Makalah jadi PKN

  • View
    528

  • Download
    3

Embed Size (px)

Text of Makalah jadi PKN

Tugas Mandiri Karya Tulis

Berpisahnya Timor Timur Dari IndonesiaTujuan: Dibuat Untuk Memenuhi Tugas Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan

Oleh Bagus Ramadhan X-2 NIS 111210035

SEKOLAH MENGENGAH ATAS NEGERI 3 JALAN BELITUNG NO. 8 BANDUNG TAHUN 2011

LEMBAR PENGESAHAN Yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa makalah yang berjudul :

Berpisahnya Timor Timur Dari Indonesia

Dinyatakan telah memenuhi syarat untuk memenuhi tugas PKN pada : Hari/Tanggal Waktu Tempat : : :

Guru PKN

Penulis

Ida Rohayani, S.Pd, M.Pd NIP. 197506162008012013

Bagus Ramadhan NIS. 111210035

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena Timor atas Timur rahmat Dari dan hidayah-Nya ini saya dapat penuh menyelesaikan makalah pkn yang bertajuk Berpisahnya Indonesia dengan perjuangan. Tanpa pertolongan-Nya, saya yakin makalah ini tidak akan selesai sebagaimana mestinya dan tidak pada waktu yang telah ditetapkan. Tak Ada Gading yang Tak Retak, itulah peribahasa yang tepat untuk menggambarkan makalah ini. Walaupun saya sudah berusaha keras untuk menjadikan makalah ini yang terbaik di mata semua orang yang telah membacanya, tetapi pasti ada saja kekurangan yang tidak disadari. Oleh karena itu, saya mengharapkan masukan dan saran dari para pembaca agar di lain kesempatan saya tidak mengulang kesalahan. Tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada orangtua dan teman-teman kami yang memberikan dukungan baik materi dan moriil. Makalah ini disusun bukan hanya untuk memenuhi tugas PKN, tetapi saya juga berharap makalah ini dapat

i

bermanfaat bagi setiap orang yang membacanya. Terima kasih.

Bandung, Januari 2011

Penyusun

ii

ABSTRAKSI

Di Bumi ini terdapat begitu banyak negara. Masing masing negara mempunyai perbedaan sejarah, bentuk, dan asal mula terjadinya negara tersebut. Asal mula terjadinya negara dibagi berdasarkan dua pendekatan, yaitu menurut fakta sejarah dan fakta teoritis. Terjadinya suatu negara menurut pendekatan fakta sejarahdimaksudkan bahwanegara itu terjadi berdasarkan kenyataan, yang dapat diungkapkan berdasarkan pada peristiwa sejarah. Sedangkan asal mula terjadinya suatu negara menurut pendekatan teoritis yang dimaksudkan adalah bahwa negara itu terjadi berdasarkan teori-teori yang dikemukakan oleh para filosof atau para sarjanayang mendasarkan pada pemikiran logis yang bersifat hipotesis, yaitu sesuatu yang kebenarannya perlu diuji dengan pengalaman.

iii

DAFTAR ISILEMBAR PENGESAHAN......................................................................2 LEMBAR PENGESAHAN......................................................................2 KATA PENGANTAR..............................................................................i KATA PENGANTAR..............................................................................i ABSTRAKSI........................................................................................iii ABSTRAKSI........................................................................................iii DAFTAR ISI ......................................................................................iv DAFTAR ISI ......................................................................................iv BAB 1 PENDAHULUAN...................................................................................1 BAB 1 PENDAHULUAN...................................................................................1 BAB 2 PENGERTIAN NEGARA........................................................................3 BAB 2 PENGERTIAN NEGARA........................................................................3 BAB 3 TEORI TERJADINYA SUATU NEGARA....................................................5 BAB 3 TEORI TERJADINYA SUATU NEGARA....................................................5 BAB 4 BERPISAHNYA TIMOR TIMUR DARI INDONESIA..................................13 BAB 4 BERPISAHNYA TIMOR TIMUR DARI INDONESIA..................................13 BAB 5 KESIMPULAN.....................................................................................17

