MAKALAH JADI

  • View
    489

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of MAKALAH JADI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Masa kehamilan dan persalinan pada manusia dideskripsikan oleh Bronislaw Malinowski menjadi fokus perhatian yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Dideskripsikan bahwa ibu hamil dan yang akan bersalin dilindungi secara adat, religi, dan moral/kesusilaan; berdasarkan tujuan untuk menciptakan keseimbangan fisik antara ibu dan bayi, serta terutama untuk mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan. Kondisi tersebut dihadapkan pada kenyataan adanya trauma persalinan dalam masyarakat, yang mengakibatkan ansietas pada para ibu hamil

Pada dasarnya masyarakat mengkhawatirkan masa kehamilan dan persalinan karena menganggap masa tersebut kritis karena dapat membahayakan bagi janin dan/atau ibunya. Masa tersebut yang kadar kekritisannya bisa dipandang berbeda bagi setiap individu, direspons masyarakat dengan strategi-strategi, seperti dalam berbagai upacara kehamilan, anjuran, dan larangan secara tradisional. Disamping itu, masyarakat secara umum berperilaku mementingkan pemeliharaan kesehatan kehamilan, menurut pengetahuan kesehatan moderen dan tradisional. Strategi-strategi tersebut dilakukan warga masyarakat agar dapat dicapai kondisi kehamilan dan persalinanideal tanpa gangguan Terlepas dari sudut pandang masyarakat tentang masa kehamilan dan persalinan yang kritis, terdapat berbagai pandangan budaya (tuntutan budaya), serta faktor-faktor sosial lainnya dalam kepentingan reproduksi. Hal-hal tersebut meliputi, keinginan ideal perorangan untuk memiliki anak dengan jenis kelamin tertentu; mengatur waktu kelahiran; mengatur kondisi potongan tubuh saat hamil; sikap menerima-tidaknya kehamilan; kondisi hubungan suami-isteri; kondisi ketersediaan sumber sosial; pengalaman perorangan (mengatasi) menghadapi komplikasi persalinan, dan lain-lain. Berbagai pandangan budaya dan faktor-faktor sosial lainnya tersebut bisa menjadi stresor, yang mendukung pandangan

bahwa masa hamil dan bersalin dianggap kritis dan mengakibatkan kekhawatiran bagi warga masyarakat.

Hal-hal tersebut di atas dapat menimbulkan gangguan emosi dan fisik (ringan sampai berat) pada para ibu, seperti ansietas saat hamil yang secara klinik/empiris menurut para dokter ahli kebidanan dan penyakit kandungan banyak ditemukan; mual dan muntah berlebihan; fisik lemah (yang memerlukan jaminan kualitas-medis); atau bahkan komplikasi persalinan karena ansietas sebagai salah satu penyebabnya; dan sampai saat pasca salin para ibu bersikap pasif dalam mengurus bayi .

BAB II PEMBAHASAN 2.1 DEFINISI Seorang wanita adalah seorang manusia, sedangkan manusia adalah makhluk bio psiko cultural spiritual yang utuh dan unik. Bio artinya wanita adalah makhluk biologis yang memerlukan kebutuhan sesuai dengan tingkat perkembangannya untuk kelangsungan hidup. Psiko artinya wanita mempunyai sisi kejiwaan harus diperhatikan dalam setiap memberikanpelayanan. Sosio artinya wanita adalah makhluk yang selalu berinteraksi dengan orang lain dan membutuhkan orang lain. Kultural artinya wanita adalah makhluk yang berbudaya atau memiliki kebiasaan kebiasaan tertentu. Spiritual artinya wanita adalah makhluk yang secara fitrah akan selalu membutuhkan tuhan sebagai sandaran. Utuh artinya pandangan kita kepada seorang wanita sebagai makhluk bio psiko sosio cultural dan spiritual etrsebut harus dipandang secara menyeluruh, tidak bias hanya dipandang dari segi biologisnya saja, atau psikologisnya saja karena sisi tersebut menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Unik artinya wanita adalah makhluk yang berbeda antara satu dengan yang lain, baik dari segi bio, psiko, sosio, cultural maupun spiritualnya. Masa kehamilan dan persalinan pada manusia dideskripsikan oleh

2.2 KEHAMILAN Memasuki masa kehamilan sama dengan mengalami berbagai perubahan fisik maupun psikologis. Dengan mengenali berbagai perubahan pada ibu hamil (bumil), pasutri bisa lebih mempersiapkan kehamilan sehingga mampu menjalaninya dengan lebih menyenangkan. Pada trimester pertama, biasanya istri akan mengalami ngidam yang kadang berlebihan Dan sekadar meminta perhatian suami. Sebaiknya tanyakan kepada dokter apakah Ada kekurangan dalam tubuh bumil. Sedangkan pada trimester kedua bentuk tubuh bumil mulai berubah, diikuti dengan perubahan posisi tidur, hingga pola hubungan seks pasutri. Jika bumil stres dengan kondisinya, sebaiknya konsultasikan kepada psikolog untuk mencari bantuan. Lain lagi pada trisemester ketiga. Bumil akan ngidam pada bulan terakhir, ditambah munculnya ketakutan akan fisik anak, misalnya apakah jarinya lengkap, atau ketakutan atas kondisi ibunya, misalnya meninggal (saat melahirkan). Akibatnya bumil cenderung moody," papar psikolog yang akrab disapa Romi ini, dalam seminar diadakan oleh Lactamil beberapa waktu lalu. Lebih detailnya, berikut kondisi psikologis bumil yang umum dialami, Dan sebaiknya pasutri mempersiapkan secara psikis menjelang kehamilan:

Trimester pertama * Bumil mengalami kondisi psikis campur-aduk, antara cemas, bahagia, Dan ragu dengan kehamilannya. Ia mengetahui kemunculan tanda kehamilan, namun masih ragu apakah positif hamil atau tidak.

