Click here to load reader

Tinea Kapitis

  • View
    380

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Tinea Kapitis

Text of Tinea Kapitis

6

TINEA KAPITISEnggrajati Moses Hotasi Silitonga, S.KedBagian Ilmu Kesehatan Kulit dan KelaminFakultas Kedokteran Universitas SriwijayaRSUP Dr. M. Hoesin Palembang2013

PENDAHULUANTinea kapitis adalah kelainan pada kulit kepala yang disebabkan oleh jamur dermatofit. Tinea kapitis biasanya terjadi terutama pada anak anak, meskipun ada juga kasus pada orang dewasa yang biasanya terinfeksi Trichophyton tonsurans. Tinea kapitis juga dapat dilihat pada orang dewasa sengan AIDS. Tinea kapitis dapat dibagi menjadi berbagai tipe yaitu: meradang, tidak meradang, black dot, dan tinea favus.Infeksi jamur dapat superfisial, subkutan dan sistemik, tergantung pada karateristik dari host. Dermatofita merupakan kelompok jamur yang terkait secara taksonomi. Kemampuan mereka untuk membentuk lampiran molekul keratin dan menggunakannya sebagai sumber nutrisi memungkinkan mereka untuk berkoloni pada jaringan keratin, masuk kedalam stratum korneum dari epidermis, rambut, kuku dan jaringan pada hewan. Infeksi superfisial yang disebabkan oleh dematofit yang disebut dermatofitosis, dimana dermatomikosis mengacu pada infeksi jamur (Fitzpatrick, 2008).Banyak cara untuk mengklasifikasikan jamur superfisial, tergantung habitat dan pola infeksi. Organisme geofilik berasal dari tanah dan hanya sesekali menyerang manusia, biasanya melalui kontak langsung dengan tanah. Infeksi jamur biasanya disebarkan oleh spora yang mana dapat bertahan hidup untuk satu tahun ataupun lebih pada selimut dan barang-barang yang terbuat dari kain. Infeksi didapatkan dari organisme dermatofita yang nantinya menyebabkan proses inflamasi. Microsporum canis merupakan pathogen umum yang dapat dikultur dari tubuh manusia, dan bersifat lebih virulen dibandingkan organisme lain yang hidup di tanah (Fitzpatrick, 2008). Latar belakang penulisan referat ini ditujukan untuk mengetahui pola penyebaran infeksi tinea kapitis. Penyebaran infeksi tinea kapitis dapat disebarkan oleh spesies zoofilik, geofilik, dan antropofilik. Spesies zoofilik umumnya ditemukan di tubuh binatang, tetapi ditransmisikan ke tubuh manusia. Binatang maupun hewan peliharaan merupakan sumber utama infeksi di daerah perkotaan (contoh: M.canis pada anjing dan kucing). Transmisi dapat terjadi melalui kontak langsung dengan binatang yang spesifik atau secara tidak langsung ketika rambut binatang yang terinfeksi terbawa di baju atau terdapat pada gedung atau makanan yang terkontaminasi. Daerah yang terekspos seperti kulit kepala, jenggot, muka, dan tangan merupakan daerah favorit untuk organisme jamur tersebut Dermatofita yang meradang biasanya disebabkan oleh infeksi yang disebabkan organisme zoofilik (Fitzpatrick, 2008).Spesies antropofilik merupakan organisme yang sudah beradaptasi terhadap manusia sebagai host-nya. Tidak seperti zoofilik sporadik dan infeksi zoofilik, spesies antropofilik lebih endemis di lingkungan. Mereka ditransmisikan dari orang ke orang melalui kontak langsung. Infeksi yang disebabkan oleh spesies antropofilik dapat bervariasi mulai dari yang asimtomatik sampai yang mempunyai tingkat virulensi tinggi (Fitzpatrick, 2008).Adapun pengobatan tinea dapat diberikan terapi topikal berupa selenium sulphide, povidone iodine, atau ketokonazol, maupun terapi sistemik dengan griseofulvin (Andrews, 2006; Fitzpatrick, 2008).Penulisan referat ini terutama ditujukan untuk me-review kajian mengenai tinea kapitis.EPIDEMOLOGIInsiden tinea kapitis masih belum diketahui, tetapi biasanya ditemukan pada anak berusia 3 tahun sampai 14 tahun. Penyakit ini jarang terjadi pada orang dewasa. Tinea kapitis banyak ditemukan pada anak-anak keturunan Afrika, akan tetapi belum diketahui kenapa hal tersebut dapat terjadi. Transmisi meningkat dengan berkurangnya higienitas personal, daerah tempat tinggal yang padat, dan status sosial ekonomi rendah. Organisme penyebab tinea kapitis dapat dikultur dari beberapa benda yang menjadi sarang organisme tersebut seperti: sisir, topi, bantal, mainan, dan tempat duduk bioskop. Bahkan setelah disisir, rambut masih dapat menyimpan berbagai organisme yang menyebabkan infeksi dalam waktu lebih dari 1 tahun. Pasien dengan carrier simtomatik sering ditemukan, dan hal tersebut menyebabkan tinea kapitis sulit untuk dieradikasi (Fitzpatrick, 2008; Hryncewicz-Gwozdz dkk, 2011).ETIOLOGIDermatofit ektotrik biasanya menginfeksi pada perifolikuler stratum korneum, menyebar ke seluruh dan ke dalam batang rambut dari bagian medial sampai bagian distal rambut sebelum turun ke folikel untuk menembus folikel rambut dan diangkut keatas pada permukaannya. Dan biasanya disebabkan spesies dermatofita seperti golongan Trichophyton dan Microsporum (Andrews, 2006; Fitzpatrick, 2008).Tabel 1. Organisme yang berhubungan dengan tinea kapitis (Fitzpatrick, 2008).