iv

BAB 5 KESIMPULAN.....................................................................................17 DAFTAR PUSTAKA.............................................................................iv DAFTAR PUSTAKA.............................................................................iv

v

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAHDi bumi ini terdapat sekitar 190 negara. Dan masing masing negara memiliki perbedaan sejarah, perbedaan bentuk negara, dan perbedaan teori pembentukan masing masing negara. Dewasa ini, banyak orang yang melupakan atau tidak memperdulikan bagaimana sejarah pembentukan suatu negara. Hal tersebut bisa terjadi karena banyak hal, terutama kuarangnya minat masyarakat untuk membaca, atau mencari tahu tentang sejarah terbentuknya suatu negara. Oleh karena itu, saya akan memberikan salah satu contoh sejarah terbentuknya suatu negara.

1.2 PERUMUSAN MASALAHApa saja yang kita bahas dalam makalah ini? Arti Negara Teori Terjadinya Suatu Negara Sejarah Berpisahnya Timor Timur dari Indonesia

1.3 TUJUAN PENYUSUNAN MAKALAHTujuan saya menyusun makalah ini adalah untuk menambah wawasan dan pengetahuan mengenai negara dan terjadinya suatu negara, khususnya bagi saya pribadi dan umumnya bagi para pembaca.

1.4 METODE PENYUSUNAN MAKALAHMetode yang saya gunakan kali ini adalah studi pustaka. Metode studi pustaka

1

adalah sebuah metode dalam pembuatan makalah yang sumber informasinya didapatkan dari buku dan internet ditambah pengetahuan dan wawasan yang saya miliki.

2

BAB 2 PENGERTIAN NEGARAKata negara yang lazim digunakan di Indonesia berasal dari bahasa Sansekerta yaitu nagiri atau nagara, yang berarti wilayah, kota, atau penguasa. Negara adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaannya baik politik, militer, ekonomi, sosial maupun budayanya diatur oleh pemerintahan yang berada di wilayah tersebut. Negara juga merupakan suatu wilayah yang memiliki suatu sistem atau aturan yang berlaku bagi semua individu di wilayah tersebut, dan berdiri secara independent. Definisi negara menurut para ahli Benedictus de Spinoza: Negara adalah susunan masyarakat yang integral (kesatuan) antara semua golongan dan bagian dari seluruh anggota masyarakat (persatuan masyarakat organis). Harold J. Laski: Negara adalah suatu masyarakat yang diintegrasikan karena memiliki wewenang yang bersifat memaksa dan yang secara sah lebih agung daripada individu atau kelompok yang merupakan bagian dari masyarakat. Prof. Mr. Kranenburg: Negara adalah suatu organisasi kekuasaan yang diciptakan oleh sekelompok manusia yang disebut bangsa. Prof.Mr. Soenarko: Negara adalah organisasi masyarakat di wilayah tertentu dengan kekuasaan yang berlaku sepenuhnya sebagai kedaulatan. Prof. Miriam Budiardjo: Negara adalah suatu daerah teritorial yang rakyatnya diperintah oleh sejumlah pejabat dan yang berhasil menuntut dari warga negaranya ketaatan pada peraturan perundang-undangannya melalui penguasaan (kontrol) monopolistis dari kekuasaan yang sah. Prof.Dr. J.H.A. Logemann: Negara ialah suatu organisasi kekuasaan atau

3

kewibawaan. Bellefroid: Negara adalah suatu persekutuan hukum yang menempati suatu wilayah untuk selama-lamanya dan dilengkapi dengan suatu kekuasaan tertinggi untuk menyelenggarakan kemakmuran rakyat sebesar-besarnya.

