MAKALAH ENSEFALITIS

  • View
    154

  • Download
    11

Embed Size (px)

Text of MAKALAH ENSEFALITIS

BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar BelakangEnsefalitis adalah jaringan otak yang dapat disebabkan oleh bakteri,cacing, protozoa, jamur, ricketsia atau virus. Ensefalitis Arbovirus adalah infeksi otak yang berat yang disebabkan oleh salah satu dari beberapa jenis virus. Infeksi ensefalitis virus yang paling sering terjadi di Amerika dan ditularkan melalui gigitan serangga adalah : Ensefalitis Ekuin Barat, Ensefalitis Ekuin Timur, Ensefalitis Santa Louis, Ensefalitis Kalifornia (Arif mansjoer, 2000). Ensefalitis Ekuin Barat terjadi di seluruh Amerika dan menyerang semua umur, tetapi terutama menyerang anak usia dibawah 1 tahun. Ensefalitis Ekuin Timur terjadi terutama di Amerika bagian timur, terutama menyerang anak-anak yang sangat muda dan diatas usia 55 tahun, dan lebih fatal. Kedua jenis ensefalitis tersebut cenderung lebih berat pada anak dibawah 1 tahun, menyebabkan kerusakan saraf atau otak yang menetap.Wabah ensefalitis Santa Louis pernah terjadi di seluruh Amerika, terutama di Texas dan beberapa negara bagian barat-tengah. Resiko kematian terbesar ditemukan pada orang yang lebih tua.Virus kelompok Kalifornia terdiri dari : virus Kalifornia (banyak ditemukan di AS barat), virus La Crosse (di AS barat-tengah),virus Jamestown Canyon (di New York).Ketiga virus ini terutama menyerang anak-anak. Di bagian dunia yang lain, arbovirus yang berbeda tetapi masih berhubungan, menyebabkan ensefalitis yang ditularkan secara periodik dari alam kepada manusia.Virus penyebab ensefalitis disebarkan oleh nyamuk jenis tertentu yang ditemukan di daerah geografis tertentu. Penyakit ini merupakan endemis (terus menerus ada), tetapi wabah terjadi secara periodik bila jumlah binatang yang terinfeksi bertambah. Pada manusia terjadi secara kebetulan.

1.2 Rumusan MasalahBagaimana Asuhan Keperawatan Pada Pasien Anak Dengan Gangguan Sistem Persyarafan Ensefalitis.

1.3 Tujuan PenulisanA. Tujuan UmumAdapun tujuan umum dari makalah ini adalah untuk mengetahui gambaran umum tentang ensefalitis dan asuhan keperawatannya.

B. Tujuan KhususAdapun tujuan khusus dari makalah ini yaitu :a) Mampu menjelaskan anatomi fisiologi sistem persyarafanb) Mampu menjelaskan pengertian ensefalitisc) Mampu menjelaskan etiologi atau penyebab ensefalitisd) Mampu menjelaskan manifestasi klinis (tanda dan gejala) ensefalitise) Mampu menjelaskan patofisiologi ensefalitisf) Mampu menjelaskan komplikasi ensefalitisg) Mampu menjelaskan pemeriksaan penunjang ensefalitish) Mampu menjelaskan penatalaksanaan medis ensefalitisi) Mampu menjelaskan asuhan keperawatan pada pasien ensefalitis.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

