Makalah Seminar JADI

  • View
    12

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Makalah Seminar JADI

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.) TOPIKAL TERHADAP PENINGKATAN KETEBALAN EPITEL LUKA BAKAR DERAJAT II AMakalah SeminarDisusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Sistem Integumen

Disusun oleh :Kelompok G

Anggota:

Cici Cahyani B(213113049)Selvi Apriyani(213113025)Risha SenyaM(213113043) Indri Noviani (213113067)Afni Noor F (213113011)M.Abdunur S (213113073)Arni Liestia(213113076)Dicky Reza P (213113055)Moch. Zenal A(213113042)Agus Rohman (213113077)Siska S.Z (213113087)Ike Nurjanah (213113051)Yayang S G(213113086)Ghina FS(213113027)Affan Musthafa(213113109)Vikria Nur (213113032)Yudi Gunawan(213113107)

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATANSTIKES JENDRAL ACHMAD YANI CIMAHI2015

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas petunjuk dan hidayah-Nya, kami dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul Pengaruh Pemberian Ekstrak daun sirih hijau (piper betle l.) Topikal Terhadap peningkatan ketebalan epitel luka bakar derajat II A dengan baik dan lancar.Makalah ini menampilkan rangkuman materi pokok dengan sajian kompetensi yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang pokok-pokok materi yang telah dipelajari. Diharapkan makalah ini dapat membantu mahasiswa dalam kegiatan belajar guna meraih prestasi belajar yang maksimal.Kami ucapkan terimakasih kepada Dosen pembimbing Sistem Integumen yang telah memberikan kesempatan dan kepercayaan kepada kami untuk menyusun makalah ini.Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam penyajian makalah ini. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun dari mahasiswa akan kami terima dengan senang hati, guna penyempurnaan makalah ini berikutnya.

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..................iDAFTAR ISIiiBAB I PENDAHULUAN................1A.Latar Belakang1B.Tujuan2C.Sistematika Penulisan2BAB II PEMBAHASAN JURNAL..................3A.Pembahasan Jurnal31.Hasil Penelitian32.Analisa Data53.Pembahasan6BAB III PEMBAHASAN TEORI....................10A.Konsep Luka Bakar101.Pengertian Luka Bakar102.Etiologi113.Patofisiologi124.Manifestasi Klinis165.Penyembuhan lukacombustio/ luka bakar176.Luas Luka Bakar187.Komplikasi198.Pemeriksaan Penunjang Luka Bakar219.PenatalaksanaanLuka Bakar22B.Implikasi Keperawatan29BAB IV PENUTUP...32A.Kesimpulan32B.Saran32DAFTAR PUSTAKA33

37

BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangLuka Bakar merupakan cedera yang cukup sering dihadapi oleh dokter dan perawat. Jenis yang berat memperlihatkan morbilitas dan derajat cacat yang relatif tinggi dibanding dengan cedera oleh sebab lain.Biaya yang dibutuhkan dalam penangananpun tinggi. Penyebab luka bakar selain terbakar api langsung atau tak langsung, juga pajanan suhu tinggi dari matahari, listrik, maupun bahan kimia.(Elizabeth,2009)Statistik menunjukkan bahwa 60% luka bakar terjadi karena kecelakaan rumah tangga, 20% karena kecelakaan kerja, dan 20% sisanya karena sebab-sebab lain, misalnya bus terbakar, ledakan bom, dan gunung meletus. (Moenajad, 2001)Penanganan dan perawatan luka bakar (khususnya Luka Bakar berat) memerlukan perawatan yang kompleks dan masih merupakan tantangan tersendiri karena angka morbilitas dan mortalitas yang cukup tinggi.Di Amerika dilaporkan sekitar 23 juta penderita setiap tahunnya dengan jumlah kematian sekitar 56 ribu kematian pertahun.Di Indonesia sampai saat ini belum ada laporan tertulis mengenai jumlah penderita luka bakar dan jumlah angka kematian yang diakibatkannya. Di unit luka bakar RSCM Jakarta, pada tahun 2008 dilaporkan sebanyak 107 kasus luka bakar yang dirawat dengan angka kematian 37,38%. Dari unit luka bakar RSU Dr. Soetomo Surabaya pada tahun 2008 didapatkan data bahwa kematian umumnya terjadi pada luka bakar dengan luas lebih dari 50% atau pada luka bakar yang disertai cedera pada saluran napas dan 50% terjadi pada 7 hari pertama perawatan. (Irna Bedah RSUD Dr. Soetomo, 2001)Prognosis klien yang mengalami suatu luka bakar berhubungan langsung dengan lokasi dan ukuran luka bakar. Faktor lain seperti umur, status kesehatan sebelumnya dan inhalasi asap dapat mempengaruhi beratnya luka bakar dan pengaruh lain yang menyertai. Klien luka bakar sering mengalami kejadian bersamaan yang merugikan, seperti luka atau kematian anggota keluarga yang lain, kehilangan rumah dan lainnya. Klien luka bakar harus dirujuk untuk mendapatkan fasilitas perawatan yang lebih baik untuk menangani segera dan masalah jangka panjang yang menyertai pada luka bakar tertentu. (Elizabeth,2009)B. Tujuan1. Tujuan UmumDari penyusunan makalah ini diharapkan mahasiswa dapat mengerti, memahami dan memperoleh gambaran tentang efek ekstrak daun sirih hijau (Piperbetle Linn) topikal terhadap peningkatan ketebalan epitel pada luka bakar derajat II A.2. Tujuan Khususa. Untuk mengetahui perawatan luka bakar dengan ekstrak daun sirih.b. Untuk mengetahui kadar yang terkandung pada daun sirih.c. Untuk mengetahui tingkat keefektifan perawatan luka bakar dengan daun sirih.d. Untuk mengetahui masa penyembuhan luka bakar dengan menggunakan daun sirih.C. Sistematika PenulisanUntuk memberikan gambaran yang lebih jelas dari penulisan makalah ini secara ringkas yang terbagi 4 bab, yaitu:BAB I: Pendahuluan, yang terdiri dari latar belakang, tujuan penulisan, dan sistematika penulisan.BAB II : Pembahasan Jurnal yang terdiri dari BAB III: Pembahasan Teori yang terdiri dari Konsep Luka bakar, Intervensi Jurnal, dan Implikasi Keperawatan.BAB IV: Penutup yang terdiri dari kesimpulan dan saranBAB IIPEMBAHASAN JURNAL

