makalah jadi PLTBio

  • View
    53

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Ketika

Text of makalah jadi PLTBio

MAKALAHPENGANTAR SISTEM TENAGAPEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BIOGAS

OLEHKELOMPOK 11

FADLAN DJAMIL323 12 001LEONARD BERNARDO PONGTULURAN323 12 012

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRONIKAJURUSAN TEKNIK ELEKTROPOLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG2014KATA PENGANTARPuji syukur penyusun panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan kasih-Nya penyusun dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Pembangkit Listrik Tenaga Biogas tepat pada waktunya. Dalam makalah ini kami membahas mengenai PLTBio yang merupakan jenis pembangkit listrik sederhana yang sekarang telah dibangun dan dikembangkan di wilayah terpencil Indonesia yang kekurangan suply energy listrik didaerahnya.Tak lupa pula penyusun mengucapkan terima kasih kepada, Bapak Ir. Christian Lumembang, M.T yang telah ikhlas membagi ilmu dan setia membimbing kami dalam proses penyusunan makalah ini, Rekan penyusun yang setia mendampingi dan mendukung proses penyusunan makalah ini, Semua pihak yang telah terlibat dalam penyusunan makalah ini. Penyusun menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih banyak kekurangan karena keterbatasan pengetahuan dan wawasan yang penyusun miliki. Penyusun mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun dari semua pihak untuk kesempurnaan makalah ini. Penyusun berharap semoga makalah yang penyusun tulis ini dapat bermanfaat bagi penyusun sendiri dan dapat bermanfaat bagi para pembaca. Akhir kata penyusun menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penyusun dalam penyusunan makalah ini.

Makassar, Mei 2014

Penyusun

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL...iKATA PENGANTARiiDAFTAR ISIiiiBAB I PENDAHULUAN11.1 Latar Belakang11.2 Rumusan Masalah21.3 Tujuan21.4 Manfaat2BAB II PEMBAHASAN32.1 Pengertian Biogas32.2 Prinsip Kerja42.3 Komponen-komponen Register82.3.1 Komponen Biodigister102.3.1 Prosedur Perancangan Biodigister112.4 Perhitungan Daya13BAB III PENUTUP153.1 Kesimpulan153.2 Saran15DAFTAR PUSTAKA16LAMPIRAN17BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangSemangat pemerintah dalam upaya mengefesienkan biaya anggaran dengan secara bertahap mengurangi subsidi BBM mengakibatkan dikembangkannya sektor energi alternatif dan terbarukan. Teknologi biogas merupakan teknologi sudah dikembangkan dan digunakan di berbagai negara sejak puluhan tahun yang lalu. Teknologi ini mudah diaplikasikan dan di operasikan bahkan di berbagai belahan dunia, mulai dari pedalaman afrika dengan teknik super sederhana, sampai skala industri di Jerman. Teknologi ini sangat sesuai dikembangkan di Nusa Tenggara Barat (NTB), mengingat NTB merupakan salah satu sentra penghasil ternak terbesar di Indonesia.Selain potensi aplikasinya yang memadai (mudah di buat), produksi biogas juga memberikan nilai tambah ekonomis bagi masyarakat sebagai sarana penyedia energi siap pakai. Berdasarkan basis perhitungan pemanfaatan kotoran 2 ekor sapi, maka produksi biogas dapat mencapai 1m3 perhari. 1 m3 Biogas setara dengan:1. 60-100 watt lampu bohlam selama 6 jam.2. 5-6 jam memasak menggunakan kompor gas3. Setara dengan 0,7 liter bensin4. Dapat memproduksi 1,25 kwh listrikBiogas merupakan salah satu alternative energi terbarukan yang bersumber dari proses penguraian biomasa. Biogas sudah mulai dikenal di Indonesia sejak tahun 1980-an, tetapi pemanfaatannya baru mulai digunakan di awal tahun 1990 dalam skala kecil hanya untuk keperluan memasak. Padahal ada manfaat lain yang biasa didapat seperti lampu penerangan, ataupun menyediakan energi untuk keperluan rumah tangga lainnya. Biogas adalah gas yang sifatnya mudah terbakar dabn berasal dari proses penguraian bahan organic secara anaerobic (tanpa udara) oleh bakteri/mikroorganisme dengan melalui beberapa tahapan proses.

