BAB IV HASIL PENELITIAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian 4 ... HASIL PENELITIAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil

  • View
    1

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of BAB IV HASIL PENELITIAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian 4 ... HASIL PENELITIAN PEMBAHASAN 4.1....

  • 30

    BAB IV

    HASIL PENELITIAN PEMBAHASAN

    4.1. Hasil Penelitian

    4.1.1. Kondisi awal sebelum pelaksanaan penelitian tindakan kelas (PTK)

    Penelitian ini di lakukan di TK Kanisius Gendongan Salatiga. Penelitian

    dilaksanakan pada akhir semester tahun ajaran 2015/2016. Taman Kanak-

    kanak ini memiliki 4 ruangan yang terdiri dari kelompok A satu kelas,

    kelompok B satu kelas, Play Group satu kelas dan ruang guru. Kelompok A

    memiliki peserta didik 20 anak, Kelompok B memiliki peserta didik 19 anak

    dan Play Group meliliki peserta didik 15 anak. Dalam penelitian ini, peneliti

    melaksanakan penelitian pada kelompok A yang terdiri dari 10 anak laki-laki

    dan 10 anak perempuan.

    TK Kanisius Gendongan Salatiga saat ini memiliki tenaga pengajar 5

    orang, 1 orang guru kelompok A, 1 orang guru kelompok B, 1 orang guru

    Play Group, 1 orang guru komputer dan 1 orang guru bahasa inggris.

    Pembelajaran di TK Kanisius Gendongan Salatiga adalah model

    pembelajaran kelas.

    Kegiatan diamati mulai dari kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan

    akhir. Kegiatan awal dimulai dengan kegiatan berbaris di depan kelas,

    memberi salam kepada guru, berdoa serta di lanjutkan dengan apresepsi tema

    hari itu. Sebelum masuk ke kegiatan inti, anak-anak diajak guru keluar kelas

    untuk kegiatan motorik kasar, guru meminta anak untuk melompat dengan

    media tali karet. Pertama anak- anak di bentuk menjadi satu barisan di

    belakang guru. Setelah itu guru memberi cotoh melompat dengan 1 kaki pada

    tali, mengambil bola dengan satu kaki lalu berlari. Kemudian anak-anak

    mempraktekkan satu per satu melompat tali menngunakan satu kaki dengan

    ketinggian yang rendah. Selanjutnya, anak mengambil bola dengan satu kaki

    lalu berlari.

    Pada kegiatan inti, anak-anak di minta untuk mengerjakan LKA (Lembar

    Kegatan Anak). Sebelum mengerjakan guru menjelaskan di depan kelas, dan

  • 31

    anak-anak memperhatikan. Selanjutnya adalah kegiatan motorik halus yaitu

    menghubungkan garis. Setelah selesai di lanjutkan dengan cuci tangan,

    berdoa makan lalu makan bekal.

    Kegiatan akhir yaitu bemyanyi, mengulang kegiatan hari itu dan berdoa

    pulang. Adapun data kemampuan anak dalam kemampuan motorik kasar

    yang akan disajikan dalam tabel. Sebelum melaksanakan tindakan peneliti

    melakukankegiatan pra tindakan yang berupa pengamatan sebagai langkah

    awal yang dilakukan sebelum melakukan penelitian tindakan kelas.

    Pengamatan dilakukan melalui observasi yang di laksanakan pada tanggal 15-

    27 agustus 2016. Kegiatan pengamatan dilaksanakan ketika pembelajaran

    moton kasar, khususnya pengamatan pada kemampuan anak melompat di

    kelompaok A TK Kanisius Gendongan Salatiga. Sebelum dilakukan pra

    tindakan terdapat kegiatan awal melompat yaitu dengan melakukan lompat

    tegel, dari satu tegel ke tegel yang lain secara bergantian yang dilakukan oleh

    anak. Selanjutnya dilakukan kegiatan pra tindakan yaitu hanya dengan

    menggunakan seutas benang (tali kenur) sebagai media anak melompat.

    Anak melakukan satu persatu untuk melompati benang dengan ketinggian

    selutut. Satu persatu anak diberikan kesempatan untuk melompat tali. Ketika

    anak melakukan lompatan masih ada anak yang belum bisa kuat dalam

    melakukan lompat dan masih ada anak yang belum seimbang setelah

    melakukan lompat. Hal ini karena anak belum dapat membedakan antara

    melompat dan meloncat. Ketinggian benang yang tinggi dan kekuatan kaki

    anak yang kurang maksimal.

    Tabel. 4.1. Pra Tindakan Indikator I (Keseimbangan)

    Nilai Persentase Pra Tindakan

    3 30% 6

    2 25% 5

    1 45% 9

    Berdasarkan tabel diatas dapat di ketahui pencapaian kemampuan lompat

    tali pratindakan bahwa dari 20 anak yang pada indikator pertama mendapatkan

  • 32

    nilai 1 ada 9 anak (45%), nilai 2 ada 5 anak (25%) dan nilai 3 ada 6 anak (30%).

    Kondisi tersebut dapat di gambarkan pada diagram sebagai berikut.

    Gambar 4.1. Diagram Persentase Pra Tindakan Indikator I

    (Keseimbangan)

    Pada gambar 4.1 hasil yang di peroleh menunjukan kemampuan melompat

    belum optimal, pada pratindakan sebesar 30%. Dengan demikian dapat di

    simpulkan bahwa Kemampuan melompat anak kelompok A TK Kanisius

    Gendongan belum berkembang secara optimal

    Tabel 4.1. Pra Tindakan Indikator II (Melompat)

    Nilai Persentase Pra Tindakan

    3 35% 7

    2 35% 7

    1 30% 6

    Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui pencapaian kemampuan lompat

    tali pratindakan bahwa dari 20 anak yang pada indikator kedua mendapatkan nilai

    1 ada 7 anak (35%), nilai 2 ada 7 anak (35%) dan nilai 3 ada 6 anak (30%).

