of 159 /159
i PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN ANIMASI AUDIOVISUAL PADA MATERI SISTEM GERAK MANUSIA KELAS VIII SMP SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Biologi Oleh : Yosua Samtaper NIM : 161434011 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2021 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI …

  • Author
    others

  • View
    8

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI …

PADA MATERI SISTEM GERAK MANUSIA KELAS VIII SMP
SKRIPSI
Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Program Studi Pendidikan Biologi
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
ii
SKRIPSI
PADA MATERI SISTEM GERAK MANUSIA KELAS VIII SMP
Oleh:
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
iii
SKRIPSI
PADA MATERI SISTEM GERAK MANUSIA KELAS VIII SMP
Dipersiapkan dan ditulis oleh:
Program Studi Pendidikan Biologi
Susunan Panitia Penguji
Anggota : Drs.Antonius Tri Priantoro, M.For.Sc. ………………
Anggota : Betty, S.Si., M.Si. ………………
Yogyakarta, 22 Juli 2021
Universitas Sanata Dharma
iv
Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau,
kemana pun kau pergi.”
Kedua orang tua saya, Bapak Yakub dan Ibu Deriyani
Adik saya Rafael Adeodatus
Teman – teman yang selalu mendukung saya
Almamater saya Universitas Sanata Dharma
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
v
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA
Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak
memuat karya maupun bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan
dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.
Yogyakarta, 22 Juli 2021
vi
ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS
Yang betandatangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma
Yogyakarta :
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta karya ilmiah saya yang berjudul :
“PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN ANIMASI
SMP”
Dharma Yogyakarta hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain,
mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan
mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa
perlu ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama mencantumkan
nama saya sebagai penulis.
Dibuat di : Yogyakarta
Yang menyatakan,
Yosua Samtaper
vii
ABSTRAK
PADA MATERI SISTEM GERAK MANUSIA KELAS VIII SMP
Yosua Samtaper
beberapa guru IPA Biologi kelas VIII di Yogyakarta yaitu, materi-materi
pembelajaran pada kelas VIII memiliki kesulitan yang berbeda–beda sehingga
diperlukan media pembelajaran yang sesuai dengan tingkat kesulitan materi.
Kendala yang sering dihadapi dalam kegiatan pembelajaran yaitu media
pembelajaran yang kurang menarik. Materi yang dimuat dalam media pembelajaran
terlalu banyak sehingga pembelajaran terasa membosankan bagi peserta didik,
salah satunya yaitu Sistem Gerak Manusia yang memiliki cukup banyak materi
bersifat hafalan sehingga akan lebih efektif jika diaplikasikan menggunakan media
pembelajaran yang menarik dan sederhana. Oleh karena itu, diperlukan media
pembelajaran yang menarik dan dapat menyampaikan materi pembelajaran lebih
singkat namun mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui desain
dan kelayakan produk media pembelajaran berbasis animasi audiovisual pada
materi Sistem Gerak Manusia kelas VIII.
Penelitian ini menggunakan 5 langkah metode Research and Development
yang dikembangkan oleh Sugiono, yaitu 1) Potensi dan masalah, 2) Pengumpulan
data, 3) Desain produk, 4) Validasi desain, dan 5) Revisi desain. Pengumpulan data
penelitian dilakukan dengan wawancara dan validasi produk.
Hasil validasi pada penelitian yang dikembangkan memperoleh rerata skor
sebesar 3,6, sehingga dapat digolongkan dalam kriteria “Sangat Baik”. Kesimpulan
penelitian ini adalah produk yang dikembangkan layak untuk diujicobakan dengan
adanya perbaikan sesuai dengan saran yang diberikan oleh validator.
Kata kunci : Media pembelajaran, Animasi audiovisual, Sistem Gerak Manusia.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
viii
ABSTRACT
HUMAN MOTION SYSTEM FOR EIGHTH GRADE of Junior High School
Students
161434011
Learning media is a tool used in teaching and learning activities to convey
learning from teachers to students. The use of appropriate learning media can
optimize the learning activities, so that competence can be achieved. Based on the
results of interviews with several Biology science teachers in 8th grade around
Yogyakarta, the learning in 8th grade have different difficulties so that learning
media are needed according to the level of difficulty of the material. Constraints
that are often faced in learning activities are learning media that are less attractive.
The material contained in the learning media is too much so that learning feels
boring for students, one of which is the Human Motion System that has enough
memorization material so that it will be more effective if applied using interesting
and simple learning media. Therefore, we need interesting learning media and can
deliver learning material in a shorter but easy to understand manner. This research
aimed to find out the quality and feasibility of audiovisual animation based learning
media products in Human Motion System for 8th grade.
This research used 5 steps of Research and Development method developed
by Sugiono, which are 1) Potential and problems, 2) Data collection, 3) Product
design, 4) Design validation, and 5) Design revision. The collection of research
data was conducted by interviewing and validating products.
Validation results of the developed product obtained an average score of
3.6, it could be classified in the criteria "Excellent". The conclusion of this research
was that the product developed was worth testing in accordance with the advice
given by the validators.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
ix
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
berkat dan rahmat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian skripsi
yang berjudul “Pengembangan Media Pembelajaran Animasi Audiovisual
Pada Materi Sistem Gerak Manusia Kelas VIII SMP” dengan baik. Naskah
skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat gelar sarjana pendidikan di
Pendidikan Biologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
Pelaksanaan kegiatan penelitian hingga penyusunan naskah skripsi tidak
dapat terlaksana dengan baik tanpa adanya motivasi, masukan, kritik, dan saran
kepada penulis dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis ingin mengucapkan
terima kasih kepada :
1. Tuhan Yesus Kristus yang selalu menyertai dan membimbing penulis sehingga
mampu menyelesaikan skripsi.
2. Kedua orang tua saya, Bapak Yakub dan Ibu Deriyani, serta adik saya, Rafael
Adeodatus atas doa dan dukungan yang telah diberikan kepada saya.
3. Ibu Dr. Luisa Diana Handoyo, M.Si., selaku Ketua Program Studi Pendidikan
Biologi Universitas Sanata Dharma.
4. Ibu Yoanni Maria Lauda Feroniasanti M.Si., selaku dosen pembimbing skripsi
yang telah memberikan masukan, arahan, dukungan, dan bimbingan kepada
penulis mulai dari awal penelitian hingga naskah skripsi ini selesai disusun.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
x
5. Ibu Dra. Maslichah Asy’ari, M.Pd., selaku dosen pembimbing akademik yang
telah memberikan pengarahan dan motivasi selama penulis menjalani
perkuliahan.
6. Bapak dan Ibu Dosen Pendidikan Biologi beserta Staff Sekretariat JPMIPA
atas bimbingan dan bantuan kepada penulis selama kegiatan perkuliahan.
7. Teman-teman Pendidikan Biologi Angkatan 2016, keluarga besar Pendidikan
Biologi USD, dan Almamater saya Universitas Sanata Dharma.
8. Semua pihak yang turut dalam penulisan naskah skripsi ini tetapi tidak dapat
disebutkan satu persatu, terima kasih atas bantuan, doa, dan dukungannya.
Penulis menyadari bahwa penelitian skripsi ini masih memiliki kekurangan
sehingga diperlukan adanya perbaikan pada penelitian selanjutnya. Akhir kata,
semoga karya ini dapat berguna bagi setiap orang yang akan melakukan kegiatan
penelitian yang sejenis.
xi
UNTUK KEPENTINGAN AKADEMI ................................................................. vi
A. Kajian Teori ................................................................................................. 7
3. Media Pembelajaran ............................................................................. 12
5. Penelitian dan Pengembangan (Research and Development) .............. 19
6. Materi Sistem Gerak Manusia .............................................................. 24
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
xii
C. Kerangka Berpikir ...................................................................................... 27
C. Spesifikasi Produk ...................................................................................... 31
E. Teknik Analisis Data .................................................................................. 35
F. Indikator Keberhasilan Penelitian .............................................................. 38
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ............................................................... 39
A. Hasil Analisis Kebutuhan ........................................................................... 39
B. Deskripsi Produk Awal .............................................................................. 45
1. Animasi Sistem Gerak Rangka ............................................................ 45
2. Animasi Sistem Gerak Sendi ............................................................... 48
3. Animasi Sistem Gerak Otot ................................................................. 50
C. Hasil Validasi Produk ................................................................................ 52
1. Data Hasil Validasi Ahli Media ........................................................... 52
2. Data Hasil Validasi Ahli Materi ........................................................... 53
3. Data Hasil Validasi Guru Mata Pelajaran Biologi Kelas VIII SMP .... 55
D. Revisi dan Kajian Produk Akhir ................................................................ 57
E. Pembahasan ................................................................................................ 63
A. Kesimpulan ................................................................................................ 68
B. Saran ........................................................................................................... 68
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ 69
xiii
Tabel 3.3. Kriteria Skor Validasi (Mardapi, 2008) ................................................ 36
Tabel 3.4. Konversi Data Kuantitatif ke Kualitatif ................................................ 38
Tabel 4.1. Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan .................................................. 40
Tabel 4.2. Deskripsi Scene Animasi Sistem Gerak Rangka................................... 46
Tabel 4.3. Deskripsi Scene Animasi Sistem Gerak Sendi ...................................... 48
Tabel 4.4. Deskripsi Scene Animasi Sistem Gerak Otot ........................................ 50
Tabel 4.5. Komentar dan Saran Validator Ahli Media .......................................... 53
Tabel 4.6. Komentar dan Saran Validator Ahli Materi .......................................... 54
Tabel 4.7. Rekapitulasi Hasil Validasi Produk oleh Guru IPA .............................. 55
Tabel 4.8. Komentar dan Saran Validator Guru I .................................................. 56
Tabel 4.9. Komentar dan Saran Validator Guru II ................................................. 57
Tabel 4.10. Rekapitulasi Data Hasil Validasi Keempat Validator ......................... 57
Tabel 4.11. Hasil Revisi Produk Media Pembelajaran Animasi Audiovisual ....... 58
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
xiv
Gambar 2.1. Langkah-langkah Penelitian R & D menurut Sugiyono (2015) ........ 19
Gambar 2.2. Literature Map Relevansi Penelitian ................................................. 28
Gambar 2.3. Kerangka Berpikir Pengembangan Media Pembelajaran Animasi
Audiovisual Pada Materi Sistem Gerak Manusia Kelas VIII SMP .. 29
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
xv
Lampiran 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ....................................... 76
Lampiran 3. Uraian Materi Pembelajaran .............................................................. 88
Lampiran 4. Lembar Penilaian Sikap/Afektif ........................................................ 95
Lampiran 5. Lembar Penilaian Keterampilan/ Psikomotor.................................... 97
Lampiran 6. Lembar Penilaian Pengetahuan/ Kognitif .......................................... 98
Lampiran 7. Lembar Kerja Siswa (LKS) ............................................................. 108
Lampiran 8. Lembar Wawancara Analisis Kebutuhan ........................................ 119
Lampiran 9. Surat Izin Wawancara Analisis Kebutuhan ..................................... 121
Lampiran 10. Lembar Kuesioner Validasi Produk .............................................. 125
Lampiran 11. Lembar Hasil Validasi Produk ...................................................... 137
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
1
A. Latar Belakang
Pendidikan menurut UU No. 20 tahun 2013 merupakan usaha dasar dan
terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar
peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki
kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan,
akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan baik bagi dirinya,
masyarakat, dan negara. Dunia pendidikan saat ini semakin berkembang,
terdapat berbagai macam pembaharuan yang dilakukan untuk dapat
meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satunya yaitu pengembangan
teknologi yang berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Berkembangnya teknologi di era yang lebih maju ini, berpotensi besar dalam
mengubah cara seseorang untuk belajar dan memperoleh sumber informasi.
