MAKALAH BELUM JADI

  • View
    135

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of MAKALAH BELUM JADI

MAKALAHFUNGSI MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM ORGANISASI

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia Dosen Pengampu Ninik Haryani, S. E

Disusun Oleh : Nama : Moh.Khoirudin Nawawi NIM : 14.10.0013

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA & KOMPUTER AKI

TAHUN AJARAN 2011 / 2012KATA PENGANTARPuji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini dengan tepat waktu, adapun judul makalahnya Makalah Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi Makalah ini berisikan tentang informasi pengintegrasian yang ada di organisasi khususnya. Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang Pengintegrasian Sumber Daya Manusia. Kami menyadari bahwa Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan Makalah ini. Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan Makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

2

BAB 1 PENDAHULUAN Pengintegrasian (Integration) ialah fungsi operasional manajemen personalia yang terpenting, sulit dan kompleks untuk merealisasikannya. Hal ini disebabkan karena karyawan/manusia bersifat dinamis dan mempunyai pikiran, perasaan, harga diri, sifat, serta membawa latar belakang, perilaku, keinginan dan kebutuhan yang berbeda-beda dalam organisasi perusahaan. Karyawan tidak dapat diperlakukan seenaknya seperti menggunakan faktor-faktor produksi lainnya (mesin, modal atau bahan baku). Karyawan juga harus selalu diikutsertakan dalam setiap kegiatan serta memberikan peran aktif untuk menggunakan alat-alat yang ada. Karena tanpa peran aktif karyawan, alat-alat canggih yang dimiliki tidak ada artinya bagi peruashaan untuk mencapai tujuannya. Tujuan perusahaan hanya dapat dicapai jika para karyawan bergairah bekerja, mengerahkan kemampuannya dalam menyelesaikan pekerjaan, serta berkeinginan untuk mencapai prestasi kerja yang optimal. Jika karyawan kurang berprestasi maka sulit bagi organisasi perusahaan dapat memperoleh hasil yang baik. Hal ini mengharuskan pemimpin menggunakan kewenangannya untuk mengubah sikap dan perilaku karyawan supaya mau bekerja giat serta berkeinginan mencapai hasil yang optimal.

3

BAB II PEMBAHASAN A. Pentingnya Pengintegrasian Pengintegrasian adalah kegiatan menyatupadukan keinginan karyawan dan kepentingan perusahaan, agar tercipta kerja sama yang memberikan kepuasan. Usaha untuk pengintegrasian dilakukan melalui hubungan antar manusia (human relation), motivasi, kepemimpinan, kesepakatan kerja bersama (KKB), dan Collective Bargaining. Jadi pengintegrasian adalah hal yang sangat penting dan merupakan salah satu kunci untuk mencapai hasil yang baik bagi perusahaan maupun terhadap karyawan sehingga memberikan kepuasan kepada semua pihak. Kayawan dapat memenuhi kebutuhannya dan perusahaan memperoleh laba. Tujuan Pengintegrasian Tujuan pengintegrasian adalah memanfaatkan karyawan agar mereka bersedia bekerja keras dan berpartisipasi aktif dalam menunjang tercapainya tujuan perusahaan serta terpenuhinya kebutuhan karyawan. Prinsip Pengintegrasian Prinsip pengintegrasian adalah menciptakan kerjasama yang baik dan saling menguntungkan. Metode Pengintegrasian Metode-metode pengintegrasian yang kita kenal adalah sebagai berikut : 1. Hubungan antar manusia (Human Relations) 2. Motivasi (Motivation) 3. Kepemimpinan (Leadership) 4. Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) 5. Collective Bargaining

4

1. Hubungan antarmanusia ( Human Relation )

Adalah hubungan kemanusiaan yang harmonis, tercipta atas kesadaran dan kesediaan melebur keinginan individu demi terpadunya kepentingan bersama. Tujuannya adalah menghasilkan integrasi yang cukup kukuh, mendorong kerjasama yang produktif dan kreatif untuk mencapai sasaran bersama. Manajer dalam menciptakan hubungan antarmanusia yang harmonis memerlukan kecakapan dan keterampilan tentang komunikasi, psikologi, sosiologi, antropologi dan etologi, sehingga dia memahami serta dapat mengatasi masalah-masalah dalam hubungan kemanusiaan. Pada awal abad XX (1920-an), orang orang bisnis mengemukakan kekhawatiran akan dampak menstandarkan orang (pekerja). Walaupun mereka tidak menentang prinsip prinsip dasar mengenai spesialisasi tugas, ketertiban, stabilitas dan pengendalian yang merupakan fokus sentral daripada metode tradisional, mereka mengkritik deangn tajam mereka memperlakukan para pekerja semata mata sebagai bagian dari mesin. Dikatakannya bahwa manajemen harus mencapaii keterampilan keterampilan dan metode metode yang standar, tetapi tidak harus mengharapkan standar yang sempurna dan perilaku tanpa emosi dan perasaan dari para pekerja. Manajemen harus berhubungan dengan manusia seutuhnya (The Whole Man) daripada hanya keterampilan dan bakat, karena orang ingin diperlakukan sebagai manusia, dengan pengakuan atas keinginan keinginan, hasrat, dan kebutuhan kebutuhan pribadinya. Walaupun para pendukung model Human Relation, mulai menekankan unsure moralitas dalam manajemen, tetapi alas an alasan mereka itu biasanya dikaitkan dengan criteria efektifitas dan efisiensi. Mereka menegaskan bahwa manajemen tidak bisa membalas dengan uang semata mata, karena manusia ingn balasan berupa : personal attention, humane treatment, and the chance to feel important, providing, of course, that they were receiving a reasonable salary anyway (Miles, p.39). jadi penekanan pada aspek manusia di sini semata mata hanya sebagai minyak pelumas (lubrifikasi). Moral yang rendah, penentangannya terhadap kewenangan / atasan, dan akhirnya produksi yang tidak efisien