A. Pembahasan Jurnal1. Hasil PenelitianPenelitian ini dilaksanakan selama 14 hari mulai tanggal 27 Januari sampai 12 Februari 2013 di Laboratorium Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Pada hari ke 15 dilakukan pengukuran ketebalan dengan hasil seperti pada Gambar 1. BA

DC

Gambar 1. Perbandingan ketebalan epitel pada hari ke 15 pasca perlakuan. (Pewarnaan HE perbesaran 100 kali)

Keterangan :Garis kuning menunjukkan tebal epitel yang dikur pada tiap-tiap perlakuan.a. Kelompok kontrol perawatan dengan Normal Salin 0,9%.b. Kelompok perawatan ekstrak daun sirih hijau 15%.c. Kelompok perawatan ekstrak daun sirih hijau 30%.d. Kelompok perawatan ekstrak daun sirih 45%.Pada penelitian ini dilakukan pengujian efek pemberian ekstrak daun sirih hijau topical dengan dosis 15%, 30%, 45% terhadap ketebalan epitel pada hari ke- 15 setelah perawatan luka bakar. Tabel 1 merupakan tabel yang menunjukkan adanya perbedaan ketebalan epitel antara tiap-tiap kelompok perlakuan dengan ekstrak daun sirih hijau dan kontrol dengan NS.

Tabel 1. Rata- rata Ketebalan Epitel Pada MasingmasingPerlakuan Secara Kuantitatif.Kelompok pelakunRata-rata TebalEpitel TiapKelompokPerlakuan (m)Standar Deviasi

NS 94,253314,39283

EDS 15%137,398332,54181

EDS 30%114,905024,11432

EDS 45%100,841721,67800

Pada kelompok perawatan luka dengan ekstrak daun sirih 15% didapatkan rata-rata ketebalan epitel paling tebal yakni sebesar 137,3983 m dibandingkan kelompok perawatan luka dengan ekstrak daun sirih dosis 30%, 45% dan dengan Normal salin. Pada kelompok kontrol negatif perawatan luka dengan NS saja didapatkan rata-rata ketebalan epitel paling rendah sebesar 94,2533m.

Tabel 2. Homogenous SubsetsJenis PerlakuanSubset for alpha = 0.05

12

NS94.25

EDS 45%100.84100.84

EDS 30%114.90114.90

EDS 15%137.39

Hasil uji korelasi-regresi menunjukkan angka korelasi negative sebesar

Hasil uji korelasi-regresi menunjukkan angka korelasi negative sebesar 0.583 (r=0.70- 1.00) yang berarti terdapat korelasi substansial pada pemberian ekstrak daun sirih hijau topical terhadap ketebalan epitel pasca luka bakar derajat II A. Angka korelasi negatif berarti hubungan bersifat tidak searah yaitu jika konsentrasi ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) topikal semakin besar maka tebal epitel semakin kecil.2. Analisa DataDari hasil uji normalitas data setelah dilakukan test one-Sample Kolmogorov Smirnov didapatkan nilai p-value sebesar, 902 (p>0.05) yang menunjukkan data terdistribusi normal. Pada Test of Homogenity of Variance didapatkan nilai p-value sebesar 0,119 (p>0.05) sehingga dapat disimpulkan bahwa tebal epitel pada semua kelompok memiliki variasi yang sama (homogen). Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa nilai F hitung adalah sebesar 3,773 dengan signifikansi 0,027 (p