MeradangTidak meradangBlack DotFavus

M.audouiniiM.canisM.gypseumM.nanumT.mentagrophytesT.scholeiniiT.tonsuransT.verrucosumM.audouiniiM.canisM.ferrugineumT.tonsuransT.tonsuransT.violaceumM.gypseumT.schonleiniiT.violaceum

Spesies tersering yang menyebabkan tinea kapitis tipe meradang dan tipe tidak meradang adalah M.audounii. T.tonsurans menjadi penyebab utama terjadinya tinea kapitis tipe black dot dan M.gypseum menyebabkan terjadinya tinea favus.PATOFISIOLOGIPeriode inkubasi dari tinea kapitis antropofilik adalah 2 sampai 4 hari, meskipun pada periode ini carrier asimtomatik masih dapat terjadi. Hifa tumbuh kearah bawah menuju folikel, pada permukaan rambut, dan hifa intrafolikular dipecah menjadi rantai spora. Hal tersebut merupakan periode penyebaran (4 hari sampai 4 bulan) yang terjadi selama lesi membesar dan muncul lesi baru. Sekitar 3 minggu rambut mulai lepas sekitar beberapa millimeter diatas permukaan kulit. Di dalam rambut, hifa turun ke bagian atas zona keratogenus dan pada zona inilah Adamson fringe terbentuk pada hari ke 12. Tidak terdapat lesi baru muncul selama periode refraktori (4 bulan sampai beberapa tahun). Tampilan klinis tampak tidak berubah, dengan host dan parasit dalam keadaan yang seimbang. Hal ini diikuti dengan periode involusi yang mana pembentukan spora mulai berkurang. Infeksi fungal zootik mempunyai reaksi inflamasi yang lebih tinggi, tetapi mempunyai fase evolusi yang sama (Welsh dkk, 2006; Fitzpatrick, 2008).Dermatofita ektotrik tipikal biasanya muncul sebagai infeksi yang menyerang perifolikular stratum korneum, meluas ke daerah sekitarnya dan menuju mid-to-late-anagen sebelum turun ke folikel untuk masuk kedalam folikel rambut. Artrokonidia kemudian mencapai kortek dari rambut dan ditransportasikan ke atas permukaan rambut. Secara mikroskopis, hanya artrokonidia yang dapat divisualisasi pada daerah rambut yang tercabut, meskipun hifa intrapilari masih terlihat jelas (Fitzpatrick, 2008).Patogenesis dari infeksi endotrik sama dengan ektotrik kecuali artrokonidia masih terdapat dalam batang rambut, menggantikan keratin intrapilari, dan mengurangi adanya intak dengan kortek. Sebagai hasilnya, rambut mudah rusak dan lepas pada permukaan kepala dimana dinding folikular tidak mendukung lagi, meninggalkan titik hitam kecil (Fitzpatrick, 2008).GAMBARAN KLINISGambaran tinea kapitis berdasarkan dari etiologinya.

