MAKALAH JADI

  • View
    419

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of MAKALAH JADI

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb. Puji syukur Alhamdulillah penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT,karena dengan bimbingan,tuntutan,taufik,hidayah serta inayah-Nya penulis mampu menyelesaikan laporan praktikum ini dengan judul Pencemaran Udara. Laporan praktikum ini penulis susun guna memenuhi salah satu tugas praktikum Ilmu pengetahuan Lingkungan Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret Surakarta. Laporan praktikum ini tidak akan terselesaikan tanpa adanya bantuan serta dorongan dari berbagai pihak.Pada kesempatan kali ini penulis mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat: 1. Orang tua penulis yang telah membantu secara moral dan material. 2. Dr.Sunarto, M.S. selaku dosen pengampu mata kuliah Ilmu Pengetahuan Lingkungan yang telah memberikan pengarahan dan bimbingan demi kesempurnaan makalah ini. 3. Dr.Prabang Setyono, S.Si,M.Si selaku dosen pengampu mata kuliah Ilmu Pengetahuan Lingkungan. 4. Dr.Edwin Mahajoeno S.Si,M.Si selaku dosen pengampu mata kuliah Ilmu Pengetahuan Lingkungan. 5. Mas Cesario selaku asisten pembimbing praktikum yang selalu membimbing dalam praktikum Ilmu Pengetahuan Lingkungan. 6. Teman-teman Biologi angkatan 2010. 7. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan praktikum ini. Dalam penyusunan laporan ini penulis berusaha memberikan yang terbaik demi kesempurnaan.Namun,sesuai peribahasa Tak ada gading yang tak

retak,makalah ini masih terdapat kekurangan dan kesalahan.Oleh karena itu,penulis mohon maaf apabila masih terdapat kekurangan dan kesalahan.Kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan. Akhir kata,penulis berharap agar makalah ini dapat berguna bagi penulis secara pribadi dan pembaca pada umumnya,sehingga dapat menambah pengalaman dan pengetahuan. Wassalamualaikum Wr.Wb.

Surakarta,

Mei 2011

Penulis

HALAMAN PENGESAHAN

Laporan dengan judul Pencemaran Udara ini disusun sebagai tugas Praktikum Ilmu Pengetahuan Lingkungan Jurusan Bikologi Fakultas Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret Surakarta

Telah disetujui dan disahkan

Hari Tanggal

: :

Surakarta, Mengetahui Asisten Pembimbing

Mei 2011

Praktikan

Cesario

Kelompok II

BAB III METODE PENELITIAN

1. Waktu dan tempat Penelitian Laporan ini dibuat berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh kelompok II Ilmu Pengetahuan Lingkungan pada tanggal 16 April

2011.Percobaan ini dilakukan di Halaman Utama Gedung C Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Uns.

2. Alat dan Bahan 1) Alat Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: a. Ph meter b. Xray flouresense c. Ember d. Botol mineral 600 ml 2) Bahan Bahan yang digunakan meliputi: a. Air hujan bolevard belakang Uns b. Air DI (De Ionisasi/air bebas ion) c. Tisu 600 ml secukupnya secekupnya 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah

3. Cara Kerja Secara terperinci langkah kerja praktikum pencemaran udara kelompok II meliputi: a. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan dalam praktikum pencemaran udara.

b. Menampung air hujan secara langsung dengan ember di bolevard belakang UNS minimal 3 hari sebelum dilakukanya pengecekan kadar ph dan pb. c. Masukan air hujan hasil tampungan langsung kedalam botol mineral 600 ml dan tutup dengan rapat. d. Simpan selama beberapa hari hindari dari kontak matahari langsung dan merenggangya tutup botol. e. Dilakukan uji kadar ph dan pb pada air hujan Menguji kadar ph Dengan menggunakan alat ph meter Melakukan kalibrasi terlebih dahulu dengan cara sebagai berikut: Menyiapkan buffer ph 7 dan buffer 4 Membuka penutup plastik elektroda Bilas elektroda dengan air DI(De Inonisasi/air ion bebas) Keringkan dengan kertas tissu Menyalakan ph meter dengan menekan tombol ON/OFF Memasukan elektroda kedalam larutan buffer ph7 Menekan tombol CAL 2X,putar elektroda agar larutan homogeny Nilai akan tertera didisplay tunggu samapi tidak berubah Menekan tomnol CAL 1X dan tunggu tulisan CAL di display berhenti kedip Angkat dari buffer ph 7,bilas dengan air DI dan keringkan Melakukan hal yang sama pada buffer ph 4 Ph meter telah siap digunakan

Menyiapkan sampel air hujan

Membuka penutup plastik elektroda lalu bilas dengan air DI,keringkan Ph meter dinyalakan dengan menekan tombol ON/OFF Memasukan elektroda kedalam air hujan kemudian putar agar larutan homogeny Biarkan minimal 10 detik Menekan tombol MEAS untuk memulai pengukuran,pada layar akan muncul tulisan HOLD yang berkedip Biarkan sampai tulisan HOLD pada layar berhenti berkedip Nilai ph yang ditunjukan pada layar adalah nilai ph air hujan Mematikan ph meter dengan menekan tombol ON/OFF

BAB 1 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pada era yang semakin modern dengan tekhnologi yang semakin canggih pula, dan didukung dengan meningkatnya populasi di bumi ini, semakin banyak polusi yang ditimbulkan. Polusi ini berasal dari asap motor, pabrik-pabrik, pembakaran sampah dll. meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer secara global akibat kegiatan manusia menyebabkan sinar matahri yang dipantulkan kembali oleh permukaan bumi keangkasa sebagian besar terperangkap di dalam bumi akibat terhambat gas rumah kaca tadi. Meningkatnya jumlah emisi gas rumah kaca di atmosfer pada akhirnya menyebabkan meningkatnya suhu rata-ratapermukaan bumi yang kemudian dikenal dengan pemanasan global.Pemanasan global ini pada akhirnya membawa dampak terjadinya perubahan iklim yang mempengaruhi kehidupan di bumi, melalui adanya perubahan musim secara ekstrem, contohnya musim kemarau yang berkepanjangan yang menyebabkan kekeringan yang dibarengi dengan kenaikan intesitas curah hujan yang mengakibatkan banjir.