4

BAB 3 TEORI TERJADINYA SUATU NEGARA 3.1 TERJADINYA NEGARAPendekatan faktual (primer), berdasarkan kenyataan yang sungguh-sungguh terjadi (sudah menjadi pengalaman sejarah). 1. Occupatie: pendudukan suatu wilayah yang semula tidak bertuan oleh sekelompok manusia/ suatu bangsa yang kemudian mendirikan negara di wilayah tersebut. Contoh: Liberia yang diduduki budak-budak Negro yang dimerdekakan pada tahun 1847. 2. Separatie: Suatu wilayah yang semula merupakan bagian dari negara tertentu, kemudian memisahkan diri dari negara induknya dan menyatakan kemerdekaan. Contoh: Belgia pada tahun 1839 melepaskan diri dari Belanda. 3. Fusi: beberapa negara melebur menjadi satu negara baru. Contoh: pembentukan Kerajaan Jerman pada tahun 1871. 4. Inovatie: Suatu negara pecah dan lenyap, kemudian di atas bekas wilayah negara itu timbul negara(-negara) baru. Contoh: pada tahun 1832 Colombia pecah menjadi negara-negara baru, yaitu Venezuela dan Colombia Baru (ingat pula negara-negara baru pecahan dari Uni Sovyet!). 5. Cessie: penyerahan suatu daerah kepada negara lain. Contoh: Sleeswijk diserahkan oleh Austria kepada Prusia (Jerman). 6. Accessie: bertambahnya tanah dari lumpur yang mengeras di kuala sungai (atau daratan yang timbul dari dasar laut) dan menjadi wilayah yang dapat dihuni manusia sehingga suatu ketika telah memenuhi unsur-unsur terbentuknya negara.

5

7. Anexatie: penaklukan suatu wilayah yang memungkinkan pendirian suatu negara di wilayah itu setelah 30 tahun tanpa reaksi yang memadai dari penduduk setempat. 8. Proklamasi: pernyataan kemerdekaan yang dilakukan setelah keberhasilan merebut kembali wilayah yang dijajah bangsa/ negara asing. Contoh: Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Pendekatan teoritis (sekunder), yaitu dengan menyoal tentang bagaimana asal mula terbentuknya negara melalui metode filosofis tanpa mencari bukti-bukti sejarah tentang hal tersebut (karena sulit dan bahkan tak mungkin), melainkan dengan dugaandugaan berdasarkan pemikiran logis.

3.1.1

Teori Kenyataan

Timbulnya suatu negara merupakan soal kenyataan. Apabila pada suatu ketika unsur-unsur negara (wilayah, rakyat, pemerintah yang berdaulat) terpenuhi, maka pada saat itu pula negara itu menjadi suatu kenyataan.

3.1.2

Teori Ketuhanan

Timbulnya negara itu adalah atas kehendak Tuhan. Segala sesuatu tidak akan terjadi tanpa kehendak-Nya. Friederich Julius Stahl (1802-1861) menyatakan bahwa negara tumbuh secara berangsur-angsur melalui proses evolusi, mulai dari keluarga, menjadi bangsa dan kemudian menjadi negara. Negara bukan tumbuh disebabkan berkumpulnya kekuatan dari luar, melainkan karena perkembangan dari dalam. Ia tidak tumbuh disebabkan kehendak manusia, melainkan kehendak Tuhan, katanya. Demikian pada umumnya negara mengakui bahwa selain merupakan hasil perjuangan atau revolusi, terbentuknya negara adalah karunia atau kehendak Tuhan. Ciri negara yang menganut teori Ketuhanan dapat dilihat pada UUD berbagai negara

6

yang antara lain mencantumkan frasa: Berkat rahmat Tuhan atau By the grace of God. Doktrin tentang raja yang bertahta atas kehendak Tuhan (divine right of king) bertahan hingga abad XVII.