5

merupakan hasil dari manajemen yang gagal memnuhi keinginan keinginan manusia yang mendasar. 1 Teori Kepribadian a) b) Teori Sifat Teori Psikodinamis memberikan daftar yang menguraikan sifat-sifat individu menyatupadukan ciri-ciri orang dan menjelaskan sifat dinamis dari perkembangan kepribadian c) Teori Humanistis menekankan orangnya dan pentingnya perwujudan diri bagi kepribadian Kekuatan-Kekuatan Utama Yang Mempengaruhi Kepribadian SeseorangKekuatan Kebudayaan Kekuatan sosial dan kekuatan lain keanggotaan kelompok

Kekuatan keturunan

Kepribadian individu

Kekuatan hubungan keluarga

2. Motivasi

Motivasi berasal dari kata Latin movere yang berarti dorongan atau menggerakkan. Pentingnya motivasi karena motivasi adalah hal yang menyebabkan, menyalurkan, dan mendukung perilaku manusia, supaya mau bekerja giat dan antusias mencapai hasil yang optimal. Edwin B Flippo mendefinisikan Motivasi sebagai suatu keahlian, dalam mengarahkan pegawai dan organisasi agar mau bekerja secara berhasil, sehingga keinginan para pegawai dan tujuan organisasi sekaligus tercapai. Peterson dan Plowman mengatakan bahwa orang mau bekerja karena faktor-faktor berikut :1

Cardoso, Drs. Fautisno Caedoso (1995). Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta : Andi Offset. Hal.40

6

1. The Desire to live (Keinginan Untuk Hidup) 2. The Desire for Position (Keinginan Untuk Suatu Posisi) 3. The Desire for Power (Keinginan Akan Kekuasaan) 4. The Desire For Recognation (Keinginan Akan Pengakuan) Tujuan motivasi adalah sebagai berikut: 1. Meningkatkan moral dan kepuasan kerja karyawan 2. Meningkatkan produktivitas kerja karyawan 3. Memepertahankan kestabilan karyawan perusahaan. 4. Meningkatkan kedisiplinan karyawan 5. Mengefektifkan pengadaan karyawan. 6. Menciptakan suasana dan hubungan kerja yang baik 7. Meningkatkan loyalitas, kreativitas, dan partisipasi karyawan. 8. Meningkatkan kesejahteraan karyawan. 9. Mempertinggi rasa tanggung jawab karyawan terhadap tugas-tugasnya. 10. Meningkatkan efisiensi penggunaan alat-alat dan bahan baku. Asas-asas Motivasio o o o o

Asas Mengikutsertakan Asas Komunikasi Asas Pengakuan Asas Wewenang yang Didelegasikan Asas Perhatian Timbal balik Model Model Motivasi ada tiga, yaitu :

1. Model Tradisional, yaitu dengan memberikan Insentif sebagai motivasi. 2. Model Hubungan Manusia, yaitu dengan memenuhi kebutuhan social disamping insentif (kebutuhan materil dan nonmaterial) 3. Model Sumber Daya Manusia, yaitu dengan memberikan motivasi tidak hanya berupa uang/barang atau keinginan akan kepuasan tetapi juga kebutuhan akan pencapaian dan pekerjaan yang berarti.Menurut model ini, motivasi dilakukan dengan memberikan tanggung jawab dan kesempatan yang luas bagi mereka untuk mengambil kebijakan dalam menyelesaikan pekerjaannya.

7

Motivasi adalah pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang agar mereka mau bekerja asma, bekerja efektif dan terintegrasi dengan segala daya upayanya untuk mencapai kepuasan. Edwin B Flippo Direction or motivation is essence, it is a skill in aligning employee and organization interest so that behavior result in achievement of employee want simultaneously with attainment or organizational objectives. (Motivasi adalah suatu keahlian, dalam mengarahkan pegawai dan organisasi agar mau bekerja secara berhasil, sehingga keinginan para pegawai dan tujuan organisasi sekaligus tercapai). Menurut American Encyclopedia Motivation: That predisposition (it self the subject of much controvency) within the individual wich arouses sustain and direct his behavior. Motivation involve such factor as biological and emotional needs that can only be inferred from observation behavior). (Motivasi adalah kecenderungan (suatu sifat yang merupakan pokok pertentangan) dalam diri seseorang yang membangkitkan topangan dan mengarahkan tindak-tanduknya. Motivasi meliputi faktor kebutuhan biologis dan emosional yang hanya dapat diduga dari pengamatan tingkah laku manusia). Merle J. Moskowits Motivation is usually refined the initiation and direction of behavior,