitis. In: Lotze, M.T., Thomson, A.W. (Eds.),

Measuring Immunity: Basic Science and Clinical Practice, Elsevier Academic 625 Press, London, pp.598-609.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 74: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

55

Kate, E.I and Lucky, O.O., 2009, Biochemical Evaluation of the Tradomedicinal

Uses of the Seeds of Persea americana Mill, World Journal of Medical Science, 4(2),143-146.

Kosińka,A., Karamać. M., Estrella. I, Hernández. T., Bartolomé. B., Dykes. G.A.,

2012, Phenolic Compound Profiles and Antioxidant Capacity of Persea americana Mill Peels and Seeds of Two Varieties, Journal Agricultural Food Chemistry, 9:60(18):4613-9. doi: 10.1021/jf300090p

Kumalaningsih, S., 2006, Antioksidan dan Penangkal Radikal Bebas, Trubus

Agrisarana, Surabaya. Kumar, P.V., Sivaraj,A., Elumalai,E.K., Kumar,B.S., 2009, Carbon Tetracloride-

Induced Hepatotoxicity in Rats- Protective Role of Aqueous Leaf Extracts of Coccinia grandis, International Journal of PharmTech Research, 1(4) pp.1612-1615.

Lee,J.S., 2012, Albumin for End-Stage Liver Disease, Korean J Intern Med, 27, 13-

19. Lim, T.K., 2012, Edible Medical and Non-medical Plants, Books 3, Springer

Dordrecht Heidelberg, London, New York, pp.78-101. Lopa, A.T., Rusli, B., Arif, M., Hardjoeno, 2007, Indonesian Journal of Clinical

Pathology and Medical Laboratory, Vol.13, No.2, pp 60-62. Lu, Q.Y., Arteaga, J.R., Zhang, Q., Huerta, S., Go, V.L., Heber D., 2005, Inhibition

of Prostate Cacer Cell Growth By An avocado Extract: Role of Lipid-Soluble Bioactive Substance, J Nutritional Biochemistry, 16(1),23-30.

Madan, P.L., 1997, Acetaminophen Toxicity, The Journal of Clinical Pharmacology,

17, 555-560. Mahmud,Z.A., Bachar,S.C., Qais,N., 2012, Antioxidant and Hepatoprotective

Activities of Ethanolic Extracts of Leaves of Premna esculenta Roxb. against Carbon Tetracloride-Induced Liver Damage in Rats, Journal of Young Pharmacists, Vol 4(4), doi: 10.4103/0975-1483.104366.

Moyler, D.A., 1991, Oleoresin, Tinctures, and Extract, di dalam Ashurts P.R. Food

Flavoring, Blackie and Sond Lts, London.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 75: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

56

Noer, H. M. S., 1996, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jilid I, Edisi 3, Balai Penerbit FKUI, Jakarta, 70-224.

Nopitasari, K.A., 2013, Efek Hepatoprotektif Pemberian Jangka Panjang Ekstrak

Etanol Kulit Persea americana terhadap aktivitas ALT dan AST pada tikus terinduksi karbon tetraklorida, Skripsi, Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Orwa, C., Mutua, A., Kindt,R., Jamnadass R., Simons A., 2009, Agroforestree

Database: a tree reference and selection guide version 4.0 http://www. Argoforesty.org/af/treedb/). Panjaitan, R.G.P., Handharyani,E., Chairul., Masriani., Zakiah,Z., Manalu,W., 2007,

Pengaruh Pemberian Karbon Tetraklorida Terhadap Fungsi Hati dan Ginjal Tikus, Makara Kesehatan, Vol 11(1):11-16.

Pearce,E., 2009, Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis, Gramedia, Jakarta, p.202. Pradana, N.H., 2007, Pengaruh Pemberian Teh Hijau Terhadap Kadar Total Bilirubin

Serum Tikus Wistar yang Diberi Kloramfenikol, Artikel Karya Tulis Ilmiah, Fakultas Kedokteran Universitas Diponogoro

Pubchem, 2014a, Carbon Tetracloride Compound Summary http://pubchem.nbci.nlm

nih.gov/summary/summary.cgi?cid=5943&loc=ec_rcs , diakses tanggal 27 Agustus 2014.