* Bumil mengalami fluktuasi emosi, risikonya akan muncul pertengkaran atau rasa tidak nyaman. Dengan komunikasi yang baik, pasutri bisa menyiapkan kondisi ini berjalan lebih baik.

* Bumil mengalami perubahan hormonal, yang akan juga mempengaruhi psikis perempuan.

* Bumil mengalami morning sickness, jadi perempuan membutuhkan dukungan suami untuk menjalani kondisi yang juga akan berpengaruh pada psikis perempuan.

Trimester kedua

* Bumil mulai lebih tenang Dan bisa beradaptasi dengan perubahan kondisi Dan kehamilannya.

* Bentuk tubuh mulai berubah. Untuk ibu yang fokus pada penampilannya, kondisi ini bisa mempengaruhi psikis Dan emosinya. Perubahan bentuk tubuh juga mempengaruhi kehidupan seksual, karena itu pasutri perlu melakukan penyesuaian agar hubungan seks menyenangkan bagi keduanya. Hubungan ibu dengan bayi juga mulai terjalin pada masa ini. Mengajak janin bicara atau mendengarkan musik misalnya, bisa membangun hubungan lebih dekat, Dan mempengaruhi bumil agar lebih nyaman dengan kehamilannya.

* Bumil akan mulai melihat Dan meniru peran ibu, karena kebutuhannya akan figur ibu semakin kuat. * Bumil akan semakin bergantung kepada pasangannya.

Trimester ketiga

* Kehamilan semakin membesar, begitupun dengan stres pada bumil. Seringkali kondisi ini membuat bumil bermasalah dengan posisi tidur yang kurang nyaman, sehingga bumil mudah terserang lelah.

* Emosi bumil juga kembali fluktuatif. Kali ini bumil lebih membayangkan risiko kehamilan Dan proses persalinan. Rasa takut mulai muncul, bukan hanya ketakutan atas risiko kondisi bayi namun juga keselamatan bumil untuk melewati proses persalinan. "Bumil perlu release Dan berserah agar lebih tenang menjelang proses persalinan. Sebab dalam beberapa hal Ada yang sifatnya genetik, sehingga tidak bisa dikendalikan

2.3 PERIODE ANTENATAL Periode antenatal adalah kondisi yang dipersiapkan secar fisik dan psikologis untuk kelahiran dan menjadi orang tua. Pada periode ini, wanita yang sehat akan mencari petunjuk dan perawatan secara teratur. Kunjungan antenatal biasanya dimulai segera setelah terlambat haid sehingga dapat diidentifikasi diagnosis dan dilakukan perawatan terhadap kelainan yang mungkin berkembang pada ibu hamil. Perawatan didesain untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan janin dan menentukan keadaan abnormal untuk mengantisipasi kelahirannya. Ibu dan keluarganya membutuhkan dukungan untuk mengatasi stress dan untuk belajar menjadi orang tua. 2.3.1 Filosofi Asuhan Antenatal Filosofi adalah nilai atau keyakinan atau kepercayaan yang mendasari seseorang untuk berperilaku sehingga mempengaruhi pola hidupnya.

Pada prinsipnya philosofi asuhan kehamilan merujuk pada philosofi bidan dalam memberikan pelayanan kebidanan antara lain, menyatakan bahwa: Kehamilan dan persalinan merupakan proses alamiah (normal) dan bukan proses pathologis, tetapi dapat menjadi pathologi/ abnormal. Menyadari hal tersebut dalam melakukan asuhan tidak perlu melakukan intervensi intervensi yang tidak perlu kecuali ada indikasi. Setiap perempuan berkepribadian unik, dimana terdiri atas, bio, psiko sosial yang berbeda, sehingga dalam memperlakukan pasien / klien satu dengan yang lainnya juga berbeda dan tidak boleh disamakan. Mengupayakan kesejahteraan perempuan dan bayi baru lahir. Ini dapat dilakukan dengan berbagai upaya baik promosi kesehatan melalui penyuluhan / konseling pemenuhan kebutuhan ibu hamil maupun dengan upaya preventif misalnya pemberian imunisasi TT pada ibu hamil dan pemberian tablet tambah darah dan lain sebagainya. Perempuan mempunyai dan memutuskan tentang kesehatan, siapa dan dimana mendapatkan pelayanan kesehatan. Fokus asuhan kebidanan adalah untuk memberikan upaya preventif (pencegahan) dan promotif (Peningkatan kesehatan). Mendukung dan menghargai proses fisiologi, intervensi dan penggunaan teknologi dilakukan hanya atas indikasi. Membangun kemitraan dengan profesi lain untuk memberdayakan perempuan.

2.3.2 Ruang Lingkup Asuhan Antenatal Dalam memberikan asuhan pada ibu hamil, bidan harus memberikan pelayanan secara konprehensif atau menyeluruh. Adapun lingkup asuhan kebidanan pada ibu hamil: Mengumpulkan data riwayat kesehatan dan kehamilan serta menganalisa tiap kunjungan pemeriksaan ibu hamil. Melaksanakan pemeriksaan fisik secara sistematis dan lengkap

Melakukan pemeriksaan abdomen termasuk tinggi fundus uteri (TFU) posisi/presentasi dan penurunan Janin. Melakukan penilaian pelvic,ukuran dan penurunan janin Menilai keadaan janin selama kehamilan termasuk denyut jantung janin dengan fetoskope/ pinar dan gerakan janin dengan palpasi Menghitung usia kehamilan dan hari perkiraan lahir (HPL)

Mengkaji status nutrisi dan hubungan dengan pertumbuhan janin. Mengkaji ken