Adanya tuntutan zaman yang semakin modern menghendaki dunia pendidikan
untuk menyesuaikan perkembangan teknologi terhadap usaha dalam
peningkatan mutu pendidikan. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan
diperlukan adanya terobosan baik dalam pengembangan kurikulum, inovasi
pembelajaran, serta pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan.
Dalam pembelajaran, seorang pendidik memiliki peran untuk
meningkatkan kualitas pendidikan peserta didik melalui metode, media
pembelajaran, dan kurikulum. Khususnya dalam peningkatan kualitas
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
2
pembelajaran merupakan salah satu komponen yang penting dalam suatu
proses belajar mengajar, karena dengan adanya media pembelajaran materi
yang disajikan menjadi lebih menarik dan peserta didik dapat lebih mudah
untuk memahami materi pembelajaran. Media pembelajaran digunakan
sebagai suatu perantara untuk menyampaikan pesan atau materi dari guru
kepada peserta didik.
pada beberapa sekolah di antaranya SMP Taman Dewasa Yogyakarta, SMP
Pangudi Luhur Yogyakarta, SMP Negeri 3 Ngaglik, dan SMP Negeri 6
Yogyakarta secara garis besar telah menunjukkan bahwa dalam proses
pembelajaran terkadang alat peraga yang digunakan mengalami kerusakan.
Hasil belajar peserta didik di sekolah rata-rata sudah baik, akan tetapi ada
beberapa peserta didik yang belum memahami materi pembelajaran dengan
baik karena tidak memperhatikan penjelasan dari guru yang mengajar. Media
yang digunakan oleh guru juga kurang menarik, dan pada materi sistem gerak
manusia dinilai sebagai materi yang hanya bisa dijelaskan secara abstrak atau
tidak dapat dilihat secara nyata sehingga peserta didik kesulitan dalam
memahami materi. Menurut beberapa guru IPA Biologi yang telah
diwawancarai, media pembelajaran yang baik adalah media yang menarik dan
sederhana bagi peserta didik sehingga dapat lebih mudah dipahami keseluruhan
materi yang dijelaskan oleh guru. Oleh karena itu, media pembelajaran yang
menarik dan sederhana perlu dikembangkan agar dapat meningkatkan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
3
pemahaman tentang materi dan meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Selain ke empat sekolah di atas, wawancara juga dilakukan dengan salah satu
guru IPA Biologi di SMP Negeri 1 Depok pada saat berlangsungnya kegiatan
PLP-KP. Berdasarkan hasil wawancara tersebut materi sistem gerak manusia
merupakan salah satu materi IPA Biologi yang memiliki bobot medium karena
terdapat cukup banyak materi yang bersifat hafalan, sehingga akan lebih efektif
jika diaplikasikan menggunakan media pembelajaran yang menarik dan mudah
dipahami oleh peserta didik.
Secara garis besar, media pembelajaran terbagi menjadi tiga macam
yaitu visual, audio, dan audiovisual. Salah satu media pembelajaran yang dapat
digunakan oleh guru dalam mengajar dan menyampaikan informasi adalah
media pembelajaran animasi audiovisual. Media pembelajaran animasi
audiovisual merupakan teknologi yang mampu menyampaikan materi
menggunakan alat elektronik melalui audio dan visual animasi. Media
pembelajaran animasi audiovisual dapat membantu peserta didik untuk lebih
memahami materi, materi yang bersifat abstrak dapat digambarkan menjadi
lebih menarik. Media ini dapat mudah dipahami dan terlihat menarik ketika
diaplikasikan dalam pembelajaran karena di dalam media tersebut terdapat
audio, teks dan animasi (Nengsi, 2015).
Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah media
pembelajaran berbasis animasi audiovisual. Media pembelajaran audiovisual
merupakan media yang cocok untuk digunakan pada kompetensi pembelajaran
yang bersifat mengingat dan memahami. Produk ini berisi tentang materi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
4
sistem gerak manusia yang ditampilkan melalui animasi. Materi yang disajikan
antara lain rangka, sendi, dan otot. Berdasarkan beberapa uraian di atas, guru
mengharapkan dengan adanya pengembangan media pembelajaran ini dapat
memotivasi peserta didik dalam kegiatan pembelajaran dan juga menjadi
tantangan untuk guru dalam hal menyampaikan materi agar terlihat menarik
dan tidak membosankan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk
mengembangkan media pembelajaran berbasis animasi audiovisual pada
materi sistem gerak manusia kelas VIII SMP.
B. Rumusan Masalah
masalah yang akan diteliti pada penelitian pengembangan ini adalah :
1. Bagaimana desain media pembelajaran animasi audiovisual pada materi
Sistem Gerak Manusia kelas VIII SMP ?
2. Bagaimana kelayakan produk pengembangan media pembelajaran
berbasis animasi audiovisual pada materi Sistem Gerak Manusia kelas
VIII SMP ?
Meninjau dari rumusan masalah yang ada, batasan masalah dalam penelitian
ini adalah sebagai berikut :
1. Media pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian ini hanya satu
materi pada mata pelajaran IPA Biologi kelas VIII SMP yaitu Sistem
Gerak Manusia.
5
gerak pada makhluk hidup, sistem gerak pada manusia, dan upaya
menjaga kesehatan sistem gerak. Sub materi yang digunakan adalah
rangka, sendi, dan otot.
3. Penelitian ini hanya dilakukan sampai pada tahap yang kelima yaitu
revisi produk.
iringan lagu tentang materi Sistem Gerak Manusia kelas VIII SMP.
D. Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengembangkan desain produk media pembelajaran animasi
audiovisual pada materi Sistem Gerak Manusia kelas VIII SMP.
2. Untuk mengetahui kelayakan produk media pembelajaran berbasis
animasi audiovisual pada materi Sistem Gerak Manusia untuk SMP kelas
VIII.
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi semua pihak
yang terlibat yaitu sebagai berikut :
1. Manfaat Teoritis
dan pengetahuan secara teoritis yang berkaitan dengan media
pembelajaran, serta dapat menambah penelitian baru tentang
pengembangan media pembelajaran.
6
memperdalam metodologi penelitian serta bermanfaat bagi
pengembangan selanjutnya.
pembelajaran berbasis animasi audio visual dan mampu memberikan
kontribusi yang baik sebagai bentuk nyata terhadap dunia pendidikan.
b. Bagi guru
memberikan inspirasi serta motivasi untuk mengembangkan produk
serupa untuk materi IPA lainnya.
c. Bagi peserta didik
dengan bantuan media pembelajaran yang lebih menarik.
d. Bagi sekolah
menentukan kebijakan dalam meningkatkan pengembangan media
pembelajaran di sekolah yang digunakan untuk meningkatkan mutu
pendidikan.
7
belajar bersifat kontinyu, fungsional, positif, aktif, dan terarah. Pembelajaran
merupakan proses interaksi antara peserta didik dengan guru melalui bahan
pelajaran, metode penyampaian, strategi pembelajaran, dan sumber belajar
dalam suatu lingkungan belajar. Keberhasilan dalam proses belajar dan
pembelajaran dapat dilihat melalui tingkat keberhasilan dalam mencapai tujuan
pembelajaran. Dengan tercapainya tujuan pembelajaran, maka dapat dikatakan
bahwa guru telah berhasil dalam mengajar, sehingga efektivitas sebuah proses
belajar dan pembelajaran ditentukan oleh interaksi antara individu dengan
lingkungan dan peserta didik dengan guru (Pane dan Dasopang, 2017).
2. Komponen dalam Pembelajaran
Menurut Dolong (2016), beberapa komponen yang ada di dalam suatu
pembelajaran adalah sebagai berikut.
pembelajaran adalah tujuan dan standar kompetensi yang ingin dicapai
dalam pelaksanaan pembelajaran. Penentuan ini sangat penting untuk
dilakukan, apabila pembelajaran tidak diawali dengan identifikasi dan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
8
Dalam hubungannya dengan pelaksanaan pembelajaran, rumusan tujuan
pembelajaran merupakan aspek fundamental dalam mengarahkan proses
pembelajaran yang baik.
b. Peserta didik
seseorang atau sekelompok orang yang menjalakan kegiatan pendidikan.
Anak didik adalah unsur manusiawi yang sangat penting dalam kegiatan
interaksi edukatif. Anak didik dijadikan sebagai pokok persoalan dalam
semua gerak kegiatan pendidikan dan pengajaran. Anak didik memiliki
kedudukan yang menempati posisi yang paling menentukan dalam sebuah
interaksi. Selain itu, anak didik juga merupakan subjek pembinaan oleh
guru sehingga dapat diartikan bahwa anak didik adalah kunci yang
menentukan terjadinya interaksi edukatif.
mencerdaskan kehidupan anak didik. Pendidik harus mempersiapkan
perangkat pembelajaran sebelum melaksanakan tugas profesinya,
merumuskan tujuan, menentukan metode, menyampaikan bahan ajar,
menentukan sumber belajar dan yang paling terakhir ketika pendidik akan
melihat hasil pembelajarannya adalah melaksanakan evaluasi. Seluruh
rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh pendidik berisi komponen -
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
9
pendidik dengan komponen lainya.
Bahan ajar merupakan segala bentuk bahan yang digunakan untuk
membantu guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas.
Bahan ajar juga merupakan informasi alat dan teks yang diperlukan guru
untuk perencanaan dan penelaah implementasi pembelajaran. Adapun
beberapa komponen yang harus ada di dalam suatu bahan ajar adalah
sebagai berikut.
3) Informasi pendukung
6) Evaluasi
antara guru dengan peserta didik dalam suatu pengajaran untuk
mewujudkan tujuan pembelajaran. Tidak semua jenis metode dapat
digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Dalam suatu
pembelajaran seorang pendidik harus menyesuaikan metode yang akan
digunakan dengan karakteristik peserta didik, materi pembelajaran, dan
konteks lingkungan dimana pembelajaran itu berlangsung. Metode
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
10
menyampaikan materi pelajaran, keterampilan atau sikap tertentu kepada
peserta didik sehingga pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan
tujuan dapat tercapai dengan baik. Beberapa faktor yang dapat
memengaruhi dan patut dipertimbangkan dalam memilih suatu metode
pembelajaran adalah sebagai berikut.