3.1.3

Teori Perjanjian Masyarakat

Teori ini disusun berdasarkan anggapan bahwa sebelum ada negara, manusia hidup sendiri-sendiri dan berpindah-pindah. Pada waktu itu belum ada masyarakat dan peraturan yang mengaturnya sehingga kekacauan mudah terjadi di mana pun dan kapan pun. Tanpa peraturan, kehidupan manusia tidak berbeda dengan cara hidup binatang buas, sebagaimana dilukiskan oleh Thomas Hobbes: Homo homini lupus dan Bellum omnium contra omnes. Teori Perjanjian Masyarakat diungkapkannya dalam buku Leviathan. Ketakutan akan kehidupan berciri survival of the fittest itulah yang menyadarkan manusia akan kebutuhannya: negara yang diperintah oleh seorang raja yang dapat menghapus rasa takut. Lalu John Locke menghendaki agar negara yang dibentuk berdasarkan perjanjian sosial itu berdasarkan asas terbentuknya negara berupa: 1. Pactum Unionis, yaitu perjanjianindividu dengan individu untuk membentuk negara. 2. Pactum subjektionis, yaitupenyerahan mandat kepada negara untuk

menjalankanpemerintahan selama berdasarkan konstitusi.

3.1.4

Teori Kekuasaan

Teori Kekuasaan menyatakan bahwa negara terbentuk berdasarkan kekuasaan. Orang kuatlah yang pertama-tama mendirikan negara, karena dengan kekuatannya itu ia berkuasa memaksakan kehendaknya terhadap orang lain sebagaimana disindir oleh Kallikles dan Voltaire: Raja yang pertama adalah prajurit yang berhasil.

7

3.1.5

Teori Hukum Alam

Para penganut teori hukum alam menganggap adanya hukum yang berlaku abadi dan universal (tidak berubah, berlaku di setiap waktu dan tempat). Hukum alam bukan buatan negara, melainkan hukum yang berlaku menurut kehendak alam. Penganut Teori Hukum Alam antara lain: Masa Purba: Plato (429-347 SM) dan Aristoteles (384-322 SM) Masa Abad Pertengahan: Augustinus (354-430) dan Thomas Aquino (12261234) Masa Renaissance: para penganut teori Perjanjian Masyarakat Menurut Plato, asal mula terjadinya negara adalah karena: adanya keinginan dan kebutuhan manusia yang beraneka ragam sehingga menyebabkan mereka harus bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan hidup; manusia tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa berhubungan dengan manusia lain dan harus menghasilkan segala sesuatu yang bisa melebihi kebutuhannya sendiri untuk dipertukarkan; mereka saling menukarkan hasil karya satu sama lain dan kemudian bergabung dengan sesamanya membentuk desa; hubungan kerja sama antardesa lambat laun menimbulkan masyarakat (negara kota). Aristoteles meneruskan pandangan Plato tentang asal mula terjadinya negara. Menurutnya, berdasarkan kodratnya manusia harus berhubungan dengan manusia lain dalam mempertahankan keberadaannya dan memenuhi kebutuhan hidupnya. Hubungan itu pada awalnya terjadi di dalam keluarga, kemudian berkembang menjadi suatu kelompok yang agak besar. Kelompok-kelompok yang terbentuk dari keluarga-

8

keluarga itu kemudian bergabung dan membentuk desa. Dan kerja sama antardesa melahirkan negara kecil (negara kota). Augustinus dan Thomas Aquino mendasarkan teori mereka pada ajaran agama. Augustinus menganggap bahwa negara (kerajaan) yang ada di dunia ini adalah ciptaan iblis (Civitate Diaboli), sedangkan Kerajaan Tuhan (Civitate Dei) berada di alam akhirat. Gereja dianggap sebagai bayangan Civitate Dei yang akan mengarahkan hukum buatan manusia kepada azas-azas Kristen yang abadi. Sedangkan Thomas Aquino berpendapat bahwa negara merupakan lembaga alamiah yang lahir karena kebutuhan sosial manusia. Negara adalah lembaga yang bertujuan menjamin ketertiban dalam kehidupan masyarakat, penyelenggara kepentingan umum, dan penjelmaan yang tidak sempurna dari kehendak masyarakatnya.