Pubchem, 2014b, Ethanol Compound Summary, http://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov

/summary/summary.cgi?cid=702#itabs-2d diakses tanggal 28 Agustus 2014. Quinlan G.J., Martin G.S., Evans T.W., 2005, Albumin: Biochemical Protperties and

Therapeutic potential, Hepatology, 41, 1211-9. Repetto, M., Semprine,J., Boveris,A., 2012, Lipid Peroxidation : Chemical

Mechanism,Biological Implications and Analytical Determination, InTech, http://dx.doi.org/10.5772/45943

Rukmana, 1997, Budidaya Alpukat, Kanisius, Yogyakarta Sabiston, D.C., 1995, Buku Ajar Bedah, EGC, Jakarta, pp. 97. Sacher, R.A., McPherson, R. A., 2004, Uji Fungsi Hati Tinjauan Klinis Hasil

Pemeriksaan Laboratorium, Edisi 11, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta, 84-360.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 76: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

57

Saifudin, A., Rahayu, V., Teruna, H.Y., 20011, Standarisasi Bahan Obat Alam, Graha

Ilmu, Yogyakarta, p. 4. Salah, W., Miller, N.J., Pangauga, T., Bolwell, G.P., Rice, E., and Evans, C., 1995,

Polyphenolic flavonols as scavengers of aqueous phase radicals as chainbreaking antioxidant, Arch. Biochem, Biorh, pp. 2, 339-346.

Shanmugasundaram, P., Venkataraman,S., 2006, Hepatoprotective and antioxidant

effects of Hygrophila auriculata (k.Schum) Heine Acanthaceae root extract, J. Ethnopharmacol,104(1-2):124:8.

Sivakrishnan,S., Kottaimuthu,A., 2014, Hepatoprotective Activity of Ethanolic

Extract of Aerial Parts of Allbizia procera Roxb (BENTH.) against Paracetamol Induced Liver Toxicity on Wistar Rats, International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences, Vol 6, Issue 1.

Sloane, E., 2003, Anatomi dan Fisiologi Manusia untuk Pemula, alih bahasa James

Veldman, EGC, Jakarta, p. 291. Soni, M., Mohanty, P.K., Jaliwala, Y.A., 2011, Hepatoprotective Activity of Fruits of

“Prunus domestica”, International Journal of Pharma and Bio Sciences, India, Vol 2, pp. 439-453.

Soong, Y. and Barlow, P.J., 2004, Antioxidant Activity and Phenolic Content of

Selected Fruit Seeds, Food Chemistry, 88(3) : 411-417. Stine, K.E., Brown, T.M., 1996, Principles of Toxicology, Lewis Publisher, Boca

Raton, pp. 149-152. Stoker, S.H., 2012, General Organic and Biological Chemistry, 5th ed, Cengage

Learning Inc, USA, p.428. Sudiana,K., 2008, Patologi Molekuler Kanker, Salemba Medika, Jakarta,pp.46. Supriyanta, 2012, Pengaruh Suplementasi Modisco Putih Telur Terhadap Perubahan

Kadar Albumin Dalam Darah Pasien Bedah dengan Hipoalbumin di IRNA Bedah RSUP Rd kariadi Semarang, Jurnal Ilmiah, volume 1(2), pp 130-133.

Sutomo.T., 1995, Kandungan Organik Tumbuhan Tinggi, dalam Robinson,T., (6),

The organic constituents of higher plants, ITB, Bandung, 191.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 77: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

58

Tortora, G.J., Derrickson, B.H., 2008, Principles of Anatomy and Physiology, McGraw-Hill Companies, New York, p.946.