1. Grey patch ringwormMerupakan tinea kapitis yang biasanya disebabkan oleh genus Microsporum dan sering ditemukan pada anak-anak. Penyebabnya berupa organisme antropofilik ektotrik seperti M.audounii atau M.canis. Bentuk dari tinea kapitis ini dikenal juga sebagai bentuk seboroik dari skuama yang menonjol. Peradangan bersifat minimal. Rambut yang terinfeksi menjadi abu-abu dan kusam pada selubung artrokonidianya, dan rambut putus pada bagian atas dari kulit kepala. Umumnya, lesi memberikan tampilan berbatas tegas, hiperkeratotik, skuama pada daerah alopecia akibat putusnya rambut. Pada pemeriksaan lampu Wood didapatkan floresensi berwarna hijau pada sisa rambut dan skuama. Penyakit mulai dengan papul merah yang kecil disekitar rambut. Papul ini melebar dan membentuk bercak, yang menjadi pusat dan bersisik. Keluhan penderita adalah rasa gatal. Warna rambut menjadi abu abu dan tidak berkilat lagi. Rambut mulai patah dan terlepas dari akarnya, sehingga mudah dicabut dengan pinset tanpa rasa nyeri. Semua rambut di daerah tersebut terserang oleh jamur, sehingga dapat terbentuk alopesia setempat. Tempat tempat ini terlihat sebagai grey patch (Andrews, 2006; Fitzpatrick 2008).

Gambar 1: Grey patch ringworm (Fitzpatrick, 2008).

2. Kerion celciiAdalah reaksi peradangan yang berat pada tinea kapitis, berupa pembengkakan yang menyerupai sarang lebah dengan sebukan sel radang yang padat disekitarnya. Bila penyebabnya Microsporum canis dan Microsporum gypseum, pembentukan kerion ini lehih sering dilihat. Agak kurang bila penyebabnya Tricophyton tonsurans, dan sedikit sekali bila penyebabnya adalah Tricophyton violaceum. Tipe ini sebagai hasil dari reaksi hipersensitifitas terhadap infeksi. Spektrum inflamasi dapat terjadi mulai dari folikulitis postular hingga kerion, yang memberikan gambaran seperti lumpur, masa inflamasi dengan taburan rambut rusak dan orifisium folikular yang mengeluarkan pus. Lesi inflamasi biasanya gatal/pruritik, dan mungkin juga nyeri, adanya limfadenopati servikal posterior, demam, dan lesi tambahan pada kulit kepala yang gundul. Kelainan ini dapat menimbulkan jaringan parut dan berakibat alopesia yang menetap. Jaringan parut yang menonjol dapat terbentuk (Andrews, 2006; Fitzpatrick 2008).

Gambar 2: Kerion Celcii (Fitzpatrick, 2008).

3. Black dot ringwormTerutama disebabkan oleh Tricophyton tonsurans dan Tricophyton violaceum. Pada permulaan penyakit, gambaran klinisnya menyerupai kelainan yang disebabkan oleh genus Microsporum. Rambut yang terkena infeksi patah tepat pada muara folikel, dan yang tertinggal adalah ujung rambut yang penuh spora. Ujung rambut yang hitam didalam folikel rambut ini memberi gambaran khas, yaitu black dot. Ujung rambut yang patah, kalau tumbuh kadang kadang masuk ke bawah permuka

Search related