1.2 Rumusan MasalahAdapun rumusan masalah yang kami bahas dalam makalah kami adalah sebagai berikut A. Bagaimana biogas dapat menghasilkan listrik ?B. bagaimana prinsip kerja BIOGAS?C. Komponen komponen apa saja yang digunakan pada pembangkit listrik tenaga biogas?D. bagaimana perhitungan daya pada BIOGAS?E. bagaimana cara pengolahan limbah pada biogas?

1.3 TujuanAdapun tujuan dari makalah ini adalah sebagai berikutA. untuk mengetahui tentang BIOGASB. Untuk mengetahui prinsip keja BIOGASC. Untuk mengetahui komponen komponen apa saja yang digunakan pada BIOGASD. Untuk mengetahui perhitungan daya pada BIOGASE. Untuk mengetahui bagaimana cara mengelolah limbah pada BIOGAS

1.4 ManfaatAdapun manfaat penulisan dari makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan kita tentang Pembangkit Listrik Tenaga Biogas sebagai sumber tenaga terbaharui.

BAB IIPEMBAHASAN

2.1 Pengertian BiogasBiogas terdiri dari kira-kira 50-70% Metana (CH4) dan 50-30% carbon dioksida (CO2), arti dari biogas yaitu gas dari kotoran, gas dari rawa, dan metana (CH4). Berbeda dari metabolisme karbon microorganisme dari zat organik di lingkungan oxygen-bebas (bakteri anaerob), proses ini dikenal sebagai pembusukan atau fermentasi anoxic dan mengikuti rantai makanan. di dalam proses fermentasi sampah organik dapat memhasilkan biogas. gas ini dapat digunakan sebagai gas-alam untuk tujuan dibidang teknologi, pemanas atau menghasilkan energi listrik. gas ini dapat disimpan di stasiun pengisian bahan bakar gas, digunakan sebagai bahan bakar kendaraan. untuk menghasilkan energi listrik.Biogas tidak membutuhkan bahan bakar tambahan kandungan biogas mirip dengan gas-alam. jika proses pembakaran dapat disesuaikan, biogas hanya memerlukan pengeringan sulfida hidrogen dan pemisahan amoniak. jika proses pembakaran tidak dapat disesuaikan maka sistem pemisahan gas carbon dioksiada akan diperlukan. Untuk kendaraan, mengisi bensin harus menggunakan sistem pengolahan gas tambahan. setelah itu hasil pengolahan biogas menjadi gas-alam murni ((90-97%) metana (CH4) dan (10-3%) gas carbon dioksida (CO2)). hasil sampingan lainnya dari pengolahan biogas yaitu (CO2). Gas ini digunakan sebagai alat mencairkan es, untuk produksi macam-macam minuman atau dalam bidang teknologi.

Bahan bakuBiogas yang dihasilkan dari m3/ton bahan baku

Pupuk dari kotoran sapi (kompos)60

Pupuk dari kotoran babi (kompos)65

Kotoran ayam130

Lemak1300

Tempat penyulingan limbah70

Biji padi-padian500-560

Pakan Ternak, tumbuh-tumbuhan, rumput, alga400

air sisa pembuatan keju dan susu50

Buah-buahan dan bubur gula bit50-70

Gliserin500

Biji-bijian anggur180

(kurang lebih 30 euro per 1000 m3/ kurs 1euro = Rp 15.606 ). Pembangkit Listrik tenaga Biogas adalah solusi terbaik untuk menyediakan gas ke wilayah terpencil.

