233592591 PPT REFRAT Trauma Kapitis

  • View
    21

  • Download
    2

Embed Size (px)

DESCRIPTION

traumakapitis

Text of 233592591 PPT REFRAT Trauma Kapitis

Refrat Trauma Kapitis

HEAD INJURY

MUHAMAD ILHAM SYUFI

LATAR BELAKANGCedera kepala atau yang disebut dengan trauma kapitis adalah ruda paksa tumpul/tajam pada kepala atau wajah yang berakibat disfungsi cerebral. Merupakan salah satu penyebab kematian dan kecacatan utama pada kelompok usia produktif, dan sebagian besar karena kecelakaan lalulintaskesadaran untuk menjaga keselamatan di jalan masih rendah, disamping penanganan pertama yang belum benar - benar , serta rujukan yang terlambat Cedera kepala merupakan keadaan yang serius, sehingga diharapkan para dokter mempunyai pengetahuan praktis untuk melakukan pertolongan pertama pada penderita Pragnosis pasien cedera kepala akan lebih baik bila penatalaksanaan dilakukan secara tepat dan cepat

Bab IITinjauan PustakaDefinisi Cidera KepalaTrauma kapitis atau cedera kepala adalah trauma mekanik terhadap kepala baik secara langsung maupun tidak langsung yang menyebabkan gangguan fungsi neurologis yaitu gangguan fisik, kognitif, fungsi psikososial baik temporer maupun permanen.

2. Anatomi

3. ASPEK FISIOLOGIS CEDERA KEPALA 1.Tekanan intracranial Semua proses patologi meningkatkan TIK mengganggu fungsi otak TIK (n) 10 mmHg, >20 mmHg dianggap sudah tidak normal.

2. Hukum Monroe-Kellie*Konsep utama Volume intrakranial adalah selalu konstan karena sifat dasar dari tulang tengkorang yang tidak elastik

3. Aliran darah otak (ADO) *ADO normal kira-kira 50 ml/100 gr jaringan otak permenit ADO yang terlalu rendah tidak dapat mencukupi kebutuhan metabolism otak segera setelah trauma, sehingga akan mengakibatkan iskemi otak fokal ataupun menyeluruh.

Klasifikasi cedera kepala berdasarkan: Patologi: Komosio serebri Kontusio serebri Laserasi serebri Lokasi lesi Lesi diffus Lesi kerusakan vaskuler otak Lesi fokal Kontusio dan laserasi serebri Hematoma intrakranial Hematoma ekstradural (hematoma epidural)Hematoma subduralHematoma intraparenkhimalHematoma subarakhnoidHematoma intraserebralMEKANISME DAN PATOLOGICedera kepala dapat terjadi akibat benturan langsung atau tanpa benturan langsung pada kepala. Kelainan dapat berupa cedera otak fokal atau difus dengan atau tanpa fraktur tulang tengkorak. Cedera fokal dapat menyebabkan memar otak, hematom epidural, subdural dan intraserebral. Cedera difus dapat mengakibatkan gangguan fungsi saja, yaitu gegar otak atau cedera struktural yang difus

Dari tempat benturan, gelombang kejut disebar ke seluruh arah. Gelombang ini mengubah tekanan jaringan dan bila tekanan cukup besar, akan terjadi kerusakan jaringan otak di tempat benturan yang disebut coup atau juga ditempat yang berseberangan dengan benturan (contra coup)

GAMBARAN KLINIS

Gambaran klinis ditentukan berdasarkan derajat cedera dan lokasinya.

a. Derajat cedera dapat dinilai menurut tingkat kesadarannya melalui system GCS, yakni metode EMV (Eyes, Verbal, Movement)

Timbulnya lesi contusio di daerah coup , contrecoup, dan intermediatemenimbulkan gejala deficit neurologik yang bisa berupa refleks babinsky yang positif dan kelumpuhan UMN. Setelah kesadaran pulih kembali, si penderita biasanya menunjukkan organic brain syndrome.

pembagian cedera kepala lainnya 1. Cedera Kepala Ringan (CKR) termasuk didalamnya Laseratio dan Commotio CerebriSkor GCS 13-15Tidak ada kehilangan kesadaran, atau jika ada tidak lebih dari 10 menitPasien mengeluh pusing, sakit kepalaAda muntah, ada amnesia retrogad dan tidak ditemukan kelainan pada pemeriksaan neurologist.

2. Cedera Kepala Sedang (CKS)Skor GCS 9-12Ada pingsan lebih dari 10 menitAda sakit kepala, muntah, kejang dan amnesia retrogadPemeriksaan neurologis terdapat lelumpuhan saraf dan anggota gerak.3. Cedera Kepala Berat (CKB)Skor GCS 38 derajat Celcius Frekuensi nafas > 20 x / menit Cegah kemungkinan terjadinya tekanan tinggi intrakranialPosisi kepala ditinggikan 30 Bila perlu dapat diberikan Manitol 20% .Dosis awal 1 gr/kg BB, berikan dalam waktu 1/2 - 1 jam, drip cepat. Lanjutkan pemberian dengan dosis 0,5 gr/kg BB drip cepat, 1/2 - 1 jam. Berikan analgetika, dan bila perlu dapat diberikan sedasi jangka pendekAtasi komplikasi seperti kejang dengan pemberian profilaksis OAE selama 7 hari untuk mencegah immediate dan early seizure

Urutan tindakan menurut prioriitas adalah sebagai berikut :A.Resusitasi jantung paru (airway, breathing, circulation / ABC)B. Pemeriksaan fisikC. Pemeriksaan radiologiD. Tekanan tinggi intarkranial (TIK) - Hiperventilasir - Drainase - Terapi diuretik

PROGNOSA

Skor GCS penting untuk menilai tingkat kesadaran dan berat ringannya trauma kapitis yang akhirnya menentukan prognosa.

Matur nuwun..