sirosis hati 2003

Embed Size (px)

DESCRIPTION

serosis hati merupakan suatu penyakit yang menyerang hati.

Text of sirosis hati 2003

ASUHAN KEPERAWATAN CIROSIS HEPATIS

OLEH :KEOMPOK 41. INDARAYANI 8. HASRINA KASIM

2. MARIA TS MANTOU 9. DESI SAGITA

3. SALINA 10. KARNIATI

4. SITI MARWA 11. KETUT SANTALA

5. TATI ROSWATI 12. WAODE ASRIANI

6. WAHYUNI 13.WAODE HASNAWATI

7. YUNASTRI 14. RANIYANTISSEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MANDALA WALUYAKENDARI2009

BAB I

LAPORAN PENDAHULUAN

1. Pengertian dan Klasifikasi

Sisrosis adalah penyakit hepar progresif kronik. Sirosis berasal dari bahasa Yunani : kirrhos, artinya warna oranye.

Sirosis hepatis adalah disorganisasi arsitektur hepar oleh fibrosis yang luas dan pembentukan modul.

Sirosis hepatis terbagi menjadi 3 tipe utama, yaitu :

1. Laennecs portal cirrhosis ( alkoholik, nutritional )

Dimana jaringan parut mengelilingi area portal. Penyebab utama adalah alkoholisme kronik.

2. Postnecrotik cirrhosis

Dimana terdapat jaringan parut meluas sebagai hasil akhir dari infeksi virus akut sebelumnya

3. Billiary cirrhosis

Dimana terjadi jaringan parut perikolangitik dan perilobular. Terjadi karena obstruksi saluran empedu atau infeksi ( Cholangitis ).

2. Etiologi

Etilogi/penyebab pasti Sirosis Hepatis belum diidentifikasi dengan jelas. Predisposisi genetik dengan kecenderungan familiar, juga hipersensivitas terhadap alcohol menyebabkan Sirosis. Penyebab utama Laennecs atau mikronodular sirosis adalah peminum alkohol.

Zat kimia atau mikroorganisme yang menyebabkan kerusakan hepar dan regenerasi sel hepar yang tidak teratur dapat menyebabkan Sirosis Hepatis. Pada Laennecs Cirrhosis bersifat hepatotoksik dari alcohol menyebabkan kerusakan jaringan hepar. Jika status nutrisi buruk maka kerusakan bertambah berat.

Postnecrotic Cirrhosis biasanya diikuti dengan infeksi virus hepatis. Walaupun dapat juga terjadi karena olahan industri atau zat kimia hepatotoxin, seperti : Karbon tetraklorida atau Arsen.

Billiary Cirrhosis terjadi akibat inflamasi kronik kandung empeddu atau obstruksi. Cardiac Cirrhosis disebabkan oleh gagal jantung disertai hambatan aliran vena hepar dalam waktu lama.

Setelah Anda mengetahui definisi, klasifikasi dan etiologi serosis hepatis, silahkan Anda menyimak pembahasan patofisologi serosis hepatis dibawah ini

3. Patafisologi

Konsumsi minuman beralkohol dianggap sebagai factor penyebab utama. Sirosis terjadi dengan frekuensi paling tinggi pada peminum minuman keras. Meskipun defisiensi gizi dengan penurunan asupan protein turut menimbulkan kerusakan hati pada sirosis, namun asupan alcohol yang berlebihan merupakan factor utama pada kelemahan hati dan frekuensi yang di timbulkannya. Namun demikian, sirosis juga perna terjadi pada individu yang tidak memiliki kebiasaan minum minuman keras dan pada individu yang dietnya normal tetapi dengan konsumsi alcohol yang tinggi.

Sebagian individu tampaknya lebih rentang terhadap penyakit ini dibanding individu lain tanpa ditentukan apakah individu tersebut memiliki kebiasaan meminum minuman keras atau kah menderita malnutrisi. Factor lainnya padat memainkan peranan, termasuk pajanan dengan zat kimia tertentu (karbon tetraklorida, naftalen terklorida, arsen, dan fosfor) atau infeksi skistosomiasis yang menular. Jumlah laki- laki penderita sirosis adalah dua kali lebih banyak daripada wanita dan mayoritas pasien sirosis berusia 40 hngga 60 tahun.

Sirosis Laennec merupakan penyakit yang di tandai oleh episode nekrosis yang melibatkansel-sel hati dan kadang-kadangberulang di sepanjang penyakit tersebut. Sel-sel hati yang di hancurkan secara berangsur-angsur di gantika oleh jaringan parut; akhirnya jumlah jaringanparut melampauhi jumlah jaringan hati yang masih berfungsi. Pulau-pulau jaringan normal yang masih tersisa dan jaringan hatihasil regenerasi dapat menonjol dari bagian-bagian yang terkonriksi sehingga hati yang sirosik memperlihatkan gambar mirip paku sol sepatu berkepala besar (hobnail appearance) yang khas. Sirosis hepatis biasanya memilikiawitan yang insidus dan perjalanan penyakit yang sangat panjang sehingga kadang-kadang melewati rentang waktu 30 tahun atau lebih. 4. Manifestasi /Gejala Klinis Sirosis Hepatis

(Lemah, lelah, penurunan tonus otot

(Hipertensi atau hipotensi ( perpindahan cairan )

(Disritmia, Bunyi jantung ekstra : S3, S4

(Distensi vena jugularis, vena abdomen

(Diare atau konstipasi

(Distensi abdomen

(Penurunan peristaltik usus

(Faeses warna kehitaman, melena

(Urin warna gelap dan pekat

(Anoreksia, tidak ada nafsu makan

(Berat badan menurun atau meningkat ( cairan )