3) Situasi dengan berbagai keadaan
4) Fasilitas dengan berbagai kualitas dan kuantitasnya
5) Pribadi guru serta kemampuan profesinya yang berbeda-beda
f. Media
Kata media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak
dari kata “medium”, yang berarti perantara atau pengantar. Media adalah
perantara atau pengantar pesan dari pengirim (komunikator atau
sumber/source) kepada penerima (komunikan atau audience/receiver).
Menurut KBBI, media dapat diartikan sebagai perantara, penghubung, alat
(sarana) komunikasi seperti koran, majalah, radio, televisi, film, poster,
dan spanduk, yang terletak di antara dua pihak (orang, golongan, dan
sebagainya).
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
11
evaluasi hasil belajar adalah sebagai berikut.
1) Memberikan informasi tentang kemajuan siswa dalam upaya
mencapai tujuan belajar melalui berbagai kegiatan belajar.
2) Memberikan informasi yang dapat digunakan untuk membina
kegiatan-kegiatan belajar siswa lebih lanjut, baik keseluruhan kelas
maupun masing-masing individu.
kemampuan siswa, menetapkan kesulitan-kesulitannya dan
menyarankan kegiatan-kegiatan remedial (perbaikan).
mendorong motivasi belajar siswa dengan cara mengenal
kemajuannya sendiri dan merangsangnya untuk melakukan upaya
perbaikan.
sehingga guru dapat membantu perkembangannya menjadi warga
masyarakat dan pribadi yang berkualitas.
6) Memberikan informasi yang tepat untuk membimbing siswa memilih
sekolah, atau jabatan yang sesuai dengan kecakapan, minat dan
bakatnya.
12
sebagai perantara komunikasi antara seorang guru dengan peserta didik agar
komunikasi dan interaksi antara guru dan peserta didik menjadi lebih efektif
dalam proses pembelajaran. Kriteria yang paling utama dalam pemilihan media
yaitu media harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran atau kompetensi
yang ingin dicapai. Menurut Umar (2014), apabila tujuan atau kompetensi
peserta didik bersifat menghafalkan kata-kata maka media yang tepat untuk
digunakan adalah audio, apabila tujuan atau kompetensi yang dicapai bersifat
memahami isi bacaan maka media yang lebih tepat digunakan adalah cetak,
dan apabila tujuan pembelajaran bersifat motorik (gerak dan aktivitas) maka
media film dan video bisa digunakan.
Media pembelajaran memiliki peran yang sangat penting dalam kegiatan
pembelajaran. Menurut Fahyuni dan Nurdiansyah (2016), memanfaatkan
media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat mempermudah guru
dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada peserta didik. Penggunaan
media pembelajaran sangat berpengaruh dalam meningkatkan motivasi siswa.
Penggunaan media dalam pembelajaran dapat membantu guru untuk
menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik secara interaktif dan
waktu pembelajaran menjadi lebih efisien. Untuk meningkatkan efektivitas dan
efisiensi dalam pembelajaran, perlu dikembangkan media pembelajaran yang
kreatif dan inovatif. Hal ini perlu dilakukan agar proses pembelajaran tidak
terasa monoton dan peserta didik tidak cenderung merasa bosan (Audie, 2019).
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
13
Oleh karena itu, peran media pembelajaran sangat penting, dengan adanya
media pembelajaran peserta didik tidak mudah merasa bosan selama mengikuti
kegiatan belajar. Tujuan penggunaan media pembelajaran bukan hanya sekedar
untuk melengkapi proses belajar mengajar dan menarik perhatian peserta didik
saja, namun penggunaan media dalam proses belajar mengajar juga bertujuan
untuk memfasilitasi dan mempermudah proses belajar mengajar sehingga
dapat meningkatkan kualitas belajar mengajar dan tercapainya tujuan belajar.
4. Jenis-Jenis Media Pembelajaran
menjadi beberapa macam adalah sebagai berikut.
a. Media visual
Media Visual adalah suatu alat atau sumber belajar yang di
dalamnya berisikan pesan, informasi khususnya materi pelajaran yang
disajikan secara menarik dan kreatif dan diterapkan dengan menggunakan
indera penglihatan. Jadi media visual ini tidak dapat digunakan untuk
umum lebih tepatnya media ini tidak dapat digunakan oleh para tunanetra
karena media ini hanya dapat digunakan dengan indera penglihatan saja.
Media visual berfungsi untuk menyalurkan pesan dari sumber ke penerima
pesan. Pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam simbol-simbol
visual. Selain itu, fungsi media visual adalah menarik perhatian,
memperjelas sajian ide, menggambarkan suatu hal. Di bawah ini
merupakan macam-macam media visual adalah sebagai berikut.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
14
1) Gambar
Gambar atau foto merupakan media visual yang hanya bisa dilihat dan
tidak memiliki unsur audio. Media gambar memiliki fungsi yaitu
mempermudah pendidik dan peserta didik dalam proses belajar
mengajar dan juga agar tercapainya tujuan belajar. Dengan adanya
gambar tersebut dapat mempermudah pendidik dalam menyampaikan
pesan atau informasi (bahan pelajaran) dan juga mempermudah
peserta didik dalam memahami materi pelajaran yang disampaikan
oleh pendidik.
suatu pokok-pokok materi pembelajaran. Dalam penyajiannya pokok
materi tersebut dihubungkan dengan suatu kata penghubung sehingga
membentuk suatu proposisi yang dapat dijabarkan lebih luas
mengenai materi tersebut. Peran media visual seperti peta konsep ini
adalah dapat mempermudah peserta didik dalam memahami materi
dan menarik minat peserta didik untuk berfikir kritis dan aktif dalam
belajar dan juga pembelajaran tidak menjenuhkan. Media seperti ini
bisa diterapkan di semua jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP,
SMA dan perguruan tinggi pun juga bisa mengunakan media ini.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
15
memaparkan atau menerangkan suatu data yang akan disajikan dalam
bentuk gambar sehingga penyajian materi dalam bentuk diagram
dapat mempermudah memahami isi dari materi yang disajikan.
Diagram berfungsi untuk menyederhanakan suatu persoalan yang
kompleks menjadi sederhana sehingga dapat memperjelas dalam
penyampaian pesan (materi pelajaran) dan pembelajaran tidak
menjenuhkan karena peserta didik tidak perlu membaca teks atau
materi pelajaran dengan tulisan yang sangat banyak sehingga
melelahkannya, peserta didik dapat memahami materi hanya dengan
mengamati dan memahami isi dari gambar diagram saja.
4) Grafik
menggunakan titik-titik atau garis garis untuk menyampaikan
informasi statistik yang saling berhubungan. Grafik sebagai media
belajar berfungsi untuk memperlihatkan perbandingan informasi
kualitas maupun kuantitas dan tidak membutuhkan waktu yang lama
dalam memahami materi tersebut serta tergolong sederhana sehingga
mempermudah peserta didik dalam pemahaman materi.
5) Poster
Poster adalah media visual yang berupa gambar yang disertai tulisan
yang menekankan pada satu atau dua ide pokok sehingga dapat
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
16
Selain itu, penyampaian pesan melalui poster akan lebih mudah
dimengerti dan dipahami oleh orang yang melihatnya karena poster
dapat menarik perhatian dan juga mampu untuk memengaruhi dan
memotivasi tingkah laku.
6) Peta atau globe
Peta atau globe adalah media visual yang berupa suatu gambar atau
benda yang berfungsi untuk menyajikan data data lokasi. Fungsi peta
atau globe dalam media belajar adalah mempermudah pendidik dalam
menunjukan letak letak suatu daerah, profinsi, bahkan negara hanya
dengan benda atau gambar ini.
b. Media audio
belajar yang berisikan pesan atau materi pelajaran yang disajikan secara
menarik dan kreatif dan diterapkan dengan menggunakan indra
pendengaran saja karena media ini hanya berupa suara. Di bawah ini
merupakan macam-macam media audio adalah sebagai berikut.
1) Radio
Radio adalah media visual yang berupa benda atau alat yang dapat
dipergunakan untuk memfasilitasi proses belajar mengajar dan
diterapkan dengan menggunakan indra pendengaran. Fungsi radio
sebagai media belajar adalah dapat memberikan informasi-informasi
yang dimuat di dalamnya.
17
Alat perekam pita magnetik atau kaset tape recorder adalah media
yang menyajikan pesannya melalui proses perekaman kaset audio.
Tidak seperti radio yang menggunakan gelombang elektromagnetik
sebagai alat pemancarnya.
c. Media audiovisual
belajar yang berisikan pesan atau materi pelajaran yang dibuat secara
menarik dan kreatif dengan menggunakan indera pendengaran dan
penglihatan yang berupa suara dan gambar. Media audiovisual dalam
pembelajaran memiliki fungsi untuk menyampaikan suatu hal yang
bernilai pendidikan, mendidik siswa agar mampu berpikir kritis, memberi
pengalaman yang bermakna serta juga mengembangkan dan memperluas
kemampuan berpikir siswa. Adapun di bawah ini macam-macam
audiovisual adalah sebagai berikut.
gerak ini merupakan media yang dapat menampilkan unsur suara serta
gambar yang bergerak, unsur suara atau unsur gambar tersebut berasal
dari sebuah sumber. Contohnya adalah sebagai berikut.
a) Film Bersuara
Film bersuara ini ada berbagai macam jenis, terdapat yang dipakai
untuk hanya hiburan, contohnya ialah film komersial yang diputar
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
18
b) Video
menampilkan gerak. Pesan yang disampaikan melalui video ini
dapat memiliki sifat fakta maupun fiktif, dapat bersifat informatif,
edukatif atau serta instruksional.
Selain dari film dan video, televisi ini juga merupakan media
yang menyajikan pesan-pesan pembelajaran dengan secara
audiovisual dengan disertai dengan unsur gerak didalamnya.
2) Audiovisual tidak murni
gambarnya berasal dari sumber yang berbeda. Audiovisual tidak
murni ini biasa disebut dengan sebutan audiovisual diam plus suara
yang merupakan media yang menampilkan dan juga gambar diam,
contoh seperti Sound slide (film bingkai suara) dan slide atau
filmstrip.
pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian R&D ini adalah jenis
media pembelajaran audiovisual murni. Media pembelajaran yang
dikembangkan merupakan inovasi dari media-media yang sudah pernah
digunakan oleh para pendidik dalam kegiatan belajar mengajar. Pemilihan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
19
materi pembelajaran yang dimuat yaitu materi Sistem Gerak Manusia.
5. Penelitian dan Pengembangan (Research and Development)
a. Pengertian Penelitian dan Pengembangan R&D
Menurut Sugiyono (2015), Penelitian dan Pengembangan (R&D)
merupakan metode penelitian yang dapat digunakan untuk menghasilkan
suatu produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut. Produk yang
dihasilkan dari metode penelitian ini tidak hanya dalam bentuk benda atau
perangkat keras (hardware), akan tetapi dapat juga dihasilkan dalam bentuk
perangkat lunak (software). Penelitian R&D dalam pendidikan meliputi
sepuluh langkah, yaitu : (1) Potensi dan Masalah, (2) Pengumpulan Data,
(3) Desain Produk, (4) Validasi Desain, (5) Revisi Desain, (6) Uji Coba
Produk, (7) Revisi Produk, (8) Uji Coba Pemakaian, (9) Revisi Produk, dan
(10) Produksi Massal. Skema langkah-langkah tersebut ditunjukkan pada
Gambar 2.1 sebagai berikut.