Meningkatnya jumlah kendaraan bermotor dengan konsumsi bahan bakar minyak yang semakin besar dan tidak seimbang dengan pertumbuhan prasarana jalan menimbulkan kemacetan dan pencemaran udara semakin tinggi.Gas yang dikategorikan sebagai gas rumah kaca adalah gas-gas yang berpengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap efek rumah kaca, antara lain karnondioksida (CO2), methan (CH4), dinitrogen oksida (N2O), CFC, karbon monoksida (CO). Gas rumah kaca yang berada di atmosfer ditimbulkan dari berbagai kegiatan manusia terutama yang berhubungan dengan pembakaran bahan bakar fosil (minyak, gas dan batu bara seperti pada pembangkit listrik, kendaraan bermotor, AC,

sebagainya), selain itu gas rumah kaca juga dihasilkan dari pembakaran dan penggundulan hutan serta aktivitas pertanian.

Kelembaban udara bergantung pada konsentrasi uap air, dan H2O yang berbeda-beda konsentrasinya di setiap daerah. Kondisi udara di dalam atmosfer tidak pernah ditemukan dalam keadaan bersih, melainkan sudah tercampur dengan gas-gas lain dan partikulat-partikulat yang tidak kita perlukan. Gas-gas dan partikulatpartikulat yang berasal dari aktivitas alam dan juga yang dihasilkan dari aktivitas manusia ini terus-menerus masuk ke dalam udara dan mengotori/mencemari udara di lapisan atmosfer khususnya lapisan troposfer.Apabila bahan pencemar tersebut dari hasil pengukuran dengan parameter yang telah ditentukan oleh WHO konsentrasi bahan pencemarnya melewati ambang batas (konsentrasi yang masih bisa diatasi), maka udara dinyatakan dalam keadaan tercemar. Pencemaran udara terjadi apabila mengandung satu macam atau lebih bahan pencemar diperoleh dari hasil proses kimiawi seperti gas-gas CO, CO2, SO2, SO3, gas dengan konsentrasi tinggi atau kondisi fisik seperti suhu yang sangat tinggi bagi ukuran manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan. Adanya gas-gas tersebut dan partikulat-partikulat dengan konsentrasi melewati ambang batas, maka udara di daerah tersebut dinyatakan sudah tercemar. Dengan menggunakan parameter konsentrasi zat pencemar dan waktu lamanya kontak antara bahan pencemar atau polutan dengan lingkungan (udara), WHO menetapkan empat tingkatan pencemaran sebagai berikut:

Pencemaran tingkat pertama; yaitu pencemaran yang tidak menimbulkan kerugian bagi manusia.

Pencemaran tingkat kedua; yaitu pencemaran yang mulai menimbulkan kerugian bagi manusia seperti terjadinya iritasi pada indra kita.

Pencemaran tingkat ketiga; yaitu pencemaran yang sudah dapat bereaksi pada faal tubuh dan menyebabkan terjadinya penyakit yang kronis.

Pencemaran tingkat keempat; yaitu pencemaran yang telah menimbulkan sakit akut dan kematian bagi manusia maupun hewan dan tumbuh-tumbuhan. Daerah perkotaan merupakan salah satu sumber pencemaran udara utama,

yang sangat besar peranannya dalam masalah pencemaran udara.Kegiatan perkotaan yang meliputi kegiatan sektor-sektor permukiman, transportasi, komersial, industri, pengelolaan limbah padat, dan sektor penunjang lainnya merupakan kegiatan yang potensial dalam merubah kualitas udara perkotaan. Pembangunan fisik kota dan berdirinya pusat-pusat industri disertai dengan melonjaknya produksi kendaraan bermotor, mengakibatkan peningkatan kepadatan lalu lintas dan hasil produksi sampingan, yang merupakan salah satu sumber pencemar udara. Dari berbagai sektor yang potensial dalam mencemari udara, pada umumnya sektor transportasi memegang peran yang sangat besar dibandingkan dengan sektor lainnya.Di kota-kota besar, kontribusi gas buang kendaraan bermotor sebagai sumber polusi udara mencapai 60-70%. Sedangkan kontribusi gas buang dari cerobong asap industri hanya berkisar 10-15%, sisanya berasal dari sumber pembakaran lain, misalnya dari rumah tangga, pembakaran sampah, kebakaran hutan, dan lain-lain. Kendaraan bermotor yang menjadi alat transportasi, dalam konteks pencemaran udara dikelompokkan sebagai sumber yang bergerak. Dengan karakteristik yang demikian, penyebaran pencemar yang diemisikan dari sumbersumber kendaraan bermotor ini akan mempunyai suatu pola penyebaran spasial yang meluas. Faktor perencanaan sistem transportasi akan sangat mempengaruhi penyebaran penc