Makalah Kualitatif tentang studi kasus

  • View
    88

  • Download
    10

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Penelitian Metode Kualitatif Dengan Studi kasus

Text of Makalah Kualitatif tentang studi kasus

MAKALAH PENDEKATAN KUALITATIFStudi KasusDiajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Metode Penelitian KualitatifDosen Pengampu : Retno Pandan Arum

Disusun oleh:Siti Muridatul H14710016

Desy Purnamarini14710070

Khoirunnisa DL14710071

Aditya Wiharnanto14710072

Ahmad Manan Darmawan14710073

Ahmad Awaluddin Aras14710080

M Fahmi Ghifari14710087

Zaen Isnaini Sabilla14710091

PROGRAM STUDI PSIKOLOGIFAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUMANIORAUNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGAYOGYAKARTA2016

KATA PENGANTARSegala puji beserta syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesehatan dan rahmat-Nya terutama nikmat kesempatan dan kesehatan sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah pendekatan kualitatif dengan judul Studi Kasus tepat pada waktunya. Shalawat serta salam semoga tercurah limpahkan kepada Nabi besar Muhammad SAW.Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini secara umumnya dan kepada Dosen Mata Kuliah Metode Penelitian Kualitatif, Ibu Retno Pandan Arum K., M.Si secara khususnya. Penulis menyadari dalam penulisan makalah ini banyak terdapat kekurangan kekurangan karena penulis masih dalam tahap pembelajaran. Namun, penulis tetap berharap agar makalah ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca.Kritik dan saran dari penulisan makalah ini sangat diharapkan untuk perbaikan dan penyempurnaan pada makalah penulis berikutnya, karena masih banyak kekurangan-kekurangan dalam penulisan makalah ini. Untuk itu penulis ucapkan terima kasih.

Yogyakarta, 4 Maret 2016

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTARDAFTAR ISI.

BAB I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang.........4B. Rumusan Masalah.....5C. Tujuan Makalah....5

BAB II. PEMBAHASAN

A. Sejarah Studi Kasus.6B. Pengertian Studi Kasus........6C. Ciri Khas Studi Kasus.7D. Karakteristik Studi Kasus7E. Tipe-tipe Studi Kasus..9F. Prosedur Pelaksanaan Studi11G. Tantangan dalam Pelaksanaan Studi Kasus12H. Keistimewaan Studi Kasus..12

BAB III. PENUTUP

A. Kesimpulan....14

DAFTAR PUSTAKA

BAB 1PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Studi kasus merupakan salah satu jenis pendekatan kualitatif yang menelaah sebuah kasus tertentu dalam konteks atau setting kehidupan nyata kontemporer. Peneliti studi kasus bisa memilih tipe penelitiannya berdasarkan tujuan, yakni studi kasus instrumental tunggal (yang berfokus pada satu isu atau persoalan tertentu), studi kasus kolektif (yang memanfaatkan beragam kasus untuk mengilustrasikan satu persoalan penting dari berbagai perspektif), studi kasus intrinsic (yang fokusnya pada kasus itu sendiri, karena dianggap unik atau tidak biasa). Prosedur utamanya melibatkan sampling purposeful (memilih kasus yang dianggap penting), kemudian dilanjutkan dengan analisis holistic atau melalui deskripsi detail atas pola-pola, konteks dan setting di mana kasus itu terjadi. Oleh karena itu studi kasus lebih berfokus pada kasus tertentu, peneliti didorong untuk mencari suatu kasus yang kemudian dianalisis terkait dengan mitos atau yang terjadi di lokasi penelitian. Pertanyaan riset yang bisa diajukan adalah bagaimana respon masyarakat atau responden dan informan setempat. Untuk menjawabnya, peneliti dituntut untuk melakukan analisis holistik.Kelompok berkebudayaan sama dapat dianggap sebagai pokok bahasan etnogrfi, yang membedakan adalah untuk memahami bagaimana kebudayaan tersebut berjalan daripada mengembangkan pemahaman yang mendalam tentang kasus tunggal atau mengeksplorasi isu atau permasalahan dengan menggunakan kasus tersebut sebagai ilustrasi yang spesifik, yang merupakan tujuan dari studi kasus. Pendekatan studi kasus sangat familier bagi para ilmuwan sosial karena popularitasnya dalam psikologi (Freud), kedokteran (analisis kasus tentang permasalahan), hukum (hukum kasus), dan sains politik (laporan kasus).

B. Rumusan Masalah1. Apakah pengertian dari studi kasus?2. Apakah kegunaan dari studi kasus?3. Bagaimana sejarah studi kasus?4. Apa saja ciri utama dari studi kasus?5. Apa saja tipe-tipe dari studi kasus?6. Bagaimana prosedur pelaksanaan studi kasus?7. Bagaimanakah tantangan dalam menggunakan studi kasus?8. Apa saja keistimewaan dari studi kasus?

C. Tujuan Makalah1. Untuk mengetahui definisi studi kasus2. Untuk mengetahui kegunaan studi kasus3. Untuk mengetahui sejarah studi kasus4. Untuk mengetahui ciri utama studi kasus5. Untuk mengetahui tipe-tipe studi kasus6. Untuk mengetahui prosedur pelaksaan studi kasus7. Untuk mengetahui tantangan dalam studi kasus8. Untuk mengetahui keistimewaan studi kasus