Timbrell,J.A., 2000, Principles of Biochemical Technology, 3rd ed, Tylor and Francis

Inc, p.270. Timbrell, J.A., 2008, Principles of Biochemical Technology, 4th ed, Informa

Healthcare Inc, USA, pp.212, 308-311. Treinen, M., dan Moslen, 2001, Toxic Responses of The Liver, in Klassen

C.D.,Cassaret and Doul’s Toxicology: The Basic Science Poisons, 6th ed., McGraw-Hill, New York, pp. 471-487

Trisnarizki, L., 2007, Pengaruh Ekstrak Biji Nigella sativa (Jinten Hitam) Terhadap

Kadar Albumin Darah Tikus Wistar yang Diberi Metotreksat, Artikel Karya Tulis Ilmiah, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang.

United States Departement of Energy, 2014, Ethanol, http://www.afdc.energy.gov

/fuels/ethanol_fuel_basics.html, diakses pada 28 Agustus 2014. U.S Department of Agriculture, 2014, Persea americana Mill, Natural Resources

Conversation Service, http://plants.usda.gov/core/profile?symbol=PEAM3, diakses tanggal 21 Agustus 2014.

U.S Department of Health and Human Services,2005, Toxilogical Profile for Carbon

Tetracloride, Agency for Toxic Substances and Disease Registry, Georgia. Vinha, F.A., Moreira, J., dan Barreira, V.P., 2013, Physicochemical Parameters,

Phytochemical Composition and Antioxidant Activity of the Algarvian Avocado (Persea americana Mill.), Journal of Agricultural Science, 5(12), pp.2-10

Watson,D.G., 2005, Analisis Farmasi : Buku Ajar Untuk Mahasiswa Farmasi dan

Praktisi Kimia, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta,pp 372. WHO, 2008, Traditional Medicine (online), http://www.who.int/botanical/media

center/ factsheet/fs134/en/. Widjaja, I.H., 2009, Anatomi Abdomen, Jakarta, ECG, pp. 67-70. Wijayanti, L., 2011, Pengaruh Akuapunktur Titik Paravertebra Vth VIII-X terhadap

Kadar Bilirubin Total dan Albumin pada Kelinci yang Diinduksi Asetaminofen, Majalah Kedokteran Indonesia, 61(3), 116.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 78: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

59

Wilmana PF., 1995, Analgetik anti-piretik analgesic antiinflamasi nonsteroid dan

obat pirai, dalam : Ganiswara SG, Setiabudy R, Suyatna FD, Purwantyastuti, editors Farmakologi dan Terapi, 4th ed, Jakarta, Gaya baru, hal 214-5.

World Agroforestry Centre, 2002, Botanic Nomenclature to Agroforestry trees;

Persea americana, World Agroforestry Centre, Aviable: http://www.world agroforestry.org/ diakses tanggal 21 maret 2014.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 79: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

60

LAMPIRAN

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 80: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

61

Lampiran 1. Foto kulit dan biji buah Persea americana Mill.

Lampiran 2. Foto serbuk kulit buah P. americana Mill.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 81: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

62

Lampiran 3. Foto ekstrak kental kulit buah Persea americana Mill.

Lampiran 4. Foto larutan ekstrak etanol kulit buah Persea americana Mill.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 82: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

63

Lampiran 5. Surat pengesahan determinasi tanaman Persea americana Mill.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 83: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

64

Lampiran 6. Surat pengesahan Medical and Health Research Ethics Committee

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 84: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

65

Lampiran 7. Hasil pengujian kadar air serbuk simplisia kulit buah Persea

americana Mill.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 85: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

66

Lampiran 8. Analisis statistik aktivitas serum ALT pada uji pendahuluan

penentuan waktu pencuplikan darah

Descriptive Statistics N Mean Std. Deviation Minimum Maximum ALT0jam 3 72.3333 10.06645 63.00 83.00 ALT24jam 3 2.1733E2 4.72582 212.00 221.00 ALT48jam 3 90.3333 6.50641 84.00 97.00

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test ALT0jam ALT24jam ALTT48jam N 3 3 3 Normal Parametersa Mean 72.3333 217.3333 90.3333

Std. Deviation 10.06645 4.72582 6.50641 Most Extreme Differences

Absolute .219 .304 .187 Positive .219 .219 .187 Negative -.189 -.304 -.181

Kolmogorov-Smirnov Z .380 .527 .324 Asymp. Sig. (2-tailed) .999 .944 1.000 a. Test distribution is Normal.

