ENSEFALITIS jadi

  • View
    26

  • Download
    5

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Ensefalitis adalah radang otak yang disebabkan oleh virus. Ensefalitis bisa menyebabkan kerusakan otak permanen atau kematian.

Text of ENSEFALITIS jadi

ENSEFALITIS

ENCEPHALITISDwi Novita SDyah ChristyanaElga MaydioEnggar MayningEsti Rita DFifin HerdianaFrizka MulyaniHevi Parrasentika

Ida WahyuningsihIsmi QKharisma IftafaniLisa AriM.FaqihMonika DyahM.Huda

Oleh : Definisi Ensefalitisadalah infeksi jaringan perenkim otak oleh berbagai macam mikroorganisme, misalnya virus. (Smeltzer, 2002).

Etiologi Mikroorganisme : bakteri, protozoa, cacing, jamur, spirokaeta dan virus.Reaksin toxin seperti pada thypoid fever, campak, chicken pox.Keracunan : arsenik, CO.

Anania (2008) dan Smeltzer (2002)

Tanda dan GejalaSecara Umum gejala berupa Trias Encephalitis: - demam, kejang dan kesadaran menurun

Adapun tanda gejala Encephalitis yaitu : - Suhu yang mendadak naik, - Kesadaran dengan cepat menurun - Muntah - Kejang-kejang, - Gejala-gejala serebrum lain, yang dapat timbul sendiri-sendiri atau bersama-sama, misal paresis atau paralisis, afasia, dan sebagainya.

(Mansjoer, 2000). Patofisiologi Ensefalitis mengenai parenkim otak. Mikroorganisme yang menginfeksi salah satunya adalah virus.Virusmasuk tubuh pasien melalui kulit, saluran nafas dan saluran cerna dan menggandakan dirinya diri pada bagian infeksi awal, setelah masuk ke dalam tubuh,virus akan menyebar ke seluruh tubuh dengan beberapa cara:Penyebaran hematogen primer: virus masuk ke dalam darah. Kemudian menyebar ke organ dan berkembang biak di organ tersebut.Penyebaran melalui saraf-saraf : virus berkembang biak di permukaan selaput lendir dan menyebar melalui sistem saraf.Masa Prodromal berlangsung 1-4 hari ditandai dengandemam, sakit kepala, pusing, muntah, nyeri tenggorokan, malaise, nyeri ekstremintas dan pucat .Gejala lain berupa gelisah, iritabel, perubahan perilaku,gangguan kesadaran, kejang. Kadang-kadang disertai tanda Neurologis tokal berupa Afasia, Hemifaresis, Hemiplegia, Ataksia, Paralisis syaraf otak (Smeltzer, 2002)

Pathway

(Erfandi, 2002).Komplikasi 1. Akut :Edema otak.SIADH.Status konvulsi (kejang)2. Kronik :Cerebral palsy ( Kelumpuhan otak besar)Epilepsy.Gangguan visus dan pendengaran. Pemeriksaan penunjangBiakan dari darah : gambaran jenis kuman dan sensitivitas terhadap antibiotika.Pemeriksaan serologis : uji fiksasi komplemen, uji inhibisi hemaglutinasi dan uji neutralisasiPemeriksaan darah : terjadi peningkatan angka leukosit.EEG/ Electroencephalography : EEG sering menunjukkan aktifitas listrik yang merendah sesuai dengan kesadaran yang menurunCT scan Pemeriksaan CT scan otak seringkali didapat hasil normal, tetapi bisa pula didapat hasil edema diffuse, dan pada kasus khusus sepertiEnsefalitisherpes simplex, ada kerusakan selektif pada lobus inferomedial temporal dan lobus frontal (Anania, 2002).

Penatalaksanaan medisIsolasi:mengurangi stimuli/rangsangan dari luar dan sebagai tindakan pencegahan.

Terapi antimikroba , sesuai hasil kulturObat yang mungkin dianjurkan oleh dokter :Ampicillin : 200 mg/kgBB/24 jam, dibagi 4 dosisKemicetin : 100 mg/kgBB/24 jam, dibagi 4 dosisBila encephalitis disebabkan oleh virus, Acyclovir diberikan secara intravena dengan dosis 30 mg/kgBB per hari dan dilanjutkan selama 10-14 hari untuk mencegah kekambuhan.Untuk kemungkinan infeksi sekunder diberikan antibiotika secara polifragmasi.Mengurangi meningkatnya tekanan intracranialMempertahankan hidrasiGlukosa 20%Kortikosteroid intramuscular atau intravena dapat juga digunakan untuk menghilangkan edema otak.

NextMengontrol kejang, Obat antikonvulsif diberikan segera untuk memberantas kejang. Obat yang diberikan ialah valium dan atau luminal.Valium dapat diberikan dengan dosis 0,3-0,5 mg/kgBB/kaliBila 15 menit belum teratasi/kejang lagi bia diulang dengan dosis yang samaJika sudah diberikan 2 kali dan 15 menit lagi masih kejang, berikan valium drip dengan dosis 5 mg/kgBB/24 jam.Mempertahankan ventilasi:Bebaskan jalan nafas, berikan O2 sesuai kebutuhan (2-3 lt/menit).Penatalaksanaan shock septikMengontrol perubahan suhu lingkunganUntuk mengatasi hiperpireksia, diberikan kompres pada permukaan tubuh yang mempunyai pembuluh besar1. Pengkajian Biodata.Keluhan utama.Riwayat penyakit sekarang.Riwayat penyakit yang lalu.Riwayat kesehatan keluarga.Riwayat sosial.

NextKebutuhan dasar (aktifitas sehari-hari).Pada penderita ensepalitis sering terjadi gangguan pada kebiasaan sehari-hari , gangguan pemenuahan kebutuhan nutrisi karena mual muntah, hipermetabolik akibat proses infeksi dan peningkatan tekanan intrakranial. Pola istirahat pada penderita sering kejangNextPemeriksaan fisikKeadaan umum.Penderita biasanya keadaan umumnya lemah karena mengalami perubahan atau penurunan tingkat kesadaran.Gangguan system pernafasan.Perubahan-perubahan akibat peningkatan tekanan intra cranial menyebabkan kompresi pada batang otak yang menyebabkan pernafasan tidak teratur.Gangguan system kardiovaskuler.Adanya kompresi pada pusat vasomotor menyebabkan terjadi iskemik pada daerah tersebutGangguan system gastrointestinal.Penderita akan merasa mual dan muntah karena peningkatan tekanan intrakranial yang menstimulasi hipotalamus anterior dan nervus vagus sehingga meningkatkan sekresi asam lambung.NextPertumbuhan dan perkembangan.Pada setiap anak yang mengalami penyakit yang sifatnya kronis atau mengalami hospitalisasi yang lama, kemungkinan terjadinya gangguan pertumbuhan dan perkembangan sangat besar.2. Diagnosa keperawatanHipertermi b.d. penyakit: infeksi.Mual b.d. peningkatan tekanan intrakranial, peradangan otakGangguan sensori persepsi (tipe: penglihatan, pendengaran, kinestetik, taktil, olfaktori) b.d. ketidakseimbangan biokimia.Resiko trauma b.d. penurunan koordinasi otot.

3. Perencanaan keperawatan

Next

Next

Next

Next

Next

Next.

Next

Thank you for your attention