3.1.6

Teori Hukum Murni

Menurut Hans Kelsen, negara adalah suatu kesatuan tata hukum yang bersifat memaksa. Setiap orang harus taat dan tunduk. Kehendak negara adalah kehendak hukum. Negara identik dengan hukum. 3.1.6.1 Terjadinya Negara Secara Primer a) Terjadinya negara secara primer melalui empat tahap: Persekutuan masyarakat (genootschap) Tahap ini merupakan suatu masa ketika masyarakat hidup dalam suatu kelompok dengan kedudukan yang sama. Mereka bergabung dalam kelompok untuk kepentingan bersama dan didasarkan pada persamaan. Untuk mengurus kepentingan mereka, dipilihlah seorang yang terkemuka di antara mereka (primus inter pares) yang diberi wewenang memimpin menurut adat istiadat. Kerajaan (rijk) Primus inter pares dari suatu persekutuan lambat laun menguasai pula

9

kelompok-kelompok lain sebagai akibat dari kemenangannya dalam pertentangan antarkelompok. Berkat kekuasaannya itu ia menjadi raja. Negara (staat) Pada masa kerajaan, sudah ada pemerintah pusat, tetapi belum mampu mengurus dan mengendalikan pemerintah daerah-daerah taklukannya. Karena itu raja kemudian bertindak sewenang-wenang untuk menyebarkan kewibawaannya di seluruh daerah yang dikuasainya dan menyatukan semuanya dalam suatu pemerintahan absolut. Kesatuan kewibawaan itu melahirkan negara. Negara demokrasi (democratische natie) Negara demokrasi lahir sebagai reaksi terhadap kekuasaan raja yang sewenangwenang. Pada masa ini, rakyat yang menyadari kedaulatannya bertindak merebut kekuasaan pemerintahan dari raja. Untuk mencegah kembalinya kekuasaan absolut, rakyat membentuk undang-undang yang menjamin hak-hak rakyat dan membatasi kekuasaan raja. Diktatur (dictatuur) Diktatur adalah pemerintahan yang dipimpin oleh seorang pilihan rakyat yang kemudian berkuasa secara mutlak. Istilah Kranenburg untuk diktatur adalah autokrasi, sedangkan Otto Koelreuter menyebutnya autoritaire fuhrerstaat. Ada dua kelompok pendapat yang berlainan tentang diktatur. Kelompok pertama berpendapat bahwa diktatur merupakan perkembangan lebih lanjut dari negara demokrasi, sedangkan kelompok lainnya menganggap diktatur sebagai variasi atau penyelewengan dari negara demokrasi. Diktatur dapat dibedakan menjadi empat macam, yaitu: diktatur legal (legale dictatuur), yaitu suatu pemerintahan yang dipegang oleh

10

seseorang dalam suatu masa tertentu untuk mengatasi keadaan bahaya yang mengancam negara; diktatur nyata (feitelijk dictatuur) atau diktatur ilegal yang terjadi dalam keadaan negara masih berstatus negara demokrasi; diktatur partai (party dictatuur), yaitu diktatur yang didukung oleh satu partai politik saja (misalnya: Partai Fascis di Italia pada masa Mussolini dan Partai Nazi di Jerman pada masa Hitler); diktatur proletar (proletare dictatuur), yaitu diktatur yang didukung oleh kaum proletar (buruh dan petani kecil). Dalam diktatur proletariat ini kekuasaan negara dipegang oleh sekelompok pemimpin Partai Komunis yang menganggap dirinya sebagai wakil dari golongan proletar. b) Terjadinya negara secara sekunder: Terjadinya negara secara primer membicarakan bagaimana kelompok atau persekutuan masyarakat yang sederhana berkembang menjadi suatu negara. Sedangkan terjadinya negara secara sekunder membicarakan bagaimana terbentuknya negara baru yang dihubungkan dengan pengakuan dari negara lain. Pengakuan dari negara lain dibedakan menjadi dua macam, yaitu pengakuan de facto dan pengakuan de jure. Pengakuan de facto adalah pengakuan menurut kenyataan bahwa di suatu wilayah telah berdiri suatu negara. Pengakuan ini bersifat sementara karena masih perlu dilakukan penelitian mengenai prosedur terjadinya negara tersebut berdasarkan hukum yang berlaku. Pengakuan de facto dapat meningkat menjadi pengakuan de jure (menurut hukum) setelah persyaratan hukum berdirinya suatu negara baru dipenuhi. Pengakuan de jure yang bersifat tetap dan seluas-luasnya biasa diberikan kepada negara baru setelah pemerintahannya relatif stabil. 1) Teori Organis