Descriptives ALT

N Mean Std.

Deviation Std.

Error

95% Confidence Interval for Mean

Minimum Maximum Lower

Bound Upper Bound

Jam 0 3 72.3333 10.06645 5.81187 47.3269 97.3398 63.00 83.00 Jam 24 3 2.1733E2 4.72582 2.72845 205.5938 229.0729 212.00 221.00 Jam 48 3 90.3333 6.50641 3.75648 74.1705 106.4961 84.00 97.00 Total 9 1.2667E2 68.74773 22.91591 73.8225 179.5108 63.00 221.00

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 86: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

67

Test of Homogeneity of Variances

ALT

Levene Statistic df1 df2 Sig.

.742 2 6 .515

ANOVA SGPT

Sum of Squares df Mean Square F Sig.

Between Groups 37478.000 2 18739.000 338.657 .000 Within Groups 332.000 6 55.333 Total 37810.000 8

Post Hoc Tests

Multiple Comparisons ALT Scheffe

(I) perlakuan

(J) perlakuan

Mean Difference (I-

J) Std. Error Sig.

95% Confidence Interval

Lower Bound Upper Bound Jam 0 Jam 24 -145.00000* 6.07362 .000 -164.4797 -125.5203

Jam 48 -18.00000 6.07362 .067 -37.4797 1.4797 Jam 24 Jam 0 145.00000* 6.07362 .000 125.5203 164.4797

Jam 48 127.00000* 6.07362 .000 107.5203 146.4797 Jam 48 Jam 0 18.00000 6.07362 .067 -1.4797 37.4797

Jam 24 -127.00000* 6.07362 .000 -146.4797 -107.5203 *. The mean difference is significant at the 0.05 level.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 87: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

68

Homogeneous Subsets

ALT Scheffe

perlakuan N

Subset for alpha = 0.05

1 2 Jam 0 3 72.3333 Jam 48 3 90.3333 Jam 24 3 217.3333 Sig. .067 1.000 Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 88: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

69

Lampiran 9. Analisis statistik kadar albumin perlakuan ekstrak etanol kulit buah P. americana Mill. setelah induksi karbon tetraklorida dosis 2mL/kg BB

Descriptive Statistics

N Mean Std. Deviation Minimum Maximum

kontrol_ccl4 5 2.9160 .16319 2.76 3.17

kontrol_oliveoil 5 3.6280 .14025 3.44 3.77

kontrol_sediaan 5 3.5720 .03701 3.53 3.62

dosisI 5 3.3060 .16502 3.15 3.49

dosisII 5 3.0400 .13693 2.88 3.19

dosisIII 5 3.2800 .15540 3.18 3.55

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test kontrol

_ccl4 kontrol_oliveoil

kontrol_sediaan dosisI dosisII dosisIII

N 5 5 5 5 5 5 Normal Parametersa

Mean 2.9160 3.6280 3.5720 3.3060 3.0400 3.2800 Std. Deviation .16319 .14025 .03701 .16502 .13693 .15540

Most Extreme Differences

Absolute .187 .190 .227 .320 .269 .326 Positive .187 .158 .227 .320 .229 .326 Negative -.170 -.190 -.175 -.254 -.269 -.260

Kolmogorov-Smirnov Z .419 .425 .508 .715 .602 .728 Asymp. Sig. (2-tailed) .995 .994 .959 .687 .861 .664 a. Test distribution is Normal.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 89: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

70

Test of Homogeneity of Variances albumin

Levene Statistic df1 df2 Sig.

1.871 5 24 .137

ANOVA albumin

Sum of Squares df Mean Square F Sig.

Between Groups 1.982 5 .396 20.195 .000 Within Groups .471 24 .020 Total 2.454 29

Oneway Descriptives

albumin

N Mean Std.

Deviation Std.