(Edema

(Kulit kering, turgor jelak

(Jaundice, spider angioma, echymosis, petechiae

(Perubahan kepribadian / mental

(Confuse, halusinasi

(Bicara lambat / pelo

(Asrerixic ( hepatic encephalopathy )

(Nyeri abdomen

(Pruritis, panas

(Dyspnea

(Tachypnea, pernapasandangkal , suara napas tambahan

(Keterbatasan ekspansi dada (ascites5. pemeriksaan Diagnostik

1. Pemeriksaan Laboratorium

1.1. Serum albumin, serum globulin, serum alkalin fosfat, SGOT, SGPT, serum cholinestrasi, serum bilirubin.

1.2. Darah lengkap : Hemoglobin, Hematokrit, Leukosit

2. X-ray test

2.1. Laparascopy

2.2. Biopsi hati

2.3. CT-Scan

2.4. Kolesinograafi / kolangiografy

2.5. Esofagoskopy

2.6. Partografi transhepatik perkutaneus

6. EVALUASI DIAGNOSTIKDerajat penyakit hati dan bentuk pengobatannya ditemukan setelah mengkaji hasil pemeriksaan laboratorium. Karena fungsi hati yang kompleks ada banyak pemeriksaan diagnostic yang dapat dilakukan untk memberikan informasi tentang fungsi hati. Pasien harus mengetahui mengapa pemeriksaan ini di lakukan, mengapa dipandang penting , dan bagaimana cara bekerja sama dalam menjalaninya.

Pada disfungsi parenkimal hati yang berat kadar albumin, sering cenderung menurun sementara kadar globulin serum meningkat. Pemeriksaan enzim menunjukan sel hati yaitu : kadar alkali fosfatase, AST (SGOT), serta ALT (SGPT) meningkat dan kadar kolinesterase serum dapat menurun. Pemeriksaan bilirubin dilakukan untuk mengukur eksresi empedu atau retensi empedu. Laporoskopy yang di kerjakan bersama biopsy memungkinkan pemeriksaan untuk melihan hati secara langsung.

Pemeriksaan penindai USG akan mengukur perbedaan densitas antara sel-sel parenkim hati dan jaringan parut. Pemeriksaan penindai CT (kompoted tomography), MRI dan penindai radio isotop hati memberikan informasi tentang besar hati dan aliran darah hepatic serta obstruksi aliran tersebut.Analisis gas darah arterial dapat mengungkapkan gangguan keseimbangan ventilasi perfusi dan hipoksia pada sirosis hepatis

7. PENGOBATAN Istrahat yang cukup

Makan tinggi kalori dan protein

Vitamin yang cukup

Pengobatab terhadap penyulit

8. PENATALAKSANAAN

Penatalaksanaan pasien sirosis biasanya di dasarkan pada gejala yang ada. Sebagai contoh , antacid diberikan untuk mengurangi distress lambung dan meminimalkan perdarahan gastrointestinal. Vitamin dan suplemen nutrisi akan meningakatkan proses kesembuhan pada sel-sel hati yang rusak dan memperbaiki status gizi pesien. Pemberian preparat deuretik yang mempertahankan kalium (spironolakton) mungkin di perlukan untuk mengurangi asites jika gejala ini terdapat , dan meminimalkan perubahan cairan serta elektrolit yang umum terjadi pada penggunaan deuretik lainnnya. Asupan protein dan kalori yang adekuat merupakan bagian esensial dalam penangganan sirosis bersama-sama. Upaya untuk menghindari pengguanaan alcohol selanjutnya. Meskipun proses fibrosis pada hati yang sirotik tidak dapat diputar balik. Perkembangan keadaan ini masih dapat di hentikan atau di perlambat dengan tindakan terebut.Beberapa penelitian pendahuluan menunjukan bahwa colchicine, yang merupakan preparat anti-inflamasi untuk mengobati gejala gout, dan memperpanjang kelangsungan hidup penderita sirosis ringan hingga sedang. BAB IITINJAUAN KASUS

Nama : Tn. Z, umur 37 tahun, alamat : jln. Ahmad yani, agama : islam, pendidikan : SMA, pekerjaan : buruh, status : kawin, suku : tolaki, tanggal masuk RS : 27 maret 2009 (jam 07.30), pengkajian : 27 maret 2009 (jam 09.30). diagnosa masuk sirosis hati. Sehari sebelum masuk RS pasien mual-muntah, pusing di sertai nyeri perut bagian atas dan sudah beberapa hari BAB warna tanah liat dan urine warna gelap dan pekat. Pasien mengatakan punya riwayat penyakit kuning selama 4 bulan yang lalu dan hepatitis B selama 8 bulan, hipertensi tidak ada, DM tidak ada dan di rawat di puskesmas. Dianjurkan untuk di rawat di RS propinsi tetapi pasien belum mau karena tidak mempunyai biaya. Pasien mengatakan sering minum jamu dan obat-obatan yang di beli di warung serta ada riwayat minum minuman keras (alcohol). Pada pengkajian TD : 135/95 mmHg, suhu : 37 C, RR :32 kali/ menit, nadi : 85 kali/menit. Padda pemeriksaan penunjang di dapatkan : SGOT/SGPT meningkat, hipoalbumin, tombositopenia, anemia, ECG kesan AF rapid respon ireginer, RO thoraks CTR 50% hasil EKG hepar : kesan sirosis hati dengan hipertensi portal, acites(+), saat ini BB 46 kg, TB: 172 cm, terapy : IVFD NaCl 0,9 %/8 jam, TE 1000/12 jam, omeprazol inj 2x40 mg, vit K inj 3x1 ampl, lactolac 3x Cl, sucralen 3x Cl. ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN SIROSIS HEPARI. BIODATA

A. Identitas Klien

Nama

: Tn. Zjenis kelamin

: Laki-laki

Tempa