(2015).
20
Adapun studi literatur dilakukan untuk pengenalan sementara terhadap
produk yang akan dikembangkan. Tahap ini dilakukan untuk
mengumpulkan temuan riset dan informasi lain yang berkaitan dengan
pengembangan produk yang direncanakan.
diperlukan dalam pelaksanaan penelitian, rumusan tujuan yang hendak
dicapai dengan penelitian tersebut, dan desain atau langkah-langkah
penelitian.
penentuan sarana dan prasarana penelitian yang dibutuhkan selama
proses penelitian dan pengembangan, penentuan tahap-tahap
pelaksanaan uji desain di lapangan, dan penentuan deskripsi tugas pihak-
pihak yang terlibat dalam penelitian. Termasuk di dalamnya antara lain
pengembangan bahan pembelajaran, proses pembelajaran dan instrumen
evaluasi.
Langkah ini merupakan uji coba desain produk, yaitu melakukan uji
validasi desain produk dengan beberapa validator, baik substansi desain
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
21
maupun pihak-pihak yang terlibat. Uji coba desain produk ini dilakukan
menggunakan kuisioner. Pengumpulan data dengan kuisioner
selanjutnya dianalisis.
coba validasi desain produk. Penyempurnaan produk awal akan
dilakukan setelah dilakukan uji coba validasi. Pada tahap
penyempurnaan produk awal ini, lebih banyak dilakukan dengan
pendekatan kualitatif. Evaluasi yang dilakukan lebih pada evaluasi
terhadap proses, sehingga perbaikan yang dilakukan bersifat perbaikan
internal.
Langkah ini merupakan uji produk secara lebih, meliputi uji efektivitas
desain produk dan uji efektivitas desain. Hasil dari uji ini adalah
diperolehnya desain yang efektif, baik dari sisi substansi maupun
metodologi. Pengumpulan data tentang dampak sebelum dan sesudah
implementasi produk menggunakan kelas khusus, yaitu data kuantitatif
penampilan subjek uji coba (guru) sebelum dan sesudah menggunakan
model yang dicobakan. Hasil pengumpulan data yang diperoleh
kemudian dievaluasi.
berdasarkan masukan dan hasil uji lapangan utama. Jadi, perbaikan ini
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
22
luas dari uji lapangan yang pertama. Desain yang digunakan adalah
pretest dan posttest. Selain perbaikan yang bersifat internal.
Penyempurnaan produk ini didasarkan pada evaluasi hasil sehingga
pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif.
8) Uji coba pemakaian
Pada langkah ini dilakukan dengan skala yang besar, meliputi uji
efektivitas dan adaptabilitas desain produk. Uji efektivitas dan
adabtabilitas desain melibatkan para calon pengguna produk. Pengujian
dilakukan melalui angket, wawancara, dan observasi kemudian hasilnya
dianalisis.
lebih akuratnya produk yang dikembangkan. Pada tahap ini sudah
didapatkan suatu produk yang tingkat efektivitasnya dapat
dipertanggungjawabkan. Penyempurnaan didasarkan masukan atau hasil
uji kelayakan dalam skala luas.
10) Produksi massal
forum profesional di dalam jurnal dan implementasi produk pada praktik
pendidikan. Penerbitan produk untuk didistribusikan secara komersial
maupun free untuk dimanfaatkan oleh publik. Distribusi produk harus
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
23
monitoring terhadap pemanfaatan produk oleh publik untuk memperoleh
masukan dalam kerangka mengendalikan kualitas produk.
b. Karakteristik Penelitian dan Pengembangan R&D
Santyasa (2009) mengemukakan bahwa penelitian pengembangan
memiliki 4 karakteristik, antara lain :
1) Masalah yang ingin dipecahkan merupakan masalah nyata yang
mempunyai kaitan dengan upaya inovatif atau aplikasi (penerapan)
teknologi dalam pembelajaran sebagai pertanggungjawaban dan
komitmen terhadap pemerolehan kualitas pembelajaran.
2) Pengembangan model, pendekatan dan metode pembelajaran serta media
belajar yang menunjang keefektifan pencapaian kompetensi siswa.
3) Proses pengembangan produk, validasi yang dilakukan melalui uji ahli,
dan uji coba lapangan secara terbatas perlu dilakukan sehingga produk
yang dihasilkan memiliki manfaat dalam meningkatkan kualitas
pembelajaran. Proses pengembangan, validasi, dan uji coba lapangan
tersebut dideskripsikan secara jelas sehingga bisa dipertanggungjawabkan
secara akademik.
pembelajaran perlu didokumentasikan secara rapih dan dilaporkan secara
sistematis sesuai dengan kaidah penelitian yang mencerminkan
originalitas.
24
Sistem Gerak Manusia merupakan salah satu materi pokok pada mata
pelajaran IPA/Biologi. Materi ini diajarkan pada kelas VIII SMP di semester
1. Adapun kompetensi dasar dari materi ini adalah :
3.1. Menganalisis gerak pada makhluk hidup, sistem gerak pada manusia, dan
upaya menjaga kesehatan sistem gerak.
4.1. Menyajikan karya tentang berbagai gangguan pada sistem gerak, serta
upaya menjaga kesehatan sistem gerak manusia.
Terdapat tiga komponen di dalam materi Sistem Gerak Manusia yaitu
rangka/tulang, otot, dan sendi. Setiap komponen sistem gerak manusia saling
berkaitan satu sama lain, jika salah satu dari sistem gerak ini tidak berfungsi
maka akan mengganggu sistem gerak yang lain. Setiap materi pokok dalam
pelajaran biologi mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Karakteristik
dari materi pokok sistem gerak pada manusia yaitu struktur dan fungsi organ
menggunakan bahasa Latin yang cukup sulit untuk diingat, membahas tentang
mekanisme proses yang rumit sehingga sulit untuk dipahami, dan melibatkan
berbagai sistem organ lain dalam menjalankan fungsinya.
B. Penelitian yang Relevan
media pembelajaran animasi audiovisual pada materi Sistem Gerak Manusia
adalah sebagai berikut.
a. Trina dkk. (2017), dengan judul “Penerapan Media Animasi Audiovisual
Menggunakan Software Powtoon Untuk Meningkat Hasil Belajar IPS SMP
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
25
penelitian ini adalah mengembangkan produk media pembelajaran animasi
audiovisual menggunakan perangkat lunak Powtoon dan mengukur
peningkatan hasil belajar peserta didik secara individual dan klasikal. Uji
coba penelitian dilakukan pada peserta didik sejumlah 24 orang kelas VIII-
3 SMP Negeri 16 Banda Aceh. Dalam penelitian tersebut menyatakan
bahwa hasil belajar yang diperoleh peserta didik kelas VIII-3 SMP Negeri
16 Banda Aceh dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada
materi jumlah dan pertumbuhan, komposisi, serta persebaran dan migrasi
penduduk mengalami peningkatan secara individual dan klasikal.
b. Putri dan Rachma (2014), dengan judul “Pengembangan Media
Pembelajaran Audiovisual Berbasis Aurora 3D Presentation Dalam
Pembelajaran IPS SMP Kelas VII Materi Pokok Potensi dan Sebaran
Sumber Daya Alam Indonesia”. Media pembelajaran yang dikembangkan
dalam penelitian tersebut dikemas dalam bentuk perangkat lunak Aurora 3D
Presentation. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan media
pembelajaran audiovisual berbasis Aurora 3D Presentation pada materi
potensi dan sebaran sumber daya alam Indonesia dalam pembelajaran IPS
kelas VII dan mengetahui kelayakan media audiovisual berbasis Aurora 3D
Presentation pada materi potensi dan sebaran sumber daya alam Indonesia
dalam pembelajaran IPS kelas VII yang dikembangkan. Uji coba media
pembelajaran ini dilakukan di SMP Negeri 15 Yogyakarta dengan subjek
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
26
uji coba terdiri dari 35 siswa kelas VII F. Media pembelajaran audiovisual
yang dikembangkan dalam penelitian ini telah dinyatakan layak untuk
digunakan dalam pembelajaran IPS. Hasil tersebut diperoleh dari validasi
oleh dosen ahli materi dengan rerata skor sebesar 3,5 atau dalam kategori
“Baik”, dosen ahli media dengan rerata skor sebesar 3,8 atau dalam kategori
“Baik”, guru dengan rerata skor sebesar 4,25 atau dalam kategori “Sangat
Baik”, tanggapan dan respon siswa pada saat uji coba produk sebesar 3,578
atau dalam kategori “Baik”.
Audiovisual Berbasi Prezi Untuk Siswa SMP Kelas VIII Materi Puasa”.
Media pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian tersebut dikemas
dalam bentuk perangkat lunak Prezi. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui langkah-langkah pengembangan media pembelajaran
audiovisual berbasis prezi dan mengetahui kelayakan media pembelajaran
audiovisual berbasis prezi untuk diaplikasikan dalam pembelajaran. Uji
coba penelitian dilakukan di SMP Negeri 1 Seputih Agung kelas VIII A
sejumlah 31 orang dan kelas VIII B sejumlah 30 orang. Pengembangan
media pembelajaran audio visual berbasisi prezi ini sangat layak digunakan
dalam pembelajaran. Kelayakan produk berdasarkan penilaian dari ahli
materi dengan penilaian persentase sebesar 85,33% dalam kategori sangat
layak dan penilaian dari ahli media 82,8% dalam kategori sangat layak.
Hasil uji coba yang dilakukan yaitu uji coba kelompok kecil di kelas VIII A
dan VIII B dengan persentase kelayakan sebesar 90% dan 88,8% dalam
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
27
kategori sangat layak. Pada uji coba lapangan yang dilakukan di dua kelas
di SMP Negeri 1 Seputih Agung mendapatkan persentase kelayakan sebesar
90,4% dalam kategori sangat layak.
Hal yang menjadi perbedaan antara penelitian ini dengan penelitian-
penelitian di atas yaitu pada bagian materi dan pengemasan media
pembelajaran. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah materi
IPA Sistem Gerak Manusia untuk kelas VIII dan media pembelajaran ini
dikemas dalam bentuk video animasi yang disertai dengan iringan lagu.
Literatur Map penelitian dapat dilihat pada Gambar 2.2.
C. Kerangka Berpikir
sekolah di antaranya SMP Taman Dewasa Yogyakarta, SMP Pangudi Luhur
Yogyakarta, SMP Negeri 3 Ngaglik, dan SMP Negeri 6 Yogyakarta
menunjukkan bahwa dalam proses pembelajaran terkadang alat peraga yang
digunakan guru mengalami kerusakan, hasil belajar siswa di sekolah rata-rata
sudah cukup baik, akan tetapi ada beberapa siswa yang belum memahami materi
pembelajaran dengan baik karena media yang digunakan oleh guru dinilai
kurang menarik. Oleh karena itu, sebagian siswa justru sibuk sendiri saat
pembelajaran dan tidak memperhatikan saat guru sedang menjelaskan materi.