11

Tokoh: Herbert Spencer, F.J. Schmittenner, Constantin Frantz, dan Bluntschi. Para penganut teori ini berpendapat bahwa negara adalah suatu organisme, selayaknya makhluk hidup. Individu yang menjadi komponen negara diibaratkan sebagai sel-sel makhluk hidup itu. Fisiologi negara sama dengan makhluk hidup yang mengalami kelahiran, pertumbuhan, perkembangan dan kematian. 2) Teori Anarkhis Menurut teori ini, negara adalah suatu bentuk susunan tata paksa, yang sesungguhnya hanya sesuai jika diterapkan dalam tatanan kehidupan masyarakat yang masih primitif

3) Teori Mati Tuanya Negara Faktor Alam: suatu negara dapat lenyap secara alamiah, misalnya karena gunung meletus, tenggelamnya pulau atau bencana alam lain. Lenyapnya suatu wilayah berarti lenyapnya negara dari percaturan dunia. Faktor Sosial: suatu negara yang sudah diakui negara-negara lain suatu ketika dapat lenyap antara lain karena: terjadinya revolusi (kudeta yang berhasil), penaklukan, persetujuan, penggabungan

12

BAB 4 BERPISAHNYA TIMOR TIMUR DARI INDONESIADari 1596 hingga 1975, Timor Timur adalah sebuah jajahan Portugis di pulau Timor yang dikenal sebagai Timor Portugis dan dipisahkan dari pesisir utara Australia oleh Laut Timor. Akibat kejadian politis di Portugal, pejabat Portugal secara mendadak mundur dari Timor Timur pada 1975. Dalam pemilu lokal pada tahun 1975, Fretilin, sebuah partai yang dipimpin sebagian oleh orang-orang yang membawa paham Marxisme, dan UDT, menjadi partai-partai terbesar, setelah sebelumnya membentuk aliansi untuk mengkampanyekan kemerdekaan dari Portugal. Pada 7 Desember 1975, pasukan Indonesia masuk ke Timor Timur. Indonesia, yang mempunyai dukungan material dan diplomatik, dibantu peralatan persenjataan yang disediakan Amerika Serikat dan Australia, berharap dengan memiliki Timor Timur mereka akan memperoleh tambahan cadangan minyak dan gas alam, serta lokasi yang strategis. Pada masa-masa awal, pihak militer Indonesia (ABRI) membunuh hampir 200.000 warga Timor Timur melalui pembunuhan, pemaksaan kelaparan dan lainlain. Banyak pelanggaran HAM yang terjadi saat Timor Timur berada dalam wilayah Indonesia. Pada 30 Agustus 1999, rakyat Timor Timur memilih untuk memisahkan diri dari Indonesia dalam sebuah pemungutan suara yang diadakan PBB. Sekitar 99% penduduk yang berhak memilih turut serta; 3/4-nya memilih untuk merdeka. Segera setelah hasilnya diumumkan, dikabarkan bahwa pihak militer Indonesia melanjutkan pengrusakan di Timor Timur, seperti merusak infrastruktur di daerah tersebut. Pada Oktober 1999, MPR membatalkan dekrit 1976 yang mengintegrasikan Timor Timur ke wilayah Indonesia, dan Otorita Transisi PBB (UNTAET) mengambil alih tanggung jawab untuk memerintah Timor Timur sehingga kemerdekaan penuh