Error

95% Confidence Interval for Mean

Minimum

Maximum

Lower Bound

Upper Bound

kontrol ccl4 5 2.9160 .16319 .07298 2.7134 3.1186 2.76 3.17

kontrol oliveoil 5 3.6280 .14025 .06272 3.4539 3.8021 3.44 3.77

kontrol sediaan 5 3.5720 .03701 .01655 3.5260 3.6180 3.53 3.62

dosis I 5 3.3060 .16502 .07380 3.1011 3.5109 3.15 3.49 dosis II 5 3.0400 .13693 .06124 2.8700 3.2100 2.88 3.19 dosis III 5 3.2800 .15540 .06950 3.0870 3.4730 3.18 3.55 Total 30 3.2903 .29088 .05311 3.1817 3.3989 2.76 3.77

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 90: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

71

Post Hoc Tests Multiple Comparisons

albumin Scheffe

(I) kelompok (J) kelompok

Mean Difference

(I-J) Std.

Error Sig.

95% Confidence Interval Lower Bound

Upper Bound

kontrol ccl4 kontrol oliveoil -.71200* .08862 .000 -1.0328 -.3912

kontrol sediaan -.65600* .08862 .000 -.9768 -.3352

dosis I -.39000* .08862 .010 -.7108 -.0692 dosis II -.12400 .08862 .850 -.4448 .1968 dosis III -.36400* .08862 .019 -.6848 -.0432

kontrol oliveoil

kontrol ccl4 .71200* .08862 .000 .3912 1.0328 kontrol sediaan .05600 .08862 .995 -.2648 .3768

dosis I .32200* .08862 .049 .0012 .6428 dosis II .58800* .08862 .000 .2672 .9088 dosis III .34800* .08862 .027 .0272 .6688

kontrol sediaan

kontrol ccl4 .65600* .08862 .000 .3352 .9768 kontrol oliveoil -.05600 .08862 .995 -.3768 .2648

dosis I .26600 .08862 .151 -.0548 .5868 dosis II .53200* .08862 .000 .2112 .8528 dosis III .29200 .08862 .091 -.0288 .6128

dosis I kontrol ccl4 .39000* .08862 .010 .0692 .7108 kontrol oliveoil -.32200* .08862 .049 -.6428 -.0012

kontrol sediaan -.26600 .08862 .151 -.5868 .0548

dosis II .26600 .08862 .151 -.0548 .5868 dosis III .02600 .08862 1.000 -.2948 .3468

dosis II kontrol ccl4 .12400 .08862 .850 -.1968 .4448

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 91: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

72

kontrol oliveoil -.58800* .08862 .000 -.9088 -.2672

kontrol sediaan -.53200* .08862 .000 -.8528 -.2112

dosis I -.26600 .08862 .151 -.5868 .0548 dosis III -.24000 .08862 .237 -.5608 .0808

dosis III kontrol ccl4 .36400* .08862 .019 .0432 .6848 kontrol oliveoil -.34800* .08862 .027 -.6688 -.0272

kontrol sediaan -.29200 .08862 .091 -.6128 .0288

dosis I -.02600 .08862 1.000 -.3468 .2948 dosis II .24000 .08862 .237 -.0808 .5608

*. The mean difference is significant at the 0.05 level.

Homogeneous Subsets

albumin Scheffe

kelompok N Subset for alpha = 0.05

1 2 3 4 kontrol ccl4 5 2.9160 dosis II 5 3.0400 3.0400 dosis III 5 3.2800 3.2800 dosis I 5 3.3060 3.3060 kontrol sediaan 5 3.5720 3.5720 kontrol oliveoil 5 3.6280 Sig. .850 .151 .091 .995 Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 92: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

73

Lampiran 10. Hasil rendemen ekstrak etanol kulit buah P. americana

Tabel V. Hasil rendemen ekstrak etanol kulit buah P. americana

Ket (gram) C-1 C- 2 C- 3 C- 4 C- 5 C- 6 C-7,8 C- 9.10

Cawan kosong 58,8 48,9 36,6 52,6 59,0 56,7 65,0 65,7

Cawan+ekstrak 64,1 53,6 42,9 58,3 64,2 61,3 68,7 75,0

Rendemen 5,3 4,7 6,3 5,7 5,2 4,6 3,7 9,3

Keterangan : C adalah cawan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 93: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