Beberapa guru yang telah diwawancarai juga mengatakan bahwa materi sistem
gerak manusia adalah materi yang sedikit rumit karena hanya bisa dijelaskan
secara abstrak atau tidak dapat dilihat secara nyata sehingga peserta didik
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
28
pengembangan media pembelajaran animasi audiovisual khususnya pada materi
sistem untuk memberi kemudahan bagi guru dalam penyampaian materi dan
menyajikan materi pembelajaran yang lebih menarik serta dapat meningkatkan
antusias, pemahaman, dan hasil belajar peserta didik. Kerangka Berpikir
Pengembangan Media Pembelajaran Animasi Audiovisual Pada Materi Sistem
Gerak Manusia kelas VIII SMP dapat dilihat pada Gambar 2.3.
Gambar 2.2. Literature Map Relevansi Penelitian
Pengembangan Media Pembelajaran
(Trina dkk, 2017)
Negeri 16 Banda Aceh”. Tujuan dari
penelitian ini adalah mengembangkan
produk media pembelajaran animasi
secara individual dan klasikal.
SMP Kelas VIII Materi Puasa”. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui
langkah - langkah pengembangan media
pembelajaran audiovisual berbasis prezi
dan mengetahui kelayakan media
pembelajaran audiovisual berbasis prezi
untuk diaplikasikan dalam pembelajaran.
(Putri dan Rachma, 2014)
“Pengembangan Media Pembelajaran Audiovisual
IPS SMP Kelas VII Materi Pokok Potensi dan Sebaran
Sumber Daya Alam Indonesia”. Tujuan dari penelitian
ini adalah menghasilkan media pembelajaran
audiovisual berbasis Aurora 3D Presentation dan
mengetahui kelayakan media audiovisual berbasis
Aurora 3D Presentation pada materi potensi dan
sebaran sumber daya alam Indonesia dalam
pembelajaran IPS kelas VII.
29
Audiovisual Pada Materi Sistem Gerak Manusia Kelas VIII SMP.
Analisis Kebutuhan :
meningkatkan pemahaman materi peserta didik
2. Media pembelajaran yang lebih mudah dan efektif
Pengembangan :
animasi audiovisual
Evaluasi :
animasi audiovisual
audiovisual
30
Development (R&D). Research and Development (R&D) adalah metode
penelitian yang dapat digunakan untuk menghasilkan suatu produk tertentu
dan menguji keefektifan produk (Sugiyono, 2015). Produk yang
dikembangkan dalam penelitian ini adalah media pembelajaran animasi
audiovisual pada materi Sistem Gerak Manusia kelas VIII SMP.
Pelaksanaan penelitian dan pengembangan ini tidak dilakukan sampai pada
tahap terakhir atau Produksi Massal, namun hanya sampai tahap kelima
yaitu Revisi Desain.
analisis kebutuhan di beberapa sekolah meliputi SMP Taman Dewasa
Yogyakarta, SMP Pangudi Luhur Yogyakarta, SMP Negeri 3 Ngaglik,
dan SMP Negeri 6 Yogyakarta.
2. Pengumpulan Data
wawancara dan studi literatur. Data yang sudah diperoleh diolah
sehingga tujuan penelitian dapat tercapai.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
31
Manusia kelas VIII SMP, kemudian materi tersebut dirancang menjadi
lirik lagu yang sederhana. Langkah berikutnya yaitu menyusun
storyboard untuk gambaran video animasi. Storyboard animasi ini
disusun untuk diajukan kepada animator. Lirik yang telah disusun
kemudian direkam bersama dengan rekaman musik yang telah
diaransemen secara mandiri sehingga menjadi sebuah lagu, kemudian
hasil rekaman lagu tersebut dimasukan ke dalam video animasi disertai
dengan teks liriknya.
4. Validasi Desain
Desain produk Animasi Audiovisual yang telah dikembangkan
divalidasi oleh empat validator terdiri dari 1 ahli materi, 1 ahli media,
dan 2 guru mata pelajaran IPA Biologi kelas VIII SMP.
5. Revisi Desain
Revisi desain dilakukan berdasarkan kritik dan saran yang diperoleh dari
keempat validator. Tahap ini dilakukan untuk memperbaiki kekurangan
yang terdapat dalam desain produk.
C. Spesifikasi Produk
Produk yang dihasilkan dari penelitian dan pengembangan ini
berupa video pembelajaran animasi audiovisual tentang Kompetensi Dasar
3.1 untuk jenjang pendidikan SMP, yaitu pada Sistem Gerak Manusia kelas
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
32
VIII SMP. Media pembelajaran ini ditampilkan dalam bentuk video animasi
dan iringan musik serta lirik lagu yang berisi tentang materi Sistem Gerak
Manusia kelas VIII SMP.
1. Wawancara
Peneliti mengumpulkan data dengan melakukan wawancara
terhadap guru IPA Biologi yang ada di beberapa sekolah di antaranya SMP
Taman Dewasa Yogyakarta, SMP Pangudi Luhur Yogyakarta, SMP Negeri
3 Ngaglik, dan SMP Negeri 6 Yogyakarta. Adapun kisi-kisi wawancara
yang digunakan disajikan di dalam Tabel 3.1.
Tabel 3.1. Instrumen Kisi-kisi Wawancara.
Aspek Indikator Nomor Wawancara
Media pembelajaran 1. Pemahaman
33
5, 8
6, 13
menjadi 3 aspek yaitu media pembelajaran, penerapan media
pembelajaran, dan materi sistem gerak manusia. Hasil data wawancara
yang diperoleh kemudian dianalisis dan dideskripsikan. Adapun lembar
pertanyaan yang diajukan saat wawancara terlampir pada Lampiran 8.
2. Kuisioner
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
34
materi sistem gerak SMP kelas VIII. Data hasil penilaian produk yang
sudah diperoleh digunakan untuk mengetahui kualitas dan kelayakan
produk ini. Kuisioner yang dibuat ada tiga macam yaitu kuisioner untuk
ahli materi, ahli media, dan guru mata pelajaran. Masing-masing lembar
kuisioner berisi poin-poin penilaian yang berkaitan dengan kualitas dan
kelayakan produk untuk diaplikasikan. Adapun kisi-kisi kuisioner
validasi ahli media, ahli materi, dan guru mata pelajaran disajikan di
dalam Tabel 3.2.
Aspek yang
dinilai Indikator
Nomor Kuisioner
pembelajaran dengan materi
1 1,2,6 1,2,6
dengan perkembangan peserta
dan mudah dipahami
media pembelajaran
35
kelayakan produk media pembelajaran yang dikembangkan. Dalam 10
pernyataan tersebut dibagi menjadi 2 bagian yaitu 4 pernyataan yang
berkaitan dengan produk media pembelajaran dan 6 pernyataan yang
berkaitan dengan materi pembelajaran yang digunakan. Instrumen
validasi media terlampir pada Lampiran 10.1, sedangkan instrumen
validasi materi terlampir pada Lampiran 10.2. Adapun instrumen validasi
yang diberikan kepada guru mata pelajaran IPA Biologi yang berisi 10
pernyataan lengkap terlampir pada Lampiran 10.3. Setiap instrumen
validasi juga memiliki rubrik penilaiannya masing-masing dalam
lampirannya. Data yang diperoleh dari kuisioner (kuantitatif) kemudian
akan dikonversi ke dalam bentuk data kualitatif agar dapat dianalisis.
Hasil analisis data kuantitatif yang telah dikonversi beserta dengan kritik
dan saran produk pengembangan kemudian dijabarkan secara deskriptif.
E. Teknik Analisis Data
kualitatif dan kuantitatif. Data yang sudah diperoleh melalui lembar
kuisioner kemudian dianalisis. Berikut ini adalah penjabaran dari teknik
analisis data yang akan digunakan berdasarkan jenis data yang diperoleh.
1. Data Kualitatif
Data kualitatif dapat diperoleh dari kritik dan saran yang diberikan
oleh semua validator pada saat uji validasi produk yang dikembangkan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
36
dan data wawancara analisis kebutuhan. Data yang sudah ada kemudian
akan dideskripsikan sebagai salah satu bahan analisis kelayakan produk
yang dikembangkan.
Dalam penelitian ini, peneliti akan memperoleh data kuantitatif dari
kuisioner penilaian produk yang dilakukan oleh validator ahli media,
ahli materi, dan dua guru mata pelajaran. Data pada lembar kuisioner
penilaian produk disajikan dalam bentuk skor dengan skala 1-4 yaitu,
skor 1 (sangat kurang), skor 2 (kurang), skor 3 (baik), dan skor 4 (sangat
baik). Seluruh data kuantitatif yang diperoleh dari kuisioner penilaian
produk dihitung rerata skornya. Hasil rerata skor penilaian yang
didapatkan dikonversi menggunakan skala penilaian kuantitatif oleh
Mardapi (2008) dengan kriteria skor pada Tabel 3.3.
Tabel 3.3. Kriteria Skor Validasi (Mardapi, 2008)
No. Skor Kategori
2. X
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
37
adalah sebagai berikut :
x- = 1
x- = 1
SBx = 1
SBx = 1
Sangat Baik = X ≥ 2,5 + 1.0,5
= X ≥ 3
-
= 3 X ≥ 2,5
= 2,5 X ≥ 2
38
= X < 2,5 – 0,5
penilaian dapat dilihat pada Tabel 3.4.
Tabel 3.4. Konversi Data Kuantitatif ke Kualitatif.
F. Indikator Keberhasilan Penelitian
Audiovisual ini dapat dikatakan berhasil apabila telah memenuhi indikator
keberhasilan penelitian sebagai berikut :
materi Sistem Gerak Manusia kelas VIII SMP.
2. Produk media pembelajaran Animasi Audiovisual memiliki kualitas dan
kelayakan yang baik. Hal tersebut dapat diketahui apabila skor yang
diperoleh dari validator sudah mencapai atau melebihi kriteria skor minimal
2,5.
39
Penelitian ini diawali dengan kegiatan berupa observasi dan wawancara
dengan guru mata pelajaran IPA Biologi SMP di beberapa sekolah yaitu SMP
Taman Dewasa Yogyakarta, SMP Pangudi Luhur Yogyakarta, SMP Negeri 3
Ngaglik, dan SMP Negeri 6 Yogyakarta. Observasi dan wawancara dilakukan
untuk memperoleh informasi mengenai pelaksanaan kegiatan pembelajaran,
kemudian akan dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam ide penelitian dan
pengembangan yang dilaksanakan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan tersebut
kemudian dianalisis dan dilanjutkan ke tahap perancangan produk. Kegiatan
wawancara dilakukan dengan 4 guru IPA kelas VIII pada sekolah yang
berbeda-beda.
analisis kebutuhan yang telah disusun. Kisi-kisi pertanyaan terdiri dari 17 butir
daftar pertanyaan wawancara. Kisi–kisi pertanyaan dapat dilihat pada Tabel
3.1 dalam BAB III, dan daftar pertanyaan wawancara terlampir pada Lampiran
8. Rangkuman hasil wawancara dapat dilihat pada Tabel 4.1.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
40
Tabel 4.1. Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan.