2.1 Anatomi FisiologiSistem saraf adalah serangkaian organ yang kompleks dan bersambungan serta terdiri terutama dari jaringan saraf. Sistem persarafan merupakan salah satu organ yang berfungsi untuk menyelenggarakan kerjasama yang rapi dalam organisasi dan koordinasi kegiatan tubuh.Otak mempunyai lima bagian utama, yaitu: otak besar (serebrum), otak tengah (mesensefalon), otak kecil (serebelum), sumsum sambung (medulla oblongata), dan jembatan varol.a) Otak besar (serebrum)Otak besar mempunyai fungsi dalam pengaturan semua aktifitas mental yaitu yang berkaitan dengan kepandaian (intelegensi), ingatan (memori), kesadaran, dan pertimbangan.Otak besar merupakan sumber dari semua kegiatan/gerakan sadar atau sesuai dengan kehendak, walaupun ada juga beberapa gerakan refleks otak. Pada bagian korteks serebrum yang berwarna kelabu terdapat bagian penerima rangsang (area sensor) yang terletak di sebelah belakang area motor yang berfungsi mengatur gerakan sadar atau merespon rangsangan. b) Otak tengah (mesensefalon)Otak tengah terletak di depan otak kecil dan jembatan varol. Di depan otak tengah terdapat talamus dan kelenjar hipofisis yang mengatur kerja kelenjar-kelenjar endokrin. Bagian atas (dorsal) otak tengah merupakan lobus optikus yang mengatur refleks mata seperti penyempitan pupil mata, dan juga merupakan pusat pendengaran.

c) Otak kecil (serebelum)Serebelum mempunyai fungsi utama dalam koordinasi gerakan otot yang terjadi secara sadar, keseimbangan, dan posisi tubuh. Bila ada rangsangan yang merugikan atau berbahaya maka gerakan sadar yang normal tidak mungkin dilaksanakan.

d) Jembatan varol (pons varoli)Jembatan varol berisi serabut saraf yang menghubungkan otak kecil bagian kiri dan kanan, juga menghubungkan otak besar dan sumsum tulang belakang.e) Sumsum sambung (medulla oblongata)Sumsum sambung berfungsi menghantar impuls yang datang dari medula spinalis menuju ke otak. Sumsum sambung juga mempengaruhi jembatan, refleks fisiologi seperti detak jantung, tekanan darah, volume dan kecepatan respirasi, gerak alat pencernaan, dan sekresi kelenjar pencernaan.Selain itu, sumsum sambung juga mengatur gerak refleks yang lain seperti bersin, batuk, dan berkedip.

2.2 PengertianEnsefalitis adalah radang jaringan otak yang dapat disebabkan oleh bakteri, cacing, protozoa, jamur, ricketsia atau virus (Arif Mansur : 2000).Ensefalitis adalah peradangan pada jaringan otak dan meningen, yang dapat disebabkan karena virus, bakteri, jamur dan parasit (Tarwoto: 2007).

2.3 EtiologiUntuk mengetahui penyebab ensefalitis perlu pemeriksaan bakteriologi dan firologi pada spesimen feces, sputum, serum darah ataupun cairan serebrospinal yang harus diambil pada hari-hari pertama. Ensefalitis dapat disebabkan karena:a. AlbovirusAlbovirus dapat masuk ke tubuh manusia melalui gigitan nyamuk dan serangga. Masa inkubasinya antara 5-15 hari.b. EnterovirusTermasuk dalam enterovirus adalah poliovirus, herpes zooster.c. Herpeks simpleksHerpeks simpleks merupakan penyebab meningitis yang sangat mematikan di amerika utara (Hickey dam Donna, 1995).d. AmoebaAmoeba penyebab ensefalitis adalah amoeba naegleria dan acanthamoeba, keduanya ditemukan di air dan dapat masuk melalui mukosa mulut saat berenang. e. RabiesPenyakit rabies akibat gigitan binnatang yang terkena rabies setelah masa inkubasi yang berlangsung berminggu-minggu atau berbulan-bulan.f. JamurJamur yang dapat menyebabkan ensefalitis adalah fungus blastomyces dermatitihis, biasanya menyerang pria yang bekerja diluar rumah. Tempat masuknya melalui paru-paru atau lesi pada kulit.(Tarwoto,2007)

2.4 Tanda dan GejalaTanda dan gejala ensefalitis tergantung dari penyebabnya, masing-masing berbeda. Namun secara umum tanda dan gejala ensefalitis: Nyeri kepla, photofobia, nyeri sendi, nyeri leher dan nyeri pinggang. Kesadaran menurun, mengantuk, Vomitus, demam, Defisit neurologi, kelumpuhan saraf kranial, Adanya tanda-tanda iritasi serebral, Peningkatan tekanan intrakranial, Kejang, tremor, aphasia.