13

dicapai pada Mei 2002 sebagai negara Timor Leste. Sejarah Sejarah Timor Leste berawal dengan kedatangan orang Australoid dan Melanesia. Orang dari Portugal mulai berdagang dengan pulau Timor pada awal abad ke-16 dan menjajahnya pada pertengahan abad itu juga. Setelah terjadi beberapa bentrokan dengan Belanda, dibuat perjanjian pada 1859 di mana Portugal memberikan bagian barat pulau itu. Jepang menguasai Timor Timur dari 1942 sampai 1945, namun setelah mereka kalah dalam Perang Dunia II Portugal kembali menguasainya. Pada tahun 1975, ketika terjadi Revolusi Bunga di Portugal dan Gubernur terakhir Portugal di Timor Leste, Lemos Pires, tidak mendapatkan jawaban dari Pemerintah Pusat di Portugal untuk mengirimkan bala bantuan ke Timor Leste yang sedang terjadi perang saudara, maka Lemos Pires memerintahkan untuk menarik tentara Portugis yang sedang bertahan di Timor Leste untuk mengevakuasi ke Pulau Kambing atau dikenal dengan Pulau Atauro. Setelah itu FRETILIN menurunkan bendera Portugal dan mendeklarasikan Timor Leste sebagai Republik Demokratik Timor Leste pada tanggal 28 November 1975. Menurut suatu laporan resmi dari PBB, selama berkuasa selama 3 bulan ketika terjadi kevakuman pemerintahan di Timor Leste antara bulan September, Oktober dan November, Fretilin melakukan pembantaian terhadap sekitar 60.000 penduduk sipil (sebagian besarnya wanita dan anak2 karena para suami mereka adalah pendukung faksi integrasi dengan Indonesia). Tak lama kemudian, kelompok pro-integrasi mendeklarasikan integrasi dengan Indonesia pada 30 November 1975 dan kemudian meminta dukungan Indonesia untuk mengambil alih Timor Leste dari kekuasaan FRETILIN yang berhaluan Komunis. Tiga Kuburan Masal sebagai bukti pembantaian FRETILIN terhadap pendukung integrasi terdapat di Kabupaten Aileu (bagian tengah Timor Leste), masingmasing terletak di daerah Saboria, Manutane dan Aisirimoun. Ketika pasukan Indonesia mendarat di Timor Leste pada tanggal 7 Desember

14

1975, FRETILIN didampingi dengan ribuan rakyat mengungsi ke daerah pegunungan untuk untuk melawan tentara Indonesia. Lebih dari 200.000 orang dari penduduk ini kemudian mati di hutan karena pemboman dari udara oleh militer Indionesia serta ada yang mati karena penyakit dan kelaparan. Banyak juga yang mati di kota setelah menyerahkan diri ke tentara Indonesia, namun Tim Palang Merah International yang menangani orang-orang ini tidak mampu menyelamatkan semuanya. Selain terjadinya korban penduduk sipil di hutan, terjadi juga pembantaian oleh kelompok radikal FRETILIN di hutan terhadap kelompok yang lebih moderat. Sehingga banyak juga tokoh-tokoh FRETILIN yang dibunuh oleh sesama FRETILIN selama di Hutan. Semua cerita ini dikisahkan kembali oleh orang-orang seperti Francisco Xavier do Amaral, Presiden Pertama Timor Lesta yang mendeklarasikan kemerdekaan Timor Leste pada tahun 1975. Seandainya Genderal Wiranto (pada waktu itu Letnan) tidak menyelamatkan Xavier di lubang tempat dia dipenjarakan oleh FRETILIN di hutan, maka mungkin Xavier tidak bisa lagi jadi Ketua Partai ASDT di Timor Leste Sekarang. Selain Xavier, ada juga komandan sektor FRETILIN bernama Aquiles yang dinyatakan hilang di hutan (kemungkinan besar dibunuh oleh kelompok radikal FRETILIN). Istri komandan Aquilis sekarang ada di Baucau dan masih terus menanyakan kepada para komandan FRETILIN lain yang memegang kendali di sektor Timur pada waktu itu tentang keberakaan suaminya. Selama perang saudara di Timor Leste dalam kurun waktu 3 bulan (SeptemberNovember 1975) dan selama pendudukan Indonesia selama 24 tahun (1975-1999), lebih dari 200.000 orang dinyatakan meninggal (60.000 orang secara resmi mati di tangan FRETILN menurut laporan resmi PBB). Selebihnya mati ditangan Indonesia saat dan sesudah invasi dan adapula yang mati kelaparan atau penyakit. Hasil CAVR menyatakan 183.000 mati di tangan tentara Indonesia karena keracunan bahan kimia dari bom-bom napalm, serta mortir-mortir.