No. Pertanyaan SMP Taman Dewasa SMP Pangudi Luhur SMP Negeri 3 Ngaglik
Yogyakarta
yang sering bapak/ibu gunakan
didik dalam membantu
3 Apakah dalam setiap
pada media
41
No. Pertanyaan SMP Taman Dewasa SMP Pangudi Luhur SMP Negeri 3 Ngaglik
Yogyakarta
namun pada media
guru jika dalam pemanfaaan
- Sangat menyukai - Sangat menyukai - Sangat menyukai - Sangat menyukai
9. Apakah bapak/ibu pernah
pada manusia termasuk dalam
42
No. Pertanyaan SMP Taman Dewasa SMP Pangudi Luhur SMP Negeri 3 Ngaglik
Yogyakarta
baik
43
No. Pertanyaan SMP Taman Dewasa SMP Pangudi Luhur SMP Negeri 3 Ngaglik
Yogyakarta
pada manusia dapat mudah
dipahami serta hasil belajarnya
tentang media pembelajaran
17. Menurut bapak/ibu apakah
44
Berdasarkan hasil wawancara analisis kebutuhan di atas, secara garis besar
semua narasumber sudah memahami konsep dasar (media pembelajaran
audiovisual) dan pentingnya peran media pembelajaran dalam proses belajar
mengajar. Media pembelajaran yang digunakan oleh semua narasumber juga
bermacam-macam seperti video pembelajaran, gambar, alat peraga, power point,
dan charta. Dalam penggunaannya terkadang narasumber mengalami kendala.
Kendala yang dihadapi yaitu berupa kendala teknis seperti listrik yang mati,
kerusakan LCD proyektor kelas, dan alat peraga yang kurang memadai. Adapun
kendala yang dihadapi oleh guru dalam proses pembelajaran yang menyebabkan
tujuan pembelajaran sulit tercapai yaitu kurangnya antusiasme peserta didik karena
media pembelajaran yang digunakan oleh narasumber kurang menarik, peserta
didik cenderung lebih tertarik dengan media pembelajaran yang baru. Untuk
mengatasi kendala tersebut, narasumber memberi penugasan kepada peserta didik.
Namun ada 1 narasumber yang lebih memilih untuk mengulang materi yang dirasa
belum mencapai tujuan pembelajaran.
Menurut pendapat sebagian narasumber, materi Sistem Gerak Manusia
merupakan salah satu materi yang memiliki bobot medium di kelas VIII. Materi
Sistem Gerak Manusia memiliki cukup banyak hafalan sehingga membuat peserta
didik mengalami sedikit kesulitan dalam memahami materi ini. Media
pembelajaran yang pernah digunakan oleh narasumber khususnya pada materi
Sistem Gerak Manusia yaitu berupa alat peraga, gambar, video pembelajaran,
animasi, dan power point. Hasil belajar yang diperoleh perserta didik menurut
sebagian narasumber cenderung cukup, hal tersebut disebabkan karena media yang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
45
mengikuti kegiatan pembelajaran sehingga mengalami sedikit kesulitan untuk
mencapai keseluruhan tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Oleh karena itu,
penelitian ini berupaya untuk mengembangkan media pembelajaran yang lebih
menarik dalam menyajikan materi pembelajaran agar memudahkan peserta didik
dalam memahami materi yang diajarkan serta mendukung kegiatan belajar dapat
mencapai tujuan pembelajaran. Adapun saran yang diberikan oleh narasumber
dalam penelitian ini yaitu media pembelajaran yang dikembangkan harus lebih
menarik, unik, materi yang disajikan kontekstual, dan sederhana.
Berdasarkan penjabaran hasil wawancara di atas, ide produk yang
dikembangkan dalam penelitian ini yaitu media pembelajaran animasi audiovisual
pada materi Sistem Gerak Manusia kelas VIII SMP. Materi pembelajaran dalam
produk ini disajikan dengan gambar animasi dan audio berupa lagu serta lirik yang
sederhana. Hal ini ditujukan agar media pembelajaran tidak membosankan, mudah
dipahami, dan mudah diingat oleh peserta didik.
B. Deskripsi Produk Awal
Produk media pembelajaran animasi audiovisual ini berisi materi Sistem
Pada Gerak Manusia yang dibagi menjadi tiga yaitu Sistem Gerak Rangka, Sistem
Gerak Sendi, dan Sistem Gerak Otot sehingga media animasi audiovisual dibagi
juga menjadi tiga.
Media pembelajaran animasi audiovisual Sistem Gerak Rangka terdiri dari 20
Scene, dalam animasi tersebut berisi materi tentang sistem gerak rangka yang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
46
meliputi jenis dan fungsi tulang keras dan tulang rawan serta contoh-
contohnya. Deskripsi beberapa Scene animasi disajikan di dalam Tabel 4.2
sebagai berikut.
No Scene Animasi Deskripsi
47
48
Media pembelajaran animasi audiovisual Sistem Gerak Sendi terdiri dari 17
Scene, namun ada beberapa pengulangan Scene animasi yaitu pada Scene
13 – 16. Dalam animasi tersebut berisi materi tentang sistem gerak sendi
yang meliputi jenis sendi, fungsi sendi, dan letak sendi pada tubuh manusia.
Deskripsi beberapa Scene animasi disajikan di dalam Tabel 4.3 sebagai
berikut.
No Scene Animasi Deskripsi
49
50
Media pembelajaran animasi audiovisual Sistem Gerak Otot terdiri dari 14
Scene, namun ada beberapa pengulangan Scene animasi juga yaitu pada
Scene 11 – 13. Dalam animasi tersebut berisi materi tentang sistem gerak
otot yang meliputi jenis otot, fungsi otot, cara kerja otot, dan letak otot
pada tubuh manusia. Deskripsi beberapa Scene animasi disajikan di dalam
Tabel 4.4 sebagai berikut.
No. Scene Animasi Deskripsi
51
52
Produk pengembangan media pembelajaran animasi audiovisual ini
divalidasi oleh 4 validator yang terdiri dari 1 orang validator ahli media, 1
orang validator ahli materi, dan dua orang guru mata pelajaran IPA SMP
kelas VIII. Validasi ini dilakukan untuk mengetahui kelayakan dari produk
yang telah dikembangkan.
Media pembelajaran animasi audiovisual divalidasi dari segi
kelayakan oleh Ibu R.H. sebagai validator ahli media. Produk media
pembelajaran animasi audiovisual divalidasi pada tanggal 1 Maret 2021.
Hasil validasi tersebut telah memperoleh skor sejumlah 15 dengan rata-
rata skor 3,75 dari 4 aspek. Berdasarkan rata-rata skor validasi, media
pembelajaran animasi audiovisual termasuk dalam kategori Sangat
Baik. Kesimpulan yang diperoleh dari validator ahli media yaitu produk
yang dikembangkan layak untuk diujicobakan dengan adanya revisi/
perbaikan sesuai dengan saran yang diberikan. Komentar dan saran dari
validator ahli media telah dijabarkan pada Tabel 4.5.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
53
No Aspek yang Dinilai Komentar & Saran
1 Media pembelajaran
sesuai dengan materi
dengan singkat namun jelas.
unik berupa penjelasan melalui
enak didengar sehingga mudah
gajah, singa dan badut yang
kurang ada relevansinya dengan
materi. Bisa diperbaiki dengan
gerak belum terlihat gerakan yang
membedakan antar macam sendi.
Bisa ditambahkan keterangan pada
slide animasi sehingga tidak
2. Data Hasil Validasi Ahli Materi
Media pembelajaran animasi audiovisual divalidasi dari segi
materi oleh Ibu L.D. sebagai validator ahli materi. Produk media
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
54
Hasil validasi tersebut telah memperoleh skor sejumlah 20 dengan rata-
rata skor 3,33 dari 6 aspek. Berdasarkan rata-rata skor validasi, media
pembelajaran animasi audiovisual termasuk dalam kategori Sangat
Baik. Kesimpulan yang diperoleh dari validator ahli materi yaitu produk
yang dikembangkan layak untuk diujicobakan dengan adanya revisi/
perbaikan sesuai dengan saran yang diberikan. Komentar dan saran dari
validator ahli media telah dijabarkan pada Tabel 4.6.
Tabel 4.6. Komentar dan Saran Validator Ahli Materi.
No Aspek yang Dinilai Komentar & Saran
1 Media Pembelajaran
sesuai dengan KD,
indikator, tujuan, dan
materi sistem gerak
2 Kualitas materi yang
dilengkapi lagi
sendi tidak ada
55
keras, maka kalau tulang
dilengkapi.
3. Data Hasil Validasi Guru Mata Pelajaran IPA Biologi SMP Kelas VIII
Media pembelajaran animasi audiovisual divalidasi oleh 2 guru
mata pelajaran IPA yaitu Ibu E.P. (Guru I) dan Bapak A.B. (Guru II).
Produk media pembelajaran animasi audiovisual divalidasi oleh Guru I
pada tanggal 9 Maret 2021, sedangkan Guru II pada tanggal 12 Maret
2021. Lembar validasi yang diberikan kepada kedua guru IPA berisi 10
aspek dengan rentang skor dari 1 sampai 4. Berikut ini adalah
rekapitulasi dari hasil validasi produk oleh kedua guru IPA dapat dilihat
pada Tabel 4.7.
Guru
Berdasarkan tabel di atas hasil validasi dari Guru I menunjukkan
rata-rata skor 3,7 dengan kategori kelayakan produk Sangat Baik,
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
56
sedangkan hasil validasi dari Guru II menunjukkan rata-rata skor 3,6
dengan kategori kelayakan produk Sangat Baik. Kesimpulan yang
diperoleh dari Guru I dan Guru II yaitu produk yang dikembangkan
layak untuk diujicobakan dengan adanya revisi/ perbaikan sesuai
dengan saran yang diberikan. Komentar dan saran yang diberikan oleh
Guru I dan Guru II dapat dilihat pada tabel 4.8 dan tabel 4.9.
Tabel 4.8. Komentar dan Saran Validator Guru I
No Aspek yang
Dinilai Komentar & Saran
dalam mengingat, kalimat yang digunakan
cukup singkat, pada penjelasan sistem gerak
rangka ada yang menggunakan istilah ilmiah
merupakan nilai tambahan pada video ini.
Pada video yang saya lihat terdapat
microphone dan gitar yang ikut bergerak,
menurut saya itu bisa mengganggu fokus
siswa karena gambar dan tulisan yang
disajikanpun ikut bergerak.
atau diberi garis bawah.
kerja otot dan kelainan yang terjadi
pada otot.
57
No Aspek yang
Dinilai Komentar & Saran
dan animasinya.
validator menunjukkan angka 3,6. Berdasarkan angka tersebut,
kelayakan produk media pembelajaran animasi audiovisual yang
dikembangkan tergolong kategori Sangat Baik. Hasil rekapitulasi data
validasi oleh keempat validator dapat dilihat pada Tabel 4.10.