2.5 KlasifikasiEnsefalitis diklasifikasikan menjadi :a. Ensefalitis Supurativa PatogenesisPeradangan dapat menjalar ke jaringan otak dari otitis media, mastoiditis, sinusitis, atau dari piema yang berasal dari radang, abses di dalam paru, bronkiektasi, empiema, osteomeylitis cranium, fraktur terbuka, trauma yang menembus ke dalam otak dan tromboflebitis. Reaksi dini jaringan otak terhadap kuman yang bersarang adalah edema, kongesti yang disusul dengan pelunakan dan pembentukan abses. Disekeliling daerah yang meradang berproliferasi jaringan ikat dan astrosit yang membentuk kapsula. Bila kapsula pecah terbentuklah abses yang masuk ventrikel.

Manifestasi KlinisSecara umum gejala yang timbul dapat berupa trias ensefalitis seperti :1) Demam.2) Kejang.3) Kesadaran menurun. 4) Bila ensefalitis berkembang menjadi abses serebri akan timbul gejala-gejala infeksi umum, tanda-tanda meningkatnya tekanan intrakranial yaitu nyeri kepala yang kronik dan progresif, muntah, penglihatan kabur, kejang, dan kesadaran menurun.5) Pada pemeriksaan mungkin terdapat edema papil. 6) Tanda-tanda defisit neurologis tergantung pada lokasi dan luas abses.

Terapi pada ensefalitis supurativa adalah dengan pemberian:1) Ampisillin 4 x 3-4 g per oral selama 10 hari.2) Cloramphenicol 4 x 1g/24 jam intra vena selama 10 hari.

b.Ensefalitis Siphylis PatogenesisDisebabkan oleh Treponema pallidum. Infeksi terjadi melalui permukaan tubuh umumnya sewaktu kontak seksual. Setelah penetrasi melalui epithelium yang terluka, kuman tiba di sistem limfatik, melalui kelenjar limfe kuman diserap darah sehingga terjadi spiroketemia. Hal ini berlangsung beberapa waktu hingga menginvasi susunan saraf pusat. Treponema pallidum akan tersebar diseluruh korteks serebri dan bagian-bagian lain susunan saraf pusat.

Manifestasi KlinisAdapun gejala ensefalitis sifilis terdiri dari dua bagian yaitu : Gejala-gejala neurologisa. Kejang-kejang yang datang dalam serangan-serangan.b. Afasia.c. Apraksia.d. Hemianopsia.e. Penurunan kesadaranf. Pupil Agryll- Robertson.g. Nervus opticus dapat mengalami atrofi. h. Pada stadium akhir timbul gangguanan-gangguan motorik yang bersifat progresif.

Gejala-gejala mentala. Timbulnya proses dimensia yang progresif.b. Intelgensia yang mundur perlahan-lahan yang mula-mula tampak pada kurang efektifnya kerja.c. Daya konsentrasi mundur.d. Daya ingat berkurang.e. Daya pengkajian terganggu.

Terapi pada ensefalitis siphylis 1) Penisillin G 12-24 juta unit/hari dibagi 6 dosis selama 14 hari.2) Penisillin prokain G 2,4 juta unit/hari intra muskular + probenesid 4x500mg oral 14 hari.3) Bila alergi pada penisilin, maka bisa diberikan :4) Tetrasiklin 4 x 500 mg per oral selama 30 hari.5) Eritromisin 4 x 500 mg per oral selama 30 hari.6) Cloramfenicol 4 x 1 g intra vena selama 6 minggu.7) Ceftriaxon 2 g intra vena/intra muscular selama 14 hari.c. Ensefalitis VirusAdapun virus yang dapat menyebabkan radang otak pada manusia adalah sebagai berikut : Virus RNAa. Paramikso virus : virus parotitis, irus morbili.b. Rabdovirus : virus rabies.c. Togavirus : virus rubella flavivirus (virus ensefalitis Jepang B, virus dengue).d. Picornavirus : enterovirus (virus polio, coxsackie A, B, echovirus).e. Arenavirus: virus koriomeningitis limfositoria. Virus DNAa. Herpes virus :