15

Pada 30 Agustus 1999, dalam sebuah referendum yang diadakan PBB, sebagian besar rakyat Timor Timur memilih merdeka dari Indonesia. Antara waktu referendum sampai kedatangan pasukan perdamaian PBB pada akhir September 1999, kaum antikemerdekaan yang konon didukung Indonesia mengadakan pembantaian balasan besarbesaran, di mana sekitar 1.400 jiwa tewas dan 300.000 dipaksa mengungsi ke Timor barat. Sebagian besar infrastruktur seperti rumah, sistem irigasi, air, sekolah dan listrik hancur. Pada 20 September 1999 pasukan penjaga perdamaian International Force for East Timor (INTERFET) tiba dan mengakhiri hal ini. Pada 20 Mei 2002, Timor Timur diakui secara internasional sebagai negara merdeka dengan nama Timor Leste.

16

BAB 5 KESIMPULAN 5.1 KESIMPULANDi dunia ini terdapat begitu banyak negara dengan teori terbentuknya negara tersebut. Teori terbentuknya suatu negara terbagi menjadi dua yaitu pendekatan fakta sejarah dan pendekatan teoritis. Pada pendekatan fakta sejarah, negara terbentuk berdasarkan: Occupatie (pendudukan), Fusi (peleburan), Cessie (penyerahan), Acessie (penarikan), Anexatie (penguasaan), Proclamation (proklamasi), Inovation (inovasi), Separatise (Pemisahan). Pada pendekatan teoritis, negara terbentuk berdasarkan: teori ketuhanan, teori perjanjian, teori kekuasaan, teori hukum alam, teori hukum murni. Asal mula terjadinya negara juga terbagi menjadi primer dan sekunder. Terjadinya negara secara primer terdapat: suku, kerajaan, negara, negara demokrasi, dan diktatur. Terjadinya negara secara sekunder terdapat: teori organis, teori anarkis, dan teori mati dan lenyapnya suatu negara. Timor Timur melepaskan diri dari Indonesia dikarenakan penyerangan Indonesia kepada Timor Timur dengan tujuan memperoleh tambahan cadangan minyak dan gas alam, serta lokasi yang strategis. Sesuai hal tersebut, Timor Timur merupakan negara separatise. Seharusnya Indonesia tidak perlu menyerang Timor Timur untuk tujuan seperti itu, seharusnya penyerangan bisa dihindari dengan cara melakukan negosiasi.

17

DAFTAR PUSTAKAAbdulkarim, Aim, Dr., M. Pd. 2009. LKS Gema KEWARGANEGARAAN. Bandung: Gema Ilmu. Ilmu PENDIDIKAN

http://kuliahfilsafat.blogspot.com/2009/08/definisi-negara-oleh-para-ahli.html http://ruhcitra.wordpress.com/2008/11/09/bentuk-negara-dan-bentuk-kenegaraan/ http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080804202921AAQL1V9 http://ruhcitra.wordpress.com/2008/11/09/terjadinya-negara/

iv