Tabel 4.10. Rekapitulasi Data Hasil Validasi Keempat Validator
Validator
Total Skor 14,38
Produk media pembelajaran animasi audiovisual yang telah
divalidasi kemudian direvisi sesuai dengan komentar dan saran dari
keempat validator. Hasil revisi produk media pembelajaran animasi
audiovisual dijabarkan pada Tabel 4.11.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
58
Sistem Gerak Rangka
gambar gajah, singa
diganti dengan gambar
rangka/tengkorak atau gambar
59
- Lirik lagu diganti menjadi
“Osteon Adalah Tulang Yang
60
- Lirik lagu diganti menjadin
“Kartilago Dibagi 3 Macam”
gambar gajah, singa
diganti dengan gambar
rangka/tengkorak atau gambar
61
mengubah lirik lagu
Keterangan ditambahkan di bawah
samping)”
geser “(gerakan memutar)” dan
belakang)”
62
Sistem Gerak Otot
gambar gajah, singa
diganti dengan gambar
rangka/tengkorak atau gambar
63
kemudian dipertimbangkan untuk ide penelitian dan pengembangan dalam
tahapan desain produk. Ide penelitian yang digunakan yaitu pengembangan
media pembelajaran animasi audiovisual pada materi Sistem Gerak
Manusia kelas VIII SMP. Produk ini dikembangkan agar materi dapat
disajikan lebih menarik dan mudah dipahami oleh peserta didik. Dengan
adanya media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat
mempermudah guru dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada
peserta didik (Fahyuni dan Nurdiansyah, 2016).
Pada tahap yang terakhir yaitu revisi produk telah memperoleh
beberapa saran perbaikan dari keempat validator, namun ada beberapa saran
perbaikan yang tidak diakomodasikan dalam penelitian ini. Saran perbaikan
yang diperoleh berdasarkan hasil validasi yaitu pada bagian awal animasi
dari ketiga video terdapat gambar yang kurang relevan dengan isi materi
sehingga animasi harus diganti dengan gambar yang lebih relevan. Pada
penulisan istilah ilmiah dalam animasi Sistem Gerak Rangka harus lebih
diperhatikan lagi seperti Osteon, Kartilago, Hialin, Elastis, dan Fibrosa
harus dibuat cetak miring. Penyebutan “tulang osteon” terkesan double
karena osteon sendiri sudah memiliki arti “tulang keras” sehingga kata
“tulang” harus dihilangkan, begitu juga dengan penyebutan “tulang
kartilago” yang memiliki makna double karena kartilago sendiri sudah
memiliki arti “tulang lentur/rawan”. Pada animasi Sistem Gerak Sendi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
64
terdapat 5 macam sendi gerak yang belum terlihat gerakan untuk
membedakan antar macam sendi, sehingga dilakukan perbaikan dengan
menambahkan keterangan berupa gerakan yang dihasilkan dari masing-
masing sendi gerak untuk memperjelas perbedaan.
Adapun beberapa saran perbaikan yang tidak diakomodasi dalam
penelitian ini yaitu terdapat beberapa indikator pembelajaran yang belum
terlihat dalam video animasi audiovisual, saran perbaikan tersebut tidak
diakomodasikan karena sebagian besar indikator pembelajaran
diperlihatkan dalam kegiatan pembelajaran. Apabila indikator pembelajaran
di dalam animasi audiovisual terlalu banyak, hal tersebut dapat
menyebabkan durasi video animasi menjadi lebih panjang sehingga kurang
efektif dan membuat peserta didik mudah merasa bosan. Video
pembelajaran akan lebih efektif apabila durasinya tidak melebihi 6 menit
(Brame, 2016). Saran perbaikan yang selanjutnya yaitu materi yang
disajikan kurang lengkap seperti susunan tulang, bentuk tulang, sifat kerja
otot dan kelainan yang terjadi pada sistem gerak. Saran tersebut tidak
diakomodasikan karena materi tersebut akan dijelaskan dalam kegiatan
pembelajaran, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dapat dilihat pada
Lampiran 2. Materi yang disajikan di dalam video animasi hanya berupa
materi pengantar atau secara garis besar saja. Materi yang disajikan dalam
animasi dibuat lebih ringkas agar peserta didik lebih mudah mengingat dan
memahami materi. Jika video animasi audiovisual memuat terlalu banyak
materi, peserta didik dikhawatirkan akan sulit memahaminya. Saran
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
65
Saran tersebut tidak diakomodasikan karena jika gambar dan animasi terlalu
banyak dikhawatirkan akan menggangu konsentrasi peserta didik sehingga
tidak fokus terhadap materi yang disampaikan.
Hal mendasar yang menjadi alasan beberapa saran perbaikan tidak
diakomodasikan yaitu karena seperti yang sudah dijelaskan oleh Audie
(2019) bahwa media pembelajaran yang kreatif dan inovatif diperlukan
untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam proses pembelajaran.
Apabila saran-saran perbaikan tersebut diakomodasikan maka durasi dan
materi yang disajikan dalam animasi audiovisual menjadi lebih lama dan
terlalu banyak, sehingga dapat membuat peserta didik cenderung merasa
bosan dan tidak fokus pada materi yang disampaikan, serta proses
pembelajaran menjadi kurang efektif.
Hasil akhir dari revisi produk ini yaitu adanya perubahan pada
beberapa lirik lagu dan gambar animasi, serta penambahan keterangan
dalam animasi yang ditampilkan sesuai dengan saran perbaikan dari
keempat validator (yang diakomodasikan). Produk media pembelajaran
animasi audiovisual ini dibuat dengan format file mp4, setiap video animasi
memiliki ukuran file yang berbeda-beda yaitu animasi Sistem Gerak Rangka
(169,3 MB), animasi Sistem Gerak Sendi (165,8 MB), dan animasi Sistem
Gerak Otot (129 MB). Media pembelajaran animasi audiovisual ini dapat
gunakan pada semua jenis aplikasi pemutar video.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
66
materi Sistem Gerak Manusia yang tergolong dalam materi dengan bobot
medium karena terdapat banyak hafalan di dalamnya, sehingga diperlukan
media pembelajaran yang mampu menyajikan isi materi secara ringkas
namun dapat dipahami dengan baik oleh peserta didik. Media pembelajaran
juga harus dibuat lebih menarik sehingga dapat meningkatkan antusiasme
dan mencegah kebosanan pada peserta didik selama mengikuti kegiatan
pembelajaran. Kriteria yang paling utama dalam pemilihan media yaitu
media harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang
ingin dicapai (Umar, 2014). Oleh karena itu, penelitian ini mengembangkan
media pembelajaran yang menarik yaitu berupa animasi audiovisual dengan
iringan lagu. Materi pembelajaran disajikan dalam bentuk visual berupa
yang berhubungan dengan kegiatan sehari-hari agar peserta didik dapat
memahami materi dengan mudah. Selain tampilan visual yang menarik,
media pembelajaran ini juga menyampaikan materi menggunakan audio
berupa lagu yang sederhana sehingga peserta didik dapat bernyanyi
mengikuti musik dan mengingat isi materi pembelajaran tersebut.
F. Keterbatasan Pengembangan
audiovisual pada materi Sistem Gerak Manusia kelas VIII, terdapat
keterbatasan dari penelitian ini antara lain :
1. Media pembelajaran animasi audiovisual pada materi Sistem Gerak
Manusia kelas VIII SMP ini masih bergantung pada sarana dan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
67
perangkat soundsystem.
mengenai keseluruhan isi materi Sistem Gerak Manusia kelas VIII SMP.
3. Media pembelajaran animasi audiovisual hanya memperlihatkan
beberapa indikator pembelajaran saja dan belum mencangkup indikator
pembelajaran secara keseluruhan.
68
pembelajaran animasi audiovisual pada materi Sistem Gerak Manusia kelas
VIII, dapat disimpulkan bahwa :
animasi yang berhubungan dengan kegiatan sehari-hari dan diiringi
musik serta lirik lagu yang berisi tentang materi Sistem Gerak Manusia
kelas VIII SMP.
2. Media pembelajaran animasi audiovisual pada materi Sistem Gerak
Manusia kelas VIII SMP ini memiliki kategori sangat baik dan layak
untuk diujicobakan dalam kegiatan pembelajaran dengan beberapa
perbaikan berdasarkan saran dari masing-masing validator.
B. Saran
adalah sebagai berikut :
Sistem Gerak Manusia kelas VIII SMP secara keseluruhan.
2. Media pembelajaran animasi audiovisual dapat memuat indikator
pembelajaran lebih lengkap.
69
Audie, N., 2019, Peran Pembelajaran Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik,
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa : Kota Serang, 2 (1), 594.
Brame, C.J, 2016, Effective Educational Videos : Principles and Guidelines For
Maximizing Student Learning Fron Video Content, CBE Life Sciences
Education, 15 (4) es6.
Dolong, H.M.J., 2016, Teknik Analisis dalam Komponen Pembelajaran, UIN Syarif
Hidayatullah : Jakarta, 5 (2), 295-299.
Fahyuni, E.F., Nurdiansyah, 2016, Inovasi Model Pembelajaran, Sidoarjo :
Nizamia Learning Center, 1, 34.
Mardapi, D., 2008, Teknik Penyusunan Instrumen Tes dan Nontes, Yogyakarta :
Mitra Cendikia Press.
Nengsi, S., 2015, Pengembangan Media Pembelajaran Animasi Pada Materi
Fotosintesis untuk Siswa Kelas VIII MTsN Koto Nan Gadang, STKIP Abdi
Pendidikan Payakumbuh, 1 (2), 42-43.
Pane, A., Dasopang, M.D., 2017, Belajar dan Pembelajaran, IAIN
Padangsidimpuan, FITRAH : Jurnal Kajian Ilmu-ilmu Keislaman, 3 (2),
334.
Prayoga, I., 2018, Pengembangan Media Pembelajaran Audiovisual Berbasi Prezi
Untuk Siswa SMP Kelas VIII Materi Puasa, Universitas Islam Negeri Raden
Intan Lampung, 90-01.
Berbasis Aurora 3D Presentation dalam Pembelajaran IPS SMP Kelas VII
Materi Pokok Potensi dan Sebaran Sumber Daya Alam Indonesia, Skripsi,
81-82, Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
70
Santyasa, I W., 2009, Metode Penelitian Pengembangan dan Teori Pengembangan
Modul, Makalah Disajikan dalam Pelatihan Bagi Para Guru TK, SD, SMP,
SMA, dan SMK Tanggal 12-14 Januari 2009, Di Kecamatan Nusa Penida
kabupaten Klungkung.
dan R&D), Penerbit Alfabeta CV : Bandung.
Susanti., Zulfiana, A., 2018, Jenis – Jenis Media dalam Pembelajaran, Universitas
Muhammadiyah Sidoarjo.