    Kondisi tersebut dapat di gambarkan pada diagram sebagai berikut

    0%

    5%

    10%

    15%

    20%

    25%

    30%

    35%

    40%

    45%

    50%

    Nilai 1 Nilai 2 Nilai 3

    Pra-Tindakan

  • 33

    Gambar 4.1. Diagram Persentase Pra Tindakan Indikator II

    (Melompat))

    Pada gambar 4.1 hasil yang di peroleh menunjukan kemampuan melompat

    belum optimal, pada pratindakan sebesar 35%. Dengan demikian dapat di

    simpulkan bahwa Kemampuan melompat anak kelompok A TK Kanisius

    Gendongan belum berkembang secara optimal.

    4.2. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas siklus I

    Pelaksanaan penelitian siklus I di mulai pada tanggal 1 November 2016, 3

    November 2016. Pada siklus 1 ini terdapat dua kali pertemuan secara

    berturut- turut yang dilakukan. Penelitian di TK Kanisius Gendongan Salatiga

    dilaksanakan setiap siklus dua kali pertemuan agar anak tidak bosan.

    Penelitian pada siklus I ini di lakukan dalam dua kali pertemuan dengan tema

    lingkungan.

    Sebelum kegiatan di laksanakan guru dan peneliti melakukan diskusi agar

    penelitian beijalan dengan lancar. Berdasarkan diskusi yang dilakukan guru

    dan peneliti, penelitian yang dilakukan sesuai dengan RKH yang telah dibuat

    gum hanya saja ketika kegiatan di awal akan dilakukan penelitian tentang

    lompat tali ini sehingga pembelajaran tetap berjalan efektif.

    1.2.1. Perencanaan (plan) Tindakan Siklus I

    Perencanaan dilakukan sebelum memulai kegiatan pembelajaran. Peneliti

    berkoordinasi bersama gum untuk menentukan tema pembelajaran yang akan

    27%

    28%

    29%

    30%

    31%

    32%

    33%

    34%

    35%

    36%

    Nilai 1 Nilai 2 Nilai 3

    Pra Tindakan

  • 34

    dilaksanakan. Tema pada siklus I yaitu, tanaman dengan sub tema macam dan

    fungsi tanaman. Peneliti menyusun Rencana Kegiatan Harian (RKH). RKH

    merupakan susunan kegiatan harian yang disusun oleh peneliti dan yang akan

    digunakan sebagai acuan guru dalam pembelajaran. Melalui kesepakatan yang

    telah di diskusikan dengan guru bahwa pelaksanaan tindakan pada siklus I ketika

    pembelajaran motorik kasar adalah dengan melakukan kegiatan lompat tali.

    Peraturan dalam kegiatan lompat taiini dibuat oleh peneliti dan guru kelas. Pada

    saat pembelajaran motorik kasar, kegiatan yang dilakukan adalah lompat tali.

    Peneliti mempersiapkan alat yang akan digunakan dalam kegiatan motorik

    kasar anak. Alat yang digunakan dalam Siklus 1 adalah karet gelang yang

    dirangkai menjadi satu hingga panjang dan bola. Langkah selanjutnya adalah

    peneliti mempersiapkan instrumen penelitian. Instrumen penelitian yang

    digunakan adalah lembar observasi yang akan digunakan untuk mencatat

    perkembangan kemampuan motorik kasar anak melalui kegiatan lompat tali.

    Setelah itu, peneliti beserta guru kelas mempersiapkan alat yang akan digunakan

    dalam pembelajaran Siklus 1 dan alat yang digunakan untuk mendokumentasikan

    kegiatan pembelajaran.

    1.2.2. Pelaksanaan Penelitian Tindakan Siklus I

    Pelaksanaan pertemuan dilaksanakan pada hari selasa 1 November 2016

    yang sesuai dengan Rancangan Kegiatan Harian (RKH) yang sudah dibuat

    sebelumnya dan di diskusikan oleh guru. Tema yang di buat hari itu adalah

    tanaman dengan sub tema macam dan fungsi tanaman. Peneliti bertugas sebagai

    pengamat dan dokumentasi kegiatan yang dilakukan anak dan guru sebagai

    pengajar kelompok A. Pembelajaran terbagi menjadi kegiatan awal, kegiatan inti

    dan kegiatan akhir yang dimulai dari pukul 07.30-09.30 W1B. Adapun kegiatan

    pembelajaran seperti berikut:

    a. Pelaksanaan Tindakan Siklus I Pertemuan I

    1). Kegiatan Awal (30 menit)

    Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari selasa, 1 November 2016.

    Kegiatan awal pada pembelajaran ini meliputi kegiatan baris-berbaris, berdoa,

    apresepsi, tanya jawab dan bercakap-cakap tentang hari itu dan kegiatan fisik

  • 35

    motorik melompat dengan tali. Pada kegiatan awal guru mengajak anak berbaris

    menjadi dua barisan. Lalu guru menyiapkan barisan dan menunjuk barisan yang

    paling rapi untuk masuk kelas.

    Anak-anak kemudian duduk di tempat duduk masing-masing, setelah itu

    guru mengucapkan salam dan anak membalas salam. Setelah semua anak sudah

    duduk tenang, guru memimpin doa di depan kelas dan mengabsen anak yang