BAB 1IPEMBAHASAN

A. Sejarah Studi KasusSejarah dari studi kasus : Hamel, Dufour, dan Fortin (1993) menelusuri asal mula studi kasus ilmu pengetahuan sosial modern melalui antropologi dan sosiologi. Contohnya studikasus tentang Kepulauan Trbriand dari antropolog situs Malinowski, studi tentang keluarga dari sosiolog Perancis LePlay, dan studi kasus dari jurusan Jurusan Sosiologi Universitas Chicago dari 1920-an dan 1930-an hingga 1950-an (misalnya, studi 1958 oleh Thomas dan Znaniecki tentang para petani Polandia di Eropadan Amerika) sebagai antesenden dari riset studi kasus kualitatif. Sekarang para penulis studi kasus memiliki banyak teks pendekatan yang dapat dipilih : Yin (2009), mendukung pendekatan kuantitaif dan kualitatif untuk pengembangan studi kasus dan membahas studi kasus kualitatif eksplanatoris, eksloratoris, dan deskriptif.Merriam (1998) mendukung pendekatan umum untuk studi kasus kualitatif dalam bidang pendidikan. Stake (1995) secara sistematis menetapkan prosedur untuk riset studi kasus dan menyebutkan secara panjang lebar, contoh karyanya adalah sekolah Harper.

B. Pengertian Studi Kasus Berawal dari tujuan etnografi yang hanya memahami bagaimana kebudayaan tersebut berjalan tanpa mengembangkan pemahaman yang mendalam tentang kasus tunggal atau mengeksplorasi isu dan permasalahan dengan menggunakan kasus tersebut sebagai ilustrasi yang spesifik. Maka dari itu riset studi kasus mencakup studi tentang suatu kasus dalam kehidupan nyata, dalam konteks atau setting kontemporer (Yin, 2009).Studi kasus bukan merupakan metodologi, melainkan pilihan atas sesuatu yang hendak dipelajari (kasus dalam sistem terbatas, yang dibatasi waktu dan tempat) yang lain menganggapnya sebagai strategi penelitian, metodologi, atau strategi riset komprehensif (Denzin & Lincoln, 2005; Merriam, 1998; Yin, 2009). Penelitian studi kasus adalah pendekatan kualitatif yang penelitinya mengeksplorasi kehidupan nyata, sistem terbatas kontemporer (kasus) atau beragam sistem terbatas (berbagai kasus), melalui pengumpulan data yang detail dan mendalam yang melibatkan beragam sumber informasi atau sumber informasi majemuk (pengamatan, wawancara, bahan audiovisual, dan dokumen laporan) dan melaporkan deskripsi kasus dan tema kasus. Adapun kegunaan dari studi kasus adalah untuk memahami individu, kelompok, lembaga, latar tertentu secara mendalam.C. Ciri Khas Studi Kasus Dimulai dengan mengidentifikasi satu kasus yang spesifik dengan dibatasi oleh tempat dan waktunya Tujuan studi kasus kualitatif sebagai pengilustrasian kasus yang unik yang perlu diperinci dan dideskripsikan, disebut kasus instrinsik (Stake, 1995). Ciri utama dari studi kasus kualitatif adalah memperlihatkan pemahaman mendalam tentang kasus tersebut. Untuk menyempurnakannya, peneliti mengumpulkan beragam bentuk data kualitatif seperti wawancara, pengamatan, dokumen, hingga bahan audiovisual. Satu data saja tidak cukup untuk mengembangkan pemahaman ini Riset studi kasus melibatkan deskripsi tentang kasus tersebut yang berlaku baik untuk studi kasus intrinsic maupun instrumental Tema atau masalah dapat diorganisasikan menjadi kronologi oleh peneliti, menganalisis keseluruhan kasus untuk mengetahui berbagai persamaan dan perbedaan di antara kasus tersebut, atau menyajikannya dalam suatu model teoretis Diakhiri denga kesimpulan yang dibentuk peneliti tentang makna keseluruhan yang diperoleh dari kasus tersebut.

D. Karakteristik Studi KasusCreswell dalam bukunya penelitian kualitatif dan desain riset memilih diantara lima pendekatan :a) Riset studi kasus dimulai dengan mengidetifikasi satu kasus yang spesifik. Kasus ini dapat berupa entitas yang konkret, misalnya individu, kelompok kecil, organisasi atau kemitraan. Pda level yang kurang konkret, kasus ini mungkin komunitas, relasi, proses keputusan, atau proyek yang spesifik (Yin, 2009). Jadi pada intinya untuk mendefinisikan kasus yang dapat dibatasi atau dideskripsikan dalam arameter tertentu, misalnya tempat dan waktu yang spesifik. b) Tujuan dari pelaksanaan studi kasus. Studi kasus kualitatif dapat disusun untuk mengilustrasikan kasus yang unik, kasus yang memilki kepentingan yang tidak biasa dalam dirinya dan perlu dideskibsikan atau diperinci. Kasus ini disebut kasus intrinsik (Stake 1995). Atau, tujuan dari studi kasus tersebut adalah memahami isu, problem, atau keprihatinan yang spesifik (misalnya, kehamilan remaja) dan kasus atau beberapa kasus diseleksi untuk dapat memahami permasalahan tersebut dengan baik. Kasus ini disebut dengan kasus instrumental (Stake, 1995).c) Ciri studi kasus yang baik yaitu kasus itu memperlihatkan pemahaman mendalam tentang kasus tersebut. Untuk menyempurnakan penelitian, peneliti mengumpulkan beragam bentuk data kualitatif, mulai dari wawancara, pengamatan, dokumen, hingga bahan audiovisual. Apabila bersandar pada satu dat saja tidak cukup untuk mengembangkan pemahaman mendalam.d) Pemilihan pendekatan untuk analisis data yang berbeda-beda. Sebagian studi kasus melibatkan analisis terhadap unit-unit dalam kasus tersebut (misalnya, sekolah, distrik sekolah), sementara itu sebagian yang lainn melaporkan tentang keseluruhan kasus (misalnya distrik sekolah). Demikian juga, pada sebagian studi, eneliti memilih kaus majemuk untuk dianalisis dan diperban