2.2 Prinsip KerjaSampah organik padat (pupuk, kotoran) diangkut oleh rel berjalan (conveyor) ke tanki penyimpanan kotoran, sampah cair awalnya datang ke tangki utama. di tangki utama sampah dicampur, setelah dicampur suhunya akan hangat (kadang-kadang digin) untuk itu diperlukan suhu ideal. Biasanya tangki penyimpanan mempunyai daya tampung untuk 2-3 hari. Sampah padat dapat diisi juga ke tangki itu untuk dicampur atau dimasukan ke digester melalui keran pengisian.Sampah organik cair dipompa ke Pembangkit Listrik Tenaga Biogas dengan pompa atau jalur pipa dari tempat penyulingan sampah organic cair. stasiun pompa kotoran (SPS) dipisahkan dengan lokasi digester. Dari tangki pencampuran dan kran biomasa (pupuk, kotoran atau tempat penyulingan air kotor) disalurkan ke Digester (reaktor Organik). Tangki Reaktor Organik dibuat dari beton yang tahan terhadap asam dan gas. Reaktor panas dipisahkan. pemisahan panas ini dilakukan tergantung pada tempat Pembangkit Listrik Tenaga Biogas dan kondisi iklim.Bahkan di dalam Digester suhu memegang peranan penting, hal ini dapat diatasi dengan cara: biasanya disebut suhu mesophilic (+30-41) dalam beberapa hal suhu termophilic digunakan (kira-kira 55). Biomasa di dalam Digester diaduk, pengadukan ini dilakukan dengan beberapa cara dan bergantung dari jenis bahan baku, kelembabannya dan ciri-ciri yang lain yang digunakan. Pengadukan ini biasanya dilakukan oleh slopped mixer, mesin pengaduk tipe paddle giant atau pengaduk tipe submersed. semua tipe pengaduk ini dibuat dari baja tahan-karat bahkan alat pengaduk ini dapat berupa mesin hidraulik. Namun lapisan pompa mesin pengaduk biomasa dapat dimasuki oleh beberapa jenis bakteri. Bioreactor dibangun dengan beton atau kubah beton dan punya umur pemakaian 25-30 tahun.Pemanasan Digester dilakukan oleh air panas dengan suhu yang masuk kira-kira 60 dan suhu keluaran kira-kira 40. Sistem Pemanas dialirkan melalui jaringan pipa, yang dapat dipasang langsung ke dinding reaktor atau dapat ditempelkan ke bagian dalam sisi dinding Digester. Jika Pembangkit Listrik Tenaga Biogas dilengkapi dengan unit co-generation, Pemanasan digester dapat dilakukan oleh generator yang mendinginkan air. generator yang mendinginkan air mempunyai suhu 90 dan sebelum panas ini disalurkan ke sistem Pemanas Digester, panas ini dicampur dengan air dengan suhu 40 sehingga sistem pemanas menerima air dengan suhu 60. Air yang sebelumnya digunakan dapat dikembalikan dan dapat didaur ulang. Pada waktu musim dingin Pembangkit Listrik Tenaga Biogas memerlukan panas 70% dari alat pendingin generator dan memerlukan 10% pada musim panas. Jika Pembangkit Listrik Tenaga Biogas hanya digunakan untuk produksi gas air panas dapat diambil dari boiler.Rata-rata waktu Penyimpanan biomasa di bioreactor (tergantung pada material yang digunakan ) 20-40 hari. selama waktu ini bahan organik melakukan metabolisasi (dimodifikasi) oleh micro organisme. Pakan ternak dari jagung disimpan dalam rentang waktu 70 - 160 hari. Waktu penyimpanan ditetapkan dari ukuran digester.Proses fermentasi dilakukan oleh bakteri anaerob, yang dimasukan ke digester sepanjang pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Biogas. Selanjutnya bakteri anaerob tidak perlu dimasukan ke digester. Memasukan Bakteri anaerob dilakukan dari 3 cara berikut ini yaitu:1. Memasukan inti sari Bakteri anae