Trina, Z., Kamaruddin, T., Purnomowati, D.R., 2017, Penerapan Media Animasi
Audiovisual Menggunakan Software Powtoon Untuk Meningkat Hasil
Belajar IPS SMP Negeri 16 Banda Aceh, Unsyiah, 2 (2), 156-159.
Umar, 2014, Media Pendidikan : Peran dan Fungsinya dalam Pembelajaran,
SATIN Jurai Siwo Metro, 11 (1), 134.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
71
LAMPIRAN
72
SILABUS
Satuan Pendidikan : SMP
KI 2 : Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya
diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alarm dalam jangkauan pergaulan dan
keberadaannya.
KI 3 : Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
KI 4 : Mencoba, mengolah dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan
membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang
dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
73
KOMPETENSI
74
KOMPETENSI
75
KOMPETENSI
76
A. IDENTITAS SEKOLAH
Satuan Pendidikan : SMP ..................
Mata pelajaran : IPA/Biologi
Kelas/ Semester : VIII/I
Alokasi Waktu : 10 JP
teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
KI.4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret
(menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan
ranah abstrak
(menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai
dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut
pandang/teori.
KOMPETENSI DASAR INDIKATOR
manusia.
manusia.
77
3.1.13. Mengorganisasikan jenis sendi
3.1.14. Menyebutkan macam-macam
dan cara menanggulanginya.
D. TUJUAN PEMBELAJARAN
pembelajaran berbasis masalah, metode simulasi dan diskusi, siswa
dapat:
3) Mengidentifikasi jenis-jenis tulang penyusun sistem gerak pada
manusia.
5) Mendeskripsikan struktur otot pada manusia.
6) Mendeskripsikan fungsi otot bagi manusia.
7) Menjelaskan jenis-jenis otot manusia.
8) Menganalisis jenis otot berdasarkan gerakan yang dihasilkan.
9) Menyebutkan macam-macam gangguan pada otot manusia.
10) Menjelaskan sendi pada manusia.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
78
12) Mengidentifikasi jenis-jenis sendi yang ada pada tubuh manusia.
13) Mengorganisasikan jenis sendi yang terlibat dalam kegiatan sehari-
hari.
E. MATERI PEMBELAJARAN
Prosedural : Gerakan yang dihasilkan oleh jenis-jenis sendi, cara kerja
otot berdasarkan jenisnya.
dan cara menanggulanginya.
F. METODE PEMBELAJARAN
Pendekatan : Pendekatan Saintifik
literatur
Bahan : LKS, buku cetak
Kemendikbud
Internet
79
kegiatan dengan
80
umpan balik
kepada siswa
tentang kegiatan
81
mempelajari materi
kegiatan dengan
82
83
umpan balik kepada
kepada peserta didik
kegiatan dengan
84
85
umpan balik kepada
mempelajari materi
Sistem Gerak
Manusia untuk
86
kegiatan dengan
87
memberikan
3. Penilaian Keterampilan : Portofolio
Lampiran 4. Penilaian Sikap/Afektif
Lampiran 5. Penilaian Keterampilan/Psikomotor
Lampiran 6. Penilaian Pengetahuan/Kognitif
Yogyakarta, 22 Juli 2021
88
Sistem Gerak Manusia
Rangka merupakan alat gerak pasif yang ada di dalam tubuh
manusia. Rangka dikatakan alat gerak pasif karena hanya sebagai
tempat melekatnya otot. Adapun fungsi dari rangka/tulang bagi tubuh
manusia adalah sebagai berikut.
2) Melindungi organ-organ dalam seperti otak, jantung, dan paru-
paru.
membentuk sel-sel darah merah.
5) Sebagai tempat untuk menyimpan mineral, yaitu kalsium dan
fosfor yang digunakan di dalam tubuh sehingga tulang menjadi
keras.
komponen utama penyusun rangka manusia. Sebagai penyusun rangka,
tulang memiliki beberapa lapisan dari lapisan terluar hingga lapisan
terdalam yaitu periosteum, tulang kompak, tulang spons, endosteum,
dan sumsum tulang.
1) Periosteum adalah lapisan terluar tulang keras yang terdiri dari
jaringan ikat fibrosa.
harus, sedikit berongga, dan kuat.
3) Tulang spons merupakan lapisan yang berongga dan berisi sumsum
merah.
89
jaringan areola vaskuler yang melapisi sumsum.
5) Sumsum tulang merupakan bagian tulang paling dalam yang
berbentuk seperti jeli dan berfungsi sebagai tempat pembentukan
sel-sel darah.
rawan yang kemudian terisi dengan osteoblas atau sel pembentuk
tulang. Tulang keras atau yang disebut juga dengan istilah osteon
adalah jenis jaringan ikat khusus yang berfungsi sebagai
penyokong tubuh. Tulang keras dapat dibedakan menjadi dua
macam yaitu berdasarkan matriks dan bentuknya.
a. Tulang berdasarkan matriksnya dibagi dua macam yaitu tulang
kompak dan tulang spons. Tulang kompak merupakan tulang
yang memiliki susunan matriks rapat dan padat yang
mengandung zat kapur dan fosfor. Contoh tulang kompak
yaitu tulang lengan atas, tulang hasta, tulang pengumpil, tulang
telapak tangan, tulang ruas jari tangan, tulang selangka, tulang
paha, tulang kering, tulang betis, tulang telapak kaki, dan
tulang ruas jari kaki. Tulang spons merupakan tulang yang
memiliki matriks berongga yang pipih serta mengandung serat
kolagen. Rongga yang ada pada tulang spons tersebut diisi
dengan jaringan sumsum tulang. Contoh tulang spons seperti
tulang penyusun tengkorak, tulang dada, tulang belikat, tulang
pergelangan tangan, dan tulang pergelangan kaki.
b. Tulang berdasarkan bentuknya dibagi tiga macam yaitu tulang
pipa, tulang pipih, dan tulang pendek. Tulang pipa merupakan
jenis tulang yang panjang dan memiliki bentuk seperti pipa,
contohnya seperti tulang kaki dan tangan. Tulang pipih
merupakan jenis tulang yang memiliki bentuk memipih,
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
90
2) Tulang rawan
merupakan jenis tulang yang memiliki jaringan ikat lentur yang
ada di berbagai anggota tubuh manusia. Tulang rawan dibagi
menjadi tiga macam yaitu elastis, hialin, dan fibrosa. Tulang
elastis adalah jenis tulang yang dapat memberikan kelenturan
untuk organ maupun struktur tubuh, contohnya seperti pada
telinga, hidung, dan trakea. Tulang hialin adalah jenis tulang
rawan yang paling banyak terdapat dalam tubuh manusia yang
dapat ditemukan pada bagian laring dan tulang rusuk. Lembaran
tipis tulang rawan ini juga ada di permukaan tulang, dan berperan
sebagai bantalan. Tulang fibrosa adalah tulang yang berfungsi
sebagai bantalan pada sendi dan mengurangi gesekan antar tulang
yang bisa menyebabkan nyeri, tulang ini dapat ditemukan di
antara tulang belakang.
Adapun macam-macam gangguan dan kelainan pada rangka/tulang
adalah sebagai berikut.
sehingga menggangu pertumbuhan tulang. Penyakit ini dapat
menyebabkan tulang kaki tumbuh membengkok, biasanya
terjadi pada anak-anak.
91
Osteoporosis umumnya terjadi pada orang dewasa. Orang tua
biasanya menghasilkan lebih sedikit hormon, sehingga
osteoblast sebagai pembentuk tulang kurang aktif, dan massa
tulangpun jadi berkurang. Tulang yang kekurangan mineral
menjadi rapuh dan mudah patah.
3) Fraktura (patah tulang)
tertutup terjadi jika tulang patah tetapi bagian ujung yang patah
tidak menembus kulit, sedangkan fraktura terbuka terjadi jika
ujung tulang yang patah keluar menembus kulit.
4) Lordosis
belakang yang berlebihan ke arah depan di bagian pinggang.
Lordosis bisa disebabkan karena perut penderita yang terlalu
besar (misalnya karena hamil atau kegemukan), riketsia, atau
karena kebiasaan duduk yang salah.
5) Kifosis
belakang yang berlebihan di bagian dada ke arah belakang.
Penderita kifosis tubuhnya terlihat bungkuk. Kifosis bisa
disebabkan karena penyakit sepertinya TBC dan riketsia.
6) Skoliosis
samping. Skoliosis bisa disebabkan oleh polio dan kebiasaan
duduk dengan posisi yang salah.
2. Otot
anggota tubuh. Otot melekat pada tulang. Adapun fungsi otot bagi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
92
menggerakan anggota tubuh. Otot dapat dibedakan menjadi dua yaitu
sadar dan tidak sadar. Otot sadar adalah otot yang dapat dikendalikan
oleh manusia, sedangkan otot tidak sadar adalah otot yang tidak dapat
dikendalikan. Jaringan otot dalam tubuh memiliki tiga jenis yaitu otot
polos, otot lurik dan otot jantung.
1) Otot polos
Otot polos merupakan otot yang memiliki bentuk
memanjang, kedua ujungnya meruncing, dan menggelembung di
bagian tengahnya. Otot ini memiliki satu inti di tengah dan tergolong
dalam jenis otot tidak sadar. Organ yang mempunyai otot polos yaitu
pada dinding usus, pembuluh darah, saluran kelamin dan dinding
rahim.
memanjang. Jumlah intinya banyak dan terletak di pinggir. Otot
lurik tergolong dalam jenis otot sadar. Otot ini melekat pada tulang
seperti pada kaki dan tangan.
3) Otot jantung
bercabang dan membentuk anyaman merupakan otot yang berada di
organ jantung. Bentuk otot jantung seperti otot lurik namun
tergolong dalam jenis otot tidak sadar.
b. Cara kerja otot
Otot manusia dapat menghasilkan suatu gerakan dengan
kerja sama antar dua otot atau lebih. Gerakan otot terdiri dari
kontraksi dan relaksasi, kontraksi otot adalah kondisi saat otot
menegang dan memendek sedangkan relaksasi otot adalah kebalikan
dari kontraksi otot yaitu kondisi otot memanjang dan kembali ke
bentuk semula. Cara kerja otot manusia dibagi menjadi dua macam
yaitu otot sinergis dan otot antagonis. Otot sinergis adalah cara kerja
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
93
otot yang dilakukan oleh dua otot atau lebih secara bersamaan dan
tidak saling berlawanan seperti pergerakan pada tulang rusuk saat
manusia menarik nafas, sedangkan otot antagonis adalah cara kerja
otot yang dilakukan oleh dua otot atau lebih secara bersamaan
namun berlawanan seperti pergerakan tangan yang mengangkat
suatu benda.
Gangguan dan kelainan yang sering terjadi pada otot
manusia meliputi kelelahan otot, kaku leher, dan polio. Kelelahan
otot merupakan keadaan otot tidak mampu untuk melakukan
kontraksi lagi, hal tersebut dapat terjadi karena otot bekerja secara
terus-menerus sehingga menyebabkan kram otot. Kaku leher
merupakan gangguan yang terjadi pada bagian otot leher, hal
tersebut dapat ter