74

Rata-rata rendemen = 𝑟𝑒𝑝 1+𝑟𝑒𝑝 2+𝑟𝑒𝑝 3+𝑟𝑒𝑝 4+𝑟𝑒𝑝 5+𝑟𝑒𝑝6+𝑟𝑒𝑝7+𝑟𝑒𝑝8+𝑟𝑒𝑝9+𝑟𝑒𝑝1010

= 5,3+4,7+6,3+5,7+5,2+4,6+3,7+9,310

= 4,48 gram

% rendemen ektrak kental = 44,8𝑔𝑟𝑎𝑚400 𝑔𝑟𝑎𝑚

𝑥 100%

= 11,20 %

Hasil menunjukkan bahwa sebanyak 400 gram serbuk kering kulit buah P.

americana menghasilkan 10 cawan ekstrak kental. Rata-rata rendemen setiap cawan

4,48 gram ekstrak kental. Pada pembuatan 400 gram serbuk kering kulit buah P.

americana menghasilkan 44,8 gram ekstrak kental, dengan rendemen 11,20 %.

Lampiran 11. Bobot pengeringan ekstrak etanol kulit buah Persea americana

Mill. sampai terbentuk ekstrak kental

Tabel VI. Bobot pengeringan ekstrak etanol kulit P. americana

Berat cawan kosong (gram)

Jam ke 0 2 4 6 8 10 12

48,9 Berat ekstrak (gram)

58,5 54,9 54,1 53,8 53,7 53,6 53,6 36,6 51,0 45,1 43,7 43,2 43,0 42,9 42,9 59,0 71,5 66,1 64,9 64,6 64,4 64,2 64,2

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 94: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI - core.ac.uk · fakultas farmasi . universitas sanata dharma . yogyakarta . 2014. plagiat merupakan tindakan tidak terpujiplagiat merupakan

75

BIOGRAFI PENULIS

Penulis skripsi dengan judul “Pengaruh Pemberian Jangka Pendek Ekstrak Etanol Kulit Persea americana Mill. Terhadap Kadar Albumin Pada Tikus Terinduksi Karbon Tetraklorida” memiliki nama lengkap Vivo Puspitasari Ana Maria. Penulis lahir di Bandarlampung pada tanggal 05 Oktober 1993, merupakan anak pertama dari dua bersaudara yang terlahir dari pasangan Tarsisius Suwahyo dan MM Yuli Suharyanti. Penulis

mengawali masa pendidikannya di TK Fransiskus Tanjungkarang (1997-1999) kemudian melanjutkan pendidikan tingkat Sekolah Dasar di SD Fransiskus 1 Tanjungkarang (1999-2005). Pendidikan Sekolah Menengah Pertama ditempuh di SMP Fransiskus Tanjungkarang (2005-2008), kemudian dilanjutkan pendidikan Sekolah Menengah Atas di SMA Negeri 2 Bandarlampung (2008-2011). Penulis kemudian melanjutkan pendidikan sarjana di Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta pada tahun 2011. Pada saat menempuh kuliah, penulis aktif dalam berbagai organisasi serta perlombaan. Penulis pernah menjadi Volunteer pada kegiatan Desa Mitra (2012), anggota Sie-Liturgi dalam kegiatan Peryaan Ekaristi Kampus (2012), kordinator seksi Pubpensek pada Pharmacy Perfomance and Event Cup (2012), Latihan Kepemimpinan (2013), Penulis Artikel 3rd News Letter ISMAFARSI (2013), panitia CPD dengan tema Peran Apoteker dalam “Holistic Care” bagi penyandang Diabetes Melitus (2013), peserta pada LKTMF ISMAFARSI (2013), Ketua Redaksi tim majalah Pharmaholic (2013/2014), Sekretaris pada acara Pharmacy Perfomance Road to School (2013), Asisten praktikum Farmasi Fisika (2013/2014), kordinator Divisi Media Farmasi (2013/2014), lolos Program Kreativitas Mahasiswa yang dibiayi Dikti (2013).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI